<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi by Agnes Mahayanti</title>
      <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr</link>
      <description>Silakan Anda menuliskan refleksi Anda mengenai pembelajaran lab teknik menyusui yang sudah dilalui </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-28 02:00:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-12-04 07:39:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245882605</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya terimakasih ibu atas kesempatan menulis refleksi pada pembelajaran kali ini. Saya sangat senang dan terbantu serta saya sangat berterimakasih karena bisa menjadikan pengalaman serta pengetahuan yang berharga dan dengan adanya pembelajaran teknik menyusui kita sebagai mahasiswa yang esok hari akan menjadi bagian dari tenaga kesehatan dapat mengedukasi serta memberikan pengetahuan kepada pasien kita nanti tentang bagaimana cara menyusui pada bayi dengan benar. Dengan teknik ini kita dapat belajar bagaimana posisi menyusui cara menyusui serta pengetahuan tentang kadar asi yang di hisap bayi bisa  tercukupi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 05:26:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245882605</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245909136</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya Jesica Sesilia Sihaloho akan memberikan refleksi mengenai pembelajaran teknik menyusui yang telah dilalui </p><p>-</p><p>Teknik menyusui yang baik dan benar sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, mencegah masalah seperti nyeri pada puting, serta mengurangi risiko bayi tersedak atau kolik. Memberikan perhatian khusus pada teknik menyusui adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan bayi.</p><p><br/></p><p>Tidak semua ibu langsung merasa nyaman atau berhasil saat pertama kali menyusui. Proses ini membutuhkan belajar dan adaptasi, baik dari ibu maupun bayi.</p><p>Pentingnya Dukungan Lingkungan seperti dari pasangan, keluarga, dan tenaga medis sangat membantu ibu menyusui dengan lebih percaya diri. Lingkungan yang mendukung juga memberikan kesempatan bagi ibu untuk lebih fokus pada teknik menyusui tanpa tekanan.</p><p>Sebagai ibu, memahami tubuh sendiri dan respons bayi adalah kunci keberhasilan menyusui. Sementara itu, sebagai pendamping (misalnya, suami atau tenaga kesehatan), kesabaran dan pengertian menjadi aspek penting dalam mendukung ibu menyusui dengan teknik yang benar. </p><p>Proses menyusui adalah pengalaman emosional dan fisik yang mendalam. Menyadari bahwa menyusui adalah bentuk keintiman antara ibu dan bayi membantu ibu menikmati momen ini meskipun ada tantangan.</p><p>Dengan adanya video teknik menyusui ini mengingatkan bahwa menyusui tidak hanya tentang memberikan nutrisi, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi. Dukungan, kesabaran, dan pendidikan menjadi pilar utama dalam mewujudkan teknik menyusui yang baik dan benar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 05:53:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245909136</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245916202</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya Hellena Oktavia,,, </p><p>Terimakasih Bu Agnes atas bimbingannya dalam memberikan pembelajaran Teknik Menyusui. Karena itu kita sebagai mahasiswa keperawatan jadi sangat terbantu dengan adanya Cara Teknik menyusui dengan benar dan tepat. </p><p>Teknik menyusui yang baik bukan hanya tentang memberikan Asi, tetapi juga memberikan pengalaman yang nyaman, sehat, dan bermanfaat bagi ibu dan bayi. Teknik menyusui dengan tepat adalah kunci keberhasilan menyusui. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 05:59:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245916202</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245932652</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Fia Natalia</p><p>NPM : 202323059</p><p>Kelas : Sarkep B </p><p>MK : Maternitas </p><p><br/></p><p>Refleksi Teknik Menyusui </p><ol><li><p>Description </p><p>Saya dan kelompok membuat vidio teknik menyusui. Saya sudah membuat vidio teknik menyusui pada tanggal 25 November 2024. Saya membuat vidio tersebut di Kampus 1 Stikes Panti Rapih Yogyakarta. Saya membuat vidio bersama kelompok untuk memenuhi nilai ujian mata kuliah maternitas pada materi teknik menyusui. Saya menjadi lebih paham setelah membuat vidio teknik menyusui. </p></li><li><p>Feelings </p><p>Ketika saya melakukan teknik menyusui saya senang dan lebih paham dengan materi tersebut, Apalagi saat melakukannya dengan teman-teman kelompok,karena tambah seru dan lebih paham. Saya juga senang dengan berkelompok seperti ini. Saya pada saat melakukan teknik menyusui saya tidak sama sekali emosi karena saya dan kelompok bisa mengerjakannya dengan baik.  Disitu saya dan kelompok saat melakukan teknik menyusui bisa bekerja sama dengan baik,dan jika ada yang salah kami membicarakan tersebut dengan baik baik dan mengulang kembali sampai benar. </p></li><li><p>Evaluation </p><p>Saya dan kelompok sudah cukup baik saat melakukan teknik menyusui. Kami sudah melakukan sesuai yang ada di protab modul. kami juga bisa mengontrol emosi maka pada saat melakukan kegiatan tersebut kami sama sekali tidak ada emosi. Kami juga sudah membagi tugas sebelum melakukan vidio. Dan kami sudah menjalankan tersebut dengan baik.</p></li><li><p>Analysis </p><p>Kami melakukan vidio teknik menyusui tersebut bisa berjalan dengan baik karena kami sama sama ingin mendapatkan hasil yang terbaik,kerjasama yang baik,dan untuk memenuhi nilai ujian maternitas di Teknik menyusui. Kami semua sudah paham tentang teknik menyusui maka vidio kami bisa selesai dengan baik. </p></li><li><p>Conclusion</p><p>Aspek positif yang saya ambil adalah saya bisa menjadi lebih paham lagi tentang teknik menyusui,saya menjadi lebih bisa bekerjasama dengan kelompok,bisa menyelesaikan tugas dengan baik, Jika melakukan lagi disituasi yang berbeda maka saya akan tetap sama,saya akan tetap melakukan yang benar,sesuai protab di modul. Yang penting saya lebih dulu harus paham tentang teori tersebut,jadi pada saat melakukan vidio tidak banyak bingung. </p></li><li><p>Action Plan </p><p>Rencana saya adalah bisa mengerjakan yang lebih baik lagi. Meningkatkan kerja sama yang baik,bisa mengontrol mood saat melakukan kegiatan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:14:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245932652</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245933649</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama 	: Agbelina </p><p>NPM 	: 202323046</p><p>Kelas 	: Sarkep, Tingkat 2B </p><p>MK	: Maternitas </p><p>REFLEKSI TEKNIK MENYUSUI </p><p>Deskripsi Penglaman </p><p>	Saya dan kelompok membut video tentang edukasi Teknik Menyusui di Kampus 1 STIKes Pnaati Rapih Yogyaakarta pada Kamis, 21 November 2024. Saat take video saya berperan sebagai perawat yang mengedukasi, Happy sebagai pasien ibu post partum, Tata sebagai ibu yang menjaga pasien, dan Vanessa sebagai cameramen dan editor. Take video edukasi Teknik menyusui ini kami lakukan untuk memenuhi nilai ujian mata kuiah maternitas. Kami berusaha