<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Produksi Bahan Baku Sediaan Farmasi dari Laut by hertiani hertiani</title>
      <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra</link>
      <description>Potensi laut Indonesia sebagai penghasil bahan baku sediaan farmasi yang mendunia</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-10 06:31:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-15 06:38:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 181) Izhhar Firas Widianto (19/444900/FA/12257)2) Khusnul agustina (19/444906/FA/12264)3) Kurnia Salsabila Disyacitta (19/444907/FA/12265)4) Mar&#39;atul Afifah (19/444909/FA/12267)5) Muhammad Zaky Mubarok (19/444915/FA/12273)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880808128</link>
         <description><![CDATA[<div>Kemarin kita pake alteromonas kalilan apa e</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 09:33:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880808128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 17 </title>
         <author>fauziansekar</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880814418</link>
         <description><![CDATA[<div>Eriyani Purwitasari (19/444890/FA/12248)</div><div>Fauzian Sekar Indrasyah (19/444892/FA/12250)&nbsp;</div><div>Indana Lazulva (19/444897/FA/12255)</div><div>Indah p.d asa'at (19/444896/FA/12254)</div><div>Irvan jullian (19/444899/FA/12257)<br><br>kalau kelompok kami pakai spirulina&nbsp;<br>Salah satu bahan baku alam kelautan adalah mikroalga seperti Spirulina platensis. Produk farmasi dari bahan ini yaitu suplemen spirulina. Suplemen spirulina kaya akan nutrisi yang dapat menurunkan kadar tekanan darah, LDL dan trigliserida, membantu mengendalikan kadar gula darah, meningkatkan sistem imun, menjaga kesehatan jantung, hingga meredakan gejala alergi. Salah satu senyawa bioaktif yang terkandung dalam S. plantesis adalah beta karoten yang merupakan golongan karotenoid sehingga memiliki manfaat sebagai antioksidan, antitumor, dan antikanker.</div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 09:37:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880814418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880822610</link>
         <description><![CDATA[<div>Christopher Filando Santoso (19/444877/FA/12235)</div><div>Cinantya Pinkan Magali (19/444877/FA/12236)</div><div>Dhella Angelina nurjanah (19/444881/FA/12239)</div><div>Diana Rizky Fadila (19/444884/FA/12242)</div><div>Dini Rahmawati (19/444885/FA/12243)<br><br>Kalau kelompok kami pakai ekstrak alginat dari rumput laut coklat karena kandungan seratnya (alginat) membuat suatu produk farmasi bagus untuk digunakan bagi penderita kelebihan berat badan (obesitas), hiperkolesterol, dan diabetes, baik juga untuk perawatan kesehatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 09:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880822610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Final Diskusi Pake Spirulina</title>
         <author>maratulafifah99</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880840949</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi, setelah kami berdiskusi di breakout room dan beberapa diskusi kecil di padlet kami memutuskan untuk memakai bahan laut spirulina. Karena bahan tersebut bisa banyak manfaatnya, dan bisa digunakan berbagai macam sediaan misalnya dibuat suplemen yang dapat menurunkan tekanan darah, dan lain-lain yang telah disebutkan oleh saudara sekar.<br><br>selain itu, juga bisa digunakan di bidang kecantikan yaitu dibuat sediaan masker yang bagus untuk kulit karena mengandung antioksidan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 09:52:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880840949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Diskusi Kelompok 22,23,24 (Bahan baku produk kelautan yang potensial dikembangkan di Indonesia)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880859561</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Produk → Restorative Sea Culture Replenishing Serum merupakan serum yang terbuat dari rumput laut (<em>Laminaria sp.