<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Efek Rumah Kaca (Kelas X Fase E) by EKA SETYA NINGSIH S</title>
      <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt</link>
      <description>Pertanyaan

1. Apakah jumlah gas rumah kaca berubah dari masa lalu ke saat ini?
2. Apa dampaknya terhadap suhu bumi?
3. Apa penyebab peningkatan gas rumah kaca di atmosfer?

4. Jelaskan bagaimana efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil!
5. Apa akibatnya jika kadar gas rumah kaca terus meningkat?
6. Berikan dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-23 03:54:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-06-12 17:37:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>ekasetya321</author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456075619</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Contoh cara menjawab : </strong></p><p><strong>Pilih tanda plus kemudian silahkan ketikkan nama dan kelas disertai jawaban!</strong></p><p><br></p><p>EKA SETYA NINGSIH S., X-G</p><p><br></p><p>Jawaban :</p><ol><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-18 23:57:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456075619</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456180292</link>
         <description><![CDATA[<p>RIANA PUTRI PRANA</p><p>X-D</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><ol><li><p>Iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan sejak era revolusi industri (sekitar tahun 1750) hingga saat ini, terutama akibat aktivitas manusia.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan suhu rata-rata bumi meningkat (pemanasan global), karena gas-gas ini menjebak panas di atmosfer.</p></li><li><p>Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, gas), deforestasi, pertanian, dan industri.</p></li><li><p>Efek rumah kaca alami menjaga suhu bumi tetap hangat dan stabil dengan cara menangkap sebagian panas dari sinar matahari yang dipantulkan permukaan bumi. Tanpa efek ini, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan.</p></li><li><p>Akibatnya antara lain peningkatan suhu global, mencair es di kutub, naiknya permukaan laut,  perubahan iklim ekstrem, gangguan pada ekosistem, dan kerusakan lingkungan.</p></li><li><p>1.) Penggunaan kendaraan bermotor   berbahan bakar bensin atau solar.</p><p>2.) Penebangan hutan (deforestasi) yang mengurangi jumlah pohon penyerap CO2.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 01:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456180292</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456211045</link>
         <description><![CDATA[<p>RESYA SHAFARI FEBRYA </p><p>X - D</p><p><br/></p><ol><li><p>Pastinya berubah, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Berdasarkan data dari EDGAR, emisi gas rumah kaca di Indonesia meningkat 38,77% dari tahun 2013 hingga 2020.</p></li><li><p>Terjadinya pemanasan global seperti meningkatnya suhu rata rata Bumi, kerusakan ekosistem dan perubahan iklim yang ekstrim seperti mencairnya es di Kutub, kenaikan permukaan laut, badai, kekeringan, serta banjir.</p></li><li><p>Terdapat beberapa faktor, antara lain: Aktifitas manusia; Pembakaran bahan bakar fosil, Deforestasi dan perubahan lahan, Proses industri, dan pertanian yang melepas gas rumah kaca seperti metana. Faktor alam; erupsi gunung merapi dan perubahan alami dalam siklus karbon dan proses geologi. Faktor lain; pertumbuhan populasi manusia yang meningkatkan konsumsi energi serta sumber daya dan perubahan gaya hidup yang lebih konsumtif.</p></li><li><p>Efek rumah kaca membantu memerangkap panas dari matahari dan permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan nya kembali.</p></li><li><p>Jika kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang, itu akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 derajat celsius sekitar tahun 2030.</p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca:</p><p>  1. Pembakaran bahan bakar fosil; batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk energi dan transportasi.</p><p>  2. Deforestasi; penebangan hutan dan lahan untuk pertanian atau pembangunan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 01:18:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456211045</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456230746</link>
         <description><![CDATA[<p>DANIEL KOAGOUW</p><p>X-B</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p><br/></p><ol><li><p>Iya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat sejak era pra-industri karena aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi yang meningkatkan emisi gas-gas seperti CO2, metana, dan N2O.</p></li><li><p>Dampaknya adalah peningkatan suhu bumi karena gas-gas rumah kaca tersebut memerangkap panas di atmosfer, sehingga menyebabkan pemanasan global.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, industrialisasi, dan pertanian yang meningkatkan emisi C02, metana, dan N20.</p></li><li><p>Efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan memerangkap sebagian panas matahari di atmosfer, sehingga suhu bumi tidak terlalu dingin dan memungkinkan kehidupan di bumi. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan. 9:19</p></li><li><p>Suhu bumi akan terus meningkat, menyebabkan perubahan iklim yang signifikan dan berkepanjangan, cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens, naiknya permukaan air laut yang mengancam wilayah pesisir, gangguan ekosistem yang merusak biodiversitas, dan berbagai dampak lingkungan lainnya yang merugikan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.</p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca:</p><p>1.) Peternakan sapi yang melepaskan gas metana dari proses pencernaan hewan, serta penggunaan pupuk kimia di pertanian yang menghasilkan N20, sehingga memperburuk kualitas atmosfer. </p><p>2.) Pabrik dan industri yang menggunakan batu bara atau gas untuk produksi energi, sehingga melepaskan C02 ke atmosfer dan memperparah efek rumah kaca.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 01:26:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456230746</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456231388</link>
         <description><![CDATA[<p>SUCHIKA INDAH SARI</p><p>X-C</p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini, terutama akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan. Peningkatan ini telah menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global. </p><p><br/></p><p>2. Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan efek rumah kaca yang lebih kuat, sehingga suhu Bumi terus meningkat. Dampaknya termasuk perubahan iklim, seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrem, dan perubahan pola presipitasi.</p><p><br/></p><p>3. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama:</p><p>-Pembakaran bahan bakar fosil: minyak, batu bara, dan gas alam. Aktivitas ini menghasilkan gas-gas seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4) yang memerangkap panas di atmosfer, menyebabkan pemanasan global. </p><p>-Deforestasi:</p><p>Penebangan hutan dan pembakaran lahan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 dari atmosfer.</p><p>-Aktivitas pertanian:</p><p>Pemeliharaan hewan ternak dan penggunaan pupuk kimia menghasilkan gas metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O), yang merupakan gas rumah kaca yang kuat.</p><p>-Industri:</p><p>Beberapa industri, seperti produksi semen dan aluminium, juga menghasilkan gas rumah kaca.</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca adalah proses alami di mana gas-gas di atmosfer, termasuk CO2, metana, dan uap air, memerangkap panas matahari. Ketika sinar matahari mencapai bumi, sebagian diserap oleh permukaan dan sebagian dipantulkan kembali ke ruang angkasa. Gas rumah kaca menyerap sebagian panas yang dipantulkan ini, mencegahnya untuk langsung kembali ke luar angkasa. Proses ini membantu menjaga suhu bumi tetap hangat dan sesuai untuk kehidupan.</p><p><br/></p><p>5. Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akibatnya akan sangat parah, meliputi:</p><p>-Rata-rata bumi akan terus meningkat, menyebabkan perubahan iklim yang lebih ekstrem.</p><p>-Perubahan pola cuaca:</p><p>Peningkatan suhu dapat menyebabkan lebih banyak peristiwa cuaca ekstrem, seperti gelombang panas, badai, banjir, dan kekeringan.</p><p>-Mencairnya es di kutub dan gletser, serta pemuaian air laut akibat pemanasan, akan menyebabkan kenaikan permukaan laut.</p><p>-Perubahan iklim, perubahan iklim dapat mengganggu ekosistem, menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan habitat.</p><p><br/></p><p>6. (1) Pembakaran Bahan Bakar Fosil:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi, transportasi, dan industri merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2). CO2 adalah gas rumah kaca yang paling banyak dihasilkan oleh aktivitas manusia dan berkontribusi besar pada pemanasan global.</p><p>(2)Penebangan Hutan:</p><p>Hutan berperan penting dalam menyerap CO2 dari atmosfer melalui fotosintesis. Penebangan hutan secara besar-besaran mengurangi kemampuan planet untuk menyerap CO2, sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Pembakaran hutan juga langsung melepaskan CO2 yang tersimpan dalam tumbuhan ke atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 01:27:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456231388</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456311397</link>
         <description><![CDATA[<p>Ratih Nuraini</p><p>X-D</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><ol><li><p>Ya, jumlah gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O) telah meningkat secara signifikan sejak era pra-industri, terutama sejak revolusi industri pada abad ke-18.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan, sehingga suhu rata-rata permukaan Bumi meningkat. Ini dikenal sebagai pemanasan global.</p><p><br/></p></li><li><p>Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti:</p></li></ol><p>-Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas) untuk listrik, transportasi, dan industri.</p><p>-Deforestasi atau penebangan hutan yang mengurangi kemampuan alam menyerap CO₂.</p><p><br/></p><p>   4.membantu menjaga suhu bumi tetap stabil!</p><p>Efek rumah kaca alami bekerja dengan cara memerangkap sebagian panas dari sinar matahari di atmosfer. Tanpa gas rumah kaca, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan. Jadi, efek rumah kaca membantu menjaga bumi tetap hangat dan stabil bagi </p><p>makhluk hidup.</p><p><br/></p><p>    5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akan terjadi:</p><p>-Pemanasan global yang lebih parah.</p><p>-Perubahan iklim ekstrem seperti kekeringan, banjir, badai besar.</p><p>-Gangguan pada ekosistem, pertanian, dan kesehatan manusia.</p><p> </p><p>    6.-Menggunakan kendaraan bermotor yang menghasilkan CO₂ dari bahan bakar.</p><p>       -Menebang hutan secara besar-besaran, yang mengurangi penyerapan CO₂ oleh pohon.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 02:08:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456311397</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456414093</link>
         <description><![CDATA[<p>Didi Ariadi </p><p>X-C</p><p><br/></p><p>JAWABAN:</p><p><br/></p><ol><li><p>Iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan. </p></li><li><p>Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca dari masa lalu ke </p><p>masa sekarang, terutama akibat aktivitas manusia, menyebabkan peningkatan suhu bumi. Efek rumah kaca yang meningkat ini memerangkap lebih banyak panas di atmosfer, sehingga menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. </p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas alam) untuk energi, industri, dan transportasi, serta deforestasi. Selain itu, aktivitas pertanian seperti penggunaan pupuk kimia dan peternakan juga berkontribusi. </p></li><li><p>Efek rumah kaca adalah proses alami di mana gas-gas tertentu di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), uap air, dan metana (CH4), menangkap sebagian panas yang dipancarkan kembali ke ruang angkasa setelah diserap oleh permukaan bumi dari sinar matahari. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin dan tidak akan mendukung kehidupan seperti sekarang ini. </p></li><li><p>Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan. Dampaknya meliputi kenaikan suhu rata-rata, perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan perubahan ekologis yang memengaruhi flora dan fauna. </p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan/deforestasi. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam, melepaskan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang merupakan gas rumah kaca utama. Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis, sehingga meningkatkan konsentrasi CO2 di atmosfer. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 02:55:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456414093</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456460569</link>
         <description><![CDATA[<p>MELSA EVANIA CALISTA</p><p>X-C</p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer memang meningkat secara signifikan dari masa lalu ke masa kini. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian. </p><p><br/></p><p>2.Gas rumah kaca memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap bumi, terutama menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim, dan kenaikan permukaan air laut. Peningkatan suhu global akibat gas rumah kaca yang memerangkap panas dapat mengganggu ekosistem, menyebabkan perubahan pola cuaca ekstrem, dan mencairnya es di kutub. </p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industri pertanian. Aktivitas ini menghasilkan gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O), yang memerangkap panas di atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. </p><p>•Pembakaran bahan bakar fosil:</p><p>Pembakaran minyak bumi, batu bara, dan gas alam untuk menghasilkan energi merupakan sumber utama emisi CO2. </p><p>•Deforestasi:</p><p>Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis dan melepaskan karbon yang tersimpan dalam pohon ke atmosfer. </p><p>•Industri pertanian:</p><p>Penggunaan pupuk kimia dan peternakan menghasilkan emisi N2O dan metana. </p><p>•Aktivitas industri:</p><p>Industri manufaktur dan peleburan logam menghasilkan emisi CO2 dan gas lainnya. </p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi tetap stabil karena ia berfungsi seperti selimut yang menghangatkan planet kita. Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan uap air, menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan Bumi, mencegah sebagian besar panas tersebut lepas ke luar angkasa. Proses ini menjaga suhu Bumi tetap hangat dan mendukung kehidupan. </p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan di Bumi. Peningkatan gas rumah kaca akan mengakibatkan pemanasan global, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan peningkatan peristiwa cuaca ekstrem. </p><p><br/></p><p>6.  Contoh dua aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca sebagai berikut:</p><p>•Pembakaran Bahan Bakar Fosil:</p><p>Aktivitas ini merupakan sumber emisi gas rumah kaca utama. Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi, transportasi, dan industri menghasilkan CO2, metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). </p><p>•Penebangan Hutan:</p><p>Hutan berperan penting dalam menyerap CO2 dari atmosfer. Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2, sehingga meningkatkan konsentrasi CO2 di atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 03:15:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456460569</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456630305</link>
         <description><![CDATA[<p>M.FERY PERDANA</p><p>X-C</p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini, terutama sejak revolusi industri</p><p><br/></p><p>2.Gas rumah kaca (GRK) menyebabkan pemanasan global dengan cara menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan dari permukaan Bumi dan memanaskan atmosfer</p><p><br/></p><p>3.disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama yang terkait dengan penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas pertanian</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil dengan memerangkap panas di atmosfer</p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat luas dan serius, meliputi pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan gangguan pada ekosistem serta kehidupan manusia</p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil (misalnya minyak bumi dan batu bara) dan deforestasi (penebangan hutan)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 04:59:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456630305</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456739404</link>
         <description><![CDATA[<p>CHELSEA DWI HARDITYANIE </p><p>X-B</p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, pasti berubah. Karena jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak revolusi industri. Konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida telah meningkat karena aktivitas manusia, seperti: pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan.</p></li><li><p>Gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global karena menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang panas dari bumi, sehingga suhu di permukaan bumi meningkat. Pemanasan global ini menyebabkan perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, dan berbagai dampak negatif lainnya bagi lingkungan dan kehidupan di bumi.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh:</p><p>• Aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan kegiatan industri </p></li><li><p>Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil karena ia berfungsi sebagai pelindung alami yang menahan panas matahari di atmosfer. Proses ini melibatkan gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbon dioksida, dan metana yang menyerap dan memerangkap sebagian radiasi inframerah yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin dan tidak dapat menunjang kehidupan</p></li><li><p>Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan. Dampaknya meliputi kenaikan suhu rata-rata bumi, perubahan pola cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan banjir, kenaikan permukaan laut, serta gangguan ekosistem dan keanekaragaman hayati.</p></li><li><p>1.  Pembakaran Bahan Bakar Fosil:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil, yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti transportasi, pembangkit listrik, dan industri, menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O). Gas-gas ini memiliki kemampuan untuk menyerap panas matahari dan meningkatkan efek rumah kaca, sehingga menyebabkan pemanasan global. </p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Penggundulan Hutan:</p></li></ol><p>Hutan berperan penting dalam menyerap CO2 dari atmosfer melalui fotosintesis. Saat hutan ditebang atau digunduli, kemampuan menyerap CO2 ini berkurang, dan CO2 yang tersimpan dalam pohon dilepaskan ke atmosfer. Selain itu, penggundulan hutan juga dapat menyebabkan pelepasan metana (CH4) dari tanah yang terganggu, yang juga merupakan gas rumah kaca yang kuat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 05:55:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456739404</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456817879</link>
