<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>sosiologi pendidikan islam by muhammad mizan</title>
      <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s</link>
      <description>pengertian,Tujuan,fungsi,objek,ruang lingkup,pendekatan dan metode sosiologi pendidikan islam.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-02 03:04:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-01-02 11:40:26 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>pengertian sosiologi pendidikan islam</title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149491881</link>
         <description><![CDATA[<p>Sosiologi, dalam arti yang lebih komprehensif, adalah studi tentang masyarakat yang mencerminkan sifat dan kebiasaan sosial individu serta semua lembaga, perilaku, dan kegiatan yang penting untuk pertumbuhan dan utilitas masyarakat yang berkelanjutan secara keseluruhan untuk kepentingan dari semua individu, sebagai hubungan timbal balik, serta faktor-faktor yang berperan di dalamnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Secara terminologi, beberapa ahli mendefinisikan sosiologi sedikit berbeda. Max Weber memandang sosiologi sebagai studi tentang perilaku sosial di antara hubungan-hubungan sosial. Sebagai ilmu yang berusaha menjelaskan dan memahami (interpretative understanding) perilaku sosial dan hubungan sosial agar sampai pada penjelasan kausal. Sementara itu, Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah studi tentang: (a) hubungan dan interaksi antara berbagai fenomena sosial (seperti antara fenomena ekonomi dan agama, keluarga dan moralita, hukum dan ekonomi, hubungan antar agama), dan politik). (b) hubungan dan interaksi antara fenomena sosial dan non-sosial (seperti fenomena geografis dan biologis).</p><p>&nbsp;</p><p>Zaitun menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu sosial yang membahas masyarakat sebagai subjeknya. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri karena telah memenuhi segenap unsur ilmu pengetahuan. Disebut ilmu pengetahuan karena pengetahuan yang diperoleh dengan penelitian yang mendalam, menggunakan metode-metode ilmiah. Sedangkan metode ilmiah ialah segala cara yang dipergunakan oleh sesuatu ilmu untuk sampai kepada pembentukan ilmu menjadi suatu kesatuan yang sistematis, organis, dan logis dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p>&nbsp;</p><p>Major Polak memberikan definisi sosiologi yang lebih menyeluruh, ia menyatakan bahwa sosiologi adalah studi yang mengkaji masyarakat secara keseluruhan, khususnya hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, baik statis maupun dinamis. Oleh karena itu, sosiologi dapat dianggap sebagai studi yang menyelidiki bagaimana orang berinteraksi satu sama lain dalam kelompok serta susunan komunitas dan unit sosial dan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain.</p><p>&nbsp;</p><p>Pendidikan dan sosiologi dianggap sebagai bidang studi lama karena telah ada sejak awal waktu. Sejak Nabi Adam, sosiologi telah ada baik itu didefinisikan secara luas sebagai kontak sosial (interaksi sosial) atau hubungan manusia (hubungan antar manusia). Namun Auguste Comte (1798-1857) yang dikenal sebagai bapak pendiri sosiologi adalah orang pertama yang mengakui sosiologi pada abad ke-19 sebagai ilmu, yaitu sebagai disiplin yang sistematis dan metodis.</p><p>&nbsp;</p><p>Sosiologi pendidikan didefinisikan oleh Abdullah Idi sebagai suatu disiplin ilmu yang menguraikan dan menjelaskan tentang lembaga, pengelompokan sosial, dan proses sosial dimana terdapat hubungan sosial (social relationship) yang dengan interaksi sosial itu Individu memperoleh dan mengatur hubungan sosialnya. Damsar mendefinisikan sosiologi pendidikan dalam dua cara, yang berbeda dengan Abdullah Idi. Pertama, sosiologi pendidikan adalah bidang penelitian yang mengkaji bagaimana masyarakat, yang didalamnya terjadi interaksi sosial berlangsung, terkait pendidikan. Dalam hal ini, adalah untuk memahami bagaimana masyarakat mempengaruhi pendidikan. Namun, sebaliknya bagaimana Pendidikan mempenga ruhi masyarakat. Kedua, pendekatan sosiologis terhadap fenomena pendidikan inilah yang dimaksud dengan istilah "sosiologi pendidikan". Pendekatan sosiologis menggunakan teori, konsep. variabel, dan metodologi sosiologis untuk memahami realitas sosial, termasuk kompleksitas proses pendidikan."