<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perjuangan fisik dan diplomasi masyarakat Indonesia by Fakhira Aulia</title>
      <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-03-03 06:32:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-03-05 17:14:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>PERLAWANAN RAKYAT SURABAYA</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3348638665</link>
         <description><![CDATA[<p>• tokoh yang terlibat</p><ul><li><p>Bung Tomo</p></li><li><p>Gubernur suryo</p></li><li><p>HR. moehamad Mangoendiprojo</p></li><li><p>Mayjen Moestopo</p></li><li><p>Abdul Wahab Saleh</p></li></ul><p><br></p><p>• alasan perlawanan</p><ul><li><p>Adalah datangnya pasukan sekutu yang ditunggangi oleh alied forces Netherland east indies NICA pada 25 Oktober 1945. Awalnya Tujuan sekutu datang adalah untuk mengamankan para tawanan perang yang melucuti senjata Jepang</p><p><br></p></li></ul><p>• dampak yang di rasakan</p><ul><li><p>Seketika Kota Surabaya menjadi neraka pertempuran ini memakan waktu kurang dari 3 minggu lamanya dan berakhir dengan korban jiwa yang mencapai Ribuan Orang hancurnya Kota Surabaya dan banyak warga sipil yang menjadi korban</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/c071edc38a41a2a408736302149ab9db/1000693987.jpg" />
         <pubDate>2025-03-03 06:47:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3348638665</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERJANJIAN LINGARJATI (DIPLOMASI)</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3348654024</link>
         <description><![CDATA[<p>• tokoh dari dua belah pihak</p><ul><li><p>Pihak Indonesia diwakili oleh Sultan Syahrir, ak gani, Susanto tritoprodjo,dan Muhammad Roem</p></li><li><p> pihak Belanda diwakili oleh Wim Sukir home, Max Von pol, Hj Van Mook, f de baer</p></li><li><p> selaku moderator dan mediator pihak Inggris diwakili oleh Lords</p></li></ul><p><br></p><p>•tanggal dan tahun kejadian</p><ul><li><p>Pada tanggal 25 Maret 1947. di Istana Merdeka, Jakarta, Belanda kemudian meninggalkan Perjanjian Linggarjati dengan melancarkan invasi militer pertamanya pada tanggal 21 Juli 1947</p><p><br></p></li></ul><p>•isi perjanjian</p><ul><li><p>Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia Yaitu Jawa Sumatera dan Madura Belanda harus meninggalkan wilayah Republik Indonesia paling lambat 1 Januari 1949 pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat</p></li></ul><p><br></p><p>•dampak yang dirasakan masyarakat</p><ul><li><p>Wilayah kekuasaan Indonesia yang diakui dalam perjanjian saat kecil dan terbatas dengan hanya meliputi Sumatera Jawa dan Madura secara de facto hal ini dianggap tidak mencerminkan kedaulatan yang sesungguhnya bagi Indonesia</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/32858b096955570e58850c13476a8569/1000694019.jpg" />
         <pubDate>2025-03-03 06:58:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3348654024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BANDUNG LAUTAN API</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350217554</link>
         <description><![CDATA[<p>Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 23 Maret 1946. Peristiwa ini melibatkan pembakaran besar-besaran Kota Bandung oleh warga dan Tentara Republik Indonesia (TRI) sebagai bentuk perlawanan terhadap tentara sekutu dan Belanda. Berikut adalah penjelasan mengenai tokoh yang terlibat, alasan perlawanan, dan dampak yang dirasakan:</p><p><br/></p><p>• Tokoh yang Terlibat</p><p> * Kolonel Abdul Haris Nasution:</p><p>   * Sebagai Komandan Divisi III TRI, beliau berperan penting dalam merencanakan dan melaksanakan strategi "bumi hangus" di Bandung.</p><p> * Mohammad Toha:</p><p>   * Anggota TRI yang ditugaskan untuk menghancurkan gudang amunisi sekutu di Dayeuhkolot. Aksinya yang heroik menyebabkan ledakan besar dan menewaskan dirinya.</p><p> * Sutan Sjahrir:</p><p>   * Perdana Menteri Indonesia saat itu, yang turut berperan dalam menentukan strategi perlawanan di Bandung.