<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>AI dalam Industri Kreatif by Muthiaaa Andinii</title>
      <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-12 11:28:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-03 13:09:50 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>muthiaandinii08</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116467595</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : MUTHIA ANDINI</p><p>NPM : 2231146</p><p>Role : Data collection / Presenter</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2731909485/db8d106b039509cee440a38123cdd9b2/1000001999.jpg" />
         <pubDate>2024-09-12 11:31:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116467595</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>muthiaandinii08</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116484166</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : SHERLEY ANGELIA</p><p>NPM : 2231077</p><p>ROLE : DATA SCIENTIST</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2731909485/7d8313943297b57667debd8b179abaf4/1000040497.jpg" />
         <pubDate>2024-09-12 11:44:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116484166</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>23felidiana</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116497062</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : FELICIA DIANA ROSE</p><p>NPM : 2231049</p><p>ROLE : UI/UX DESIGN</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732272264/ba8ac9692cf065c52f136e52421e33b2/20240912_184717.jpg" />
         <pubDate>2024-09-12 11:53:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116497062</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>leonagustiansalim3355</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116506127</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : LEON AGUSTIAN SALIM</p><p>NPM : 2231197</p><p>ROLE : DATA SCIENTIST</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732209161/abbfd62d1fc8aceab6e570231c546092/WhatsApp_Image_2024_09_12_at_21_07_18_b6408add.jpg" />
         <pubDate>2024-09-12 12:00:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116506127</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>juanreza20jr</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116516669</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : JUAN REZA RIZKILMY</p><p>NPN : 2231010</p><p>ROLE : Backend</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732274263/f437d250a35fb797a9067e7f4091f226/IMG_2925.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-12 12:07:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116516669</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI dalam industri Music - MUTHIA ANDINI 2231146</title>
         <author>muthiaandinii08</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116553720</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Deruty, Emmanuel, et al. Produksi musik dalam pengertian umum sebagai praktik menciptakan karya musik merupakan serangkaian kegiatan yang sangat beragam, dan cara alat AI dapat digunakan dalam musik produksinya sama beragamnya. Tanpa bertujuan untuk menjadi Secara lengkap, kami membedakan tiga jenis musik secara umum konteks produksi untuk alat AI</p><p><br></p><p>Opini : AI dalam industri musik terlihat seperti dapat menggantikan pekerja kreatif pembuat lagu di dunia, karena AI yang dinamis dan flexible dapat membuat semua orang bisa membuat lirik bahkan lagu beserta penyanyinya. Namun saya menemukan kekurangan dari AI ini yaitu lagu yang terlihat seperti nyanyian robot dan memberi kesan sedikit aneh dan juga user interface dari AI ini terlihat seperti berantakan yang membuat pengguna kesulitan saat pertama kali menggunakannya seperti contoh : *terlampir</p><p><br></p><p>Tetapi dari kesalahan AI tersebut tidak menutup kemungkinan jika AI ini tidak akan melakukan perbaikan kedepannya, namun selain melihat dari sisi negatif AI, Suno