<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Cultural Responsive Pedagogy by Ariya</title>
      <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-12-05 02:41:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-04-26 07:37:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Siapa yang menggagas</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408501378</link>
         <description><![CDATA[<div>Gloria Ladson-Billing&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1906669868/e03f1dbacd9648e8e4e52296e30d7a3e/images__1_.jpg" />
         <pubDate>2022-12-05 02:48:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408501378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408510334</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Gay (2010) bahwa pendekatan pembelajaran <em>Culturally Responsive Pendagogy</em> (CRP) merupakan suatu pendekatan yang dapat mengembangkan potensi keberagaman siswa dengan mengeksplorasi kemampuan akademik dan kemampuan psikososial siswa.<br>Menurut Pebriansyah (2020) bahwa pendidikan tanggap budaya atau responsif budaya merupakan model pendidikan teoritis dan praktik yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan prestasi peserta didik, tetapi juga untuk membantu siswa menerima serta memperkokoh/memperkuat identitas budayanya. Pendidikan tanggap budaya merupakan proses pengajaran yang&nbsp; dilakukan&nbsp; oleh&nbsp; guru&nbsp; dengan&nbsp; mengenalkan&nbsp; budaya&nbsp; kepada&nbsp; peserta&nbsp; didiknya&nbsp; supaya mereka&nbsp; dapat&nbsp; menghormati&nbsp; &nbsp; dan&nbsp; menghargai&nbsp; serta&nbsp; mereka&nbsp; bisa&nbsp; lebih&nbsp; responsif&nbsp; terhadap budaya yang ada. <br>Menurut Maryono <em>et al. </em>(2021) bahwa pendidikan tanggap budaya merupakan pengajaran yang mengakui dan mengakomodasi keragaman kultural di dalam ruang kelas. Pendidikan tanggap budaya mengakui dan menanamkan budaya pada siswa ke dalam kurikulum sekolah dan membuat hubungan yang bermakna dengan budaya masyarakat. Pendidikan tanggap budaya dirancang untuk membantu memberdayakan anak-anak dan remaja dengan menggunakan hubungan budaya bermakna untuk menyampaikan akademik, pengetahuan sosial dan sikap.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 02:56:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408510334</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karakteristik Guru</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408510475</link>
         <description><![CDATA[<div>Terdapat <strong>6 karakteristik yang harus dimiliki guru </strong>dalam menerapakan pembelajaran <em>Culturally Responsive Pedagogy </em>(Villegas dan Lucas, 2002):</div><ol><li><strong><em>Sosio-cultural consciousness</em></strong><strong> (Memiliki kesadaran sosio-kultural)</strong><br>Guru yang tanggap budaya memahami bahwa norma-norma, keadaan sosial, sejarah dll dapat memengaruhi pengalaman peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan merefleksi diri sendiri (guru) untuk mengenali bagaimana identitas sosial diri sendiri dan peserta didik.&nbsp;</li><li><strong><em>High expectation </em></strong><strong>(Memiliki afirmasi positif)</strong><br>Guru memberikan motivasi dan pandangan kepada peserta didik, bahwa setiap peserta didik mampu mencapai belajar dan mencapai kesuksesannya tanpa adanya diskriminasi. Guru menghargai setiap identitas sosial peserta didik sebagai jati diri peserta didik dan bukan sebagai suatu keterbatasan.</li><li><strong><em>Desire to make a difference</em></strong><strong> (Memiliki keinginan untuk melakukan suatu perubahan)</strong><br>Guru yang tanggap budaya memandang kesetaraan dalam pendidikan sebagai hal yang penting dalam mendukung prestasi belajar peserta didik. Guru berkomitmen untuk menjadi agen perubahan sosial agar dapat mengurangi hambatan (yang terjadi pada anak berkebutuhan khusus, anak yang keadaan ekonominya rendah) dan menciptakan kondisi belajar yang bermanfaat bagi peserta didik.</li><li><strong><em>Constructivist approach </em></strong><strong>(Menerapkan pendekatan konstruktivis)</strong><br>Guru yang tanggap budaya, membangun pembelajaran berdasarkan pengalaman sehari-hari setiap peserta didik yang ada di kelas kemudian diintegrasikan ke dalam instruksi dan proses pembelajaran. Selama pembelajara, peserta didik diharapkan mampu meningkatkan rasa ingin tahunya dengan berperan aktif dalam membangun pengalaman belajar selama di kelas.</li><li><strong><em>Deep knowledge of their students </em></strong><strong>(Memahami lebih dalam tentang peserta didiknya)</strong><br>Guru memahami peserta didik terkait&nbsp; kehidupan peserta didik dan keluarganya, serta cara belajar peserta didik. Usaha guru dalam memahami hal tersebut yaitu dengan membangun hubungan yang kuat dengan keluarga peserta didik. Hal ini menunjukan bahwa guru menghargai setiap latar belakang peserta didik.