</em>). Bahan baku dari produk ini adalah&nbsp; Organic Salvia Hispanica (Chia) Water, Organic Glycerin, Xanthan Gum, Organic Laminarian (Algae) Extract, Hydrolyzed Candida Saitoana (Yeast Ferment), Organic Macrocystis Pyrifera (Sea Kelp) Extract.</li></ol><div><br></div><ol><li>Potensi Pasar</li></ol><ul><li>Fenomena tren skincare yang sedang populer, sehingga produk-produk baru yang memiliki klaim dapat merawat kulit, terutama kulit wajah, masih banyak dicari hingga sekarang</li><li>Mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk alami, sehingga pasar produk dengan bahan dasar alam mulai membesar</li><li>Meningkatnya jumlah populasi penduduk usia muda atau generasi millennial dengan gaya hidup yang dipengaruhi oleh budaya luar.</li><li>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I-2020 pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional termasuk kosmetik tumbuh 5,59%. Pertumbuhan pasar kosmetik di Indonesia juga diproyeksikan naik 7% pada 2021.</li></ul><div><br></div><ol><li>Ketersediaan bahan baku</li></ol><div><em>Laminaria sp</em> termasuk jenis rumput laut karaginofit yang dibudidayakan, dikembangkan, dan diperdagangkan secara luas di Indonesia terutama pada sektor kosmetik dan memiliki potensi sebagai budidaya yang cukup tinggi di Indonesia.&nbsp;</div><div><br></div><ol><li>Tingkat kesulitan pengolahan</li></ol><div>Sistem pengolahan rumput laut di Indonesia masih dinilai kurang memadai sehingga pengolahannya hanya mengandalkan musim untuk menanam dan memanen rumput laut.</div><div>Laminaria umumnya dibudidayakan menggunakan metode rakit apung, di mana sporofit laminaria muda melekat pada tali terendam. Tali-tali ini kemudian dilekatkan pada rakit apung atau marikultur di pinggir laut. Rumput laut sendiri sangat besar potensinya di Indonesia dan jumlahnya melimpah. Temperatur yang baik untuk pertumbuhan rumput laut antara 20 - 21°C maka dari itu untuk pembudidayaan harus memperhatikan temperaturnya.</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:02:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880859561</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880873425</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 23<br>Luthfia Qotrunnada (20/454904/FA/12560)<br>Marfauzi Nur Habibah (20/454906/FA/12562)<br>Naufal Ahmad Suseno (20/454909/FA/12565)<br>Nur Kumala Wardani (20/454913/FA/12569)<br>Novia Permata H (20/454912/FA/12568)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:10:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880873425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Diskusi Kelompok 13-15</title>
         <author>vincentfa1</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880881950</link>
         <description><![CDATA[<div>Bahan Baku (Minyak Ikan) → memilih produk minyak ikan karena merupakan produk yang paling umum dan memiliki cara pengolahan yang paling mudah di antara tiga kelompok yang ada.</div><div>Minyak ikan merupakan sumber alami asam lemak omega-3 yang berfungsi untuk mendukung fungsi sendi, mata, dan otak. Selain itu, minyak ikan juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung serta menurunkan kadar trigliserida.<br><br><strong>Potensi Pasar</strong></div><div>Potensi minyak ikan di Indonesia sangatlah besar, disamping itu kebutuhan minyak ikan tiap tahunnya selalu meningkat.</div><div>Banyak digunakan dalam berbagai produk, contohnya:</div><ol><li>Nordic Naturals DHA Xtra Omega-3 Fish Oils</li><li>Blackmores Odourless Fish Oil 1000</li><li>ChildLife Essential Cod Liver Oil</li><li>Möller’s Cod Liver Oil</li><li>Puritan's Pride - Triple Omega 3, 6, 9</li><li>Nutrimax Omega 3 Pro</li><li>Nature’s Health Virgin Salmon Omega&nbsp;</li></ol><div>Dengan banyaknya jumlah pemanfaatan bahan baku ini membuat potensi pasarnya semakin besar. apalagi pemanfaatannya tidak hanya untuk suplemen yang digunakan untuk manusia, melainkan juga untuk suplemen hewan<br><br><strong>Ketersediaan bahan baku</strong></div><div>Beberapa wilayah yang diketahui memproduksi minyak ikan di indonesia diantaranya adalah wilayah Jawa Barat contohnya Garut, Jawa Timur contohnya</div><div>Surabaya dan Banyuwangi, dan Papua contohnya Sorong. Di wilayah Jawa</div><div>Timur terdapat kecamatan Muncar yang dikenal sebagai sentra perikanan terbesar</div><div>Indonesia.