AI ini bila dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan membuat suatu karya yang kreatif. </p><p><br></p><p>Seperti yang disebutkan dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.dailydot.com/pop-culture/fancy-pants-rich-mcgee-over-here/">https://www.dailydot.com/pop-culture/fancy-pants-rich-mcgee-over-here/</a></p><p><br></p><p>Lagu viral "https://vt.tiktok.com/ZS2mh6VXV dibuat oleh AI." tersebut berasal dari TikTok yang diunggah pada 8 April oleh akun Chat Music. Sesuai namanya, halaman TikTok ini membuat lagu-lagu yang dihasilkan AI berdasarkan percakapan lucu di internet. </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Source :</p><ul><li><p> <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://suno.com/">https://suno.com/</a></p></li><li><p>Deruty, Emmanuel, et al. "On the Development and Practice of AI Technology for Contemporary Popular Music Production." Transactions of the International Society for Music Information Retrieval, vol. 5, no. 1, 7 Feb. 2022, pp. 35+. Gale Academic OneFile, link.gale.com/apps/doc/A692720876/AONE?u=anon~dde7f559&amp;sid=googleScholar&amp;xid=1b889928. Accessed 12 Sept. 2024.</p></li></ul><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2731909485/2ede74f10145d9e1a6523ca52027e94c/1000040529.mp4" />
         <pubDate>2024-09-12 12:32:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116553720</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI dalam Industri Kreatif</title>
         <author>muthiaandinii08</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116595888</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Anwar, M. R., Caroline, A., Kornarius, Y. P., Gusti, T. E. P., &amp; Gunawan, A. (2024). ‘Industri Kreatif’ merupakan suatu kategorisasi yang baru dalam ranah akademis, kebijakan,  </p><p>dan industri. Industri kreatif merupakan terminologi yang bisa menangkap dinamika secara  </p><p>menyeluruh dari ‘ekonomi baru’ sedangkan terminologi, seperti: ‘seni’. ‘media’, dan ‘industri  </p><p>budaya’, tidak mampu menangkap dinamika tersebut. </p><p><br></p><p>Era Industri 4.0 merupakan waktu dimana penggunaan teknologi artificial intelligence (AI)  </p><p>semakin meningkat. Sikap (attitude) yang perlu diukur bukan hanya sikap secara umum, namun  </p><p>sikap individu terhadap AI. Sikap terhadap AI dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti  </p><p>pengalaman pribadi, informasi dari media massa, maupun opini orang lain. Sikap seseorang  </p><p>dalam menghadapi perkembangan artificial intelligence atau AI sendiri bisa positif ataupun  </p><p>negatif. Umumnya penerimaan positif seseorang terhadap AI didapat dari mereka yang terkesan  </p><p>oleh adanya AI sedangkan penerimaan negatif disebabkan oleh adanya kekhawatiran akan  </p><p>terjadinya penyalahgunaan yang dirasa tidak etis dalam penggunaan AI (Schepman &amp; Rodway,  2023). </p><p><br></p><p><br></p><p>Hal tersebut membuat industri kreatif mengalami hatGPT</p><p><br></p><p>Anda bilang:</p><p>Menurut Anwar, M. R., Caroline, A., Kornarius, Y. P., Gusti, T. E. P., &amp; Gunawan, A. (2024). ‘Industri Kreatif’ merupakan suatu kategorisasi yang baru dalam ranah akademis, kebijakan,  </p><p><br></p><p>dan industri. Industri kreatif merupakan terminologi yang bisa menangkap dinamika secara  </p><p><br></p><p>menyeluruh dari ‘ekonomi baru’ sedangkan terminologi, seperti: ‘seni’. ‘media’, dan ‘industri  </p><p><br></p><p>budaya’, tidak mampu menangkap dinamika tersebut. </p><p><br></p><p>Era Industri 4.0 merupakan waktu dimana penggunaan teknologi artificial intelligence (AI)  </p><p><br></p><p>semakin meningkat. Sikap (attitude) yang perlu diukur bukan hanya sikap secara umum, namun  </p><p><br></p><p>sikap individu terhadap AI. Sikap terhadap AI dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti  </p><p><br></p><p>pengalaman pribadi, informasi dari media massa, maupun opini orang lain. Sikap seseorang  </p><p><br></p><p>dalam menghadapi perkembangan artificial intelligence atau AI sendiri bisa positif ataupun  </p><p><br></p><p>negatif. Umumnya penerimaan positif seseorang terhadap AI didapat dari mereka yang terkesan  </p><p><br></p><p>oleh adanya AI sedangkan penerimaan negatif disebabkan oleh adanya kekhawatiran akan  </p><p><br></p><p>terjadinya penyalahgunaan yang dirasa tidak etis dalam penggunaan AI (Schepman &amp; Rodway,  2023).