<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLS XII LIMIT GEO by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp</link>
      <description>INTERAKSI WILAYAH</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-11-09 05:37:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-03-30 21:02:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Rocket.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>ME</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/205137448</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Aulia Insani. J<br>2. Rosdiana<br>3. Sukmawati<br>4. A. Muh. Zaky Fauzan<br><br>FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA INTERAKSI:<br><br>A. Faktor Dari Dalam Diri Seseorang<br>•Dorongan Kodrati Sebagai Makhluk Sosial<br>  Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk pribadi dan sekaligus mahluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai kecenderungan untuk bergaul dengan sesama manusia. Bahkan menurut Howard Gardner, setiap manusia memiliki potensi kecerdasan antarpribadi, yaitu kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, wajar apabila setiap orang mempunyai kecenderungan kuat untuk berinteraksi dengan orang lain.<br><br>•Dorongan Untuk Memenuhi Kebutuhan<br>  Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menyadari bahwa banyak hal dalam hidupnya yang tergantung pada orang lain. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, setiap orang memerlukan orang lain. Kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, diterima, dihargai, dan lain sebagainya jelas memerlukan orang lain sebagai sumber pemenuhannya. OIeh karena itulah, manusia memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam upaya memenuhi kebutuhan dirinya. Lebih dan itu, ada kebutuhan-kebutuhan manusia yang hanya dapat dipenuhi secara bersama-sama atau yang hanya dapat dipenuhi dengan mudah jika diusahakan bersama-sama. Misalnya, menciptakan keamanan dan kenyamanan, memperoleh keturunan penerus umat manusia sampai mencapai kebahagiaan.<br><br>•Dorongan Untuk Mengembangkan Diri dan Mempengaruhi Orang Lain<br>  Manusia juga memiliki potensi dan kehendak untuk mengembangkan diri sendiri dan sesamanya. Upaya pengembangan pribadi tersebut antara lain dilakukan dengan melakukan imitasi dan identifikasi. Imitasi adalah tindakan seseorang meniru sikap, penampilan, gaya hidup, dan bahkan segala sesuatu yang dimiliki orang lain. Misalnya, imitasi seorang remaja terhadap artis idolanya. Imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial dan dapat berdampak positif maupun negatif. Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang<br>berlaku, namun juga dapat mengakibatkan terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma masyarakat. Hal itu ditentukan oleh figur yang diimitasi oleh seseorang. Imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Identifikasi adalah usaha seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, jadi lebih dan sekedar meniru seseorang. Selain mengembangkan diri sendiri, manusia juga mempunyai kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang mungkin memberikan sugesti, motivasi, dan simpati kepada orang lain.<br><br>B. Faktor dari Luar Individu<br>  Di samping dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri, interaksi sosial juga dirangsang oleh hal yang ada di luar diri seseorang. Tindakan orang lain, sikap diam orang lain, atau kejadian-kejadian yang berlangsung di sekitar kehidupan seseorang merupakan hal-hal yang dapat merangsang timbulnya interaksi sosial. Karena disapa orang lain, maka kita terlibat interaksi dengan orang tersebut. Karena penasaran atas sikap diam orang yang kita kenal, maka kita terdorong untuk bertanya dan mencari tahu masalahnya sehingga terjadi interaksi sosial. Karena ingin mengetahui apa sebab-sebab sebuah kecelakaan lalu-lintas, kita bertanya kepada orang yang ada di tempat kejadian, maka terjadilah interaksi sosial. Interaksi sosial selalu terjadi karena ada aksi dan reaksi di antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/236169377/b4401a026aaa082f270d6898d9f7d5bf/images_2.jpg" />