</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam dunia pendidikan Islam, selalu dibutuhkan ilmu-ilmu lain, termasuk sosiologi, yang dapat mendukung dan menunjang perkembangan pendidikan Islam. Menurut subjek dan objek pendidikan Islam, yaitu manusia dan fitrahnya, pendidikan secara langsung membahas tentang perilaku manusia, sehingga menjadi manusia yang baik, sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Dari sini dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari masalah pendidikan seperti visi, misi, tujuan, kurikulum, bahan ajar, proses pengajaran, kualitas lulusan, guru, infrastruktur, manajemen, evaluasi, lingkungan, dan lain-lain, dengan menggunakan pendekatan sosiologis berdasarkan nilai-nilai Islam.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 03:29:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149491881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan sosiologi pendidikan  islam</title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149501305</link>
         <description><![CDATA[<p>Abu Ahmadi dalam Abuddin Nata mengemukakan bahwa</p><p>ada beberapa tujuan sosiologi pendidikan yaitu:</p><p>1 . Berusaha memahami peranan sosiologi dalam menjelaskan kegiatan sekolah serta pengaruhnya terhadap masyarakat terurtama apabila sekolah ditinjau dari segi kegiatan intelektual. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi suri teladan di masyarakat sekitar dan lebih luas lagi atau mengadakan sosialisasi intelektual untuk</p><p>&nbsp;memajukan kehidupan di dalam masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Untuk memahami bagaimana guru dapat membina kegiatan sosial peserta didik untuk mengembangkan kepribadian peserta didik.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Untuk mengetahui pembinaan ideology Pancasila dan kebudayaan nasional Indonesia di lingkungan pendidikan dan pengajaran.</p><p>&nbsp;</p><p>4. Untuk mengadakan integritas kurikulum dengan masyarakat sekitarnya agar supaya pendidikan mempunyai kegunaan praktis di dalam masyarakat dan Negara seluruhnya.</p><p>&nbsp;</p><p>5. Untuk menyelidiki faktor-faktor kekuatan masyarakat yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.</p><p>&nbsp;</p><p>6. Memberi sumbangan yang positif terhadap perkembangan ilmu pendidikan</p><p>&nbsp;</p><p>7. Memberi pegangan terhadap penggunaan prinsip-prinsip sosiologi untuk mengadakan sosialisasi sikap dan</p><p>&nbsp;kepribadian anak.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 03:37:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149501305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>fungsi sosiologi pendidikan</title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149505361</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasar pada tujuan di atas, maka tujuan sosiologi pendidikan Islam adalah untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan Islam yang terdapat di dalam masyarakat dan berfungsi sebagai upaya menyelamatkan manusia dari tepi jurang kehancuran, perpecahan, dan menjadikannya sebagai bangsa yang bersatu, bersaudara dan tolong menolong memberi petunjuk dan mengeluarkan manusia dari kesesatan hidup.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 03:40:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149505361</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ruang lingkup sosiologi pendidikan islam</title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149538788</link>
