<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pembekalan CF21 Kelas 6 by Narasumber 110</title>
      <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd</link>
      <description>Refleksi Pembelajaran Modul 3.1</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-12-09 06:45:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-12-11 04:29:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Apa yang Anda pelajari dari modul ini tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan, dan bagaimana pengalaman Anda dalam menghadapi dilema etika sebelumnya memengaruhi cara Anda memahami pentingnya nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan?
</title>
         <author>kspstkns110</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3252062916</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/gbfaba17a66693aa5b69cfe768668da88cc73f1f94b61bfd23ba60c32aa35fcb78c798f1bc9bad159be91325745c629e3.jpg" />
         <pubDate>2024-12-09 06:48:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3252062916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam menerapkan prinsip pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan di lingkungan sekolah, dan langkah konkret apa yang Anda rencanakan untuk memastikan setiap keputusan mencerminkan keberpihakan pada murid?
</title>
         <author>kspstkns110</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3252063924</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/gddfc8f09c1ddd3b3c897bb286451e29f8d7d24ab21966065de167360cc807a645aa4d36640326e2d1c0f00018a62f1ce.jpg" />
         <pubDate>2024-12-09 06:49:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3252063924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Bagaimana konsep pengambilan keputusan yang berbasis nilai kebajikan ini terhubung dengan pengalaman Anda sebelumnya, serta bagaimana Anda akan mengintegrasikannya untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada murid dan meningkatkan budaya sekolah?
</title>
         <author>kspstkns110</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3252064677</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://get.pxhere.com/photo/landscape-nature-grass-sky-field-farm-lawn-meadow-prairie-flower-country-travel-village-green-crop-tropical-pasture-asia-blue-agriculture-plain-clouds-terrace-grassland-plantation-indonesia-ecosystem-rural-area-paddy-field-paddy-geographical-feature-grass-family-760120.jpg" />
         <pubDate>2024-12-09 06:49:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3252064677</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arini Susanti</title>
         <author>arinisusanti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253804935</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Banyak sekali ilmu yang didapatkan dalam modul ini,diantaranya bagaimana memahami permasalahan dilema etika dan bujukan moral,pengalaman pada saat itu menghadapi sebuah permasalahan tentang perselisihan guru,yaitu memilih antara memihak guru 1 atau guru satunya lagi,dengan memahami pengambilan keputusan berbasis nilai nilai kebajikan kita bisa mengambil keputusan  dengan  3  cara yang hasilnya melalui belas kasihan dan luar biasa setiap permasalahan dapat terselesaikan dengan baik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:35:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253804935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayi Kurniawan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253809014</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemahaman tentang Modul 3.1  </p></li></ol><p>Modul 3.1 memberikan pemahaman mendalam bahwa pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin merupakan inti dari kepemimpinan yang transformatif. Saya menyadari bahwa keputusan yang baik tidak hanya diukur dari hasilnya tetapi juga prosesnya, yang harus mencerminkan nilai-nilai seperti integritas, keadilan, keberanian moral, dan empati. Modul ini menegaskan bahwa seorang pemimpin pendidikan bertanggung jawab menciptakan keputusan yang berorientasi pada kebaikan bersama, dengan mempertimbangkan semua pihak yang terlibat, termasuk murid, guru, dan masyarakat. Saya juga memahami bahwa nilai-nilai kebajikan harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan, sehingga mampu membangun lingkungan belajar yang inklusif, adil, dan bermakna.</p><ol start="2"><li><p>Tantangan dalam Penerapan Modul  </p></li></ol><p>Tantangan terbesar dalam menerapkan nilai-nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan adalah memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya nilai-nilai tersebut. Resistensi dari beberapa pihak, baik karena kurangnya kesadaran maupun perbedaan kepentingan, sering kali menghambat proses ini. Selain itu, keterbatasan waktu dan tekanan administratif membuat penerapan proses pengambilan keputusan berbasis nilai membutuhkan usaha ekstra untuk tetap konsisten. Saya juga menemukan bahwa menjaga keseimbangan antara keadilan dan empati menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam situasi di mana keputusan yang dibuat mungkin tidak menyenangkan bagi semua pihak tetapi tetap harus berlandaskan kebaikan bersama.</p><ol start="3"><li><p>Hubungan dengan Pengalaman Sebelumnya dan Rencana Integrasi  </p></li></ol><p>Pengalaman saya sebelumnya sebagai fasilitator dan pendamping Calon Guru Penggerak mengajarkan pentingnya pengambilan keputusan yang melibatkan dialog dan refleksi. Sebagai contoh, saat saya mendampingi CGP dalam mengimplementasikan pembelajaran diferensiasi, keputusan yang diambil harus memperhatikan keberagaman kebutuhan murid tanpa mengorbankan prinsip-prinsip keadilan. Pengalaman ini selaras dengan nilai-nilai kebajikan yang ditekankan dalam modul ini.  </p><p>Dalam konteks pendidikan saat ini, terutama dengan implementasi Kurikulum Merdeka, pengambilan keputusan berbasis kebajikan menjadi sangat relevan. Kurikulum ini mengharuskan pemimpin pendidikan untuk memprioritaskan kebutuhan murid secara holistik dan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Saya berencana untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebajikan ini melalui langkah-langkah konkret, seperti menciptakan forum refleksi dengan guru, melibatkan komunitas sekolah dalam pengambilan keputusan, dan membangun budaya evaluasi yang fokus pada dampak keputusan terhadap hasil belajar murid.</p><p> Implikasi terhadap Pembelajaran dan Rencana Perbaikan  </p><p>Proses belajar dari Modul 3.1 memberikan wawasan baru tentang pentingnya mendasarkan setiap keputusan pada nilai-nilai kebajikan. Saya berkomitmen untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan dengan lebih melibatkan semua pihak secara aktif, memberikan ruang untuk dialog, dan memastikan bahwa keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan kebaikan jangka panjang. Dalam pembelajaran berikutnya, saya akan lebih fokus pada penguatan kesadaran nilai-nilai kebajikan melalui pelatihan, pembinaan, dan refleksi bersama. Dengan demikian, keputusan yang dibuat tidak hanya akan meningkatkan hasil belajar murid, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3153490013/1044b497e85e4be63e5d397fd026c0a3/17338197709991616234549893466826.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:37:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253809014</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurhayati</title>
