<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Prinsip-Prinsip Assesmen by Hastuti Agussalim</title>
      <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-01 00:10:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-04 14:36:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Klara irene Yusman (220105502014)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562312719</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip prinsip  Asesmen engacu pada Permendikbud No. 23 Tahun 2016</p><p><br></p><p>Validitas (asesmen harus mengukur apa yang seharusnya diukur)</p><p><br></p><p>Reliabilitas (hasil asesmen konsisten jika dilakukan berulang)</p><p><br></p><p>Objektivitas (bebas dari bias, adil untuk semua peserta didik)</p><p><br></p><p>Transparansi (prosedur dan kriteria penilaian jelas serta dapat diketahui peserta didik)</p><p><br></p><p>Praktis &amp; Ekonomis (mudah dilaksanakan dan tidak memakan biaya berlebihan)</p><p><br></p><p>Komprehensif (mencakup berbagai aspek kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor)</p><p><br></p><p>Berkesinambungan (ilakukan terus-menerus, bukan hanya sekali di akhir)</p><p><br></p><p>Mendidik (hasil asesmen harus memberi umpan balik positif untuk perkembangan belajar)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:18:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562312719</guid>
      </item>
      <item>
         <title>St. Maulida (230105501014)  Prinsip-prinsip asesmen pembelajaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562313722</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan dalam buku (Abdul Majid, 2013) menjelaskan bahwa asesmen atau penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip-prinsip berikut :</p><p>1. sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.</p><p>2. objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dan tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.</p><p>3. adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena adanya perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, ekonomi, dan gender,</p><p>4. terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.</p><p>5. terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan (transparan).</p><p>6. menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi mulai dari afektif, kognitif dan psikomotorik.</p><p>7. sistematis, berarti penilaian dilakukan secara terencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.</p><p>8. beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.</p><p>9. akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:19:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562313722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip-Prinsip Asesmen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562315699</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Asti Nur Ayuningtyas</p><p>NIM : 230105500008</p><p><br/></p><p>1. Validitas</p><p>Penilaian harus mengukur apa yang seharusnya diukur, sesuai dengan kompetensi atau tujuan pembelajaran.</p><p><br/></p><p>2. Objektif</p><p>Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria dan indikator yang jelas, bukan dipengaruhi subjektivitas penilai.</p><p><br/></p><p>3. Adil (Fairness)</p><p>Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik, tanpa diskriminasi atau perlakuan istimewa.</p><p><br/></p><p>4. Terpadu</p><p>Penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan kegiatan yang berdiri sendiri.</p><p><br/></p><p>5. Terbuka (Transparan)</p><p>Proses, kriteria, dan hasil penilaian dapat diketahui oleh peserta didik agar jelas apa yang dinilai.</p><p><br/></p><p>6. Menyeluruh (Komprehensif)</p><p>Mencakup berbagai aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap), tidak hanya fokus pada salah satu.</p><p><br/></p><p>7. Bermakna</p><p>Hasil penilaian memberikan informasi yang berguna bagi guru, peserta didik, maupun pihak lain (misalnya orang tua).</p><p><br/></p><p>8. Berkesinambungan</p><p>Dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan untuk memantau perkembangan peserta didik, bukan hanya pada satu titik waktu.</p><p><br/></p><p>9. Sistematis</p><p>Dilaksanakan secara terencana dan bertahap sesuai dengan tujuan pembelajaran.</p><p><br/></p><p>10. Akuntabel</p><p>Proses dan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun administratif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:21:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562315699</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Asesmen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562315908</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama/ NIM: Adwah Baraqah/ 220105501024</p><p><br/></p><p>1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya;</p><p>2. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;</p><p>3. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;</p><p>4. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;</p><p>5. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.</p><p><br/></p><p>Sumber: Anggraena, Y dkk. (2022). Panduan Pembelajaran dan  </p><p>Asesmen. BADAN  STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:21:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562315908</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fadilahrasyid075</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562317984</link>
         <description><![CDATA[<p>ST. Fadilah Rasyid</p><p>230105500002</p><p><br/></p><p>prinsip asesmen</p><p><br/></p><p><strong>1. Validitas</strong><br>Asesmen harus benar-benar mengukur kompetensi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga hasilnya tepat dan tidak menyimpang dari sasaran.</p><p><strong>2. Reliabilitas</strong><br>Penilaian harus menghasilkan data yang konsisten dan dapat dipercaya, sehingga jika dilakukan berulang dalam kondisi sama akan memberi hasil yang serupa.</p><p><strong>3. Objektivitas</strong><br>Asesmen harus bebas dari pengaruh subjektivitas penilai, artinya guru tidak boleh menilai berdasarkan suka atau tidak suka terhadap siswa.</p><p><strong>4. Keadilan</strong><br>Penilaian harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa tanpa diskriminasi, termasuk memberi perhatian pada siswa berkebutuhan khusus.</p><p><strong>5. Transparansi</strong><br>Kriteria dan prosedur penilaian harus jelas serta diketahui siswa sejak awal, sehingga mereka paham apa yang diharapkan dari proses pembelajaran.</p><p><strong>6. Komprehensif</strong><br>Asesmen harus mencakup seluruh aspek kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, sehingga hasilnya lebih menyeluruh.