</div><div>Bahan lautnya yaitu ikan pelagis. Ikan pelagis merupakan golongan ikan yang ada di Indonesia. Potensi lestari ikan pelagis kecil sebesar 292.092 ton/tahun dan ikan pelagis besar sebesar 505.941 ton/tahun. Nilai tersebut dapat dijadikan dasar dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan perikanan pelagis. Biasanya, ikan pelagis juga disebut sebagai ikan berminyak. Disebut demikian karena pelagis mengandung minyak di jaringan tubuh dan rongga perutnya hingga 30 persen. Jenis pelagis yang paling banyak mengandung minyak adalah <a href="https://rimbakita.com/ikan-tenggiri/">ikan tenggiri</a>, <a href="https://rimbakita.com/ikan-marlin/">marlin</a>, tuna, sarden, barakuda, dan lain sebagainya. Ikan pelagis banyak ditemukan di dekat terumbu karang maupun tubiran, karena ikan-ikan ini cenderung berpindah-pindah tempat mengikuti arah arus hangat di sekitar perairan pantai. Untuk menangkapnya, para nelayan kerap menggunakan alat seperti jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, dan lain peralatan tradisional lain.<br><br><strong>Tingkat Kesulitan Pengolahan</strong></div><ul><li>Ketersediaan tergantung hasil tangkapan</li><li>Di indonesia pengelolaan minyak ikan belum mengenal uji oksidasi sekunder</li><li>belum ada standar SNI minyak ikan untuk pangan dan suplemen makanan</li><li>teknologi, fasilitas produksi dan pemurnian minyak ikan masih terbatas.</li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:15:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880881950</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI KELOMPOK 7, 8, 9 :  MASKER SPIRULINA</title>
         <author>coretanerka</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880882337</link>
         <description><![CDATA[<div>masker spirulina dalam bentuk kapsul dibuat jadi masker ketersediaan bahan baku lumayan, ga terlalu sulit juga, bisa produksi skala rumah tangga&nbsp;<br><br></div><div>Masker spirulina. Ditinjau dari potensi pasarnya akan lumayan besar peluangnya karena produk ini masuk ke dalam kategori kosmetik dan kecantikan yang cenderung banyak peminatnya. Ditinjau dari ketersediaan bahan baku, spirulina dapat dibudidayakan dengan mudah di lingkungan yang cukup cahaya dengan temperatur 30°C, pH 8,5-10,5, dengan memperhatikan ukuran inokulasi, kecepatan pengadukan, kualitas air, serta nutrisi makro dan mikro. Ditinjau dari tingkat kesulitan pengolahan, pembuatan masker spirulina tidak sesulit tahapan pembuatan produk lain seperti supplemen dll.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:16:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880882337</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>coretanerka</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880882813</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia merupakan negara tropis (Basmal, 2008) yang memiliki potensi untuk menjadi produsen besar spirulina maupun industri mikroalga (Nur, 2014), karena memiliki ketersediaan lahan yang luas dan iklim yang cocok untuk melakukan budidaya spirulina. Salah satu cara memproduksi spirulina adalah dengan melakukan budidaya pada skala rumah tangga.<br><br></div><div>Mungkin ini bisa nambahin perkuat pengembangan spirulina di Indonesia. Eko berpendapat Indonesia sebetulnya sangat potensial mengembangkan spirulina. Spirulina hidup di daerah tropis dan subtropis dan alam Indonesia mendukung untuk itu.<br><br></div><div>Budidaya spirulina di daerah tropis tidak terlalu memerlukan energi yang besar karena sinar matahari sangat cukup. Sementara pemanenan dapat dilakukan dalam waktu 3 hari dengan volume 1 gram/ liter&nbsp; hingga 2 gram/ liter.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:16:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880882813</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CARA PENGOLAHANNYA</title>
