<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Raja Pendukung Dhamma by Wiji Lestari</title>
      <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma</link>
      <description>Uraikan bagian terpenting dari para raja pendukung dhamma berikut: 
1. Raja Bimbisara
2. Raja Ajatasattu
3. Raja Asoka</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-08 23:20:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-11-11 06:11:35 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Michelin G.Laurent</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876694961</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara&nbsp;<br>- Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha.&nbsp;<br>- Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah dari kerajaannya untuk Pangeran Gotama apabila Pangeran Gotama bersedia berhenti menjadi petapa.&nbsp;<br>- Buddha kemudian membabarkan Dhamma, dan akhir ceramahnya Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama (Sotapanna).<br>- Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswanya. Di hutan itu ia membangun sebuah wihara yang dikenal dengan nama "Veluvanama".<br>-  Setelah bahagia mengenal Dhamma, Raja Binbisara menjadi gemar bederma dan selalu mendukung Buddha. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:34:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876694961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aileen </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876697070</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara:<br>Raja Bimbisara adalah Raja di Kerajaan Magadha. Ia pernah menawarkan setengah dari kerajaannya untuk Pangeran Gotama apabila Ia bersedia berhenti menjadi petapa. Tetapi, Pangeran Gotama menolak dan berjanji akan datang kembali mengunjungi Kerajaan Magadha saat Ia menjadi Buddha. Saat Buddha kembali ke Kerajaan Magadha, Buddha membabarkan Dhamma dan Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal Buddha dan Ia juga membangun sebuah vihara yang dikenal dengan nama Veluvanarama.<br>2. Raja Ajatasattu:<br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara. Pada masa mudanya, Ia terhasut oleh Bhikkhu Devadatta yang ingin membunuh Buddha dan melakukan pemberontakan kepada ayahnya sendiri untuk merebut takhta kerajaan. Raja Bimbisara pun meninggal dalam pemberontakan tersebut. Akhirnya, Raja Ajatasattu menyesal dengan perbuatannya sendiri dan pergi untuk menemui Buddha dengan tabibnya. Ia menyatakan penyesalannya kepada Buddha dan Buddha menerima pertobatannya. Akhirnya Raja Ajatasattu hidup dengan tenang dan Ia juga menjadi pelindung utama dalam Sidang Sangha Pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibbana.<br>3. Raja Asoka:<br>Raja Asoka awalnya merupakan raja yang kejam. Tetapi Ia sadar akan perbuatannya dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjalani cinta kasih, menjadi Raja Dhamma, dan Ia juga membangun banyak sekali vihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha. Raja Asoka juga membangun pilar dengan singa atasnya yang menjadi lambang nasional India. Ia juga mengirimkan dua anaknya ke Sri Lanka untuk menyebar agama Buddha. Berkatnya, agama Buddha tersebar luas di India.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:35:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876697070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Subject</title>
         <author>nicolasalberto202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876699405</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Sebelum Petapa Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah kerajaannya kepada Petapa Gotama bila ia berhenti menjadi petapa. Dengan kerendahan hatinya, ia menolak tawaran tersebut. Ia berjanji kepada raja Bimbisara, apabila Petapa Gotama berhasil menjadi Buddha, ia akan datang mengunjungi Kerajaan Magadha.<br>2. Raja Ajatasattu pernah berbuat salah pada masa mudanya, yaitu membunuh ayahnya, Raja Bimbisara. Raja Ajatasattu kemudian bertemu dengan Buddha dan mengaku kesalahannya karena telah membunuh ayah kandungnya sendiri. Buddha menerima pengakuannya dan membabarkan Dhamma kepada Raja Ajatasattu sehingga hidupnya menjadi lebih nyaman.<br>3. Raja Asoka pada awalnya merupakan raja yang kejam. Akhirnya ia sadar atas perbuatannya dan menganut ajaran Buddha. Ia menjalani cinta kasih, dan menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, vihara, dan asrama. Ia juga membangun banyak fasilitas umum dan pohon buah-buahan untuk kepentingan rakyat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:36:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876699405</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Winnie.E</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876699542</link>