</p><p><strong>7. Bermakna</strong><br>Hasil penilaian sebaiknya memberikan manfaat, yakni sebagai umpan balik bagi siswa untuk memperbaiki belajar dan bagi guru untuk meningkatkan pembelajaran.</p><p><strong>8. Kontinuitas</strong><br>Penilaian perlu dilakukan secara berkesinambungan agar perkembangan siswa dapat dipantau, bukan hanya melalui satu kali tes saja.</p><p><strong>9. Keterpaduan</strong><br>Asesmen harus menjadi bagian yang menyatu dengan proses pembelajaran, bukan kegiatan terpisah di akhir saja.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:22:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562317984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Asesmen </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562318463</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Besse Annisa Nur Ramadani</p><p>NIM: 220105500020</p><ol><li><p>Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen secara efektif</p></li><li><p>Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya untuk menjelaskan kemajuan belajar dan dasar menyusun program selanjutnya</p></li><li><p>Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses penbelajaran, fasilitas pembelajaran dll</p></li><li><p>Sebagai laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik serta memberikan informasi tentang karakter dan kompetensi yang dicapai</p></li><li><p>Hasil asesmen digunakan sebagai refleksi meningkatkan mutu pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:23:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562318463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip-prinsip Asesmen</title>
         <author>fathulmumin76040</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562319026</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Fathul Mu'min</p><p>NIM: 230105501018</p><p><br/></p><p>adapun prinsip-prinsip asesemen yaitu:</p><ol><li><p>validitas: sejauh mana asesmen mengukur apa yang seharusnya diukur (Shabir, 2022)</p></li><li><p>Reliabilitas: mengacu pada konsistensi hasil asesmen ketika digunakan dalam kondisi yang sama (Putri &amp; Salim, 2017).</p></li><li><p>Keadilan: memastikan bahwa asesmen tidak bias dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa (Syamsurizal, 2020)</p></li><li><p>Kepraktisan: berkaitan dengan kemudahan pelaksanaan asesmen dalam konteks pendidikan yang nyata.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:23:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562319026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : NURVINA HANDAYANI (230105501020)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562320607</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Permendikbud Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Prinsip asesmen ada beberapa point yaitu :</p><p>1. Asesmen adalah bagian penting dan menyatu dengan proses pembelajaran. Fungsinya untuk memberi umpan balik bagi guru, siswa, dan orang tua agar bisa menentukan langkah belajar selanjutnya.</p><p>2. Asesmen harus dirancang sesuai tujuan fungsinya, dengan cara dan waktu pelaksanaan yang tepat supaya efektif.</p><p>3. Asesmen harus adil, valid, dan dapat dipercaya, agar hasilnya benar-benar menggambarkan kemampuan siswa dan dapat dipakai untuk mengambil keputusan belajar.</p><p>4.Laporan hasil asesmen dibuat sederhana dan jelas agar mudah dipahami serta memberikan gambaran perkembangan dan langkah perbaikan.</p><p>5. Hasil asesmen digunakan untuk refleksi bersama oleh guru, siswa, dan orang tua guna meningkatkan mutu pembelajaran dan pengembangan&nbsp;siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:24:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562320607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syifa Janidha Aqib_ 230105501022</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562320763</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip asesmen menurut Arta, G. Y., (2024: 174) ada 4 prinsip asesmen yang efektif, yaitu:</p><p><br/></p><ol><li><p>Objektif/ reliabilitas. Reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil asesmen ketika digunakan dalam kondisi yang sama </p></li><li><p>Kepraktisan. Kepraktisan berkaitan dengan kemudahan pelaksanaan asesmen dalam konteks pendidikan yang nyata</p></li><li><p>Adil/ keadilan. Keadilan memastikan bahwa asesmen tidak bias dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa </p></li><li><p>Sahih (valid)/ validitas. Validitas adalah sejauh mana asesmen mengukur apa yang seharusnya diukur  </p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:24:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562320763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul ilmi (230105500016)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562321158</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Prinsip-prinsip asesmen dalam pembelajaran:</strong></p><ul><li><p>Validitas : asesmen harus mengukur kompetensi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.</p></li><li><p>Reliabilitas: asesmen harus memberikan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya.</p></li><li><p>Objektivitas : asesmen harus bebas dari bias penilai.</p></li><li><p>adil : asesmen harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik.</p></li><li><p>Keterpaduan : asesmen harus terintegrasi dengan proses pembelajaran.</p></li><li><p>Transparansi:  kriteria dan prosedur penilaian harus jelas dan diketahui peserta didik.</p></li><li><p>Kebermaknaan: hasil asesmen harus bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p></li><li><p>Berorientasi pada Proses dan Hasil: asesmen harus menilai baik proses maupun hasil belajar.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:25:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562321158</guid>
      </item>
      <item>
         <title>indri maharani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562321185</link>
         <description><![CDATA[<p>nama: Indri Maharani</p><p>NIM: 230105501026</p><p>Prinsip prinsip penilaian</p><p>1. penilaian sebagai bagian terpadu dari pembelajaran.</p><p>Berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran dan penyedia umpan balik holistik bagi guru, peserta didik, dan orang tua untuk merancang langkah pembelajaran selanjutnya.</p><p><br/></p><p>2. Dirancang sesuai fungsi penilaian.</p><p>penilaian harus dirancang berdasarkan tujuan yang ingin dicapai apakah formatif, sumatif, atau diagnostik dan dilakukan dengan teknik dan waktu pelaksanaan yang sesuai agar efektif.</p><p><br/></p><p>3. Adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable).</p><p>penilaian harus bebas dari bias, mencerminkan kesetaraan (adil), mampu mengukur apa yang dimaksud (valid), dan menghasilkan hasil konsisten (reliable).</p><p><br/></p><p>4. Laporan yang sederhana dan informatif.</p><p>Informasi hasil penilaian perlu disajikan secara ringkas, jelas, serta mudah dipahami oleh siswa dan orang tua. Termasuk strategi tindak lanjut yang konstruktif.</p><p><br/></p><p>5. Hasil digunakan sebagai bahan refleksi.</p><p>penilaian harus dijadikan alat refleksi bagi guru, siswa, dan orang tua untuk mengevaluasi pencapaian serta merencanakan perbaikan atau intervensi yang relevan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:25:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562321185</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Nazwa Aulia (230105502002)</title>
