<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Meraih Bintang by Jasmine</title>
      <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20</link>
      <description>Adab Kepada Guru</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-08-31 03:39:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-09-01 02:45:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>ADAB BERBICARA KEPADA GURU (Jasmine Ahladzikar XI 2B) </title>
         <author>ahladzikar</author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679237386</link>
         <description><![CDATA[<div>Adab Berbicara<br>Berbicara dengan seseorang yang telah mengajarkan kebaikan haruslah lebih baik dibandingkan jika berbicara kepada orang lain. Imam Abu Hanifah pun jika berada depan Imam Malik ia layaknya seorang anak di hadapan ayahnya.<br>Para Sahabat Nabi shallahu 'alaihi wa sallam, muridnya Rasulullah, tidak pernah kita dapati mereka beradab buruk kepada gurunya tersebut, mereka tidak pernah memotog ucapannya atau mengeraskan suara di hadapannya, bahkan Umar bin khattab yang terkenal keras wataknya tak pernah menarik suaranya di depan Rasulullah, bahkan di beberapa riwayat, Rasulullah sampai kesulitan mendengar suara Umar jika berbicara. Di hadist Abi Said al Khudry radhiallahu 'anhu juga menjelaskan,<br>كُنَّا جُلُوسًا فِي الْمَسْجِدِ إِذْ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ فَجَلَسَ إِلَيْنَا فَكَأَنَّ عَلَى رُؤْوْسِنَا<br>الطَّيْرُ لا يتكلم أحَدٌ مِنا&nbsp;<br>"Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara" (HR. Bukhari).&nbsp;<br>Sungguh adab tersebut tak terdapatkan di umat manapun.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122268492/28f3f1c5aa9a318cdf68d085d98188d8/IMG_20230831_WA0008.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679237386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ADAB DUDUK (Syaqila XI 2B) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679238814</link>
         <description><![CDATA[<div>Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Tolibil Ilm mengatakan,&nbsp;</div><div><em>“Pakailah adab yang terbaik pada saat kau duduk bersama syaikhmu, pakailah cara yang baik dalam bertanya dan mendengarkannya.”</em></div><div>Syaikh Utsaimin mengomentari perkataan ini,&nbsp;</div><div><em>“Duduklah dengan duduk yang beradab, tidak membentangkan kaki, juga tidak bersandar, apalagi saat berada di dalam majelis.”</em></div><div><br></div><div>Ibnul Jamaah mengatakan,&nbsp;</div><div><em>“Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi gurunya”.</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122277616/245745b7ad8796acc6f22447bb03fb44/46D96379_61F7_475F_9DF9_838B43DEEBC6.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:02:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679238814</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Memanggil (Naffa : xi-2b)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679241042</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebagai wujud penghormatan seorang pelajar kepada seorang guru, diantaranya adalah tidak memanggil gurunya dengan panggilan " Kamu"," ,"Anda" atau sebutan "Antum" sekalipun dan lain sebagainya, terlebih memanggil nama langsung gurunya itu. Apabila ia hendak memanggil gurunya, hendaknya ia memanggil dengan sebutan " ya sayyidi (wahai tuanku)", " ya ustadzi (wahai Guruku)", dan sejenisnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122289845/ccc93c176d37a28e6d1ce9e9799fb34d/n.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:05:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679241042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adab Membelot Terhadap Guru(Alyssa XI-2B) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679244010</link>
         <description><![CDATA[<div>Seorang pelajar hendaknya patuh kepada gurunya serta tidak membelot dari pendapat (perintah dan anjuran-anjurannya). Bahkan idealnya, sikap seorang pelajar kepada gurunya adalah laksana seorang pasien kepada seorang dokter yang ahli dalam menangani penyakitnya. Oleh karena itu, ia hendaknya selalu meminta saran terlebih dahulu kepada sang guru atas apapun yang akan ia lakukan dan serta berusaha mendapatkan restunya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122272309/bab121167993630d031981ddb7ce8993/83e8f79437207f37b91382561e910690.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:09:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679244010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adab Bertanya pada Guru (Naffa; XI 2B)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679244842</link>
         <description><![CDATA[<div>Syaikh Umar bin Ahmad Baraja’ dalam kitabnya <em>al-Akhlaq lil Banin</em> juz 1 menjelaskan beberapa adab murid bersama gurunya, di antaranya adalah apabila murid tidak memahami pelajaran, maka hendaklah dia <a href="https://majalahnabawi.com/adab-bertanya/">bertanya</a> kepada gurunya dengan lemah lembut dan penuh penghormatan; dengan cara mengangkat tangannya sampai guru mengizinkannya untuk bertanya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122293098/1d7273f6af325737c0db54c39f7e4ae1/privat_ngaji_cibubur.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:09:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679244842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SABAR ( Syaqila XI 2B ) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679246610</link>