</p><p><br></p><p><br></p><p>Pengembangan Kebijakan yang Lebih Terintegrasi Industri kreatif dan perkembangan AI menawarkan potensi besar dalam mendukung ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, kebijakan perlu lebih responsif terhadap dinamika ini, memastikan bahwa pemanfaatan AI di industri kreatif mengoptimalkan kreativitas tanpa menekan atau menggantikan potensi manusia. Pemerintah dapat mempertimbangkan insentif bagi pengusaha di industri kreatif yang menggunakan AI secara etis dan inovatif.</p><p><br></p><p><br></p><p>ChatGPT</p><p><br></p><p>Anda bilang:</p><p>Menurut Anwar, M. R., Caroline, A., Kornarius, Y. P., Gusti, T. E. P., &amp; Gunawan, A. (2024). ‘Industri Kreatif’ merupakan suatu kategorisasi yang baru dalam ranah akademis, kebijakan,  </p><p><br></p><p>dan industri. Industri kreatif merupakan terminologi yang bisa menangkap dinamika secara  </p><p><br></p><p>menyeluruh dari ‘ekonomi baru’ sedangkan terminologi, seperti: ‘seni’. ‘media’, dan ‘industri  </p><p><br></p><p>budaya’, tidak mampu menangkap dinamika tersebut. </p><p><br></p><p>Era Industri 4.0 merupakan waktu dimana penggunaan teknologi artificial intelligence (AI)  </p><p><br></p><p>semakin meningkat. Sikap (attitude) yang perlu diukur bukan hanya sikap secara umum, namun  </p><p><br></p><p>sikap individu terhadap AI. Sikap terhadap AI dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti  </p><p><br></p><p>pengalaman pribadi, informasi dari media massa, maupun opini orang lain. Sikap seseorang  </p><p><br></p><p>dalam menghadapi perkembangan artificial intelligence atau AI sendiri bisa positif ataupun  </p><p><br></p><p>negatif. Umumnya penerimaan positif seseorang terhadap AI didapat dari mereka yang terkesan  </p><p><br></p><p>oleh adanya AI sedangkan penerimaan negatif disebabkan oleh adanya kekhawatiran akan  </p><p><br></p><p>terjadinya penyalahgunaan yang dirasa tidak etis dalam penggunaan AI (Schepman &amp; Rodway,  2023).</p><p><br></p><p><br></p><p>Industri kreatif dan perkembangan AI menawarkan potensi besar dalam mendukung ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.</p><p><br></p><p>Salah satu tantangan utama dalam penerapan AI di industri kreatif adalah ketimpangan akses terhadap teknologi canggih, terutama di kalangan pelaku ekonomi yang lebih kecil.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Source :</p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.pantau.com/teknologi/221835/kehadiran-ai-bisa-ancam-pekerjaan-tapi-industri-kreatif-tetap-butuh-sentuhan-manusia">https://www.pantau.com/teknologi/221835/kehadiran-ai-bisa-ancam-pekerjaan-tapi-industri-kreatif-tetap-butuh-sentuhan-manusia</a></p></li><li><p>Anwar, M. R., Caroline, A., Kornarius, Y. P., Gusti, T. E. P., &amp; Gunawan, A. (2024). Bagaimana Artificial Intelligence mengubah Lanskap Industri Kreatif: Disrupsi Artificial Intelligence dari Kacamata Praktisi Industri Kreatif. ECo-Buss, 7(1), 226–238. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://doi.org/10.32877/eb.v7i1.1284">https://doi.org/10.32877/eb.v7i1.1284</a></p><p><br></p></li></ul><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-12 12:56:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116595888</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI Dalam Industri Kreatif Video Generator - Juan Reza Rizkilmy (2231010)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116607437</link>