         <author>nzwaa651</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562321994</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Validitas </p><p>Asesmen harus mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran.</p></li><li><p>Reliabilitas</p><p>Hasil asesmen harus konsisten dan stabil bila dilakukan dalam kondisi yang sama.</p></li><li><p>Objektivitas</p><p>Penilaian tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai (suka/tidak suka).</p><p>Diperlukan rubrik, kriteria, dan pedoman penilaian yang jelas.</p></li><li><p>Keadilan</p><p>Asesmen tidak boleh diskriminatif, harus memberi kesempatan yang sama pada semua peserta didik.</p></li><li><p>Transparansi</p><p>Tujuan, prosedur, dan kriteria penilaian harus disampaikan kepada peserta didik sejak awal.</p></li><li><p>Komprehensif</p><p>Asesmen mencakup berbagai aspek kompetensi: pengetahuan, keterampilan, dan sikap.</p></li><li><p>Berorientasi pada Proses dan Hasil</p><p>Penilaian tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses belajar siswa.</p></li><li><p>Akuntabilitas</p><p>Hasil asesmen dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun administratif.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:25:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562321994</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Prinsip Asemsen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562322019</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Baso Armin</p><p>NIM: 230105501012</p><p><br/></p><p>1. Sahih (Valid) </p><p> Penilaian harus dapat mencerminkan apa yang seharusnya dinilai sesuai dengan tujuan pendidikan.</p><p>2. Objektif </p><p>Hasil penilaian tidak seharusnya dipengaruhi oleh pandangan pribadi penilai, tetapi harus berdasarkan pada standar yang jelas.</p><p>3. Adil </p><p>Penilaian harus memberi peluang yang setara kepada semua siswa tanpa adanya diskriminasi.</p><p>4.Terpadu </p><p>Penilaian seharusnya menjadi bagian dari proses belajar-mengajar, bukan sebagai aktivitas yang terpisah.</p><p>5. Terbuka </p><p>Metode, standar, dan hasil penilaian harus dapat diakses dan diketahui oleh siswa.</p><p>6. Sistematis </p><p>Penilaian dilakukan dengan cara yang terencana dan mengikuti langkah-langkah yang jelas.</p><p>7. Bermakna </p><p>Hasil penilaian dapat memberikan informasi yang berguna bagi guru, siswa, dan pihak terkait lainnya.</p><p>8. Menyeluruh dan Berkesinambungan </p><p>Penilaian mencakup semua aspek kemampuan (sikap, pengetahuan, keterampilan) dan dilakukan secara berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:25:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562322019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip-Prinsip Assesmen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323425</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Adela Try Agusdi Suwardi</p><p>NIM: 220105500012</p><p>ada beberapa prinsip-prinsip dasar asesmen Kurikulum Merdeka yang harus diperhatikan guru agar penilaian hasil belajar siswa berjalan lebih efektif, diantaranya yaitu:</p><p><br></p><p><strong>1. Asesmen merupakan bagian terpadu</strong></p><p>Pembelajaran dan asesmen adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena assesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, an penyediaan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.</p><p><br></p><p><strong>2. Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen</strong></p><p>Asesmen tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Perlu dilakukan perancangan terlebih dahulu, kemudian dilaksanakan sesuai dengan fungsi asesmen itu sendiri.&nbsp;Namun, guru mendapatkan keleluasaan dalam menggunakan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar bisa efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. </p><p><br></p><p><strong>3. Dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable)</strong></p><p>Sudah seharusnya asesmen dirancang secara adil proporsional, valid, dan dapat dipercaya karena hasil asesmen ini akan digunakan untuk menjelaskan kemajuan belajar siswa, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya. </p><p><br></p><p><strong>4. Laporan bersifat sederhana dan informatif</strong></p><p>Prinsip asesmen berikutnya adalah laporan asesmen harus disajikan secara sederhana dan informatif agar siswa maupun orang tua siswa dapat memahaminya. </p><p><br></p><p><strong>5. Hasil asesmen digunakan sebagai bahan refleksi</strong></p><p>Asesmen tidak hanya dilakukan sebatas untuk menilai dan mengetahui hasil belajar siswa saja. Namun, asesmen juga dapat digunakan sebagai bahan refleksi dari capaian pembelajaran siswa sehingga guru dapat menentukan rencana tindak lanjut atau perbaikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:26:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323425</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323532</link>
         <description><![CDATA[<p>Nurul Andini(220105500017)</p><p>Prinsip-prinsip Assesmen Pembelajaran dalam kurikulum merdeka </p><ol><li><p>Terpadu </p></li></ol><p>Asesmen menjadi bagian integral dari proses dan fasilitasi pembelajaran, bukan terpisah.&nbsp;</p><ol start="2"><li><p>fungsional </p></li></ol><p>Asesmen digunakan untuk mendapatkan umpan balik yang berfungsi bagi guru dan peserta didik, serta untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran.&nbsp;</p><ol start="3"><li><p>Adil, Proporsional, Valid, dan Reliabel</p></li></ol><p>Asesmen dirancang agar adil, memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa, valid (mengukur apa yang seharusnya diukur), dan reliabel (menghasilkan hasil yang konsisten)</p><ol start="4"><li><p>otentik (transparan)</p></li></ol><p>Asesmen harus otentik (mengukur kemampuan siswa secara riil) dan transparan (prosedurnya jelas), seperti dilaporkan dengan sederhana dan informatif.&nbsp;</p><ol start="5"><li><p>beragam </p></li></ol><p>Menyesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi, misalnya dengan diferensiasi konten, proses, dan produk.&nbsp;</p><ol start="6"><li><p>reflektif </p></li></ol><p>Hasil asesmen digunakan sebagai bahan refleksi oleh guru dan siswa untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses belajar.&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:26:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323532</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi: Prinsip-Prinsip Assesmen</title>