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p><p>Sebagai ilmu sosiologi pendidikan mempelajari bidangnya lebih dalam dengan berbagai cara. Antara ahli sosiologi pendidikan yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Pokok bahasan utama dalam sosiologi pendidikan adalah institusi pendidikan formal, dan institusi pendidikan formal terpenting dalam masyarakat adalah sekolah yang menawarkan pendidikan formal mulai jenjang prasekolah sampai dengan jenjang pendidikan tinggi, baik yang bersifat umum maupun khusus. Selain pendidikan formal sebagai disiplin utama sosiologi pendidikan, pendidikan informal dan non-formal tidak luput dari 13 perhatian para sosiolog. Routledge dan Kegan Paul, memberikan batasan ruang lingkup sosiologi pendidikan pada masalah-masalah:</p><p>1. proses pendidikan sebagai interkasi sosial;</p><p>2. sekolah sebagai kelompok sosial;</p><p>3. pengaruh lembaga sosial lain pada lembaga pendidikan: 4. fungsi lembaga pendidikan bagi masyarakat. 14</p><p>&nbsp;</p><p>Ruang lingkup sosiologi pendidikan yang dikemukakan oleh Routledge dan Kegan Paul melihat lembaga pendidikan sebagai suatu sistem dan lembaga sosial yang memiliki hubungan urgen dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat, sehingga ia meyakini bahwa lembaga pendidikan mempunyai pengaruh dan peran dalam kehidupan masyarakat. kehidupan sosial.</p><p>&nbsp;</p><p>Menurut Guru Besar dari FISIP Universitas Indonesia Katamto Sunarto menyatakan membagi sosiologi pendidikan menjadi tiga bahasan pokok, yaitu:</p><p>&nbsp;</p><ol><li><p>Sosiologi pendidikan makro mengkaji interaksi antara pendidikan dan lembaga kemasyarakatan lainnya, seperti hubungan antara pendidikan dan agama dan sejauh mana lembaga pendidikan dapat membentuk praktik keagamaan peserta didik. Hubungan antara politik dan pendidikan; sejauh mana lembaga pendidikan berupaya melibatkan peserta didik dalam proses sosialisasi politik. Hubungan antara pendidikan dan ekonomi; sejauh mana sistem</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p>Mubin Nobo "Kansep Sosialog Pendidikan (Analisis Maltzu, Meso dan Micro Sosinkogt Pendidikan), Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan Keislaman Volume: 11 Normur 1, 2016 68-69 Routledge dan Kegan Paul, Sociolog Pendidikan Perspektif Pendahulu Vang Anailm, edid tery Panuti dae Greta Lilimata, Jakarta Watars 1989) 9pendidikan formal berkontribusi dalam menghasilkan tenaga kerja di sektor formal; atau sejauh mana individu yang memperoleh manfaat dari fasilitas pendidikan formal yang didanai negara sebenarnya sama-sama bertanggung jawab untuk membayar pajak.</p><ol start="2"><li><p>Sosiologi pendidikan meso, yang mempelajari hubunganhubungan dalam suatu organisasi pendidikan. Pada sosiologi pendidikan meso ini sekalah dipandang sebagai suatu organisasi yang menjalankan aturan-aturan tertentu sehingga dapat mencapai suatu tujuan. Di sini dibahas tentang struktur organisasi sekolah, peran dan fungsinya dalam organisasi sekolah, serta hubungan organisasi sekolah dengan strukrur organisasi masyarakat yang lain.</p></li></ol><p>&nbsp;</p><ol start="3"><li><p> Sosiologi pendidikan mikro, yang mengkaji interaksi sosial yang terjadi di lembaga pendidikan pengelompokkan yang terbentuk di kalangan mereka, struktur status, dan interaksi di dalam kelas antara siswa dan guru. 15</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p>Menurut Abuddin Nata, sosiologi pendidikan Islam memiliki tiga bidang kajian utama. Pertama, ruang lingkup yang terdapat dalam ilmu sosial. Yaitu struktur dan stratifikasi sosial, tujuan dan cita-cita serta harapan dari anggota masyarakat, nilai-nilai, tradisi dan budaya yang terdapat dalam masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan peradaban yang ada di masyarakat, sifat dan corak masyarakat, dinamika masyarakat, serta maju mundurnya masyarakat. Kedua, ruang lingkup yang terdapat dalam Pendidikan, atau berbagai unsur dan bagian yang membentuk pendidikan: visi, misi, dan tujuan, kurikulum, bahan ajar, mutu lulusan, proses belajar mengajar, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, lingkungan, kerjasama, budaya, dan evaluasi pendidikan. Ketiga, hubungan ruang lingkup yang terdapat dalam mesayarakat dengan ruang lingkup yang terdapat dalam sosiologi. Hubungan ini didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber pada ajaran Al-Qur'an dan al-Hadis. 