         <description><![CDATA[<p>Isi :</p><p>Motivasi setelah generator teks-ke-gambar dan teks-ke-video AI didorong oleh kebutuhan untuk mengotomatisasi proses pembuatan konten, membuatnya lebih cepat untuk menghasilkan konten yang beragam dengan cara yang mahir dan ekonomis. Sistem ini memiliki aplikasi potensial di berbagai bidang seperti pemasaran, pendidikan, dan pembuatan konten hiburan. Misalnya, dalam pemasaran, generator teks-ke-gambar AI dapat membuat desain produk, katalog, dan panduan pengguna</p><p><br/></p><p>Pendapat :</p><p>AI video generator memiliki potensi besar untuk mengubah cara konten dibuat dengan memungkinkan pembuatan video yang cepat dan efisien dari teks. Ini dapat mengurangi biaya dan waktu produksi, serta memungkinkan personalisasi konten yang lebih mendalam. Namun, tantangan terkait kualitas dan keakuratan tetap menjadi perhatian, terutama dalam menjaga kredibilitas dan konsistensi informasi.</p><p>Menurut pendapat saya, platform seperti Veed.io menyediakan alat yang cukup intuitif dan sangat bermanfaat dalam proses pembuatan serta pengeditan video, termasuk fitur video generator berbasis AI. Platform ini mempermudah pengguna yang ingin menghasilkan konten visual secara efisien tanpa memerlukan keahlian teknis yang mendalam dalam pengeditan video.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Source :</p><ol><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://Veed.io">Veed.io</a></p></li><li><p>Kutipan dari A. Haleem, M. Javaid, M. A. Qadri, R. P. Singh, and R. Suman, "Artificial intelligence (AI) applications for marketing: A literature- based study," International Journal of Intelligent Networks, vol. 3, pp. 9-132, 2022. doi: 10.1016/j.ijin.2022.08.h005.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732587169/bae26cceadebcd5c4674a55dc3655e58/Tugas_AI_Video_Generator.mp4" />
         <pubDate>2024-09-12 13:03:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116607437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI Dalam Industri Kreatif Pembuatan Video ANIMASI - Felicia Diana Rose -2231049</title>
         <author>23felidiana</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116732809</link>
         <description><![CDATA[<p>AI pembuat video animasi mengacu pada teknologi kecerdasan buatan yang digunakan untuk membuat video animasi secara otomatis. Teknologi AI yang diusung menggabungkan teknik-teknik seperti pemrosesan gambar, pembelajaran mesin, dan animasi komputer untuk menghasilkan animasi yang realistis atau stilistik tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung. AI dalam pembuat video animasi dapat melakukan berbagai tugas, mulai dari pencitraan karakter, pembuatan lingkungan, hingga animasi gerakan.</p><p><br></p><p>Opini : Video yang dibuat menggunakan AI memiliki potensi besar untuk mengubah berbagai industri, dari hiburan hingga pendidikan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi dengan waktu dan biaya yang lebih efisien. Seperti yang kita lihat dari contoh video diatas dimana hasil dari video animasi menggunakan AI sangat bagus seperti dibuat oleh animator profesional dan biasanya memakan waktu yang cukup lama dalam proses pembuatannya, bedanya kini kita dapat menghasilkan video tersebut tanpa skill khusus dan dapat dikerjakan waktu yang singkat. Tentu saja ini menjadi hal yang baik jika bisa dimanfaatkan dengan benar.  Namun, dapat kita lihat juga jika hasil dari animasi video AI tersebut terlihat sama dengan hasil video AI pada umumnya/ tidak memiliki ciri khas dalam pembuatan animasinya. kemudiantantangan etis muncul ketika menyangkut autentisitas dan keaslian konten. </p><p>Tidak hanya itu, animator sering kali mengekspresikan kekhawatiran bahwa AI dapat meniru gaya mereka dengan sangat akurat, sehingga mengurangi keunikan dan nilai personal dalam karya seni sehingga membuat sulit untuk membedakan antara karya yang dibuat oleh manusia dan yang dihasilkan oleh mesin. Sesuai dengan penelitian (Azmi, 2023) (Cut Zunarli, 2017). Ada juga kekhawatiran tentang dampak pada industri kreatif, di mana penggunaan AI bisa mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia, terutama dalam hal animasi, editing, dan produksi film. </p><p><br></p><p>Secara keseluruhan, video yang dibuat dengan AI adalah inovasi menarik yang menawarkan peluang baru dalam produksi konten, namun perlu diatur dengan baik agar digunakan secara bertanggung jawab dan etis.