<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Struktur Teks Eksplanasi (IND 8A) by Ageng Satrio Prabowo</title>
      <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a</link>
      <description>Bahasa Indonesia Kelas 8 - Teks Eksplanasi
Kelas 8A
</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-01-20 01:37:44 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-15 02:20:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4dc.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Struktur Teks - Contoh</title>
         <author>agengs</author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2004111081</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Judul: Komponen Biotik</strong><br><br><strong>1. Identifikasi fenomena</strong><br>Komponen biotik merupakan komponen penting dalam suatu ekosistem. Tiap-tiap komponen biotik memiliki fungsinya masing-masing. Salah satunya adalah organisme autotrof.<br><br><strong>2. Rangkaian kejadian</strong><br>Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Sebagai produsen, tumbuhan hijau menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Makanan dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya. Dengan demikian, produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain, yaitu konsumen.<br><br><strong>3. Ulasan</strong><br>Dengan demikian tropisme sesungguhnya merupakan gerak dari bagian tumbuhan yang disebabkan adanya rangsangan. Hal itu ternyata berbeda dengan gerak pasti, arah gerak tropisme bergantung pada arah datangnya rangsangan.<br><br><em>Sumber: Buku Bahasa Indonesia Kelas 8</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1501004318641-b39e6451bec6?crop=entropy&amp;cs=srgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=Mnw3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8Mnx8cGxhbnR8ZW58MHx8fHwxNjQyNTczMTMx&amp;ixlib=rb-1.2.1&amp;q=85" />
         <pubDate>2022-01-21 01:34:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2004111081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks - (Nama) [contoh]</title>
         <author>agengs</author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2004111843</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Judul:<br><br><strong>1. Identifikasi fenomena</strong><br><br><br><strong>2. Rangkaian kejadian</strong><br><br><br><strong>3. Ulasan</strong><br><br><br><em>Sumber:</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-21 01:35:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2004111843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tsunami Aceh, bencana alam terbesar 16 tahun lalu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2015482732</link>
         <description><![CDATA[<div>https://nasional.kontan.co.id/news/tsunami-aceh-bencana-alam-terbesar-16-tahun-lalu&nbsp;<br><br>Judul :&nbsp;</div><h1>Tsunami Aceh, bencana alam terbesar 16 tahun lalu</h1><div><br>1. Identifikasi fenomena<br>Paragraf pertama dan kedua.&nbsp;<br>Tsunami Aceh terjadi tepat pada 16 tahun yang lalu. Tsunami Aceh yang merupakan bencana alam terbesar itu terjadi pada 26 Desember 2004.&nbsp;</div><div>Gelombang tsunami menyapu pesisir Aceh pasca gempa dangkal berkekuatan M 9,3 yang terjadi di dasar Samudera Hindia. Gempa yang terjadi, bahkan disebut ahli sebagai gempa terbesar ke-5 yang pernah ada dalam sejarah.<br><br>2. Rangkaian kejadian<br>Paragraf 3,4 dan 5.<br>Kejadian itu terjadi pada hari Minggu, hari yang semestinya bisa digunakan oleh masyarakat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati libur akhir pekan bersama. Tapi tidak dengan Minggu saat itu, masyarakat justru harus berhadapan dengan alam yang tengah menunjukkan kekuatannya, sungguh kuat.&nbsp;</div><div><strong><br>Tsunami Aceh didahului gempa&nbsp;<br></strong><br></div><div>Mengutip DW (23/12/2014), tsunami Aceh didahului gempa yang terjadi pada pukul 07.59 WIB. Tidak lama setelah itu, muncul gelombang tsunami yang diperkirakan memiliki ketinggian 30 meter, dengan kecepatan mencapai 100 meter per detik, atau 360 kilometer per jam.&nbsp;</div><div>Gelombang besar nan kuat ini tidak hanya menghanyutkan warga, binatang ternak, menghancurkan pemukiman bahkan satu wilayah, namun juga berhasil menyeret sebuah kapal ke tengah daratan. Kapal itu ialah Kapal PLTD Apung yang terseret hingga 5 kilometer dari kawasan perairan ke tengah daratan.<br><br>3. Ulasan<br>Paragraf 13,14,15<br>Dengan banyaknya bantuan dan perhatian pada wilayah terdampak bencana tsunami Aceh, baik yang datang dari Tanah Air maupun dunia internasional, Aceh perlahan kembali tertata. Tidak hanya secara infrastruktur dan bangunan, namun juga perekonomian, juga psikologis masyarakatnya.