16</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 04:13:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149538788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>METODE PEDEKATAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN  ISLAM</title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149544208</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam kajian Sosiologi Pendidikan Islam kita akan menggunakan beberapa pendekatan (Approach) yaitu:</p><p>&nbsp;</p><p>1. Pendekatan Indvidu (The Individu Approach) Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor individu secara utuh meliputi watak, intelegensi, psikologi, dan kemampuan psikomotorik. Untuk dapat mengerti tata kehidupan masyarakat (kelompok) perlu dibahas tata kehidupan individu yang menjadi pembentuk mayarakat itu, jikalau kita dapat memahami tingkah laku individu satu persatu bagaimana cara berpikirnya, perasaannya, kemampuannya, perbuatannya, sikapnya dan sebagainya atau tegasnya watak individu, bagaimana memfasilitasi individu, begitulah seterusnya. Maka akhirnya dapat dimengerti bagaimana kelompok (masyarakat), dilihat dari</p><p>tingkah laku masyarakat seluruhnya sampai pada tingkah laku negara (misalnya kepribadian negara)."</p><p>&nbsp;</p><p>Individu sebagai titik tolak ditentukan atau dipengaruhi oleh dua macam faktor intern dan extern. Faktor intern meliputi faktor-faktor biologis dan psikologis, sedangkan faktor extern mencakup faktor- faktor lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Maka di dalam approach individu menitik beratkan kepada faktor- faktor biologis dan psikologis yang mendeterminir tingkah laku seseorang. Kedua faktor itulah yang primer sedangkan faktor lingkungan sekitar fisik dan sosial merupakan faktor sekunder.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Pedekatan Sosial (The Sosial Approach)</p><p>&nbsp;</p><p>Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor lingkungan sebagai lingkungan tinggal induvidu dalam perkembangannya. Titik pangkal dari Approach Sosial ialah masyarakat dengan berbagai lembaganya, kelompok- kelompok denganberbagaiaktivitas. Secara konkritApproach Sosial ini membahas aspek-aspek atau komponen dari pada kebudayaan manusia, misalnya keluarga, tradisi, adat istiadat, moralitas, norma-norma sosialnya dan sebagainya. Tingkah laku individu dapat dipahami dengan</p><p>memahami tingkah laku masyarakatnya. Misalnya, pada waktu lahir dengan pertolongan bidan, atau dukun bayi, upacara-upacara yang dilakukan untuk si bayi, apabila anak sudah mulai bicara diajar tatakrama keluarga dan masyarakat. Misalnya bagimana cara makan dan minum, bagaimana cara berpakain dan sebagainya. Semua menjalankan bahwa generasi muda harus bertingkah laku sesuai dengan pola tingkah laku yang dikehendaki oleh masyrakat atau dengan perkataan lain dikondisikan oleh kebudayaan masyarakat. Jadi kalau masyarakat mengizinkan perkawinan poligami, maka individu-individunya juga berpoligami.</p><p>&nbsp;</p><p>Lebih luas lagi karena Indonesia mengembangkan falsafah hidup Pancasila, maka seluruh warga negara harus mengembangkan paham Pancasila. Kalau pemerintah menganut demokrasi pancasila maka seluruh warga negara harus mengerti dan mengamalkan demokrasi Pancasila. Jika ada warga yang tidak mau mengamalkan Pancasila, negara akan menindak mereka, oleh karena mereka diangggap menyeleweng dari pola tingkah laku yang harus dikembangkan oleh masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>Approach Sosial tentulah mempunyai kelemahan, sebab betapapun homogennya suatu masyarakat, betapa kuatnya tata cara di situ masih juga kita dapati individualitas</p><p>&nbsp;</p><p>jadi anggota masyarakat, artinya ciri-ciri tingkah laku manusia perseorangan masih dapat dilihat juga. Mengapa demikian karena tiap-tiap individu mempunyai watak dan kepribadiannya masing-masing, individualitas manusia tetap masih ada tidak jarang juga kesegeraman tingkah laku pada masyarakat-masyarakat yang kuat tata caranya dianggap sebagai paksaan terhadap individu-individunya, mereka merasa kurang bebas, mereka ingin keluar dari belenggu adat istiadat masyarakat."