         <author>coretanerka</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880883711</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Budidaya (penumbuhan ganggang spirulina) dalam lingkungan yang sesuai<br>2. Pemanenan spirulina yang dilakukan dengan melakukan penyaringan menggunakan kain<br>3. Pencucian spirulina untuk membesihkan spirulina dari pengotor<br>4. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur spirulina di bawah sinar matahari, memanaskan spirulina di dalam oven, atau mengolah spirulina menggunakan metode spray dry agar diperoleh spirulina dalam bentuk bubuk kering<br>5. Penyimpanan Produk</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:16:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880883711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL FINAL: MASKER SPIRULINA</title>
         <author>coretanerka</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880883991</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:17:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880883991</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laminaria japonica</title>
         <author>lawiningrumm</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880890722</link>
         <description><![CDATA[<div>Potensi produk dari Laminaria japonica untuk dipasarkan cukup besar. Meskipun saat ini belum ada di perairan indonesia tetapi Laminaria japonica dapat dikembangkan dengan cara multikultur dan kemudian dilakukan ekstraksi untuk menghasilkan suatu produk. Marikultur adalah sebuah cabang terspesialisasi dari akuakultur yang melibatkan penambakan organisme laut untuk dijadikan makanan dan produk lain di samudera terbuka, bagian tertutup samudera, atau dalam tank-tank, kolam-kolam atau aliran yang diisi dengan air laut. Laminaria japonica umumnya tumbuh di Asia Timur namun karena budi dayanya yang dapat dilakukan dengan marikultur, spesies ini berpotensi untuk dibudidayakan di indonesia. Keberadaan bahan baku yang belum tersedia banyak di indonesia menjadikan sebuah peluang besar dalam membudidayakannya. Jal ini menunjukkan Laminaria japonica dapat dikembangkan lebih lanjut di Indonesia dan membentuk produk farmasi lainnya. Salah dua produknya yaitu Sancoidan yang sudah beredar di Indonesia sebagai obat herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan Fucoidan untuk memelihara kesehatan lambung. Pengolahan Laminaria japonica tergolong mudah karena tidak memerlukan instrumen atau alat pengolahan yang kompleks. Tetapi step yang dilakukan cukup lama karena terdapat beberapa tahapan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:21:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880890722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI KELOMPOK 19, 20, 21 (ZICONOTIDE)</title>
         <author>nisrinaluthfiani</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880908452</link>
         <description><![CDATA[<div>Ziconotide merupakan analog sintetis dari 25-asam amino-conopeptide, MVIIA, yang ditemukan dalam racun siput laut Conus magus. Merupakan penghambat saluran kalsium tipe-N (NCCB) yang memainkan peran utama dalam transmisi nyeri. Produk ini diformulasikan sebagai larutan infus (100 g/ml) dan diberikan sebagai infus kontinu melalui kateter intratekal, menggunakan pompa infus mekanis yang diimplementasikan secara internal.<br>1. Potensi pasar<br>Ziconotide dapat digunakan untuk pasien yang tidak menimbulkan kecanduan &amp; tidak toleran terhadap morfin intratekal. Setiap gramnya dijual dengan harga $6.500.000.<br>2. Ketersediaan bahan baku<br>Bahan baku yang digunakan dari alam cukup sedikit karena ziconotide ini dibuat melalui sintesis total. Untuk proses produksi senyawa Ziconotide dibuat dengan Solid Phase Peptide Synthesis (SPPS) lalu diikuti dengan pembelahan dari resin dan dikonversi ke garam asetat dan dilakukan pemurnian.