&nbsp;</li><li><strong><em>Culturally responsive teaching practices</em></strong><strong> (Mendesain pembelajaran pendidikan tanggap budaya)<br></strong>Guru mendesain dan membangun instruksi yang dapat mengembangkan pengetahuan peserta didik ke dalam pemahaman dan pembelajarannya.</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 02:56:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408510475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Prinsip Aplikasi Pendidikan Tanggap Budaya</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408510643</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Pentingnya budaya</li><li>Pengetahuan terbentuk sebagai bagian dari konstruksi sosial,</li><li>Inklusivitas budaya</li><li>Prestasi akademis tidak terbatas pada dimensi intelektual&nbsp;</li><li>Keseimbangan dan keterpaduan antara kesatuan dan keragaman (Greer, et. al., 2009)</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 02:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408510643</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daftar Pustaka</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408511771</link>
         <description><![CDATA[<div>Gay, G. 2010. Culturally responsive teaching: Theory, research, &amp; practice. Teachers College Press : New York <br><br>Guido, M. (2021, October 6). Culturally Responsive Teaching: Examples, Strategies &amp; Activities for Success | Prodigy Education. Prodigygame. https://www.prodigygame.com/main-en/blog/culturally-responsive-teaching/ <br><br>Maryono, K., Sirait, R., Sinulingga, K. &amp; Sirait, R. (2021). <em>Program Studi Pendidikan Fisika , Universitas Negeri Medan Program Studi Fisika Universitas Islam , Negeri Sumatera Utara DEVELOPMENT OF BASED PHYSICAL LEARNING DEVICES JAVA CULTURE CULTURE THROUGH APPROACH Physics Education Study Program , Universitas Ne</em>. <em>10</em>(1), 13–24.<br><br>Musanna, A. (2012). Artikulasi Pendidikan Guru Berbasis Kearifan Lokal untuk Mempersipakan Guru yang Memiliki Kompetensi Budaya. <em>Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 18</em>(3), 328-341.<br><br>Pebriansyah, Fitri. (2020). Pendidikan Responsif Budaya Sebagai Upaya Menciptakan Pendidikan Multikultural. <em>Jurnal Pendidikan Sosiologi, </em>10(1).<a href="https://doi.org/10.17509/sosietas.v10i1.26004"> https://doi.org/10.17509/sosietas.v10i1.26004.</a> <br><br>Silva, Renuka Mahari De, Rebecca Gleditsch, Christine Job, Shannon Jesme, Brittney Urness, Cheryl Hunter, Renuka Mahari De Silva, Rebecca Gleditsch, Christine Job, and Shannon Jesme. 2017. “Gloria Ladson-Billings.” (2011):23–28.<br><br>Villegas, A. M., dan Lucas, T. (2002). Preparing Culturally Responsive Teacher: Rethinking the Curriculum. <em>Journal of Teacher Education, 53</em>(1),20-32.<br><br>Will, M. &amp; Najarro, I. (2022, April 18). What Is Culturally Responsive Teaching?. Edweek. https://www.edweek.org/teaching-learning/culturally-responsive-teaching-culturally-responsive-pedagogy/2022/04</div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 02:57:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408511771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hal baru yang diperoleh tiap mhs/ kelompok</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408512401</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Cicik Wijayanti:</strong> Dengan adanya penerapan pendidikan tanggap budaya (CRP) dalam pembelajaran, dapat membuat karakter peserta didik menjadi semakin baik dan memberikan respon yang positif terhadap suatu perbedaan.<br><br><strong>Siti Khofifatus Sholikah</strong>: Hal baru yang saya dapatkan adalah bahwa ternyata Culturally Responsive Pedagogy (CRP) dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menyikapi multikulturalisme peserta didik baik dalam lingkungan kelas maupun sekolah. Melalui CRP dapat diciptakan ekosistem pembelajaran yang aman, nyaman, dan berpihak kepada peserta didik.<br><br><strong>Putri Wahyu Ramadhani</strong>: Berdasarkan karakteristik CRP yang sudah saya pelajari, saya mendapatkan gambaran bahwa setiap guru perlu memahami pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik untuk menciptakan kelas tanggap budaya yang kontekstual.<br><br><strong>Febrina Hanif Addaafi</strong>: Setelah saya mempelajari karakteristik CRP, saya dapat mengetahui bahwa guru harus berempati dan menciptakan kesetaraan pada peserta didik selama proses pembelajaran untuk membentuk karakter guru yang tanggap budaya.<br><br><strong>Vinna Agus Trianti: </strong>Hal baru yang saya dapatkan setelah mempelajari CRP yaitu dengan menggunakan pendekatan CRP dapat digunakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal pada masing-masing kompetensi dasar.