</p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://blog.advan.id/11973/dampak-negatif-ai-dalam-pembuatan-animasi/">Source : </a></p><ul><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://blog.advan.id/11973/dampak-negatif-ai-dalam-pembuatan-animasi/">https://blog.advan.id/11973/dampak-negatif-ai-dalam-pembuatan-animasi/</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://vt.tiktok.com/ZS2mkNxER/">https://vt.tiktok.com/ZS2mkNxER/</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/810/583">https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/810/583</a></p><p><br></p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732272264/53aeb8557e4b285712a6dc3d03196e5d/WhatsApp_Video_2024_09_12_at_20_46_11.mp4" />
         <pubDate>2024-09-12 14:08:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116732809</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI dalam Industri Periklanan (Poster) – Sherley Angelia 2231077</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116790145</link>
         <description><![CDATA[<p>Isi : AI telah mengubah pembuatan konten dalam periklanan. Secara tradisional, pembuatan iklan melibatkan desainer manusia untuk memproduksi materi iklan. AI telah mengotomatiskan proses ini, memungkinkan pengiklan untuk menghasilkan banyak materi iklan dalam waktu yang singkat. AI mode text-to-image, yang memungkinkan pembuatan konten iklan berdasarkan deskripsi teks. Teknologi ini memanfaatkan model kecerdasan buatan untuk menerjemahkan teks deskriptif ke dalam visual yang relevan. Dengan AI, pengiklan dapat bereksperimen dengan variasi iklan yang berbeda, menguji keefektifannya, dan mengoptimalkan kampanye berdasarkan data real-time.</p><p>&nbsp;</p><p>Opini : Pemanfaatan AI dalam pembuatan iklan/poster mampu meningkatkan personalisasi dan penargetan dalam periklanan. Dengan menganalisis data pengguna dalam jumlah besar, algoritme AI generatif dapat membuat materi iklan yang sangat dipersonalisasi yang disesuaikan dengan preferensi, perilaku, dan demografi pengguna. Sehingga mampu menghasilkan pengalaman pengguna yang lebih baik dan tingkat konversi yang lebih tinggi. Contoh penerapannya misalnya melalui Runway ML, agen perjalanan dapat menggunakan AI untuk membuat iklan tur virtual ke destinasi populer, sehingga pengguna dapat menjelajahi dan berinteraksi dengan lingkungan virtual sebelum membuat keputusan pemesanan. Namun di sisi lain, penting untuk dicatat bahwa AI juga menimbulkan masalah etika dalam periklanan/poster. Misalnya, penggunaan AI dalam teknologi deep fake, yang melibatkan pembuatan konten yang realistis tetapi palsu, dapat menyesatkan dan berpotensi membahayakan konsumen. Oleh karena itu, pengiklan harus menggunakan AI secara bertanggung jawab dan memastikan bahwa konten yang dihasilkan jujur, transparan, dan sesuai dengan standar etika.</p><p>&nbsp;</p><p>Source :</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow">https://runwayml.com/</a></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow">https://id.adcreative.ai/post/the-future-of-advertising</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732856288/5b6b48e330a55259cde1a87125fe6afc/image.png" />
         <pubDate>2024-09-12 14:38:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116790145</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI Dalam Industri Kreatif - Role Playing AI(Acting and Voice Over) - Leon Agustian   Salim 2231197</title>
         <author>leonagustiansalim3355</author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116855084</link>