         <description><![CDATA[<div>1. <strong>Raja Bimbisara</strong> - Raja Bimbisara merupakan raja dari Kerajaan Magadha. Ia pernah menawarkan setengah dari kerajaannya kepada Pangeran Gotama jika beliau bersedia untuk berhenti menjadi Bhikkhu dan keluar dari Sangha. Tetapi, beliau menolak tawaran Raja Bimbisara. Ia berjanji untuk mengunjungi Kerajaan Magadha setelah ia sudah menjadi Buddha. Setelah berhasil mencapai penerangan sempurna, Buddha mengunjungi Kerajaan Magadha dan membabarkan Dhamma kepada Raja Bimbisara, yang akhirnya mencapai tingkat kesucian pertama yaitu Sotapanna. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu dan membangun sebuah Vihara bernama Veluvanarama didalam hutan tersebut.<br><br>2. <strong>Raja Ajatasattu</strong> - Raja Ajatasattu adalah anak dari Raja Bimbisara. Saat ia masih muda, dia terhasut oleh Bhikkhu Devadatta dan memulai pemberontakan terhadap ayahnya untuk merampas takhta kerajaan. Raja Bimbisara disiksa dan akhirnya meninggal di penjara. Tetapi, Raja Ajatasattu tidak dapat merasakan ketenangan setelah menjadi raja. Dengan bantuan tabib Jivaka, ia akhirnya bertemu dengan Buddha. Buddha membabarkan Dhamma dan Raja Ajatasattu dapat merasakan ketenangan. Raja Ajatasattu pun menjadi pengikut setia Buddha dan mempelajari Dhamma dengan giat. <br><br>3. <strong>Raja Asoka</strong> - Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya. Dia adalah tiran yang kejam. Banyak orang terluka dan tersiksa oleh perbuatannya. Akhirnya, Raja Asoka tersadar dan menjadi pengikut ajaran Buddha. Ia menjadi vegetarian dan mendirikan banyak bangunan yang dapat memberikan manfaat dan kenyamanan kepada rakyat. Raja Asoka juga mendirikan banyak wihara dan bangunan untuk menyimpan relik Buddha. Beliau pernah mengirimkan kedua anaknya yang merupakan anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Walaupun Raja Asoka menganut ajaran Buddha, ia tidak memaksa rakyatnya untuk mengikutinya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:36:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876699542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Edward</title>
         <author>edward202103</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876700917</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara<br>Buddha membabarkan dhamma dan pada akhir dari ceramahnya Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama<br>Raja Ajatasattu<br>Di depan Buddha Raja Ajatasattu menyatakan penyesalan karena telah membunuh ayah kandungnya, lalu buddha membabarkan dhamma yang membuat Raja Ajatasattu dapat hidup dengan tenang.<br>Raja Asoka<br>Setelah Raja Asoka menjadi penganut ajaran Buddha, ia menjalankan cinta kasih, menjadi seorang "Raja Dhamma". Menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, vihara, dan asrama. Ia membangun jalanan, sumur, dan berbagai fasilitas umum. Juga menanam pohon buah-buahan di jalan untuk kepentingan rakyat banyak<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:37:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876700917</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kellin Daveney 8A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876706654</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>Pangeran Gotama berjanji kepada Raja Bimbisara , apabila telah menjadi Buddha, Ia akan datang berkunjung Kerajaan Magadha.<br>Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu dan membangun wihara veluvanarama untuk Buddha dan para siswanya. Raja Bimbisara adalah orang yang bijaksana, gemar bederma, dan giat belajar Dhamma.<br><br>2. Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu terhasut oleh Bhikkhu Devadatta untuk melakukan pemberontakan terhadap ayahnya, Raja Bimbisara untuk merebut takhta kerajaan. Raja Bimbisara ditangkap dan disiksa sampai meninggal di penjara. Raja Ajatasattu menyesali perbuatannya. Raja Ajatasattu menjumpai Buddha dan menyatakan penyesalannya. Buddha membabarkan Dhamma kepada Raja Ajatasattu yang membuat Raja Ajatasattu hidup dengan tenang. Raja Ajatasattu menjadi pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidan Sangha Pertama di Rajagaha setelah Buddha Parinibbana.<br><br>3. Raja Asoka<br>Raja Asoka pada awalnya merupakan raja yang kejam yang menjadi orang yang penuh cinta kasih setelah memeluk ajaran Buddha. Ia membangun berbagai fasilitas umum, wihara, dan stupa. Raja Asoka menjadi penyokong Sidang Sangha Ketiga di Pataliputta. Ia membangun Pilar Asoka dan tempat-tempat bersejarah bagi umat Buddha. Raja Asoka mengirim putranya Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta untuk menyebarkan agama Buddha dan berkatnya agama Buddha menjadi tersebar luas di luar India. Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:39:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876706654</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evellyna Willern 8B </title>
         <author>evellyna202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876708200</link>