<br>3. Tingkat kesulitan pengolahan<br>Sintesis dari ziconotide cenderung lebih mudah daripada Halaven karena ziconotid merupakan suatu peptida. Senyawa ini dapat dibuat menggunakan Solid Phase Peptide Synthesis (SPPS), diikuti dengan pemecahan dari resin, lalu dikonversi menjadi garam asetat dan dilakukan pemurnian. Selain itu, karena harga per gram dari ziconotide yang mahal yaitu $6.500.000, maka bisa saja akan menghadapi kesulitan dalam membeli bahan dan merestock bahan baku</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:31:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880908452</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880908804</link>
         <description><![CDATA[<div>Spirulina memiliki kelebihan lain yaitu biaya lingkungan yang murah. Ditinjau dari segi lahan yang dibutuhkan, Spirulina hanya membutuhkan 0,6 m2lahan tidak subur untuk memproduksi satu kilogram protein. Luas lahan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan produksi satu kilogram protein dari kedelai, jagung dan daging yang membutuhkan lahan subur dengan luas masing-masing 16 m2, 22 m2,dan 190 m2. Ditinjau dari segi air yang dibutuhkan Spirulina hanya membutuhkan 2100 liter air payau untuk memproduksi satu kilogram protein. Jumlah air tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan produksi satu kilogram protein kedelai, jagung dan daging yang membutuhkan air bersih dengan jumlah masing-masing 9.000 liter, 12.500 liter, dan 105.000&nbsp;liter</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:31:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880908804</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880917145</link>
         <description><![CDATA[<div>- Sistem budidaya massal dilakukan dengan pemeliharaan pada kolam terbuka yang dangkal dan dilengkapi dengan sistem pemutar massa air sehingga tercipta aliran air untuk menjamin terjadinya pengadukan Spirulina&nbsp;<br>&nbsp;dalam kolam . Sistem budidaya massal skala industri membutuhkan input seperti cahaya, oksigen, suhu, dan nutrisi secara intensif yang seringkali&nbsp;<br>&nbsp;membutuhkan biaya besar (FAO, 2008).<br>&nbsp;- Secara sederhana konsep desa Spirulina dilaksanakan dengan membangun&nbsp;minimal satu kolam kultur Spirulina berukuran 10 m2&nbsp; untuk setiap keluarga. Jika&nbsp;tidak terdapat lahan, dapat digunakan wadah berupa kantong plastik polietilen&nbsp;berukuran diameter 50 cm dan tinggi 200 cm.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:36:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880917145</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ganggang Coklat (Sargassum sp)</title>
         <author>qhifanizhaqila</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880923253</link>
         <description><![CDATA[<div>Bahan baku dari kelompok 4 adalah Ganggang coklat (<em>Sargassum sp.</em>), kelompok 5 adalah Etil ester asam omega 3 (ikan salmon), dan kelompok 6 adalah Dolabella auricularia (kelinci laut)</div><div><br>Bahan baku terpilih adalah bahan dari kelompok 4 yaitu ganggang coklat (<em>Sargassum sp.</em>)</div><div>Produk Potensial: Kapsul Collidan (suplemen makanan yang mengandung fucoidan)</div><div><br>Penjelasan lebih lanjut:&nbsp;<br><br>Tentang bahan baku/senyawa :</div><div>Fucoidan adalah jenis suplemen yang mengandung polisakarida sulfat. Fucoidan terbuat dari ekstrak ganggang laut yang dapat digunakan untuk membantu memelihara kesehatan lambung. Fucoidan yang terkandung dalam Colidan bekerja dengan cara membentuk selaput pada dinding lambung, sehingga dapat melindungi dari iritasi akibat enzim dan asam lambung, serta dapat terhindar dari infeksi bakteri.<br><br>Asal bahan baku:&nbsp;</div><div>Berasal dari spesies ganggang coklat (<em>brown algae</em>) yaitu <em>Sargassum sp.<br><br></em>Alasan pemilihan senyawa mengapa dikatakan potensial :</div><ol><li>Komponen bioaktif rumput laut <em>Sargassum sp.