</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi pendekatan sosial ini titik beratnya terletak pada masyarakat dan pengaruh geografis, jadi tingkah laku manusia itu ditentukan oleh faktor fisik dan kultural. Jadi dengan demikian, maka bertitik pangkal kepada berbagai individu yang berinteraksi, dan dengan interaksi sosial itu akan menunjukkan segi sosialnya makhluk manusia, sudah barang tentu dalam hal ini manusia selalu mengadakan penyesuaian diri dengan lingkungannya.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Pendekatan Interaksi (The Intraction approach) Yaitu pendekatan dengan memperhatikan pola hubungan antara individu dalam lingkungannya. Di dalam pendekatan interaksional kita memperhatikan faktor-faktor individu dan sosial. Dimana individu dan masyarakat saling mempengaruhi dalam hubungan</p><p>timbal balik antara individu dan masyarakat. Yang mana interaksi yang terjadi mempunyai kekuatan saling membentuk dan mempengaruhi dalam rangka saling menyempurnakan. Approach Individu memberi dasar adanya individualitas watak dan kepribadian individu- individu perseorangan, sedangkan approach sosial terutama dengan studi sosiologinya memberi landasan arah dan perkembangan watak dan kepribadian individu-individu dalam kontak dengan individu-individu lainnya, kontak antara masyarakat satu dengan yang lain, kontak antara negara satu dengan negara yang lain. Studi Sosiologi menegaskan setiap individu itu dilahirkan dan dibesarkan oleh masyarakat serta individu-individu itu dalam hidupnya, di masyarakat selalu mengidentifikasikan dirinya dengan pola tingkah laku dan kebudayaan masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>Dan situasi Interaksi adalah situasi hubungan sosial. Maka dapat dikatakan bahwa manusia itu memasyarakatkan diri, atau dengan perkataan lain manusia membudayakan diri, dan permasyarakatan pembudayaan ini tidak akan habis-habisnya sampai akhir zaman.</p><p>Macam-macam Interaksi Sosial:46</p><p>&nbsp;</p><p>1. Dilihat dari sudut subjeknya, ada tiga macam Interaksi Sosial yaitu:</p><p>&nbsp;</p><p>a. Interaksi antara orang perorangan.</p><p>&nbsp;</p><p>b. Interaksi antar orang dengan kelompoknya dan sebaiknya.</p><p>&nbsp;</p><p>c. Interaksi antar kelompok.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Dilihat dari segi caranya, ada 2 macam interksi sosial:</p><p>&nbsp;</p><p>a. Interaksi langsung (Dirrect Interaction) yaitu interaksi fisik, seperti berkelahi, hubungan seks/kelamin dan sebagainya.</p><p>&nbsp;</p><p>b. Interksi simbolik (Symbolik Interaction), yaitu interaksi dengan mempergunakan bahasa (lisan/tertulis) dan simbol-simbol lain (isyarat) dan lain sebagainya.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Pendekatan Deduktif Induktif</p><p>&nbsp;</p><p>Sosiologi pendidikan Islam dapat dibangun dengan menggunakan pembacaan ayat kauniyah dan qauliyah. Kemudian hasilnya dikonsultasikan dan di-break down ke dalam kegiatan eksperimen yang pada gilirannya melahirkan teori atau ilmu sosiologi pendidikan Islam. Operasionalnya cara mengkonstruk sosiologi pendidikan Islam bisa dilakukan dengan cara: pertama, cara deduksi, yakni dimulai dari teks wahyu atau sabda rasul (hadis) kemudian ditafsirkan secara</p><p>kontekstual, dari sini muncul teori sosiologi pendidikan Islam pada tingkat filsafat, teori itu dieksperimenkan, maka selanjutnya muncul teori sosiologi pendidikan Islam tingkat ilmu. Apabila hal tersebut dioperasionalkan, maka dapat diperoleh kaidah praktis sosiologi pendidikan Islam. Kedua, cara induksi konsultasi, dengan cara seseorang mengambil teori sosiologi pendidikan yang sudah ada, kemudian dikonsultasikan dengan wahyu dan kultur, yang tidak sekedar bersifat justifikasi, jika tidak berlawanan, maka teori tersebut didaftarkan di dalam khazanah ilmu sosiologi pendidikan Islam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 04:18:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3149544208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>objek sosiologi pendidikan islam </title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3150263307</link>