         <description><![CDATA[<div><br>1. Raja Bimbisara =&nbsp;<br>Raja Bimbisara adalah penguasa di Kerajaan Magadha. Raja Bimbisara adalah orang yang pernah menawarka setengah kerajaanya ke Pangeran Siddharta. Pangeran Siddharta menolak , dan membuat perjanjian dengan Raja Bimbisara. Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama (Sotapanna) saat Buddha sedang membabarkan Dhamma. Veluvanarama adalah vihara yang dibangun oleh Raja Bimbisara di dalam hutan bambu.&nbsp;<br>2. Raja Ajatasattu =<br>Raja Ajatasattu adalah seorang putra dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi . Raja Ajatasattu pernah terpengaruh dengan hasutan untuk membunuh Buddha pada masa mudanya. Hidup Raja Ajasattu menjadi sangat menderita karena melakukan pemberontakan terhadap ayahnya. Sampai Raja Bimbisara meninggal di dalam penjara karena di tangkap dan di siksa. Pada saat bertemu dengan Buddha dia mengaku kesalahannya tersebut . Hidupnya menjadi nyaman setelah di terima pengakuannya.&nbsp;<br>3. Raja Asoka =&nbsp;<br>Raja Pasenadi adalah raja yang berkuasa di Kerajaan Kosala. Dikenal sebagai Pasenadi Kosala . Raja Pasenadi pergi berlindung kepada Buddha saat dia menanyakan beberapa hal. Raja Pasenadi di nasihati oleh Buddha tentang 4 hal kecil yang tidak boleh di remehkan. Ke empat hal tersebut adalah kesatria muda , ular , api , dan seorang Bhikkhu.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:40:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876708200</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tania</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876723103</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara : penguasa kerajaan Magadha. Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah bertemu and menawarkan Buddha setengah kerajaannya apabila ia bersedia berhenti menjadi petapa. Namun ia menolak tawaran tersebut dan berjanji akan datang mengunjungi Kerajaan Magadha. Saat Pangeran Gotama sudah menjadi Buddha, ia pergi ke Kerajaan Magadha dan membabarkan Dhamma.<br>2. Raja Ajatasattu : Ia adalah anak Raja Bimbisara and Ratu Vedehi. Waktu itu ia pernah membuat kesalahan karena terpengaruhi hasutan Devatta yang mengakibatkan ia membunuh ayahnya. Hidupnya menjadi sangat tidak tenang, kemudian Ajatasattu bertemu dengan Buddha. Ia menyesali perbuataanya dan menyesal dihadapan Buddha. Setelah mengenal Buddha, ia menjadi umat yang setia pada ajaran Buddha. Raja ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidang Sangha Pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibbana.<br>3. Raja Asoka : penguasa ketiga dinasti dan arti kata " asoka " adalah " tidak sedih". Raja Asoka adalah raja yang kejam dan banyak orang yang terluka karena aksinya.  Akhirnya Raja Asoka sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi vegetaris, mendirikan banyak rumah sakit, wihara dan asrama. Ia juga membangun fasilitas untuk masyarakatnya. Pengabdian Raja Asoka sangat luar biasa. Ia membangun banyak relik, wihara dan stupa. Raja Asoka membangun pilar dengan singa di atasnya seperti di Taman Lumbini dan di Taman Isipatana. Raja Asoka pernah mengirimkan outranya untuk menyebarkan agama Buddha dan menjadi tersebar luas ke dunia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:47:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876723103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felix V</title>
         <author>mvsfelixvalentino</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876727774</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara : Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magdha. Sebelum pangeran Gotama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah kekuasaan dari kerajaannya. Namun dengan kerendahan hati, Pangeran Gotama menolak tawaran tersebut. Pangeran Gotama berjanji apabila ia telah menjadi buddha, ia akan datang berkunjung kepada Raja bimbisara.<br><br>Raja Ajatsattu : Raja Ajatsattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pada masa muda dari Raja Ajatsattu ia pernah berbuat kesalahan karena terpengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta dan melakukan pemberontakan terhadapat ayahnya sendiri untuk merebut takhta kerajaan. Raja Bimbisara lalu ditangkap dan disiksa sampai akhirnya meninggal di penjara. Namun pada akhirnya Raja Ajatsattu menyesali perbuatannya. Setelah ia menyesali perbuatannya Tabib JIvaka membawa Raja Ajatsattu menjumpai Buddha dan Buddha akhirnya membabarkan Dhamma yang membuat Raja Ajatsattu dapat hidup dengan tenang.<br><br>Raja Asoka : Raja Asoka adalah penguasa ketiga dinasti maurya. Pada awalnya Raja Asoka adalah raja yang kejam, Banyak orang yang terluka dan terbunuh karena aksinya. Akhirnya Raja Asoka sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi vehetaris, mendirikan banyak rumah sakit , wihara dan asrama. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:49:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876727774</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naomi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876728699</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>Penguasa Kerajaan Magadha yang mencapai kesucian pertama (Sotapanna) setelah mendengar Dhamma. Menawarlan hutan bambu kepada Buddha dan para siswanya dan membangun Vihara Veluvanarama.<br>2. Raja Ajatasattu<br>Putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi yang terhasut oleh Bhikkhu Devadatta dan melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri untuk merebut takhta. Raja Bimbisara disiksa dan meninggal di penjara. Raja Ajatasattu menyesal dan tidak merasakan ketenangan sekejap pun. Sejak mengenal Buddha, Raja Ajatasattu menjadi umat yang setia.