<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>7B Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia by INDAH CAHAYA P</title>
      <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B</link>
      <description>Konservasi Makhluk Hidup</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-11-19 23:43:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-12-08 12:30:24 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f98f.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Contoh: 7I - Indah CP</title>
         <author>indahp05_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2795536212</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia pernah memiliki tiga sub spesies dari delapan sub spesies harimau dunia. Sub spesies harimau Bali (Panthera tigris balica) telah dinyatakan punah sekitar tahun 1940-an dan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) diperkirakan punah pada akhir tahun I 970-an. Sedangkan sub spesies terakhir yang dimiliki Indonesia adalah harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Dalam rangka mendukung program konservasi satwa harimau sumatera, kemudian dibentuk strategi konservasi Harimau Sumatera.</p><p>Strategi ini memiliki dua komponen yang berbeda yaitu : komponen in situ dan komponen ex situ.</p><ol><li><p>Komponen in situ mengutamakan tanggung jawab atas perlindungan populasi harimau Sumatera liar (di alam lepas) dan kelangsungan hidupnya serta ditambah pula dengan pengembangan strategi dalam memelihara populasinya.</p></li><li><p>Komponen ex situ mengutamakan tanggung jawab dalam pengembangan populasi dari harimau Sumatera yang ada di dalam kebun binatang (penangkaran) serta mengatur populasi, penyakit dan kemurnian genetik dalarn mengembalikan keutuhan dari populasi liar.</p><p>Konservasi harimau Sumatera yang telah dilakukan memberikan titik terang dalam upaya menyelamatkan keberadaan harimau Sumatera yang ada. Peningkatan populasi harimau Sumatera didapat apabila dilakukan upaya yang cukup maksimal, dan keberhasilan dalam menyelamatkan satwa ini akan dicapai. Namun hal yang masih perlu ditingkatkan dalam upaya konservasi harimau Sumatera adalah memeasyarakatkan program konservasi kepada seluruh lapisan masyarakat guna menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian harimau Sumatera.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e1/Sumatran_Tiger_Berlin_Tierpark.jpg" />
         <pubDate>2023-11-19 23:43:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2795536212</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Instruksi</title>
         <author>indahp05_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2795536213</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Subject ditulis kelas dan nama</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Pilih satu hewan atau tumbuhan endemik Indonesia (berbeda dengan yang lain lebih baik)</p></li><li><p>Upload gambar makhluk hidup yang dipilih</p></li><li><p>Analisis bagaimana cara konsevasi makhluk hidup tersebut</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/xbFNlN29S3HXR9j-mR5xGGlY69c=/0x404:768x1172/640x640/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533093/original/018225700_1628234580-Orang_2.JPG" />
         <pubDate>2023-11-19 23:43:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2795536213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Dzimar Athalla Zardya</title>
         <author>dzimarzardya</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796040714</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kuskus</strong>&nbsp;adalah&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mamalia">mamalia</a>&nbsp;berkantung (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Marsupialia"><em>Marsupialia</em></a>)&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nokturnal">nokturnal</a>&nbsp;termasuk dalam famili&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Phalangeridae&amp;action=edit&amp;redlink=1">Phalangeridae</a>. Kelompok hewan ini persebarannya terbatas di Indonesia bagian timur (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Australia dan Papua New Guinea. Total genus kuskus di dunia ada enam genus yakni&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ailurops"><em>Ailurops</em></a>,&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Phalanger"><em>Phalanger</em></a>,&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Spilocuscus"><em>Spilocuscus</em></a>,&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Strigocuscus"><em>Strigocuscus</em></a>,&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Wyulda&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>Wyulda</em></a>, dan&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Trichosurus&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>Trichosurus</em></a>, empat genus yang disebut pertama dapat ditemukan di Indonesia.<strong>usaha</strong>-<strong>usaha</strong>&nbsp;untuk&nbsp;<strong>melestarikan</strong>&nbsp;keberadaan&nbsp;<strong>kuskus</strong>&nbsp;adalah melalui&nbsp;<strong>usaha</strong>&nbsp;untuk menghargai nilai eksistensi&nbsp;<strong>kuskus</strong>&nbsp;sebagai hewan endemik Indonesia, turut menjaga habitat alami&nbsp;<strong>kuskus</strong>&nbsp;dan tidak melakukan perburuan liar, serta mentaati peraturan konservasi Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223871626/f2c75e693a489211f09bf0305c68b5f4/Kuskus_tutul.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:45:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796040714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Athar Fathan Mahyudi</title>
         <author>atharfathanmahyudi</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796045124</link>
         <description><![CDATA[<p>Badak bercula satu merupakan salah satu hewan langka yang populasinya telah mengkhawatirkan. Penyebab kelangkaan badak bercula satu yang paling utama adalah karena perburuan manusia, untuk diambil culanya. Oleh karena itu, cara melestarikan badak bercula satu yang paling utama adalah dengan menghentikan adanya perburuan terhadap hewan ini.</p><p>Table of Contents</p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-1" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Penyebab_Kelangkaan_Badak_Bercula_Satu">Penyebab Kelangkaan Badak Bercula Satu</a></p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-2" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Perburuan_Liar">Perburuan Liar</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-3" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Berkurangnya_Habitat">Berkurangnya Habitat</a></p></li></ul></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-4" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Lambatnya_Berkembang_Biak">Lambatnya Berkembang Biak</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-5" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Cara_Melestarikan_Badak_Bercula_Satu">Cara Melestarikan Badak Bercula Satu</a></p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-6" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Mencegah_Perburuan">Mencegah Perburuan</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-7" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Menjaga_Kelestarian_Habitat">Menjaga Kelestarian Habitat</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-8" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Penangkaran">Penangkaran</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ez-toc-link ez-toc-heading-9" href="https://jenis-net.cdn.ampproject.org/v/s/jenis.net/cara-melestarikan-badak-bercula-satu/?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#Edukasi_Terhadap_Masyarakat">Edukasi Terhadap Masyarakat</a></p></li></ul></li></ul><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jenis.net/penyebab-kelangkaan-badak-bercula-satu/"><strong>Penyebab Kelangkaan Badak Bercula Satu</strong></a></p><p>Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara melestarikan badak bercula satu. Kita perlu mengetahui lebih dulu apa yang menjadi penyebab kelangkaannya. Mengetahui penyebab penting untuk diketahui, agar bisa memberikan solusi untuk masalah satu ini.</p><p>Paling tidak ada 4 penyebab kelangkaan badak bercula satu, yaitu :</p><p><strong>Perburuan Liar</strong></p><p>Seperti yang telah saya tuliskan diatas, perburuan liar menjadi penyebab utama mengapa populasi hewan ini bisa menjadi langka seperti sekarang. Badak telah diburu oleh manusia selama ribuan tahun lama, padahal dulunya populasi hewan ini tersebar cukup luas di seluruh dunia. Badak bercula satu awalnya dapat ditemukan di India, China, Thailand, Laos, Myanmar, Indonesia dan beberapa negara lain disekitarnya.</p><p>Akan tetapi, dikarenakan cula dari hewan ini dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang sangat mujarab maka perburuan terus dilakukan oleh manusia. Cula hewan ini memiliki harga jual yang sangat tinggi hingga sekarang, bahkan permintaan akan komoditas ini tetap tinggi walaupun badak bercula satu sudah hampir punah.</p><p><strong>Berkurangnya Habitat</strong></p><p>Kita harus tahu bahwa karena populasi manusia terus bertambah maka banyak hutan dan habitat hewan lain yang dialih fungsikan untuk menjadi tempat hidup manusia. Pembangunan oleh manusia terus dilakukan yang mengakibatkan habitat hewan liar menjadi semakin minim setiap tahunnya. Misalnya saja untuk badak bercula satu, dulunya ia juga bisa ditemukan di Gunung Salak, Jawa Barat akan tetapi karena daerah tersebut telah dialih fungsikan maka kita tidak bisa menemukan lagi badak disini.