&nbsp;</div><div>Di Aceh, pada tahun 2009 didirikan sebuah museum untuk mengenang kejadian pilu itu. Museum itu adalah Museum Tsunami Aceh yang terletak di Kota Banda Aceh. Arsitek dari museum tersebut adalah Ridwan Kamil yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Barat.&nbsp;</div><div>Di dalam museum tsunami Aceh ini, terdapat beragam diorama yang menggambarkan peristiwa, juga daftar nama mereka yang menjadi korbannya. Museum ini bukan hanya menjadi situs untuk mengenang keganasan gempa dan tsunami di Aceh 26 Desember 2004, namun juga menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan kebencanaan bagi masyarakat.<br><br><br><br>-Siti Sarah Nabila-</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-27 09:42:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2015482732</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks - Anindya Zahra A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017083760</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul : <strong>Tanah Longsor<br><br></strong>1.&nbsp;<strong>Identifikasi fenomena<br></strong>Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.<br><br><strong>2. Rangkaian kejadian<br></strong>Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh, diantaranya erosi, lereng dari bebatuan dan tanah yang&nbsp; diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat,&nbsp; dan gunung berapi yang menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu.<br><br><strong>3. Ulasan<br></strong>Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tanah longsor, seperti tidak membuat kolam atau sawah diatas lereng, tidak mendirikan rumah di bawah tebing, jangan menebang pohon di sekitar lereng, jangan memotong tebing secara tegak lurus, dan tidak mendirikan bangunan di sekitar Sungai.<br><br>Sumber https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/5-contoh-teks-eksplanasi-tentang-fenomena-alam-1524/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn1.katadata.co.id/media/images/thumb/2018/02/06/2018_02_06-11_43_20_5dc25f0adba4644d8b269d5242a28e0e_620x413_thumb.jpg" />
         <pubDate>2022-01-28 01:55:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017083760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Kabupaten Bandung - Azra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017086481</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Judul: Sejarah Kabupaten Bandung</strong><br><strong><br>1. Identifikasi fenomena</strong><br>Awal pemerintahan Kabupaten Bandung dimulai sejak Piagam Sultan Agung Mataram pada tanggal 20 April 1641. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung.</div><div>Sebelum mencapai bentuk pemerintahan sekarang, Kabupaten Bandung mengalami perkembangan kekuasaan dari zaman ke zaman. Pada masa Kerajaan Pajajaran berkuasa, sekitar akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, di Tatar Periangan belum ada bentuk kabupaten, hanya terdiri atas beberapa keprabuan. Istilah keprabuan diambil dari kata prabu yang berarti ‘leluhur’ atau ‘raja muda’.<br><strong><br>2. Rangkaian kejadian</strong><br>Pada tahun 1575 yang berkuasa di daerah Pajajaran adalah pemerintahan Islam. Dilanjutkan pemerintahan Mataram (1621–1677) dan pemerintahan Belanda. Saat Mataram berkuasa itulah, nama keprabuan diubah menjadi kabupaten.</div><div>Berdasarkan piagam itu, Sultan Agung diangkat Tumenggung Wiraangunangun sebagai Bupati Bandung. Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bandung berpusat di daerah Krapyak atau Bojongasih. Tepatnya di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya, yaitu Sungai Citarum. Nama Krapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di Dayeuhkolot.<br><strong><br>3. Ulasan</strong><br>Pada masa Bupati Wiranatakusumah II (1794-1829) Ibu Kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak (Dayeuhkolot) ke pinggir Sungai Cikapundung atau Alun-alun Bandung sekarang. Pemindahan tersebut berdasarkan perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda,”Deandels”. Peristiwa itu terjadi pada 25 Mei 1810. Alasan pemindahan tersebut akan memberikan prospek baik terhadap perkembangan wilayah itu. Pada saat itu Deandels yang mendapat julukan "Mas Galak" tengah membuat jalan dari Anyer ke Panarukan. Kebetulan jalur tersebut melewati Tatar Priangan atau Kota Bandung pada saat sekarang ini.<br><em><br>Sumber: ruangguru.com</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://i.pinimg.com/originals/2c/43/87/2c4387b3ef7d877ffbccfb81d5b9acf7.jpg" />
