<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>sandika by Sandika</title>
      <link>https://padlet.com/dikayuyut90/yq4xegg7e6bliufo</link>
      <description>virus corona</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-30 03:02:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-06 04:05:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/26bd.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>pengertian</title>
         <author>dikayuyut90</author>
         <link>https://padlet.com/dikayuyut90/yq4xegg7e6bliufo/wish/1703574942</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Virus Corona atau </strong><strong><em>severe acute respiratory syndrome</em></strong><strong> </strong><strong><em>coronavirus 2</em></strong><strong> (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.<br></strong><br></div><div><em><br>Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2</em> (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti <a href="https://www.alodokter.com/alasan-mengapa-lansia-lebih-rentan-terhadap-virus-corona">lansia</a> (golongan usia lanjut), orang dewasa, <a href="https://www.alodokter.com/waspadai-infeksi-virus-corona-pada-anak">anak-anak</a>, dan <a href="https://www.alodokter.com/lindungi-bayi-anda-dari-virus-corona">bayi</a>, termasuk ibu hamil dan <a href="https://www.alodokter.com/infeksi-virus-corona-pada-ibu-menyusui-ini-yang-perlu-anda-ketahui">ibu menyusui</a>.<br><br>Infeksi virus Corona disebut <a href="https://www.alodokter.com/covid-19">COVID-19</a> (<em>Corona Virus Disease 2019</em>) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.<br><br></div><div><br>Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan <a href="https://www.alodokter.com/memahami-istilah-lockdown-yang-mencuat-di-tengah-pandemi-virus-corona"><em>lockdown</em></a><em> </em>dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus ini.<br><br></div><div><br>Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, <a href="https://www.alodokter.com/tampak-mirip-ketahui-beda-gejala-virus-corona-dengan-flu-biasa">seperti flu</a>. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).<br><br></div><div><br>Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di <a href="https://www.alodokter.com/risiko-penularan-virus-corona">ruang tertutup</a> yang ramai dengan <a href="https://www.alodokter.com/transmisi-covid-19-via-udara-ini-yang-perlu-anda-ketahui">sirkulasi udara</a> yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.<br><br></div><div><br>Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona,<strong> </strong>virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab <em>Severe Acute Respiratory Syndrome</em> (<a href="https://www.alodokter.com/sars">SARS</a>) dan virus penyebab <em>Middle-East Respiratory Syndrome</em> (<a href="https://www.alodokter.com/mers">MERS</a>). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa <a href="https://www.alodokter.com/ketahui-perbedaan-covid-19-dengan-sars-dan-mers">perbedaan dengan SARS dan MERS</a>, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-30 03:37:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dikayuyut90/yq4xegg7e6bliufo/wish/1703574942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>gejala</title>
         <author>dikayuyut90</author>
         <link>https://padlet.com/dikayuyut90/yq4xegg7e6bliufo/wish/1703579602</link>
         <description><![CDATA[<div><a href="https://www.alodokter.com/kenali-gejala-orang-terinfeksi-virus-corona-di-minggu-pertama"><br>Gejala awal</a> infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, <a href="https://www.alodokter.com/sakit-tenggorokan">sakit tenggorokan</a>, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika <a href="https://www.alodokter.com/ini-reaksi-tubuh-saat-terinfeksi-virus-corona">tubuh bereaksi melawan virus Corona</a>.<br><br></div><div><br>Secara umum, ada 3 <a href="https://www.alodokter.com/berbagai-gejala-infeksi-virus-corona-dari-yang-ringan-hingga-berat">gejala umum</a> yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:<br><br></div><ul><li><a href="https://www.alodokter.com/demam">Demam</a> (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)</li><li>Batuk kering</li><li><a href="https://www.alodokter.com/kenali-penyebab-nafas-pendek">Sesak napas</a></li></ul><div><br>Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:<br><br></div><ul><li>Diare</li><li>Sakit kepala</li><li><a href="https://www.alodokter.com/konjungtivitis">Konjungtivitis</a></li><li>Hilangnya kemampuan mengecap rasa<ul><li>Hilangnya kemampuan untuk mencium bau (<a href="https://www.alodokter.com/anosmia">anosmia</a>)</li><li><a href="https://www.alodokter.com/kenali-lebih-jauh-gejala-ruam-kulit-pada-covid-19">Ruam di kulit</a></li></ul></li><li><br>Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut <a href="https://www.alodokter.com/mengenal-happy-hypoxia-pada-penyakit-covid-19"><em>happy hypoxia</em></a>.<br><br><br>Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau <a href="https://www.alodokter.com/mengenal-tes-pcr-untuk-mendiagnosis-covid-19">PCR</a>. Untuk menemukan tempat melakukan <a href="https://www.alodokter.com/kenali-apa-itu-rapid-test-untuk-virus-corona">rapid test</a> atau PCR di sekitar rumah Anda<br><br><ul><li>Hilangnya kemampuan mengecap rasa</li><li>Hilangnya kemampuan untuk mencium bau (<a href="https://www.alodokter.com/anosmia">anosmia</a>)</li><li><a href="https://www.alodokter.com/kenali-lebih-jauh-gejala-ruam-kulit-pada-covid-19">Ruam di kulit</a></li></ul></li><li><br>Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut <a href="https://www.alodokter.com/mengenal-happy-hypoxia-pada-penyakit-covid-19"><em>happy hypoxia</em></a>.<br><br><br>Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau <a href="https://www.alodokter.com/mengenal-tes-pcr-untuk-mendiagnosis-covid-19">PCR</a>. Untuk menemukan tempat melakukan <a href="https://www.alodokter.com/kenali-apa-itu-rapid-test-untuk-virus-corona">rapid test</a> atau PCR di sekitar rumah Anda<br><br></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-30 03:39:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dikayuyut90/yq4xegg7e6bliufo/wish/1703579602</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