</p><p>Berkurangnya habitat, tentu berpengaruh akan jumlah sumber daya yang bisa didapatkan oleh hewan ini. Habitat yang menyempit membuat badak lebih susah untuk mencari tempat untuk makan dan berkembang biak. Kehadiran manusia juga menyebabkan terjadinya perubahan ekosistem yang tidak bisa kita sanggah. Hadirnya manusia membawa sampah, polusi dan berbagai hal buruk lain terhadap alam sehingga membuat badak menjadi semakin sulit untuk bertahan hidup.</p><p><strong>Lambatnya Berkembang Biak</strong></p><p>Penyebab berikutnya mengapa populasi hewan ini terus berkurang adalah karena lambatnya ia dalam bereproduksi. Bahkan ketika dibiarkan hidup secara alami di sebuah hutan lindung tanpa ada gangguan, populasi badak masih berkurang tiap tahunnya. Penyebabnya adalah karena dari sisi reproduksi badak betina yang telah mendapatkan pasangan pejantan biasanya baru hamil setelah sekitar 16 – 19 bulan kemudian. Setelah ia melahirkan anaknya, badak betina ini baru akan mengalami birahi kembali setelah 5 tahun kemudian.</p><p>Karena perilaku reproduksi yang seperti itu, idealnya dalam sebuah populasi badak terdapat perbandingan antara pejantan dan betina 1 : 4. Dengan begitu, setiap tahunnya badan jantan dapat menghamili betina secara bergantian. Sayangnya kenyataan berada diluar harapan, populasi badak di ujung kulon justru malah lebih banyak betinanya.Tentunya komposisi populasi yang demikian tidaklah ideal untuk memperbanyak populasi hewan langka ini.</p><p><strong>Cara Melestarikan Badak Bercula Satu</strong></p><p>Setelah mengetahui penyebab mengapa hewan ini mengalami ancaman kepunahan diatas, cara melestarikan badak bercula satu yang kita lakukan haruslah bisa mengatasi ketiga hal diatas. Beberapa cara melestarikan badak bercula satu yang bisa kita lakukan antara lain :</p><p><strong>Mencegah Perburuan</strong></p><p>Perburuan menjadi hal utama yang perlu kita lakukan dalam cara melestarikan badak bercula satu. Walau sudah dilindungi sangat ketat, ternyata masih ada saja orang yang nekat untuk berburu hewan ini. Faktor ekonomi menjadi penyebabnya, harga cula yang sangat mahal membuat orang tergiur untuk memburu hewan ini.</p><p>Oleh sebab itu mencegah perburuan badak bercula satu perlu dilakukan secara terpadu oleh berbagai segmen masyarakat. Pemberian edukasi kepada masyarakat di sekitar habitat hewan ini juga penting untuk dilakukan. Edukasi ini selain membuat masyarakat bisa mencegah adanya perburuan juga agar mereka bisa hidup tanpa mengganggu habitat hewan ini.</p><p><strong>Menjaga Kelestarian Habitat</strong></p><p>Sepertinya untuk memperluas habitat badak bercula satu sangat sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebagai alternatifnya salah satu cara melestarikan badak bercula satu yang perlu kita lakukan adalah dengan menjaga kelestarian habitatnya. Tindakan ini telah dilakukan pemerintah dengan menyediakan taman nasional ujung kulon sebagai tempat hidup hewan ini secara alami yang tidak diganggu oleh manusia. Kawasan tersebut terus dijaga kesterilannya dari campur tangan manusia, sehingga diharapkan secara alami populasi badak bisa berkembang di alam.</p><p><strong>Penangkaran</strong></p><p>Seperti yang kita ketahui bahwa badak memiliki kecenderungan susah berkembang biak secara alami. Selain melestarikan hewan ini secara alami di habitatnya, membuat sebuah penangkaran untuk mengintensifkan proses perkembangbiak yang terkontrol bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa ekor badak. Upaya melestarikan badak bercula satu melalui penangkaran telah dilakukan di Gunung Honje, seluas 3.000 hektar yang sayangnya belum berjalan dengan baik. Padahal Gunung Honje merupakan salah satu tempat yang cukup strategis karena ketersediaan pakan hewan ini dalam jumlah cukup banyak.</p><p><strong>Edukasi Terhadap Masyarakat</strong></p><p>Cara melestarikan badak bercula satu lainnya yang tak kalah penting adalah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat terutama anak-anak. Dengan membuat anak-anak mengerti pentingnya menjaga kelestarian hewan, maka diharapkan generasi penerus kita bisa menjaga lingkungannya dengan lebih baik. Selain itu, diharapkan generasi penerus kita bisa menemukan solusi untuk melestarikan hewan ini dengan lebih baik.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223872960/d82242dca8f67f34eb04a726171bf8bc/ad8e20a7efef199669e020a4e5f393f0.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:49:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796045124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B - Kamila Annikaputri.</title>
         <author>milaanikaputri</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796045195</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Tembakul</strong> atau <strong>glodok</strong> adalah <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ikan_amfibi">ikan amfibi</a>. Mereka termasuk ke dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Famili_(biologi)">famili</a> <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Oxudercidae">Oxudercidae</a><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tembakul#cite_note-Nelson5-2"><sup> </sup></a>dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Subfamili">subfamili</a> Oxudercinae. Ada 32 spesies tembakul yang hidup. Ikan-ikan ini dikenal karena penampilannya yang tidak biasa dan kemampuan mereka untuk bertahan baik di dalam air maupun di darat. Nama-nama lainnya adalah <em>timpakul</em>, <em>tempakul</em>, <em>cempakul, gelodok</em>, <em>belodok</em>, <em>belodog</em>, atau <em>blodog</em>, atau <em>belacak</em> (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu">bahasa Melayu</a>), <em>gabus laut</em>, <em>lunjat</em>, dan <em>mudskipper</em> (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>) disebut demikian karena kebiasaannya melompat-lompat di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lumpur">lumpur</a>. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau">hutan bakau</a> ketika air surut. Di daerah Banyuwangi ikan ini banyak ditemukan di kawasan hutan bakau yang berlumpur, warga sekitar menyebutnya ikan bedul. Tembakul Hidup di wilayah pasang surut, tembakul biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, tembakul umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan.</p><p>Ikan jantan memiliki semacam alat <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kopulasi">kopulasi</a> pada kelaminnya. Setelah perkawinan, telur-telur tembakul disimpan dalam lubangnya itu dan dijaga oleh induk betinanya. Telur-telur itu lengket dan melekat pada dinding lumpur. <em>Periophthalmodon schlosseri</em> dapat bertelur hingga 70.000 butir.</p><p>Tembakul memangsa aneka <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hewan">hewan</a>, mulai dari <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketam_binatu&amp;action=edit&amp;redlink=1">ketam binatu</a> (<em>Uca</em> spp.), <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Udang">udang</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ikan">ikan</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerang">kerang</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cumi-cumi">cumi-cumi</a>, sampai ke <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Semut_ngangrang&amp;action=edit&amp;redlink=1">semut ngangrang</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lalat">lalat</a>. Ikan ini juga diduga memakan sedikit tumbuhan.</p><p>Ketika menjelajah daratan, tembakul juga sering menyerang dan mengusir tembakul yang lainnya untuk mempertahankan teritori nya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223870592/c616c599efd9422b85e7664327592acc/th__1_.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:49:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796045195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Muhammad Faiz A.K.       Bunga Bangkai</title>
         <author>faizabdullohkarnadi</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796046132</link>
         <description><![CDATA[<p>Bunga bangkai(Rafflesia arnoldii),Adalah sejenis bunga yang endemik di Indonesia yang hanya mekar 1 kali dalam seumur hidupnya.Dan untuk mekar mereka memerlukan waktu 10 tahun untuk mekar dan hanya mekar selama 5 malam selanjutnya sebelum mati. Jadi salah satu cara agar Bunga bangkai(Rafflesia arnoldii) adalah dengan tidak mengganggu habitat,tidak mengurangi media berkembang biak yaitu serangga secara berlebihan, nah karena kita sudah menyebutkan beberapa cara untuk menjaga bunga bangkai mari kita bahas</p><p><br/></p><p>Tidak mengganggu habitat hidupnya bunga bangkai akan membiarkan tetap berkembang biak di habitat aslinya yang akan memberikan kesempatan paling tinggi agar si bunga bangkai tetap hidup</p><p><br/></p><p>Mengapa kita tidak boleh memburu serangga secara berlebihan?.Karena apabila kita memburu terlalu banyak keseimbangan alam akan terganggu dan bunga bangkai ataupun tanaman-tanaman yang bergantung pada serangga untuk berkembang biak akan berkurang populasinya secara drastis</p><p><br/></p><p>Demikian dari saya mohon maaf kalo ada kekurangan selamat tinggal</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223868113/941556b5ab0e4b6d70db8900f8f2619f/61ef9ca74ad26.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:50:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796046132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Burung Maleo</title>