         <pubDate>2022-01-28 01:57:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017086481</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks- Quincy</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017102682</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Judul: Peristiwa Gempa Bumi<br><a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5821989/4-contoh-teks-eksplanasi-disertai-penjelasan-struktur-lengkapnya">https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5821989/4-contoh-teks-eksplanasi-disertai-penjelasan-struktur-lengkapnya</a>.<br><br><br>1. <strong>Identifikasi fenomena<br></strong>Gempa bumi yaitu munculnya suatu guncangan yang biasanya disebabkan oleh suatu pergerakan, yang berasal dari lapisan batu bumi. Guncangan tersebut diakibatkan oleh getaran dari dasar bumi. Getaran ini terdapat pada beberapa daerah tertentu yang kemudian mengakibatkan munculnya guncangan. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah gunung yang aktif atau di sepanjang lautan yang cukup luas.<br><br><strong>2. Rangkaian kejadian</strong><br>Gempa bumi juga disebabkan oleh munculnya suatu pergerakan atau adanya pergeseran di lapisan dasar bumi yang sangat kuat. Sehingga terjadilah gempa bumi. Gempa bumi yang terjadi sangat cepat, sehingga efeknya sangat terasa dan terlihat di lingkungan sekitar. Bahkan getarannya bisa mencapai ke segala penjuru sehingga membuat suatu bangunan menjadi rata. Tak jarang kejadian itu juga menyebabkan korban jiwa berjatuhan. Penyebab gempa bumi ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gempa vulkanik dan gempa tektonik.<br><br>Gempa vulkanik merupakan jenis gempa yang disebabkan oleh meletusnya gunung berapi dengan skala terbesar. Gempa vulkanik ini terbilang lebih jarang terjadi, jika dibandingkan dengan peristiwa gempa tektonik. Gempa tektonik adalah lapisan kerak bumi yang sifatnya lunak, yang kemudian menimbulkan pergerakan atau pergeseran.<br><br>Jika dilihat dari teori tektonik plate, bahwa memang ada beberapa lapisan buatan yang terdapat pada permukaan bumi. Daerah yang terdapat lapisan kerak bumi ini, akan hanyut atau bahkan mengapung di suatu lapisan tertentu. Seperti bagaimana terjadinya salju. Pergerakan tersebut sangat pelan, yang akhirnya menyebabkan lapisan satu dengan lapisan lainnya pecah dan kemudian saling bertabrakan. Hal itulah yang menjadi penyebab dari gempa bumi tersebut.<br><br>3<strong>. Ulasan<br></strong>Gempa bumi ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Khususnya di daerah tertentu, contohnya pada perbatasan plat pasifik. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena sebagian besar daerah tersebut memang dikelilingi oleh gunung berapi. Itulah sebabnya area tersebut disebut dengan lingkaran api.<br><br>-Putu Floranida Quincy Wijaya-<br><strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5821989/4-contoh-teks-eksplanasi-disertai-penjelasan-struktur-lengkapnya." />
         <pubDate>2022-01-28 02:10:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017102682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda - Hasna</title>
         <author>aneggthatflies</author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017111963</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>1. Identifikasi fenomena</em></strong><br>Gunung Krakatau meletus pada 26 Agustus 1883. Letusannya yang sangat dahsyat bahkan terdengar hingga Australia. Letusan ini merupakan letusan gunung terkuat sepanjang sejarah dengan level 6 skala Volcanic Explosivity Index. Letusan Gunung Krakatau juga tak hanya melenyapkan Pulau Krakatau, namun juga menyebabkan tsunami vulkanik setinggi 120 kaki yang merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. Sedikitnya 36.417 orang meninggal dan hilang terseret gelombang atau tertimbun bahan letusan yang dimuntahkan gunung tersebut. <strong><em><br>2. Rangkaian kejadian</em></strong><strong><br>Sebelum letusan</strong><br>Gunung Krakatau berada di pulau tak berpenghuni di sebelah barat Sumatera. Namun pada 20 Mei 1883, Krakatau menunjukkan aktivitas pertamanya. Sebuah kapal perang Jerman melaporkan adanya awan dan debu setinggi 11 kilometer di atas Gunung Krakatau. Dua bulan setelah kejadian tersebut, penduduk Pulau Jawa dan Sumatera menyaksikan sebuah letusan serupa pada Gunung Krakatau. Para penduduk malah menyambut gembira aktivitas vulkanik tersebut karena minimnya pengetahuan perihal kebencanaan.<br><strong>Detik-detik letusan<br></strong>Sambutan gembira para penduduk berujung bencana besar pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Ledakan dahsyat pada sore hari, 26 Agustus 1883, menghancurkan dua pertiga bagian utara pulau itu dan menyebabkan tsunami besar yang melanda garis pantai di dekatnya. Empat letusan terjadi pada pagi hari tanggal 27 Agustus 1883. Krakatau setinggi vulkanik setinggi 50 mil, menutupi sinar matahari yang menyebabkan gelapnya langit dari pagi hingga malam, dan juga turunnya suhu secara serentak di seluruh dunia. Dari 35.500 korban meninggal dunia, 31.000 di antaranya karena tsunami yang terjadi setelah materi letusan gunung mengalir deras ke laut. Sebanyak 4.500 orang hangus akibat aliran piroklastik yang menerjang permukiman setelah berguling di atas permukaan laut. Kompleks Krakatau terdiri dari empat pulau, yaitu Rakata, Setung, Panjang, dan Anak Krakatau. Tiga yang pertama membentuk formasi caldera, sedangkan Anak Krakatau mulai aktif kembali sejak 20 Januari 1930 hingga sekarang. Aktivitas Anak Krakatau terakhir terjadi pada 22 Desember 2018. Saat itu, erupsi Anak Krakatau mengakibatkan tsunami di Selat Sunda yang menghantam Banten dan Lampung.