         <author>hastutiagussalim1112_1</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323653</link>
         <description><![CDATA[<p>Asesmen adalah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi tentang capaian belajar peserta didik. <strong>Prinsip asesmen</strong> adalah <strong>landasan atau asas</strong> yang harus dipegang agar penilaian:</p><ul><li><p>Akurat dan adil</p></li><li><p>Memberikan gambaran kemampuan sebenarnya</p></li><li><p>Mendorong pembelajaran yang bermakna</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3183534905/62173056fc233fe94db620a9483128a5/Screenshot_2025_09_01_082457.png" />
         <pubDate>2025-09-01 00:26:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323653</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323792</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nurfadiza Syahbania R.</p><p>NIM : 230105501024</p><p>Kelas : Pendidikan Kimia B</p><p>Prinsip-prinsip dari Asesmen: </p><p>1. Validitas : dapat mengukur sesuatu yang seharusnya dapat diukur </p><p>2. Objektif: Penilaian  didasarkan pada prosedur yang mana tidak dipengaruhi subjektivita penilai. </p><p>3. Adil: penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik</p><p>4. Proses harus menjadi bagian nyata, tak terpisahkan dari proses yang nyata</p><p>5. Penilaian mencerminkan masalah dunia nyata, bukan hanya dunia sekolah</p><p>6. Penilaian  harus menggunakan berbagai ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik pengalaman belajar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:26:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323792</guid>
      </item>
      <item>
         <title>St Rahayu Ramadhani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323919</link>
         <description><![CDATA[<p>(220105500018)</p><p><br/></p><p>1. Valid (Sahih)</p><p>Penilaian harus benar-benar mengukur kemampuan atau kompetensi yang ingin dicapai.</p><p><br/></p><p>2. Objektif</p><p>Hasil penilaian tidak boleh dipengaruhi faktor subjektif, melainkan murni berdasarkan prestasi peserta didik.</p><p><br/></p><p>3. Adil</p><p>Penilaian wajib memberi kesempatan yang sama bagi semua peserta didik, tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang, budaya, jenis kelamin, maupun kondisi tertentu.</p><p><br/></p><p>4. Terintegrasi</p><p>Penilaian merupakan bagian yang menyatu dengan proses belajar mengajar, bukan aktivitas yang berdiri sendiri.</p><p><br/></p><p>5. Komprehensif</p><p>Penilaian harus mencakup seluruh ranah kompetensi, meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.</p><p><br/></p><p>6. Bermakna</p><p>Hasil asesmen hendaknya memberikan informasi yang bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran, baik bagi siswa, guru, maupun pihak sekolah.</p><p><br/></p><p>7. Transparan</p><p>Mekanisme, kriteria, serta hasil penilaian harus disampaikan secara terbuka sehingga dapat dipahami semua pihak.</p><p><br/></p><p>8. Sistematis</p><p>Proses penilaian dilakukan secara terstruktur, berkesinambungan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.</p><p><br/></p><p>9. Berbasis Kriteria</p><p>Standar penilaian didasarkan pada capaian kompetensi tertentu, bukan dengan membandingkan siswa satu dengan lainnya.</p><p><br/></p><p>10. Akuntabel</p><p>Penilaian dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi metode, prosedur, maupun hasil yang diperoleh.</p><p><br/></p><p>11. Berorientasi pada Perkembangan Peserta Didik</p><p>Asesmen hendaknya mampu memberikan umpan balik yang mendorong motivasi belajar serta mendukung perkembangan siswa secara berkelanjutan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:26:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562323919</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562324667</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>MARSYA MALA FARDIN (230105500004)</strong></p><p><strong>Prinsip-Prinsip Asessmen</strong></p><p>1. Sahih → asesmen harus didasarkan pada data yang menunjukkan kemampuan peserta didik secara nyata.</p><p>2. Objektif → asesmen dilaksanakan tanpa dipengaruhi oleh pandangan pribadi penilai.</p><p>3. Adil → asesmen dilakukan tanpa membeda-bedakan peserta didik dalam bentuk apa pun.</p><p>4. Terpadu → asesmen merupakan bagian yang menyatu dengan proses pembelajaran.</p><p>5. Terbuka → prosedur pelaksanaan dan hasil asesmen dapat diketahui secara jelas oleh semua pihak. </p><p>6.<strong> </strong>Menyeluruh → asesmen mencakup seluruh ranah kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.</p><p>7.<strong> </strong>Bermakna → asesmen memberikan informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:27:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562324667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ririn Khaerati 220105501006</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562325047</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip-prinsip asesmen diantaranya </p><p>1. Prinsip Kesahihan (Validitas)</p><p>Asesmen harus benar-benar menilai apa yang seharusnya dinilai sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan, bukan hal-hal di luar itu.</p><p><br/></p><p>2. Prinsip Keandalan (Reliabilitas)</p><p>Hasil asesmen harus dapat dipercaya, konsisten, dan tidak dipengaruhi faktor subjektif penilai maupun kondisi sesaat.</p><p><br/></p><p>3. Prinsip Objektivitas</p><p>Penilaian dilakukan secara adil tanpa dipengaruhi perasaan suka atau tidak suka terhadap peserta didik.</p><p><br/></p><p>4. Prinsip Keadilan</p><p>Semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka tanpa diskriminasi.</p><p><br/></p><p>5. Prinsip Keterpaduan</p><p>Asesmen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran, sehingga harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.</p><p><br/></p><p>6. Prinsip Transparansi</p><p>Kriteria penilaian harus jelas, terbuka, dan dapat diketahui oleh peserta didik sehingga mereka memahami standar yang digunakan.</p><p><br/></p><p>7. Prinsip Kemanfaatan</p><p>Hasil asesmen harus bermanfaat untuk memperbaiki proses belajar, memberikan umpan balik, serta membantu pengembangan potensi peserta didik.</p><p><br/></p><p>8. Prinsip Berkesinambungan</p><p>Penilaian dilakukan terus-menerus dalam setiap tahapan pembelajaran, bukan hanya pada akhir proses.