         <author>salmabuskari1</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796046634</link>
         <description><![CDATA[<p>Salma-7B</p><p><br/></p><p><em>Macrocephalon maleo</em>, biasa dikenal dengan burung maleo atau maleo senkawor adalah fauna endemik pulau Sulawesi. Artinya, hewan tersebut hampir tidak pernah ditemukan di tempat lain di Indonesia. Meski begitu, tidak semua tempat di Sulawesi bisa ditemukan burung maleo. Burung eksotis ini hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi, seperti di Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Namun, maleo juga bisa ditemukan di Maluku.</p><p>Burung maleo berukuran sedang dengan panjang sekitar 55 sentimeter dan sebagian besar bulunya berwarna hitam. Burung ini juga memiliki ciri fisik yang khas lainnya, antara lain kulit wajahnya bercorak kekuningan, mempunyai paruh jingga dan bulu di bagian bawahnya berwarna merah muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat semacam jambul keras berwarna hitam. Ukuran burung betina lebih kecil daripada jantan dengan warna yang lebih gelap.</p><p>Meski termasuk dalam keluarga burung, maleo tidak suka terbang. Burung ini lebih sering menggunakan kakinya untuk berjalan. Itulah mengapa mereka lebih tampak seperti ayam daripada burung. Pakan burung maleo terdiri dari aneka biji-bijian2, buah, semut, kumbang dan berbagai jenis hewan kecil lainnya.</p><p><br/></p><p>Cara Burung Maleo berkembang biak</p><p><br/></p><p>Biasanya, burung maleo akan pergi ke tempat bersarang dengan pasangannya pada pagi hari, lalu mereka akan menggali tanah, pasir, dan kerikil secara bergantian membentuk lubang besar.</p><p>Betina kemudian berhenti di dalam lubang untuk bertelur. Sementara sang jantan akan berlarian di sekitar lubang dengan mencoba menjulurkan leher mereka keluar untuk mewaspadai bahaya. Saat betina keluar, mereka kembali bergantian menutup lubang.&nbsp;</p><p>Tidak seperti burung pada umumnya, maleo tidak mengerami telur mereka dengan menggunakan panas tubuh mereka sendiri, melainkan mereka membiarkan alam yang bekerja. Maleo adalah megapoda, yaitu pembuat gundukan, jadi mereka menggali dan mengubur telurnya di dalam daerah-daerah yang hangat dari panas bumi, seperti di daerah sekitar pantai gunung berapi.&nbsp;</p><p>Maleo juga tidak melalui proses inkubasi dikarenakan ukuran telurnya yang cukup besar, bahkan lebih besar dari ukuran tubuhnya sendiri. Satu telur maleo ukurannya kira-kira sama dengan 5 telur ayam. Karena besarnya ukuran telur mereka, maleo juga bisa pingsan setelah bertelur.&nbsp;</p><p>Telur maleo harus menunggu kurang lebih 80 hari untuk bisa menetas dan anaknya bertemu dengan induknya. Proses tersebut cukup lama, belum lagi anak-anak burung maleo yang sudah menetas harus berjuang keluar dari pasir yang menumpuk.</p><p>Tidak heran bila anak-anak burung maleo lebih sering mati dan lama-kelamaan jumlahnya berkurang. Namun, setelah keluar dari telur dan tumpukan pasir sendirian, anak-anak burung maleo secara naluriah akan mencari tempat bersembunyi di hutan dan mencari makanannya sendiri.</p><p><br/></p><p>Sayangnya, Badan konservasi&nbsp;<em>International Union for Conservation of Nature</em>&nbsp;(IUCN) memasukkan burung maleo ke dalam kategori&nbsp;<em>endangered</em>&nbsp;atau hampir punah. Artinya, burung endemik di Sulawesi ini berisiko tinggi mengalami kepunahan dan bahkan dikhawatirkan bakal punah pada masa mendatang.&nbsp;</p><p>Keberadaan burung maleo terancam punah karena pembukaan lahan baru, penebangan liar, kebakaran hutan dan lahan menghilangkan habitat burung tersebut. Selain itu, perburuan liar terhadap maleo dan pencurian telurnya juga masih tinggi. Belum lagi adanya ancaman dari hewan predator, seperti ular dan biawak. Namun, berbagai cara sudah dilakukan untuk melestarikan burung maleo.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223869918/9f4e5af9837b6dbd15fde85d66ab7ca2/Ini_X_Karakter_Unik_Dari_Burung_Maleo_yang_Terancam_Punah_1.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:51:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796046634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B - Anggun Raisa</title>
         <author>anggunraisa1</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796048681</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Burung Cenderawasih</strong> adalah anggota famili <strong>Paradisaeidae</strong> dari ordo <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Passeriformes">Passeriformes</a>. Cenderawasih biasanya ditemukan di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia </a>seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres. Burung anggota keluarga ini dikenal karena <strong>bulu burung jantan</strong> pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih <strong>raja</strong> pada 50 gram dan 15&nbsp;cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110&nbsp;cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram.</p><p><br/></p><p>Contoh <strong>nyata</strong> upaya konservasi burung cenderawasih, yakni <strong>mengelola</strong> kawasan hutan yang menjadi habitat <strong>asli</strong> cenderawasih. Cara menjaga kelestarian burung cenderawasih ialah <strong>menindak tegas</strong> pelaku perburuan liar dan ilegal burung cenderawasih. Juga <strong>mencegah</strong> perburuan <strong>liar</strong> dan <strong>ilegal</strong>. Menghukum dan menindak tegas para pemburu satwa ilegal. Menimbulkan kesadaran dalam diri tiap <strong>manusia</strong> bahwasanya <strong>burung cenderawasih</strong> adalah makhluk hidup yang memiliki <strong>hak</strong>. Menjaga habitat asli <strong>burung cenderawasih</strong> agar tetap lestari.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223867686/20f5f68f5d3cc4c7f30aaf77c69db255/IMG_5155.png" />
         <pubDate>2023-11-20 07:52:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796048681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-R. Akhtarshad. F. N.</title>
         <author>rakhtarshad46_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796049534</link>
         <description><![CDATA[<p>Banteng Jawa merupakan satwa endemik yang hanya dapat ditemukan di pulau Jawa. Pada umumnya, banteng jawa dapat ditemukan di berbagai habitat termasuk hutan, lahan pertanian dan daerah rerumputan. Namun sayang, kini habitat alami satwa ini semakin mengecil.</p><p><br/></p><p>Seperti yang kita tahu, jumlah hutan alami mengalami penurunan drastis. Hal ini tentu berdampak pada habitat banyak satwa yang terancam punah tak terkecuali Banteng Jawa. Selain hilangnya habitat alami, satwa tangguh ini juga terancam karena adanya perburuan liar akan daging dan tanduk mereka.</p><p>Akibat ancaman tersebut, mengakibatkan sekitar 80% populasi banteng menurun drastis. Bahkan diperkirakan bahwa disetiap habitat, populasi mereka tidak mencapai 100 individu.Apakah kamu tahu bahwa Banteng Jawa sangat menyukai kebiasaan yang sama? – pada pagi hari, biasanya banteng akan mendatangi daerah rerumputan untuk mencari makan. ketika matahari sudah terik, mereka akan memanfaatkan waktunya untuk mencari sumber air dan menepi untuk beristirahat.Mereka biasanya sangat mudah dikenali karena tanduknya dan warna tubuhnya yang berbeda. Pejantan biasanya dapat tumbuh hingga 1,6 meter dengan berat mencapai 363kg.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223870586/b2b74a54a71048aa216e01caa43b2aa0/download.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:53:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796049534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Deandra Ulya A.</title>
         <author>deandraulya48_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796049737</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><br>badak bercula satu kecil</strong> adalah anggota famili  <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rhinocerotidae">Rhinocerotidae </a>yang sangat langka dan merupakan salah satu dari lima spesies <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak">badak </a>yang masih hidup. Cula badak ini biasanya kurang dari 25 cm dan lebih kecil dari cula spesies badak lainnya. Hanya badak jantan dewasa yang memiliki cula, sedangkan bada betina tidak memiliki cula sama sekali. Badak Jawa dulunya dapat ditemukan di banyak daerah di Asia Tenggara, termasuk <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, dan Cina. Namun, spesies ini sekarang <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Terancam_kritis">terancam punah</a> dan hanya memiliki satu populasi yang diketahui di alam liar, tanpa individu di penangkaran. Hanya ada sekitar 74 ekor badak ini di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Ujung_Kulon">Taman Nasional Ujung Kulon</a> di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> menjadikannya mamalia besar paling langka di dunia. Cara melestarikan Badak bercula satu yaitu dengan cara, mencegah perburuan, menjaga kelestarian habitat, penangkaran, edukasi terhadap masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223865721/d33dfd5c153da9ad541cd242a044a1e1/IMG_0220.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:53:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796049737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vanya Ghania Banafsha - 7B</title>