         <description><![CDATA[<p>AI dalam Industri Kreatif sudah berkembang pesat salah satunya dalam pembuatan voice over. Dalam Hal ini Kecerdasan Buatan sudah sampai pada Tahap dapat meniru dan bereaksi seperti manusia pada umumnya. </p><p><br></p><p>Character AI (Artificial Intelligence) adalah teknologi AI yang dapat menciptakan karakter virtual yang bisa meniru perilaku manusia, termasuk dalam akting dan pengisian suara (voice-over). Dalam konteks ini, AI digunakan untuk memproses dan menghasilkan ekspresi vokal yang realistis, intonasi, dan emosi yang sesuai dengan karakter yang sedang diperankan. Ini memungkinkan pembuatan karakter dalam film, permainan video, atau aplikasi lain yang membutuhkan pengisian suara untuk berinteraksi dengan pengguna atau penonton dengan cara yang lebih alami dan meyakinkan.</p><p><br></p><p>Opini : </p><p>Teknologi AI telah membawa inovasi yang signifikan dalam bidang pembuatan karakter, terutama dalam akting dan pengisian suara. Dengan kemampuan untuk mempelajari pola bicara, ekspresi vokal, dan gaya komunikasi seseorang, AI dapat menciptakan karakter yang tidak hanya meniru suara tetapi juga perilaku dan ekspresi emosional secara akurat. Ini termasuk kemampuan untuk menyesuaikan reaksi dan respons karakter berdasarkan skenario atau situasi tertentu, seolah-olah mereka benar-benar "hidup" dan berinteraksi dengan lingkungan mereka.</p><p>Video demonstrasi diatas dapat membuktikan Character AI berhasil meniru karakteristik seseorang, termasuk suara, intonasi, dan cara berbicara, sehingga membuatnya hampir tidak dapat dibedakan dari orang aslinya. Hal ini menunjukkan potensi besar AI dalam mengembangkan karakter virtual yang lebih realistis dan personal, baik untuk keperluan hiburan, pendidikan, maupun interaksi manusia-komputer.</p><p>Perkembangan teknologi AI dalam pembuatan karakter telah mencapai tahap di mana kemampuan AI tidak hanya terbatas pada meniru suara dan perilaku, tetapi juga pada potensi untuk sepenuhnya meniru individu dalam berbagai aspek. Meskipun saat ini  demonstrasi diatas adalah teknologi AI dalam pembuatan karakter yang masih berada pada tahap role-playing, di mana AI memerankan karakter berdasarkan skenario yang telah ditentukan, dimasa depan menunjukkan potensi yang lebih besar.</p><p>Kedepannya, AI kemungkinan akan mampu tidak hanya meniru suara dan cara bicara seseorang, tetapi juga memvisualisasikan dan meniru bentuk fisik individu tersebut. Dengan kemampuan untuk mereplikasi gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan bahkan kepribadian, AI dapat menciptakan karakter digital yang semakin menyerupai manusia.</p><p>Teknologi ini menjanjikan revolusi dalam berbagai industri, terutama di bidang hiburan seperti film dan game, di mana karakter digital dapat dimainkan oleh AI dengan tingkat realisme yang tinggi. Selain itu, dalam sektor layanan pelanggan, avatar AI yang dipersonalisasi dan dapat berinteraksi secara alami dengan pengguna dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan efisien.</p><p>Dalam jangka panjang, teknologi AI ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman pengguna, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan karakter digital yang lebih canggih dan kompleks, yang mampu beradaptasi dan bereaksi seperti manusia sejati dalam berbagai konteks.</p><p><br></p><p>Seiring dengan perkembangan teknologi AI yang semakin canggih, tak bisa dipungkiri bahwa munculnya dampak negatif dan potensi penyalahgunaan juga menjadi kekhawatiran yang serius. Dalam konteks pembuatan karakter digital, meskipun AI membawa berbagai inovasi yang luar biasa, ada risiko bahwa teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang kurang baik.</p><p>Salah satu contoh nyata dari potensi penyalahgunaan ini adalah kejahatan <strong>voice phishing</strong>. Dengan kemampuan AI untuk meniru suara seseorang dengan sangat akurat, pelaku kejahatan dapat menggunakan teknologi ini untuk berpura-pura menjadi orang lain dan melakukan penipuan. Ini bisa mencakup manipulasi korban melalui telepon atau pesan suara yang tampak autentik, tetapi sebenarnya adalah hasil rekayasa AI. Teknologi ini dapat memperdaya orang dengan mudah karena suara yang digunakan sangat mirip dengan suara asli individu yang ditiru.