         <description><![CDATA[<p>sosiologi pendidikan islam memiliki bebrapa objekk kajian, diantanya</p><p><br></p><ol><li><p>lembaga pendidikan islam</p><p>lembaga pendidikan islam seperti madrasah,pesantren,dan sekolah-sekolah islam merupakan salah satu objek penting dalam kajian sosiologi pendidikan islam.Lembaga-lembaga ini tidak hanya bertugas menertansfer  pengetahuan agama,tetpi juga nilai-nilai sosial adan budaya yang ada dalam masyarakat muslim.Sebagai contoh pesantren diindonesia telah menjadi instunsi  yang berperan penting  dalam membina generasi muslim yan tidak hanya berilmu agama,tetapi juga mampu berperan dalam masyarakat luas.</p></li><li><p>intraksi sosial dalam pendidikan islam</p><p><br></p></li></ol><p>intraksi anatra guru dan murid serta antara siswa dilingkungan penduidikan islam merupakan aspek penting dalam sosiologi pendidikan islam.Intraksi ini mempenaruhi pembentukan karakter siswa dan penghayatan mereka terhadap ajara islam.</p><ol start="3"><li><p>pengaruh kultural terhadap pemdidikan islam </p><p>Setiap masyarakat memiliki budaya dan tradisi yang berbeda,yang akan mempengaruhi sistem pendidikan islam didaerah tersebut.Minsalnya pendidikan islam diindonesia dipengaruhi oleh budaya lokal yang bersifat sinkretis,di mana unsur-unsur budaya lokal yang bersifat diadapatasi ke dalam ajaran islam.Sebaliknya di negara-negara arab aeperi arab saudi,pendidikan islam lebih cendrung kaku dan tekstual karna dokrin-dokrin teologis tertentu yang lebih dominan.</p></li><li><p>peran gender dalam pemdidikan islam</p><p>Peran gender dalam pemdidikan islam juga menjdai perhatian sosiologi pendidikan.Di banyak negara ,uslim isukesetaraan gender masaih menjadi perdebatan dala ranah pendidikan islam.Ada perbedaan pandangan tentang sejauh mana pendidikan formal dapat diberikan kepada perempuan,meskipun islam sendiri tidak memebdakan antara laki-laki dan perempuan dalam hal hak mendapatkan pemdidikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 13:08:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3150263307</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pendekatan sosilogi pendidikaan islam</title>
         <author>nidiaasri12</author>
         <link>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3150333534</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam sosiologi pendidikan islam,terdapat berbagai metode yang digunakan untuk menganalisis dan memahami fenomena pendidikan dalan konteks sosial.</p><p>Berikut adalah bebrapa unsur utams beseta penjelasanya </p><ol><li><p>meode histori </p><p>Metode ini digunakan untuk menganalisis perkembangan pendidikan islam dari masa kemasa.Dengan menelususri sejaran pendidikan islam,sosilogi dapat memahami bagaimana nilai-nilai islam dimplmentasikan dalam sistem pendidikan dari zaman dan wilayah,serta dampak dari berbagai perubahan sosial ,politik,dan budaya terhadap pendidikan islam.</p></li><li><p>metode fungsional </p><p>Metode ini melihat pendidikanislam dari persfektif fungsinalisme,yang menyoroti peran pendidikan dalam menjaga stabilitas dan keraturan sosial dalam masyarakat muslim.</p></li><li><p>metode kritis </p><p>metode ini digunakan untuk mengkritik sistem pendidiksn islam,khususnya dalam kaitaannya dengan isu-isu seperti ketimbangan sosial,diskriminasi gender dan marginalisasi</p></li><li><p>metode komparatif</p><p>metode ini di gunakan untuk membandikan sistem pendidikan islam dengan sistem pendidikan lain,baik dalam konteks agama lain maupun dalam konteks sekuler.</p></li><li><p>metode etnografi</p><p>metode ini digunakan  untuk mehami praktik pendidikan islam dalam konteks komunikasi tertenti melalu observasi lapangan.Pedekatan etnografi memungkinkan sosiolog untuk melihat bagaimana ajaran islam diimplementasikan dalam pendidikan sehari-hari,interaksi antara murid  dan guru,serta dinamika sosial yang terbentuk didalamnya.</p><p><br></p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-02 13:45:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nidiaasri12/ytn4c6njbgllkn2s/wish/3150333534</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
