<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>BENTENG VREDEBURG by </title>
      <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-05-15 04:25:52 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-21 13:55:55 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>BENTENG VREDEBURG</title>
         <author>edreathalasa</author>
         <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993651233</link>
         <description><![CDATA[<p>Tahukah kamu kalo dulu ada sebuah benteng di tengah Kota Yogyakarta yang sudah menjadi saksi atas apa yang terjadi pada Kota Yogyakarta sebelum kemerdekaan. Benteng Vredeburg sebagai salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi peristiwa-peristiwa yang terjadi tersebut. Pembangunan Benteng Vredeburg dapat dikatakan memakan waktu yang cukup lama karena pada saat itu Sultan Hamengku Bowono I dinilai terlalu fokus pada pembangunan istananya dan mengabaikan pembangunan benteng. Hal tersebut dibuktikan dengan wacana bahwa benteng Vredeburg akan selesai dibangun pada tahun yang sama dengan tahun awal pembangunannya yaitu pada tahun 1760, akan tetapi sampai beberapa pergantian Gubernur di Kota Yogyakarta benteng belum juga terselesaikan. Gubenur pantai utara Jawa, J. Siberg melaporkan bahwa pembangunan benteng sangat lambat karena sampai tahun 1781 benteng masih belum terselesaikan. Beberapa bangunan sudah berbentuk tetapi belum memiliki atap serta rumah komandan belum selesai dibangun, benteng baru terselesaikan pada tahun 1787 dan diberi nama “Rustenberg. Benteng Rustenberg pertama kali dibawah kekuasaan VOC yang kemudian dalam perkembangannya pada 1788-1799 mengalami kebangkrutan dan diambil alih oleh Bataafsche Republic (Pemerintah Belanda). Pembangunan Benteng Rustenberg atau Vredeburg oleh VOC ini dimaksudkan untuk mengawasi aktivitas Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, benteng ini berganti nama menjadi Vredeburg (tempat perdamaian) pada tahun 1830 setelah perang Diponegoro terjadi. Benteng Vredeburg pernah mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi yang terjadi pada 1867. Namun bangunan benteng segera diperbaiki. Seiring dengan masuknya tentara Jepang, pengelolaan Benteng Vredeburg juga diambil alih oleh Dai Nippon. Sama seperti pemerintahan Hindia Belanda, Pemerintahan Pendudukan Jepang juga menjadikan Benteng Vredeburg sebagai pusat administrasi dan markas militer. Pada masa awal kemerdekaan, benteng ini masih tetap difungsikan sebagai markas militer tentara nasional.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/Gerbang_depan_Museum_Vredeburg_Yogyakarta.jpg" />
         <pubDate>2024-05-15 04:27:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993651233</guid>
      </item>
      <item>
         <title>VIRTUAL TOUR BENTENG VREDEBURG</title>
         <author>edreathalasa</author>
         <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993654338</link>
         <description><![CDATA[<p>Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Benteng Vredeburg diambil alih oleh instansi militer Republik Indonesia. Namun, ketika terjadi peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, benteng ini dikuasai oleh pasukan Belanda pada tahun 1948 sampai 1949. Belanda menjadikan benteng ini untuk markas tentara IV G (Informatie Voor Geheimen), yaitu Dinas Rahasia Belanda. Disamping itu, benteng ini juga digunakan sebagai markas batalyon pasukan dan penyimpanan perbekalan berbagai peralatan tempur. Oleh karena itu, pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, pasukan TNI menjadikan benteng ini sebagai salah satu sasaran serangan untuk dapat menaklukan pasukan Belanda. Pada 29 Juni 1949, setelah mundurnya pasukan Belanda dari Yoyakarta, maka pengelolaan Benteng Vredeburg dipegang oleh APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://virtualtourvredeburg.id/?fbclid=PAZXh0bgNhZW0CMTEAAaboYgZq1uT-UGP6QwFTQj9Va6tlTpxINjUJA4ED-VcamA_gpUJ8B6Gmpis_aem_AYpp8Yw1Yxcj1JWKZVv2MTs8EmOHFiSCyMNs4fgskCoNAiyM_kudBqJ4XP0KYt3BEt_cNXoWWM60YhDMktB60gsH" />
         <pubDate>2024-05-15 04:31:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993654338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOTO SEKITAR BENTENG</title>
         <author>edreathalasa</author>
         <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993660481</link>
         <description><![CDATA[<p>Foto pintu masuk menuju Benteng Vredeburg pada tahun 1939 yang dipersembahkan untuk Abbenhuis dalam keberangkatannya sebagai asisten residen Yogyakarta pada 27 September 1940.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2463307717/1ea697237d870ef8296f6af266e2ed6f/Cuplikan_layar_2024_05_15_113814.png" />
         <pubDate>2024-05-15 04:38:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993660481</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOTO SEKITAR BENTENG</title>
         <author>edreathalasa</author>
         <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993661049</link>
         <description><![CDATA[<p>Jalan di belakang Benteng Vredeburg di Jogjakarta pada tahun 1890</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2463307717/ce2c78f23d5041a93117c49ce5177095/Cuplikan_layar_2024_05_15_113831.png" />
         <pubDate>2024-05-15 04:39:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993661049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOTO SEKITAR BENTENG</title>
         <author>edreathalasa</author>
         <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993662303</link>
         <description><![CDATA[<p>Gerbang masuk dan jembatan kayu Benteng Vredeburg dari jauh</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2463307717/879b2e36f19870dfe87839d83e670630/Cuplikan_layar_2024_05_15_114014.png" />
         <pubDate>2024-05-15 04:40:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993662303</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOTO KEGIATAN</title>
         <author>edreathalasa</author>
         <link>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993665225</link>
         <description><![CDATA[<p>Parade militer pasukan Belanda dan Jawa di Benteng Vredeburg karena benteng difungsikan sebagai markas tentara</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2463307717/56460ae7c9ef9e2ce4733e55c55b1c5f/Cuplikan_layar_2024_05_15_114259.png" />
         <pubDate>2024-05-15 04:43:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/edreathalasa/z1rpeeek33i8d3hw/wish/2993665225</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