         <author>vanyaghania15_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796050118</link>
         <description><![CDATA[<p>Jalak Bali <em>(Leucopsar rothschildi)</em> adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25&nbsp;cm, dari suku Sturniade. Ia turut dikenali sebagai <em>Curik Ketimbang Jalak</em>.Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau bali dan merupakan hewan endemik Indonesia. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi bali. Pada medio tahun 90-an, Jalak Bali terancam punah akibat adanya perburuan liar untuk perdagangan ilegal karena harganya yang tergolong fantastis, mencapai puluhan juta untuk satu ekor burung. Ketika pertama kali ditemukan tahun 1912, Jalak Bali tercatat sebanyak 900-an ekor. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223868988/32af43aa3defde2fdfaffdf07103248f/B26731D4_63F1_470D_B568_2B81CFDE7DD1.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:54:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796050118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Kinza Ali Karmani </title>
         <author>kinzaalikarmani</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796050183</link>
         <description><![CDATA[<p>Lutung Miller ( <em>Presbytis canicrus</em> ), juga dikenal sebagai lutung beruban Miller atau lutung abu-abu Kutai , adalah spesies monyet daun . Ia adalah endemik Kalimantan Timur di pulau Kalimantan di Indonesia .Hewan ini merupakan salah satu primata paling terancam punah di dunia, dan pernah dianggap punah, hingga ditemukan kembali pada tahun 2012.</p><p>Lutung Miller terdaftar sebagai terancam punah oleh IUCN terutama karena hilangnya habitat, fragmentasi, dan perburuan. Ia adalah salah satu primata paling langka di Kalimantan. Dengan sedikit informasi yang tersedia, ia diperkirakan telah punah beberapa kali. Pada tahun 2012, tim ilmuwan internasional menemukannya kembali di Hutan Wehea di Kalimantan Timur, Kalimantan, dan menyangkal kepunahannya. Hutan Wehea berada di luar wilayah jelajah lutung Miller yang diketahui sebelumnya, yang sebagian besar merupakan Taman Nasional Kutai di sebelah selatan Wehea. Para ilmuwan menggunakan jilatan mineral dan kamera untuk menunjukkan bahwa spesies tersebut masih ada, dan mengalami kesulitan mengidentifikasinya dari foto karena sebelumnya hanya ada sedikit foto.Terbatas pada wilayah geografis mulai dari pesisir tengah Kalimantan Timur hingga Taman Nasional Kutai, spesies ini dianggap sebagai primata endemik dan sangat rentan. Para ahli berspekulasi bahwa spesies ini akan punah dalam waktu dekat, karena berbagai faktor seperti penggundulan hutan dan perburuan berlebihan untuk mengambil batu bezoar dan sebagai sumber makanan. Batu bezoar, yang merupakan endapan mineral keras dan halus yang ditemukan di saluran pencernaan beberapa hewan, digunakan sebagai jimat keberuntungan, dan juga karena kemampuannya menetralkan beberapa racun, namun hanya terdapat pada sebagian kecil monyet. . Meskipun lutung Miller dilindungi berdasarkan hukum Indonesia, perlindungan hukum tersebut mungkin tidak efektif karena lutung tersebut terdaftar di bawah nama ilmiah yang sudah tidak ada lagi .</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223868397/92aecffa1532f4f706a22fe1f55132ae/Presbytis_hosei_canicrus.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:54:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796050183</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B_Athifa Letissa Abiel</title>
         <author>athifaletissa15_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796050256</link>
         <description><![CDATA[<p>Harimau Sumatera</p><p>Harimau sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. </p><p><br></p><p>Harimau sumatra mengalami ancaman kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan sering kali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223868321/732a71953aa6af53aa6afb518eee6ec8/4B621B2A_B7F2_4F0A_B20D_39201EBCCB87.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:54:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796050256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Medina Mikayla A-7B</title>
         <author>medinamikaylaardhana</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796053258</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Harimau Sumatera</strong> atau <em>Panthera tigris sumatrae </em>dikenal sebagai harimau Sunda, yang dulunya berkeliaran di seluruh Kepulauan Sunda di Indonesia. Sangat disayangkan, kini populasinya terancam punah. Cara melestarikan Harimau Sumatera menjadi solusi dalam mengatasi <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="components__StyledLink-sc-il899o-0 ckWUNA _918c86772 enabled" href="https://kumparan.com/topic/kepunahan">kepunahan</a>,</p><p><br></p><p>-<strong> Penyebab kepunahan</strong></p><ul><li><p>Aktivitas memburu manusia</p></li><li><p>Pengurangan lahan hutan untuk pertanian</p></li><li><p>Pengurangan lahan untuk keperluan kemukiman</p></li><li><p>dll.</p></li></ul><p>-<strong>Cara Meletarikan Harimau Sumatera agar Tidak Punah</strong></p><p><br></p><p>1,<strong>Melindungi Habitat Mereka</strong></p><p>Melestarikan keberagaman alam yang tersisa, sangat penting bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatera. Mencakup penjagaan populasi dengan membangun zona konservasi, membuat peraturan tentang perburuan ilegal, dan perlindungan habitat.</p><p><br></p><p>2,<strong>Membuat Papan Larangan</strong></p><p>Cara selanjutnya adalah dengan membuat papan larangan berburu. Dalam papan larangan tersebut dapat disertai ancaman pidana jika perburuan tetap dilakukan.</p><p><br></p><p>3,<strong>Melaporkan Orang yang Berburu Satwa Langka</strong></p><p>Untuk melindungi harimau Sumatera yang ada di Indonesia, laporkan orang yang melakukan perburuan ke pihak yang berwajib.</p><p>Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap orang yang melakukan perburuan terhadap harimau Sumatera dan memberikan peringatan untuk masyarakat lain yang ingin melakukan perbuatan yang sama.</p><p><br></p><p>selain ini masih ada banyak lagi cara cara untuk mencegah kepunahan harimau ini, sebagai warga indonesia kita harus terus menjaga dan merawat alam dan hewan hewan yang ada di indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1042820309/a51aaf858fe941cdc37d8cf0e68cb3a4/large_pict_harimau_sumatera_membentuk_peradaban_peradaban_sumatera_5255b7f07a69c93a2b5365a9.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:57:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796053258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ameera Shahnaz P. N – 7B</title>
         <author>anitipradja</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796053714</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai warga negara Indonesia, kita harus ikut turut dalam melestarikan hewan atau tumbuhan yang berasal dari negara kita sendiri, salah satunya yaitu Jalak Bali. Burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi), adalah burung asli pulau Bali. Burung ini pernan terancam punah disebabkan oleh pemburuan liar masif dikarenakan tingginya permintaan untuk koleksi, cara-cara terbaik untuk mencegah agar Jalak Bali tidak punah yaitu sebagai berikut:</p><p><br/></p><ol><li><p>Mendirikan penangkaran untuk burung Jalak Bali.</p></li><li><p>Membuat pelanggaran penangkapan burung Jalak Bali.</p></li><li><p>Membuat program edukasi tentang burung Jalak Bali.</p></li><li><p>Membuat pembangunan lingkungan yang baik untuk burung Jalak Bali.</p></li><li><p>Membuat poster tentang pentingnya mencegah kepunahan burung Jalak Bali.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223868905/273e04ef3813904b22fa972d15eb01c5/IMG_0268.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:57:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796053714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Haikal abrisham gotawa</title>