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:27:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562325047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Hidayah (230105500014)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562325229</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Validitas : Asesmen harus benar-benar mengukur kompetensi yang dimaksudkan</p></li><li><p>Rehabilitas : Konsistensi hasil, konsistensi antar-penilai</p></li><li><p>Keadilan : Harus bebas bias budaya atau gender dan juga harus mudah diakses oleh siswa yang berkebutuhan khusus</p></li><li><p>Kepraktisan : Pelaksanaan harus realistis, mempertimbangkan biaya, waktu serta fasilitas yang tersedia</p></li><li><p>Obkjektif : Menilai berdasarkan kriteria yang jelas</p></li><li><p>Terbuka (Transparan) : Diketahui oleh semua pihak</p></li><li><p>Sistematis : Memiliki langkah langkah yang baku</p></li><li><p>Akuntabel : Dapat dipertanggungjawabkan</p></li><li><p>Terpadu : Merupakan bagian yang tidak terpisah dari pembelajaran</p></li><li><p>Berkesinambungan : Mencakup semua aspek kompetensi dan dilakukan secara terus menerus</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:27:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562325229</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurhasanah (220105500008)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562326938</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua. </p><p>2. Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan. </p><p>3. Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya. </p><p>4. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan. </p><p>5. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.</p><p><br/></p><p>Sumber</p><p>Buku panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:28:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562326938</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahra Ramadhani_230105502004_Pend.Kimia B</title>
         <author>zahraramadhani221004</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562327360</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Validitas</strong><br>Asesmen harus benar-benar mengukur kompetensi yang dituju. Instrumen yang valid memastikan bahwa hasil yang diperoleh mencerminkan kemampuan yang sebenarnya, bukan faktor luar yang tidak relevan.</p></li><li><p><strong>Reliabilitas</strong><br>Hasil asesmen perlu konsisten dari waktu ke waktu maupun antar penilai. Konsistensi ini bisa dijaga dengan pedoman yang jelas, rubrik yang terstandar, serta pelatihan bagi guru atau penilai.</p></li><li><p><strong>Keadilan</strong><br>Semua peserta didik berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya. Karena itu, asesmen harus bebas dari bias bahasa, budaya, maupun kondisi sosial-ekonomi.</p></li><li><p><strong>Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran</strong><br>Instrumen yang dibuat harus selaras dengan kompetensi dasar dan tujuan kurikulum. Hal ini menjamin asesmen benar-benar mendukung capaian pembelajaran yang diharapkan.</p></li><li><p><strong>Keterpakaian (praktikalitas)</strong><br>Asesmen yang ideal juga mempertimbangkan faktor kepraktisan. Guru perlu memilih cara penilaian yang dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu, biaya, serta sumber daya yang tersedia.</p></li><li><p><strong>Memberikan umpan balik</strong><br>Fungsi utama asesmen bukan sekadar memberi nilai, tetapi juga memberikan arahan bagi peserta didik mengenai aspek yang sudah baik maupun yang perlu diperbaiki.</p></li><li><p><strong>Transparansi</strong><br>Peserta didik sebaiknya mengetahui sejak awal kriteria dan standar penilaian, misalnya melalui rubrik atau contoh hasil kerja yang diharapkan. Transparansi membuat penilaian lebih terbuka dan dapat dipercaya.</p></li><li><p><strong>Autentisitas</strong><br>Asesmen sebaiknya menilai keterampilan yang relevan dengan kehidupan nyata. Penilaian autentik mendorong siswa mengembangkan kemampuan yang bisa diterapkan di luar kelas.</p></li><li><p><strong>Keterwakilan</strong><br>Materi atau soal yang diberikan harus cukup mewakili seluruh kompetensi yang hendak dinilai. Dengan begitu, hasil penilaian dapat digeneralisasi untuk menggambarkan kemampuan peserta didik secara lebih menyeluruh.</p></li><li><p><strong>Keseimbangan formatif dan sumatif</strong><br>Asesmen tidak hanya dilakukan di akhir pembelajaran, tetapi juga sepanjang proses berlangsung. Asesmen formatif membantu guru memantau perkembangan belajar, sedangkan asesmen sumatif menilai pencapaian akhir.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:29:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562327360</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip-prinsip asesmen pembelajaran </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562327432</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Gita Wulandari </p><p>Nim : 230105501004</p><p><br/></p><p>1. Asesmen bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan  menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan  balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi  pembelajaran selanjutnya. </p><p>2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan  fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk  </p><p>menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen  agar efektif mencapai tujuan pembelajaran. </p><p>3.Asesmen dirancang secara adil,proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan  kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang  </p><p>langkah selanjutnya. </p><p>4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana daninformatif,memberikan  informasi yang bermanfaat tentang karakter dan  kompetensi yangdicapai serta strategi tindak lanjutnya. </p><p>5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik,  </p><p>tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan  refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.