untuk memberikan video edukasi yang terbaik, supaya mudah dipahami oleh khalayak umum terutama ibu post partum yang mengalami kendala memberikan ASI. Dengan kerja sama kelompok akhirnya video edukasi Teknik menyusui ini bisa selesai tepat waktu. </p><p>Pengalaman Perasaan </p><p>	Sebenarnya perasaan saya saat itu sedikit gugup, takut jika membebani kelompok, karena di sini saya yang paling berpengaruh dalam memberikan edukasi. Tetapi di lain sisi saya juga harus berusaha memberikan yang terbaik demi kelompok saya. Saya juga paham tidak hanya saya yang merasa gugup dan takut di situasi saat itu. Walaupun terkadang ada beberapa kali take video karena hasil belum sesuai denga apa yang kita harapkan, tetapi kami merasa enjoy dalam melakukannya, kami saling mensupport dan saling bahu membahu jika ada kesulitan. </p><p>Evaluasi Pengalaman</p><p>	Selama take video saya merasa semua persiapan ( dari mulai alat, naskah, setting tempat) itu sudah sangat baik dan mendukung, karena kami sudah difasilitasi dengan baik oleh kampus. Di lain sisi kami juga merasa adanya kendala, seperti kebisingan suara motor, karena ruangan yang kami pakai itu bersebelahan dnegan jalan raya, selain itu kami hanya diberi waktu 1 hari untuk prepare ( kerja kelompok ) disebabkan keterbatasan ruang dan waktu, karena harus bergantian dengan mahasiswa/I lainnya yang memerlukan ruangan itu juga. Dalam keterbatasan tersebut tidak menjadikan penghalang bagi kami untuk memberikan video edukasi, kami bekerja sama memanfaatkan waktu dengan seefektif mungkin. Seperti contohnya kami membagi tugas, ada yang membuat naskah, ada yang meminjam alat, ada yang membantu menata tempat, dan juga ada yang memberi evaluasi jika ada kesalahan, karena bagi kami evaluasi sangat penting untuk kualitas video edukasi ini. </p><p>Analisis Pengalaman </p><p>	Alasan mengapa kami sangat bekerja sama dalam pembuatan video edukasi ini adalah dilain dari kami yang ingin mendapatkan nilai yang bagus, kami juga tidak ingin memberikan video dengan kualitas yang buruk, ingin menampilkan kerja keras kami agar bisa bermanfaat untuk khalayak umum terutama untuk mengedukasi ibu post partum yang mengalami kendala dalam memberikan ASI kepada anaknya. Tetapi kadang kala kami merasa jengkel karena kebisingan suara motor yang melintas, sehingga membuat kualitas suaranya kurang baik, itu yang membuat kami merasa memakan waktu, karena harus retake video. Dari hal ini saya bisa belajar tentang problem solving yang harus saya lakukan, agar waktu yang diberikan tidak kurang (karena hanya diberi waktu 2 jam untuk take video) dan tidak terbuang jika masih sisa. </p><p>Conclusion about the experience</p><p>	Setelah take video selesai, saya jadi lebih paham tengang segala kesusahan dan bagaimana saya mengatasi mesusahan tersebut. Dengan waktu yang singkat, pekerjaan yang susah akan ringan jika semua naggota kelompok dapat bekerja sesuai jobdesknya dengan efektif. Serta saya mejadi lebih mengerti tentang cara menahan emosi negative ketika masalah datang. Jikalaupun saya diminta untuk membuat video, mungkin saya akan lebih melihat kondisi sekitar agar tidak menjadi hambatan. Skill atau kemampuan yanga akan saya kembangkan mungkin dalam hal memahami scenario agar saat take video Ketika berkomunikasi pelafalannya lebih jelas. Selain itu mungkin persiapan dalam latihan dan Ketika kerja kelompok akan saya tingkatkan lagi, agar persiapannya lebih matang. </p><p>Action Plan </p><p>	Selama pengambilan video saya menyadari bahwa pencahayaan kurang optimal. Meskipun subjek terlihat jelas, akan tetapi ada beberapa bagian yang membuat komposisi kurang seimbang. Selain itu saya tidak akan mengulang take video di tempat yang kondisi sekeliling tidak mendukung ( missal kebisingan suara jalan ).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:15:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245933649</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245934910</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Emiliana Agatha Wulan Sari</p><p>NPM   : 202323057</p><p>Kelas  : Sarjana Keperawatan Tingkat 2B</p><p><br/></p><p>       Hari Senin 25 November 2024 kami membuat video demonstrati edukasi tentang teknik menyusui di ruang Osce 9 lantai 3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Kelompok kami beranggotakan 3 orang yaitu Elisabeth Restu, Elita Elisabeth, dan saya sendiri Emiliana Agatha. Di dalam video Elisabeth Restu menjadi suster 1 dan kameramen, Elita Elisabeth menjadi suster 2 sekaligus kameramen dan saya menjadi pasien dan kameramen juga. Setelah kami melakukan take video kami mendapatkan video yang kami inginkan yaitu edukasi teknik menyusui yang benar kepada ibu setelah melahirkan.</p><p>       </p><p>        Perasaan saya dengan membuat video awalnya senang karena mendapat kabar bahwa tidak diuji satu-satu dengan penguji tetapi membuat video teknik menyusui yang benar. Saat membuat video saya merasa enjoy karena divideo posisi saya menjadi pasien ibu menyusui dan itu menambah pengalaman saya sehingga seperti simulasi menjadi ibu yang habis menyusui dan diedukasi oleh perawat bagaimana teknik menyusui yang benar. Setelah selesai membuat video saya merasa puas dengan apa yang saya lakukan karena berhasil untuk berperan menjadi pasien ibu menyusui. Saya merasa bahwa orang lain juga merasakan hal seperti ini yakni ibu setelah melahirkan yang baru pertama kali akan memberikan asi kepada anaknya dan ingin teknik atau cara pemberian asi kepada anaknya benar. </p><p>    </p><p>       Saat proses edukasi pemberian teknik menyusui sudah baik karena sebelum membuat video kami membaca protab sehingga kami dapat mengetahui langlah-langkah yang sesuai dalam teknik menyusui. Saat teknik pemberian asi berlangsung perawat juga memberikan tanggapan terkait AMUBIDABI sehingga pasien juga mengetahui gambaran seperti apa reaksi bayi jika pemberian asi dapat diberikan dengan tepat.</p><p><br/></p><p>        Dari melihat video yang kami buat, kelompok kami dapat melakukan edukasi tentang teknik menyusui dengan baik dan benar karena setelah kami cek kembali tidak ada langkah-langkah yang terlewatkan. Saat membuat video tentang teknik menyusui kami bisa melihat point of view menjadi suster dan pasien sehingga bisa lebih mengerti jika penjelasannya seperti yang kami buat apakah nanti pasien bisa menangkap informasi dari kami atau tidak. Pengetahuan kami dapat membantu orang lain khususnya kepada ibu setelah melahirkan.</p><p><br/></p><p>       Dari pembuatan video ini ada sisi positifnya bagi kami yaitu dapat mengembangkan kreatifitas diri untuk mengemas video yang menarik dan mudah dipahami. Dari sisi negatifnya mungkin ada langkah-langkah yang harus diulang-ulang sehingga menghabiskan waktu yang lama. Kemampuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan pribadi atau diri sendiri untuk tugas video seperti ini mungkin niat yang tinggi untuk mengedit video dan kreatifitas pengemasan video agar lebih terarah. Dan yang perlu disiapkan jika ada pembuatan video mungkin posisi kamera/hp lebih bisa ditata lagi.</p><p><br/></p><p>        Rencana untuk kedepannya jika ada tugas video seperti ini mungkin untuk durasi lebih disamakan agar lebih rapi dan jelas sebenarnya kalau membuat video teknik menyusui harus berapa lama, dan mungkin masalah teknis-teknis pengambilan video seperti ketentuan pengambilan gambar.</p><p><br/></p><p>        </p><p>      </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:16:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245934910</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245938600</link>