         <author>nurhayatispd17</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253811217</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pemahaman tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan, Pendekatan Berbasis Aset dalam Pengelolaan Sumber Daya Sekolah, dan Kepemimpinan Murid</strong></p><p>&nbsp;Pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan&nbsp;m</p><p>engarahkan untuk memandang keputusan tidak hanya dari segi hasil atau manfaat pragmatis, tapi juga melihat dari segi moral dan etika. Keputusan itu mencerminkan nuilai-nilai kebaikan, keadilan, dan kepedulian terhadap kesejahteran semua pihak yang terlibat, terutama siswa. Setiap keputusan yang diambil, seperti kebijakan administratif, pengelolaan sumber daya, maupun program pembelajaran,perlu mempertimbangkandampaknya terhadap karakter dan perkembangan sosial siswa.</p><p><strong>Pendekatan berbasis aset</strong>&nbsp;dalam pengelolaan sumber daya mengajarkan untuk melihat potensi yang ada di sekitar, seperti sumber daya manusia, fasilitas, budaya yang berkembang di sekolah. Sumber daya tidak erbatas pada anggaran, atau fasilitas fisik, tapi juga berupa hubungan sosial , semangat kolaborasi, keterampilan dan kompetensi guru, orang tua, dan komunitas sekolah.&nbsp;&nbsp;Dengan pendekatan ini, kita diupayakan untuk memanfaatkan dan mengembangkan apa yang sudah ada dengan lebih optimal, tidak berfokus pada kekurangan.</p><p><strong>Kepemimpinan murid,</strong>&nbsp;hal ini menjadi pengetahuan tentang peran siswa, sebagai agen perubahan dan menjadi pemimpin di lingkungan sekolah. Kepemimpinan ini mengoptimalkan tentang kesempatan memimpin, mengembangkan keterampilan, berpengaruh positif di sekolah dan di masyarakat. Saya sebagai kepala sekolah menyediakan ruang dan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dan bertanggung jawab, serta menjadi mentor yang membimbing siswa dalam pengambilan keputusan, menjadi fasilitator yang menciptakan ruang untuk perumbuhan moral, sosial, dan intelektualnya.</p><p><strong>2. Tantangan dalam menerapkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan dan strategi konkret yang direncanakan</strong>.</p><p>Perubahan mindset dan budaya sekolah, budaya sekolah yang berfokus pada hierarkis atau top-down bisa jadi menghambat dalam mendorong pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan berbasis nilai.Ketidakpastian dalam menerapkan kepemimpinan murid, akan terhambat bila siswa belum memiliki keterampilan atau pengalaman dalam mengelola tanggungjawab kepemimpinan.</p><p><strong>Strategi Konkret :</strong></p><ol><li><p>Pelatihan dan sosialisasi untuk semua pihak, atau diskusi reguler untuk guru, siswa dan orang tuatentang pentingnya nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan, manfaat pendekatan aset, serta bagaimana siswa terlibat dalam kepemimpinan di sekolah.</p></li><li><p>Membuat program kepemimpinan siswa, bisa dimulai dari yang kecil seperti merancang kegiatan siosial di sekolah atau lingkungan sekitarnya.</p></li><li><p>Berdayakan aset yang ada, diawali dengan memetaan potensi yag bisa dikembangkan lebih lanjut. Seperti guru atau orang tua yang memiliki keterampilan khusus, atau memperkuat hubungan baik dengan orang tua atau masyarakat.</p></li><li><p>Evaluasi berkelanjutan</p></li></ol><p><strong>3. Keterhubungan konsep-konsep dengan pengalaman sebelumnua dan relevansi dengan praktik di sekolah saat ini.</strong></p><p><strong>&nbsp;&nbsp;Pengalaman sebelumnya</strong>&nbsp;bahwa keputusan yang diambil dalam pengelolaan sekolah cenderung fokus pada manajemen administratif dan pencapaian target akademik, dan lebih memperhatikan efesiensi dan kebutuhan langsung. Setelah mendalami materi ini, menyadarkan saya bahwa keputusan harus berdampak jangka panjang pada karakter dan perkembangan sosial siswa.</p><p><strong>Relevansinya&nbsp;</strong>dengan praktik sekolah saat ini adalah dengan program-program yang ada di sekolah akan lebih baik jika keterlibatan siswa dalam pengambilan keputusan perlu, yang biasanya hanya melibatkan kepala sekolah, guru dan orang tua. Dengan pendekatan berbasis aset, akan fokus membangun kapasitas siswa untuk memimpin dan terlibat dalam setiap aspek kehidupan sekolah.&nbsp;&nbsp;Sehingga perlu mengintegrasikan konsep-konsep itu&nbsp;&nbsp;dengan cara mengembangkan proyek berbasis kolaborasi antara siswa, guru dan orang tua yang mengedepankan prinsip nilai kebajikan. Selain itu perlu mengintegrasikan prinsip-prinsip ini dengan mengembangkan kurikulu yang lebih berbasis pada nilai karakter dan kepemimpinan, keterampilan sosial, moralitas, dan kewarganegaraan aktif pada siswa.</p><p>Prinsip-prinsip ini akan bermuara pada terciptanya ekosistem sekolah yang mendukung pengembangan karakter dan keterampilan siswa, serta menciptakan sekolah yang membentuk kepribadian siswa sebagai pemimpin masa depan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115839501/857558d7b9d4f8e89974a90ce4361778/WhatsApp_Image_2023_06_03_at_05_43_45.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:38:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253811217</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CASTO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253811835</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang saya pelajari dari modul 3.1 yaitu bagaimana cara kita melakukan pengambilan keputusan pada posisi bujukan moral dan dilema ekita. Pengalaman saya dalam menghadapi hal terebut sebelumnya yaitu saya selalu membantu absen rekan guru dikarenakan mendapat musibah. kemudian setelah mempelajari modul ini saya menyadari bahwa pengambilan keputusan yang saya lakukan akan berdampak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:39:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253811835</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>omihrochimi42</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253811991</link>
         <description><![CDATA[<p>Omih</p><ol><li><p><strong>Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan</strong> adalah proses memilih tindakan terbaik yang didasarkan pada prinsip-prinsip moral, etika, dan nilai-nilai yang diyakini benar. Dalam konteks pendidikan, ini berarti mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan secara akademis, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, emosional, dan moral dari setiap individu.</p></li></ol><p><strong>Hal-hal penting yang bisa dipelajari dari modul ini:</strong></p><ul><li><p><strong>Pentingnya nilai-nilai:</strong> Memahami bahwa nilai-nilai pribadi dan sosial sangat mempengaruhi keputusan yang kita ambil.</p></li><li><p><strong>Proses pengambilan keputusan:</strong> Belajar langkah-langkah sistematis dalam mengambil keputusan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil.</p></li><li><p><strong>Keterampilan berpikir kritis:</strong> Mengembangkan kemampuan untuk menganalisis situasi, menimbang berbagai alternatif, dan memilih tindakan yang paling tepat.</p></li><li><p><strong>Empati dan perspektif:</strong> Memahami sudut pandang orang lain dan mempertimbangkan dampak keputusan terhadap orang lain.</p></li><li><p><strong>Tanggung jawab:</strong> Memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi dan kita bertanggung jawab atas tindakan kita.</p></li></ul><p><strong>Pengalaman </strong>yang pernah saya alami ketika harus memilih antara tugas di sekolah dan kepentingan pribadi</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:39:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253811991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahar Sungkowo </title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253812183</link>