</p><p><br/></p><p>Daftar referensi </p><p>Susanto S.,dkk (2021) Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:29:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562327432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SHAFA ALIYAH-220105501012</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562328977</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>PRINSIP-PRINSIP ASESMEN</strong></p><ol><li><p><strong>Asesmen yang disusun merupakan bagian yang terpadu</strong>. Asesmen adalah bagian dari proses pembelajaran, sebagai fasilitas yang dalat memandu dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. Guru melibatkan siswa dalam asesmen sebagai refleksi dan saling memberikan umpan balik</p></li><li><p><strong>Perancangan dan pelaksanaannya sesuai dengan fungsi asesmen</strong>. Guru mendapatkan keleluasaan untuk menggunakan tenik dan durasi yang sesuai agar bisa efektif mencapai tujuan pembelajaran. Arahannya juga diawal harus jelas kepada peserta didik</p></li><li><p><strong>Dirancang secara adil, proporsional, valid dan terpercaya</strong>. Hasil dari asesmen menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya jadi harus disusun sebaik baiknya</p></li><li><p><strong>Laporan bersifat sederhana dan informatif. </strong>Harus disajikan secara sederhana dan informatif agar siswa maupun orang tua dapat memahaminya</p></li><li><p><strong>Hasil asesmen digunakan sebagai bahan refleksi</strong>. Assessment tidak sebatas menilai dan mengetahui hasil belajar siswa saja namun juga digunakan sebagai bahan refleksi dari pencapaian belajar peserta didik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:30:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562328977</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRINSIP PRINSIP ASESMEN PEMBELAJARAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562329196</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Asma Ul Husna</p><p>NIM: 230105500006</p><p>Berddasarkan buku asesmen dan evaluasi pendidikan, adapun prinsip-prinsipnya sebagai berikut:</p><ol><li><p>asesmen yang baik dan bersifat komprehensif</p></li><li><p>asesmen dilakukan secara kontinyu</p></li><li><p>asesmen yang baik bersifat obyektif</p></li><li><p>asesmen yang baik berpijak atau berpedoman dengan tujuan</p></li><li><p>relevansi tujuannya harus valid dan reliabel</p></li><li><p>semakin banyak informasi yang dikumpul, makin baik pula tingkat kepercayaan yang diambil lewat evalusi pendidikan</p></li><li><p>bersifat objektif, artinya hasil asesmen tidak boleh dipengaruhi oleh faktor subjektif</p></li><li><p>terbuka dan menyeluruh</p></li><li><p>sistematis dimana harus direncanakan secara bertahap </p></li><li><p>akuntabel, hasil asesmen dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi tehnik, prosedur maupun hasilnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:30:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562329196</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip- Prinsip asesmen Pembelajaran </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562329979</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Dewi Sinta</p><p>NIM :230105500012</p><p><br/></p><p>Menurut Basuki &amp; Hariyanto (2016:156) ada beberapa prinsip dalam suatu penilaian yaitu sebagai berikut:</p><p>1) Penilaian mengacu pada ketercapaian kompetensi</p><p>2) Menggunakan alat yang valid dan reliabel.</p><p> Setiap penilaian suatu kompetensi memerlukan analisis konstruk agar alat penilaian yang dilakukan memiliki validitas dan reliabelitas.</p><p>3) Penilaian mencakup keseimbangan proses dan hasil.</p><p>Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam setiap pelaksanaan prinsip penilaian diantaranya sebagai berikut. a. Penilaian terhadap aspek afektif yang dilakukan selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas oleh semua pendidik. b. Penilaian terhadap aspek kognitif dan keterampilan dilakukan baik secara tatap muka, tugas terstuktur, dan tugas mandiri. c. Penilaian bisa memetakan kesulitan yang dialami oleh setiap peserta didik. d. Penilaian bisa mendeskripsikan gambaran.</p><p>4) Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dan alat</p><p>Salah satu prinsip penilaian adalah harus menggunakan berbagai macam metode dan teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar dari suatu mata pelajaran.</p><p>5) Penilaian berkelanjutan</p><p> Penilaian kepada peserta didik harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan hingga tercapainya indikator kompetensi atau peserta didik menguasai kompetensi dasar. </p><p>6) Penilaian pembelajaran dilaksanakan untuk berbagai fungsi </p><p>Guru melaksanakan penilaian tidak hanya dengan tujuan untuk menentukan hasil belajar peserta didik, melainkan guru melaksanakan penilaian dengan mengarahkan pada fungsi (a) menelusuri agar proses pembelajaran peserta didik tetap sesuai dengan rencana, (b) untuk mengecek adakah kelemahan-kelemahan. yang dialami peserta didik dalam proses pembelajaran, (c) untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam setiap proses pembelajaran, dan (d) untuk menyimpulkan apakah anak didik telah mencapai kempetensi yang ditetapkan.</p><p><br/></p><p>referensi: Munaroh,L.N. 2024. Asesmen dalam Pendidikan : Memahami Konsep,Fungsi dan Penerapannya.Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:30:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562329979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aswar(230105501010) Prinsip prinsip asesmen</title>
         <author>aswaraswar629</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562330038</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip-prinsip asesmen yang efektif mencakup validitas, reliabilitas, keadilan, Komprehensif, kepraktisan, Berorientasi pada peserta didik, Berorientasi pada proses dan hasil, Berkelanjutan dan Otentik</p><p><br/></p><p>-Validitas – asesmen harus mengukur apa yang memang ingin diukur sesuai tujuan pembelajaran.</p><p><br/></p><p>-Reliabilitas – hasil asesmen konsisten dan dapat dipercaya bila dilakukan dalam kondisi serupa.</p><p><br/></p><p>-Keadilan – asesmen tidak boleh merugikan peserta didik tertentu, harus memberikan kesempatan yang sama.</p><p><br/></p><p>-Transparansi – kriteria dan prosedur asesmen jelas serta dapat dipahami peserta didik.</p><p>Kepraktisan – asesmen mudah dilaksanakan sesuai waktu, biaya, dan sumber daya yang ada.</p><p><br/></p><p>-Komprehensif – mencakup berbagai aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap).</p><p><br/></p><p>-Berorientasi pada peserta didik – memberi umpan balik yang membangun untuk perkembangan belajar.</p><p><br/></p><p>-Berorientasi pada proses dan hasil – tidak hanya menilai akhir, tetapi juga memantau kemajuan belajar.</p><p><br/></p><p>-Berkelanjutan – dilakukan terus-menerus selama proses pembelajaran, bukan hanya sekali.</p><p><br/></p><p>-Otentik – menilai kemampuan peserta didik dalam situasi nyata atau mendekati kehidupan sehari-hari</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:30:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562330038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tia Triemelia_230105500020</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562330207</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam jurnal Grisma Yuli Arta, 2024 Mengenai prinsip-prinsip assessment yang efektif yaitu validitas, reliabilitas, keadilan, dan kepraktisan. Berikut penjelasan nya: </p><ol><li><p><strong>Validitas</strong> adalah sejauh mana asesmen mengukur apa yang seharusnya diukur (Shabir, 2022)</p></li><li><p><strong>Reliabilitas</strong> mengacu pada konsistensi hasil asesmen ketika digunakan dalam kondisi yang sama (Putri &amp; Salim, 2017).