         <pubDate>2017-11-09 05:43:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/205137448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Zube</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/205137839</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Gejala Interaksi Desa Kota</strong></div><ul><li>Araris Karlina</li><li>Ardiansyah Achmad</li><li>Hesty Henry B.P</li><li>Muhammad Aditya Fachrezy</li></ul><div>Interaksi adalah suatu suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain.<br>Desa dan kota merupakan pemukiman kelompok masyarakat,yang membadakan diantara keduanya adalah hanya pada suatu gaya hidup dari masyarakatnya dan beberapa aspek didalamnya yang apabila didesa cenderung tradisional dan apabila kota lebih modern.<br>&nbsp;<br>Interaksi Desa-Kota<br>Interaksi desa-kota adalah proses hubungan yang bersifat timbal balik antar unsur-unsur yang ada di kota dan di desa dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru, baik berupa fisik maupun non fisik.&nbsp;<br><br>Wujud interaksi desa-kota :<br> Pegerakan barang dari desa ke kota atau sebaliknya seperti pemindahan hasi pertanian, produk industri dan barang tambang.<br> Pergerakan gagasan dan informasi terutama dari kota ke desa<br> Pergerakan manusia dalam bentuk rekreasi, urbanisasi, mobilitas penduduk baik yang sifatnya sirkulasi maupun komutasi.<br>Interaksi antara desa - kota melahirkan suatu perkembangan baru bagi desa maupun bagi kota. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa maupun kota, dan adanya persamaan kepentingan.<br><br>Kedudukan Desa dalam Interaksi :<br> Desa berfungsi sebagai hinterland atau daerah dukung yang berfungsi sebagai suatu daerah pemberi bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela disamping bahan makanan lain seperti kacang, kedelai, buah-buahan dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan.<br> Dari sudut ekonomi, sebagai lumbung bahan mentah<br> Pensupplai tenaga kerja<br> Dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan dan sebagainya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-09 05:47:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/205137839</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Idaman </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/205137887</link>
         <description><![CDATA[<div>Chezia irvani<br>Kezia putri<br>St mawaddah<br>Dwi vany aisyah <br>Annisa fitri manaba<br><br><br><strong><em>ZONA INTERAKSI<br><br><br></em></strong><strong>Inti kota (city)</strong></div><div>terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :</div><div><br></div><div><strong>zona suburban (faubourgh), &nbsp;</strong></div><div>yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).</div><div><br></div><div><strong>Zona urban fringe &nbsp;</strong></div><div>adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.</div><div><br></div><div><strong>Zona rural-urban fringe &nbsp;</strong></div><div>adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.</div><div><br></div><div>Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><strong>Daerah Pusat Kegiatan (DPK) atau Central Business Districts (CBD) biasanya dikelilingi zonazona sebagai berikut.</strong></div><div><br></div><div><strong>a. Lokasi Pertokoan dan Perdagangan</strong></div><div>Di daerah perkotaan, setiap toko, agen, dan kantor penjualan menempati sepanjang jalan-jalan utama untuk mendekati konsumen. Dengan alasan ini, maka berbagai kegiatan jasa akan memilih lokasi di dekat atau di dalam Daerah Pusat Kegiatan (Central Business District) atau selaput inti kota. Lokasi ini dapat berada di sepanjang jalan utama di sekitar terminal bus atau stasiun kereta api.</div><div><br></div><div>Pertokoan dapat dibedakan menurut barang-barang yang dijual. Perbedaan jenis dan macam barang yang dijual berpengaruh terhadap lokasi dan luas bangunannya. Toko atau tempat belanja yang menjual barang-barang keperluan sehari-hari, seperti sabun, rokok, sampo, pasta gigi, dan obat-obatan cenderung memiliki lokasi agak di luar dari pusat daerah kegiatan serta mendekati permukiman. Toko yang menjual barang-barang mewah lebih suka memilih lokasi dekat inti kota karena faktor keamanan. Lokasi yang dipilih juga mempertimbangkan calon pembeli yang berasal dari golongan elite atau kaya. Jadi, pertokoan yang dibangun di kota dapat dibedakan menjadi Primary Shopping Centers dan Secondary Shopping Centers.</div><div><br></div><div>Pada masa kini, muncul banyak toko-toko dengan tipe ”supermarket”. Toko jenis ini lebih suka memilih lokasi di zona selaput inti kota karena harga tanah yang lebih murah dibanding harga tanah di zona inti kota, dan juga alasan persaingan yang ketat di zona inti kota. Strategi supermarket dalam menyaring konsumen adalah dengan menyediakan segala kebutuhan penduduk di sekitarnya.</div><div><br></div><div><br></div><div>Antara Daerah Pusat Kegiatan (DPK), Secondary Shopping Centers, dan supermarket tidak saling menjatuhkan. Bagaimana dapat terjadi? DPK dilengkapi berbagai fasilitas, seperti fasilitas rekreasi, permainan, dan gedung bioskop. Selain itu, toko-toko di pusat kegiatan memberikan pelayanan lebih dari satu macam, misalnya selain menjual barang juga membuka usaha rumah makan atau agen travel.