<br>3. Raja Asoka<br>Penguasa ketiga Dinasti Maurnya yang awalnya raja yang kejam. Banyak orang yang terluka dan terbunuh karena aksinya. Akhirnya Raja Asoka menjadi penganut ajaran Buddha. Membangun wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik Buddha. Membangun pilar dengan singa di atasnya dan membangun tempat bersejarah bagi umat Buddha. Raja Asoka mengirim putranya menjadi anggota Sangha untuk menyebarkan Dhamma.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:49:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876728699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelin G.Laurent</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876730175</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Raja Ajatasattu&nbsp;<br>- Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi.&nbsp;<br>- Pangeran Ajatasattu pernah berbuat kesalahan karena terpengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta.&nbsp;<br>- Karena hasutan dari Bhikkhu Devadatta, Pangeran Ajatasattu melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri untuk merebut takhta kerajaan. Dalam pemberontakan tersebut, Raja Bimbisara ditangkap dan disiksa samapai akhirnya meninggal di penjara. Namun pada akhirnya Raja Ajatasattu menyesali perbuatannya.&nbsp;<br>- Tabib istana yang bernama Jivaka membawa Raja Ajatasattu menjumpai Buddha. Di depan Buddha Raja Ajatasattu menyatakan penyesalan karena telah membunuh ayah kandungnya sendiri. Buddha menerima pengakuan dan pertobatannya. Buddha membabarkan Dhamma agar Raja Ajatasattu dapat hidup tenang.&nbsp;<br>- Sejak mengenal Buddha, Dhamma, Sangha, Raja Ajatasattu menjadi umat yang setia pada ajaran Buddha.Ia mendalami ajaran Buddha dan tak segan-segan menolong para Bhikkhu yang membutuhkan bantuan <br>- Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan Sidang Sangha Pertama di Rajagaha, tiga bulan setelah Buddha Parinibanna. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:50:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876730175</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(jev)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876730347</link>
         <description><![CDATA[<div>Bimbisara<br><br>Dia Adalah penguasa kerajaan Magadha&nbsp;<br><br>Ia juga menyerahkan sebagian kerajaan ke petapa gotama Tetapi ia tidak mau memiliki kerajaan Dan dijanji oleh gotama bahwa ia akan kembali setelah menjadi buddha<br><br>Bimbisara juga mengikuti pelajaran buddha dan mencapai kesuciaan pertama. Nanti,dia tinggal di wihara buddha di hutan bambu<br><br><br>Ajatasattu<br><br><br>Ia ditipu oleh devadatta untuk membunuh buddha<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:50:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876730347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jessica May 8A</title>
         <author>jessicamay202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876737506</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Raja Bimbisara<br>Raja Bimbisara merupakan penguasa Kerajaan Magadha.Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha,Ia pernah menawarkan Pangeran Gotama setengah dari kerajaannya untuk Pangeran Gotama jika ia bersedia menjadi petapa.Namun,Petapa Gotama menolak tawaran tersebut.Ia berjanji kepada Raja Bimbisara kalau ia akan mengunjungi Kerajaan Magadha,jika ia telah menjadi Buddha.Demikianlah Buddha mengunjungi Kota Rajagaha,ibukota Kerajaan Magadha.Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama setelah mendengarkan Dhamma.Keteladanan Raja Bimbisara patut kita contoh.Ia seorang raja,ia tidak sombong dan tidak merasa bahwa ialah yang terhebat.Raja Bimbisara tetap ingin belajar Dhamma,sehingga kebijaksanaannya bertambah.Ia juga gemar berdana dan selalu mendukung Buddha.<br>2.Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu merupakan putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi.Ia pernah berbuat kesalahan karena terpengaruh oleh hasutan Bhikkhu Devadatta.Ia pernah melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri untuk merebut tahta kerajaan.Dalam pemberontakan tersebut,Raja Bimbisara ditangkap dan disiksa sampai akhirnya meninggal.Raja Ajatasattu sangat menyesali perbuatannya,hidupnya tidak tenang dan menderita.Sampai akhirnya ia mendengarkan ajaran Buddha.Sejak mengenal Buddha,Dhamma,dan Sangha,hidupnya terasa lebih bahagia.Seorang kesatria selalu mengakui kesalahannya.Itulah yang bisa kita pelajari dari Raja Ajatasattu.<br>3.Raja Asoka<br>Raja Asoka merupakan penguasa ketiga Dinasti Maurya.Ia merupakan raja yang kejam.Banyak orang yang terluka dan terbunuh karena aksinya.akhirnya ia sadar dan menjalani cinta kasih,menjadi seorang "Raja Dhamma".PengabdianRaja Asoka terhadap Buddha dan Dhamma sangat luar biasa.Ia membangun banyak sekali wihara dan stupa.Ia juga membangun pilar dengan singa di atasnya.Walaupun sangat berkuasa,Raja Asoka tidak memaksa rakyatnnya untuk memuluk agama Buddha.Ia mengatakan bahwa,"Bagaimana kita hidup,itulah tujuan agama."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:53:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876737506</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kevin Valerius</title>