         <description><![CDATA[<p>Linda Masya Zalianti</p><p>X-B</p><p>1.iya, jumlah gas rumah kaca  di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini.perubahan utama,konsentrasi CO2,gas rumah kaca, pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi.</p><p><br/></p><p> 2.dampak pada suhu bumi:</p><p>- Peningkatan suhu rata-rata global. </p><p>- Perubahan pola cuaca. </p><p>- Percepatan pencairan es kutub. </p><p>- Kenaikan permukaan laut. </p><p>- Dampak pada ekosistem dan manusia. </p><p><br/></p><p>3. penyebab peningkatan gas rumah kaca di atmosfer:</p><p>- Pembakaran Bahan Bakar Fosil. </p><p>- Deforestasi (Penggundulan Hutan). </p><p>- Pertanian dan Peternakan yng menghasilkan Metana (CH₄). </p><p>- Limbah dan Tempat Pembuangan Sampah. </p><p>- Industri dan Proses Kimia.</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca alami sangat penting karena membantu menjaga suhu Bumi agar tetap stabil dan layak dihuni.</p><p>1. Sinar matahari (radiasi matahari) masuk ke atmosfer dan mencapai permukaan Bumi.</p><p>2. Sebagian energi diserap oleh permukaan Bumi dan menghangatkannya.</p><p>3. Bumi kemudian memancarkan kembali energi ini dalam bentuk radiasi infra merah (panas) ke luar angkasa.</p><p>4. Gas rumah kaca alami seperti CO₂, uap air, metana, dan ozon menyerap sebagian radiasi infra merah ini dan memantulkannya kembali ke permukaan Bumi.</p><p>5. Proses ini menciptakan selimut alami panas, yang menjaga suhu rata-rata Bumi sekitar 15°C.</p><p><br/></p><p>5.Akibat Peningkatan Gas Rumah Kaca:</p><p>- Pemanasan Global</p><p>- Perubahan Iklim Ekstrem</p><p>- Pencairan Es di Kutub</p><p>- Kenaikan Permukaan Laut</p><p>- Kehilangan Keanekaragaman Hayati</p><p>- Ancaman bagi Kesehatan Manusia</p><p>Jika gas rumah kaca terus meningkat, Bumi akan mengalami perubahan drastis yang mengancam kehidupan dan keseimbangan alam.</p><p><br/></p><p>6. -pembakaran bahan fosil</p><p>     -Deforestasi (pembakaran hutan)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 06:38:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456817879</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>adiramadani400</author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456947544</link>
         <description><![CDATA[<p>Adi Ramadani </p><p>X-B</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><ol><li><p> Ya, jumlah gas rumah kaca (GRK) di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini khususnya sejak era Revolusi Industri pada pertengahan abad ke- 18.</p></li><li><p>Dampaknya terhadap suhu bumi adalah peningkatan suhu global, yang dapat menyebabkan perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan perubahan pola cuaca ekstrem.</p></li><li><p>Terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pengguna bahan bakar fosil, deforestasi (penggundulan hutan), dan aktivitas pertanian, gaya hidup konsumtif yang berlebihan, penggunaan CFC yang digunakan dalam berbagai produk seperti AC, kulkas, dan semprotan.</p></li><li><p>Efek rumah kaca adalah proses alami di atmosfer yang memungkinkan bumi tetap hangat dan layak huni. Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan uap air, memerangkap radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan bumi, mencegahnya lolos sepenuhnya ke ruang angkasa.</p></li><li><p>Jika kadar gas terus meningkat, akan terjadi berbagai dampak serius terhadap lingkungan. Berikut beberapa akibat utamanya:</p><ul><li><p>Pemasangan Global </p></li><li><p>Kenaikan Permukaan Laut </p></li><li><p>Perubahan Iklim Ekstrem </p></li><li><p>Gangguan Terhadap Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati </p></li><li><p>Krisis Pangan dan Air</p></li><li><p>Masalah Kesehatan Manusia </p></li><li><p>Dampak Sosial dan Ekonomi </p></li></ul></li><li><p>  Berikut contoh aktivitas manusia yang       meningkatkan efek rumah kaca:</p></li></ol><ul><li><p>Pembakaran Bahan Bakar Fosil </p></li></ul><p>         contohnya: penggunaan bensin dan solar          untuk kendaraan bermotor, pembangkit             listrik berbahan bakar batu bara, dan                  industri manufaktur.</p><p>    </p><ul><li><p>Penggundulan Hutan (Deforestasi)</p><p>saat pohon ditebang, penyerapan CO2 dari atmosfer berkurang.</p></li></ul><p>     </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 07:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3456947544</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457038278</link>
         <description><![CDATA[<p>Ericsya Andereas</p><p>X-D</p><p><br/></p><p>jawaban:</p><p><br/></p><ol><li><p><strong><mark>Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer Bumi telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke masa kini, terutama sejak Revolusi Industri</mark></strong>. </p></li><li><p>Efek rumah kaca menyebabkan <strong><mark>pemanasan global, dengan peningkatan suhu rata-rata bumi 1-5 derajat Celsius</mark></strong>. Peningkatan suhu ini dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif, seperti kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuaca, gangguan ekosistem, dan ancaman terhadap kesehatan manusia.&nbsp;</p></li><li><p>disebabkan oleh <strong><mark>aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam) untuk menghasilkan energi</mark></strong></p></li><li><p>Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil karena gas-gas tertentu di atmosfer menyerap sebagian besar energi matahari yang masuk ke Bumi dan memantulkannya kembali ke permukaan. Proses ini menjaga suhu Bumi lebih hangat daripada yang seharusnya, sehingga mendukung kehidupan di Bumi. </p></li><li><p>Akibatnya, suhu permukaan bumi meningkat, pola cuaca menjadi ekstrem, permukaan laut naik, dan ekosistem mengalami perubahan yang signifikan</p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan.</p><p>1. Pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas alam untuk energi melepaskan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer.</p><p>2 Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 09:01:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457038278</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457169632</link>
         <description><![CDATA[<p>Dwi Artika</p><p>XD</p><p><br/></p><p><br/></p><p>jawaban</p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini</p><p>2.peningkatan suhu bumi secara signifikan. Gas-gas ini, seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida</p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan perubahan penggunaan lahan. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, menghasilkan banyak karbon dioksida (CO2)</p><p>4.Gas rumah kaca di atmosfer menyerap dan memerangkap radiasi yang dipancarkan bumi, sehingga panas tetap berada di atmosfer dan menghangatkan bumi, sehingga tidak terlalu dingin untuk kehidupan. </p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan</p><p>6.1.Limbah rumah tangga:</p><p>Sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir mengalami proses penguraian yang menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat. </p><p>   2.Industri peternakan:</p><p>Industri peternakan, terutama peternakan ruminansia (seperti sapi), menghasilkan metana melalui proses pencernaan. Selain itu, limbah dari peternakan juga dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca lain. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 10:56:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457169632</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457441753</link>
         <description><![CDATA[<p>ZAROTUN NISAK D.R</p><p>X-C</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah dari masa lalu ke saat ini, terutama akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan. Konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) telah meningkat secara signifikan sejak era pra-industri. </p><p><br/></p><p>2.Peningkatan jumlah gas rumah kaca di atmosfer akan menyebabkan pemanasan global, yaitu kenaikan suhu rata-rata bumi. Efek rumah kaca memerangkap panas yang seharusnya dipancarkan kembali ke luar angkasa, sehingga suhu bumi meningkat. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, misalnya akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, menyebabkan lebih banyak panas yang terperangkap di atmosfer. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu rata-rata bumi dan berbagai dampak negatif lainnya, seperti perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan perubahan ekosistem. </p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri. Selain itu, aktivitas pertanian dan penggunaan pupuk kimia juga berkontribusi terhadap peningkatan gas rumah kaca. Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk menghasilkan energi, seperti dalam industri, transportasi, dan pembangkit listrik, melepaskan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, Penebangan hutan secara besar-besaran mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis, aktivitas industri, seperti produksi semen dan baja, juga menghasilkan emisi gas rumah kaca, penumpukan sampah, terutama sampah organik, dapat menghasilkan metana melalui proses pembusukan. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>4.Gas-gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida dan metana, menyerap dan memerangkap panas yang dipancarkan dari permukaan bumi, mencegah panas tersebut lolos ke luar angkasa. Proses ini menjaga bumi tetap hangat dan nyaman untuk kehidupan. Matahari memancarkan energi, sebagian besar berupa radiasi inframerah dan radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak, saat radiasi ini mencapai permukaan bumi, sebagian diserap dan berubah menjadi panas yang menghangatkan bumi, permukaan bumi memancarkan radiasi inframerah kembali ke atmosfer, gas rumah kaca di atmosfer menyerap radiasi inframerah ini dan memerangkap panas tersebut di dekat permukaan bumi, proses penyerapan dan pemancaran kembali radiasi ini menciptakan efek rumah kaca, yang menjaga suhu bumi tetap hangat. </p><p><br/></p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan. Dampaknya meliputi kenaikan suhu rata-rata, perubahan pola cuaca, peningkatan peristiwa ekstrem seperti banjir dan gelombang panas, serta perubahan ekologis yang dapat mengancam kehidupan tumbuhan dan hewan. Dampak dampak spesifik meliputi (Pemanasan global, perubahan iklim, peningkatan peristiwa ekstrem, naiknya permukaan laut, perubahan ekologis, gangguan kesehatan).</p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan besar-besaran. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, melepaskan gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), ke atmosfer. Penebangan hutan, yang juga dikenal sebagai deforestasi, mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2, karena hutan adalah penyerapan CO2 yang penting.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 14:33:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457441753</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457442087</link>
         <description><![CDATA[<p>Siti Kotimah Yuliana, X-C </p><ol><li><p>Tentu, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan.</p></li><li><p>Gas rumah kaca memiliki dampak signifikan terhadap suhu bumi, yaitu menyebabkan pemanasan global atau global warming. Hal ini terjadi karena gas rumah kaca menyerap dan memantulkan kembali radiasi panas dari matahari yang seharusnya dipancarkan kembali ke luar angkasa, sehingga suhu bumi meningkat.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Aktivitas ini menghasilkan gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oxide (N2O) yang memerangkap panas di atmosfer dan menyebabkan pemanasan global.</p></li><li><p>Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi agar tetap stabil dan hangat, memungkinkan kehidupan di planet ini. Proses ini terjadi saat gas-gas tertentu di atmosfer, seperti karbon dioksida, metana, dan uap air, menyerap dan menahan panas yang dipancarkan dari permukaan Bumi, mencegahnya kembali ke luar angkasa.</p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat besar dan meliputi pemanasan global, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan gangguan ekosistem. Ini dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kekeringan, banjir, perubahan pola cuaca ekstrem, dan ancaman bagi kehidupan di berbagai ekosistem.</p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan atau deforestasi. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam, melepaskan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang merupakan gas rumah kaca utama. Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis dan juga melepaskan CO2 saat pohon ditebang atau dibakar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-19 14:33:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3457442087</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458021584</link>
         <description><![CDATA[<p>BUNGA SHEIVANY</p><p>X-C</p><p>jawaban :</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Konsentrasi gas rumah kaca berada pada level tertinggi dalam kurun waktu 2 juta tahun dan terus meningkat. Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak. </p><p> 2.Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan peningkatan kemampuan atmosfer untuk menangkap dan mempertahankan panas, yang mengakibatkan peningkatan suhu rata-rata bumi atau pemanasan global. Bumi sekarang 1,1°C lebih hangat daripada di akhir tahun 1800-an. </p><p>3.Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, seperti: </p><p>Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas) untuk energi, transportasi, dan industri.</p><p>Penebangan hutan,</p><p>Pertanian dan peternakan,</p><p>Proses industri tertentu.</p><p>4.Efek rumah kaca adalah proses alami di mana gas-gas tertentu di atmosfer bumi memerangkap sebagian panas matahari, menjaga suhu bumi tetap hangat dan layak huni. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin, sekitar -18°C. </p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, beberapa akibatnya adalah: </p><p>Pemanasan global yang lebih parah.</p><p>Perubahan iklim yang ekstrem, seperti gelombang panas, badai, kekeringan, dan banjir.</p><p>Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub.</p><p>Gangguan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati.</p><p>Gangguan pada pertanian.</p><ol start="6"><li><p>• Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi listrik. </p><ul><li><p>Penggunaan kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi gas buang.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 00:17:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458021584</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458064206</link>
         <description><![CDATA[<p>Mutiara Ramadani, X-F</p><p>Jawaban:</p><p>1. tentu, karena jumlah gas rumah kaca di atmosfer Bumi telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Secara umum, konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) telah meningkat secara drastis akibat aktivitas manusia, terutama sejak Revolusi Industri. jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan sejak masa lalu, terutama akibat aktivitas manusia. Peningkatan ini telah menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, yang memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan dan kehidupan di Bumi.</p><p>2. Gas rumah kaca memiliki dampak signifikan terhadap suhu bumi, terutama melalui efek rumah kaca. Gas-gas ini, seperti karbon dioksida dan metana, menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan bumi, memerangkap panas di atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia mempercepat pemanasan ini, berpotensi menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem dan berbagai dampak lainnya.</p><p>3. Penyebab terjadinya peningkatan gas rumah kasa di atmosfer dapat berupa, Pembakaran Bahan Bakar Fosil, Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi merupakan sumber utama emisi karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca yang paling banyak. Pembakaran ini juga menghasilkan metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Aktivitas Industri, Proses industri, seperti produksi semen, pupuk, dan logam, juga menghasilkan emisi CO2, N2O, dan gas rumah kaca lainnya. beberapa aktifitas Pertanian, khususnya penggunaan pupuk kimia dan peternakan ruminansia (hewan ternak), menghasilkan metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Deforestasi, Penghilangan hutan secara besar-besaran mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis, dan juga melepaskan karbon yang tersimpan dalam pohon ke atmosfer saat mereka mati dan membusuk. Beberapa aktivitas lain, seperti penggunaan AC dan pendingin ruangan (yang mengandung CFC dan HFC), produksi sampah, dan transportasi, juga berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca.</p><p>4. Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan memerangkap panas matahari. Gas rumah kaca di atmosfer menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan Bumi, mencegah panas tersebut lepas ke luar angkasa.</p><p>5. Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat signifikan terhadap iklim dan ekosistem bumi. Ini termasuk pemanasan global, perubahan pola cuaca ekstrem (banjir, kekeringan, gelombang panas), kenaikan permukaan laut, dan perubahan ekosistem.</p><p>6. Pembakaran bahan bakar fosil, Aktivitas ini merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca. Transportasi, industri, dan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, melepaskan CO2 ke atmosfer. CO2 adalah gas rumah kaca utama yang berperan dalam pemanasan global. Penggundulan hutan, Hutan berperan penting dalam menyerap CO2 dari atmosfer melalui fotosintesis. Pembabatan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2, dan juga melepaskan CO2 yang tersimpan dalam pohon ke atmosfer. Penggundulan hutan juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca lainnya, seperti metana dan nitrat, yang dihasilkan dari pembusukan kayu dan tanah yang terurai.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 00:37:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458064206</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458101733</link>
         <description><![CDATA[<p>Refan</p><p>X-E</p><p><br/></p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, gas rumah kaca telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Konsentrasi gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida telah meningkat drastis sejak Revolusi Industri, terutama disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Peningkatan ini menyebabkan efek rumah kaca yang lebih kuat dan berdampak pada perubahan iklim global.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu bumi karena gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer, sehingga panas tidak dapat keluar ke luar angkasa dengan efektif. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan menyebabkan perubahan iklim yang signifikan, seperti perubahan pola cuaca, kenaikan permukaan laut, dan peningkatan frekuensi bencana alam.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, seperti:</p></li></ol><p>       1. Pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, batu            bara)</p><p>       2. Deforestasi dan perubahan tata guna lahan</p><p>       3. Industri dan pertanian</p><p><br/></p><p>       Aktivitas-aktivitas ini melepaskan gas-gas rumah            kaca seperti CO2, CH4, dan N2O ke atmosfer,                 sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah               kaca dan memperburuk efek rumah kaca.</p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan cara memerangkap panas di atmosfer. Gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan uap air menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan oleh bumi, sehingga panas tidak keluar ke luar angkasa dengan cepat. Hal ini membuat suhu bumi tetap hangat dan stabil, sehingga mendukung kehidupan di bumi.</p></li></ol><p>       Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan terlalu               rendah untuk mendukung kehidupan, karena panas        akan keluar ke luar angkasa dengan cepat. Namun,         jika efek rumah kaca terlalu kuat, maka suhu bumi           akan meningkat dan menyebabkan perubahan iklim.</p><p><br/></p><ol start="5"><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka akan terjadi:</p></li></ol><p>        1. Peningkatan suhu global</p><p>        2. Perubahan iklim yang signifikan</p><p>        3. Kenaikan permukaan laut</p><p>        4. Peningkatan frekuensi dan intensitas bencana                 alam seperti badai, banjir, dan kekeringan</p><p>        5. Dampak negatif pada ekosistem, pertanian, dan          kesehatan manusia</p><p><br/></p><p>        Peningkatan gas rumah kaca yang terus-menerus           dapat menyebabkan perubahan iklim yang parah            dan berdampak luas pada lingkungan dan                        masyarakat.</p><p><br/></p><ol start="6"><li><p>Dua contoh lain aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:</p></li></ol><p>       1. Penggunaan transportasi udara (pesawat) yang               membakar bahan bakar fosil dan melepaskan                  gas rumah kaca.</p><p>       2. Penggunaan AC (Air Conditioner) dan kulkas                    yang menggunakan refrigeran yang dapat                        merusak lapisan ozon dan meningkatkan efek                  rumah kaca.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 00:55:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458101733</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458102223</link>