</p></li><li><p><strong>Keadilan</strong> memastikan bahwa asesmen tidak bias dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa (Syamsurizal, 2020).</p></li><li><p><strong>Kepraktisan</strong> berkaitan dengan kemudahan pelaksanaan asesmen dalam konteks pendidikan yang nyata (Grisma, 2024). </p></li></ol><p><br/></p><p><strong><mark>REFERENSI: </mark></strong></p><p>Arta, G. Y. (2024). Asesmen dalam pendidikan: Konsep, pendekatan, prinsip, jenis, dan fungsi. JPBB: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 170-190.</p><p>Putri, Y. P., &amp; Salim, I. (2017). Hasil belajar mata pelajaran sosiologi. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 5(2), 100-112.</p><p>Shabir, A. (2022). Analisis kualitas soal try-out bahasa Inggris SMP di Kota Makassar berdasarkan teori respon butir. Open Science Framework.</p><p>Syamsurizal. (2020). Validitas dan reliabilitas alat ukur. Jurnal OSF, 1(1), 1-11.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:31:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562330207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip-Prinsip Asesmen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562330771</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Sisilia</p><p>NIM    : 230105500018</p><p><br/></p><ol><li><p>Validitas</p><p>Asesmen harus mengukur apa yang memang seharusnya diukur. Misalnya, jika tujuan asesmen adalah mengukur kemampuan berpikir kritis, maka soal atau instrumen harus benar-benar relevan dengan aspek tersebut.</p></li><li><p>Reliabilitas (Keandalan)</p><p>Asesmen harus memberikan hasil yang konsisten jika dilakukan berulang kali dalam kondisi yang sama. Instrumen yang reliabel menghasilkan data yang stabil dan dapat dipercaya.</p></li><li><p>Objektivitas</p><p>Penilaian harus bebas dari bias pribadi. Hasil asesmen tidak boleh dipengaruhi oleh pendapat, perasaan, atau preferensi penilai.</p></li><li><p>Adil (Fairness)</p><p>Semua peserta asesmen harus memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka, tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang, gender, suku, atau faktor lainnya.</p></li><li><p>Autentik</p><p>Asesmen sebaiknya mencerminkan situasi nyata atau kontekstual, sehingga peserta dapat menunjukkan kemampuan yang aplikatif dalam kehidupan atau dunia kerja.</p></li><li><p>Komprehensi</p><p>Asesmen sebaiknya mencakup berbagai aspek kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik, sesuai dengan tujuan asesmen.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:31:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562330771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama/NIM: Frisilia Tandibua/ 230105501016</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562331096</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip Asesmen</p><ol><li><p>Asesmen merupakan bagian terpadu, dimana pembelajaran dan asesmen adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan</p></li><li><p>Dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen, asesmen perlu dirancang terlebih dahulu kemudian dilaksanakan sesuai dengan fungsi asesmen itu sendiri</p></li><li><p>Dirancang secara adil, proporsional, valid dan dapat dipercaya (reliable), asesmen dirancang secara adil proporsional, valid, dan dapat dipercaya karena hasil asesmen akan digunakan untuk menjelaskan kemajuan belajar siswa, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya.</p></li><li><p>Laporan bersifat sederhana dan informatif, laporan asesmen harus disajikan secara sederhana dan informatif agar siswa maupun orang tua siswa dapat memahaminya. Informasi yang disajikan berupa penilaian karakter dan kompetensi yang dicapai siswa sekaligus strategi untuk pembelajaran ke depannya.</p></li><li><p>Hasil asesmen digunakan sebagai bahan refleksi, asesmen sebagai bahan refleksi dari capaian pembelajaran siswa sehingga guru dapat menentukan rencana tindak lanjut atau perbaikan.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:31:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562331096</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Satriani (220105501025)</title>
         <author>satriani821</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562335287</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Hayati, et al (2025) prinsip-prinsip asesmen, diantaranya:</p><ol><li><p>Validitas, termasuk prinsip utama yang menjamin bahwa asesmen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur sehingga memberi informasi yang akurat tentang pencapaian kompetensi yang ditargetkan.</p></li><li><p>Realibilitas, termasuk hasil asesmen harus konsisten jika dilakukan berulang atau pada kondisi yang sebanding.</p></li><li><p>Objektivitas, termasuk penilaian tidak boleh dipengaruhi oleh perasaan pribadi guru (suka/tidak suka).</p></li><li><p>Komprehensif, termasuk asesmen harus mencakup semua aspek seperti pengetahuan, keterampilan dan sikap.</p></li><li><p>Edukatif, termasuk hasil asesmen harus memberikan umpan balik untuk memperbaiki proses belajar mengajar.</p></li><li><p>Berkesinambungan, termasuk prinsip asesmen yang dilakukan secara terus menerus yang tidak hanya sekali di akhir pembelajaran.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:34:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562335287</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kurnia Maulinda (230105502008) Prinsip-prinsip Asessmen pembelajaran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562339047</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Setiap tahapan asesmen jangan sampai bertentangan dengan tata nilai yang berlaku di masyarakat.</p><p>2. Keterpaduan, artinya asesmen hendaknya merupakan bagian integral dari suatu program atau sistem pendidikan.</p><p>3. Realistis, artinya pelaksanaan asesmen harus memastikan apakah sesuatu yang akan diukur benar-benar dapat diukur. Dengan kata lain, instrumen asesmen yang digunakan harus memiliki batasan atau indikator yang jelas.</p><p>4. Tester yang terlatih </p><p>Dalam asessmen ini, tes yang digunakan harus dibuat dan dilaksanakan oleh pihak yang memang kompeten, terlatih, dan memahami cara menyusun instrumen penilaian yang baik. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat dipercaya dan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik.</p><p><br/></p><p>5. Keterlibatan peserta didik</p><p>Peserta didik tidak hanya menjadi objek, tetapi juga perlu dilibatkan dalam proses asesmen. Dengan keterlibatan ini, siswa akan lebih menyadari kekuatan dan kelemahannya serta terdorong untuk memperbaiki diri.</p><p><br/></p><p>6. Pedagogis</p><p>Asessmen ini, penilaian yang dilakukan sebaiknya mampu memberikan umpan balik yang membangun, memotivasi siswa, dan membantu mereka untuk belajar lebih baik. </p><p><br/></p><p>7. Akuntabilitas</p><p>Prinsip ini menekankan bahwa asesmen harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi prosedur, instrumen yang digunakan, maupun hasilnya.</p><p><br/></p><p>8. Teknik asesmen yang bervariasi dan komprehensif, agar dapat memberikan hasil asesmen yang objektif maka teknik asesmen yang digunakan harus variatif dan komprehensif.</p><p><br/></p><p>9. Tindak lanjut, artinya hasil asesmen hendaknya diikuti dengan tindak lanjut.</p><p><br/></p><p>Asesmen pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada alat atau instrumen yang digunakan, tetapi juga pada prinsip-prinsip yang melandasi perancangannya. Prinsip-prinsip ini menjadi pedoman agar proses asesmen benar-benar mencerminkan kualitas pembelajaran yang sesungguhnya serta memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:37:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562339047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Amelia Putri (230105502006)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562340452</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip Prinsip Asesmen</p><p><br></p><p>1. <strong>Validitas</strong></p><p>Asesmen harus mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen asesmen harus relevan dengan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang ingin dinilai.</p><p>&gt; Contoh: Jika ingin menilai kemampuan berbicara, maka asesmennya harus dalam bentuk lisan, bukan pilihan ganda.</p><p><br></p><p>2. <strong>Reliabilitas</strong></p><p>Asesmen harus konsisten dan dapat dipercaya. Hasilnya stabil jika dilakukan dalam kondisi yang serupa.</p><p>&gt; Contoh: Dua guru yang menilai tugas yang sama dengan kriteria yang sama seharusnya memberi skor yang mirip.</p><p><br></p><p>3. <strong>Objektivitas</strong></p><p>Asesmen harus bebas dari bias pribadi. Penilaian tidak boleh dipengaruhi oleh faktor subjektif seperti suka atau tidak suka terhadap peserta didik.</p><p><br></p><p> 4. <strong>Keadilan (Fairness)</strong></p><p>Setiap peserta asesmen harus memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka. Asesmen tidak boleh menguntungkan atau merugikan kelompok tertentu.</p><p><br></p><p>5. <strong>Transparansi</strong></p><p>Tujuan, kriteria, dan prosedur asesmen harus jelas dan diketahui oleh peserta sejak awal.</p><p>&gt; Contoh: Rubrik penilaian tugas proyek diberikan sebelum siswa mengerjakan.</p><p><br></p><p> 6. <strong>Autentik (Keaslian)</strong></p><p>Asesmen sebaiknya mencerminkan situasi dunia nyata atau tugas yang relevan dengan kehidupan atau profesi peserta didik.</p><p>&gt; Contoh: Menulis laporan ilmiah, membuat presentasi, atau studi kasus.</p><p><br></p><p>7. <strong>Berorientasi pada pembelajaran (Assessment for Learning)</strong></p><p>Asesmen harus digunakan sebagai alat untuk membantu peserta belajar, bukan hanya untuk memberikan nilai akhir.</p><p><br></p><p>8. <strong>Berkelanjutan</strong></p><p>Asesmen dilakukan secara terus-menerus untuk memantau perkembangan peserta, bukan hanya sekali di akhir proses pembelajaran.</p><p><br></p><p> 9. <strong>Akuntabel</strong></p><p>Proses dan hasil asesmen dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak terkait (peserta didik, orang tua, lembaga, dsb.).</p><p><br></p><p>10. <strong>Komprehensif</strong></p><p>Asesmen mencakup berbagai aspek kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tidak hanya salah satunya saja.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562340452</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fungsi Assesmen</title>
         <author>hastutiagussalim1112_1</author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562353547</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3183534905/84c509150905121b0e486263ce00f114/Screenshot_2025_09_01_084505.png" />
         <pubDate>2025-09-01 00:46:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562353547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FUNGSI-FUNGSI ASESMEN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562369996</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA: ASMA UL HUSNA</p><p>NIM: 230105500006</p><p>Adapun fungsi-fungsi asesmen berdasarkan rujukan Arifin, Z. (2014). <em>Evaluasi Pembelajaran</em>. Bandung: Remaja Rosdakarya diantaranya:</p><ol><li><p> asesmen formatif </p><p>asesmen ini digunakan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya memberikan umpan balik kepada guru maupun siswa agar segera dilakukan perbaikan.<strong> </strong>contohnya, Setelah mengajarkan konsep reaksi redoks, guru memberikan kuis singkat. Dari hasil kuis, guru mengetahui bahwa sebagian besar siswa keliru menentukan bilangan oksidasi, sehingga guru mengulang penjelasan dengan metode berbeda.</p></li><li><p>asesmen sumatif</p><p>menjelaskan bahwa asesmen sumatif berfungsi untuk menilai hasil belajar siswa setelah menyelesaikan satu unit, bab, atau semester. Hasilnya digunakan untuk menentukan nilai akhir atau kelulusan. contohnya, Ujian akhir semester pada materi termokimia untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi siswa dan dijadikan dasar pengisian rapor.</p></li><li><p>asesmen diagnostik (Diagnostic)</p><p>menyebutkan bahwa asesmen diagnostik dilakukan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa, kemampuan awal, dan faktor penyebab rendahnya prestasi. Dengan fungsi ini, guru dapat memberikan remedial atau layanan khusus. contohnya, Sebelum memulai stoikiometri, guru memberi tes awal tentang konsep mol. Hasilnya menunjukkan sebagian siswa belum memahami konversi mol ke gram, sehingga guru perlu memberikan penguatan materi prasyarat.</p></li><li><p>Placement (Fungsi Penempatan)</p><p>asesmen juga berfungsi menempatkan peserta didik dalam kelompok belajar, layanan khusus, atau program tertentu sesuai dengan kemampuannya.  contohnya, Sebelum praktikum titrasi asam-basa, guru mengadakan tes singkat keterampilan dasar laboratorium. Hasilnya dipakai untuk membagi kelompok agar ada keseimbangan antara siswa yang sudah terampil dan yang masih membutuhkan pendampingan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:58:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hastutiagussalim1112_1/ymzoqyi5suylloaj/wish/3562369996</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