         <author>haikalgotawa20_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796053968</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Singa laut</strong> adalah <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Pinniped">hewan pinniped</a> yang memiliki ciri <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Pinna_(anatomy)">penutup telinga</a> luar , jari depan yang panjang, kemampuan berjalan dengan empat kaki, rambut pendek dan tebal, serta dada dan perut yang besar. Bersama dengan anjing <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Fur_seal">laut berbulu</a> , mereka membentuk keluarga <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Otariidae">Otariidae</a> , <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Eared_seal">anjing laut bertelinga</a> . Singa laut memiliki enam spesies <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Extant_taxa">yang masih ada</a> dan satu spesies punah ( <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Japanese_sea_lion">singa laut Jepang</a> ) dalam lima <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Genera">genera</a> . Sebarannya terbentang dari perairan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Subarctic">subarktik</a> hingga <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Tropical">tropis</a> di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ocean">lautan global</a> di belahan bumi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Northern_Hemisphere">utara</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Southern_Hemisphere">selatan</a> , dengan pengecualian di bagian utara <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Atlantic_Ocean">Samudera Atlantik </a>Mereka mempunyai <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Life_expectancy">umur rata-rata</a> 20–30 tahun. Singa laut California jantan memiliki berat rata-rata sekitar 300 kg (660 lb) dan panjang sekitar 2,4 m (8 kaki), sedangkan singa laut betina memiliki berat 100 kg (220 lb) dan panjang 1,8 m (6 kaki) . Singa laut terbesar adalah <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Steller%27s_sea_lion">singa laut Steller</a> , yang beratnya dapat mencapai 1.000 kg (2.200 lb) dan tumbuh hingga panjang 3,0 m (10 kaki). Singa laut mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus dan diketahui memakan sekitar 5–8% berat badannya (sekitar 6,8–15,9 kg (15–35 lb)) sekali makan. Singa laut dapat bergerak dengan kecepatan sekitar 16 knot (30 km/jam; 18 mph) di dalam air dan paling cepat mereka dapat mencapai kecepatan sekitar 30 knot (56 km/jam; 35 mph). Tiga spesies, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Australian_sea_lion">singa laut Australia</a> , <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/Gal%C3%A1pagos_sea_lion">singa laut Galápagos,</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/New_Zealand_sea_lion">singa laut Selandia Baru</a> , terdaftar sebagai <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://en.m.wikipedia.org/wiki/IUCN_Red_List_endangered_species_(Animalia)">terancam punah</a> .</p><p><br/></p><p>Cara mengkonversi/pelestarianya</p><p>1.menghindari pemburuan hewan secara liar </p><p>2.Membuat kebun binatang untuk melestarikannya</p><p>3.menjaga habitatnya</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223871525/4878a68c3b5e5a4f8a06df7c9dd6b3fc/fakta_menarik_seputar_singa_laut_20230320121708.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:57:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796053968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B - Adiya Aladena Kaisara</title>
         <author>adiyaaladena19_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796054516</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu keragaman spesies hewan khas Ekosistem <em>Wallacea</em> adalah Burung Maleo (<em>Macrocephalon maleo</em>). Namun, saat ini Burung Maleo mulai terancam punah karena habitatnya yang semakin sempit dan telur-telurnya yang terus diambil manusia. Diperkirakan jumlahnya kurang dari 10.000 ekor. Untuk mecegah kepunahan Burung Maleo, terdapat tiga strategi pelestarian atau konservasi, yaitu:</p><ol><li><p>Menjamin terpeliharanya proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan bagi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan manusia (perlindungan sistem penyangga kehidupan).</p></li><li><p>Menjamin terpeliharanya keanekaragaman sumber genetik dan tipe-tipe ekosistemnya sehingga mampu menunjang pembangunan untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang menggunakan sumber daya alam hayati bagi kesejahteraan.</p></li><li><p>Mengendalikan cara-cara pemanfaatan sumber daya alam hayati sehingga terjamin kelestariannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2021/10/fromandroid-52e616fbad625f816b9007dd58bf3f55_600x400.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:58:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796054516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Freya - 7B</title>
         <author>freyafauziyyah4c</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796054692</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>Orang utan</strong> atau <strong>mawas</strong> adalah <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hominidae">kera besar</a> yang berasal dari <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hutan_hujan">hutan hujan</a> <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>. Sekarang hewan ini hanya ditemukan di sebagian <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, tetapi selama era <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pleistosen">Pleistosen</a>, mereka tersebar di seluruh <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tiongkok_selatan">Tiongkok Selatan</a>. Sayangnya sekarang orang utan telah berkurang karena terancam dan habitat mereka telah dihancurkan. Agar mereka tidak punah maka kita harus melindungi mereka. Cara terbaik untuk melindungi orang utan yaitu:</p><p><br></p><ol><li><p>Tidak melakukan pemburuan secara besaran terhadap orang utan</p></li><li><p>Tidak merusak habitat orang utan</p></li><li><p>Tidak merusak rantai makanan di dalam hutan</p></li><li><p>Melakukan insitu atau exitu jika habitat mereka hancur</p></li><li><p>Mengedukasi masyarakat untuk melindungi orang utan</p></li><li><p>Melaporkan orang yang mengancam orang utan agar tidak terjadi lagi</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223866972/2b0554753ccf69c33f4a74aa12a64b06/9CFF5F99_E7D3_4D9F_A219_F6D589DC2E99.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:58:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796054692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cedric Arkaan Kusumah Atmadja 7B</title>
         <author>cedricarkaanka</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796056833</link>
         <description><![CDATA[<p>Burung Cendrawasih adalah anggota famili Parassidae dari ordo Passeriformes. Cenderawasih biasanya ditemukan di Indonesia&nbsp;seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan Australia Timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih raja pada 50 gram dan 15&nbsp;cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110&nbsp;cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram.</p><p><br/></p><p>Burung cenderawasih dewasa digambarkan pada bendera Papua Nugini. David Attenbourgh&nbsp;telah menyatakan beberapa burung Cenderawasih sebagai jenis hewan favoritnya, mungkin dia menyukai Cenderawasih Botak</p><p><br/></p><p>Masyarakat di Papua sering kali memakai bulu cenderawasih dalam pakaian dan adat mereka, dan beberapa abad yang lalu bulu cendrawasih banyak dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan topi wanita di Eropa. Perburuan untuk mendapat bulu dan perusakan habitat menyebabkan penurunan jumlah burung pada beberapa jenis ke tingkat terancam; perusakan habitat karena penebangan hutan sekarang merupakan ancaman utama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-20 08:00:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796056833</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Vania Keyza Kurniawan</title>
         <author>vaniakeyza01_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796056969</link>
         <description><![CDATA[<p>Burung Kakatua ini adalah spesies endemik(yang berarti burung yang hanya bisa ditemukan di wilayah tertentu) di kepulauan Tanimbar, Pulau Larat, Kepulauan Kai, semuanya di Provinsi Maluku. Kakatua (suku Cacatuidae) adalah jenis burung hias yang memiliki bulu yang indah dengan lengkingan suara yang cukup nyaring. Spesies ini termasuk salah satu burung dengan kecerdasan yang cukup bagus, sehingga sering digunakan untuk acara-acara hiburan di kebun binatang atau tempat hiburan lainnya.Kaka tua jambul kuning merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi&nbsp;yang saat ini populasinya semakin menurun karena perburuan dan perusakan habitat alaminya. Sebab, burung ini masuk dalam kategori hewan yang dilindungi&nbsp;karena disebut sudah hampir punah. Burung kakatua yang dipelihara secara ilegal bisa berbuntut hukum. Hal ini bisa membuat orang tersebut terancam penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp. 100 juta. Oleh karena itu kita harus melestarikan hewan hewan yang langka ini.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223869362/e3f1f55eb20dedaecb323ce108e0d75b/download.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 08:00:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796056969</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Aline D. P. </title>
         <author>alinedaaniap</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796057919</link>
         <description><![CDATA[<p>Bunga bangkai atau dalam bahasa Latin disebut Amorphophallus titanum (Becc.) Becc. Tumbuhan ini sudah sangat terkenal di masyarakat karena memiliki perbungaan yang sangat besar dan merupakan tumbuhan dengan perbungaan terbesar di dunia. Bunga bangkai kini terancam punah keberadaannya, terutama di habitat aslinya yakni hutan Sumatera. Penyebabnya karena penggundulan hutan atau deforestasi, yang membuat tumbuhan endemik tersebut semakin berkurang di alam liar.</p><p><br></p><p>Amorphophallus Titanum Becc atau bunga bangkai di Taman Konservasi Puspa Langka, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, contohnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-20 08:01:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796057919</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Bachaque bachtaru</title>