         <description><![CDATA[<p>Kami kelompok 1 sebagian dari kelompok 3b melakukan teknik menyusui di kampus 1 STIKES panti rapih Yogyakarta ,pada tanggal 27 November 20204. Disitu saya menjadi perawat Ci dan menjadi Kameramen.</p><p><br/></p><p>Yang saya rasakan adalah saya merasa senang,merasa deg degan. sebelum melakukan take vidio saya kurang paham mengenai teknik menyusui, namun setelah melakukan take vidio saya menjadi lebih paham,saya melihat teman saya terlihat sewot,karena sudah capek. selama peristiwa itu yang saya pikirkan adalah bagaimana cara saya agar dapat memahami teknik teknik menyusui tersebut sehingga saat ujian nanti saya dapat ujian dengan lancar. Dan yang saya pikirkan saat ini,adalah bagaimana cara saya agar nanti saat ujian berlangsung saya dapat berujian dengan lancar dan mendapatkan nilai atau hasil yang memuaskan.  </p><p><br/></p><p>Hal baik saat melakukan kegiatan tersebut adalah menambah wawasan,untuk hal buruk tidak ada. Dan hal menarik atau menyenangkan saat melakukan kegiatan adalah kami bisa mengekspresikan diri kami melalui vidio yang kami buat,selama kami membuat vidio berjalan dengan baik,namun saat mengedit vidio kami mengalami kesulitan. Tidak ada yang membuat saya tidak senang,karena teman teman saya membantu saat saya mengalami kesulitan saat take vidio. saya dan teman saya berkontribusi saat melakukan pembuatan vidio tersebut,dan kami merasa tidak ada yang dirugikan dan merugikan. Untuk yang harus kami perbaiki adalah keseriusan kami,karena kami mudah tertawa saat melakukan take vidio.</p><p><br/></p><p> take vidio yang kami buat berjalan dengan baik karna kami sudah niatkan,untuk teori nya menurut saya saya kurang memahami namun saat sudah di demonstrasi kan saya menjadi lebih paham. Kami membuat vidio edukasi teknik menyusui yang benar. saya memilih menjadi kemaramen dan menjadi perawat Ci,dan konsekuensi yang saya pilih tersebut adalah secara tidak langsung saya tidak mendemonstrasikan ulang teknik teknik tersebut. pengetahuan saya dan teman saya yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut adalah kami memberikan edukasi cara menyusui dengan benar. </p><p><br/></p><p>Selama peristiwa tersebut saya mempelajari bagaimana cara memberikan informasi yang tepat kepada orang lain mengenai cara menyusui dengan benar. Agar kondisi tersebut dapat kondusif kami memberikan informasi dengan bahasa awan yang mudah dipahami. Dan saya juga harus lebih memahami teknik tersebut agar saya dapat membantu orang lain yang mungkin kurangnya informasi mengenai teknik menyusui tersebut.  yang bisa saya lakukan adalah saya terus belajar dan terus mengeksplorasi diri saya agar lebih semangat belajar dan membagi ilmu tersebut kepada orang lain dan menjadi bekal untuk masa depan saya. </p><p><br/></p><p>untuk kedepannya saya lebih sering belajar,dan yang harus saya ubah adalah sikap malas saya. Cara saya untuk mengembangkan peristiwa tersebut saya akan terus mengingat,saya akan melakukan kepada orang lain yang membutuhkan karena disitu secara tidak langsung saya belajar terus menerus dan mengingat kembali teknik teknik yang sudah diberikan. Saya akan memastikan diri saya, saya akan merubah pola pikir saya secara bertahap dan saya pastikan saya akan berubah menjadi lebih baik lagi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:20:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245938600</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245947985</link>
         <description><![CDATA[<p>Di Kampus 1 STIKes Panti Rapih yang berada dijalan kaliurang pada tanggal 27 November 2024 saya lisa dan teman teman saya yang bernama Elita dan Emil. Kami melakukan take video mengenai teknik menyusui yang benar dan tepat. Saya berperan menjadi perawat, Emil menjadi probandus, dan Elita menjadi perawat CI. Kami take video tersebut untuk memenuhi ujian mata kuliah Keperawatan Maternitas. Saat kami berproses take video ada banyak hambatan yaitu seperti ada suara yang berisik, kebanyakan bercanda, dan masih banyak hambatan lainnya. </p><p><br/></p><p>Saat menerima penjelasan untuk disuruh membuat video, saya merasa senang karena saya tidak perlu ujian secara langsung. Namun setelah saya mencerna semuanya saya merasa saya terbebani karena harus membuat video untuk ujian karena menurut saya itu lebih ribet daripada harus secara langsung melaksanakan OSCE atau ujian. Sebelum saya melalukan take video saya merasa lemas karena memori handphone kelompok kami penuh semua, namun ada teman diluar kelompok kami yang dengan baik hati meminjamkan handphonenya untuk kami melakukan take video. Saat kami melakukan video, saya merasa kesal karena banyak sekali bercandanya sehingga membuat tidak selesai-selesai dalam take video. Setelah take video selesai saya merasa lega karena sudah selesai, namun sedikit terbebani lagi karena harus memilih video yang benar untuk diedit dan dijadikan outcome. Saya tidak tau bagaimana perasaan teman saya, mungkin mereka merasa senang saat take video. Saat ini saya berpikir mengapa ujian kali ini berbeda, mengapa tidak OSCE secara langsung saja seperti teman-teman yang lainnya. Saya sebenarnya senang juga akan hal ini, namun saya kecewa mengapa yang take video tidak pada menolong persalinan saja yang protab nya lumayan susah dan langkah-langkahnya yang banyak.</p><p><br/></p><p>Take video ini ada hal positif dan negatifnya. Hal positif yaitu kami tidak perlu merasakan deg-degan saat OSCE seperti biasanya. Hal negatifnya yaitu ujian kali ini sangat ribet tidak seperti ujian OSCE biasanya. Ada juga kendala yaitu memori hp yang penuh membuat kami terkendala dalam take video dan mengedit. Dari peristiwa tersebut ada hal yang menyenangkan sedikit yaitu kami mendapat hiburan saat teman saya yang menjadi probandus menebarkan candaan. Semua proses take video berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit hambatan. Hal yang tidak lancar yaitu saat memilih dan memilah video untuk diedit. Ada hal yang membuat saya tidak senang yaitu ujian kali ini benar benar ribet. Dengan banyak hambatan diantaranya ada suara orang mengobrol dengan sangat keras disebelah ruangan yang kami buat take video, memori hp penuh, dan banyak candaan. Saya tau dosen saya membuat ujian yang berbeda ini salah satunya bertujuan untuk membuat suasana yang berbeda, namun saya merasa bahwa kami khususnya saya sendiri dirugikan karena yang seharusnya ujian kami simpel yang hanya dengan datang dan melaksanakan ujian, namun ini dibuat ribet yang harus dengan membuat video. Mungkin kedepannya untuk OSCE tidak perlu dibuat seperti ini lagi, cukup dengan melaksanakan OSCE yang terjadi seperti biasanya. </p><p><br/></p><p>Pembuatan video teknik menyusui berjalan dengan baik meskipun ada kendala. Saat membuat video saya yang berperan menjadi perawat melihat protab dan mempraktikkannya dengan teman saya yang menjadi probandus. Saya sempat merasa kebingungan bagaimana cara mempraktikkan kalimat yang ada diprotab itu tapi untungnya saya bisa mempraktikkannya. Saya dan teman-teman kelompok saya juga membuat video mengenai materi materi teknik menyusui seperti pengertian, tujuan, dan teknik. Pilihan kami membuat video materi ini bertujuan untuk pemirsa dapat memahami teknik menyusui berdasarkan teori dan praktik.