         <description><![CDATA[<p>Nadia Zulvi.  X-F</p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p>1.iyaa tentu saja, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, kayak pembakaran bahan bakar fosil sama penebangan hutan. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca itu menyebabkan efek rumah kaca yang lebih kuat, yang pada gilirannya meningkatkan suhu rata-rata bumi dan menyebabkan perubahan iklim. Selain CO2, gas rumah kaca lain seperti metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O) juga telah meningkat di atmosfer akibat aktivitas manusia, meskipun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan CO2.</p><p><br/></p><p>2.Gas rumah kaca memiliki dampak yang signifikan terhadap suhu bumi. Gas-gas ini, seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida, menyerap dan memantulkan kembali radiasi matahari yang dipancarkan dari Bumi, sehingga meningkatkan suhu rata-rata planet. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan di Bumi.</p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama sejak revolusi industri. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam, untuk menghasilkan energi adalah sumber utama emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Selain itu, deforestasi, industri pertanian (terutama penggunaan pupuk kimia dan peternakan), serta aktivitas industri juga berkontribusi pada peningkatan gas rumah kaca.</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi tetap stabil karena gas rumah kaca (GRK) di atmosfer memantulkan sebagian radiasi matahari yang dipantulkan kembali ke angkasa, sehingga panas tetap berada di atmosfer dan menghangatkan Bumi. Proses ini memungkinkan Bumi tetap hangat dan layak huni.</p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat luas, mencakup pemanasan global, perubahan iklim, dan dampak ekologis yang signifikan. Pemanasan global menyebabkan kenaikan suhu rata-rata Bumi, perubahan pola cuaca, dan peningkatan risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Selain itu, perubahan iklim juga dapat mengganggu ekosistem, menyebabkan kepunahan spesies, dan mengancam keberlanjutan pertanian.</p><p><br/></p><p>6. penggunaan ac dan pembakaran plastik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 00:56:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458102223</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458150044</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Stela Angela Miranda</p><p>Kelas: X-C</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p><br/></p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini, terutama karena aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil.</p><p><br/></p><p>2. Dampaknya adalah suhu rata-rata bumi meningkat, menyebabkan pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim.</p><p><br/></p><p>3. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), deforestasi, dan industri yang menghasilkan karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄).</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca alami penting karena membantu menjaga suhu bumi agar tetap hangat dan stabil untuk kehidupan. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan terlalu dingin untuk dihuni.</p><p><br/></p><p>5. Akibatnya adalah pemanasan global semakin parah, menyebabkan mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, cuaca ekstrem, dan terganggunya ekosistem.</p><p><br/></p><p>6. Pembakaran bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor dan pembangkit listrik. Penebangan hutan (deforestasi) yang mengurangi penyerapan karbon dioksida oleh tumbuhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 01:20:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458150044</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458153171</link>
         <description><![CDATA[<p>Nur armalia sahara</p><p>X-C</p><p>Jawaban</p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer memang berubah dari masa lalu ke saat ini. Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, telah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca secara signifikan, terutama karbon dioksida (CO2), yang kemudian menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, termasuk peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir. </p><p>2. Meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), menyebabkan efek rumah kaca yang memperangkap panas matahari dan meningkatkan suhu permukaan bumi. Dampak paling terlihat dari peningkatan suhu bumi adalah pemanasan global, yang kemudian menyebabkan berbagai perubahan iklim dan cuaca ekstrem. </p><p>3. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industri pertanian. Pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam) menghasilkan karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan gas-gas lain yang memerangkap panas di atmosfer. Deforestasi, yaitu penebangan hutan secara besar-besaran, mengurangi kemampuan bumi menyerap CO2 dan melepaskan karbon yang tersimpan dalam pohon ke atmosfer. Industri pertanian, khususnya penggunaan pupuk kimia dan peternakan, juga menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti nitrous oxide (N2O) dan metana. </p><p>4. memerangkap panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan Bumi. Gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan uap air di atmosfer bertindak sebagai selimut, menahan sebagian panas yang seharusnya terlepas ke luar angkasa. Tanpa efek rumah kaca, suhu Bumi akan jauh lebih dingin dan tidak akan mendukung kehidupan. </p><p>5. akan terjadi pemanasan global dan perubahan iklim, yang menyebabkan dampak serius seperti peningkatan suhu rata-rata bumi, perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati. </p><p>6. 1) Pembakaran Bahan Bakar Fosil: Pembakaran bahan bakar  fosil untuk energi, transportasi, dan industri menghasilkan sejumlah besar CO2 yang terperangkap di atmosfer. CO2 ini menyerap radiasi matahari dan memanaskan bumi.</p><p>   2) Penebangan Hutan: Hutan menyerap CO2 dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Ketika hutan ditebang, kemampuan bumi untuk menyerap CO2 berkurang, dan CO2 yang disimpan dalam pohon dilepaskan kembali ke atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 01:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458153171</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sivamitrilestari</author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458157410</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: siva mitri lestari</p><p>Klas: 10-F</p><p> Jawaban:</p><p><br/></p><ol><li><p>Iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat signifikan</p><p>sejak era revolusi indrustri hingga saat ini terrutama akibat aktivitas manusia </p></li><li><p>Meningkatkan gas rumh kaca menyebabkan suhu rata rata bumi meningkat krn gas gas ini menjebak panas atmosfer </p></li><li><p>Penyebab utamanya deforestasi,pertanian,dan industri, bahan bakar fosil</p></li><li><p>Menjagaa suhu bumi tetap hangat dan stabil dan menangkap panas dari sinar matahari</p></li><li><p>Akibatnya adalah naiknya permukaan laut, kerusakan lingkungan, prubahan iklim ekstrem dan meningkat kan suhu global</p></li><li><p>1. Penggunaan kendaraan ber motor</p><p>berbahaya bahan bensin atau solar</p><p>2.pembakaran sampah</p><p>Meghasilkan bau tidak sedap, berbahaya bagi kesehatan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 01:23:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458157410</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458252583</link>
         <description><![CDATA[<p>Hendra gustin</p><p>X-C</p><p><br/></p><p>1 . Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini, terutama akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan. Konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tingkat pra-industri. </p><p>2 . kenaikan permukaan air laut, perubahan pola cuaca ekstrem, dan kerusakan ekosistem. Pemanasan global juga dapat menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan badai. </p><p>3 . Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, penebangan hutan, dan kegiatan industri. Aktivitas ini melepaskan gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O) ke atmosfer, yang kemudian memerangkap panas dan menyebabkan pemanasan global. </p><p>4 . Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan memerangkap panas matahari di atmosfer. Gas-gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan uap air, menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan dari permukaan Bumi setelah menyerap energi matahari, sehingga mencegah panas tersebut kembali ke luar angkasa. Proses ini, yang mirip dengan rumah kaca yang memerangkap panas matahari, memungkinkan Bumi untuk menjadi hangat dan mendukung kehidupan. </p><p>5 . Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat luas dan serius, meliputi peningkatan pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, gangguan ekosistem, dan ancaman terhadap kesehatan manusia serta kehidupan di bumi. </p><p>6 . • Pembakaran bahan bakar fosil:</p><p>Aktivitas seperti penggunaan kendaraan, pembangkit listrik, dan proses industri menghasilkan CO2 sebagai produk sampingan. </p><p>      • Deforestasi:</p><p>Penebangan pohon dan pembukaan lahan untuk pertanian atau pembangunan mengurangi kemampuan hutan untuk menyerap CO2 dan juga melepaskan CO2 ketika pohon mati dan membusuk. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:07:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458252583</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458263866</link>
         <description><![CDATA[<p>Fadel Muhammad Ikhsan </p><p>X.F</p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).</p></li><li><p>Dampaknya adalah meningkatnya suhu rata-rata Bumi atau pemanasan global. Hal ini menyebabkan perubahan iklim, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, serta gangguan terhadap ekosistem dan cuaca ekstrem.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca disebabkan oleh aktivitas manusia, antara lain:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, gas alam), Deforestasi atau penebangan hutan, Pertanian dan peternakan (yang menghasilkan metana), Limbah dan sampah yang tidak diolah dengan baik</p></li><li><p>Efek rumah kaca alami membantu menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan cara menahan sebagian panas matahari di atmosfer. Tanpa efek rumah kaca, suhu Bumi akan sangat dingin dan tidak layak huni. Namun, jika efek ini berlebihan akibat peningkatan gas rumah kaca, maka suhu Bumi menjadi terlalu panas.</p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka pemanasan global akan semakin parah. Akibatnya antara lain: Cuaca ekstrem lebih sering terjadi, Permukaan laut naik karena es di kutub mencair, Krisis air dan pangan, Gangguan terhadap kesehatan manusia dan keanekaragaman hayati</p></li><li><p>Menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar dan Menebang hutan tanpa reboisasi (deforestasi)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458263866</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458281649</link>
         <description><![CDATA[<p>NINDY AULYA FIRDIE </p><p>X-E</p><p><br/></p><ol><li><p>Iya, jumlah gas efek rumah kaca di atmosfer bumi telah meningkat dari masa lalu ke saat ini secara signifikan sejak revolusi industri. Gas gas seperti CO2, CH4 dan N2O meningkatkan akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, dan pertanian intensif, peningkatan ini menyebabkan efek rumah kaca menjadi lebih kuat dan berdampak pada perubahan iklim global.</p></li><li><p>Dampaknya terhadap suhu bumi yaitu pemanasan global, perubahan pola cuaca, naiknya permukaan air dan juga berdampak pada ekosistem.</p></li><li><p>Penyebab peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, peternakan, pertanian, industrialisasi, dan pembakaran biomassa, melepaskan gas-gas seperti karbon dioksida, metana dan dinitrogen oksida ke atmosfer.</p></li><li><p>Efek rumah kaca membantu menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan menyerap dan mengembalikan panas ke permukaan Bumi, sehingga menjaga suhu tetap hangat dan mendukung kehidupan.</p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akan terjadi pemanasan global yang semakin parah, perubahan iklim yang ekstrim, dan berbagai dampak negatif lainnya terhadap lingkungan, ekonomi dan masyarakat.</p></li><li><p>2 contoh aktivitas manusia yang dapat meningkatkan efek rumah kaca adalah pertanian dan peternakan yang melepaskan gas metana dan dinitrogen oksida.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:19:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458281649</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458341653</link>
         <description><![CDATA[<p>ANDRE MAULANA </p><p>X-B</p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><ol><li><p>Jumlah gas rumah kaca telah mengalami perubahan signifikan dari masa lalu ke saat ini. Berdasarkan penelitian dan pengukuran yang dilakukan oleh para ilmuwan, konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4) telah meningkat drastis sejak era pra-industri.</p><p><br/></p><p>A. Data Perubahan : </p><p>     a) Konsentrasi CO2 telah meningkat dari sekitar 280 bagian per juta (ppm) pada era pra-industri menjadi lebih dari 400 ppm saat ini.</p><p>     b) Penelitian inti es Antartika menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 berkisar antara 180-300 ppm selama 800.000 tahun terakhir, jauh lebih rendah daripada konsentrasi CO2 saat ini.</p><p>     c) Peningkatan suhu rata-rata global juga telah terjadi, dengan kenaikan sekitar 0,3 derajat Celcius antara tahun 1880 dan 1935, dan terus meningkat hingga saat ini ¹.</p><p><br/></p></li><li><p>Dampak terhadap Suhu Bumi </p><p>a) Peningkatan Suhu Global: Pemanasan global menyebabkan suhu rata-rata Bumi meningkat, memicu perubahan iklim.</p><p>b) Perubahan Iklim Lokal:</p><p>Peningkatan suhu global dapat memicu perubahan iklim lokal, mengakibatkan pola hujan yang tidak stabil dan musim kemarau yang lebih panjang.</p><p>c) Kenaikan Permukaan Laut: Peningkatan suhu global dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut, berdampak pada pantai dan pulau-pulau.</p><p>d) Kekeringan dan Cuaca Ekstrem: </p><p>Perubahan iklim dapat menyebabkan kekeringan dan cuaca ekstrem, seperti badai dan banjir ¹ ² ³.</p></li><li><p>Penyebab Perubahan</p><p>a) Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, telah meningkatkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.</p><p>b) Perubahan penggunaan lahan dan pertanian juga berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca ².</p></li><li><p>Efek rumah kaca adalah proses alami yang membantu menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan cara memerangkap sebagian panas dari sinar matahari di atmosfer. Cara kerjanya adalah Sinar matahari masuk ke atmosfer Bumi dan memanaskan permukaan Bumi. Permukaan Bumi memancarkan panas ke atmosfer dalam bentuk radiasi inframerah. Gas-gas rumah kaca seperti CO2, CH4, dan H2O di atmosfer menyerap sebagian radiasi inframerah dan memantulkannya kembali ke permukaan Bumi. Panas yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi membuat suhu Bumi tetap hangat.</p></li><li><p>Jawaban nya hampir sama seperti No 2 pertama, pemanasan global akan terus meningkat, terjadinya perubahan iklim yg signifikan, dan Kenaikan permukaan laut, serta kekeringan dan cuaca ekstrem</p></li><li><p>contoh aktivitas manusia (diminta dua):</p><ol><li><p>deforestasi atau proses penggundulan hutan secara besar-besaran akibat aktivitas manusia</p></li><li><p>transportasi seperti kendaraan bermotor yang dapat meningkatkan emisi CO2 dan polutan lainya</p></li></ol></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 02:45:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458341653</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458377515</link>
         <description><![CDATA[<p>MUHAMMAD ABI FAHRUL </p><p>X-F</p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, jumlah gas rumah kaca sekarang jauh lebih banyak dibandingkan masa lalu. Kenaikannya cukup drastis sejak zaman revolusi industri karena banyak aktivitas manusia yang menghasilkan gas tersebut.</p></li><li><p>Dampaknya adalah suhu bumi jadi makin panas. Gas rumah kaca memerangkap panas di atmosfer, sehingga suhu rata-rata bumi naik, yang dikenal dengan istilah pemanasan global.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca disebabkan oleh banyak hal, terutama pembakaran bahan bakar fosil seperti bensin dan batu bara. Selain itu, penebangan hutan juga jadi penyebab karena pohon yang seharusnya menyerap CO2 jadi berkurang.</p></li><li><p>Efek rumah kaca sebenarnya penting karena menjaga panas matahari tetap berada di bumi, jadi suhu tetap hangat dan cocok untuk makhluk hidup. Kalau tidak ada efek rumah kaca sama sekali, bumi bisa jadi terlalu dingin dan tidak nyaman untuk dihuni.</p></li><li><p>Kalau kadar gas rumah kaca terus naik, suhu bumi bisa makin panas dan menyebabkan perubahan iklim ekstrem. Contohnya bisa terjadi kekeringan parah, banjir, mencairnya es di kutub, sampai terganggunya kehidupan hewan dan manusia.</p></li><li><p>Pertama, penggunaan listrik secara berlebihan, terutama yang berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. </p><p>Kedua, membakar sampah sembarangan, karena asapnya mengandung gas yang bisa menambah efek rumah kaca.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 03:01:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458377515</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458399174</link>
         <description><![CDATA[<p>Abdul Rohim X-D</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 03:10:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458399174</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458419205</link>
         <description><![CDATA[<p>ALISSA AJENG ISLAMIA</p><p>X-E</p><ol><li><p>Ya, emisi gas rumah kaca di atmosfer meningkat dari masa lalu ke saat ini, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkat secara dramatis akibat aktivitas manusia, emisi gas rumah kaca global meningkat rata-rata 1,1% per tahun dari tajun 2012 hingga 2019.</p></li><li><p>Gas rumah kaca menangkap panas di atmosfer, menyebabkan suhu rata-rata di bumi meningkat.</p></li><li><p>Pembakaran bahan bakar fosil, penebangan hutan dan peternakan semakin memengaruhi iklim dan suhu bumi. Hal ini menambah jumlah gas rumah kaca yang sangat besar terhadap gas yang terjadi secara alami di atmosfer, sehingga meningkatkan efek rumah kaca dan pemanasan&nbsp;global.</p></li><li><p>Efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan cara menangkap panas matahari.</p><p>Gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida, metana, dan uap air, menyerap panas yang dipancarkan oleh permukaan bumi. Proses ini mencegah panas tersebut lepas kembali ke&nbsp;luar&nbsp;angkasa.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti polusi kabut asap dan penipisan ozon. Jika kecenderungan peningkatan gas rumah kaca terus berlanjut, diperkirakan akan terjadi peningkatan pemanasan global yang signifikan&nbsp;di&nbsp;masa&nbsp;depan.</p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan&nbsp;(deforestasi)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 03:21:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458419205</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458455780</link>
         <description><![CDATA[<p>LAURA FEBRIANI </p><p>X-E</p><p><br/></p><p>jawaban;</p><p><br/></p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah signifikan dari masa lalu ke saat ini terutama sejak revolusi industri </p><p><br/></p><p>2. perubahan iklim ekstrim, naiknya permukaan air laut, kerusakan ekosistem dan dampak negatif bagi kesehatan manusia serta ekonomi</p><p><br/></p><p>3. penyebab utamanya adalah aktivitas manusia khususnya pembakaran bahan bakar fosil deforestasi dan praktik pertanian yang intensif</p><p><br/></p><p>4. Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan uap air, menyerap radiasi panas yang dipancarkan dari permukaan Bumi dan mencegahnya lepas ke luar angkasa.</p><p><br/></p><p>5. Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk perubahan pola cuaca, kenaikan permukaan laut, gangguan ekosistem, dan kesehatan manusia</p><p><br/></p><p>6. Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi atau penggundulan hutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 03:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458455780</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458513057</link>