&nbsp; <strong>&nbsp;<br></strong><strong><em>3. Ulasan<br></em></strong>Bencana alam memang tidak dapat dihindari. Namun, sekarang, dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, kita dapat mengantisipasi bencana yang akan terjadi dan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.<br><br><em>sumber: kompas.com</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-9XH0M3oXZo4/UxMfoBXajuI/AAAAAAAADAQ/uFTXeETwcWM/s1600/krakatau_e32695.jpg" />
         <pubDate>2022-01-28 02:19:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017111963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks - Alexa Nadhifa A.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017115738</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Identifikasi fenomena</strong><br>Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 20 Desember 2021, pukul 05:56 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 433 detik. Diketahui, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) hingga mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya harus mengungsi.<br><br><strong>2. Rangkaian kejadian</strong><br>Desa Sumberluwuh yang berada di sekitar Gunung Semeru diguyur hujan pada pukul 11.00 WIB siang. Lebih lanjut, pada pukul 15.42 terjadi awan panas dan ditambah dengan endapan magma. Diinfromasikan saat itu getaran banjir lahar dan juga guguran awan panas tercata dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. Setelahnya, dilaporkan adanya visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik. Guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran lebih 500 meter dibawah kawah. <br><br>3. <strong>Ulasan</strong><br>Jumlah korban meninggal pasca-erupsi Gunung Semeru setidaknya 51 jiwa. Jumlah pengungsi tercatat 10.395 jiwa yang tersebar pada 410 titik pengungsian. Konsentrasi pengungsian ada di Kecamatan Pasirian sebanyak 1.746 jiwa (17 titik), Kecamatan Candipuro ada 4.645 jiwa (21 titik), dan Kecamatan Pronojiwo sebesar 1.077 jiwa (8 titik). Pasca erupsi tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih cukup tinggi dan ancaman bahaya dari erupsi Gunung Semeru juga cukup signifikan berupa banjir lahar dingin hingga awan panas guguran.<br><br>Sumber: https://tirto.id/kaleidoskop-2021-daftar-bencana-alam-di-indonesia-sepanjang-2021-gm2u</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1557013845/2e333bd96da9d328c62146a86650fbc7/images.jpeg" />
         <pubDate>2022-01-28 02:22:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2017115738</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Banjir - Harsya Almira </title>
         <author>harsyaal1</author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2021411123</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul: Banjir<br><br><strong>1. Identifikasi fenomena</strong><br>Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena&nbsp; alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.<br><br></div><div>Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi&nbsp; berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan <em>(run-off)</em> di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.</div><div><br><br><strong>2. Rangkaian kejadian</strong><br>Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.&nbsp;<br><br>Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.</div><div><br><br><strong>3. Ulasan</strong><br>Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.</div><div><br><br><em>Sumber:<br>ruangguru.com</em></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1546605620/8f7ea010e8c2eebf6898d3f468310610/download.jpeg" />
         <pubDate>2022-01-31 14:46:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2021411123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks - Laura Farah Martiza</title>