</em> menunjukkan potensi besar sebagai antiinflamasi, antimikroba, antivirus dan perawatan antitumoral. Ganggang coklat secara umum juga memiliki potensi sebagai obat untuk memelihara lambung namun juga untuk obat kanker, fibromyalgia, arthritis, penyakit jantung, menurunkan berat badan, kolesterol dan lain sebagainya&nbsp; &nbsp;&nbsp;</li><li>Bahan baku mudah didapatkan.</li><li>Tersebar di berbagai wilayah Perairan Indonesia mudah dibudidayakan di Indonesia</li><li>Rumput laut dianggap sebagai sumber yang baik dari vitamin, mineral dan serat makanan non kalori, serta merupakan sumber potensial bahan biologis aktif.</li><li>Indonesia memiliki garis pantai yang sangat memadai untuk perkembangan bahan baku ganggang coklat.</li><li><em>Sargassum sp.</em> memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan memiliki massa tanaman yang relatif pendek.</li></ol><div><br>Ketersediaan bahan baku :</div><ul><li>Walaupun menghasilkan rendemen yang relatif sedikit dari ekstraksi yang dilakukan namun terdapat solusi berupa budidaya.</li><li>Terdapat banyak jenis rumput laut yang bernilai ekonomis cukup tinggi di Indonesia seperti alga coklat <em>Sargassum sp.</em> yang memiliki kelimpahan tinggi dan tersebar luas di perairan Indonesia. Penyebaran spesies ini banyak terdapat di perairan Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kepulauan Seribu, Sulawesi, Lombok, dan Aru.</li><li><em>Sargassum sp</em>. cukup mudah dibudidayakan, yaitu dengan metode rakit lepas dasar yang diikat di batu pada dasar perairan dan rakit terapung yang diikat di rakit pada permukaan perairan. Sargassum sp. dipanen setelah berumur 30 hari</li></ul><div><br>Potensi Pasar :<br>Penyakit berkaitan dengan asam lambung merupakan penyakit yang umum diderita masyarakat Indonesia. Penyakit asam lambung kerap menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Sehingga dibutuhkan obat untuk menyembuhkan dan mengatasi sakit yang diderita.&nbsp;</div><div>Terlebih penggunaan bahan alam semakin digandrungi oleh masyarakat Indonesia sehingga penggunaan obat dari Fucoidan sangatlah potensial. Selain dibuat untuk obat lambung, ganggang coklat juga banyak memiliki potensi sebagai obat dari berbagai penyakit sehingga akan menjadi suatu potensi pasar.</div><div><br>Produksi :</div><ul><li>Dilihat dari metode produksinya, terbilang cukup mudah yaitu dengan metode ekstraksi dan masih dikembangkan optimasi metode ekstraksi untuk mengetahui metode yang paling optimal.</li><li>Alat produksi cukup sederhana sehingga memudahkan dalam mengekstraksi bahan baku.&nbsp;</li></ul><div><br>Anggota Kelompok 4-6 :</div><div>Indriana Chrisnaningtyas		(19/438754/FA/12076)</div><div>Khansa Iffat Budyati			(19/438757/FA/12079)</div><div>Lintang Kusuma Ratri		&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; (19/438758/FA/12080)</div><div>Regita Anggraeni			&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; (19/438770/FA/12092)</div><div>Rosanna Adelia Setyaningrum&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/438773/FA/12095)</div><div>Syifa Indi Wijaya			&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/43877/FA/12099)</div><div>Tasya Ananda				&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/438778/FA/12100)</div><div>Wan Nurul Aini&nbsp; &nbsp;			&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/438780/FA/12102)&nbsp;</div><div>Zahra Inas Pramesti&nbsp; &nbsp; &nbsp; 		&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/438784/FA/12106)</div><div>Pingki Arum Saskiya&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 	&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/439932/FA/12110)</div><div>Ahmad Nuha Raihan			(19/441503/FA/12120)</div><div>Vivi Pratiwi				&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/439934/FA/12112)</div><div>Qhifani Zhaqila			&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; (19/440738/FA/12115)</div><div>Surya Assyifa Tjahjanaputri		(19/440739/FA/12116)&nbsp;</div><div>Adellia Mutiananda			&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(19/441501/FA/12118)</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:40:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880923253</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tectitethya cripta sebagai bahan baku Injeksi Cytarabine</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880926342</link>