         <description><![CDATA[<p>AYU RISKA WAHYUNI</p><p>X-E </p><p><br/></p><p>Jawaban: </p><p><br/></p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkatkan tajam sejak revolusi industri.</p><p> </p><p>2.Dampaknya terhadap suhu bumi yaitu naiknya permukaan laut, perubahan iklim ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan ganguan ekosistem.</p><p><br/></p><p>3. Penyebabnya utamanya yaitu pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan kegiatan industri.</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca adalah proses alami di mana atmosfer bumi memerangkap panas matahari, menjaga suhu planet tetap stabil dan memungkinkan kehidupan. Gas-gas rumah kaca di atmosfer, seperti uap air, karbon dioksida, dan metana, menyerap radiasi panas dari permukaan bumi yang dipantulkan kembali ke angkasa. </p><p><br/></p><p>5. Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akan terjadi pemanasan global dan perubahan iklim, yang menyebabkan dampak serius seperti kenaikan permukaan laut perubahan pola cuaca ekstrem gangguan ekosistem dan dampak sosial ekonomi. </p><p><br/></p><p>6. 2 contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 04:19:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458513057</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458513688</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Sellya Febrie Liana Putri </strong></p><p><strong>X-FJawaban:</strong></p><p><br/></p><p><strong>1.Ya, jumlah gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O) telah meningkat secara signifikan sejak era pra-industri, terutama sejak revolusi industri pada abad ke-18.</strong></p><p><br/></p><p><strong>2.Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan, sehingga suhu rata-rata permukaan Bumi meningkat. Ini dikenal sebagai pemanasan global.</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>3.Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti:</strong></p><p><br/></p><p><strong>-Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas) untuk listrik, transportasi, dan industri.</strong></p><p><br/></p><p><strong>-Deforestasi atau penebangan hutan yang mengurangi kemampuan alam menyerap CO₂.</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>   4.membantu menjaga suhu bumi tetap stabil!</strong></p><p><br/></p><p><strong>Efek rumah kaca alami bekerja dengan cara memerangkap sebagian panas dari sinar matahari di atmosfer. Tanpa gas rumah kaca, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan. Jadi, efek rumah kaca membantu menjaga bumi tetap hangat dan stabil bagi </strong></p><p><br/></p><p><strong>makhluk hidup.</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>    5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akan terjadi:</strong></p><p><br/></p><p><strong>-Pemanasan global yang lebih parah.</strong></p><p><br/></p><p><strong>-Perubahan iklim ekstrem seperti kekeringan, banjir, badai besar.</strong></p><p><br/></p><p><strong>-Gangguan pada ekosistem, pertanian, dan kesehatan manusia.</strong></p><p><br/></p><p><strong> </strong></p><p><br/></p><p><strong>    6.-Menggunakan kendaraan bermotor yang menghasilkan CO₂ dari bahan bakar.</strong></p><p><br/></p><p><strong>       -Menebang hutan secara besar-besaran, yang mengurangi penyerapan CO₂ oleh pohon</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 04:19:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458513688</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458553403</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).</p><p><br/></p><p>2.Dampaknya adalah meningkatnya suhu rata-rata Bumi atau pemanasan global. Hal ini menyebabkan perubahan iklim, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, serta gangguan terhadap ekosistem dan cuaca ekstrem.</p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca disebabkan oleh aktivitas manusia, antara lain:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, gas alam), Deforestasi atau penebangan hutan, Pertanian dan peternakan (yang menghasilkan metana), Limbah dan sampah yang tidak diolah dengan baik</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca alami membantu menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan cara menahan sebagian panas matahari di atmosfer. Tanpa efek rumah kaca, suhu Bumi akan sangat dingin dan tidak layak huni. Namun, jika efek ini berlebihan akibat peningkatan gas rumah kaca, maka suhu Bumi menjadi terlalu panas.</p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka pemanasan global akan semakin parah. Akibatnya antara lain: Cuaca ekstrem lebih sering terjadi, Permukaan laut naik karena es di kutub mencair, Krisis air dan pangan, Gangguan terhadap kesehatan manusia dan keanekaragaman hayati</p><p><br/></p><p>6.Menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar dan Menebang hutan tanpa reboisasi (deforestasi)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 04:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458553403</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458611743</link>
         <description><![CDATA[<p>Rahmadhany</p><p>X-D</p><p><br></p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer memang telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Secara umum, konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida telah meningkat secara signifikan sejak era pra-industri. </p><p><br></p><p>2. Peningkatan suhu bumi menyebabkan berbagai dampak serius, termasuk perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan air laut, gangguan ekosistem, dan peningkatan risiko bencana alam. </p><p><br></p><p>3. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama sejak revolusi industri. Penyebab utama meliputi pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri dan pertanian</p><p><br></p><p>4. Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi agar tetap stabil dan nyaman bagi kehidupan. Gas-gas rumah kaca di atmosfer memerangkap panas matahari yang dipantulkan dari permukaan Bumi, mencegahnya lepas ke luar angkasa. Dengan demikian, Bumi tetap hangat dan tidak membeku. </p><p><br></p><p>5. Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim, dan berbagai dampak negatif lainnya. Pemanasan global dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut, perubahan pola cuaca ekstrem, serta gangguan ekosistem dan keanekaragaman hayati.</p><p><br></p><p>6. Pembakaran Bahan Bakar Fosil dan deforestasi </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 05:12:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458611743</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458613243</link>
         <description><![CDATA[<p>Muhammad Alfachri Azzam Putra X-E</p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan sejak masa pra-industri. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) telah meningkat dari sekitar 280 bagian per juta (ppm) menjadi lebih dari 400 ppm saat ini.</p><p><br/></p><p>2. Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan lebih banyak panas matahari terperangkap di atmosfer, yang mengakibatkan peningkatan suhu rata-rata bumi atau pemanasan global. Pemanasan global ini dapat menyebabkan perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan gangguan ekosistem.</p><p><br/></p><p>3. Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca adalah aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas), penebangan hutan, dan peternakan. Kegiatan-kegiatan ini melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca, seperti CO2, metana, dan nitrogen oksida, ke atmosfer.</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca secara alami menjaga suhu bumi tetap hangat dan layak huni. Gas rumah kaca di atmosfer menyerap sebagian panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi, sehingga mencegahnya lepas kembali ke luar angkasa. Proses ini menjaga suhu bumi rata-rata sekitar 15°C.</p><p><br/></p><p>5. Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, suhu bumi akan terus naik, menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem, kenaikan permukaan air laut, gangguan ekosistem, dan berbagai masalah lingkungan lainnya.</p><p><br/></p><p>6. Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:</p><p>• Penggunaan kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi gas karbon dioksida. </p><p>• Pembakaran hutan yang melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 05:12:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458613243</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458705589</link>
         <description><![CDATA[<p>Cikaamellia</p><p>X-E</p><p><br/></p><p>JAWABAN:</p><ol><li><p>Iya, karena jumlah gas rumah kaca(GRK) di atmosfer telah mengalami peningkatan signifikan sejak masalalu hingga saati ini. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan fosil, dan praktik pertanian tertentu.</p></li><li><p>Peningkatan jumlah gas rumah kaca (GRK) di atmosfer berdampak langsung terhadap KENAIKAN SUHU BUMI.</p></li><li><p>Disebabkan oleh AKTIVITAS MANUSIA sejak revolusi industri seperti. Penggundulan hutan, pembakaran bahan bakar fosil, limah dan sampah, perubahan tata guna lahan.</p></li><li><p>Proses alami yg penting untuk menjaga suhu bumi tetap hangat dan stabil.</p></li><li><p>Jika terus meningkat maka akan terjadi. Pemanasan global semakin parah, cuaca ekstrem dan bencana alam, krisis pangan dan air.</p></li><li><p>  1. Pembakaran bahan bakar fosil   contoh: menyalakan mobil, pembangkit listrik berbasis batu bara atau minyak.</p><ol start="2"><li><p>Penebangan hutan</p><p>Contoh: menebang hutan untuk dijadikan lahan pertanian atau permukiman.</p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 06:01:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458705589</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458755960</link>
         <description><![CDATA[<p>X</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 06:26:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458755960</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458781200</link>
         <description><![CDATA[<p>AURERIA STHEVANY </p><p>X-F </p><p>1.YA. jumlah gas rumah  kaca di  telah mengalami  perubahan yang signifikan  dri masa lalu ke saat ini, terutama sejak revolusi industri .</p><ol start="2"><li><p>Peningkatan  gas rumah kaca di atmosfer  menyebabkan pemanasan global, yang berdampak pada peningkatan  suhu bumi perubahan  iklim, dan kenaikan permukaan  air laut. </p></li><li><p>Penggunaan  bahan bakar  fosil, seperti  batu bara minyak bumi, dan gas alam, untuk  keperluan  energi dan transportasi. </p></li><li><p>Gas rumah kaca,seperti  karbon dioksida ,merasa, dan uap air, menyerap panas yang  di pancarkan oleh permukaan bumi setelah  menyerap radiasi matahari. Mencegahnya  lepas ke luar angkasa ,sehingga suhu bumi menjadi lebih  hangat dri yang seharusnya .</p></li><li><p>Pemanasan global  yang berakibat pada perubahan iklim ,perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan  laut, dan gangguan  ekosistem.</p></li><li><p>1.pembakaran bahan bakar fosil.</p><p>2.penggundulan  hutan.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 06:39:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458781200</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458787572</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Gabriel JUAN tan sarira</p><p>X.E</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).</p><p><br/></p><p>2.Dampaknya adalah meningkatnya suhu rata-rata Bumi atau pemanasan global. Hal ini menyebabkan perubahan iklim, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, serta gangguan terhadap ekosistem dan cuaca ekstrem.</p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca disebabkan oleh aktivitas manusia, antara lain:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, gas alam), Deforestasi atau penebangan hutan, Pertanian dan peternakan (yang menghasilkan metana), Limbah dan sampah yang tidak diolah dengan baik</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca alami membantu menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan cara menahan sebagian panas matahari di atmosfer. Tanpa efek rumah kaca, suhu Bumi akan sangat dingin dan tidak layak huni. Namun, jika efek ini berlebihan akibat peningkatan gas rumah kaca, maka suhu Bumi menjadi terlalu panas.</p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka pemanasan global akan semakin parah. Akibatnya antara lain: Cuaca ekstrem lebih sering terjadi, Permukaan laut naik karena es di kutub mencair, Krisis air dan pangan, Gangguan terhadap kesehatan manusia dan keanekaragaman hayati</p><p><br/></p><p>6.Menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar dan Menebang hutan tanpa reboisasi (deforestasi)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 06:42:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458787572</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458791961</link>
         <description><![CDATA[<p>VITRYA NAYSILLA</p><p>XD</p><ol><li><p> Ya, ini di pengaruhi oleh perkembangan revolusi industri sejak abad ke 18, dimana industri modern mulai menggunakan mesin yang berbahan bakar fosil, akibatnya emisi karbon yang dihasilkan (co2) lebih banyak dibandingkan abad sebelum revolusi industri yang masih ramah lingkungan dengan tenaga tradisional.</p></li><li><p>Dampaknya suhu bumi mengalami peningkatan, yaitu rata-rata nya 1 derajat Celsius </p></li><li><p>Penyebab nya adalah karena emisi karbon yang di hasilkan dari aktivitas manusia semakin masif, seperti penggunaan bahan bakar fosil, eksplorasi gas alam, pembakaran liar, pembabatan hutan, dll.</p></li><li><p>jadi, matahari memancarkan energi panas, setelah itu masuk ke atmosfer bumi, setelah itu gas rumah kaca memantulkan nya kembali ke permukaan bumi supaya bumi tetap hangat. Namun, jika gas rumah kaca terlalu tebal maka panas yang di pantulkan ke bumi juga semakin besar yang artinya cuaca bukan lagi hangat namun panas.</p></li><li><p>akibatnya, es yang ada di kutub mencair sehingga permukaan air laut global meningkat, virus virus atau penyakit yang lama beku di kutub juga bisa menjadi ladang penyakit karena mencair nya es di kutub ini, meningkatnya suhu rata rata bumi yang berakibat bumi menjadi semakin panas (pemanasan global)</p></li><li><p>yang pertama, penggunaan bahan bakar fosil untuk Industri secara masif. Yang kedua, alih fungsi lahan untuk industri, perumahan, peternakan, dsb.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 06:44:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3458791961</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459081323</link>
         <description><![CDATA[<p>nama Gilang ramadan saputra </p><p>kelas x f</p><p>jawaban </p><ol><li><p>iya jumlah gas rumah kaca di atmosfertelah meningkat secara sigivikan sejak era revolusi hingga saat ini </p></li><li><p>meningkatkan gas rumah kaca menyebab kan suhu rata rata bumi meningkat seperti ( pemanasan global) karena gas gas ini menyebab asmosfer </p></li><li><p>menyebab kan membakaran posil batu bara gas minyak </p></li><li><p>efek rumah kaca alami menjaga suhu bumi tetap hangat dan stabil dan suhu bumi akan selalu dingin untuk selalu mendukungkan kehidupan </p></li><li><p>akibat antara lain naik nya permukaan laut gangguan pada ekosistem dan kerusakan lingkungan </p></li><li><p>1. penebangan hutan yang mengurangi jumlah pohon menyerab CO2</p><p>2.penggunakan kenderaan bermotor berbahan bakar bensin atau solar </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 09:56:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459081323</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459148223</link>
         <description><![CDATA[<p>NAFISAH AULIA </p><p>X-D</p><p><br/></p><p>jawaban:</p><ol><li><p> iya,karena jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah signifikan dari masa lalu kesaat ini sejak revolusi industri.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>dampaknya, gangguan ekosistem,kenaikan permukaan laut,dan dampak terhadap kesehatan manusia.</p></li></ol><ol start="3"><li><p>penyebab peningkatan gas rumah kaca atmosfer adalah penumpukan sampah yang berlebihan,pembakaran bahan fosil,penebangan hutan dan peternakan.</p></li><li><p>efek rumah kaca ini sangat berperan dalam menjaga suhu bumi agar dia tetap hangat dan sesuai untuk kehidupan.gas rumah kaca di atmosfer seperti dioksida dan uap air menyerap sebagian memerangkap panas dan menaikan suhu permukaan bumi.</p></li><li><p>peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.</p></li><li><p>2 contoh aktivitas manusia yang meningkatkan rumah kaca yaitu penggunaan pupuk di bidang pertanian,dan pembakar fosil untuk energi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 10:57:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459148223</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459195463</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nur Aulia</p><p>Kelas&nbsp; : X-E</p><p>Tggl&nbsp; &nbsp; : 20 - 5 - 2025</p><p><br><br></p><p>JAWABAN SOAL :</p><p>1. Ya.</p><p>2. Dampaknya meliputi peningkatan suhu rata-rata bumi, perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, dan kerusakan ekosistem.</p><p>3. Penyebabnya adalah :&nbsp;</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;• Pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, batu bara)</p><p>untuk energi transportasi.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;• Aktivitas industri dan pertanian.</p><p>4. Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil. Gas rumah kaca di atmosfer, seperti uap air, karbon dioksida, dan metana, bertindak seperti selimut, memerangkap panas matahari yang dipantulkan dari permukaan bumi, mencegahnya lepas ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu bumi menjadi lebih hangat daripada yang seharusnya dan memungkinkan kehidupan berkembang.</p><p>5. Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim.</p><p>6. • Pembakaran bahan fosil.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;• Penggunaan bahan kimia tertentu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 11:38:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459195463</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459241740</link>
         <description><![CDATA[<p>AURA AYU PRATINI</p><p> X-E</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p><br/></p><p>1.Ya,jumlah gas rumah kaca di atsmofer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini,terutama sejak revolusi indrustri.Peningkatan ini sebegian besar disebabkan oleh aktivitas manusia,seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan,yang melepaskan karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya ke atsmofer.</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan suhu bumi akibat pemanasan global akan menyebabkan berbaagi dampak,termasuk kenaikan permukaan air laut,perubahan iklim yang ekstrem,gangguan ekosistem, dan peningkatan risisko bencana alam.</p><p><br/></p><p>3.Diseababkan oleh aktivitas manusia,khususnya pembakaran bahan bakar fosil,deforestasi,dan praktik pertanian.</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca adalah proses alami di mana atmosfer bumi memerangkap panas matahari,membantu menjaga suhu bumi tetap hangat dan mendukung kehidupan.Gas-gas ini,seperti uap air,karbon dioksida,metana,dan dinitrogen oksida,bertindak seperti lapisan selimut yang mencegah panas matahari yang di pantulkan kembali keluar angkasa.</p><p><br/></p><p>5.Jika kadae gas rumah kaca terus meningkat,dampaknya akan sangat signifikan terhadap iklim dan lingkungan. Pemanasan global akan terjadi,yang amakn menyebabkan perubahan pola cuca,ekstrem gangguan ekosistem dan dampak sosial ekonomi.</p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:  pembakaran bahan bakar fosil (seperti bensin dan solar untuk kendaraan,batu bara untuk pembangkitan listril) dan deforestasi (pembangunan hutan secara basar besaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 12:16:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459241740</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459245653</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA:NAYSILA INDAH KIRANA</p><p>KELAS:X-E</p><p>JAWABAN</p><p>1.yaa,Jumlah gas rumah kaca telah meningkat signifikan sejak masa lalu hingga saat ini. Berdasarkan data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer telah meningkat dari sekitar 280 ppm sebelum Revolusi Industri menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Bahkan, menurut pengukuran di Mauna Loa Observatory, konsentrasi CO2 meningkat dari 315 ppm pada tahun 1958 menjadi 407,25 ppm pada Juli 2017.</p><p>2.Dampaknya adalah suhu rata-rata Bumi meningkat. Sejak era pra-industri, suhu global telah naik sekitar 1,2°C, menyebabkan cuaca ekstrem, mencairnya es kutub, dan naiknya permukaan laut.</p><p>3.Pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri.</p><p>4.Efek rumah kaca alami menjaga panas matahari agar tidak semuanya lepas ke luar angkasa, sehingga suhu bumi cukup hangat untuk kehidupan.</p><p>5.Terjadi pemanasan global, mencairnya es di kutub, cuaca ekstrem, dan naiknya permukaan laut.</p><p>6.•Menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar</p><p><br/></p><p>•Menebang hutan secara besar-besaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 12:19:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459245653</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459366743</link>