         <description><![CDATA[<p>Jawaban soal nomor 1. Dalam modul 3.1 ini,saya mempelajari bekaitan dengan bagaimana seorang pemimpin memiliki hati dalam memutuskan suatu keputusan atau pengambilan keputusan dengan 9 langkah pengambilan keputusan dan pengujian keputusan  yang bersumber dari : dilema etika, refleksi kritis dan kreatif sehingga dasar pengambilan keputusan yang berkait dengan nilai-nilai kebajikan universal dan kode etik kepeminpinan dalam organisasi pendidikan dan pembelajaran. Pengalaman saya sebagai guru tidak memiliki pengalaman yang berkesan karena bemum menjadi KS, namun pernah saat itu saya akan pensiun dari sekolah dan sesuai tradisi di yayasan itu mengadakan tradisi pisah puna tugas dengan makan-makan. Terjadi dilema etika dan bujukan moral dan kebimbangan, akhirnya saya mengambil dilema etika dengan tidak mau mengadakan kegiatan tersebut yang saya nilai :</p><p>a. tidak etik karena orang bersedih mau pensiun yang lainnya makan makan enak.</p><p>b. pemborosan dan kemubaziran karena sisa makanan terbuang sia-sia.</p><p>c. Berharap masih diizinkan untuk mengajar di masa depan. </p><p>Namun bukukan moral yang ada adalah :</p><p>a. tidak bermoral setia kawan.</p><p>b.tidak patuh pada ketentuan dan tradisi pelepasan purna tugas. </p><p>Akhirnya saya keluar dari Yayasan dengan tidak ada kesan dan kenangan. yaa tidak mengapa. </p><p>Demikian terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/1ddd2a02951fa29f181d8a9476fd3607/f202111251053424.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:39:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253812183</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arini Susanti</title>
         <author>arinisusanti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253812657</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengambilan keputusan yaitu kadang masih merasa bahwa pengambilan keputusan ini betul atau tidak atau masih kurang percaya diri,langkah konkret yang diambil untuk keberpihakan terhadap proses pembelajaran siswa yaitu dengan menerapkan prinsip semua untuk siswa,walaupun masih kurang percaya diri tetapi ketika melihat proses pembelajaran meningkat motivasi belajar siswa  berartu kepitusan yang diambil adalah yang terbaik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:40:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253812657</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>omihrochimi42</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253812836</link>
         <description><![CDATA[<p>Omih </p><ol start="2"><li><p>Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai kebajikan dalam setiap keputusan, terutama saat menghadapi situasi yang kompleks. Langkah konkretnya adalah dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam diskusi terbuka dan membuat pedoman bersama yang jelas."</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:40:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253812836</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>omihrochimi42</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253813766</link>
         <description><![CDATA[<p>Omih</p><ol start="3"><li><p>Konsep pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan ini sangat relevan dengan pengalaman saya sebelumnya. Saya akan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran dengan melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan, memberikan contoh nyata, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendorong nilai-nilai positif."</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:41:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253813766</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iwan Kartiwa</title>
         <author>iwankartiwa94</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253816367</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sekolah sebagai institusi moral akan dihadapkan pada: dilema etika atau bujukan moral, 4 (empat) paradigma dilemma etika, 3 (tiga) prinsip pengambilan Keputusan, dan 9 (Sembilan) langkah pengambilan dan pengujian Keputusan).</p><p>Tiga prinsip pengambilan Keputusan: prinsip berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli. Selanjutnya dilakukan serangkaian pengujian yang terdiri dari uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi dan uji panutan/idola. Pengalaman saya menghadapi dilema etika adalah lebih banyak dipengaruhi oleh suara terbanyak yang memberikan pendapat, yang umumnya kurang memperhatikan nilai-nilai kebajikan. Misalnya tentang keputusan naik tidaknya seorang murid ke jenjang berikutnya. Umumnya lebih memperhatikan aspek akademik dan kurang mengamati aspek lainnya.</p></li><li><p> Tantangannya adalah soal kultur sekolah yang kuat yang kurang kondusif dan kurang memperhatikan nilai-nilai kebajikan.  Langkah konkret yang akan dilakukan adalah memberikan penjelasan dan edukasi tentang pentingnya nilai-nilai kebajiakan dalam pengambilan keputusan.</p></li><li><p>Sebelumnya pemahaman nilai-nilai kebajikan lebih banyak tersamarkan oleh kultur sekolah. Pengintegrasiannya adalah dengan mennyebarluaskan dan mengedukasi pentingnya nilai-nilai kebajikan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:43:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253816367</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NANIH</title>
         <author>nanihspdi24</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253817089</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Pengalaman saya dalam pengambilankeputusan sebelum memahami cendrung saklek, tetapi setelah memahami pengambilan keputusan berbasis nilai, menjadi lebih bijaksana.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253817089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Casto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253817092</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Tantangan yang saya hadapi dalam menerakan prinsip pengambilan keputusan yaitu kurangnya kesadaran dari rekan guru yang sering melakukan izin kerja dalam jangka yang lumayan lama. Langkan konkret yang saya lakukan yaitu melakukan diskusi secara intern dengan rekan tersebut</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253817092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lili</title>