</div><div><br></div><div>Perkembangan dari DPK memunculkan kegiatan di bidang finansial, pertokoan, rekreasi, dan lain-lain di zona tepi inti kota yang disebut ”subclusters of services”. Selain itu muncul dan berkembang juga Secondary Business Centers di sepanjang jalurjalur utama. Munculnya pusat kegiatan tersebut dapat mengaburkan teori-teori zona yang sudah ada.</div><div><br></div><div>Perdagangan sayur-sayuran dan buah-buahan tidak memerlukan lokasi di dalam inti kota. Para pedagang lebih suka memilih lokasi di tepi kota yang mempunyai daerah terbuka dan luas. Lokasi yang cocok biasanya berdekatan dengan terminal truk dan kereta api serta pelabuhan laut.</div><div><br></div><div><strong>b. Lokasi Pabrik</strong></div><div>Penentuan lokasi pabrik di kota besar lebih mempertimbangkan faktor biaya daripada faktor konsumen. Lokasi pabrik banyak ditentukan oleh pengeluaran biaya yang minimal dari bahan mentah, bahan bakar, air, listrik, modal, dan pengangkutan, serta lahan. Lahan dibutuhkan untuk mendirikan bangunan pabrik, gudang, kantor, dan sisa hasil produksi (disposal of waste).</div><div><br></div><div>Lokasi pabrik dapat dijumpai pada tiga zona sebagai berikut.</div><div>1) Zona pinggiran kota (periphery).</div><div>2) Zona di dekat daerah perdagangan (trade districts).</div><div>3) Zona di sepanjang jalur lalu lintas angkutan berat (heavy freight traffic).</div><div><br></div><div>Pembangunan industri besar sering memerlukan beberapa lokasi (multiple locations). Kantor untuk pegawai dan keperluan administrasi berlokasi di dalam kota. Gudang tempat penyimpanan produk berlokasi di pinggir kota atau tepi laut untuk mempermudah pengiriman produk ke luar daerah. Kadang-kadang industri besar memerlukan bangunan laboratorium yang ditempatkan pada lokasi tertentu. Jadi, suatu industri belum tentu hanya memiliki satu kompleks, tetapi beberapa kompleks. Kenyataan ini memperlemah kedudukan teori zona konsentris.</div><div><br></div><div><strong>c. Lokasi Permukiman</strong></div><div>Lokasi permukiman tidak hanya mengelompok pada satu tempat, tetapi menyebar di beberapa tempat di daerah perkotaan. Penyebaran lokasi permukiman menurut Burgess (1929) dipengaruhi oleh faktor saingan (competition), hak milik pribadi (private ownership), perbedaan keinginan (differential desirability), topografi, transportasi, dan struktur asal (inertia of earlier structure).</div><div><br></div><div>1) Saingan</div><div>Antara penduduk kota satu dengan lainnya saling bersaing untuk mendapat tempat tinggal yang sesuai dengan keinginannya. Keinginan ini dipengaruhi oleh tingkat ekonomi masing-masing. Faktor ekonomi perorangan menjadi penentu keteraturan kompleks perumahan.</div><div>2) Hak Milik Pribadi</div><div>Lahan yang sudah dimiliki perseorangan umumnya digunakan untuk membangun rumah. Lahan perseorangan tidak mudah diminta pihak lain. Terlebih apabila lahan itu letaknya strategis. Kepemilikan lahan perseorangan dapat mempersulit perencanaan zonasi kota.</div><div>3) Perbedaan Keinginan</div><div>Penilaian warga kota terhadap lokasi perumahan satu dengan yang lain tidak sama. Penilaian ini berkaitan dengan keinginan pribadi, prestise, masalah sosial, dan lainnya.</div><div>4) Topografi</div><div>Topografi berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap pembangunan perumahan. Misalnya, lahan dengan kemiringan yang tajam kurang diminati dibanding lahan yang datar; lahan yang berada di ketinggian tertentu dengan pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik untuk dijadikan permukiman. Lahan bertopografi kasar dan tidak subur memiliki nilai jual yang rendah dan kurang diminati untuk perumahan.</div><div>5) Transportasi</div><div>Transportasi memengaruhi waktu dan biaya perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Lokasi dan perkembangan permukiman sangat berkaitan dengan prasarana dan sarana transportasi. Permukiman akan cepat berkembang di lokasi yang dilalui atau berdekatan dengan rute transportasi.</div><div>6) Struktur Asal</div><div>Kota yang memiliki bangunan-bangunan historis bernilai budaya tinggi sering mempersulit dalam pengaturan permukiman masa kini. Biasanya, struktur asal ingin tetap dipertahankan sebagai monumen bersejarah.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/213023860/e9d3014b6a3e17ffd63a87869ca53b51/IMG_8040.jpg" />