         <description><![CDATA[<p>Sherly Ainy </p><p>X-D</p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer bumi telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke masa kini, terutama sejak revolusi industri </p></li><li><p>Dampak nya peningkatan suhu rata-rata bumi, perubahan pola cuaca, kenaikan permukaan laut, dan gangguan ekosistem </p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh aktivitas manusia, yang menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4)</p></li><li><p>Gas rumah kaca seperti karbon dioksida, uap air, dan metana di atmosfer menyerap sebagian energi matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi, sehingga memerangkap panas di atmosfer </p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akan terjadi pemanasan global, perubahan iklim, dan gangguan ekosistem </p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan gas rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 13:42:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459366743</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459418355</link>
         <description><![CDATA[<p>Zaskia widya ariyani X-D</p><p><br/></p><p>Jawaban</p><p><br/></p><p> 1. ya,Jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara drastis dalam beberapa dekade terakhir akibat aktivitas manusia. Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) telah meningkat karena pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian intensif.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><br/></p><p>- perubahan iklim ekstrem</p><p>- peningkatan suhu global</p><p>- kerusakan ekosistem</p><p>- kenaikan permukaan air laut, dll</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Ada beberapa faktor</p><ul><li><p>pembakaran bahan bakar fosil</p></li><li><p>Deforestasi dan perubahan penggunaan lahan</p></li><li><p>Pertanian dan peternakan</p></li><li><p>Industrilasasi dan industri</p></li><li><p>Pembakaran biomassa</p></li></ul></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p> </p><ul><li><p><em>Radiasi Matahari</em>: Matahari memancarkan radiasi ke Bumi, yang sebagian diserap oleh permukaan Bumi dan atmosfer.</p></li><li><p><em>Panas Dipancarkan Kembali</em>: Panas yang diserap oleh Bumi dipancarkan kembali ke atmosfer dalam bentuk radiasi inframerah.</p></li><li><p><em>Gas Rumah Kaca</em>: Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan uap air (H2O) menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan kembali oleh Bumi.</p></li><li><p> <em>Panas Terperangkap</em>: Gas-gas rumah kaca kemudian memancarkan kembali radiasi inframerah ke segala arah, termasuk ke permukaan Bumi, sehingga panas terperangkap di atmosfer.</p></li><li><p><em>Suhu Bumi Tetap Stabil</em>: Proses ini membantu menjaga suhu Bumi tetap stabil dan hangat, sehingga memungkinkan kehidupan di Bumi.</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ul></li></ol><p>  5.  Akibatnya antara lain adalah Gelombang panas, kekeringan, banjir, dan badai yang lebih sering dan parah,Hilangnya keanekaragaman hayati, gangguan keseimbangan alam, dan kerusakan habitat.</p><p>Penyakit pernapasan, penyakit menular, dan gangguan mental.</p><p><br/></p><ol start="6"><li><p><br/></p><p>1. <em>Pembakaran Bahan Bakar Fosil</em>: Pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang merupakan gas rumah kaca utama.</p><p><br/></p><p>2. <em>Deforestasi dan Penggundulan Hutan</em>: Penggundulan hutan untuk pertanian, urbanisasi, dan kegiatan lainnya melepaskan CO2 yang tersimpan dalam pohon dan tanah, serta mengurangi kemampuan hutan menyerap CO2 dari atmosfer.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 14:16:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459418355</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459437490</link>
         <description><![CDATA[<p>Mira Yunisa Komaling</p><p>X-F</p><p><br/></p><p>1. Iya. Jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak revolusi industri. Konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida telah meningkat secara drastis, terutama akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan.</p><p><br/></p><p>2.Suhu bumi akan mengalami kenaikan karena lebih banyak panas yang terperangkap di atmosfer, menyebabkan pemanasan global.</p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama sejak revolusi industri. Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, industri pertanian, dan industri lainnya menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida.</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi agar tetal stabil dan nyaman untuk kehidupan. Gas-gas rumah kaca di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4) memerangkap panas yang terpancar dari permukaan bumi, mencegahnya kembali ke luar angkasa. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin dan tidak mendukung kehidupan.</p><p><br/></p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim, dan berbagai dampak negatif lainnya. Pemanasan global dapat menyebabkan perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati.</p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca :</p><p><br/></p><p>1)Pembakaran sampah dan hutan yang dilakukan manusia melepaskan CO2 ke atmosfer.</p><p><br/></p><p>2)Penggunaan kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakar fosil, menghasilkan emisi gas rumah kaca.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 14:29:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459437490</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459915747</link>
         <description><![CDATA[<p>Isnaya nur azizah </p><p>X-F</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><ol><li><p>tentu, karena  jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan sejak masa pra industri. Konsentrasi karbon dioksida, misalnya, telah meningkat dari sekitar 280 ppm sebelum Revolusi Industri menjadi 400 ppm pada tahun 2013.&nbsp;</p><p><br/></p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan lebih banyak panas matahari terperangkap di atmosfer, yang mengakibatkan peningkatan suhu rata-rata bumi atau pemanasan global. Peningkatan suhu ini dapat menyebabkan perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, dan gangguan ekosistem.</p><p><br/></p></li><li><p>Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca adalah aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas), deforestasi, pertanian, dan peternakan. Kegiatan-kegiatan ini melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida ke atmosfer.&nbsp;</p><p><br/></p></li><li><p>Efek rumah kaca adalah proses alami di mana gas-gas tertentu di atmosfer menyerap sebagian panas matahari yang dipantulkan oleh bumi, sehingga menjaga suhu bumi tetap hangat dan layak huni. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin dan tidak mendukung kehidupan.&nbsp;</p><p><br/></p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, suhu bumi akan terus naik, menyebabkan pemanasan global yang lebih parah dan perubahan iklim yang lebih ekstrem. Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan permukaan air laut yang lebih tinggi, gelombang panas yang lebih sering dan intens, kekeringan yang lebih panjang, banjir yang lebih parah, dan gangguan ekosistem yang lebih besar.&nbsp;</p><p><br/></p><p><br/></p></li><li><p>Pembakaran bahan bakar fosil untuk energi dan transportasi, Deforestasi, karena pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-20 21:40:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3459915747</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3460495422</link>
         <description><![CDATA[<p>PUTRA ABDIANSYAH</p><p>X-E </p><p><br/></p><p>1. Ya, gas rumah kaca telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini. Konsentrasi gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida telah meningkat drastis sejak Revolusi Industri, terutama disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Peningkatan ini menyebabkan efek rumah kaca yang lebih kuat dan berdampak pada perubahan iklim global.</p><p>2. Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu bumi karena gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer, sehingga panas tidak dapat keluar ke luar angkasa dengan efektif. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan menyebabkan perubahan iklim yang signifikan, seperti perubahan pola cuaca, kenaikan permukaan laut, dan peningkatan frekuensi bencana alam.</p><p>3. Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, seperti:</p><p>       1. Pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, batu            bara)</p><p>       2. Deforestasi dan perubahan tata guna lahan</p><p>       3. Industri dan pertanian</p><p>       Aktivitas-aktivitas ini melepaskan gas-gas rumah            kaca seperti CO2, CH4, dan N2O ke atmosfer,                 sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah               kaca dan memperburuk efek rumah kaca.</p><p>4. Efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan cara memerangkap panas di atmosfer. Gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan uap air menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan oleh bumi, sehingga panas tidak keluar ke luar angkasa dengan cepat. Hal ini membuat suhu bumi tetap hangat dan stabil, sehingga mendukung kehidupan di bumi.</p><p>       Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan terlalu               rendah untuk mendukung kehidupan, karena panas        akan keluar ke luar angkasa dengan cepat. Namun,         jika efek rumah kaca terlalu kuat, maka suhu bumi           akan meningkat dan menyebabkan perubahan iklim.</p><p>5. Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka akan terjadi:</p><p>        1. Peningkatan suhu global</p><p>        2. Perubahan iklim yang signifikan</p><p>        3. Kenaikan permukaan laut</p><p>        4. Peningkatan frekuensi dan intensitas bencana                 alam seperti badai, banjir, dan kekeringan</p><p>        5. Dampak negatif pada ekosistem, pertanian, dan          kesehatan manusia</p><p>        Peningkatan gas rumah kaca yang terus-menerus           dapat menyebabkan perubahan iklim yang parah            dan berdampak luas pada lingkungan dan                        masyarakat.</p><p>6. Dua contoh lain aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:</p><p> </p><p>       1. Penggunaan transportasi udara (pesawat) yang               membakar bahan bakar fosil dan melepaskan                  gas rumah kaca.</p><p>       2. Penggunaan AC (Air Conditioner) dan kulkas                    yang menggunakan refrigeran yang dapat                        merusak lapisan ozon dan meningkatkan efek                  rumah kaca.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 03:48:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3460495422</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3460860355</link>
         <description><![CDATA[<p>AKBAR X-E</p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p><br/></p><p>1.Ya,jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah signifikan dari masa lalu hingga masa kini</p><p><br/></p><p>2.dampaknya adalah menyebabkan pemanasan global,perubahan iklim,dan berbagai dampak negatif lainnya</p><p><br/></p><p>3.penyebab utama peningkatan gas rumah kaca disebabkan oleh aktivitas manusia.khususnha pembakaran lahan</p><p><br/></p><p>4.Gas-gas di atmosfer, seperti uap air, karbon dioksida, dan metana, memerangkap panas matahari yang dipantulkan kembali ke atmosfer, sehingga mencegah panas tersebut kembali ke luar angkasa. </p><p><br/></p><p>5.Pemanasan global akan semakin parah, menyebabkan perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan berbagai masalah lingkungan lainnya. </p><p><br/></p><p>6.industri dan deforestasi</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 07:22:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3460860355</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3460906725</link>
         <description><![CDATA[<p>ADELLIA KASMAYA </p><p>X-E</p><p><br/></p><p>jawaban:</p><p>1. jumlah efek rumah kaca di atmosfer bumi telah meningkat dari masalalu ke saat ini, </p><p>sejak revolusi industri, gas2 seperti CH4 dn N20 meningkat akibat aktivitas manusia contoh nya pembakaran bahan bakar, fosil, dan pertanian, penyebabpan ini terjadi efek rumah kaca menjadi lebih kuat dn berdampak pada perubahan iklim global.</p><p><br/></p><p>2. peningkatan gas rumah kaca penyebab suhu rata rata bumi menjadi meningkat, karna gas gas ini menjebak panas di atmosfer.</p><p><br/></p><p>3.penyebabnya gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, seperti bakar fosil, deforestasi, pertenakan, pertanian, dll.</p><p><br/></p><p>4.efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan menyerap dan mengembalikan panas dipermukaan bumi, dan menjaga suhu tetap hangat dan mendukung kehidupan.</p><p><br/></p><p>5.jika kadar gas rumah kaca teruss meningkat, terjadinya pemanasan global yang semangkin parah, perubahan iklim yang ekstrim, dan berbagai dampak negatif lainnya terhadap lingkungan, ekonomi dan masyarakat.</p><p><br/></p><p>6.contoh yang meningkat kan efek rumah kaca,</p><p>#, pembakaran bahan bakar, fosil: batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk energi.</p><p>#, deforestasi: penebangan hutan dan lahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 07:51:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3460906725</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461075323</link>
         <description><![CDATA[<p>DECHA SABILA PUTRI</p><p>X-F</p><p><br/></p><p><br/></p><p>jawaban: </p><p>      1. Ya, jumlah gas rumah kaca di     atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak revolusi industri. Konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana, dan dinitrogen oksida telah meningkat secara signifikan akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan. </p><p><br/></p><p>      2. dapat menyebabkan berbagai dampak, termasuk perubahan iklim yang ekstrem, kenaikan permukaan laut, serta gangguan ekologi dan ekosistem. Dampak-dampak ini dapat mengancam kehidupan manusia dan lingkungan, sehingga perlu ditangani dengan serius. </p><p><br/></p><p>      3. disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam) untuk menghasilkan energi. Aktivitas ini menghasilkan gas karbon dioksida (CO2), yang merupakan gas rumah kaca utama yang dilepaskan ke atmosfer.</p><p><br/></p><p>      4. di mana gas di atmosfer memerangkap panas matahari, menjaga suhu Bumi tetap hangat dan stabil untuk kehidupan. Proses ini terjadi karena gas rumah kaca seperti uap air, karbon dioksida, metana, dan nitrat oksida, yang menyerap sebagian radiasi inframerah yang dipancarkan kembali oleh permukaan Bumi setelah menyerap energi matahari. </p><p><br/></p><p>      5. akan sangat luas dan merugikan. Pemanasan global akan semakin parah, menyebabkan perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, perubahan pola cuaca, gangguan ekosistem, dan berbagai dampak lain bagi kehidupan manusia dan lingkungan. </p><p><br/></p><p>       6. pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang merupakan gas rumah kaca utama. Penggundulan hutan, yang berarti penebangan pohon secara besar-besaran, mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 09:53:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461075323</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461111169</link>
         <description><![CDATA[<p>Elsa Mouluddani Wahyudi </p><p>X-F</p><p><br/></p><p>JAWABAN:</p><p>1. Iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat dari masa lalu hingga saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan. </p><p><br/></p><p>2. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca dari masa lalu ke masa sekarang, terutama akibat aktivitas manusia, menyebabkan peningkatan suhu bumi. Efek rumah kaca yang meningkat ini memerangkap lebih banyak panas di atmosfer, sehingga menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. </p><p><br/></p><p>3. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas alam) untuk energi, industri, dan transportasi, serta deforestasi. Selain itu, aktivitas pertanian seperti penggunaan pupuk kimia dan peternakan juga berkontribusi. </p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca adalah proses alami di mana gas-gas tertentu di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), uap air, dan metana (CH4), menangkap sebagian panas yang dipancarkan kembali ke ruang angkasa setelah diserap oleh permukaan bumi dari sinar matahari. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin dan tidak akan mendukung kehidupan seperti sekarang ini. </p><p><br/></p><p>5. Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan. Dampaknya meliputi kenaikan suhu rata-rata, perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan perubahan ekologis yang memengaruhi flora dan fauna. </p><p>6. Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan/deforestasi. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam, melepaskan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang merupakan gas rumah kaca utama. Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis, sehingga meningkatkan konsentrasi CO2 di atmosfer. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 10:29:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461111169</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461311285</link>
         <description><![CDATA[<p>NAYLA SALSABILA </p><p>X-D</p><p><br/></p><p><br/></p><p>1. Perubahan Jumlah Gas Rumah Kaca</p><p>Jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Konsentrasi gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O) telah meningkat drastis akibat aktivitas manusia.</p><p><br/></p><p>2. Dampak terhadap Suhu Bumi</p><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu bumi. Gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer, sehingga suhu rata-rata bumi meningkat. Hal ini menyebabkan perubahan iklim global, termasuk pemanasan global.</p><p><br/></p><p>3. Penyebab Peningkatan Gas Rumah Kaca</p><p>Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca adalah:</p><p><br/></p><p>- Pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, batu bara)</p><p>- Deforestasi dan perubahan tata guna lahan</p><p>- Aktivitas industri dan pertanian</p><p><br/></p><p>4. Efek Rumah Kaca</p><p>Efek rumah kaca adalah proses alami yang membantu menjaga suhu bumi tetap stabil. Gas-gas rumah kaca memerangkap panas di atmosfer, sehingga suhu bumi tidak terlalu rendah. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan.</p><p><br/></p><p>5. Akibat Peningkatan Gas Rumah Kaca</p><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka:</p><p><br/></p><p>- Suhu bumi akan terus meningkat</p><p>- Perubahan iklim global akan semakin parah</p><p>- Dampaknya akan dirasakan pada ekosistem, kesehatan manusia, dan ekonomi</p><p><br/></p><p>6. Contoh Aktivitas Manusia yang Meningkatkan Efek Rumah Kaca</p><p>- Pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi (mobil, truk, pesawat)</p><p>- Pembangkit listrik tenaga batu bara</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 13:22:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461311285</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461462136</link>