         <author>KevinValerius</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876740363</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br></strong>1. Raja Bimbisara juga dikenal sebagai Srenkira di dalam sejarah-sejarah jain merupakan seorang Raja Magadha. Ia adalah putra Bhattiya. Perluasan kerajaannya, terutama aneksasi kerajaan Anga ke timur, dianggap telah meletakkan fondasi untuk ekspansi kemudian Kekaisaran Maurya. Ia juga dikenal karena prestasi budayanya dan merupakan sahabat dan pelindung sand Buddha. Bimbisara membangun Kota Rajgir, yang terkenal dengan tulisan-tulisan Buddhisme.<br><br>2. Raja Ajatasattu adalah seorang raja dari dinasti Haryanka Magadha di India Timur. Dia adalah putra Raja Bimbisara dan sezaman dengan Mahavira dan Buddha Gautama. Dia dengan paksa mengambil alih kerajaan Magadha dari ayahnya dan memenjarakannya. Dia berperang melawan Vajji, diperintah oleh Lichchhavis, dan menaklukkan republik Vesali. Kota Pataliputra dibentuk oleh benteng desa oleh Ajatashatru. Gua Sattapanni di mana dewan Buddhis pertama diadakan<br>Gua Sattapanni di mana dewan Buddhis pertama diadakan disponsori oleh Raja Ajatashatru. Ajatashatru mengikuti kebijakan penaklukan dan ekspansi. Dia mengalahkan tetangganya termasuk raja Kosala; saudara-saudaranya, bertentangan dengan dia, pergi ke Kashi, yang telah diberikan kepada Bimbisara sebagai mas kawin dan menyebabkan perang antara Magadha dan Kosala.<br><br>3. Raja Asoka adalah seorang kaisar India dari Dinasti Maurya putra Bindusara Maurya, yang memerintah hampir semua anak benua India. Asoka mempromosikan penyebaran agama Buddha di seluruh Asia kuno. Dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu kaisar terbesar di India, Asoka memperluas kerajaan Chandragupta untuk memerintah wilayah yang membentang dari Afghanistan saat ini di barat hingga Bangladesh di timur. Ini mencakup seluruh anak benua India kecuali bagian dari Tamil Nadu, Karnataka, dan Kerala saat ini. Ibukota kekaisaran adalah Pataliputra, dengan ibu kota provinsi di Taxila dan Ujjain. Asoka, setelah perang Kalinga, marah dengan pertumpahan darah dan bersumpah untuk tidak pernah bertarung lagi. Dia memeluk agama Buddha dan melindungi agama Buddha dalam pemerintahan dan pemerintahannya.<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bimbisara#cite_note-be-10"><sup><br></sup></a><br></div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:54:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876740363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zenisa </title>
         <author>zenisa202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876742277</link>
         <description><![CDATA[<div>1) Raja Bimbisara--&gt; sebelum jadi buddha&nbsp; Bimbisara pernah menawarkan setengah dari kerajaan sedangkan raja Bimbisara&nbsp; merupakan penguasa kerajaan Magadaha.Tapi taawaran tersebut ditolak oleh nya. Pangeran gotama berjanji akan mengunjungi ke kerajaan Magadha jika telah menjadi buddha. Buddha akhirnya mengunjungi ibukotanya. Akhirnya buddha membabarkan dhamma dan pada akhir cerahmahnya ia mencapai kesucian pertamanya ia mendermakan hutan untuk tempat tinggal dan wihara untuk siswa siswa nya ia pun membangun 'Veluvanarama'.<br>2) Raja Asoka--&gt; merupakan seorang penguasa ketiga di dinasti Maurya. Awalnya ia adalah seseorang yang kejam. Karenanya banyak yang terluka dan terbunuh, ia pun jadi penganut ajaran buddha. Menjadi seorang vegetaris mendririkan banyak rusah sakit, wihara dan asrama dan kebajikan lainnya. Raja Asoka pernah mengirim putranya Bhikkhu Mahinda dan Bbhikkhu Sanghamitta ke Sri lanka untuk menyebarkan ajaran agama Buddha. Tapi ia tidak maksa rakyatnya untuk memeluk agama Buddha&nbsp;<br>3) Raja Ajasattu --&gt; merupakan putra dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Ia pernah berbuat salah akibatnya ia pernah terpengaruh oleh hasutan bhikkhu devadatta. karena terhasutnya ia pun melakukan pemberontakan kepada ayahnya sendiri untuk merebut tahta. Raja Bimbisara disiksa dan meninggal dipenjara dan ia menyesal perbuatannya dan hidupnya tidak tenang dan menderita dan setelah medengarkan ajaran Buddha, Dhamma dan Sangha dan hidupnya terasa lebih bahagia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:55:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876742277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jordan</title>