</p><p><br/></p><p>Dalam situasi ini saya mempelajari bahwa kegiatan ini ada hal positif dan negatif, semua sudah pasti direncanakan dengan baik oleh dosen saya. Namun kegiatan ini agar lebih positif yaitu semua anggota kelompok bekerja sama dengan baik. Pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik menyusui harus lebih saya tingkatkan lagi terutama langkah-langkah yang tepat mengenai teknik menyusui. Saya bisa melihat video pembelajaran atau video demonstrasi tentang teknik menyusui. Dan saya dapat mempelajari hal yang berkaitan dengan teknik menyusui seperti bagaimana keadaan ibu, memahami ASI ibu yang dapat keluar dengan lancar atau tidak, memahami AMUBIDAPI, dan masih banyak lagi.</p><p><br/></p><p>Bila peristiwa ini terjadi lagi, saya harus menerima dengan lapang dada dan melaksanakannya dengan baik, karena ini bersangkutan dengan nilai saya juga. Saya juga harus lebih banyak lagi melihat video mengenai teknik menyusui entah itu video yang berisi materi dan entah itu berisi demonstrasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:28:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245947985</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fitriangresiana</author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245948123</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Fitri Agresiana/202323060</p><p>Kelas Sarkep B (tingkat 2)</p><p>Matkul : Maternitas</p><p>Setelah mempelajari dan mendemonstrasikan teknik menyusui yang benar, saya menyadari betapa pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai posisi dan perlekatan bayi saat menyusui. Teknik yang benar tidak hanya membantu bayi mendapatkan asupan nutrisi yang optimal, tetapi juga mencegah masalah pada ibu, seperti lecet pada payudara, adanya bendungan asi, dan bayi juga tidak tersedak saat menyusui. Dalam proses pembelajaran ini, saya memahami bahwa tindakan menyusui sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang baik antara ibu dan bayi karena melalui komunikasi dan kontak mata dapat mempererat ikatan batin dan emosional. Saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung untuk memperhatikan detail kecil, seperti posisi tubuh ibu yang rileks,posisi mulut bayi yang benar saat melekat pada payudara,prinsip amubida dan cara memapah bayi setelah menyusui.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:28:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245948123</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245950353</link>
         <description><![CDATA[<p>Perkenalkan nama saya </p><p>Eva Natalia </p><p>NMP : 202323058</p><p>Refleksi mengenai teknik menyusui merupakan sebuah proses pemikiran yang mendalam tentang pengalaman saya dalam memberikan ASI kepada bayi, tantangan yang saya hadapi, dan manfaat yang saya rasakan selama perjalanan ini. Selama pengalaman saya, teknik menyusui tidak hanya berkaitan dengan pemberian nutrisi kepada bayi, melainkan juga tentang membangun ikatan emosional yang kuat, menghadapi tantangan fisik dan mental, serta belajar untuk mengatasi setiap rintangan yang muncul.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:31:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245950353</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245976273</link>
         <description><![CDATA[<p>Agatha Dian Oktaviany </p><p>Refleksi </p><p><br/></p><p>Description </p><p>tentang teknik manyusui yang benar. Kami membuat vidio tersebut pada 21 Movember 2004, di kampus 1. Kami beranggotakan 4 orang. Elina sebagai perawat. Heppy sebagai ibu, Tata sebagai keluarga dan Vanesa saagai Vidiografer. Kemi mambuat vidio teknik mengusui dengan cara mendemonstrasisan cara menyusui dan melakukan atau menyusui dengan benar</p><p><br/></p><p>feelings</p><p>Perasaan saya setelah mempelajari dan ikut serta dalam mendemonstrasikan melalui vidio senang karna selain menyelesaikan ujian teknik menyusui dengan cara membuat vidio ini juga kita menjadi belajar lebih banyak bukan hanya tentang isi vidio teknik menyusui saja tetapi kita juga diminta untuk lebih kreatif dalam mengemas isi vidio pembelajaran teknik menyusui. Serta dengan membuat vidio kita bekerja sama menuangkan ide kreatif yang kita masing masing miliki. Dan dengan vidio teknik menyusui ini dapat mengedukasi pada ibu supaya bisa menyusui dengan benar dan memberikan asi efektif pada bayinya. </p><p><br/></p><p>Evaluation </p><p>Selama kamu take vidio kami bekerja sama dengan baik saling membantu dan mendengarkan opini satu sama lain. Saya juga membantu dalam proses pengambilan vidio dan teman teman juga saling membantu sehingga didapatkan hasil vidio tersebut. </p><p><br/></p><p>Analisis </p><p>Pada vidio tersebut kita melakukan semua proses teknik menyusui mulai dari pra interaksi, orientasi, fase kerja yang pada fase ini kami melakukan dengan baik mulai dari mananyakan payudara terahir yang diberikan, memberi tau posisi bayi tangan telinga kaki satu garis lurus dan dada dan perut bayi menempel pada perut ibu. Dan cara memegang payudara dengan bentuk C lalu edukasi AMUBIDAPI dan mengajarkan cara membantu bayi selesai menyusui serta menyendawakan bayi lalu terminasi dan dokumentasi </p><p><br/></p><p>Conclution </p><p>Dari membuat vidio teknik meyusui jadi bisa lebih paham tentang teknik menyusui yang benar dan prinsip AMUBIDAPI</p><p><br/></p><p>Action plan </p><p>Vidio sudah terkumpul.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:53:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245976273</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245982247</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi Teknik menyusui</p><p>Florentina Nadia Sofytasari (202323061)</p><p><br/></p><p>Ibu muda yang baru saja melahirkan anak pertamanya, merasa kesakitan saat menyusui. Kesakitan saat meyusui sudah terjadi selama 2 hari, rasa yang tidak nyaman ini membuat ibu menjadi malas untuk menyusui bayi nya. Maka dari itu, agar bayi tetap mendapatkan ASI, perawat mengajarkan cara menyusui yang benar agar tidak merasakan sakit lagi. Diawali dengan membersihkan, memijat, dan mengkompres payudara. Perawat juga mengajarkan teknik menyusui dengan prinsip AMUBIDA. Perawat menjelaskan secara rinci mengapa teknik tersebut merupakan teknik menyusui yang tepat. Prinsip AMUBIDA yaitu :</p><p>A : Aerola bagian hitam sekitar putting. Memasukkan sebagian besar aerola bagian bawah ke mulut bayi</p><p>MU : mulut bayi terbuka saat ibu memasukkan puring dan aerola, jangan biarkan mulut merapat kearah dalam.