</p><p>Lebih jauh lagi, dengan perkembangan teknologi AI yang mampu meniru manusia secara keseluruhan, termasuk gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan kepribadian, ada kekhawatiran bahwa AI dapat digunakan untuk "menggantikan" seseorang, bahkan setelah orang tersebut meninggal dunia. Misalnya, AI dapat digunakan untuk menciptakan versi digital dari individu yang telah meninggal, yang kemudian dapat terus "hidup" dalam bentuk digital. Ini menimbulkan pertanyaan etis yang mendalam tentang identitas, privasi, dan bagaimana kita memperlakukan representasi digital dari manusia.</p><p>Meskipun teknologi ini menawarkan potensi yang luar biasa, penting untuk diingat bahwa dengan setiap inovasi, muncul tanggung jawab untuk mengelola dan mengatur penggunaannya dengan bijak. Regulasi, etika, dan kesadaran publik perlu ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi ini, sehingga kita dapat memaksimalkan manfaatnya sambil meminimalkan risiko yang ada.</p><p><br></p><p><br></p><p>Source :</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S074756322400284X">Investigating the Usefulness of Artificial Intelligence-Driven Robots in Developing Empathy for English for Medical Purposes Communication: The Role-Play of Asian and African Students - ScienceDirect</a></p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://character.ai/">character.ai | Personalized AI for every moment of your day</a></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2732209161/d18eb8b9c129a7870625ac2411966dba/0912.mp4" />
         <pubDate>2024-09-12 15:13:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3116855084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AI dalam Fashion Design membantu desainee dalam merancang pakaian - Stefanie 2231194</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3151950865</link>
         <description><![CDATA[<p>AI di dunia fashion bisa dibilang kayak asisten pintar gitu yang bantu desainer buat bikin baju yang lebih keren dan sesuai sama selera kita. Nah misalnya, AI bisa kasih rekomendasi pakaian yang cocok dengan warna kesukaan kita atau tren terbaru, jadi kita nggak bingung milih baju.</p><p>AI juga bisa bantu bikin proses pembuatan baju jadi lebih cepat dan efisien, kayak bikin pola baju atau memprediksi tren mode yang bakal booming. Ini bikin dunia fashion jadi lebih seru dan bervariasi, tapi tetap ada tantangan, misalnya, orang mungkin akan jadi takut kalau semuanya jadi terlalu otomatis dan kreatifitas manusia jadi berkurang.</p><p><br></p><p>AI di dunia fashion bisa dibilang kayak asisten pintar gitu yang bantu desainer buat bikin baju yang lebih keren dan sesuai sama selera kita. Nah misalnya, AI bisa kasih rekomendasi pakaian yang cocok dengan warna kesukaan kita atau tren terbaru, jadi kita nggak bingung milih baju.</p><p>AI juga bisa bantu bikin proses pembuatan baju jadi lebih cepat dan efisien, kayak bikin pola baju atau memprediksi tren mode yang bakal booming. Ini bikin dunia fashion jadi lebih seru dan bervariasi, tapi tetap ada tantangan, misalnya, orang mungkin akan jadi takut kalau semuanya jadi terlalu otomatis dan kreatifitas manusia jadi berkurang.</p><p><br></p><p>Fashion Design dengan AI:</p><p>Dalam dunia mode, kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk membantu desainer dalam merancang pakaian, menciptakan pola-pola baru, serta memprediksi tren mode masa depan dengan menganalisis data historis seperti warna, pola, bahan, atau gaya yang populer di masa lalu. AI mengubah pendekatan kreatif dalam fashion dengan menawarkan solusi otomatis dan data-driven untuk desain.