         <description><![CDATA[<div>Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali pernah berbuat dosa, sebaik apapun agamanya, sebaik apapun amalnya, sebanyak apapun ilmunya, selembut apapun perangainya, tetap ada kekurangannya. Tetap bersabarlah bersama mereka dan jangan berpaling darinya.</div><div>Allah berfirman :</div><div dir="rtl">وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا</div><div><em>“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS.Al Kahfi:28).</em></div><div>Karena tidak ada yang lebih baik kecuali bersama orang orang yang berilmu dan yang selalu menyeru Allah Azza wa Jalla.</div><div>Al Imam As Syafi Rahimahullah mengatakan,</div><div dir="rtl">اِصْبِرْ عَلَى مُرِّ الْجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ</div><div dir="rtl">فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نَفَرَاتِهِ</div><div><em>“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru, Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122277616/0e8014b049bf136d73376194fe24b704/5D2E5F10_3532_454F_8706_78529B820632.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:12:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679246610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BERSUNGGUH-SUNGGUH (Jasmine Ahladzikar XI 2B) </title>
         <author>ahladzikar</author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679251238</link>
         <description><![CDATA[<div>Bersungguh-sungguh (berusaha keras) dalam mencari seorang guru yang diyakini memiliki pemahaman ilmu-ilmu syariat (agama Islam) yang mendalam serta diakui keahliannya oleh guru-guru yang lain. Seorang guru yang baik adalah orang yang banyak melakukan kajian (pembahasan/penelitian), perkumpulan (berdiskusi), serta bukan hanya orang yang mempelajari ilmu hanya melalui buku (tanpa melalui bimbingan seorang guru) ataupun dia tidak pernah bergaul dengan guruguru lain yang lebih cerdas. Imam as-Syafi'i berkata: مَنْ تَفَقَّهَ مِنْ بُطُونِ الكُتُبِ ضَيَّعَ الأَحْكَامَ<br><br>"Barang siapa mempelajari ilmu pengetahuan yang hanya melalui buku, maka ia telah menyia-nyiakan hukum".</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122268492/45a5d4fa965e592016f09c868a299630/IMG_20230831_WA0009.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:16:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679251238</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adab mendengarkan Guru (Alyssa  XI-2B) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679267756</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari Mu’adz ibn Sa’id, beliau berkata: Kami sedang berada di majelis ‘Atha’ ibn Abi Rabah, di mana seseorang meriwayatkan sebuah hadits lalu ada orang lain yang menyanggahnya saat dia sedang membawakan hadits tersebut. Maka ‘Atha’ berkata, “Subhanallah. Akhlak apa ini? Mimpi apa ini? Sesungguhnya aku mendengar hadits dari seseorang, sementara aku lebih berilmu dari dia, maka aku tunjukkan kepadanya bahwa aku tidak tahu sama sekali tentang hadits tersebut.”<br><br>Dari ‘Atha’, beliau berkata, “Ada seorang pemuda sedang meriwayatkan sebuah hadits. Maka aku mendengarkannya seolah aku belum pernah mendengar hadits tersebut, padahal aku telah mendengarnya sebelum dia dilahirkan.”<br><br>Dari Khalid ibn Shafwan, beliau berkata, “Jika engkau melihat seseorang sedang meriwayatkan sebuah hadits yang telah engkau dengar, atau mengabarkan kabar yang telah engkau tahu, maka jangan ikut meriwayatkan hadits tersebut karena ingin memberi tahu kepada orang-orang yang hadir bahwa engkau telah mengetahuinya. Sesungguhnya itu adalah sikap meremehkan dan adab yang buruk.”<br><br>Dari nukilan di atas, kita simpulkan bahwa merupakan adab yang buruk ketika kita menunjukkan kepada orang lain bahwa kita sudah tahu ilmu yang sedang dia bicarakan. Apalagi jika dia adalah guru kita, yang sedang mengajarkan ilmu, membahas sebuah hukum, menyebutkan sebuah hadits, atau mengupas faidah dari perkataan ulama’, dan kita sedang duduk di majelis atau kajian beliau. Tidak boleh bagi kita untuk kemudian menunjukkan sikap bahwa kita sudah paham apa yang diterangkan oleh guru kita tersebut, walaupun kita sebenarnya memang sudah paham dan bisa jadi hafal seluruh ilmu yang beliau bawakan. Wajib bagi kita untuk mendengarkan beliau secara antusias, seolah kita baru mendapatkan faidah itu pertama kali, dalam rangka menghormati guru kita dengan cara memiliki sikap tawadhu’ di hadapannya dan memberikan kebahagiaan di dalam hatinya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122272309/7e8e21bb875c9065e0f91d2e82067b65/0a19066efb942c3a1948517b9404903b.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 04:33:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahladzikar/zksso9p161fmzb20/wish/2679267756</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