</p><p>BI : Bibir dower saat menghisap putting, sehingga aerola bagian bawah masuk kedalam mulut bayi</p><p>DA : dagu menempel ke payudara, agar hidung bayi tidak tertutup</p><p>Pi : pipi bayi tertarik kedalam sebagai tanda bayi menghisap ASI</p><p>Setelah ibu menerapkan prinsip AMUBIDA saat menyusui, ibu merasa lebih nyaman dan tidak sakit saat menyusui. </p><p><br/></p><p>Melihat ibu yang kesakitan saat menyusui bayinya, sebagai perawat merasa sedih karena terdapat cara menyusui yang nyaman namun ibu belum tau teknik menyusui tersebut. Setelah diajarkan teknik menyusui, kami perawat merasakan senang karena ibu dapat dan senang saat menyusui bayinya karena sudah tidak merasakan sakit lagi. tentu orang lain juga turut merasakan hal yang sama, karena ketidaknyamanan atau rasa sakit saat menyusui, setelah memahami teknik menyusui yang benar, kini ibu menjadi senang dan tidak malas untuk menyusui. Menyusui yang menyenangkan tentu juga perlu dukungan dari keluarga terutama sang suami untuk selalu mendampingi. </p><p><br/></p><p>Dengan penyelesaian masalah melalui praktek langsung kepada ibu tentu hal ini baik. Penyelesaian secara praktek langsung membuat ibu menjadi tau bagaimana penerapan yang benar, tidak sekedar hanya teori saja. Praktek langsung yang didampingi perawat yang sudah memiliki ilmu dan kompetensi yang mumpuni tentu akan membuat ibu menjadi yakin, paham akan teknik yang diajarkan, dan tentunya ibu akan mengikuti dan menerapkan teknik menyusui yang tepat. </p><p><br/></p><p>Mengajarkan teknik menyusui tentu akan berjalan dengan baik karena setiap ibu pasti menginginkan menyusui yang nyaman dan menyenangkan. Dengan demikian, perawat yang memiiki pengetahuan dan kompetensi yang cukup harus mengajarkan agar setiap ibu yang merasakan hal demikian mampu menyusui dengan nyaman dan menyenangkan. Pengetahuan yang didapatkan oleh ibu menyusui juga dapat ditularkan lagi kesetiap ibu yang memiliki masalah yang sama. </p><p><br/></p><p>Jadi, ketika seorang ibu merasakan ketidaknyamanan dan sakit saat menyusui, kita sebagai perawat dapat mengajarkan teknik menyusui yang tepat. Ketika mengajarkan teknik menyusui tentu ada ibu yang mendengarkan dan mengikuti arahan dengan baik dan ada ibu yang cuek akan edukasi yang kita lakukan. Apabila terjadi lagi pada ibu yang cuek, kita dapat melakukan pendekatan lebih perlahan lagi dan dapat menjelaskan dengan menggunakan bantuan alat peraga agar lebih menarik perhatian sang ibu. Perawat juga perlu mengembangkan kemampuan untuk komunikasi dan terus mengupdate informasi terkait teknik menyusui yang tepat. Tindakan yang dapat dilakukan selain mengedukasi dan mengajarkan teknik menyusui yang tepat yaitu mengajarkan cara perawatan payudara dan pijat oksitosin. Perawatan payudara perlu dilakukan agar bayi nyaman saat menyusui, dan pijat oksitosin dilakukan agar ibu lebih rileks dan produksi ASI menjadi meningkat sehingga tidka ada keluhan ASI seret atau ASI tidak keluar. </p><p><br/></p><p>Ibu yang kesakitan saat menyusui perlu diajarkan teknik menyusui yang tepat dan benar dengan prinsip AMUBIDA. Ketika teknik menyusui ini berjalan dengan baik, perawat ataupun keluarga yang telah diedukasi perlu mengingatkan ibu untuk selalu menerapkan teknik menyusui setiap kali menyusui di rumah sakit maupun saat sudah pulang kerumah. Perlu juga melakukan pijat oksitosin dan perawatan payudara secara teratur sebagai faktor pendukung ibu dalam menyusui yang nyaman dan menyenangkan. Kedepannya perawat dapat mengajarkan dengan lebih baik lagi seperti dengan memanfaatkan teknologi yang lebih canggih lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:58:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245982247</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245983836</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya Cristina carvalho </p><p>Refleksi tentang teknik menyusui melibatkan pemahaman tentang pentingnya peran ibu dalam memberikan ASI kepada bayi, serta cara-cara yang tepat untuk memastikan proses menyusui berjalan lancar dan efektif. Menyusui bukan hanya soal memberikan makanan kepada bayi, tetapi juga tentang membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak.setelah  saya melihat video yang dibuat bisa memberi wawasan yang lebih jelas mengenai aspek-aspek praktis dan teori dalam menyusui. Video sering kali bisa menjadi media yang sangat efektif untuk memahami teknik menyusui karena memungkinkan kita melihat secara langsung bagaimana proses ini dilakukan dengan benar . </p><p>Sekian dari refleksi saya terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 06:59:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245983836</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245984878</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : DHEA EKA RAHMADANI </p><p>NPM: 202323054</p><p>HARI TANGGAL : 2 DESEMBER 2024</p><p>KASUS : Edukasi ny. Naomi Memberikan teknik menyusui dengan baik dan benar menyusui efektif </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Deskripsi :</p><p>Pada hari Senin, 2 Desember 2024, saya mengajarkan teknik menyusui kepada seorang ibu Naomi. Prosesnya dimulai dengan memberikan informasi tentang posisi yang tepat saat menyusui, seperti posisi tubuh ibu yang nyaman, serta posisi bayi yang harus sesuai agar proses menyusui berjalan lancar. Saya juga menunjukkan bagaimana bayi harus memegang payudara dengan benar untuk mencegah lecet pada puting susu. Selama sesi tersebut, saya memberikan penjelasan langkah demi langkah, sambil mempraktikkan teknik-teknik dasar. Ibu tersebut tampak penuh perhatian, meskipun sedikit cemas karena ini adalah pengalaman pertamanya.</p><p><br/></p><p>Feeling:</p><p>Saya merasa senang bisa memberikan pengetahuan yang bermanfaat, namun juga ada sedikit rasa khawatir, terutama ketika melihat kekhawatiran ibu tersebut tentang apakah ia bisa melakukannya dengan benar. Saya merasa terhubung dengan ibu tersebut karena saya mengerti betapa pentingnya proses menyusui bagi ibu dan bayi. Di sisi lain, saya merasa bangga ketika ibu tersebut mulai merasa lebih percaya diri dan bersemangat untuk mencoba sendiri di rumah.</p><p><br/></p><p>Evaluasi:</p><p>Proses pengajaran berjalan cukup lancar, meskipun ada beberapa tantangan. Misalnya, ibu tersebut merasa kesulitan dalam mengatur posisi bayi pada awalnya. Saya perlu memberikan lebih banyak contoh dan penjelasan tentang cara menenangkan bayi saat menyusui, serta mengajarkan teknik yang bisa membantu ibu tetap rileks. Selain itu, beberapa ibu mungkin merasa cemas jika bayinya tidak segera mendapatkan cukup ASI, sehingga perlu penekanan lebih pada pentingnya kesabaran dalam proses menyusui.</p><p><br/></p><p>Analisis:</p><p>Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa pengajaran teknik menyusui memerlukan lebih dari sekadar penjelasan teknis; emosi dan rasa percaya diri ibu juga sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih penuh empati, dengan memberikan ruang bagi ibu untuk bertanya dan merasakan langsung proses menyusui, sangat penting. Teknik yang lebih praktis, seperti demonstrasi langsung dan menggunakan boneka bayi, juga terbukti sangat membantu dalam memperjelas cara-cara menyusui yang benar.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p>Mengajarkan teknik menyusui bukan hanya tentang menunjukkan langkah-langkah yang benar, tetapi juga membantu ibu merasa percaya diri dan nyaman. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa proses belajar menyusui bisa penuh tantangan, namun sangat memuaskan ketika ibu mulai merasa lebih nyaman dengan proses tersebut. Sebagai pengajar, saya harus lebih memperhatikan kebutuhan emosional ibu, dan memberi dukungan lebih banyak agar mereka merasa tidak sendiri dalam perjalanan ini.</p><p><br/></p><p>Action Plan:</p><p>1.Peningkatan Komunikasi:Saya akan memberikan ruang lebih banyak untuk pertanyaan dan kekhawatiran ibu, serta memberikan dukungan lebih dalam menghadapi kekhawatiran tentang produksi ASI.</p><p>2. Meningkatkan Empati:Saya akan berusaha lebih mendengarkan perasaan ibu dan berfokus pada pemberian rasa percaya diri. Hal ini akan dilakukan dengan memberikan lebih banyak contoh dan cerita sukses dari ibu-ibu lain.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:00:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245984878</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245990348</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Happy Wahyu Pratiwi </p><p>NPM : 202223071</p><p>Prodi : Sarjana keperawatan tingkat 2/B</p><p><br/></p><p>Teknik menyusui adalah proses pemberian asi kepada bayi setelah ibu melahirkan. Asi bisa di berikan setelah bayi di berikan kepada ibu untuk rawat gabung setelah di observasi dan tidak ada kelainan ataupun komplikasi tertentu. Kelompok kami telah membuat vidio tentang teknik menyusui dengan benar. Perasaan saya setelah mempelajari dan ikut serta dalam mendemonstrasikan melalui vidio adalah senang karena dapat menyelesaikan tugas membuat vidio teknik menyusui dan bisa paham tentang teknik menyusui dengan benar. Selama kami membuat vidio kami saling bekerjasama agar efektif dalam pemberian edukasi. Pada vidio yang kita buat kita melakukan semua prosesnya sesuai protab teknik menyusui mulai dari fase pra-interaksi, orientasi, fase kerja yang pada fase ini kami mengajarkan posisi bayi saat menyusu. Dari membuat vidio ini saya lebih paham teknik menyusui yang benar dan prinsip AMUBIDAPI. Vidio yang kami buat sudah kami kumpulkan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:05:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245990348</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245996911</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi teknik menyusui</p><p>Nama: Arni 202323050</p><p>Kelas: B sarkep tingkat 2</p><p>Kel : 3A</p><p><br/></p><p>Description : </p><p>saya dan kelompok 3A melakukan take video teknik menyusui yang dilakukan pada hari Senin, 2 Desember 2024 pukul 08.00-10.00 di kampus 1 ruang osce 9. Take video ini melibatkan sebanyak 4 orang mahasiswa, kegiatan kami di sana adalah melakukan tindakan teknik menyusui yang digunakan untuk ujian lab mata kuliah maternitas.</p><p><br/></p><p>Feelings(perasaan):</p><p>Perasaan saya setelah melakukan teknik menyusui saya lebih paham dan mengerti bagaimana memberikan edukasi dalam teknik menyusui dengan baik dan benar. </p><p><br/></p><p>Evaluasi:</p><p>Saya dan kelompok telah membuat video teknik menyusui dengan baik dan lancar sesuai dengan protab yang ada, kami juga telah membagi peran dan tugas pada masing-masing anggota kelompok. Kendalanya adalah ruangan yang berpindah-pindah sehingga kami harus menyesuaikan skrip kembali. </p><p><br/></p><p>Analisis:</p><p>Dari pengalaman membantu ibu menyusui, keberhasilan dalam teknik menyusui dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor utama adalah edukasi yang diberikan tentang posisi dan pelekatan yang benar. Ketika ibu memahami konsep ini, bayi dapat menyusu dengan lebih nyaman, mengurangi risiko nyeri pada puting.</p><p>Sesi edukasi juga terbatas oleh waktu, yang membuat penjelasan dan praktik tidak maksimal. Hal ini menunjukkan pentingnya menyediakan sesi pendampingan yang lebih intensif dan terjadwal.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p>Melalui refleksi ini, saya menyadari pentingnya pemahaman yang mendalam tentang teknik menyusui yang benar, baik dari sisi ibu maupun bayi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan, komunikasi, dan pengetahuan teknis memainkan peran penting dalam keberhasilan menyusui. Saya juga menyadari kekurangan yang ada, seperti kurangnya edukasi awal tentang posisi yang benar, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu dan bayi. Sebagai langkah ke depan, saya akan memastikan bahwa edukasi dan dukungan menyusui diberikan secara konsisten kepada ibu menyusui, sehingga mereka dapat merasa lebih percaya diri dan berhasil dalam proses menyusui.</p><p><br/></p><p>Action plan:</p><p>Untuk ke depannya, saya akan:</p><p>Meningkatkan Pengetahuan: Mengikuti pelatihan lebih lanjut tentang teknik menyusui, termasuk manajemen masalah umum seperti pelekatan buruk atau puting lecet.</p><p>Edukasi yang Lebih Baik: Membuat materi visual, seperti gambar atau video, untuk membantu menjelaskan teknik menyusui dengan lebih jelas.</p><p>Pendekatan Personal: Mengidentifikasi kebutuhan unik setiap ibu dan bayi, serta memberikan waktu lebih banyak untuk latihan langsung.</p><p>Dukungan Emosional: Mengembangkan keterampilan komunikasi untuk membantu ibu merasa lebih tenang dan percaya diri selama proses menyusui.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:11:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3245996911</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246000661</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Angela Intan Pradita</p><p>NPM : 202323048</p><p>Tanggal : 2 Desember 2024</p><p><br/></p><p>Akan menuliskan refleksi tentang teknik menyusui yang telah saya dan kelompok lakukan</p><p><br/></p><p>Description : </p><p>Saya dan kelompok 3A melakukan take video teknik menyusui yang dilakukan pada hari Senin, 2 Desember 2024 pukul 08.00-10.00 di kampus 1 ruang osce 9. Take video ini melibatkan sebanyak 4 orang mahasiswa, kegiatan kami di sana adalah melakukan tindakan teknik menyusui yang digunakan untuk ujian lab mata kuliah maternitas.</p><p><br/></p><p>Feeling :</p><p>Saat membuat video edukasi tentang teknik menyusui, saya merasa campuran antara antusiasme dan kecemasan. Saya antusias karena ini adalah kesempatan untuk berbagi informasi penting yang dapat membantu banyak ibu menyusui. Namun, di sisi lain, saya merasa cemas apakah video tersebut akan cukup jelas, menarik, dan dapat dipahami oleh berbagai kalangan.</p><p>Ada momen ketika saya merasa frustrasi, terutama saat pengambilan gambar yang tidak sesuai harapan atau ketika harus menjelaskan langkah-langkah dengan cara yang sederhana tetapi tetap akurat. Meski demikian, saya juga merasa bangga melihat hasil akhir video yang terlihat profesional dan informatif. Perasaan saya bercampur antara kepuasan dan keinginan untuk terus meningkatkan kualitas edukasi yang saya berikan. </p><p><br/></p><p>Evaluasi :</p><p>Saya dan kelompok telah membuat video teknik menyusui dengan baik dan lancar sesuai dengan protab yang ada, kami juga telah membagi peran dan tugas pada masing-masing anggota kelompok. Kendalanya adalah ruangan yang berpindah-pindah sehingga kami harus menyesuaikan skrip kembali. </p><p><br/></p><p>Analisis :</p><p>Dari pengalaman membantu ibu menyusui, keberhasilan dalam teknik menyusui dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor utama adalah edukasi yang diberikan tentang posisi yang benar. Ketika ibu memahami konsep ini, bayi dapat menyusu dengan lebih nyaman, mengurangi risiko nyeri pada puting.