<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Maluku by adn susanto</title>
      <link>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 06:04:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-12 07:29:39 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f649.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang Rakyat Maluku</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291773082</link>
         <description><![CDATA[<div>Salah satu perlawanan rakyat yang patut diingat oleh generasi muda adalah Perlawanan Rakyat Maluku alias Perlawanan Pattimura. Tokoh pahlawan atas perlawanan rakyat ini sejatinya dapat Grameds lihat pada uang nominal seribu rupiah yang jelas menunjukkan bagaimana wajah dari Sang Kapitan Pattimura.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1800908501/66f039b21dcc663e09fbea9f69a92b73/Perlawanan_Rakyat_Maluku.png" />
         <pubDate>2022-09-12 06:06:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291773082</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291858544</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebenarnya, perlawanan-perlawanan rakyat Indonesia kepada para penjajah yakni Bangsa Belanda ini disebabkan karena semata-mata adanya VOC. Yap, kongsi dagang Hindia-Timur ini dianggap sebagai upaya bangsa Belanda untuk memonopoli kekayaan Indonesia dan membuat rakyat semakin sengsara. Nah, berikut ini adalah beberapa latar belakang penyebab terjadinya Perlawanan Rakyat Maluku yang kala itu dipimpin oleh Kapitan Pattimura.<br>Rakyat Maluku sejatinya memang telah menolak kehadiran Belanda di wilayah mereka, sebab pengalaman mereka yang sebelumnya tertindas di bawah VOC.<br>Pemerintah Belanda menindas rakyat Maluku melalui pemberlakuan kembali adanya penyerahan wajib dan kerja wajib.<br>Benteng Duurstede dikuasai kembali oleh tentara Belanda.<br>Rakyat Maluku diwajibkan kerja paksa untuk kepentingan Belanda, mulai dari mengurus perkebunan hingga membuat garam.<br>Adanya peraturan mengenai penyerahan wajib kepada rakyat Maluku, berupa kopi, dendeng, dan ikan asin.<br>Kebanyakan guru dan pegawai pemerintah diberhentikan begitu saja dan sekolah hanya dibuka di kota-kota besar.<br>Jumlah pendeta dikurangi, sehingga menyebabkan kegiatan ibadah menjadi terhalang.<br>Pihak Belanda melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.<br>Penolakan oleh Residen Van den Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipisah sesuai dengan harga sebenarnya.<br>Pihak Belanda semakin memperkuat posisinya di Maluku dengan mendirikan benteng-benteng.<br>Sementara itu, menurut M. Sapija, latar belakang penyebab terjadinya perlawanan rakyat Maluku ini dibagi menjadi empat bagian, yakni:<br>Penindasan dan pemerasan terhadap rakyat maluku yang dilakukan oleh para petinggi Belanda, terutama pada masa Residen Van den Berg yang kala itu mendapat perlindungan dari upaya monopoli VOC.<br>Ketidakpuasan rakyat Maluku terhadap peraturan-peraturan yang digagas oleh gubernur Van Middelkoop. Peraturan tersebut antara lain adalah mewajibkan penduduk Maluku untuk menyediakan perahu-perahu yang digunakan untuk keperluan pemerintahan Belanda. Padahal peraturan tersebut telah dihapuskan sebelumnya pada masa kekuasaan Inggris.<br>Pemerintah Belanda tengah kekurangan uang sehingga memeras para rakyat Maluku.<br>Sifat kritis dari rakyat maluku yang membandingkan peraturan-peraturan pada pemerintahan yang dulu dengan pemerintahan yang sekarang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:28:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291858544</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya Perlawanan</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291859408</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku diawali dengan membakar perahu Pos di Porto (pelabuhan) pada 15 Mei 1817 dan mengepung Benteng Duurstede. Keesokan harinya rakyat berhasil menguasai benteng dan menembak mati Residen Maluku, Van De Berg. Pada 14 Mei 1817, Pattimura mulai memimpin perlawanan kepada Belanda, terutama di Porto. Belanda kesulitan, akhirnya Belanda meminta bantuan dari Ambon. Dikirimlah pasukan sebanyak 200 orang pada Juli 1817. Untuk kedua kalinya Belanda datang ke Saparua dan berhasil menguasai Benteng Duurstede pada Agustus 1817.<br>&nbsp; &nbsp; Pejuang Maluku kemudian melanjutkan perjuangan dengan sistem gerilya. Belanda ingin secepatnya menangkap pemimpin-pemimpin perlawanan. Selain mengerahkan pasukan yang banyak, Belanda juga mengumumkan bahwa mereka akan diberi hadiah 100 Gulden bagi&nbsp;<br>&nbsp;saja yang dapat menangkap Pattimura dan 500 Gulden untuk pemimpin-pemimpin lainnya. Akan tetapi, rakyat Maluku tidak tergiur oleh hadiah tersebut. Pada Oktober 1817, Belanda berkeinginan untuk segera menyelesaikan perang. Untuk itulah pada bulan tersebut Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. Akhirnya, Pattimura dan pemimpin-peminpin lainnya dapat ditangkap Belanda, dan pada 16 Desember 1817 Pattimura dihukum gantung di Kota Ambon. Dalam Perang Maluku dikenal pula pahlawan wanita, Christina Martha Tiahahu dan sering dijuluki Mutiara dari Timur, yang ikut<br>berjuang melawan Belanda sekalipun usia yang masih muda (17 tahun) dan wafat 1 Januari 1818 dalam pengasingan (pembuangan) di Pulau Jawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:29:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291859408</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan</title>
         <author>susantoadn72</author>
         <link>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291860029</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di Ambon bersama Anthony Reebook, Philip Latumahina, dan Said Parintah. Peristiwa ini menandai berakhirnya perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-12 07:29:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/susantoadn72/z1fmrwwm688b814k/wish/2291860029</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