</p><p> * Mayor Rukana:</p><p>   * Komandan polisi militer di Bandung. Mayor Rukana berperan sebagai pemimpin sekaligus pencetus ide pembakaran Kota Bandung.</p><p> * Banyak tokoh tokoh lainnya yang ikut berperan dalam Bandung Lautan Api, seperti:</p><p>   * Atje Bastaman.</p><p>   * Ismail Marzuki.</p><p>   * Mohammad Endang Karmas.</p><p>   * Moeljono.</p><p>   * Datuk Djamin.</p><p><br/></p><p>•Alasan Perlawanan</p><p> * Ultimatum dari tentara sekutu agar TRI mengosongkan Kota Bandung bagian selatan.</p><p> * Keengganan TRI dan warga Bandung untuk menyerahkan kota strategis tersebut kepada musuh.</p><p> * Semangat juang dan tekad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p><p><br/></p><p>•Dampak yang Dirasakan</p><p> * Kerugian Materiil:</p><p>   * Sebagian besar bangunan dan infrastruktur di Bandung hancur akibat kebakaran.</p><p> * Pengungsian Massal:</p><p>   * Ribuan warga Bandung mengungsi ke daerah lain untuk menghindari pertempuran.</p><p> * Simbol Perlawanan:</p><p>   * Peristiwa Bandung Lautan Api menjadi simbol heroisme dan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.</p><p> * Dampak pada Perjuangan Kemerdekaan:</p><p>   * Peristiwa ini memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa rakyat Indonesia bersedia berkorban demi kemerdekaan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/fc0384b7d9ad4d9f76be0c2debc03e88/1000694146.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:09:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350217554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERTEMPURAN MEDAN AREA</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350222128</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertempuran Medan Area adalah serangkaian pertempuran yang terjadi di Medan, Sumatera Utara, antara tentara Indonesia dan tentara Sekutu (Inggris dan Belanda) pada periode 1945-1949. Berikut adalah rincian mengenai tokoh yang terlibat, alasan perlawanan, dan dampak yang dirasakan:</p><p><br></p><p>•Tokoh yang Terlibat</p><p> * Dari Pihak Indonesia:</p><p>   * Achmad Tahir: Tokoh pemuda yang berperan penting dalam mengorganisir perlawanan.</p><p>   * Dr. Ferdinand Lumbantobing: Tokoh yang turut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Medan.</p><p>   * Suhardjo Hardjowardojo dan Jendral Suhardji Hardjo Wadjojo.</p><p>   * Abdul Karim M.S.</p><p> * Dari Pihak Sekutu:</p><p>   * Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly: Pimpinan pasukan Sekutu di Medan.</p><p><br></p><p>•Alasan Perlawanan</p><p> * Insiden lencana merah putih: Pada 13 Oktober 1945, seorang tentara Belanda merobek dan menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai oleh seorang pemuda Indonesia. Hal ini memicu kemarahan dan perlawanan dari rakyat Medan.</p><p> * Kehadiran Sekutu yang diboncengi NICA: Tentara Sekutu yang datang dengan dalih mengurus tawanan perang dan melucuti senjata tentara Jepang, ternyata diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang ingin kembali menguasai Indonesia.</p><p> * Upaya Sekutu mempersenjatai mantan tawanan perang: Sekutu berusaha mempersenjatai mantan tawanan perang yang mayoritas adalah orang Belanda, sehingga menambah ketegangan.</p><p> * Usaha sekutu membebaskan tawanan belanda dan jepang.</p><p><br></p><p>•Dampak yang Dirasakan</p><p> * Kerugian nyawa dan materiil: Pertempuran ini menyebabkan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak, serta kerusakan infrastruktur di Medan.</p><p> * Semangat juang yang tinggi: Pertempuran Medan Area menunjukkan semangat juang rakyat Indonesia yang pantang menyerah dalam mempertahankan kemerdekaan.</p><p> * Pembentukan komando perjuangan: Untuk memperkuat perlawanan, dibentuklah Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.</p><p> * Pertempuran ini menjadi salah satu simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan.</p><p> * Medan menjadi daerah yang rawan konflik.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/be878132d9656150a0294c93a4615920/1000694147.