</p><p>Sesi edukasi juga terbatas oleh waktu, yang membuat penjelasan dan praktik tidak maksimal. Hal ini menunjukkan pentingnya menyediakan sesi pendampingan yang lebih intensif dan terjadwal.</p><p><br/></p><p>Kesimpulan :</p><p>Melalui refleksi ini, saya menyadari pentingnya pemahaman yang mendalam tentang teknik menyusui yang benar, baik dari sisi ibu maupun bayi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan, komunikasi, dan pengetahuan teknis memainkan peran penting dalam keberhasilan menyusui. Saya juga menyadari kekurangan yang ada, seperti kurangnya edukasi awal tentang posisi yang benar, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu dan bayi. Sebagai langkah ke depan, saya akan memastikan bahwa edukasi dan dukungan menyusui diberikan secara konsisten kepada ibu menyusui, sehingga mereka dapat merasa lebih percaya diri dan berhasil dalam proses menyusui.</p><p><br/></p><p>Action plan :</p><p>Untuk kedepannya saya akan meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti pelatihan lebih lanjut tentang teknik menyusui, termasuk manajemen masalah umum seperti pelekatan buruk atau puting lecet,lalu kelakuan edukasi yang lebih baik dengan membuat materi visual, seperti gambar atau video, untuk membantu menjelaskan teknik menyusui dengan lebih jelas dan terakhir dengan melakukan dukungan emosional yaitu mengembangkan keterampilan komunikasi untuk membantu ibu merasa lebih tenang dan percaya diri selama proses menyusui.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:14:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246000661</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246001121</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Anastasia Nismaratama H.S</p><p>Kelas : Sarjana Keperawatan B</p><p>NPM : 202323047</p><p><br/></p><p>Description : saya dan kelompok 3A melakukan take video teknik menyusui yang dilakukan pada hari Senin, 2 Desember 2024 pukul 08.00-10.00 di kampus 1 ruang osce 9. Take video ini melibatkan sebanyak 4 orang mahasiswa, kegiatan kami di sana adalah melakukan tindakan teknik menyusui yang digunakan untuk ujian lab mata kuliah maternitas. </p><p><br/></p><p>Feelings : Perasaan saya setelah melakukan teknik menyusui ini menjadi paham dan mengerti bagaimana memberikan edukasi dalam teknik menyusui dengan baik dan benar Saat membuat video edukasi tentang teknik menyusui, saya merasa gugup sekaligus termotivasi. Gugup karena ini adalah pengalaman baru bagi saya, dan saya khawatir apakah video tersebut akan cukup efektif dan sesuai dengan kebutuhan ibu menyusui. Saya juga takut jika ada informasi yang kurang tepat atau penyampaiannya sulit dipahami.</p><p><br/></p><p>Evaluation : Saya dan kelompok telah membuat video teknik menyusui dengan baik dan lancar sesuai dengan protab yang ada, kami juga telah membagi peran dan tugas pada masing-masing anggota kelompok. Kendalanya adalah ruangan yang berpindah-pindah sehingga kami harus menyesuaikan skrip kembali</p><p><br/></p><p>Analisis : Pengalaman mendampingi ibu menyusui menunjukkan bahwa keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satu yang paling penting adalah edukasi tentang posisi dan teknik menyusui yang benar. Kalau ibu paham ini, bayi bisa menyusu dengan nyaman, dan risiko nyeri pada puting berkurang. Sayangnya, waktu edukasi sering terbatas, jadi penjelasan dan praktiknya kurang maksimal. Ini menunjukkan perlunya pendampingan lebih baik.</p><p><br/></p><p>Conclusion : Melalui refleksi ini, saya menyadari pentingnya pemahaman yang mendalam tentang teknik menyusui yang benar, baik dari sisi ibu maupun bayi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan, komunikasi, dan pengetahuan teknis memainkan peran penting dalam keberhasilan menyusui. Saya juga menyadari kekurangan yang ada, seperti kurangnya edukasi awal tentang posisi yang benar, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu dan bayi. Sebagai langkah ke depan, saya akan memastikan bahwa edukasi dan dukungan menyusui diberikan secara konsisten kepada ibu menyusui, sehingga mereka dapat merasa lebih percaya diri dan berhasil dalam proses menyusui.</p><p><br/></p><p>Action plan : Untuk kedepannya saya akan lebih baik dalam memberikan edukasi teknik menyusui serta memberikan edukasi ini menjadi lebih menarik sehingga ibu yang membutuhkan dapat mengerti teknik menyusui tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246001121</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246004791</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Anggie Oktavia Denada</p><p>NPM : 202323049</p><p>Kelas : Sarkep B</p><p><br/></p><p>Description : </p><p>saya dan kelompok 3A melakukan take video teknik menyusui yang dilakukan pada hari Senin, 2 Desember 2024 pukul 08.00-10.00 di kampus 1 ruang osce 9. Take video ini melibatkan sebanyak 4 orang mahasiswa, kegiatan kami di sana adalah melakukan tindakan teknik menyusui yang digunakan untuk ujian lab mata kuliah maternitas.</p><p><br/></p><p>Feelings :</p><p>Saat membuat video edukasi tentang teknik menyusui, saya merasa gugup. Gugup karena ini adalah pengalaman baru bagi saya, dan saya khawatir apakah video tersebut akan cukup efektif dan sesuai dengan kebutuhan ibu menyusui. Saya juga takut jika ada informasi yang kurang tepat atau penyampaiannya sulit dipahami. Tetapi, saya merasa senang dan bersemangat karena menyadari bahwa ini adalah cara yang bermanfaat untuk membantu lebih banyak ibu menyusui yang mungkin tidak memiliki akses langsung ke bimbingan. </p><p><br/></p><p>Evaluation :</p><p>Saya dan kelompok telah membuat video teknik menyusui dengan baik dan lancar sesuai dengan protab yang ada, kami juga telah membagi peran dan tugas pada masing-masing anggota kelompok. Kendalanya adalah ruangan yang berpindah-pindah sehingga kami harus menyesuaikan skrip kembali. </p><p><br/></p><p>Analysis :</p><p>Dari pengalaman membantu ibu menyusui, keberhasilan dalam teknik menyusui dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor utama adalah edukasi yang diberikan tentang posisi dan teknik yang benar. Ketika ibu memahami konsep ini, bayi dapat menyusu dengan lebih nyaman, mengurangi risiko nyeri pada puting.</p><p>Sesi edukasi juga terbatas oleh waktu, yang membuat penjelasan dan praktik tidak maksimal. Hal ini menunjukkan pentingnya menyediakan sesi pendampingan yang lebih intensif dan terjadwal.</p><p><br/></p><p>Conclusion :</p><p>Melalui refleksi ini, saya menyadari pentingnya pemahaman yang mendalam tentang teknik menyusui yang benar, baik dari sisi ibu maupun bayi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan, komunikasi, dan pengetahuan teknis memainkan peran penting dalam keberhasilan menyusui. Saya juga menyadari kekurangan yang ada, seperti kurangnya edukasi awal tentang posisi yang benar, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu dan bayi. Sebagai langkah ke depan, saya akan memastikan bahwa edukasi dan dukungan menyusui diberikan secara konsisten kepada ibu menyusui, sehingga mereka dapat merasa lebih percaya diri dan berhasil dalam proses menyusui.