         <author>lilispd21</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253817542</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam memahami dan menyadari pentingnya pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin, praktik pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin dengan mengidentifikasi jenis-jenis paradigma dilema etika, baik yang dihadapi oleh dirinya sendiri maupun orang lain, serta menunjukkan sikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka dalam menganalisis dilema tersebut. Saya menyadari pentingnya pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin saya harus mampu melakukan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan, serta mampu memahami dan menerapkan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan dan saya harus mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan untuk menghindari isu-isu terkait kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik kepentingan.</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi saat menerapkan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin terkadang dibenturkan dengan isu-isu terkait kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik kepentingan. Untuk mengatasinya dengan memberi tanggapan atau membagi pengalaman pengambilan keputusan di sekolah asal, mengamati proses seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, bagaimana proses dan hasilnya. Seorang pemimpin di sekolah sering dihadapkan pada situasi dimana ia perlu mengambil keputusan yang mengandung dilema etika, yaitu situasi dimana beberapa nilai kebajikan universal yang sama-sama benar saling berbenturan.</p></li><li><p>Proses pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin sangat mempengaruhi sekali terhadap kredibilitas seorang pemimpin karenanya setelah mempelajari modul ini sebagai pemimpin, harus memahami bagaimana cara mengambil keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan dalam menghadapi kasus-kasus dilema etika. Memahami perbedaan antara ‘Dilema Etika’ dan ‘Bujukan Moral’. Memahami apa saja paradigma yang terkandung dalam kasus dilema etika dan memahami prinsip-prinsip apa saja yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan sebagai seorang pemimpin. serta bagaimana kita dapat menganalisis efektifitas proses pengambilan keputusan dan menguji keputusan yang telah diambil.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:44:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253817542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arini Susanti</title>
         <author>arinisusanti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253818208</link>
         <description><![CDATA[<p>3.Pengambilam keputusan terhubung dengan masa lalu,pengambilan keputusan masa lalu belum memasukkan nilai-nilai kebajikan,sekarang setiap permasalahan yang terjadi memasukkan nilai-nilai kebajikan sehingga permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dan indah,masa yang akan terus mendalami npengambilan keputusan berbasis nilai nilai kebajikan dalam setiap proses di sekolah sehingga keputusan yang diambil dapat bermanfaat untuk semua.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:44:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253818208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Septy</title>
         <author>dedehkurniasih49</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253819106</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan merupakan tindakan yang berdasarkan prinsip nilai moral dan etika. empat paradigma dilema etika dan juga adanya bujukan moral merupakan konsep yang saya pelajari dalam modul 3.1 ini. pengalaman saya dalam mengambil keputusan terkadang dicampuri rasa sosial atau emosional, namun sejak mempelajari modul ini, saya mulai belajar praktekan 9 langkah pengambilan keputusan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:45:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253819106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamid Kamar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253819667</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan merupakan sebuah proses keterampilan dalam menentukan sebuah pilihan keputusan dari berbagai alternatif yang ada untuk mencapai sebuah tujuan tertentu yang didasari dengan nilai kebajikan yang dimiliki oleh aeseorang sebagai pemimpin. Beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam pengambilan keputusan meliputi bujukan moral dan dilema etika, unsur dasar pengambilan keputusan, paradigma dilema etika, prinsip pengambilan keputusan, serta langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Pengalaman saya ketika hal ini dilakukan sangat berhati-hati dan penuh keyakinan bahwa yang saya ambil dapat dipahami walaupun penuh resiko.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3153450549/72fdc6598b94e6cb19b1698ab3699cf4/KAMIS_23_11_2023_PHOTO_PRIBADI.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:45:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253819667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamid Kamar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821047</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Adapun tantangan di lingkungan saya ketika mengambil keputusan terkait dilema etika sering kali berkisar pada paradigma yang berkembang dalam konteks tersebut. Norma, nilai, dan harapan masyarakat yang selalu berubah menimbulkan kompleksitas dalam pengambilan keputusan etis. Seiring dengan pergeseran paradigma dan perspektif budaya yang berkembang, apa yang dulu dianggap masuk akal secara etis mungkin tidak lagi berlaku saat ini. Sifat etika yang dinamis ini memerlukan proses refleksi dan adaptasi yang konstan. Selain itu, kemajuan teknologi dan globalisasi telah membawa pertimbangan etis baru, khususnya di bidang seperti privasi data, kecerdasan buatan, dan kelestarian lingkungan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3153450549/1377fb42515184fa2fa9d513b9144b4f/KAMIS_23_11_2023_PHOTO_PRIBADI.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:47:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NANIH</title>
         <author>nanihspdi24</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821072</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>1.apa konsep atau prinsip dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai kebajikan yang Anda pelajari dari modul ini?konsep sekolah sebagai institusi pembentukan karakter dan</p><p>menjadikan nilai-nilai kebajikan serta etika sebagai acuan utama dalam pengambilankeputusan, sesuai dengan perannya sebagai pemimpin pembelajaran</p><p>Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasar</p><p>yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan,</p><p>persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup.</p><p>Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika</p><p>yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:</p><p>1. Individu lawan kelompok (individual vs community)</p><p>2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)</p><p>3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)</p><p>4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term).</p><p>sebagai seorang pemimpin, kita perlu mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur</p><p>yaitu nilai-nilai kebajikan universal, keberpihakan pada murid, dan bertanggung jawab</p><p>terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil,</p><p>Ada 9 langkah pengambilan dan pengujian &nbsp;Keputusan</p><p>1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan.</p><p>2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.</p><p>3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini.</p><p>4. Pengujian benar ato salah (Uji legal, Uji regulasi, Uji Intusi, Uji halaman depan Koran, Uji Panutann/idola)</p><p>5. Pengujian paradigma benar ato salah</p><p>6. Prinsip pengambilan Keputusan</p><p>7. Investigasi Opsi Trilema</p><p>8. Buat Keputusan</p><p>9. Tinjau lagi keputusan andadan refleksikan .