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:13:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350222128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERTEMPURAN AMBARAWA</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350224550</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertempuran Ambarawa adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah rincian mengenai tokoh yang terlibat, alasan perlawanan, dan dampak yang dirasakan:</p><p><br/></p><p>•Tokoh yang Terlibat</p><p> * Kolonel Soedirman:</p><p>   * Beliau memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan berperan penting dalam merancang strategi pertempuran, termasuk taktik "supit urang" yang berhasil mengalahkan pasukan Sekutu.</p><p> * Letkol Isdiman:</p><p>   * Komandan Resimen Banyumas yang gugur dalam pertempuran ini.</p><p> * Tokoh tokoh lainnya yang ikut berperan dalam Pertempuran Ambarawa, seperti:</p><p>   * Letkol Gatot Soebroto</p><p>   * Kolonel G.P.H. Djatikusumo</p><p>   * Kapten Surono Reksodimedjo</p><p>   * Letkol Sarbini Martodihardjo</p><p><br/></p><p>•Alasan Perlawanan</p><p> * Kedatangan pasukan Sekutu (Inggris) yang diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration).</p><p> * Upaya Sekutu untuk mempersenjatai tawanan perang Belanda di Ambarawa dan Magelang.</p><p> * Pelanggaran kesepakatan oleh Sekutu, yang awalnya datang untuk mengurus tawanan perang, tetapi kemudian menunjukkan niat untuk menguasai kembali wilayah Indonesia.</p><p> * Insiden di Magelang yang memicu bentrokan antara TKR dan Sekutu.</p><p><br/></p><p>•Dampak yang Dirasakan</p><p> * Kemenangan bagi Indonesia:</p><p>   * Pertempuran ini berhasil dimenangkan oleh TKR, memaksa pasukan Sekutu mundur ke Semarang.</p><p> * Simbol perjuangan:</p><p>   * Pertempuran Ambarawa menjadi simbol semangat juang dan kegigihan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.</p><p> * Penguatan TNI:</p><p>   * Kemenangan ini meningkatkan moral dan kepercayaan diri TKR, serta memperkuat posisi mereka dalam perjuangan kemerdekaan.</p><p> * Hari Juang Kartika:</p><p>   * Untuk mengenang peristiwa heroik ini, tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Juang Kartika (sebelumnya Hari Infanteri).</p><p> * Didirikannya Monumen Palagan Ambarawa.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/43cd247a67e984dec78b62366ccc5816/1000694148.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:15:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350224550</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERTEMPURAN 5 HARI DI SEMARANG</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350229930</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah salah satu peristiwa heroik dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah rincian mengenai tokoh yang terlibat, alasan perlawanan, dan dampak yang dirasakan:</p><p><br/></p><p>•Tokoh yang Terlibat</p><p> * dr. Kariadi:</p><p>   * Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat (RS Purasara), yang gugur saat menjalankan tugas untuk memeriksa sumber air di daerah Wungkal yang diduga telah diracuni oleh Jepang.</p><p> * drg. Soenarti:</p><p>   * Istri dari dr. Kariadi.</p><p> * Mr. Wongsonegoro:</p><p>   * Gubernur Jawa Tengah.</p><p> * Mayor Kido:</p><p>   * Komandan pasukan Jepang yang memimpin serangan.</p><p> * Kasman Singodimedjo:</p><p>   * Perwakilan Indonesia dalam perundingan gencatan senjata dengan pasukan Jepang.</p><p> * Selain itu banyak pemuda dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan rakyat semarang yang ikut serta dalam pertempuran ini.</p><p><br/></p><p>•Alasan Perlawanan</p><p> * Insiden dr. Kariadi:</p><p>   * Kematian dr. Kariadi memicu kemarahan rakyat Semarang, yang kemudian bangkit melawan pasukan Jepang.</p><p> * Pelarian tawanan Jepang:</p><p>   * Ratusan bekas serdadu Jepang melarikan diri dan bergabung dengan pasukan Kidobutai, sehingga memicu kemarahan masyarakat.</p><p> * Ketegangan antara Indonesia dan Jepang:</p><p>   * Ketidakpercayaan dan ketegangan antara pihak Indonesia dan Jepang yang masih memiliki pasukan bersenjata.