         <author>ppgr4fzhbn</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796058333</link>
         <description><![CDATA[<p><em>2. Menjaga habitat tempat hidupnya elang jawa agar tidak semakin berkurang atau rusak</em></p><p><em>3. Tidak memburu elang jawa untuk kesenangan pribadi, seperti hobi menembak.</em></p><p><em>4. Mencegah dan melaporkan jika ada perjualbelian elang jawa</em></p><p><em>5. Tidak memelihara elang jawa sebagai koleksi pribadi</em></p><p><em>6. Membantu pemerintah mengawasi keberadaan elang jawa di sekitar</em></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223879152/21c950ad400a41dcfe38835eef9a1710/740E88D0_176B_4296_87D6_9392B9E11C71.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 08:01:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796058333</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Ghazi Pradipta Herlambang</title>
         <author>ghazipradipta91_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796088386</link>
         <description><![CDATA[<p>satwa misterius ini memang luput dari perhatian publik, karena memang secara alami, satwa ini tidak muncul di siang hari, dan membangun sarang di bawah tanah. Namun setidaknya sejak 2 tahun terakhir, reptil ini mulai populer di seluruh dunia berkat foto-fotonya yang diunduh di media sosial.</p><p>Ya, inilah biawak tak bertelinga (<em>Lanthanotus borneensis</em>), atau dalam Bahasa Inggris dinamakan&nbsp;<em>earless monitor lizard</em>. &nbsp;Biawak &nbsp;ini menjadi satu-satunya anggota dari famili Lanthanotidae yang hanya ditemui (endemik) di Kalimantan.</p><p>Sejak penemuan pertamanya pada tahun 1877, semua catatan keberadaan biawak tak bertelinga tersebut merujuk ke Sarawak (Borneo, Malaysia).&nbsp; Penemuan “fosil hidup” belakangan ini ditemukan di sebuah kebun sawit yang sedang dibangun di hutan Tembawang, &nbsp;Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, &nbsp;yang ‘memperluas’ distribusi populasinya hingga ke arah selatan Kalimantan. Bukan tidak mungkin, spesies ini akan ditemukan di tempat lain di Kalimantan.</p><p>Para peneliti sering menjulukinya&nbsp;<em>living fossil</em>&nbsp;karena hewan ini masih ada dikala hewan-hewan lain yang ‘seumuran’ sudah banyak yang punah.Sejak tahun 1877 hingga 1961, hanya 12 spesimen yang telah ditemukan dan hanya sekitar 100 dari kadal ini yang pernah dikumpulkan. Sebagian besar informasi yang dipublikasikan tentang&nbsp;<em>Lanthanotus borneensis</em>&nbsp;&nbsp;hanya berdasarkan laporan observasi perilaku spesimen tunggal yang disimpan di penangkaran dan sedikit saja yang diketahui tentang perilakunya di habitat aslinya.Biawak tak bertelinga dapat ditemukan di daerah dekat dengan sungai, karena merupakan hewan&nbsp;<em>semiaquatik</em>&nbsp;atau kadang-kadang hidup di air kadang di darat. &nbsp;Karena&nbsp;<em>nocturnal</em>&nbsp;alias hewan yang aktif pada malam hari, sehingga&nbsp;sangat jarang muncul. Oleh karena itu membuatnya menjadi masih menjadi hewan yang misterius, karena perilaku atau kebiasan hidupnya kurang bisa diamati.</p><p>Ciri umum satwa ini adalah tidak ada lipatan gular, hidung tumpul dan tidak adanya telinga eksternal atau indra pendengaran lain yang terlihat, meski tentu saja tetap bisa mendengar. Panjang tubuhnya bisa mencapai 45 cm hingga 55 cm. Selain itu, kelopak matanya transparan dan letaknya yang lebih rendah daripada biawak atau kadal jenis lain.</p><p>Ciri yang paling mudah dilihat adalah kulit luarnya yang dipenuhi dengan gerigi-gerigi seperti pada buaya, yang tersusun secara teratur berbentuk garis mulai dari bagian kepala sampai pada ekornya yang cukup panjang.</p><p>Warna kulit hewan ini adalah coklat tua pada bagian atas dan berwarna coklat agak muda pada bagian perutnya. satwa ini memiliki empat kaki di depan dan belakang, dan di setiap kakinya terdapat lima jari dengan kuku yang tajam. Biawak tak bertelinga merupakan reptil’ yang berkembangbiak dengan cara bertelur.</p><p>Para ahli memperkirakan bahwa rentang populasi biawak tak bertelinga ini mungkin hanya ada di Serawak (Malaysia) dan Kalimantan Barat. Meski begitu, kurangnya penelitian dan pengetahuan mengenai satwa misterius ini, termasuk pola penyebaran, dan jumlah populasinya, menyebabkannnya kesulitan memastikan penyebarannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223872559/1b7d476887c2594371ecc811e7156a53/images_jpeg_1.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 08:31:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796088386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Narumi 7b</title>
         <author>narumidiyari</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796258033</link>
         <description><![CDATA[<p>adalah anggota famili <strong>Paradisaeidae</strong> dari ordo <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Passeriformes">Passeriformes</a>. Cenderawasih biasanya ditemukan di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> timur..</p><p><br/></p><p>cara agar burung cendrawasih tidak punah</p><ol><li><p>membuat denda bagai siapapun yang menangkap</p></li><li><p>membuat edukasi ttg burung cendrawasih</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1325945577/84dac9a15a3df398fe116ba0531d6ca0/image.png" />
         <pubDate>2023-11-20 11:08:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796258033</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B - Kayleen Shamira Wibowo</title>
         <author>kayleenshamira</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796352583</link>
         <description><![CDATA[<p>Burung Cenderawasih adalah anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Cenderawasih biasanya ditemukan di Indonesia seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan Australia timur. </p><p>-Habitat</p><p>Burung cendrawasih biasa ditemukan di hutan dataran rendah di kawasan kepulauan selat Tores, Papua, Papua Nugini dan Australia Timur. Indonesia adalah negara yang beruntung karena sebagian besar dari jenis burung ini dapat ditemukan di Indonesia, dengan persebaran sekitar 28 jenis di wilayah papua, dan dua lainnya di kepulauan Halmahera dan kepulauan Tores.</p><p>-Ciri-ciri</p><p>Burung cendrawasih memiliki ciri khas yaitu jantannya memiliki bulu yang berwarna-warni dan cerah, biasanya adalah warna gabungan antara hitam, hijau, merah , biru dan kuning. Selain itu juga mereka cenderung memiliki bulu-bulu unik yang tumbuh di beberapa bagian tubuh, termasuk ekor.</p><p>Pada musim kawin, mereka kerap kali melakukan tarian-tarian untuk memikat lawan jenis sambil bernyanyi di atas dahan pohon dan tarian mereka bisa saja berbeda sesuai jenis mereka.</p><p>-Kepunahan</p><p>Burung Cendrawasih juga menjadi salah satu hewan yang terancam punah di Indonesia. Dikarenakan burung tersebut mempunyai bulu yang indah sehingga banyak pemburuan dan penangkapan liar yang dilakukan untuk perdagangan.</p><p>-Upaya pelestarian</p><ol><li><p>Melepaskan ke alam</p><p>untuk memberikan kebebasan dan kesempatan burung cendrawasih untuk menikmati kebahagiaan yang lebih bedar dan haqiqi, lepaskan ia ke alamnya tentu saja pilih lokasi yang benar benar alami dan lestari</p></li><li><p>Tidak memburu</p><p>jelas bahwa cara melestarikan burung cendrawasih tentu dengan tidak memburunya. memburu dapat beresiko menyakiti, menimbulkan stres, dan akhirnya menyebabkan kematian.</p></li><li><p>Menanam pohon</p><p>Cara melestarikan burung cendrawasih juga dapat dilakuan dengan kebiasaan menanam pohon, karena penyebab kepunahan cendrawasih salah satunya adalah kekurangan tempat tinggal. Sehingga dapat melestarikan lingkungan tempat tinggalnya</p></li></ol><p>Dalam pelestarian burung cendrawasih juga terdapat insitu dan exsitu</p><p>-Insitu</p><p>Burung Cendrawasih biasa ditemukan di Indonesia seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini dan Australia Timur</p><p>-Exsitu</p><p>Burung Cendrawasih juga dilestarikan dalam exsitu seperti taman nasional teluk cendrawasih</p>]]></description>
         <enclosure url="https://static.cdntap.com/tap-assets-prod/wp-content/uploads/sites/24/2021/10/Cendrawasih-HBW-lead.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 12:41:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2796352583</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Altair Keefarizky Risaldy</title>
         <author>altaaeldra</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2803628750</link>