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:47:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821072</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>suratnogautama86</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821108</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang saya pelajarai dari Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Kebajikan</p></li></ol><p>Keterampilan seorang pemimpin dalam mengemban salah satu perannya, yaitu mengambil suatu keputusan, khususnya pada kasus-kasus yang berkaitan dengan nilai-nilai kebajikan atau Etika. Selanjutnya keputusan-keputusan yang diambil secara langsung atau tidak, menentukan arah dan tujuan suatu institusi atau lembaga serta menunjukkan nilai-nilai atau integritas dari institusi tersebut, yang pada akhirnya berpengaruh kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid-murid Anda sekalian</p><ol start="2"><li><p>Tantangan Utama dalam Menerapkan Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan di Lingkungan Sekolah dan Strategi Mengatasinya</p></li></ol><p>Tantangan Utama:</p><p>1. Pola pikir terhadap perubahan:</p><p>&nbsp;&nbsp; - Beberapa pihak mungkin kurang terbuka terhadap perubahan karena merasa nyaman dengan pendekatan yang sudah ada atau tidak sepenuhnya memahami nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya:</p><p>&nbsp;&nbsp; - Proses pengambilan keputusan yang bijaksana dan berbasis kebajikan memerlukan waktu dan sumber daya yang sering kali terbatas.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Kepentingan Pribadi dan Kelompok:</p><p>&nbsp;&nbsp; - Adanya kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang mungkin bertentangan dengan prinsip kebajikan.</p><p>&nbsp;</p><p>Strategi Mengatasi Tantangan:</p><p>1. Edukasi dan Sosialisasi:</p><p>&nbsp;&nbsp; - Memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan kepada seluruh pemangku kepentingan.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Transparansi dan Komunikasi Efektif:</p><p>&nbsp;&nbsp; - Menerapkan transparansi dalam proses pengambilan keputusan dan berkomunikasi secara efektif untuk memastikan semua pihak memahami alasan di balik setiap keputusan.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Kolaborasi dan Diskusi:</p><p>&nbsp;&nbsp; - Melibatkan semua pihak dalam diskusi dan kolaborasi untuk mencapai pemahaman bersama dan dukungan terhadap prinsip-prinsip kebajikan.</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p> Keterhubungan Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan dengan </p></li></ol><p>Pengalaman Sebelumnya dan Integrasi untuk Mendukung Pembelajaran yang Berpihak pada Murid</p><p><br/></p><p>Pengalaman Sebelumnya:</p><p>Pengalaman saya sebagai pendidik menunjukkan bahwa keputusan yang mempertimbangkan nilai kebajikan cenderung menghasilkan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung. Contohnya, keputusan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa tanpa memandang latar belakang mereka membantu menciptakan budaya inklusif di sekolah.</p><p>&nbsp;</p><p>Relevansi dalam Konteks Pendidikan Saat Ini:</p><p>Di era pendidikan saat ini, di mana keberagaman dan inklusivitas menjadi fokus utama, pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan sangat relevan. Nilai-nilai seperti keadilan, empati, dan tanggung jawab sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan semua siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115900204/caca4de974e1f578e981221b4c18d6a9/WhatsApp_Image_2024_12_06_at_09_35_14.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:47:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CASTO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821156</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Konsep pengambilan keputusan yang berbasis nilai kebajikan terhubung dengan pengalaman saya sebelumnya, cara saya mengintegrasikannya yaitu dengan melakukan keterampilan berpikir kritis, empati dan prespektif, dan tanggung jawab.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:47:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sutarsa</title>
         <author>sutarsa94</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821698</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekolah merupakan institusi yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah, yang di dalamnya terdapat pengambilan Keputusan untuk peningkatan pembelajaran. Seringkali KS dalam memutuskan Keputusan dihadapkan pada beberapa dilemma. Beberapa prinsip dalam pengambilan Keputusan diantaranya : End-based Thingking atau pemikiran berbasis hasil akhir Rule-based Thinking, yang kedua Rule-based Thinking atau pemikiran berbasis peraturan dan yang ketiga adalah Care-based Thingking atau pemikiran berbasis rasa peduli.</p><p>Pengalaman saya selama menjadi KS pernah mengalami peristiwa yang termasuk dalam pengambilan Keputusan berbasis nilai-nilai Kebajikan yaitu Ketika terjadi pencurian di sekolah yang dilakukan oleh Masyarakat sekitar. Disatu sisi saya sebagai KS memaklumi untuk memberikan kesempatan kepada pelaku agar dikemudian hari bisa berubah kea rah yang lebih baik, tetapi disisi lain Masyarakat meminta kepada sekolah kasus tersebut dilanjutkan ke ranah hukum.</p></li><li><p>Tantangan yang sering saya hadapi adalah tekanan baik dari rekan dan warga sekolah yang menginginkan pengambilan yang cepat, tepat dan akurat. Langkah yang saya lakukan adalah dengan menganalisis kasus perkasus melalui langkah=langkah yang tepat.</p></li><li><p>Dalam pengambilan keputusan harus hati-hati supaya pengambilan keputusan tepat. ada beberapa langkah yang dilakukan diantaranya 1) mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, 2) menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, 3) mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, 4) pengujian benar atau salah, 5) pengujian paradigma benar lawan benar, 6) melakukan prinsip resolusi, 7) investigasi opsi trilema, 8) buat keputusan, 9) lihat lagi keputusan dan refleksikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115797064/509c5caefb9701a8d0afc5bbfc1f2e14/WhatsApp_Image_2024_11_27_at_21_16_01.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:47:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821698</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dadang</title>
         <author>suhenda70</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821932</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengambilan keputusan  berbasis nilai-nilai kebajikan mengajarkan bahwa pengambilan keputusan harus berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal, rasa bertanggung jawab, dan berpihak pada orang lain. Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:</p><ol><li><p>Individu lawan kelompok (individual vs community)</p></li><li><p>Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)</p></li><li><p>Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)</p></li><li><p>Jangka pendek lawan&nbsp;&nbsp;jangka panjang (short term vs long term)</p></li></ol><p>Tiga prinsip pengambilan Keputusan dilemma etika sbb:</p><ol><li><p>Berpikir Berbasis Hasil Akhir (End-Based Thinking): melakukan, demi kebaikan orang banyak</p></li><li><p>Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking): Menjunjung tinggi prinsip-prinsip/nilai-nilai dalam diri Anda.</p></li><li><p>Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking): Melakukan apa yang Anda harapkan orang lain akan lakukan kepada diri Anda</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:47:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253821932</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Riyadi Priyambodo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253822039</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Dari modul 3.1 ini, saya memahami bahwa pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan membutuhkan pertimbangan yang mendalam terhadap prinsip keadilan, kejujuran, empati, dan keberpihakan kepada semua pihak, terutama murid. Pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya memprioritaskan nilai kebajikan seperti keadilan dan kepedulian untuk memastikan keputusan yang diambil tidak hanya tepat secara prosedural tetapi juga manusiawi. Hal ini menguatkan pemahaman saya bahwa nilai kebajikan adalah fondasi dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif.</p><p><br/></p><p>2. Tantangan dalam Menerapkan Prinsip Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan</p><ul><li><p>Perbedaan sudut pandang antara guru, murid, dan orang tua.</p></li><li><p>Kurangnya pemahaman sebagian rekan kerja tentang pentingnya nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan.</p></li></ul><p>Langkah konkret yang direncanakan:</p><ul><li><p>Mengadakan forum diskusi rutin dengan guru untuk membangun pemahaman bersama tentang nilai kebajikan.</p></li><li><p>Melibatkan murid dalam proses pengambilan keputusan, terutama dalam isu-isu yang menyentuh kepentingan mereka.</p></li><li><p>Mengembangkan pedoman sekolah yang mencerminkan keberpihakan pada murid, seperti kebijakan anti-diskriminasi atau penguatan karakter.</p></li><li><p>Memberikan pelatihan kepada semua pihak untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan.</p></li></ul><p>&nbsp;</p><p>3. Dalam pengalaman saya sebelumnya, terutama ketika memperkenalkan pembelajaran berbasis STEM dan kontekstual kepada CGP, saya sering menghadapi situasi di mana kepentingan murid menjadi prioritas utama. Misalnya, saat harus memilih metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid meskipun memerlukan usaha ekstra. Prinsip keberpihakan ini telah membantu saya memahami pentingnya mendengarkan aspirasi murid sebagai inti dari setiap keputusan.</p><p>&nbsp;</p><p>Integrasi ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah:</p><ul><li><p>Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan mereka dalam proyek-proyek yang relevan, seperti proyek mural yang pernah saya rancang.</p></li><li><p>Menciptakan budaya sekolah yang mendukung dengan mengintegrasikan nilai kebajikan dalam kurikulum, seperti memasukkan prinsip empati dan kolaborasi dalam kegiatan kelas.</p></li><li><p>Membentuk komunitas belajar di sekolah yang berfokus pada refleksi dan penguatan nilai-nilai kebajikan, sehingga seluruh warga sekolah memahami pentingnya pengambilan keputusan yang berpihak pada murid.</p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:48:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253822039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamid Kamar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253822573</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Mengintegrasikannya melalui pendekatan secara perorangan melalui kolaborasi ayng menunjang terhadap konsep pengambilan Keputusan berbasis nilai-nilai Kebajikan dan akan menerapkannya di masa yang akan datang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3153450549/2cc76410e8b11fe27520c7645626413e/KAMIS_23_11_2023_PHOTO_PRIBADI.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:48:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253822573</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dadang</title>
         <author>suhenda70</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253822976</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang mungkin ada saat pengambilan keputusan sbb:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kemampuan yang berbeda-beda dalam menangani sebuah kasus dilema etika. </p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perbedaan paradigma yang dianut setiap pendidik khususnya dalam pemahaman unsur dasar pengambilan keputusan dan prinsip dilema etika, serta nilai-nilai yang dianut setiap pendidik.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketegasan dan budaya sekolah yang kurang berkomitmen dalam menjunjung tinggi keputusan bersama serta nilai-nilai kebajikan juga menjadi kendala yang cukup berat dalam upaya penanganan kasus dilema etika</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:48:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253822976</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Septy</title>
         <author>dedehkurniasih49</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253823979</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>tantangannya masih terpengaruh oleh sosial emosional dan masih bimbang antara dilema etika atau bujukan moral. langkah konkret yang saya lakukan yaitu berkomunikasi dengan kepala sekolah tentang 9 langkah pengambilan keputusan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:49:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253823979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahar Sungkowo </title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253824962</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang saya hadapi di sekolah adalah : </p><p>1.Kepemimpinan spiritual di pesantren tidak bisa diubah dan dipengaruhi. Pak Kyai adalah pemimpin spiritual yang dihormati, sehingga nilai-nilai spiritual adalah nilai-nilai kepesantrenan yang terkadang militan dan mendasar. Kepemimpinan Kyai tidak dapat dipengaruhi dengan pendapat dan nilai-nilai dari luar apalagi dari barat. </p><ol start="2"><li><p>Kepemimpinan KS dari pihak Yayasan ,dimana agak kolot dalam menerima hal yang baru dan perubahan berkait dengan nilai-nilai, karena sekolah SIT terkadang mematuhi dan menguatkan nilai-nilai ke Islaman dan tidak mau melihat nilai-nilai lainnya. Tentunya ini menjadi kendala, disamping guru-gurunya takut untuk berubah, dan takut keluar dari zona nyaman. </p></li></ol><p>Semua ini menjadi tantangan internal dan ekternal adalah semua jaringan mengaminkan bahwa nilai-nilai islamlah yang harus di amalkan.</p><p>bagaimana solusi dan mempengaruhi agar menerima pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai berbasis kebajikan universal dengan  4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pemutusan keputusan. </p><ol><li><p>melobi stake holder dengan pendekatan kearifan dan kesopanan universal.</p></li><li><p>mengadakan IHT dalam mensosialisasikan Nilai-nilai berbasis kebajikan universal, dilema etika dan bujukan moral, sehingga semua civitas sekolah menyetujuinya. </p></li><li><p>Melobi komite sekolah untuk mendukung aksi transformasi kepemimpinan di sekolah yang bijaksana dan humanisme.</p></li></ol><p>demikian dan terima kasih</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/d2b1306274bd344e8dc68c619b73853d/m_3fe6ad1152a73c5eee856e751a78615e.JPG" />
         <pubDate>2024-12-10 08:50:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253824962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ani M.</title>