</p><p><br/></p><p>•Dampak yang Dirasakan</p><p> * Korban jiwa:</p><p>   * Pertempuran ini menyebabkan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak, baik dari pihak Indonesia maupun Jepang.</p><p> * Semangat perjuangan:</p><p>   * Pertempuran ini menunjukkan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.</p><p> * Kerusakan infrastruktur:</p><p>   * Pertempuran ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur di kota Semarang.</p><p> * Simbol perlawanan:</p><p>   * Pertempuran lima hari di semarang menjadi simbol perlawanan rakyat indonesia terhadap sisa sisa kekuatan jepang.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/00ca72e25d94e2311c757e97bfc45f78/1000694149.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:18:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350229930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERJANJIAN RENVILE (diplomasi)</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350233570</link>
         <description><![CDATA[<p>Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville, yang berlabuh di Teluk Jakarta. Perjanjian ini merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara setelah Agresi Militer Belanda I.</p><p>Berikut adalah rincian mengenai tokoh yang terlibat, alasan, dan dampak Perjanjian Renville:</p><p>Tokoh yang Terlibat</p><p> * Pihak Indonesia:</p><p>   * Amir Sjarifuddin: Ketua delegasi Indonesia.</p><p>   * Ali Sastroamidjojo</p><p>   * H. Agus Salim</p><p>   * Dr. Johannes Leimena</p><p> * Pihak Belanda:</p><p>   * Abdulkadir Widjojoatmodjo: Ketua delegasi Belanda.</p><p> * Pihak Penengah (Komisi Tiga Negara):</p><p>   * Amerika Serikat: Frank Porter Graham</p><p>   * Australia: Richard Kirby</p><p>   * Belgia: Paul van Zeeland</p><p>Alasan Perjanjian Renville</p><p> * Kegagalan Perjanjian Linggarjati: Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dengan melancarkan Agresi Militer Belanda I pada Juli 1947.</p><p> * Tekanan Internasional: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Indonesia dan Belanda untuk menghentikan konflik dan mencari solusi damai.</p><p> * Upaya Penghentian Agresi Militer Belanda I: Perjanjian Renville diadakan untuk menghentikan agresi militer Belanda I yang sedang terjadi.</p><p>Dampak yang Dirasakan</p><p> * Dampak bagi Indonesia:</p><p>   * Wilayah Indonesia semakin sempit: Indonesia hanya diakui meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra.</p><p>   * Garis Van Mook: Muncul garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan wilayah pendudukan Belanda.</p><p>   * Pemindahan pasukan TNI: Pasukan TNI harus ditarik mundur dari wilayah-wilayah yang diduduki Belanda.</p><p>   * Kabinet Amir Syarifuddin jatuh: Perjanjian Renville dianggap merugikan Indonesia, sehingga Kabinet Amir Syarifuddin mendapat banyak kecaman dan akhirnya jatuh.</p><p>   * Memicu Agresi Militer Belanda II.</p><p> * Dampak bagi Belanda:</p><p>   * Belanda dapat memperluas daerah kekuasaannya.</p><p>   * Belanda mendapatkan waktu untuk memperkuat militer.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/3be51cf2c4f7c8a0dc36af54e1da1489/1000694150.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:21:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350233570</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERJANJIAN ROEM-ROYEN</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350236451</link>