         <description><![CDATA[<p>Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah Badak yang berasal dari pulau Jawa. Hewan mamalia ini termasuk binatang herbivora yang mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.</p><p>Kerajaan: Animalia </p><p>Filum: Chordata</p><p>Kelas: Mammalia</p><p>Ordo: Perissodactyla</p><p>Famili: Rhinocerotidae</p><p>Genus: Rhinoceros</p><p>Sedihnya, badak jawa ini terancam punah karena populasinya hanya ada 58 sampai 68 ekor di seluruh indonesia. Badak jawa diburu karena orang orang ingin mengambil culanya dan dijual, biasa di jual di Tiongkok untuk dijadikan bahan obat-obatan, dan secara historis kulitnya digunakan untuk membuat baju baja tentara Tiongkok. Suku lokal di Vietnam percaya bahwa kulitnya dapat digunakan sebagai penangkal racun untuk bisa ular.</p><p><br/></p><p>Berikut cara konservasi agar badak jawa tidak punah, yaitu:</p><p><br/></p><p>1. Memberikan Edukasi dan Sosialisasi<br><br>Hal pertama yang harus dilakukan yaitu memberikan edukasi dan sosialisasi apa yang dapat masyarakat lakukan. Banyak masyarakat yang tidak tahu jenis satwa apa saja yang dilindungi oleh pemerintah.<br><br>Yang harus mendapatkan edukasi dan sosialisasi ini adalah masyarakat yang tinggal di pesisir laut dan juga yang ada di sekitar hutan untuk tidak membunuh atau memburu satwa langka yang dilindungi tersebut.<br><br>2. Mendukung Upaya Pelestarian Lingkungan<br>Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan yaitu mendukung upaya pemerintah maupun lembaga lingkungan untuk melakukan pelestarian lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan bantuan finansial maupun moril dalam setiap kampanye yang dilakukan.<br><br>3. Membuat Penangkaran<br>Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian fauna di Indonesia antara lain mendirikan penangkaran. Penangkaran dapat membuat satwa langka bisa berkembang biak agar tidak punah. Perkembangbiakan ini juga bertujuan agar menjaga satwa dari kepunahan.<br><br>4. Membuat Papan Larangan<br>Cara melindungi fauna dari kelangkaan selanjutnya yaitu membuat papan larangan berburu. Dalam papan tersebut dapat berisikan ancaman pidana atau sanksi jika perburuan tetap dilakukan.<br><br>Contohnya masyarakat di sekitar lereng Muria Jepara sudah memasang papan larangan untuk tidak berburu satwa langka yang ada di lereng tersebut terutama burung.<br><br>5. Melaporkan Orang yang Berburu Satwa Langka<br>Melaporkan orang yang berburu satwa adalah hal yang wajib dilakukan. Hal ini bertujuan agar membuat efek jera terhadap orang yang melakukan perburuan tersebut dan memberikan peringatan terhadap masyarakat lain yang ingin melakukan perbuatan serupa.<br><br>6. Menghindari Transaksi Binatang Langka<br>Jangan membeli satwa yang dilindungi oleh pemerintah seperti Burung Cenderawasih, Macan Dahan, Owa, Beruang Madu dan masih banyak lagi lainnya. Satwa langka tersebut bahkan di ekspor ke luar negeri dengan harga yang bervariasi.<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223877985/6fe9916a04f258768d0d229c9f2179a9/badak_jawa.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-27 07:15:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2803628750</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B - Fazriel Alaric Radithya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2803717762</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="tooltip-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo">Komodo adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia </a><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ac-anchor sup-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo"><sup>1</sup></a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="tooltip-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo">Biawak ini merupakan spesies terbesar dari familia Varanidae, sekaligus kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter dan beratnya bisa mencapai 100 kg </a><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ac-anchor sup-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo"><sup>1</sup></a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="tooltip-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo">Komodo merupakan pemangsa puncak di habitatnya karena sejauh ini tidak diketahui adanya hewan karnivora besar lain selain biawak ini di sebarang geografisnya </a><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ac-anchor sup-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo"><sup>1</sup></a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="tooltip-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo">Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka menjadi salah satu hewan paling terkenal di dunia </a><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ac-anchor sup-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo"><sup>1</sup></a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="tooltip-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo">Sekarang, habitat komodo yang sesungguhnya telah menyusut akibat aktivitas manusia, sehingga lembaga IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang terhadap kepunahan </a><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="ac-anchor sup-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo"><sup>1</sup></a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="tooltip-target" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo">Biawak komodo telah ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan habitatnya dijadikan Taman Nasional Komodo, yang tujuannya didirikan untuk melindungi mereka. </a></p><p><br/></p><p>Konservasi binatang komodo melibatkan langkah langkah perlindungan habitat, penegakan hukumterhadap perburuan ilegal, pendidikan masyarakat tentang pentinya pelestarian, serta penelitian untu pemahaman lebih lanjut tentang ekologi dan perilaku komodo. Upaya kolaboratif antara pemerintah, organisasi konservasi,dan msayarakat lokal juga krusial untuk menjaga keberlanjutan populasi komodo.</p><p><br/></p><p>Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga kelestarian komodo. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah dan juga beberapa komunitas pecinta satwa liar yang dibantu dengan masyarakat setempat. Lantas, cara apa saja yang bisa dilakukan untuk melestarikan komodo?</p><p><br/></p><p><strong>1.Pelestarian Kondisi Alam</strong></p><p>Upaya ini merupakan langkah awal yang bisa dilakukan dalam menjaga habitat komodo, lantaran sebuah habitat yang stabil dan terjaga secara otomatis spesies yang ada didalamnya juga akan tetap terjaga. Langkah yang pernah diambil oleh pemerintah dalam menjaga kondisi alam di pulau komodo adalah dengan memberhentikan pembangunan pada wilayah setempat. Langkah ini bertujuan agar desa tradisional yang ada di kawasan tersebut tidak berubah sehingga interaksi antara masyarakat dan komodo akan tetap bertahan.</p><p>Dimana, hal tersebut juga akan menarik perhatian para wisatawan. Disamping itu, komodo yang juga kerabat dengan dengan biawak juga banyak dijadikan hewan peliharaan. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://arenahewan.com/cara-memelihara-biawak-di-rumah">Cara memelihara biawak di rumah</a> pun terbilang mudah dan ada beberapa <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://arenahewan.com/tips-sebelum-memelihara-biawak">tips sebelum memelihara biawak</a> yang patut diperhatikan.</p><p><br/></p><p><strong>2.Meningkatkan Pariwisata</strong></p><p>Menyambung upaya pada poin pertama diatas. Dimana, jika kondisi alam telah dirawat dan kondusif untuk komodo, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan upaya peningkatan pariwisata. Akan tetapi, wisatawan yang datang berkunjung juga harus dibatasi.</p><p>Sistem pengelolaan yang baik juga akan menjadikan kawasan tersebut layak dikunjungi. Pada saat bersamaan, upaya pelestarian komodo juga akan terus berlanjut dengan meningkatnya perekonomian yang ada di sana.</p><p><br/></p><p><strong>3.Menjaga Makanan Komodo</strong></p><p>Sudah menjadi syarat utama bahwa individu harus memperoleh makanan untuk bisa bertahan hidup. Komodo juga termasuk diantaranya. Maka dengan menyambung pada poin diatas, jika kondisi lingkungan sudah terjaga dengan baik, maka asupan makanan untuk komodo juga perlu diperhatikan.</p><p>Terlebih, jika kasus seperti kekurangan makanan pernah dialami oleh komodo. Dimana 50% individu pada saat itu mengalami kekurangan makanan, yang disebabkan oleh sumber makanan yang juga diambil secara ilegal oleh manusia.</p><p><br/></p><p><strong>4.Melakukan Sosialisasi Secara Rutin</strong></p><p>Kegiatan ini juga tergolong sangat penting dilakukan baik bagi komunitas pencinta satwa maupun pemerintah yang terkait. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat umum agar memberi mereka pengertian untuk ikut menjaga habitat komodo. Dan juga untuk menghimbau agar tidak lagi melakukan perburuan liar terhadap komodo.</p><p>Termasuk juga diantaranya adalah mengajak beberapa lembaga, baik internasional maupun nasional untuk menggalang dana dalam melestarikan komodo. Kegiatan ajakan ini, juga sekaligus bisa memperkenalkan kekayaan fauna Indonesia.</p><p><br/></p><p><strong>5.Pengembangan Populasi</strong></p><p>Upaya yang juga bisa dilakukan adalah dengan melakukan pengembangan populasi komodo dengan cara mengawinkan komodo dengan bantuan manusia. Meskipun hal ini masih jarang atau malah tidak pernah dilakukan, akan tetapi cara ini diharapkan mampu meningkatkan populasi komodo jika mengalami keberhasilan. Peran para ahli dalam langkah ini sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan. meskipun komodo termasuk kedalam daftar <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://arenahewan.com/hewan-eksotis-yang-bisa-dipelihara-di-rumah">hewan eksotis yang bisa dipelihara di rumah</a>, namun bukan berarti harus menghambat perkembangan populasinya secara ilegal.</p><p><br/></p><p><strong>6.Membuat Peraturan Larangan Berburu Komodo</strong></p><p>Larangan ini harus diberlakukan dengan menyertakan undang-undang perlindungan bagi komodo, dan juga undang-undang sanksi bagi pelanggar yang terbukti bersalah telah menangkap dan melukai komodo. Selain itu, upaya mengatasi berbagai ancaman lain juga sepatutnya dilakukan. Ancaman tersebut bisa berasal dari sisi internal, seperti ancaman gangguan kesehatan yang bisa kapan saja dialami oleh komodo. Hal ini tentu saja bisa dilakukan dengan melakukan pengecekan kesehatan secara rutin terhadap komodo yang ada di penangkaran.</p><p>Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan Komodo. Dalam melaksanakannya, sangat diharapkan pula adanya kesadaran untuk berhenti merusak lingkungan habitat Komodo. Dan juga, pemerintah dibantu oleh masyarakat umum dalam mewujudkan niat baik tersebut. Ketahui pula <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://arenahewan.com/bahaya-memelihara-iguana">bahaya memelihara iguana</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://arenahewan.com/cara-menjinakkan-iguana-hijau">cara menjinakkan iguana hijau</a>.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2231073523/17afd54b9aef0a723872614e87d422ad/R.jpg" />