         <author>animarlina93</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253825771</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bahwasannya dalam pengambilan Keputusan terkadang kita menghadapi dilema etika atau bujukan moral Dimana kita harus mengambil Keputusan dengan pilihan keduanya benar tapi aka nada pihak yang dirugikan maka di situ berperan rasa kasih saying, sedangkan untukbujukan moral kita dihadapkan pada sesuatu yang salah tetapi hal itu terlihat benar karena sudah menjadi kebiasaan, maka pada prinsipnya dalam pengambilan Keputusan ini kita perlu mengingat kembali hendaknya setiap keputusan yang kita ambil didasarkan pada rasa penuh tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal, serta keberpihakan pada murid (kalua kaitanyya dengan Keputusan yang berkaitan dengan murid)</p></li><li><p><strong>Tantangan</strong> apa yang Anda perkirakan akan muncul saat mencoba menerapkan prinsip-prinsip nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan di lingkungan sekolah? Tantangan yang dominan adalah Ketika kita dihadapi bujukan moral Dimana kita tahu bahwa itu salah tetapi karena hal itu sudah menjadi kebiasaan maka dianggap benar dan Ketika dihadapkan Dimana kebenaran menjadi minoritas dan kesalahan menjadi mayoritas.</p></li><li><p>Langkah konkret yang akan saya lakukan adalah menerapkan pemahaman pengambilan pengambilan keputusan ini pada pembelajaran dengan peserta didik dengan pertimbangan nilai-nilai kebajikan, bertanggung jawab dan berpihak pada murid.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115778111/210856eb4867ed6dcf6bd442f83fb931/ME.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-10 08:51:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253825771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnih Ayuningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253825913</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang saya pelajari dari modul tentang pengambilan keputusan yang berbasis,  nilai-nilai kebajikan adalah 3 prinsip atau 3 unsur &nbsp;dalam pengambilan keputusan &nbsp;yaitu nilai-nilai kebajikan universal, keberpihakan pada murid dan bertanggung jawab atas konsekwensi dari keputusan yang diambil,. 4 paradigma dilema etika: individu lawan kelompok, rsa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, jangka pendek lawan jangka panjang, pengalaman saya saat rapat menindak lanjuti anak yang melanggar etika membuat kegaduhan di sekolah sering tidak masuk kelas walaupun sudah dikonfirmasi dan dilakukan bimbingan oleh guru BK tapi tidak menampakan perubahan, kalau dilihat dari pardigma dilema ini masuk ke rasa keadilan dan rasa kasihan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:51:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253825913</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NANIH</title>
         <author>nanihspdi24</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253826205</link>
         <description><![CDATA[<p>2 . Tantangan</p><p>saat pengambilan keputusan yang dihadapi berkaitan dengan dilema etika</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:51:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253826205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MAS LIDIA WIDIA ASTUTI</title>
         <author>masastuti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253831378</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pada modul ini yang saya pelajari tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan: yaitu konsep atau prinsip dalam pengambilan keputusan, yaitu dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip pengambilan keputusan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Saya sebagai kepala sekolah pernah mengalami kejadian dilema etika, yang mana uang tabungan sekolah di kelola oleh seorang guru, sedangkan ada guru lainnya ingin meminjam uang tabungan sekolah karena anaknya dirawat di rumah sakit. Secara keadilan sebenarnya uang tabungan sekolah tidak boleh dipinjam oleh guru, secara belas kasihan tentunya kasihan melihat situasi guru tersebut, akhirnya saya tetap mengambil keputusan dengan tidak meminjamkan uang tabungan sekolah, tapi saya meminjamkan uang pribadi saya kepada guru tersebut. Setelah mempelajari modul ini saya memahami pentingnya nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan agar lebih bijaksana dan diterima oleh semua guru.</p></li><li><p>Tantangan yang diperkirakan akan muncul saat mencoba menerapkan prinsip-prinsip nilai kebajikan dalam pengambilan keputusan di lingkungan sekolah adalah adanya perbedaan sudut pandang dari warga sekolah, dengan beragaman pendapat yang berbeda-beda. Langkah konkret saya sebagai kepala sekolah akan berdiskusi dengan guru tentang pentingnya Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin pada kegiatan komunitas belajar sekolah untuk dapat menyamakan persepsi, agar warga sekolah dapat menerapkannya dan hasil keputusan dapat berpihak pada murid.</p></li><li><p>Sebelumnya saya sebagai kepala sekolah dalam mengambil keputusan selalu selalu berdiskusi dengan guru agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang bijaksana dan dapat diterima oleh semua pihak. Kini saya semakin bertambah wawasan tentang konsep dan prinsip dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai kebajikan. Selanjutnya saya akan menerapkan Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin secara konsisten dengan selalu berdiskusi dengan guru dalam menyelesaikan masalah maupun dalam mengambil keputusan agar guru ikut serta dalam Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:56:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253831378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnih Ayuningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253832207</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Tantangan yang dihadapi dalam penerapan prinsip penganbilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan di sekolah: Setiap individu memiliki pemahaman yang berbeda tentang nilai-nilai kebajikan. Ini dapat menyebabkan perbedaan interpretasi dalam penerapannya di lingkungan kerja. Nilai-nilai yang diprioritaskan oleh pimpinan mungkin berbeda dengan yang diprioritaskan oleh pendidik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 08:57:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253832207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. </title>
         <author>suhenda70</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253837066</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman dalam pengambilan keputusan sebelumnya selalu dihadapkan pada keputusan yang sulit. Misalnya mengambil keputusan terhadap murid yang melakukan pelanggaran dan juga mengakomodir keinginan siswa dalam menjalankan suatu program kegiatan yang tidak sejalan dengan budaya positif. Langkah yang dapat saya laksanakan dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan menjadi teladan bagi peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 09:02:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253837066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahar Sungkowo</title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253838822</link>