         <description><![CDATA[<p>M.Luthfi</p><p>X-b</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, penebangan hutan, dan industri peternakan.&nbsp;</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, yang berarti suhu rata-rata bumi meningkat. Perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global dapat menyebabkan berbagai dampak, seperti perubahan pola cuaca ekstrem (gelombang panas, badai, kekeringan), kenaikan permukaan laut, dan gangguan ekosistem. </p><p><br/></p><p>3.Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, terutama: </p><p>Pembakaran bahan bakar fosil:</p><p>Penggunaan batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk energi dan transportasi menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang merupakan gas rumah kaca utama.</p><p>Penebangan hutan:</p><p>Hutan menyerap CO2 dari atmosfer. Penebangan hutan mengurangi kemampuan ini dan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam pohon.</p><p>Industri peternakan:</p><p>Pernak dan limbah organik dari peternakan menghasilkan gas metana (CH4) yang juga merupakan gas rumah kaca yang kuat.</p><p>Industri:</p><p>Proses industri seperti produksi semen, besi-baja, dan kimia juga menghasilkan emisi CO2 dan gas rumah kaca lainnya.</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca adalah proses alami di mana atmosfer bumi memerangkap panas yang dipantulkan dari permukaan bumi. Panas matahari yang sampai ke bumi dipantulkan kembali ke ruang angkasa, tetapi sebagian panas tersebut tertahan oleh gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas ini, seperti CO2, metana, dan uap air, menyerap dan memerangkap panas, sehingga menjaga suhu bumi tetap hangat dan layak huni. </p><p><br/></p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca akan memperburuk efek rumah kaca dan menyebabkan pemanasan global yang lebih parah. Dampak yang dapat terjadi meliputi: </p><p>Peningkatan suhu bumi:</p><p>Suhu rata-rata bumi akan terus meningkat, menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. </p><p>Kenaikan permukaan laut:</p><p>Mencairnya es di kutub dan gletser akan menyebabkan kenaikan permukaan laut, yang dapat mengancam pulau-pulau dan daerah pesisir. </p><p>Perubahan pola cuaca:</p><p>Perubahan iklim dapat menyebabkan pola cuaca yang tidak terduga, seperti peningkatan frekuensi gelombang panas, badai, dan kekeringan. </p><p>Gangguan ekosistem:</p><p>Perubahan iklim akan mengancam keanekaragaman hayati dan merusak habitat. </p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah: </p><p>Pembakaran bahan bakar fosil:</p><p>Penggunaan mobil, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan industri yang menggunakan bahan bakar fosil melepaskan CO2 ke atmosfer, yang merupakan gas rumah kaca utama.</p><p>Penebangan hutan:</p><p>Hutan menyerap CO2 dari atmosfer. Penebangan hutan mengurangi kemampuan penyerapan ini dan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam pohon ke atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 14:59:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461462136</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461464989</link>
         <description><![CDATA[<p>Marjuni Aliffah </p><p>X-B</p><p>1. Apakah jumlah gas rumah kaca berubah dari masa lalu ke saat ini?</p><p>Ya, jumlah gas rumah kaca telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer saat ini adalah yang tertinggi dalam 2 juta tahun terakhir. Sejak era pra-industri, konsentrasi karbon dioksida (CO2) telah meningkat dari sekitar 280 ppm menjadi lebih dari 400 ppm. </p><p>2. Apa dampaknya terhadap suhu bumi?</p><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu rata-rata bumi. Bumi saat ini 1,1°C lebih hangat dibandingkan akhir tahun 1800-an. Kenaikan suhu ini menyebabkan perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan pencairan es di kutub. </p><p>3. Apa penyebab peningkatan gas rumah kaca di atmosfer?</p><p>Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas), penebangan hutan, dan peternakan. Aktivitas-aktivitas ini melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca ke atmosfer. </p><p>4. Jelaskan bagaimana efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil!</p><p>Efek rumah kaca adalah proses alami yang penting untuk menjaga suhu bumi tetap layak huni. Gas rumah kaca di atmosfer menyerap sebagian panas matahari yang dipantulkan oleh bumi, mencegahnya lepas kembali ke angkasa. Proses ini menjaga suhu bumi rata-rata sekitar 15°C. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi bisa mencapai -33°C. </p><p>5. Apa akibatnya jika kadar gas rumah kaca terus meningkat?</p><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, suhu bumi akan terus naik, menyebabkan dampak yang lebih parah: </p><p>Pemanasan global:</p><p>Suhu rata-rata bumi meningkat. </p><p>Perubahan iklim:</p><p>Perubahan pola cuaca ekstrem, seperti gelombang panas, badai, dan kekeringan. </p><p>Kenaikan permukaan laut:</p><p>Mencairnya es di kutub menyebabkan naiknya permukaan air laut. </p><p>6. Berikan dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca.</p><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil:</p><p>Penggunaan kendaraan bermotor, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan aktivitas industri melepaskan CO2 dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer. </p><p>Penebangan hutan:</p><p>Hutan menyerap CO2 dari atmosfer. Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2, sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 15:01:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3461464989</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febi5015</author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3463019691</link>
         <description><![CDATA[<p>Febiola Herman </p><p>X-E</p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p><br/></p><p>1. <strong><mark>Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke masa saat ini</mark></strong>. Secara khusus, konsentrasi karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya telah meningkat pesat sejak Revolusi Industri.&nbsp;</p><p><br/></p><p>2.Gas rumah kaca memiliki dampak signifikan terhadap suhu bumi, <strong><mark>menyebabkan peningkatan suhu rata-rata planet ini, yang dikenal sebagai pemanasan global</mark></strong>. Peningkatan ini disebabkan oleh gas-gas seperti CO2, metana, dan nitrogen oksida yang memerangkap panas matahari di atmosfer. Akibatnya, suhu bumi meningkat, menyebabkan perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan gangguan pada ekosistem.&nbsp;</p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama sejak revolusi industri, yang menghasilkan emisi gas-gas tersebut. <strong><mark>Pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, aktivitas pertanian, dan industri industri</mark></strong> merupakan sumber utama peningkatan gas rumah kaca.&nbsp;</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil dengan <strong><mark>memerangkap panas di atmosfer</mark></strong>. Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan uap air memungkinkan cahaya matahari masuk ke bumi, namun memerangkap panas yang dipantulkan kembali, sehingga suhu bumi menjadi lebih hangat dari yang seharusnya.&nbsp;</p><p><br/></p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan <strong><mark>pemanasan global, perubahan iklim, dan berbagai dampak serius lainnya</mark></strong>. Pemanasan global menyebabkan kenaikan suhu rata-rata bumi, perubahan pola cuaca, dan kenaikan permukaan laut. Selain itu, peningkatan gas rumah kaca juga dapat mengakibatkan peristiwa cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens, seperti gelombang panas, badai, dan banjir.&nbsp;</p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah <strong><mark>pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan/deforestasi</mark></strong>. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, melepaskan gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang meningkatkan efek rumah kaca. Penebangan hutan mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 melalui fotosintesis, dan juga dapat melepaskan gas rumah kaca saat pohon mati dan membusuk.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-22 09:54:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3463019691</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3469010537</link>
         <description><![CDATA[<p>TRIA ALARITA ADEHA</p><p>X-D</p><p><br/></p><p>JAWABAN:</p><p><br/></p><p>1. ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah signifikan dari masu lalu ke saat ini, khususnya sejak revolusi industri.</p><p><br/></p><p>2.peningkatan suhu rata rata, perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, perubahan pola curah hujan, dan ancaman terhadap ekosistem serta kehidupan manusia.</p><p><br/></p><p>3.aktivitas manusia khususnya pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas alam).</p><p><br/></p><p>4.karena gas rumah kaca, seperti uap air, karbon dioksida, dan metana, menyerap panas yang dipantulkan dari permukaan bumi dan mencegahmya lepas ke luar angkasa.</p><p><br/></p><p>5.pemanasan global, perubahan iklim, dan peningkatan kejadian cuaca ekstrem. </p><p><br/></p><p>6.pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi atau penebangan hutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 08:59:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3469010537</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>isnayanurazizah6</author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3469355539</link>
         <description><![CDATA[<p>MUSLIMAH</p><p> XF</p><p><br></p><p>1.<strong>Jumlah gas rumah kaca telah meningkat signifikan dari masa lalu hingga saat ini, dengan emisi global mengalami tren kenaikan yang berkelanjutan akibat aktivitas manusia.</strong></p><p><br></p><ol start="2"><li><p><strong>Suhu bumi yang terus meningkat, akibat pemanasan global, berdampak signifikan pada lingkungan, ekosistem, dan keanekaragaman hayati, serta kehidupan manusia secara keseluruhan.</strong></p></li><li><p><strong>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian, yang menghasilkan emisi gas-gas seperti CO2, CH4, dan N2O.</strong></p></li><li><p><strong>Efek rumah kaca adalah fenomena alami yang menjaga suhu Bumi tetap stabil dengan cara memerangkap panas yang dipancarkan dari permukaan Bumi melalui gas-gas rumah kaca</strong></p></li><li><p><strong>Kenaikan kadar gas rumah kaca di atmosfer dapat menyebabkan pemanasan global, perubahan cuaca ekstrem, dan berbagai dampak lingkungan yang serius bagi manusia dan ekosistem.</strong></p></li><li><p><strong> pembakaran bahan bakarfosil,seperti minyak bumi,dan batu bara adalah slah satu penyebab utama emisi rumah kaca aktifitas ini dilakukan dalam bayak sektor termasuk dalm transfortasi ( kendaraan bermotor) pembangkitan listrik dan industri.</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 14:07:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3469355539</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3473697858</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA:AWALIAH</p><p>KELAS:X-B</p><p><br/></p><p>JAWABAN:</p><p>1. iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah signifikan dari masa lalu ke saat ini,terutama sajak revolusi industri.</p><p>2.peningkatan GRK di atmosfer menyebabkan pemanasan global karena gas-gas ini memerangkap panas matahari di atmosfer, mencegahnya kembali ke ruang angkasa.pamanasan global ini dapat menyebabkan berbagai dampak termasuk kenaikan suhu rata-rata bumi,perubahan pola cuaca yg eksrem,mencairnya es di kutub dan gletser,serta kenaikan permukaan laut.</p><p>3.penyebab utama peningkatan  GRK di atmosfer adalah aktivitas manuasia,terutama pembakaran bahan bakar fosil,deforestasi,aktivitas  pertanian,aktivitas industri</p><p>4.efek rumah  kaca adalah proses alami yang membantu menjaga suhu bumi tetap hangat dan layak huni.sinar matahari masuk ke atmosfer dan sebagian di pantulkan kembali ke ruang angkasa. </p><p>5.jika kadar gas rumah kaca terus meningkat ,efek rumah kaca akan semakin kuat, menyebabkan pemanasan global yang lebih parah, peningkatan suhu global dapat menyebabkan berbagai dampak</p><p>6.pembakaran bahan bakar fosil untuk pembagkitan listrik dan transportasi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-30 07:50:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3473697858</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3477299543</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekar Ayu Arumdani</p><p>X-F</p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, jumlah gas rumah kaca saat di atmosfer telah berubah signifikan dari masa lalu ke saat ini, dan perubahan tersebut terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, penebangan hutan, dan pertanian. Kenaikan ini telah menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. </p></li><li><p>Gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global dengan memerangkap panas di atmosfer bumi. Hal ini meningkatkan suhu rata-rata permukaan bumi dan mengakibatkan perubahan iklim yang ekstrem, termasuk kenaikan permukaan air laut, kerusakan ekosistem, dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekonomi. </p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas alam). Selain itu, deforestasi (penebangan hutan), aktivitas pertanian (terutama penggunaan pupuk kimia dan peternakan), serta proses industri juga berkontribusi basar. </p></li><li><p>Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil karena gas-gas rumah kaca di atmosfer berfungsi sebagai selimut, memerangkap panas yang dipancarkan dari permukaan bumi setelah menyerap radiasi matahari. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan menjadi sangat dingin dan tidak bisa dihuni. </p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka akan terjadi pemanasan global yang dapat menyebabkan perubahan iklim dan berbagai dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan di Bumi. Hal ini dapat mengancam kesehatan manusia, pertanian, sumber daya air, dan berbagai ekosistem. </p></li><li><p>(1) Pembakaran bahan bakar fosil (seperti minyak, batu bara, dan gas alam). Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer. </p><p>(2) Deforestasi (penebangan hutan), deforestasi mengurangi kemampuan planetisimal untuk menyerap CO2, sehingga meningkatkan konsentrasi gas tersebut di atmosfer. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-03 11:40:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3477299543</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3482055308</link>
         <description><![CDATA[<p>MUHAMMAD IHSYAN </p><p>X - F</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>2.Gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global dengan cara menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan dari permukaan Bumi dan memanaskan atmosfer</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3.disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama yang terkait dengan penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas pertanian</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil dengan memerangkap panas di atmosfer</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat luas dan serius, meliputi pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan gangguan pada ekosistem serta kehidupan manusia</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil (misalnya minyak bumi dan batu bara) dan deforestasi (penebangan hutan)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-07 15:10:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3482055308</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3482058163</link>
         <description><![CDATA[<p>nama:rehansyah</p><p>kelas:X-E</p><p><br/></p><p>jawaban</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini, terutama sejak revolusi industri</p><p>2.Gas rumah kaca (GRK) menyebabkan pemanasan global dengan cara menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan dari permukaan Bumi dan memanaskan atmosfer</p><p>3.disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama yang terkait dengan penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas pertanian</p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil dengan memerangkap panas di atmosfer</p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat luas dan serius, meliputi pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan gangguan pada ekosistem serta kehidupan manusia</p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil (misalnya minyak bumi dan batu bara) dan deforestasi (penebangan hutan)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-07 15:20:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3482058163</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3483312085</link>
         <description><![CDATA[<p>Zai Khoir Athaya </p><p>X-C</p><p>1.</p><p>Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Sejak Revolusi Industri, aktivitas manusia telah melepaskan lebih banyak gas rumah kaca ke atmosfer. </p><p>2.</p><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan suhu rata-rata bumi meningkat, yang dikenal sebagai pemanasan global. Hal ini terjadi karena gas rumah kaca memerangkap panas matahari di atmosfer. </p><p>3. </p><p>Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak, gas alam), penebangan hutan, pertanian, dan peternakan. Penggunaan pupuk kimia dan chlorofluorocarbon (CFC) juga berkontribusi. </p><p>4.</p><p>Efek rumah kaca secara alami membantu menjaga suhu bumi tetap hangat dan layak huni. Tanpa efek rumah kaca, suhu rata-rata bumi akan jauh di bawah titik beku air. Gas rumah kaca menyerap dan memancarkan kembali radiasi panas, sehingga menjaga suhu bumi relatif stabil. </p><p>5.</p><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, beberapa akibatnya adalah:</p><p>Pemanasan global dan peningkatan suhu bumi. </p><p>Perubahan iklim ekstrem, seperti gelombang panas, badai, dan kekeringan. </p><p>Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub. </p><p>Gangguan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati. </p><p>Perubahan pola cuaca dan curah hujan. </p><p>Potensi kegagalan panen. </p><p>6.</p><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:</p><p>Pembakaran bahan bakar fosil untuk energi, transportasi, dan industri. </p><p>Penebangan hutan (deforestasi) yang mengurangi kemampuan bumi menyerap karbon dioksida. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-09 08:50:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3483312085</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484664688</link>