<br><br><strong>Riski Dwi Fanani: </strong>Hal baru yang saya pahami terkait CRP ini adalah suatu upaya pengajaran yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan peserta didik akibat adanya perrbedaan budaya, minat, gaya belajar, dll. <br><br><strong>Arya Dwi Susetyadi :</strong> Hal baru yang saya pahami terkait CRP adalah CRP meliputi tidak hanya praktik mengajarnya saja tapi mewujudkan lingkungan belajar yang sesuai dengan budaya yang dimiliki oleh peserta didik serta cara berinteraksinya juga <br><br><strong>Kartika Syarifah Fitri Hariyanti </strong>: Setelah mempelajari materi tentang <em>Culturally Responsive Pedagogy</em> (CRP), saya memahami bahwa budaya memainkan peran dalam pembentukan karakter belajar peserta didik. Pendidikan tanggap budaya adalah model pendidikan teoritis yang tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi peserta didik, tetapi juga membantu siswa menerima dan memperkokoh identitas budayanya. Sehingga sebagai pendidik, sebaiknya guru dapat mempelajari budaya yang ada pada lingkungan tempat mengajar supaya dapat memberikan pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi bermakna.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 02:58:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408512401</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komponen</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408513062</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><strong>Yang dipelajari peserta didik</strong> - memprioritaskan perkembangan intelektual peserta didik, termasuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah.</li><li><strong>Kompetensi budaya</strong> - membuat lingkungan dimana peserta didik merasa diterima dan diapresiasi budayanya dan juga mengembangan kemahirannya dalam berbudaya</li><li><strong>Pemikiran kritis</strong> - mengajarkan peserta didik bagaimana mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan dunia nyata, terutama yang mengakibatkan ketidakadilan sosial terhadap kelompok masyarakat yang terpinggirkan.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 02:58:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408513062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bagian menantang untuk diaplikasikan</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408514499</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kelompok 3:<br></strong>Bagian yang menantang untuk diaplikasikan menurut kelompok kami adalah <strong>Mengenal memahami peserta didik dan Melakukan wawancara. </strong>Hal ini merupakan kegiatan menantang karena guru memerlukan waktu yang cukup untuk membangun kedekatan emosional serta jika jumlah peserta didik banyak maka akan sulit untuk memetakan data yang diperoleh<strong><br></strong><br><br><strong>Kelompok 4 : </strong><br>Bagian yang menantang untuk diaplikasikan menurut kelompok kami adalah <strong>Mengintegrasikan permasalahan menggunakan bahasa yang relevan - </strong>Membuat pertanyaan kontekstual yang bersumber pada minat peserta didik dan budayanya. Hal tersebut menjadi menantang karena setiap peserta didik harus belajar perbendaharaan kata atau bahasa yang digunakan oleh peserta didik lainnya sesuai dengan latar belakang budayanya, dan untuk mempelajari hal tersebut juga membutuhkan waktu.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 03:00:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408514499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408515155</link>
         <description><![CDATA[<div>Culturally Responsive Pedagogy (CRP) atau Pendidikan Tanggap Budaya pada awalnya berpijak dari realitas kebijakan asimilasi pendidikan di Amerika Serikat yang berlangsung sampai akhir 60-an, yang&nbsp; tidak memberi ruang proporsional pada artikulasi budaya minoritas. Menurut Gay (2000) Diskriminasi dan stereotip terhadap masyarakat pribumi (Indian, Najavo, Aborigin, dll.) dan imigran (khususnya dari Asia dan Afrika) telah menyebabkan kesenjangan dan rendahnya prestasi akademis peserta didik yang berasal dari kedua kelompok tersebut (Al Musanna, 2012).<br><br>Gloria Ladson-Billings menyaksikan dampak modal budaya Afrika-Amerika yang dieksploitasi oleh masyarakat kulit putih yang dominan. Sadar akan keingintahuan epistemologis yang melekat dalam keahlian bikulturalnya sendiri, Ladson-Billings memperjuangkan produksi karya ilmiah untuk mengembangkan strategi mengajar anak-anak Afrika-Amerika dan mengadvokasi pedagogi yang responsif budaya. Kontribusi Gloria Ladson-Billings terhadap pendidikan Amerika melalui lensa multikultural tidak tertandingi. Pendiriannya yang kuat bahwa siswa Afrika-Amerika harus cakap, cerdas, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil di sekolah tampaknya semakin berkembang di kalangan pendidikan. Namun, jika prekursor kesetaraan ras dan pendidikan diubah menjadi prestasi abadi yang menutup kesenjangan rasial antara kulit hitam dan kulit putih, masih banyak perubahan mendasar dalam struktur sosial dan politik yang akan mempengaruhi kebijakan pendidikan. Ladson-Billings adalah pendukung kuat untuk kesempatan pendidikan yang setara bagi semua anak Afrika-Amerika dan menolak penggunaan "ras" sebagai konsep bertingkat dalam masyarakat kulit putih Amerika sebagai "kebangkrutan" (Silva et al. 2017). Dengan demikian, Ladson-Billings mengidentifikasi ras sebagai konstruksi sosial, bukan ilmiah, yang membutuhkan perubahan dalam struktur kekuasaan rasial yang telah merusak anak-anak Afrika-Amerika (2007) di berbagai tingkatan.