         <description><![CDATA[<p>jawaban nomor 3 : Kekuatan prinsip ,paradigma dan kepribadian nilai-nilai kebajikan universal akan memberikan keyakinan mendalam bahwa keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kemanusiaan dan nilai-nilai kebajikan universal seperti : Keadilan, tanggungjawab, kasih dan sayang, dan cinta kasih. Adapun langkah langkah yang diambil adalah :</p><p>a. tetapkan budaya sekolah dengan menghormati dan mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai kebajikan universal.</p><p>b. Seuai dengan prinsip dan paradigma dalam mengambil keputusan dengan nilai-nilai kebajikan universal dalam mengatasi masalah yang berat dan sedang.</p><p>c. mengambil 9 langkah dalam mengambil keputusan berupa : </p><ol><li><p>mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan</p></li><li><p>menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini</p></li><li><p>mengumpulkan fakta fakta yang relevan dengan situasi ini.</p></li><li><p>pengujian benar atau salah</p></li><li><p>penujian paradok benar lawan benar</p></li><li><p>melakukan prinsip resolusi</p></li><li><p>Investigasi opsi trilema</p></li><li><p>buat keputusan</p></li><li><p>lihat lagi keputusan dan refleksi</p></li></ol><ol start="3"><li><p>hasil musyawarah dengan semua guru di sekolah</p></li><li><p>Semua yang diputuskan berbasis pada berpihak pada peserta didik (Murid)</p></li><li><p>sebagai pemimpin muslim melakukan sholat istikharah untuk memantapkan keputusan yang ditetapkan sehingga keputusan yang benar benar datangnya dari Allah SWT</p></li><li><p>menyepakati keputusan yang ditetapkan adalah keputusan bulat dan kesepakatan bersama.</p></li><li><p>Astaghfirullah , istigfar 3x dan membuat surat keputusan.</p></li></ol><p>Demikian jawaban saya.Wallahu alam bis showab,</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/5c51e37363b34cfac309b8d83aa61d69/pb3fyzb36u.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 09:04:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253838822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Septy</title>
         <author>dedehkurniasih49</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253839350</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>pengambilan keputusan harus benar lawan benar. sebelumnya saya sering mengambil keputusan dengan dilematis dan cenderung benar lawan salah. selanjutnya saya akan mencoba integrasikannya dalam pembelajaran menerapkan pendekatan diferensiasi yang melibatkan kekuatan, kelemahan serta minat murid. hal tersebut dilakukan dengan menyesuaikan strategi pengajarann sehingga murid bisa termotivasi mencapai tujuan belajarnya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 09:04:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253839350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnih Ayuningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253843334</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Konsep pengambilan keputusan yang berbasis nilai kebajikan terhubung dengan pengalaman sebelumnya, pada saat rapat kenaikan kelas memutuskan naik tidak siswa yang tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas, pada saat itu saya berprinsip kalau tidak memenuhi kriteria ya sudah berati tidak naik kelas, tapi setelah belajar modul 3.1 kalau dilihat dari dari paragdigma dilema etika rasa keadilan lawan rasa kasihan, siswa diberi kesempatan untuk naik kelas dan berharap anak di masa yang akan datang berubah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 09:09:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253843334</guid>
      </item>
      <item>
         <title>iies</title>
         <author>iiesgustiyana08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253852859</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Konsep inti yang mendasari adalah bahwa setiap keputusan yang diambil, terutama oleh seorang pemimpin pembelajaran seperti guru, memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada individu tetapi juga pada komunitas.</p><p>Setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun profesional. Artinya, guru harus siap menerima konsekuensi dari keputusan yang diambil dan dapat menjelaskan alasan dibaliknya.</p></li><li><p>Tantangannya <strong>Keterlibatan Orang Tua:</strong> Keterlibatan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan di rumah sangat penting. Namun, tidak semua orang tua memiliki waktu atau minat untuk terlibat dalam kegiatan sekolah.</p></li><li><p> saya akan memaksimalkan kerja sama atau berkolaborasi dengan orang tua dalam setiap proses pengambilan keputusan yang terkait dengan program - program sekolah.</p><p><br></p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115782536/3565c85f039c1c0ec7fe8fb0e0994430/IMG20240616114050.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 09:18:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253852859</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahar Sungkowo, sambung jawaban nomor 3</title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253855717</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>pengalaman yang terhubung dari materi modul 3.1 adalah : saya pernah mengalami dilema etika ketika ada murid saya mengkorupsi uang osis padahal dia adalah ketua OSIS , dilema etika dan bujukan moral saya tidak percaya sebelumnya sehingga saya sempat membela murid tersebut, namun akhirnya tersadar karena KS memiliki pengamatan yang jeli dan setelah diinterogasi ,si ketua OSIS ini terbukti menggelapkan / mengorupsi uang OSIS saat liburan dirumah yang dialasan olehnya dicuri di asrama saat kembali ke asrama. </p></li></ol><p>Dilema etika dan bujukan moral cenderung membela secara membabi buta pelaku yang salah, namun dengan 9 proses pengambilan keputusan maka hal itu tertepsi karena seseorang yang beretika moral yang kuat belum tentu terbukti benar dan ternyata salah , maka 4 paradigma dan 3 prinsip adalah langkah langkah yang dapat mengungkapkan permasalahan dan pengambilan keputusan yang tepat meskipun tidak berpihak pada murid karena pelanggarannya berat pelanggaran 5 mencuri dan mengorupsi. 9 langkah dalam mengambil keputusan adalah sesuatu yang wajib dilakukan. </p><p>Selanjutnya jawaban sesuai dengan jawaban 3 awal.</p><p>Wallahu alam bis showab</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/9f40fc3ffd33ddd5031dfd7c6443957f/pemenang_OLIPS_Propinsi_Jawa_Barat.webp" />
         <pubDate>2024-12-10 09:20:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253855717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Moch Ucu Sudarsono</title>
         <author>madusono12</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253856536</link>
         <description><![CDATA[<p>Dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri guru sebagai pemimpin pembelajaran untuk menghadapi konsekuensi dan implikasi dari setiap keputusan yang diambil, karena tidak ada keputusan yang mampu memuaskan seluruh kepentingan para pemangku kepentingan di sekolah. Keputusan yang diambil guru sebagai pemimpin pembelajaran yang berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, mengutamakan kepentingan murid, dan memenuhi tanggung jawab adalah pengambilan keputusan yang terbaik, dengan berpedoman pada 4 paradigma, 9 langkah dan 3 prinsip pengambilan keputusan. Sekolah sebagai tempat menanamkan nilai nilai kebajikan, sehingga eksosistem sekolah harus tetap terjaga, jangan sampai pengambilan keputusan mengganggu hubungan diantara warga sekolah.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 09:21:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253856536</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Moch Ucu Sudarsono</title>
         <author>madusono12</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253859767</link>
         <description><![CDATA[<p>Konflik antara kepentingan individu dan kepentingan sekolah, tidak jarang menemukan permasalahan yang kemudian menjadi dilema bagi kita sebagai penentu atau pengambil Keputusan. Dalam hal ini, harus dicari jalan keluar berupa win win solution, sehingga keputusan tersebut dapat membahagiakan semua pihak, seperti beberapa atlet berprestasi yang belajar di sekolah, dapat membawa nama harum sekolah akan tetapi mereka pun diberikan keleluasaan untuk belajar secara daring</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-10 09:24:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/yx8238x3gmob0wcd/wish/3253859767</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