         <description><![CDATA[<p>Muhammad Riyan Maulana </p><p>X-E</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca telah meningkat secara signifikan sejak masa pra-industri (sekitar tahun 1750) hingga saat ini. Gas seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O) mengalami peningkatan tajam akibat aktivitas manusia.</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan, yang menjebak lebih banyak panas di atmosfer. Akibatnya, suhu rata-rata bumi meningkat (pemanasan global). Ini memicu perubahan iklim, mencairnya es kutub, naiknya permukaan laut, dan cuaca ekstrem.</p><p><br/></p><p>3.Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, gas alam) untuk energi dan transportasi.</p><p><br/></p><p>Penggundulan hutan (deforestasi), yang mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO₂.</p><p><br/></p><p>Pertanian dan peternakan, terutama emisi metana dari ternak dan lahan basah.</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca alami adalah proses di mana gas-gas tertentu di atmosfer menangkap panas dari sinar matahari yang dipantulkan dari permukaan bumi. Tanpa efek ini, suhu bumi akan terlalu dingin untuk kehidupan. Gas-gas ini menyimpan sebagian panas, menjaga suhu bumi agar stabil dan mendukung kehidupan.</p><p><br/></p><p>5.Jika terus meningkat, beberapa akibat serius yang mungkin terjadi:</p><p><br/></p><p>Pemanasan global yang lebih parah</p><p><br/></p><p>Perubahan iklim ekstrem, seperti kekeringan, badai besar, dan banjir</p><p><br/></p><p>Naiknya permukaan air laut yang mengancam wilayah pesisir</p><p><br/></p><p>Kepunahan spesies akibat habitat yang berubah terlalu cepat</p><p><br/></p><p><br/></p><p>6.Menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau diesel (menghasilkan CO₂).</p><p><br/></p><p>Menebang hutan secara besar-besaran tanpa reboisasi (mengurangi penyerapan CO₂ oleh tumbuhan).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 05:41:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484664688</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484686796</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:M.Risky.Darmawan</p><p>kelas:X-C</p><p>jawabannya </p><p>1).Jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini.  Sebelum revolusi industri, konsentrasi gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O) relatif stabil.  Namun, sejak dimulainya era industrialisasi, pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam) untuk energi, deforestasi, dan praktik pertanian intensif telah menyebabkan peningkatan drastis konsentrasi gas rumah kaca ini.  Data dari pengukuran es inti dan analisis atmosfer menunjukkan peningkatan yang terus menerus dan signifikan dalam beberapa abad terakhir, khususnya sejak pertengahan abad ke-20.  Peningkatan ini berkontribusi pada efek rumah kaca yang diperkuat, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim</p><p>2).Peningkatan gas rumah kaca berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari,  memicu berbagai perubahan yang terasa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia:</p><p> </p><p>- Perubahan Iklim yang Ekstrem:  Gelombang panas yang lebih sering dan intens, curah hujan yang tidak menentu (musim kemarau yang lebih panjang dan musim hujan yang lebih pendek atau lebih ekstrem), banjir dan kekeringan yang lebih sering, serta peningkatan kejadian cuaca ekstrem seperti badai dan siklon tropis.  Hal ini berdampak pada pertanian, ketersediaan air bersih, dan infrastruktur. Di Tarakan, misalnya, nelayan mungkin mengalami kesulitan karena perubahan pola cuaca yang mengganggu aktivitas penangkapan ikan.</p><p>- Kenaikan Permukaan Air Laut:  Pencairan es di kutub dan pemuaian air laut akibat pemanasan global menyebabkan kenaikan permukaan air laut.  Daerah pesisir, termasuk beberapa bagian di Indonesia, rentan terhadap banjir rob yang lebih sering dan parah, erosi pantai, dan hilangnya lahan.  Ini mengancam permukiman penduduk, infrastruktur, dan ekosistem pesisir.</p><p>- Gangguan Ekosistem:  Perubahan iklim mempengaruhi ekosistem laut dan darat.  Terumbu karang memutih dan mati, keanekaragaman hayati menurun, dan pola migrasi hewan berubah.  Hal ini berdampak pada mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam, seperti nelayan dan petani.</p><p>- Masalah Kesehatan:  Gelombang panas dapat menyebabkan penyakit terkait panas, sementara perubahan pola curah hujan dapat meningkatkan risiko penyakit menular yang ditularkan melalui air.  Peningkatan konsentrasi polutan udara yang terkait dengan emisi gas rumah kaca juga dapat memperburuk masalah kesehatan pernapasan.</p><p>- Dampak Ekonomi:  Kerusakan infrastruktur akibat bencana alam, penurunan hasil pertanian, dan hilangnya mata pencaharian akibat perubahan iklim menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan.  Biaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim juga menjadi beban ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat.</p><p> </p><p>Secara khusus di Tarakan, Kalimantan Utara, dampaknya dapat terlihat pada:</p><p> </p><p>- Sektor Perikanan: Perubahan suhu laut dan arus laut dapat mempengaruhi populasi ikan dan hasil tangkapan nelayan.</p><p>- Sektor Pertanian: Perubahan pola hujan dapat mengganggu musim tanam dan panen, serta mempengaruhi produktivitas pertanian.</p><p>- Pariwisata: Perubahan iklim dapat merusak keindahan alam dan mengurangi daya tarik wisata.</p><p> 3). Dampak peningkatan gas rumah kaca terhadap suhu bumi adalah pemanasan global. Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous oksida, memerangkap panas di atmosfer.  Semakin banyak gas rumah kaca, semakin banyak panas yang terperangkap, sehingga suhu rata-rata bumi meningkat.</p><p> </p><p>Ini bukan sekadar peningkatan suhu yang sedikit.  Sejak era pra-industri, suhu rata-rata global telah meningkat sekitar 1 derajat Celcius.  Meskipun angka ini mungkin tampak kecil, dampaknya sangat signifikan dan meluas. Peningkatan suhu ini menyebabkan:</p><p> </p><p>- Peningkatan suhu udara: Gelombang panas yang lebih sering dan lebih intens terjadi di seluruh dunia, menyebabkan masalah kesehatan dan kematian, serta kerusakan infrastruktur.</p><p>- Peningkatan suhu laut:  Lautan menyerap sebagian besar panas yang terperangkap, menyebabkan pemuaian air laut dan kenaikan permukaan air laut.  Ini mengancam daerah pesisir dan ekosistem laut.</p><p>- Perubahan pola cuaca:  Peningkatan suhu menyebabkan perubahan pola cuaca yang lebih ekstrem, termasuk curah hujan yang tidak menentu, kekeringan yang lebih parah, dan badai yang lebih kuat.</p><p>- Pencairan es dan gletser:  Es di kutub dan gletser mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut dan mengganggu ekosistem.</p><p> 4).Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, meskipun beberapa faktor alami juga berperan, namun pengaruhnya jauh lebih kecil dibandingkan aktivitas manusia.  Berikut beberapa penyebab utamanya:</p><p> </p><p>- Pembakaran Bahan Bakar Fosil: Ini adalah penyebab utama peningkatan gas rumah kaca.  Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk menghasilkan energi untuk transportasi, industri, pembangkit listrik, dan pemanasan rumah melepaskan sejumlah besar karbon dioksida (CO2) ke atmosfer.</p><p>- Deforestasi dan Perubahan Penggunaan Lahan:  Penebangan hutan dan konversi lahan untuk pertanian, peternakan, dan pembangunan mengurangi kemampuan alam untuk menyerap CO2 dari atmosfer.  Hutan bertindak sebagai penyerap karbon yang penting, dan hilangnya hutan memperburuk peningkatan konsentrasi CO2.</p><p>- Pertanian dan Peternakan:  Praktik pertanian intensif, seperti penggunaan pupuk nitrogen, melepaskan nitrous oksida (N2O), gas rumah kaca yang sangat poten.  Peternakan, terutama sapi, menghasilkan metana (CH4), gas rumah kaca lain yang kuat.</p><p>- Industri:  Beberapa proses industri melepaskan gas rumah kaca seperti fluorinated gases (F-gas), yang memiliki potensi pemanasan global yang sangat tinggi.</p><p>- Sampah:  Pembuangan sampah di tempat pembuangan sampah menghasilkan metana (CH4) melalui proses dekomposisi bahan organik.</p><p>- Penggunaan Energi:  Konsumsi energi yang tinggi, terutama dari sumber energi fosil, merupakan pendorong utama emisi gas rumah kaca.</p><p> </p><p>Secara ringkas, penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di atmosfer adalah:</p><p> </p><p>- Aktivitas manusia yang menghasilkan emisi CO2 (pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi).</p><p>- Aktivitas manusia yang menghasilkan emisi CH4 (peternakan, pertanian, sampah).</p><p>- Aktivitas manusia yang menghasilkan emisi N2O (pertanian).</p><p>- Aktivitas manusia yang menghasilkan emisi F-gas (industri).</p><p> 5).Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, konsekuensinya akan sangat serius dan meluas, berdampak pada berbagai aspek kehidupan di Bumi.  Berikut beberapa akibat yang mungkin terjadi:</p><p> </p><p>1. Pemanasan Global yang Lebih Parah:  Peningkatan kadar gas rumah kaca akan memperkuat efek rumah kaca, menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global yang lebih signifikan.  Ini akan memicu berbagai dampak negatif lainnya yang dijelaskan di bawah ini.</p><p> </p><p>2. Perubahan Iklim yang Ekstrem:  Perubahan iklim yang lebih ekstrem akan menjadi lebih sering dan intens.  Ini termasuk:</p><p> </p><p>- Gelombang panas yang lebih sering dan lebih lama:  Meningkatkan risiko kematian terkait panas, kebakaran hutan, dan stres pada ekosistem.</p><p>- Curah hujan yang tidak menentu:  Menyebabkan kekeringan yang lebih parah di beberapa daerah dan banjir yang lebih sering dan lebih besar di daerah lain.</p><p>- Kenaikan permukaan air laut:  Ancaman bagi daerah pesisir, menyebabkan erosi pantai, banjir rob, dan perpindahan penduduk.</p><p>- Kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering:  Seperti badai, siklon tropis, dan hujan es yang lebih kuat, menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan korban jiwa.</p><p> </p><p>3. Dampak pada Ekosistem:  Perubahan iklim akan mengganggu keseimbangan ekosistem, menyebabkan:</p><p> </p><p>- Kepunahan spesies:  Banyak spesies tumbuhan dan hewan tidak akan mampu beradaptasi dengan kecepatan perubahan iklim, mengakibatkan kepunahan massal.</p><p>- Kerusakan terumbu karang:  Peningkatan suhu laut menyebabkan pemutihan karang dan kerusakan ekosistem terumbu karang yang kaya keanekaragaman hayati.</p><p>- Perubahan pola migrasi hewan:  Hewan akan bermigrasi ke daerah baru untuk mencari habitat yang sesuai, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di tempat baru.</p><p> </p><p> 6).Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:</p><p> </p><p>1.&nbsp;Pembakaran bahan bakar fosil:  Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk menghasilkan energi listrik, menjalankan kendaraan, dan menjalankan industri melepaskan sejumlah besar karbon dioksida (CO2) ke atmosfer. CO2 adalah gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global.</p><p>2.&nbsp;Deforestasi: Penebangan hutan dan konversi lahan untuk pertanian, peternakan, atau pembangunan mengurangi jumlah pohon yang menyerap karbon dioksida dari atmosfer melalui proses fotosintesis.  Hilangnya hutan berarti lebih banyak CO2 yang tetap berada di atmosfer, memperkuat efek rumah kaca</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 05:51:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484686796</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484701011</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nuralinda</p><p>Kelas : X - e</p><p>Jawaban </p><p>1. ya</p><p>2.dampaknya meliputi peningkatkan suhu rata rata bumi perubahan iklim kenalkan permukaan air laut dan kerusakan ekosistem</p><p>3. 1pembakaran bahan bakar fosil (minyak gas batu bara ) untuk energi transportasi </p><p>2.aktivitas industri dan pertanian</p><p>4. Efek rumah kaca berperann penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil (jas rumh kaca diasmosfer, seperti uap air,Co2, dan metana bertindak seperti selimuti merangkap panas matahari yang di pentulkan dari permukaan bumi mencegahnya melepaskan keluar angasa hal ini menyebabkan suhu bumi menjadi lebih hangat dari pada yang seharusnya dan memungkinkan kehidupan berkembang.</p><ol start="5"><li><p>Peningkatkan kadar gas rumah kaca diatmosfer menyebabkan pemasaran global perubahan iklim</p></li><li><p>1. Pembakaran bahan fozil</p><p>2.pengunaan bahan kimia tertentu</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 05:57:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484701011</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484726085</link>
         <description><![CDATA[<p>M.hanif Zakwan</p><p>XE</p><p><br/></p><p>Jawaban</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer Bumi telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Peningkatan ini disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, yang melepaskan gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida ke atmosfer.</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan suhu bumi, atau pemanasan global, memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan dan lingkungan. Pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian berdampak pada perubahan iklim, meningkatnya frekuensi bencana alam, dan perubahan ekosistem.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas alam) dan deforestasi. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu Bumi agar tetap stabil dan layak huni. Gas-gas rumah kaca di atmosfer seperti karbon dioksida, uap air, dan metana, menyerap sebagian energi yang dipantulkan kembali dari permukaan Bumi setelah menghangat karena radiasi matahari. Penyerapan energi ini mencegah panas tersebut langsung melarikan diri ke luar angkasa, sehingga menjaga suhu Bumi tetap hangat. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka akan terjadi pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, peningkatan permukaan laut, dan gangguan ekosistem. Perubahan iklim dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk badai yang lebih sering, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan risiko kekeringan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 06:10:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484726085</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484739223</link>
         <description><![CDATA[<p>Akmal said syaidi</p><p>X-e</p><p><br/></p><ol><li><p>Ya, jumlah rumah kaca di atmosfer telah berubah signifikan hingga masa lalu hingga masa kini</p></li><li><p>Dampak nya adalah menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim ,dan berbagai dampak negatif lainnya </p></li><li><p>Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca di sebabkan oleh aktivitas manusia. Khusus nya pembakaran lahan</p></li><li><p>Gas gas di atmosfer, seperti uap air, karbon dioksida, dan metana ,memerangkap panas matahari yang di pantulkan kembali ke atmosfer, sehingga mencegah panas tersebut kembali keluar angkasa.</p></li><li><p>Pemanasan global akan semakin parah, menyebabkan perubahan iklim ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan masalah berbagai masalah lingkungan lainnya.</p></li><li><p>Industri dan deforestasi </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 06:15:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484739223</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484858423</link>
         <description><![CDATA[<p>PJ.Olyfiernando Franscheassar </p><p>X-A</p><p>Jawaban:</p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini.  Konsentrasi gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O) jauh lebih tinggi sekarang daripada pada abad-abad sebelumnya, bahkan ribuan tahun yang lalu.</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan jumlah gas rumah kaca di atmosfer berdampak signifikan terhadap suhu bumi, menyebabkan pemanasan global.  Gas-gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous oksida, memerangkap panas dari matahari di atmosfer.  Semakin banyak gas rumah kaca, semakin banyak panas yang terperangkap, sehingga suhu rata-rata bumi meningkat.</p><p><br/></p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, meskipun proses alami juga berkontribusi, tetapi pengaruhnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan dampak aktivitas manusia.beberapa tahap penyebab nya.</p><p>• Pembakaran bahan bakar fosil</p><p>• -Deforestasi dan perubahan penggunaan lahan</p><p>• Pertanian </p><p>• Industri </p><p>• Sampah </p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Efek rumah kaca adalah proses alami yang sangat penting untuk menjaga suhu Bumi tetap stabil dan layak huni.  Tanpa efek rumah kaca, suhu rata-rata permukaan Bumi akan sekitar -18°C, jauh lebih dingin daripada suhu rata-rata saat ini sekitar 15°C.  Prosesnya bekerja sebagai berikut:</p><p>• Radiasi Matahari</p><p>• Penyerapan Dan Pemantulan </p><p>• Gas Rumah kaca </p><p>• Pemancaran Kembali</p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, konsekuensinya akan sangat serius dan berdampak luas terhadap sistem iklim global dan kehidupan di Bumi.</p></li><li><p>•1.&nbsp;Pembakaran bahan bakar fosil:  Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk menghasilkan energi listrik, menjalankan kendaraan bermotor, dan mengoperasikan industri melepaskan sejumlah besar karbon dioksida (CO2) ke atmosfer. CO2 adalah gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global.  Semakin banyak bahan bakar fosil yang dibakar, semakin banyak CO2 yang dilepaskan, dan semakin kuat efek rumah kacanya.</p><p>• 2.&nbsp;Deforestasi: Penebangan hutan secara besar-besaran mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO2 dari atmosfer melalui proses fotosintesis.  Pohon bertindak sebagai penyerap karbon alami, membantu mengurangi konsentrasi CO2 di udara.  Dengan menebangi hutan, kita mengurangi kemampuan alam untuk menyerap CO2, sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dan memperkuat efek rumah kaca.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 07:13:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484858423</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484906412</link>
         <description><![CDATA[<p>Ilham Firmansyah </p><p>X-c</p><p><br/></p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia.</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu bumi secara keseluruhan, yang dikenal sebagai pemanasan global. Hal ini terjadi karena gas-gas tersebut memerangkap panas di atmosfer.</p><p><br/></p><p>3.Penyebab utama peningkatan gas rumah kaca adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas) untuk energi, deforestasi, dan praktik pertanian tertentu.</p><p><br/></p><p>4.Efek rumah kaca secara alami berperan penting dalam menjaga suhu bumi agar tetap hangat dan layak huni. Gas rumah kaca di atmosfer menyerap sebagian radiasi inframerah yang dipancarkan bumi, mencegahnya lepas ke luar angkasa, dan memantulkannya kembali ke permukaan bumi. Proses ini menjaga suhu bumi tetap hangat. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan jauh lebih dingin dan tidak mendukung kehidupan seperti yang kita kenal.</p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan semakin parah:</p><p>Peningkatan suhu global yang lebih tinggi.</p><p>Perubahan pola cuaca ekstrem, seperti gelombang panas, kekeringan, banjir, dan badai yang lebih sering dan intens.</p><p>Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan ekspansi termal air laut.</p><p>Gangguan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati.</p><p>Dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekonomi.</p><p><br/></p><p>6.Pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas) untuk pembangkit listrik, transportasi, dan industri.</p><p>Deforestasi (penebangan hutan) yang mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap karbon dioksida dari atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 07:40:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484906412</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484943394</link>
         <description><![CDATA[<p>MARWAH RIDHAYAH </p><p>XF</p><p>Jawaban:</p><p>1.iya,karena jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan sejak era revolusi industri (sekitar tahun 1750) hingga saat ini </p><p>2. Dampaknya adalah peningkatan suhu bumi karena gas-gas rumah kaca tersebut merangkap panas di atmosfer, sehingga menyebabkan pemanasan global. </p><p>3. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia,seperti pembakaran bahan bakar fosil (batubara,minyak,gas)disportasi,pertanian,dan industri.</p><p>4. Efek rumah kaca membantu merangkap panas dari matahari dan permukaan bumi akan menyerap sebagai panas dan memantulkannya kembali. </p><p>5. Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, akan terjadi: </p><p>-pemanasan global yang lebih parah. </p><p>-gangguan pada ekosistem, pertanian,dan kesehatan manusia. </p><p>-perubahan iklim ekstrem seperti kekeringan,banjir,badai besar.</p><p>6.-menggunakan kendaraan bermotor yang menghasilkanpohondari bahan bakar. </p><p>-menebang hutan secara besar-besaran, yang mengurangi penyerapan CO2 oleh pohon</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 08:06:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3484943394</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485125450</link>
         <description><![CDATA[<p>Sudirman</p><p>X-D</p><p>Jawaban</p><p>1.Jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah mengalami peningkatan yang signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O) berkontribusi terhadap efek rumah kaca, yang merupakan penyebab utama perubahan iklim global. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi.</p><p>2.Perubahan iklim global menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global, yang berdampak pada perubahan pola cuaca dan meningkatkan frekuensi serta intensitas fenomena cuaca ekstrem.</p><p>3.pembakaran bahan bakar fosil</p><p>Deforestasi</p><p>Agriculture </p><p>Dll</p><p>4.Efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan menahan panas dari matahari di atmosfer. Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan uap air memungkinkan sinar matahari masuk ke permukaan bumi tetapi mencegah sebagian dari panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi untuk keluar kembali ke angkasa. Ini mengurangi fluktuasi suhu antara siang dan malam, menjaga suhu permukaan bumi lebih stabil dan mendukung kehidupan.</p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, kerusakan ekosistem, dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia.</p><ol start="6"><li><p>Pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 11:17:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485125450</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485229312</link>