         <pubDate>2017-11-09 05:48:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/205137887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TELADAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/208567928</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>ANGGOTA KELOMPOK:<br>-FRANCOIS NESFADDY A.S. <br>-MUH. RAFLY S. <br>-MUH. FAHRUL ARHAM <br>-MUTMAINNA <br><br><strong>Dampak interaksi antar ruang<br><br></strong>Interaksi adalah suatu aktivitas dimana terjadinya hubungan timbal balik antara personal dengan personal, personal dengan kelompok, kelompok dengan kelompok Yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masing masing.&nbsp;<br><br>Dampak interaksi keruangan terhadap beberapa wilayah adalah:<br>-<strong>Dampak bagi desa:<br>&nbsp; &nbsp;*Positif:<br>&nbsp; -</strong>Pengetahuan penduduk desa menjadi meningkat.<br> &nbsp;<strong>-</strong>Jumlah guru dan sekolah yang banyak terdapat di desa memungkinkan menjadi penggerak kemajuan penduduk desa melalui pendidikan.<br> &nbsp;<strong>-</strong>Perluasan jalur jalan desa-kota dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor.<br>&nbsp; -Produktivitas desa makin meningkat dengan hadirnya teknologi tepat guna.<br>&nbsp; -Koperasi dan organisasi sosial yang berkembang.<br>&nbsp; -Peningkatan kegiatan wiraswasta.<br>&nbsp; -Pelestarian lingkungan hidup perdesaan.<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<strong>*Negatif:<br></strong>&nbsp; -Modernisasi kota telah melunturkan orientasi pertanian.<br>&nbsp; -Siaran televisi yang dapat ditangkap di pelosok desa dapat meningkatkan konsumerisme dan kriminalitas.<br>&nbsp; -Pengurangan tenaga produktif bidang pertanian di desa.<br>&nbsp; -Tata cara dan kebiasaan yang menjadi budaya kota masuk ke pelosok desa dan cenderung mengubah budaya desa.&nbsp;<br>&nbsp; -Ketersediaan bahan pangan yang berkurang, peningkatan pengangguran, dan pencemaran lingkungan menjadi masalah penting akibat interaksi desa-kota.<br><br><strong>-Dampak bagi kota:<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</strong>*<strong>Positif:<br>&nbsp; -</strong>Tercukupinya kebutuhan bahan pangan bagi penduduk perkotaan.<br>&nbsp; -Jumlah tenaga kerja di perkotaan melimpah.<br>&nbsp; -Produk-produk yang dihasilkan di daerah perkotaan dapat dipasarkan sampai ke pelosok desa.<br><br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<strong>*Negatif:<br>&nbsp; -</strong>Jumlah penduduk desa yang pergi ke kota tanpa keahlian menimbulkan permasalahan bagi daerah perkotaan, yaitu semakin meningkatnya jumlah pengangguran dan penduduk miskin.<br>&nbsp; -Penduduk dengan pendapatan rendah kesulitan mencukupi kebutuhan hidupnya.<br>&nbsp; -Nilai lahan di perkotaan yang mahal.<br>&nbsp; -Terjadi degradasi kualitas lingkungan.<br><br><strong>KESIMPULAN: interaksi memiliki berbagai jenis dampak, mulai dari dampak positif, hingga dampak negatif. Namun, Interaksi merupakan suatu aktivitas yang sifatnya tak dapat ditahan, sebab tujuan interaksi sendiri adalah untuk saling memenuhi kebutuhan masing- masing wilayah. jadi dapat dikatakan tujuan dari interaksi keruagan sendiri adalah untuk memajukan daerah masing- masing dari berbagai aspek.</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-20 02:53:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/208567928</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Themis Fam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/208569828</link>
         <description><![CDATA[<div>Aziizah pratiwi<br>Muh Febri Ananda<br>Muh sabir saleng<br>Muh Adam Syawal<br>Arif Alamsyah&nbsp;<br><strong>PRINSIP INTERAKSI&nbsp;</strong></div><div>Pada prinsipnya interaksi keruangan merupakan</div><div>a.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Hubungantimbal balik antara dia wilayah atau lebih, misalnya antara kota dengan desa, antara kota dengan kota, antara daerah industry dan daerah pemasaran, antara daerah yang padat penduduknya dan daerah yang jarang penduduknya.&nbsp;</div><div>b.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Dalam hubungan timbale balik wilayah ini, terdapat proses pergerakan yaitu;</div><div>1. &nbsp; Pergerakan manusia atau mobilitas</div><div>2. &nbsp; Pergerakan atau perpindahan gagasan dan informasi atau dinamakan dengan komunikasi, seperti informasi tentang teknologi, keindahan suatu wilayah, bencana alam, dan sebagainya.</div><div>3. &nbsp; Pergerakan materi atau benda, yang dinamakan transportasi seperti perpindahan hasil pertanian, produk industry, barang tambang dan lain-lain.</div><div>c.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Akibat hubungan antara dua wilayah tersebut, maka timbulah gejala kenampakan atau permasalahan baru. Gejala-gejala tersebut sifatnya dapat menguntungkan (+) atau merugikan (-)</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-11-20 03:08:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/zdr18kjtaxkp/wish/208569828</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