         <author>laurafar1</author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2034262063</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Identifikasi fenomena </strong><br>Kupu -kupu berkembang biak dengan cara bertelur dan memiliki siklus hidup istimewa disebut metamorfosis. Metamorfosis kupu-kupu terjadi secara sempurna. Apa yang dimaksud dengan metamorfosis sempurna?<br>Pada dasarnya, metamorfosis adalah proses perubahan bentuk secara bertahap mulai dari telur hingga dewasa (imago). Sementara, metamorfosis pada hewan dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna terjadi ketika hewan mengalami perubahan bentuk yang sangat berbeda pada setiap tahap perkembangnnya. Sementara itu, metamorfosis tidak sempurna terjadi pada hewan dengan tidak mengalami perubahan bentuk. Artinya, hewan yang baru menetas dari telur memiliki bentuk hampir sama dengan hewan dewasa. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu, lalat, katak, dan sebagainya. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, yaitu belalang, kecoak, nyamuk, dan lain-lain.<br><br><strong>2. Rangkaian kejadian <br></strong>Metamorfosis kupu-kupu dimulai dari telur. Kemudian, telur akan menetas menjadi ulat (larva). Pada tahap ini ulat memiliki tubuh yang panjang dan terbagi atas segmen-segmen. Tiga segmen pertama membawa tiga pasang kaki "sejati", tetapi juga memiliki lima pasang pengisap seperti "bakal kaki" di sepanjang tubuhnya. Untuk bertahan hidup, ulat akan memakan dedaunan yang ada di sekitarnya. Lalu, setelah menjadi dewasa, ulat akan membuat sarang dengan air liurnya. Setelah masa makan dan tumbuh, ulat akan mencari tempat yang teduh untuk berubah menjadi kepompong atau pupa. Pupa terbentuk dari air liur yang mengeras membentuk semacam benang sutera yang menutupi seluruh tubuh ulat. Pada tahap pupa ini, seluruh jaringan dalam tubuh ulat beristirahat dan mengalami pengaturan ulang. Setelah dua minggu, pupa akan menetas menjadi kupu-kupu dewasa (imago) yang bentuknya sangat berbeda dari ulat. Tubuh kupu-kupu dewasa dibagi menjadi tiga bagian, yakni kepala, dada, dan perut. Pada bagian dada terdapat tiga pasang kaki dan dua pasang sayap sehingga kupu-kupu dewasa bisa terbang dan berjalan. Kupu-kupu dewasa memiliki bentuk mulut yang panjang seperti tabung untuk mengisap madu dari bunga. Setelah mencapai tahap dewasa, kupu-kupu akan bertelur dan metamorfosis kupu-kupu dimulai lagi. <br><br><strong>3. Ulasan <br></strong>Metamorfosis adalah salah satu fenomena alam yang menarik, karena adanya perbedaan bentuk antara anak dan induknya. Proses metamorfosis kupu-kupu terjadi dengan tahap telur - ulat kecil - ulat dewasa - kepompong- kupu-kupu.<br><br>Sumber: <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5828508/proses-metamorfosis-kupu-kupu-dari-telur-larva-hingga-dewasa">https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5828508/proses-metamorfosis-kupu-kupu-dari-telur-larva-hingga-dewasa</a><strong><br><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://guratgarut.com/wp-content/uploads/2020/09/metamorfosis-kupu-kupu.jpeg" />
         <pubDate>2022-02-07 23:22:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2034262063</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks -Najwa Shabrina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2058794863</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Identifikasi fenomena<br>Sejumlah wilayah di Kota Surabaya diterjang hujan es disertai angin kencang, Senin (21/2). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena itu disebabkan oleh awan Cumulonimbus (CB). Fenomena hujan es terjadi karena adanya awan Cumulonimbus. Awan itu terdapat tiga macam partikel yaitu butiran air, butiran air super dingin dan partikel es sehingga hujan lebat masih berupa partikel padat es atau hail dapat terjadi. Meski begitu, tak semua awan Cumulonimbus mengeluarkan hujan es tergantung dari pembentukan dan pertumbuhan awan tersebut.<br><br>2. Rangkaian kejadian<br>Awan yang mengeluarkan hujan es berbentuk berlapis lapis dan seperti bunga kol, di antara awan tersebut mempunyai batas tepi berwana abu-abu, menjulang tinggi berubah warna jadi hitam. Hujan es bersifat sangat lokal dengan luasan berkisar 5-10 kilometer dan waktu terjadinya pun sangat singkat, sekitar 10 menit. Fenomena hujan es ini lebih sering terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba, adapun waktunya lebih sering antara siang atau sore hari.</div><div><br>3. Ulasan</div><div>Hujan es adalah fenomena yang langka. Walau tidak berbahaya, masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrim seperti hujan es dan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang sebab bisa membuat pohon bertumbangan.<br><br>Sumber: <a href="https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220221173620-199-762049/bmkg-jelaskan-penyebab-hujan-es-di-surabaya">https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220221173620-199-762049/bmkg-jelaskan-penyebab-hujan-es-di-surabaya</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1555670543/a3fda0557eb233cc13f191bb60280844/A61A699D_066E_4F7F_94B2_E5CEB42BC2F2.jpeg" />
         <pubDate>2022-02-21 13:43:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/agengs/eksplanasi8a/wish/2058794863</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