         <description><![CDATA[<p>Tentu, berikut adalah rincian mengenai tokoh yang terlibat, alasan, dan dampak Perjanjian Roem-Roijen:</p><p>Tokoh yang Terlibat</p><p> * Pihak Indonesia:</p><p>   * Mohammad Roem: Ketua delegasi Indonesia.</p><p>   * Ali Sastroamidjojo</p><p>   * Leimena</p><p>   * Prof. Dr. Soepomo</p><p> * Pihak Belanda:</p><p>   * J.H. van Roijen: Ketua delegasi Belanda.</p><p> * Pihak Penengah:</p><p>   * Merle Cochran (Amerika Serikat): Anggota Komisi Tiga Negara (KTN).</p><p>Alasan Perjanjian Roem-Roijen</p><p> * Kegagalan perundingan sebelumnya: Perjanjian Renville telah menimbulkan banyak masalah dan ketegangan, sehingga diperlukan perundingan baru.</p><p> * Agresi Militer Belanda II: Belanda melancarkan Agresi Militer II pada Desember 1948, yang menyebabkan penangkapan para pemimpin Indonesia dan pendudukan Yogyakarta.</p><p> * Tekanan internasional: PBB dan dunia internasional mengecam tindakan Belanda dan mendesak kedua belah pihak untuk berunding.</p><p> * Keinginan untuk mengembalikan Pemerintahan Republik Indonesia.</p><p>Dampak yang Dirasakan</p><p> * Dampak bagi Indonesia:</p><p>   * Pembebasan pemimpin Indonesia: Para pemimpin Indonesia yang ditangkap, seperti Soekarno dan Hatta, dibebaskan dan dikembalikan ke Yogyakarta.</p><p>   * Pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta.</p><p>   * Penghentian Agresi Militer Belanda II.</p><p>   * Pembukaan jalan menuju Konferensi Meja Bundar (KMB): Perjanjian Roem-Roijen membuka jalan bagi perundingan lebih lanjut di KMB, yang akhirnya menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia.</p><p>   * TNI menghentikan perang gerilya.</p><p> * Dampak bagi Belanda:</p><p>   * Belanda terpaksa menghentikan agresi militer.</p><p>   * Belanda harus mengakui keberadaan Republik Indonesia.</p><p>   * Mendapatkan tekanan dari dunia internasional.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/305ae7377415a6b4dc5461c07da1a8fb/1000694151.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:23:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350236451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KONFERENSI MEJA BUNDAR (DIPLOMASI)</title>
         <author>fakhira857</author>
         <link>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350237797</link>
         <description><![CDATA[<p>Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah sebuah perundingan antara Indonesia dan Belanda yang berlangsung di Den Haag, Belanda, dari tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949. Konferensi ini bertujuan untuk menyelesaikan sengketa antara kedua negara setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.</p><p>Berikut adalah rincian mengenai tokoh yang terlibat, alasan, dan dampak Konferensi Meja Bundar:</p><p>Tokoh yang Terlibat</p><p> * Pihak Indonesia:</p><p>   * Mohammad Hatta: Ketua delegasi Indonesia.</p><p>   * Mohammad Roem</p><p>   * Soepomo</p><p>   * Leimena</p><p> * Pihak Belanda:</p><p>   * J.H. van Maarseveen: Ketua delegasi Belanda.</p><p> * Pihak Penengah:</p><p>   * United Nations Commission for Indonesia (UNCI).</p><p>Alasan Konferensi Meja Bundar</p><p> * Desakan dunia internasional: PBB dan negara-negara lain mendesak Indonesia dan Belanda untuk menyelesaikan konflik secara damai.</p><p> * Keberhasilan Perjanjian Roem-Roijen: Perjanjian ini membuka jalan bagi perundingan lebih lanjut di KMB.</p><p> * Keinginan Belanda untuk mengakhiri konflik: Belanda menyadari bahwa konflik dengan Indonesia tidak dapat diselesaikan dengan cara militer.</p><p> * Keinginan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan Kedaulatan secara penuh.</p><p>Dampak yang Dirasakan</p><p> * Dampak bagi Indonesia:</p><p>   * Pengakuan kedaulatan: Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS).</p><p>   * Penarikan pasukan Belanda: Belanda menarik pasukannya dari Indonesia.</p><p>   * Penyelesaian masalah Irian Barat: Status Irian Barat akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.</p><p>   * Indonesia berubah menjadi RIS.</p><p> * Dampak bagi Belanda:</p><p>   * Berakhirnya penjajahan: Belanda mengakhiri penjajahannya di Indonesia.</p><p>   * Kerugian ekonomi: Belanda kehilangan sumber daya ekonomi yang besar dari Indonesia.</p><p>   * Mendapatkan tekanan dari dunia internasional.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2735560250/3e1634d20e8204f51c116694cf10fe7b/1000694152.jpg" />
         <pubDate>2025-03-04 06:24:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fakhira857/zmuzws7rmmyqo03b/wish/3350237797</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