         <pubDate>2023-11-27 08:40:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2803717762</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B-Calya Rayska N</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2803976475</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Harimau sumatra</strong> adalah populasi <em>Panthera tigris sondaica</em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_sumatra#cite_note-catsg2017-2"><sup>[2]</sup></a> yang mendiami pulau <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> dan satu-satunya anggota subspesies harimau sunda yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Bukit_Barisan">Pegunungan Bukit Barisan</a> jama sejarah <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_taman_nasional_di_Indonesia#Sumatra">taman-taman nasional di Sumatra</a>.Tercatat 66 ekor harimau sumatra terbunuh antara tahun 1998 dan 2000.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2231408920/52e330c4e4e891c3b3c5d3c41737abb6/download.jpg" />
         <pubDate>2023-11-27 13:09:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2803976475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zeeshan Fathan Tjokronegoro 7B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2811075356</link>
         <description><![CDATA[<p>Badak Jawa dulunya dapat ditemukan di banyak daerah di Asia Tenggara, termasuk <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, dan Cina. Namun, spesies ini sekarang <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Terancam_kritis">terancam punah</a> dan hanya memiliki satu populasi yang diketahui di alam liar, tanpa individu di penangkaran. Hanya ada sekitar 74 ekor badak ini di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Ujung_Kulon">Taman Nasional Ujung Kulon</a> di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>,<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-3"><sup>[3]</sup></a> menjadikannya mamalia besar paling langka di dunia.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-:0-4"><sup>[4]</sup></a> Sayangnya, populasi badak jawa di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Cat_Tien">Taman Nasional Cat Tien</a> di Vietnam telah punah sejak 2011.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-5"><sup>[5]</sup></a> Penurunan populasi spesies ini terutama disebabkan oleh perburuan liar, terutama untuk diambil culanya yang berharga hingga US$30.000 per kg di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_gelap">pasar gelap</a>.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-:0-4"><sup>[4]</sup></a> Perburuan untuk mendapatkan piala juga berkontribusi terhadap penurunan jumlah badak jawa seiring dengan meningkatnya kehadiran orang Eropa di wilayah jelajah mereka. Hilangnya habitat, terutama akibat dari perang seperti <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Vietnam">Perang Vietnam</a>, juga berperan penting dalam penurunan spesies ini dan menghambat upaya pemulihan.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-Santiapillai2-6"><sup>[6]</sup></a> Meskipun populasi yang tersisa berada di dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Ujung_Kulon">kawasan lindung nasional</a>, badak-badak ini masih menghadapi risiko dari pemburu liar, penyakit, dan hilangnya keanekaragaman genetik yang dapat menyebabkan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Depresi_perkawinan_sekerabat">depresi perkawinan sekerabat</a>.</p><p>Badak Jawa dapat hidup hingga 30-45 tahun di habitat aslinya. Mereka biasa tinggal di hutan hujan dataran rendah, padang rumput basah, dan dataran banjir yang luas. Badak ini merupakan makhluk yang suka menyendiri, kecuali saat pacaran dan saat membesarkan anak. Namun, mereka dapat berkumpul di dekat jilatan garam atau berkubang sesekali. Di daerah jelajahnya, badak jawa tidak memiliki <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemangsaan">predator</a> alami selain manusia. Badak ini biasanya menghindari manusia, dan para ilmuwan serta ahli konservasi jarang melakukan penelitian langsung karena statusnya yang sangat langka dan potensi bahaya yang dapat mengganggu spesies ini. Para peneliti bergantung pada <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kamera_jebakan">kamera jebakan</a> dan sampel tinja untuk mempelajari perilaku dan kesehatan mereka, membuat badak jawa menjadi spesies badak yang paling sedikit diteliti.</p><p>Pada 28 Februari 2011 dan April 2012, video yang menunjukkan pasangan induk dan anak serta pasangan dewasa yang sedang berpacaran, membuktikan bahwa badak jawa masih berkembang biak di alam liar. Sayangnya, hanya ada 58 hingga 68 ekor badak yang tersisa di habitat aslinya,<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-setiawan-7"><sup>[7]</sup></a> dan tidak ada satupun yang berada di penangkaran. Pada April 2018, seekor badak jawa jantan bernama Samson mati pada usia 30 tahun, jauh lebih muda dari usia umumnya yang mencapai 50 hingga 60 tahun. Tes DNA saat ini sedang dilakukan untuk menyelidiki penyebab kematiannya, termasuk kemungkinan adanya degenerasi perkawinan sedarah.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-8"><sup>[8]</sup></a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://ichef.bbci.co.uk/news/640/cpsprodpb/F375/production/_104952326_gettyimages-467393232-594x594.jpg" />
         <pubDate>2023-12-02 02:24:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2811075356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7B_ Ajeng Zivana H.S</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2818684665</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Tapir</strong>, <strong>tenuk</strong>, atau <strong>badak babi</strong> adalah kelompok <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hewan">hewan</a> <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Herbivor">herbivor</a> dari genus <strong><em>Tapirus</em></strong>. Kelompok hewan ini umumnya hidup memakan dedaunan muda di sepanjang hutan atau pinggiran sungai. Tapir memiliki bentuk tubuh seperti babi, telinga yang mirip badak dan moncongnya yang panjang mirip trenggiling, sementara lenguhannya lebih mirip suara burung daripada binatang mamalia.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tapir#cite_note-1"><sup>[1]</sup></a> Tapir merupakan hewan yang soliter, kecuali pada musim kawinnya. Aktivitasnya lebih banyak pada malam hari (<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nokturnal"><em>nokturnal</em></a>). Aktivitas makan biasanya dilakukan sambil tetap terus berpindah dalam jalur yang berpindah-pindah. Jangkauan jelajah tapir sangat luas karena mereka cenderung berjalan jauh untuk menemukan lokasi yang kaya garam mineral.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tapir#cite_note-2"><sup>[2]</sup></a> bukti arkeologi terbaru mengindikasikan bahwa hewan dengan nama latin <em>Tapirus indicus</em> ini pernah hidup di Kalimantan setidaknya sampai 1.500 tahun yang lalu.</p><p><br></p><p>Secara taksonomi, tapir dikelompokkan ke dalam ordo <em>Perisodactyla</em> dan famili Tapiridae. Ada empat jenis tapir yang masih eksis sampai saat ini. Tiga di antaranya bisa dijumpai di Amerika Selatan (<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tapirus_bairdii"><em>Tapirus bairdii</em></a>, <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tapirus_pinchaque"><em>Tapirus pinchaque</em></a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tapirus_terrestris&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>Tapirus terrestris</em></a>) dan hanya satu yang tersebar di Asia Tenggara (<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tapirus_indicus"><em>Tapirus indicus</em></a>). Karena itu keberadaan tapir sering digunakan sebagai salah satu bukti <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_pemisahan_benua&amp;action=edit&amp;redlink=1">teori pemisahan benua</a>.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1661640583963-fbf778bee625?crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3w3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8NHx8dGFwaXJ8ZW58MXx8fHwxNzAxOTg2NjYyfDA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=85" />
         <pubDate>2023-12-08 12:30:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7B/wish/2818684665</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