</p><p>Penjelasan:</p><p>AI menggunakan machine learning dan analisis data besar untuk memproses informasi tren mode sebelumnya, perilaku konsumen, dan pengaruh budaya. Algoritma ini kemudian digunakan untuk menghasilkan pola atau gaya baru yang relevan dengan tren saat ini atau bahkan memperkirakan tren yang akan datang. AI juga bisa digunakan untuk mengotomatiskan proses desain, sehingga mempercepat siklus produksi dan memperkenalkan inovasi dalam penciptaan produk fashion.</p><p>Contoh:</p><ol><li><p>Tommy Hilfiger x IBM: IBM bekerja sama dengan Tommy Hilfiger dan FIT untuk mengembangkan AI yang menganalisis tren mode masa lalu serta perilaku konsumen guna memberikan rekomendasi desain.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Heuritech: Startup ini menggunakan AI untuk menganalisis jutaan gambar dari media sosial dan fashion show untuk memprediksi tren mode masa depan dan memberikan rekomendasi kepada merek fashion.</p></li></ol><p><br></p><p>Kelebihan:</p><p>1. Efisiensi Waktu dan Biaya: AI dapat mempercepat proses desain dengan menghasilkan banyak ide desain dalam waktu singkat, serta mengurangi waktu untuk riset tren dan pengembangan produk.</p><p>2. Personalisasi: Dengan analisis data pelanggan, AI memungkinkan penciptaan pakaian yang dipersonalisasi sesuai preferensi individu, seperti ukuran atau gaya.</p><p>3. Prediksi Tren: AI mampu memprediksi tren mode di masa depan berdasarkan analisis data historis dan perilaku konsumen, sehingga membantu desainer tetap relevan.</p><p>4. Penggunaan Data Besar: AI mampu menganalisis data dalam jumlah besar yang tidak mungkin diproses manusia secara manual, membuka wawasan yang lebih mendalam tentang preferensi konsumen.</p><p><br></p><p>Kekurangan:</p><p>1. Keterbatasan Kreativitas: Meskipun AI mampu memproses data dengan cepat, kreativitas intuitif dan spontanitas manusia sering kali tidak dapat digantikan, sehingga AI mungkin menghasilkan desain yang terasa lebih mekanis.</p><p>2. Ketergantungan pada Data: AI hanya sebaik data yang dimilikinya. Jika data yang digunakan untuk pelatihan tidak akurat atau tidak mewakili tren global, hasil prediksinya bisa salah.</p><p>3. Biaya Implementasi: Mengadopsi teknologi AI untuk desain fashion memerlukan investasi besar, terutama bagi perusahaan kecil yang tidak memiliki infrastruktur teknologi yang mendukung.</p><p>4. Kurangnya Sentuhan Emosional: Mode adalah bentuk ekspresi seni, dan AI mungkin tidak bisa menangkap kompleksitas emosi atau budaya yang sering ditampilkan dalam desain.</p><p><br></p><p>Dampak:</p><p>1. Revolusi Industri Fashion: AI mempercepat revolusi dalam industri fashion, memungkinkan produksi yang lebih cepat dan prediksi tren yang lebih akurat, serta mengurangi limbah melalui produksi yang lebih efisien.</p><p>2. Disrupsi Pasar Tradisional: Desainer tradisional yang mengandalkan intuisi dan pengalaman manual mungkin merasa terpinggirkan karena AI bisa merampingkan proses desain dan produksi.</p><p>3. Sustainability: Dengan prediksi yang lebih akurat dan desain yang dipersonalisasi, AI dapat membantu mengurangi overproduction, salah satu masalah terbesar di industri fashion, sehingga berpotensi meningkatkan keberlanjutan.</p><p>4. Perubahan dalam Pekerjaan: Pekerjaan di bidang mode akan bergeser, dengan kebutuhan akan keahlian teknis di bidang AI dan data science yang semakin meningkat. Desainer mungkin perlu mengadopsi keterampilan teknologi untuk tetap relevan.</p><p><br></p><p>source : chatgpt</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-03 12:46:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3151950865</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3151955785</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA : STEFANIE </p><p>NPM : 2231194</p><p>ROLE : Backend </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2835891282/ef541f6b31b2322ab1cbc7399a6e1f25/WhatsApp_Image_2024_10_03_at_19_48_45.jpeg" />
         <pubDate>2024-10-03 12:49:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muthiaandinii08/ypo4hnklesk3t61x/wish/3151955785</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