         <author>jordan202003</author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876743380</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha.Sebelum Pangeran Gotama menjadi Buddha,ia pernah menwarkan setengah dari kerajaannya untuk Pangeran Gotama apabila Pangeran Gotama berhenti menjadi petapa,tetapi dengan kerendahan hati ia menolaknya.Ia berjanji akan mengunjungi Kerajaan Magadha jika sudah menjadi Buddha,setelah berhasil menjadi Buddha,Buddha mengunjungi Kerajaan Magadha untuk menepati janjinya dan membabarkan Dhamma,Raja Bimbisara pun membangun wihara untuk tempat tinggal Buddha dan para siswanya.<br><br>2.Raja Ajasattu adalah putra Raja Bimbimsara dan Ratu Venehi.Raja Ajasattu terhasut oleh Bhikkhu Devadatta untuk melakukan pemberontakan kepada ayahnya sendiri,Raja Bimbisara ditangkap dan disiksa hingga meninggal dan pada akhirnya Raja Ajasattu menyesali perbuataannya,hidupnya pun menjadi sangat menderita.Raja Ajasattu kemudian mengenal Buddha dan menjumpai Buddha ia menyatakan penyesalan melakukan pemberontakan pada ayahnya kepada Buddha,Buddha menerima pengakuan dan penobatannya Buddha pun membabarkan Dhamma yang membuat Raja Ajasattu dapat hidup dengan tenang.<br><br>3.Raja Asoka adalah raja yang berkuasa di Kerajaan Kosala,ia adalah raja yang kejam banyak orang meninggal karna perbuataannya,ia pun menyesali dengan perbuatannya dan menganut kepada ajaran Buddha dan Buddha pernah menasihati Raja Pasenadi bahwa ada empat hal kecil yang tidak boleh dipandang remeh yaitu Kesatria Muda,Ular,Api,Seorang Bhikkhu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:55:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876743380</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raphael Andrianz</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876748283</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara<br>Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha. Ia pernah menawarkan setengah dari kerajaannya kepada Pangeran Gotama sebelum menjadi Buddha untuk berhenti menjadi petapa. Namun, Pangeran Gotama menolaknya dengan rendah hati dan berjanji jika suatu hari ketika sudah menjadi Buddha, ia akan mengunjungi Kota Rajagaha. Dan setelah menjadi Buddha, ia memenuhi janjinya. Di sana, Buddha membabarkan Dhamma, akhirnya Raja Bimbisara mencapai kesucian pertama. Raja Bimbisara mendermakan hutan bambu sebagai tempat tinggal dan wihara. Wihara tersebut bernama Veluvanarama. Keteladanan Raja Bibisara patut dicontoh. Walaupun ia seorang raja, ia tidak sombong dan tidak merasa dirinya paling hebat. Raja Bimbisara tetap ingin belajar Dhamma, ia sering berderma dan mendukung Buddha. Ia bahkan mengizinkan Khema, ratunya untuk menjadi Bhikkhuni.<br><br>Raja Ajatasattu<br>Raaj Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara. Pada masa muda, ia pernah terpengaruh oleh hasutan Bhikku Devadatta untuk mencari sekutu untuk membunuh Buddha. Ia juga pernah melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri untuk merebut tahta kerajaan. Raja Bimbisara ditangkap dan disiksa sampai akhirnya meninggal di penjara. Tabib Jivaka membawa Raja Ajatasattu menjumpai Buddha dan Raja Ajatasattu mengakui kesalahannya. Setelah itu, Buddha membabarkan Dhamma yang membuat ia dapat hidup dengan tenang. Raja Ajatasattu adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan sidang sangha pertama di Rajagaha, 3 bulan setelah Buddha Parinibbana.<br><br>Raja Asoka<br>Awalnya, ia adalah raja yang kejam. Tetapi, setelah mengenal ajaran Buddha, ia menjadi sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi seorang Raja Dhamma, ia menjadi vegetaris dan mendirikan banyak rumah sakit, vihara, dan asrama. Ia membangun banyak sekali wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha. Ia membangun pilar prasati, tugu, atau stupa dibanyak tempat suci. Pilar yang ia bangun terdapat singa di atasnya dan pilarnya menjadi lambang nasional India sekarang. Ia pernah  mengirimkan putranya menjadi anggota Sangha ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Berkat jasanya, agama Buddha tersebar luas diluar India.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:57:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876748283</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Madelyn Tanwijaya 8A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876750656</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara.<br>Raja Bimbisara menguasai kerajaan Magadha. Pangeran Gotama pernah berjanji kepada Raja Bimbisara bahwa ia akan datang ke kerajaan Magadha saat Pangeran Gotama telah menjadi Buddha. Buddha menepati janjinya dan pergi ke kerajaan Magadha untuk membabarkan Dhamma. Raja Bimbisara yang mendengarkan dhamma pun mencapai tingkat kesucian pertama. Raja Bimbisara juga memberikan hutan bambu untuk Buddha dan muridnya.<br>2. Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu merupakan anak dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Ia pernah dihasut oleh Bhikkhu Devadatta yang sedang mencari sekutu untuk membunuh Buddha. Ia melakukan pemberontakan terhadap ayahnya untuk mendapatkan takhtanya. Raja Bimbisara dimasukan ke penjara lalu disiksa hingga meninggal. Pangeran Ajatasattu akhirnya menyesali perbuatannya. Ia lalu dibawa ke Buddha oleh Tabib Jivaka. Setelah mendengar Dhamma, Hidupnya menjadi tentram dan damai.<br>3. Raja Asoka<br>Raja Asoka merupakan seorang raja yang kejam dulunya. Akhirnya ia tersadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia membangun banyak rumah sakit, wihara, dan asrama. Ia juga membangun stupa, pilar prasasti, tugu. Raja Asoka merupakan penyokong Sidang Sangha Ketiga di Pataliputta. Ia membangun tempat bersejarah bagi umat Buddha. Raja Asoka pernah mengirimkan Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agam Buddha.