</p><p><br/></p><p>Action Plan :</p><p>Untuk ke depannya, saya akan, mengikuti pelatihan lebih lanjut tentang teknik menyusui, termasuk manajemen masalah umum seperti pelekatan buruk atau puting lecet. Membuat materi visual, seperti gambar atau video, untuk membantu menjelaskan teknik menyusui dengan lebih jelas. Mengembangkan keterampilan komunikasi untuk membantu ibu merasa lebih tenang dan percaya diri selama proses menyusui.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:17:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246004791</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246006593</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : Lourencia Vanessa</p><p>NPM : 202223079</p><p>KELAS : B/tk.2</p><p>Saya melakukan take vidio di Kampus 1 Kalirang. Saya merasakan senang, karena punya teman yang suportif dan semuanya bisa diajak kerja sama dengan baik. Selama melakukan take masing-masing dari kami, dapat melakasanakan peran nya masing-masing dengan baik.</p><p><br/></p><p>kami kelompok sangat tenang dalam pembuatan tugas ini. karna, masing-masing dari kami sudah mendalami materi dengan baik. dari saya sendiri, selaku yang menyshooting dan mengedit sungguh senang karna tugas vidio adalah tugas yang menyenangkan apalagi disanding dengan teman teman yang semuanya mau diajak kerja sama.</p><p><br/></p><p>selama saya dan teman-teman melakukan take vidio, banyak hal yang bisa kita ambil dan maknai. salah satunya adalah tentang "perjuangan seorang ibu" ternyata sesulit itu dalam mengkondisikan semuanya dalam waktu yang bersamaan. setiap vidio yang kita ambil,, selalu kita cermati dengan seksama dengan maksud apa yang sudah kami pelajari, dapat tertuang dengan sempurna dan bermanfaat ada nya untuk siapa saja yang menyaksikan.</p><p><br/></p><p>pada vidio yang kami buat, kami sesuaikan dengan protab yang kami miliki dan sudah disepakati melalui dikusi kelompok sebelumnya. dimulai dari tahap Prainteraksi-orientasi-fase kerja-terminasi dan penutup. kami lakukan secara lengkap setiap tahapnya. fase sangat diperhatikan adalah bagian fase kerja. dimanan hubungan erat ibu dan bayi dilakukan secara benar agar keduanya sama-sama merasa nyaman.</p><p><br/></p><p>dalam pembuatan vidio teknik menyusui ini, kami semakin paham bahwasannya, setiap ibu mengASIhi anaknya semua rasa cinta dalam membangun kemistri tidak terlihat mudah seperti yang dibayangkan. pasti nya setiap ibu memiliki tantanggan tersendiri dan ibu pun selalu mengusahakan sebaik mungkin untuk anaknya</p><p><br/></p><p>vidio diedit, dengan sempurna dan sedetail itu dalam menjelaskannya agar dapat dipahami oleh semua penonton. vidio juga bisa diakses melalui youtube </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:19:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246006593</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246016586</link>
         <description><![CDATA[<p>Benedictus Bagas Priyo Sembodo</p><p>202323051</p><p>description</p><p>pada senin tanggal 2 desember 2024 saya Benedictus Bagas Priyo Sembodo dan kelompok saya membuat video tentang bagaimana cara mengedukasi ibu cara memberi asi yang benar di ruang osce 9 pada jam 10 pagi di gedung stikes panti rapih kampus 1 jakal untuk memenuhi nilai ujian mata kuliah maternitas dengan materi teknik menyusui.</p><p>feeling</p><p>saya merasa sangat malas untuk berangkat ke kampus 1 yang mana jauh dari rumah saya sekitaran 40 menit itupun kalau lalu lintas lancar, namun ada juga perasaan lega karena ujian kali ini bukanlah ujian osce yang selalu membuat gugup dan was was karena di uji satu per satu siswa. namun pada akhirnya saya senang karena bisa membuat video dengan santai tapi tetap on the point dalam setiap scenenya sehingga bisa membuat video dengan cepat tanpa kebanyakan rekam ulang adegan.</p><p>evaluation</p><p>selama proses perekaman video saya menjadi juru kamera karena sekalian menggunakan hp saya untuk mengambil video dan teman teman saya juga kompak dalam melakukan perannya masing masing sebagai perawat, pasien ibu menyusui atau probandus, dan juga kepala ruangan sehingga proses pengambilan video bisa berjalan dengan lancar dan cepat.</p><p>analisis</p><p>video kami berisi beberapa fase sesuai dengan tahapan saat ujian osce yaitu tahap pra interaksi, orientasi, fase kerja dimana kami mengedukasi ibu menyusui bagaimana cara menyusui bayi yang benar supaya efektif dan tidak tersedak dengan cara AMUBIDAPI agar bayi muda dalam menggapai puting dan juga air asi keluar secara efektif</p><p>conclution</p><p>dikarenakan beberapa kali mengulang bagian edukasi AMUBIDAPI saya menjadi sampai hafal urutannya sehingga menurut saya ini lebih efektif dalam mengingat materi dengan cara pengulangan</p><p>action plan</p><p>kedepannya saya akan membuat skenario yang lebih baik dan mudah dipahami sehingga tidak banyak pengulangan pengambilan adegan agar tidak terlalu lama dan melelahkan yang membuat ekspresi para pemeran di video kurang lepas sehingga videonya terkesan kurang menarik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:27:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246016586</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246031140</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Clara Naomi Rossa P</p><p>Kelas : Sarjanan Keperawatan B</p><p>NPM : 202323052</p><p>Tanggal : 2 Desember 2024</p><p><br/></p><p>Description : Saya dan kelompok 3A membuat video teknik menyusui yang dilakukan pada hari Senin, 2 Desember 2024 pukul 10.00-12.00 di ruang kampus 1 ruang OSCE 9. Pembuatan video ini melibatkan sebanyak 4 mahasiswa, video tersebut meliputi edukasi atau memberi asuhan keperawatan tentang teknik menyusui untuk memenuhi ujian Lab mata kuliah Maternitas.</p><p>Feeling : Perasaan saya setelah melalukan teknik menyusui ini menjadi lebih mengerti dan memahami bagaimana mengedukasi dan mempraktekan teknik menyusui kepada pasien. terlebih saya juga merasa gerogi karena ini pengalaman pertama dan apakah video yang kita buat cukup efektif dan sesuai kebutuhan ibu menyusui.</p><p>Evaluation : Saya dan kelompok telah membuat video tekanik</p><p>menyusui dengan baik sesuai dengan protab yang ada, kami juga membagi tugas dan peran masing-masing anggot kelompok.</p><p>Analisis : Mendampingi ibu menyusui menunjukan bahwa keberhasilan menyusui dipengaruhi beberapa hal. Apa bila ibu memahami teknik yang sudah dipaparkan bayi bisa menyusu dengan nyaman dan resiko nyeri puting berkurang. Terkadang apa pula kendala yaitu waktu edukasi yg terbatas serhingga penjelasan praktik kurang maksimal.</p><p>Conclusion : Dengan refleksi ini saya sadar bahwa pentingnya pemahaman tentang teknik menyusui dengan benar. Selain tentang teknik yg benar dengan dukungan dan komunikasi berperan penting dalam keberhasilan meyusui.</p><p>Action plan : Untuk selanjutnya saya akan lebih baik dan dibuat menarik dalam melakukan tindakan edukasi teknik menyusui agar ibu mudah memahami yang kita sampaikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-04 07:39:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agnes_mahayanti/zpz8p31wpkikqqkr/wish/3246031140</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