         <description><![CDATA[<div>Alasan produk ini yang dipilih :</div><ul><li>Spons <em>Tectitethya crypta </em>dapat dibudidayakan di Indonesia sehingga kelimpahannya dapat diperbanyak. Kondisi laut karibia yang sama-sama beriklim tropis seperti Indonesia membuat lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk budidaya Cytarabine di Indonesia dapat terpenuhi. Selain itu, adanya upwelling di Indonesia juga menambah poin tersendiri dalam pemenuhan nutrisi bagi spons penghasil cytarabine. Kemudian c-nukleotida bisa diisolasi dari spons <em>Tectitethya crypta </em>untuk bahan dasar dalam sintesis cytarabine</li><li>Senyawa cytarabine dapat diproduksi secara sintetis<em> </em>dari uracil arabinoside. Uracil-1-nucleoside mengalami asetilasi dan dengan penambahan phosphorus pentasulfide akan membentuk acetylated-4-thiouracil-1-nucleoside. Dari molekul tersebut direaksikan dengan ammonia dan terjadi deasetilasi hingga terbentuk senyawa Cytarabine.&nbsp;</li><li>Pengobatan leukimia di Indonesia yang masih minim, sehingga adanya pengembangan budidaya spons <em>Tectitethya crypta </em>di Indonesia dapat menjadi potensi pengembangan pengobatan leukimia. Cytarabine dapat digunakan untuk monoterapi atau dikombinasikan dengan agen antineoplastik lainnya. Mekanisme kerja utamanya adalah mengganggu sintesis pirimidin dengan menghambat DNA polimerase pada fase S dari siklus sel.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:42:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880926342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Diskusi Kelompok 25,26,27, dan 28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880934641</link>
         <description><![CDATA[<div>dari hasil diskusi kami memilih spirulina.<br><br>Spirulina merupakan tanaman ganggang berwarna hijau-kebiruan yang hidup di air laut dan air tawar. Spirulina banyak digunakan sebagai bahan baku industri karena memiliki kandungan nutrisi seperti protein, asam lemak, vitamin, dan antioksidan yang tinggi. Selain digunakan dalam dunia industri, Spirulina sp. juga dapat dikonsumsi langsung oleh manusia sebagai suplemen bergizi tinggi. Indonesia sangat berpotensial mengembangkan spirulina. Spirulina hidup di daerah tropis dan subtropis dan alam Indonesia mendukung untuk itu. Indonesia merupakan daerah tropis dengan suhu yang relatif tinggi pada kisaran 27-34 derajat Celcius dan memiliki intensitas cahaya matahari yang relatif merata serta tersedia sepanjang tahun. Budidaya spirulina di daerah tropis tidak terlalu memerlukan energi yang besar karena sinar matahari sangat cukup. Di Indonesia sendiri spirulina cukup banyak digunakan dan diminati, seperti pada produk kecantikan, produk suplemen makanan, dan ada juga yang dimanfaatkan untuk pakan ternak. Spirulina memiliki keunggulan dibandingkan jenis bahan pangan lainnya yaitu mengandung protein 60-70% dari bobot keringnya</div><div><br></div><div><strong>Kultur</strong></div><div>Kultur Spirulina dengan Akuakultur : kultur Spirulina sp. skala laboratorium menggunakan toples yang diisi air sebanyak 8 liter dan ditambahkan Na-tiosulfat sebanyak 8 ml,&nbsp; pupuk Walne dan vitamin B12 dengan dosis 1ml/L. Setelah toples siap, inokulan 500 ml yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam toples. Dalam kultur Spirulina sp. skala laboratorium, suhu diatur 24°C dan jarak antar toples dengan lampu neon sekitar 30 cm. Jumlah lampu neon yang digunakan sebanyak dua buah lampu, masing-masing dengan daya 32 Watt dengan lama penyinaran 24 jam per hari. Pertumbuhan populasi Spirulina sp. skala semi massal menunjukkan jumlah kepadatan Spirulina sp. semakin hari semakin meningkat, bahkan belum terlihat terjadi penurunan hingga hari ke-15.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-10 10:47:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/yusmm11vairmmgra/wish/1880934641</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