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:58:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876750656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Clarissa Vania</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876753018</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Raja Bimbisara<br>Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha. Ia pernah bertemu dengan Pangeran Gotama dan menawarkannya setengah kerajaan jika Ia siap berhenti menjadi petapa dan Ia menolaknya. Setelah beberapa waktu, Buddha mengunjungi Kota Rajagaha dan membabarkan Dhamma. Di akhir ceramah Buddha, Raja Bimbisara mencapai tingkat kesucian pertama(Sotapanna). Ia pun mendermakan hutan bambu dan membangun sebuah wihara dengan nama Veluvanarama. Hutan tersebut sangat nyaman dan jauh dari keramaian. Setelah Ia mengenal Dhamma, Ia gemar berdema dan selalu mendukung Buddha dan mendorong anggota kerajaannya untuk belajar Dhamma. Ia pun mengizinkan ratunya, Khema menjadi Bhikkhuni.<br>2. Raja Ajatasattu<br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Ia pernah melakukan kesalahan pada masa mudanya. Karena kesalahan tersebut Ia terhasut dan memberontak ayahnya dan merebut takhta kerajaan hingga ayahnya meninggal. Ia pun menyesal atas masalah yang Ia buat dan menderita seluruh hidupnya. Karena tabib istana bernama Jivaka, Raja Ajatavattu mengenal Buddha dan bertemu dengannya dan menyatakan penyesalan karena membunuh ayahnya sendiri. Lalu Buddha membabarkan Dhamma agar Raja Ajatavattu tenang. Raja Ajatavattu menjadi umat yang setia bagi ajaran Buddha dan selalu membantu Bhikkhu-bhikkhu.&nbsp;<br>3. Raja Asoka<br>Raja Asoka penguasa ketiga Dinasti Maurnya dan arti namanya Asoka adalah "tidak sedih". Pada awalnya Ia adalah raja yang kejam dan banyak orang terbunuh karena aksinya. Ia akhirnya menjadi penganut ajaran Buddha dan membangun banyak asrama, rumah sakit, dan wihara dan fasilitas-fasilitas lain. Ia juga membangun pilar prasasti, tugu, atau stupa di Taman Lumbini, Taman Rusa, dan tempat suci lainnya. Raja Asoka juga pernah mengirimkan anaknya untuk menjadi anggota Sangha untuk menyebarkan agama Buddha dan agama Buddha pun tersebar luas di India. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 00:59:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876753018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elyana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876762983</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara adalah raja yang pernah menawarkan setengah dari kerajaannya kepada Pangeran Gotama jika Pangeran Gotama berhenti menjadi petapa. Raja Bimbisara juga pernah mendermakan hutan bambu untuk tempat tinggal dan wihara Buddha dan para siswa-Nya. Di hutan itu, ia membangun sebuah wihara yang dikenal dengan nama "Veluvanarama". Keteladanan Raja Bimbisara patut dicontohi, walaupun ia seorang raja tapi ia tidak sombong dan tidak merasa bahwa ialah yang terhebat.&nbsp;<br><br>Raja Ajatasattu adalah putra dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pada masa mudanya, Pangeran Ajatasattu pernah membuat kesalahan karena terpengaruh hasutan Bhikkhu Devadatta untuk membunuh Buddha. Saat Ajatasattu menemukan Buddha di Tabib Jivaka, ia menyatakan penyesalannya karena telah membunuh ayah kandungnya sendiri. Buddha pun menerima pengakuan dan pertobatannya. Kemudian Buddha pun membabarkan Dhamma yang membuat Raja Ajatasattu menjadi tenang. Hal yang dapat kita pelajari dari Raja Ajatasattu adalah jangan cepat percaya begitu saja atas hasutan dan nasihat orang.<br><br>Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurya. Pada awalnya Raja Asoka adalah raja yang kejam hingga membuat banyak orang terluka dan terbunuh karena aksinya. Akhirnya Raja Asoka sadar dan menjadi penganut ajaran Buddha. Raja Asoka membngun banyak sekali wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Buddha.  Juga membangun pilar prasasti, tugu, atau stupa di Taman Lumbini, Taman Rusa Isipatana, dan tempat suci lainnya.  Raja Asoka juga mengirimkan putranya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha yaitu, Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Walaupun sangat berkuasa, Raja Asoka tidak memaksa rakyatnya untuk memeluk agam Buddha. Ia mengatakan bahwa, "Bagaimana kita hidup, itulah tujuan agama." Agama Buddha menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi terhadap agama lain, seperti yang terpahat dalam Prasasti Batu Kalingga: "Barang siapa menghormati agamanya sendiri dan mencela agama orang lain berarti merugikan agamanya sendiri dan agama orang lain."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 01:04:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1876762983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felix ting</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1877159734</link>