         <description><![CDATA[<p>HIDAYATUL MASYRUKHAH X-E</p><p>1, ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat drastis.</p><p><br/></p><p>2, terjadinya penandaan global seperti meningkat nya suhu rata rata bumi seperti perubahan iklim yg ekstrim naik nya permukaan laut.</p><p><br/></p><p>3, deforestasi dan perubahan lahan, pembakaran bahan bakar fossil</p><p><br/></p><p>4, merangkap panas dari marahari fan permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantul kan nya kembali</p><p><br/></p><p>5, akan menyebablan peningkatan penandaan global antara 1,5 - 4,5 derajat celcius</p><p><br/></p><p>6, </p><p>     1).  pembakaran bahan bakar fossil, batu bars minyak bumi </p><p>    2).  penebangan hutan dan lahan untuk pertanian atau pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 13:09:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485229312</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485248216</link>
         <description><![CDATA[<p>Syarifah mas'ad</p><p>X-E</p><ol><li><p>Iya, jumlah gas rumah kaca (GRK) di atmosfer telah mengalami peningkatan signifikan dari masa lalu hingga saat ini. Hal ini terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam) dan kegiatan pertanian tertentu.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan suhu rata-rata bumi naik. Ini dikenal sebagai pemanasan global. Suhu yang lebih tinggi dapat menyebabkan perubahan iklim ekstrem, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan laut, dan gangguan terhadap ekosistem.</p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti:</p></li></ol><p>Pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan, pabrik, pembangkit listrik).</p><p><br/></p><p>Penebangan hutan (deforestasi).</p><p><br/></p><p>Pertanian dan peternakan (misalnya, metana dari ternak).</p><p><br/></p><p>Penggunaan pupuk kimia. </p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Efek rumah kaca secara alami sangat penting karena menjaga suhu bumi agar tetap hangat dan layak dihuni. Gas rumah kaca menyerap panas matahari yang dipantulkan kembali dari permukaan bumi, lalu memancarkan kembali sebagian panas itu ke bumi, sehingga suhu tidak terlalu dingin.</p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya bisa sangat berbahaya, seperti:</p></li></ol><p>Pemanasan global yang lebih parah.</p><p><br/></p><p>Perubahan iklim ekstrem (badai, kekeringan, banjir).</p><p><br/></p><p>Kerusakan ekosistem dan punahnya spesies.</p><p><br/></p><p>Gangguan terhadap pertanian dan ketersediaan air.</p><p><br/></p><ol start="6"><li><p>1. Menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar (meningkatkan emisi CO₂).</p></li></ol><p><br/></p><p>2. Menebang hutan untuk lahan pertanian atau pembangunan (mengurangi kemampuan bumi menyerap CO₂).</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 13:25:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485248216</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485271268</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan sejak era revolusi industri (sekitar tahun 1750) hingga saat ini, terutama akibat aktivitas manusia.</p><p><br/></p><p>2. Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan suhu rata-rata bumi meningkat (pemanasan global), karena gas-gas ini menjebak panas di atmosfer.</p><p><br/></p><p>3. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, gas), deforestasi, pertanian, dan industri.</p><p>4. Efek rumah kaca alami menjaga suhu bumi tetap hangat dan stabil dengan cara menangkap sebagian panas dari sinar matahari yang dipantulkan permukaan bumi. Tanpa efek ini, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan.</p><p><br/></p><p>5. Akibatnya antara lain peningkatan suhu global, mencair es di kutub, naiknya permukaan laut, perubahan iklim ekstrem, gangguan pada ekosistem, dan kerusakan lingkungan.</p><p><br/></p><p>6. 1.) Penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar.</p><p><br/></p><p>2.) Penebangan hutan (deforestasi) yang mengurangi jumlah pohon penyerap CO2.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 13:44:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485271268</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485271278</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Adriannur Raffi</p><p>X-F</p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Konsentrasi karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca utama, telah meningkat secara drastis, melebihi tingkat pra-industri dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.</p><p><br/></p><p>2.Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan suhu rata-rata bumi meningkat (pemanasan global), karena gas-gas ini menjebak panas di atmosfer.</p><p><br/></p><p>3. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, gas), deforestasi, pertanian, dan industri.</p><p><br/></p><p>4. Efek rumah kaca alami menjaga suhu bumi tetap hangat dan stabil dengan cara menangkap sebagian panas dari sinar matahari yang dipantulkan permukaan bumi. Tanpa efek ini, suhu bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan</p><p><br/></p><p>5. Akibatnya antara lain peningkatan suhu global, mencair es di kutub, naiknya permukaan laut, perubahan iklim ekstrem, gangguan pada ekosistem, dan kerusakan lingkungan.</p><p><br/></p><p>6. 1.) Penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin atau solar.</p><p><br/></p><p>    2.) Penebangan hutan (deforestasi) yang mengurangi jumlah             pohon penyerap CO2.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 13:44:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485271278</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485657317</link>
         <description><![CDATA[<p><sup>ANISYAH PUTRI NABILA</sup></p><p><sup>X-E</sup></p><p><br/></p><p><sup>JAWABAN:</sup></p><ol><li><p>ya, Jumlah gas rumah kaca telah meningkat signifikan sejak era industri, terutama karena aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan peternakan. Dampaknya termasuk pemanasan global dan perubahan iklim.</p></li><li><p>dampaknya ialah perubahan iklim, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut serta gangguan ekosistem cuaca extreme </p></li><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, peternakan, deforestasi dan penggunaan lahan tidak berkelanjutan, serta aktivitas industri dan transportasi. Semua ini meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca seperti CO2, CH4, dan N2O di atmosfer.</p></li><li><p>Efek rumah kaca membantu menjaga suhu bumi tetap stabil dengan cara menyerap radiasi sinar matahari, menahan panas di atmosfer, dan mengatur suhu bumi agar tidak terlalu dingin. Gas rumah kaca seperti CO2 dan uap air berperan penting dalam proses ini, sehingga suhu bumi tetap stabil dan mendukung kehidupan.</p></li><li><p>Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, maka akan terjadi pemanasan global, perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, dan dampak negatif pada ekosistem dan kehidupan manusia.</p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah:</p></li></ol><p>1. Pembakaran bahan bakar fosil (seperti minyak, gas, dan batu bara) untuk transportasi dan industri.</p><p>2. Deforestasi atau penggundulan hutan, yang mengurangi kemampuan bumi menyerap karbon dioksida.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 22:04:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485657317</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485718068</link>
         <description><![CDATA[<p>NAILA SAFIRA., X.C</p><p><br/></p><ol><li><p><strong><mark>Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak Revolusi Industri</mark></strong>.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Gas rumah kaca memiliki dampak negatif yang signifikan bagi seluruh bumi, terutama dalam hal <strong><mark>pemanasan global dan perubahan iklim</mark></strong>.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama <strong><mark>pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industri pertanian</mark></strong>.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil <strong><mark>karena gas-gas di atmosfer, seperti karbon dioksida, menyerap dan menahan sebagian panas matahari yang dipantulkan kembali dari permukaan bumi</mark></strong>. Proses ini menghangatkan atmosfer dan memungkinkan kehidupan di bumi untuk berkembang.&nbsp;</p></li></ol><p><br/></p><ol start="5"><li><p>Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer akan menyebabkan <strong><mark>pemanasan global dan perubahan iklim</mark></strong>. Dampak dari pemanasan global meliputi peningkatan suhu rata-rata, perubahan pola cuaca yang ekstrem, kenaikan permukaan laut, serta gangguan pada ekosistem dan pertanian.&nbsp;</p></li></ol><p><br/></p><ol start="6"><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah <strong><mark>pembakaran bahan bakar fosil, terutama untuk transportasi dan pembangkit listrik, serta deforestasi atau penebangan hutan yang mengurangi kemampuan bumi menyerap karbon dioksida</mark></strong>.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-10 23:50:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485718068</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485802726</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Ariyani Citra lestari </p><p>X-D</p><p><br/></p><p>1.ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah meningkat secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak era pra-industri</p><p>2.perubahan iklim ekstrim,naiknya permukaan laut, kerusakan ekosistem </p><p>3.aktivitad manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil(seperti batu bara,minyak,dan gas alam) dan deforestasi (penebangan hutan).</p><p>4.karena gas gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida,uap air,dan metana,memerangkap  panas yang di pantulkan oleh permukaan bumi setelah menyerap radiasi matahari.</p><p>5.pemanasan global yang ekstrem, perubahan iklim yang merugikan, dan ancaman terhadap ekosistem dan kehidupan manusia.</p><p>6. pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 00:49:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485802726</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485866400</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak Revolusi Industri.</p></li><li><p>Peningkatan suhu bumi (pemanasan global) menyebabkan berbagai dampak yang signifikan, termasuk peningkatan suhu di beberapa wilayah, perubahan iklim, mencairnya glasier, dan kenaikan permukaan air laut.</p></li><li><p>pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri pertanian. </p></li><li><p>gas-gas di atmosfer memerangkap panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi, sehingga mencegah panas tersebut hilang ke ruang angkasa. </p></li><li><p>Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer akan mengakibatkan pemanasan global, perubahan iklim, dan berbagai dampak negatif lainnya bagi lingkungan dan kehidupan manusia. </p></li><li><p>Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 01:26:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3485866400</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3486593620</link>
         <description><![CDATA[<p>Teguh Firmansyah </p><p>Kelas x c</p><ol><li><p>ya, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini.</p></li><li><p>kenaikan suhu rata rata bumi dan perubahan iklim yang ekstrim.</p></li><li><p>aktifitas manusia, khusus nya pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.</p></li><li><p>karena gas gas di atmosfer, seperti uap air dan karbon dioksida, menahan sebagian panas matahari yang dipantulkan kembali dari permukaan bumi, sehingga menghangatkan planet ini.</p></li><li><p>pemanasan global, perubahan iklim, dan berbagai dampak serius lainya.</p></li><li><p>a. pembakaran bahan bakar fosil.</p><p>b. penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam pertanian.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 11:16:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3486593620</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3486761845</link>
         <description><![CDATA[<p>ANDIKA PRATAMA</p><p>X - D</p><p><br/></p><p>Jawaban</p><p>1. Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer memang berubah dari masa lalu ke saat ini. Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, telah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca secara signifikan, terutama karbon dioksida (CO2), yang kemudian menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, termasuk peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir. </p><p>2. Meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), menyebabkan efek rumah kaca yang memperangkap panas matahari dan meningkatkan suhu permukaan bumi. Dampak paling terlihat dari peningkatan suhu bumi adalah pemanasan global, yang kemudian menyebabkan berbagai perubahan iklim dan cuaca ekstrem. </p><p>3. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industri pertanian. Pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam) menghasilkan karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan gas-gas lain yang memerangkap panas di atmosfer. Deforestasi, yaitu penebangan hutan secara besar-besaran, mengurangi kemampuan bumi menyerap CO2 dan melepaskan karbon yang tersimpan dalam pohon ke atmosfer. Industri pertanian, khususnya penggunaan pupuk kimia dan peternakan, juga menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti nitrous oxide (N2O) dan metana. </p><p>4. memerangkap panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan Bumi. Gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan uap air di atmosfer bertindak sebagai selimut, menahan sebagian panas yang seharusnya terlepas ke luar angkasa. Tanpa efek rumah kaca, suhu Bumi akan jauh lebih dingin dan tidak akan mendukung kehidupan. </p><p>5. akan terjadi pemanasan global dan perubahan iklim, yang menyebabkan dampak serius seperti peningkatan suhu rata-rata bumi, perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati. </p><p>6. 1) Pembakaran Bahan Bakar Fosil: Pembakaran bahan bakar  fosil untuk energi, transportasi, dan industri menghasilkan sejumlah besar CO2 yang terperangkap di atmosfer. CO2 ini menyerap radiasi matahari dan memanaskan bumi.</p><p>   2) Penebangan Hutan: Hutan menyerap CO2 dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Ketika hutan ditebang, kemampuan bumi untuk menyerap CO2 berkurang, dan CO2 yang disimpan dalam pohon dilepaskan kembali ke atmosfer.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 14:03:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3486761845</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3486787835</link>
         <description><![CDATA[<p>DZZAKY FAHREZY STIAWAN</p><p>XC</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p>1.Ya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak revolusi industri</p><p><br/></p><p>2.pemanasan global dan berbagai dampak negatif lainnya.</p><p><br/></p><p>3.pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industri pertanian.</p><p><br/></p><p>4.Gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2) dan uap air, berfungsi seperti lapisan isolasi yang menahan sebagian panas matahari yang dipantulkan kembali dari permukaan bumi</p><p><br/></p><p>5.Jika kadar gas rumah kaca terus meningkat, dampaknya akan sangat signifikan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah lingkungan yang serius. Pemanasan global, perubahan iklim, dan perubahan ekosistem</p><p><br/></p><p>6.Dua contoh aktivitas manusia yang meningkatkan efek rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan secara besar-besaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-11 14:28:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3486787835</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3488520565</link>
         <description><![CDATA[<p>Juli Nur Fajarianty</p><p>X-B</p><p>1. iya, jumlah gas rumah kaca di atmosfer telah berubah secara signifikan dari masa lalu ke saat ini, terutama sejak Revolusi Industri. Konsentrasi karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca utama, telah meningkat secara dramatis akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan.</p><p>2.Efek rumah kaca memiliki dampak signifikan terhadap suhu bumi, menyebabkan peningkatan suhu rata-rata planet. Peningkatan ini dapat menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan berbagai dampak negatif lainnya.</p><p>3.Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas alam), penebangan hutan, dan aktivitas pertanian serta peternakan yang menghasilkan emisi metana dan nitrogen oksida. Selain itu, penggunaan pupuk kimia dan aktivitas industri juga berkontribusi terhadap peningkatan gas rumah kaca, seperti karbon dioksida.</p><p>4.Efek rumah kaca berperan penting dalam menjaga suhu bumi tetap stabil karena memungkinkan panas matahari untuk mencapai permukaan bumi dan memerangkap sebagian panas tersebut di atmosfer. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan jauh lebih dingin dan tidak layak huni.</p><p>5.Peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan. Dampak yang ditimbulkan meliputi perubahan pola cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, kerusakan ekosistem, dan ancaman bagi kesehatan manusia. </p><p>Berikut adalah beberapa dampak utama dari peningkatan gas rumah kaca:</p><p>1. Pemanasan Global:</p><p>Suhu rata-rata bumi meningkat, menyebabkan perubahan iklim di berbagai wilayah. </p><p>Perubahan pola cuaca ekstrem, seperti gelombang panas, kekeringan, banjir, dan badai yang lebih dahsyat. </p><p>2. Kenaikan Permukaan Laut: </p><p>Mencairnya es di kutub dan gletser akibat pemanasan global menyebabkan kenaikan permukaan air laut.</p><p>Daerah pesisir dan pulau-pulau kecil terancam banjir dan erosi.</p><p>3. Kerusakan Ekosistem:</p><p>Peningkatan suhu dan perubahan iklim berdampak pada habitat dan keanekaragaman hayati. </p><p>Terumbu karang dan ekosistem laut lainnya terancam oleh pemanasan dan pengasaman air laut. </p><p>Hilangnya keanekaragaman hayati dan kepunahan spesies. </p><p>4. Dampak pada Kesehatan Manusia:</p><p>Peningkatan suhu dan perubahan iklim dapat meningkatkan risiko penyakit menular seperti demam berdarah, malaria, dan penyakit lainnya. </p><p>Cuaca ekstrem dan polusi udara dapat berdampak pada kesehatan pernapasan dan sistem kekebalan tubuh. </p><p>5. Gangguan pada Pertanian: </p><p>Perubahan iklim dan cuaca ekstrem dapat mengganggu produksi pertanian dan menyebabkan gagal panen.</p><p>Kekurangan air, kekeringan, dan banjir dapat merusak tanaman dan hasil panen.</p><p>6. Perubahan Pola Curah Hujan: </p><p>Beberapa wilayah mungkin mengalami curah hujan yang lebih tinggi dan lebih sering, sementara yang lain mengalami kekeringan yang parah.</p><p>Hal ini dapat berdampak pada ketersediaan air bersih dan sumber daya alam lainnya.</p><p>7. Ancaman Bagi Kehidupan Manusia: </p><p>Perubahan iklim dapat menyebabkan migrasi massal dan konflik karena persaingan sumber daya alam.</p><p>Pemanasan global juga dapat memperparah ketimpangan sosial dan ekonomi di berbagai wilayah.</p><p>Pencegahan dan Mitigasi: </p><p>Pengurangan emisi gas rumah kaca melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, dan perubahan perilaku konsumen.</p><p>Konservasi hutan dan penanaman pohon untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.</p><p>Adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pengembangan teknologi dan kebijakan yang tepat.</p><p>6.Pembakaran Bahan Bakar Fosil</p><p>Aktivitas seperti:</p><p>Mengemudi kendaraan bermotor,</p><p>Mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar batubara, minyak, atau gas,</p><p>Menggunakan mesin industri di pabrik.</p><p><strong>Penggundulan hutan (deforestasi)</strong><br>Penebangan pohon dalam skala besar mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO₂. Selain itu, pembakaran hutan juga melepaskan gas rumah kaca ke udara, memperburuk efek rumah kaca.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-12 17:37:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekasetya321/zxcb6j08i1sqqgnt/wish/3488520565</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
