<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pendidikan Pancasila by Rici Rahayuning</title>
      <link>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-11-28 09:42:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-04 04:36:07 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>TUGAS 1 Project Poster</title>
         <author>ricirahayuning02_</author>
         <link>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps/wish/2805480796</link>
         <description><![CDATA[<p>Silahkan kirimkan hasil postermu !</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2232669385/d2a691f77056a95c03353d5f2908b000/LKPD.pdf" />
         <pubDate>2023-11-28 10:01:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps/wish/2805480796</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps/wish/2805537309</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Dalam kegiatan kali ini, hasil diskusi kelompok kami telah sepakat dalam membuat sebuah poster dengan tema utama Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Tema yang kami angkat yaitu peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang diselenggarakan di Bandung. Kami sepakat bahwa dengan penyelenggaraan KAA sangat berdampak besar dalam mewujudkan perdamaian dunia, terutama dengan adanya komitmen dari negara-negera peserta KAA.</strong></p><p><strong>Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa perang dingin.</strong></p><p><strong>Tujuan&nbsp;utama dilaksanakannya&nbsp;KAA&nbsp;adalah lahirnya Desa Sila Bandung yang berisi tentang prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerjasama dunia. KAA juga&nbsp;memiliki dampak&nbsp;positif&nbsp;bagi&nbsp;Indonesia&nbsp;diantaranya kegiatan diplomasi PBB dan mendukung perdamaian dunia. KAA&nbsp;memberikan dampak&nbsp;positif&nbsp;bagi solidaritas dan kerjasama antar dua wilayah negara Asia dan Afrika.</strong></p><p><strong>KAA digagas oleh 5 perwakilan negara, yaitu Ali Sastroamijoyo (Indonesia), Sir Jhon Kotelawala (Srilanka), Muhammad Ali (Pakistan), Jawaharlal Nehru (India) dan U Nu (Burma/Myanmar).</strong></p><p><strong>Dari informasi di atas, jelaslah bahwa Indonesia sangat berperan besar dalam menjaga perdmaian dunia, khususnya dalam bingkai pelaksanaan KAA pada saat itu, selain itu pada tahun 2015 juga Indonesia telah sukses menggelar kembali konferensi yang sama di kota bandung dan membahas isu-isu kekinian yang berhubungan dengan kerjasama negara-negara asia-afrika, dan dalam menjaga perdamaian dunia. KAA 2015 menghasilkan 3 dokumen utama, yaitu Bandung Message, Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika, dan Deklarasi Palestina. Secara umum dokumen tersebut berisi berbagai visi yang ingin dicapai dan deklarasi Bandung sebagai kota hak asasi manusia. Selain itu berisi juga dukungan terhadap negara Palestina untuk meraih kemerdekaan, dan rasa salut atas perjuangan Palestina dalam mencapai kemerdekaannya.</strong></p><p><strong>Selanjutnya, Melalui kesempatan ini pula kami menghimbau “Mari jalin kerjasama erat antar negara untuk mewujudkan perdamaian dunia yang Paripurna”</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2232716880/b14a002704d7fb1aae2ccab9b922bacb/C6E23F35_358C_4422_AC42_2984EBD3F472.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-28 10:53:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps/wish/2805537309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1</title>
         <author>alimadep123_</author>
         <link>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps/wish/2810497281</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Hasil diskusi kelompok kami mengenai peran Indonesia dalam hubungan antar negara mencerminkan kompleksitas peran yang dimainkan oleh Indonesia dalam kancah global. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan populasi yang signifikan, memegang peran strategis dalam membentuk dinamika geopolitik dan ekonomi di tingkat internasional.</strong></p><p><strong>Pertama-tama, kami mengakui bahwa Indonesia memiliki posisi geografis yang unik, berada di persimpangan antara Samudera Hindia dan Pasifik, sehingga menjadikannya pintu gerbang penting untuk perdagangan dunia. Keberadaan Indonesia sebagai anggota G20 memberikan dampak lebih lanjut, di mana negara ini memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembentukan kebijakan ekonomi global.</strong></p><p><strong>Selain itu, diplomasi Indonesia yang aktif dalam forum-forum internasional, seperti PBB dan ASEAN, telah memperkuat posisinya sebagai mediator dan pemain kunci dalam mengatasi konflik regional. Komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip perdamaian dan keamanan juga tercermin dalam partisipasinya dalam operasi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.</strong></p><p><strong>Diskusi kelompok kami juga menyoroti peran penting Indonesia dalam mengatasi isu-isu global, termasuk perubahan iklim, keberlanjutan, dan penanggulangan bencana alam. Keterlibatan aktif Indonesia dalam kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan global ini menunjukkan kontribusinya yang signifikan dalam menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dan aman.</strong></p><p><strong>Namun, kami juga mencatat bahwa ada tantangan yang dihadapi Indonesia dalam hubungan antar negara, seperti ketegangan regional dan persaingan ekonomi yang ketat. Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa Indonesia harus terus memperkuat diplomasi ekonomi, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, dan membangun kemitraan strategis yang lebih erat dengan negara-negara lain.</strong></p><p><strong>Dalam kesimpulannya, hasil diskusi kelompok kami menegaskan bahwa peran Indonesia dalam hubungan antar negara sangat penting dan kompleks. Dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan kontribusinya pada tatanan global, Indonesia dapat terus menjadi pemain utama dalam membentuk masa depan hubungan internasional yang saling menguntungkan.</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2237111015/eec7bfa216c10955313c2b4e3bdc0519/IMG_0074.jpeg" />
         <pubDate>2023-12-01 13:20:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ricirahayuning02_/yp5dwu9g7n2mzdps/wish/2810497281</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