         <description><![CDATA[<div>RAJA BIMBISARA<br><br>Raja Bimbisara adalah penguasa Kerajaan Magadha. Sebelum pangeran GOtama menjadi Buddha, Raja Bimbisara pernah menawarkan setengah kerajaannya untuk Pangeran Gotama tetapi ada syaratnya yaitu Pangeran Gotama harus bersedia berhenti menjadi petapa. Namun dengan kerendahan hati, Pangeran Gotama Menolak tawaran tersebut.&nbsp; Ia membuat janji kepada Raja bimbisara yaitu jika telah menjadi Buddha, Ia akan akan mengunjungi Kerajaan Magadha dan membabarkan Dhamma. Pada akhirnya Raja bimbisara mencapai kesucian pertama setelah mendengar ceramah Buddha.<br><br>Raja Ajatasattu<br><br>Raja Ajatasattu adalah putra Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi. Pada masa mudanya Pangeran Ajatasattu pernah berbuat kesalahan karena terpengaruhi hasutan&nbsp; Bhikkhu Devadatta yang pada saat itu sedang mencari sekutu untuk membunuh buddha. Raja Ajatasattu terkesan melihat penampilan dan kesaktian Raja Devadatta. Karena terpengaruhi oleh Bhikkhu Devadatta, Raja Ajatasattu memberontak untuk merebut takhta kerajaan dari ayahnya sendiri. Dalam pemberontakan tersebut Raja Bimbisara di siksa dan di masukan ke dalam penjara. Pada Akhirnya Raja Ajatasattu menyesal dan hidupnya tidak dapat tenang sekejappun. Lalu Raja Ajatasattu menemui buddha dan memberitahu semua hal yang telah ia lakukan terhadap ayahnya. Buddha memaafkannya dan Raja Ajatasattu dapat hidup tenang.<br><br>RAJA ASOKA<br>Raja Asoka adalah penguasa ketiga Dinasti Maurnya. Ia memerintah pada tahun 300-232 SM di india. Arti nama dia "Asoka" adalah tidak sedih. Pada awalnya Raja Asoka adalah raja yang sangat kejam. Banyhak orang yang terluka hingga terbunuh olehnya. Tapi kini ia sadar atas kekejammannya akhirnya ia bertobat dan enjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjalani cinta kasih dan Ia dikenal sebagai "Raja Dharmma".&nbsp;Raja Asoka membantu banyak hal seperti membangun banyak vihara, rumah sakit, asrama bahkan membangun fasilitas umum. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 03:57:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1877159734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michelin G.Laurent</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1878365607</link>
         <description><![CDATA[<div>3. Raja Asoka<br>- Penguasa ketiga Dinasti Maurya dari tahun 300-232 SM di India. <br>- Pada awalnya Raja Asoka adalah Raja yang kejam.&nbsp;<br>- Akhirnya Raja Asoka sadar dan mnejadi penganut ajaran Buddha. Ia menjalani cinta kasih, menjadi "Raja Dhamma".<br>- Ia membangun banyak sekali wihara dan stupa sebagai tempat menyimpan relik-relik Budhha. Ia juga membangun pilar prasasti, tugu, atau stupa di Taman Lumbini, Taman Rusa Isipatana, dan tempat suci lainnya.&nbsp;<br>- Raja Asoka adalah penyokong Sidang Sangha Ketiga di Pataliputta.<br>- Raja Asoka membangun pilar dengan singa di atasnya. Pilar Asoka kini dijadikan lambang nasional India.&nbsp;<br>- Raja Asoka pernah mengirimkan putranya sendiri yang telah menjadi anggota Sangha yaitu Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta ke Sri Lanka untuk menyebarkan agama Buddha. Berkat jasanya ini, agama Buddha menjadi tersebar luas di India.  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-09 14:13:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1878365607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gracelyn Patricia Tjan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1883412189</link>
         <description><![CDATA[<div>Raja Bimbisara : adalah penguasa kerajaan magadha sebelum pangeran gotama menjadi buddha, raja bimbisara pernah bertemu dan menawarkan setengah dari kerajaannya untuk pangeran gotama apabila ia berhenti menjadi petapa, namun karena kerendahan hatinya ia menolak dan berjanji setelah ia menjadi buddha ia akan berkunjung di kerajaan magadha&nbsp;</div><div><br></div><div>demikianlah buddha mengunji kota rajagaha ibukota kerjaan magadha, buddha kemudian membabarkan dhamma dan pada akhir pertama raja bimbisara mencapai kesucian pertama, raja bimbisara mendermakan hutan bambu untuk temoat tinggal dan wihara buddha dan para siswanya yang dikenal sebagai veluvana keteladan raja bimbisara patut dicontoh.&nbsp;</div><div><br><br></div><div>Raja Ajatasattu : Raja Ajatasattu adalah anak dari Raja Bimbisara dan Ratu Vedehi, ia pernah membuat kesalahan karena terpengaruh oleh Bhikkhu Devadatta yang pada saat itu sedanga mencari cara untuk membunuh buddha dan pada akhirnya ia melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri, namun akhirnya ia menyesali perbuatannya, sejak itu hidupnya mnjadi sangat menderita dan tidak dapat merasakan ketenangan sekejap pun. atas bantuan tabib istana Raja Ajatasattu bertemu dengan buddha dan menyatakan penyesalannya.</div><div><br></div><div>sejak mengenal buddha, dhamma. sangha, raja ajatasattu menjadi umat yang setia kepada buddha dan tak segan menolong bhikkhu yang membutuhkan bantuan, raja ajatasattu juga adalah pelindung utama dalam penyelenggaraan sidang sangha pertama di rajagaha.&nbsp;</div><div><br><br></div><div>Raja Asoka : raja asoka adalah penguasa ketiga dinasti maurya, ia memerintah pada tahun 300-232 SM di india, arti kata asoka adalah tidak sedih, pada awalnya raja asoka adalah raja yang kejam, banyak orang yang terlukaa dan terbunuh karena aksinya&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-11 06:11:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wijihighschool/PAB_8Newton_raja_pendukung_dhamma/wish/1883412189</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
