<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Global Marketplace by Freddy Pandapotan Simbolon, S.E., M.M.</title>
      <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-19 04:09:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-19 06:24:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Why Starbucks Failed In Australia</title>
         <author>freddysimbolon</author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079498975</link>
         <description><![CDATA[<p>Questions:</p><ol><li><p>Describe Why Starbuck Failed in Australia?</p></li><li><p>Explain the Starbuck's Solution in Australia marketplace </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=_FGUkxn5kZQ" />
         <pubDate>2024-08-19 04:13:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079498975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079614019</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Starbucks gagal di Australia karena ekspansi yang terlalu cepat dan tidak sesuai dengan budaya kopi lokal.</p></li><li><p>Untuk menghindari kegagalan, Starbucks berencana mengekspansi ke Italia dengan menghormati budaya kopi lokal.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-19 05:59:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079614019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Why Starbucks failed in Australia (Kel 3) </title>
         <author>avicennatajudin</author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079615250</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Starbucks gagal di Australia karena tidak memahami budaya kopi lokal. Mereka menawarkan menu yang tidak sesuai selera, harga yang lebih tinggi dari kafe lokal, dan kurang memperhatikan pengalaman pelanggan yang lebih personal seperti yang biasa ditemui di kafe Australia.</p></li><li><p><strong>Starbucks berhasil kembali ke pasar Australia dengan beberapa strategi kunci.</strong> Pertama, mereka fokus pada turis daripada penduduk lokal, menempatkan gerai di area populer yang sering dikunjungi wisatawan. Kedua, mereka melakukan penyesuaian terhadap menu, menawarkan pilihan kopi yang lebih sesuai dengan selera lokal. Meskipun tidak sepenuhnya meninggalkan konsep awal, Starbucks berhasil menemukan niche pasar yang tepat untuk keberlangsungan bisnisnya di Australia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-19 06:00:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079615250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079615441</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Starbucks kesulitan menembus pasar Australia karena budaya kopi lokal yang kuat dan preferensi masyarakat terhadap kafe independen. Starbucks terlalu cepat membuka banyak cabang tanpa memahami pasar lokal, sehingga mengalami penurunan popularitas dan harus menutup sebagian besar gerainya.</p></li><li><p>Solusi bagi Starbucks di Australia dapat melibatkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap budaya kopi lokal. Starbucks bisa fokus pada kualitas, rasa, dan pengalaman yang sesuai dengan preferensi pasar Australia, seperti memperkenalkan menu lokal atau kopi spesial yang sesuai dengan selera setempat. Selain itu, memperkuat hubungan dengan komunitas lokal dan berkolaborasi dengan kafe independen bisa membantu meningkatkan penerimaan pasar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-19 06:00:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079615441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079619297</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Starbucks gagal di Australia karena beberapa alasan utama:</p><p><br></p><p>-Australia sudah memiliki banyak kafe lokal dengan kopi berkualitas tinggi yang disukai oleh masyarakat. Starbucks tidak berhasil bersaing dengan kafe-kafe ini karena produknya tidak sesuai dengan selera lokal.</p><p><br></p><p>- Salah Mengerti Selera Konsumen: Starbucks menawarkan kopi yang manis dan berukuran besar, sedangkan orang Australia lebih menyukai kopi yang kuat dan lebih sederhana. Starbucks tidak menyesuaikan menunya dengan selera ini.</p><p><br></p><p>- Ekspansi Terlalu Cepat: Starbucks membuka terlalu banyak toko dengan cepat tanpa membangun pelanggan yang setia. Akibatnya, banyak toko yang tidak menguntungkan.</p><p><br></p><p>- Harga yang Tinggi: Harga kopi Starbucks lebih mahal daripada kafe lokal, tetapi kualitasnya dianggap lebih rendah, sehingga kurang menarik bagi konsumen.</p><p><br></p><p>2. Solusi Starbucks di Pasar Australia</p><p><br></p><p>Setelah kegagalan awal, Starbucks menyesuaikan strateginya di Australia dengan cara:</p><p><br></p><p>-Mengurangi Jumlah Toko:</p><p>Starbucks menutup banyak toko dan hanya fokus pada lokasi-lokasi yang lebih menguntungkan, terutama di daerah wisata dan kota besar.</p><p><br></p><p>- Menargetkan Pasar yang Lebih Kecil: Starbucks mulai fokus pada wisatawan, pelajar internasional, dan ekspatriat yang sudah familiar dengan merek mereka.</p><p><br></p><p>-Kerjasama dan Penyesuaian:</p><p>Starbucks bekerja sama dengan perusahaan lokal seperti 7-Eleven untuk menjual produk siap minum dan juga mulai menawarkan beberapa menu yang lebih sesuai dengan selera lokal.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-19 06:03:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079619297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079621476</link>
         <description><![CDATA[<p>Starbucks tidak beradaptasi dengan budaya kopi di Australia</p><p><br/></p><p>Starbucks tdk memahami pasar di Australia</p><p><br/></p><p>price kopi Starbucks lebih mahal dari kopi lokal </p><p><br/></p><p>Starbucks tutup pada 2008 dan kembali  2014, Starbucks kembali lagi ke Australia dan menargetkan target pasar ke turis dan menempatkan toko toko mereka di tempat tempat populer strategi ini berhasil di lakukan Starbucks</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-19 06:04:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079621476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079621927</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>starbuck gagal karena terlalu terburu2 dalam membuka cabang di australi tanpa memperkenalkan produk secara perlahan ke customer australi. selain itu, menu minuman starbuck juga tidak sesuai dengan target market australi, yang dimana rata2 minuman starbuck cenderung mengandung terlalu banyak gula. </p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>starbuck melakukan penyesuaian terhadap menu dan mengikuti standar market yang diminati customer lokal. starbuck juga berfokus kepada turis dibandingkan customer lokal, karena menu mereka lebih menjangkau target market para turis.  </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-19 06:05:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/freddysimbolon/yobc4pnnpg36mk0i/wish/3079621927</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