<br><br></div><div>Berangkat dari hal tersebut, Ladson-Billings mencetuskan pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Pedagogy (CRP) sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 03:01:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408515155</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kegiatan yg akan diaplikasikan</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408517989</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kelompok 3 : <br></strong>Kegiatan yang akan kami aplikasikan dalam pembelajaran di kelas yaitu dengan menyediakan pojok literasi dan kreasi serta panggung ekspresi untuk peserta didik. Selain itu kami akan mendesain tata letak bangku dalam bentuk letter U agar pembelejaran lebih terpusat dan memudahkan peserta didik untuk saling berkolaborasi.<br><br><strong>Kelompok 4</strong> : <br>Kegiatan yang akan kami aplikasikan dalam pembelajaran di kelas yaitu <strong>Pembelajaran berbasis permainan</strong> - Pembelajaran ini adalah cara untuk membuat koneksi melalui budaya peserta didik dan dikaitkan dengan konten/materi yang sedang dipelajari. Seperti penerapan permainan "cublak-cublak suweng" dalam pembelajaran IPA.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 03:04:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408517989</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan</title>
         <author>ariyad</author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408529894</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Memberdayakan peserta didik untuk berbagi ide/ gagasan</li><li>Mengintegrasikan tugas yang beragam dan praktik belajar</li><li>Memahami kebutuhan belajar dan gaya belajar peserta didik</li><li>Meniru gaya mengajar sesuai dengan budaya seperti bercerita</li></ul><div>(Will,dkk, 2022)</div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 03:17:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408529894</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CULTURALLY RESPONSIVE PEDAGOGY</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408578625</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:22:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408578625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408579502</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:23:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408579502</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karakteristik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408581600</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:26:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408581600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Strategi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408585814</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><strong>Mengenal dan memahami peserta didik</strong> - Dilakukan diawal pembelajaran guna mengetahui karakteristik peserta didik, bisa melalui interview, tes diagnosis, dll. Upaya ini bertujuan untuk membangun kedekatan secara emosional dengan peserta didik dan mencocokkan cara pengajaran.</li><li><strong>Wawancara peserta didik</strong> - Bertujuan untuk menggali informasi mengenai kesukaan peserta didik, hobi, pelajaran kesukaan, dll.</li><li><strong>Mengintegrasikan permasalahan menggunakan bahasa yang relevan - </strong>Membuat pertanyaan kontekstual yang bersumber pada minat peserta didik dan budayanya.</li><li><strong>Menampilkan pemahaman baru menggunakan perbendaharaan bahasa yang sesuai dengan peserta didik</strong> - Cara ini dilakukan diawal pembelajaran dengan menggunakan diksi yang dapat membangun pemahaman peserta didik dan meningkatkan motivasi belajar mereka.</li><li><strong>Mengundang pembicara yang menarik</strong> - Pembicara ini dapat membangkitkan motivasi peserta didik karena adanya keterkaitan minat dari peserta didik dalam mempelajari materi.</li><li><strong>Menyediakan pojok belajar</strong> - Upaya ini bertujuan agar peserta didik dapat belajar secara bergantian, misal didalam kelas tersebut ada yang belajar dari menonton video, membaca artikel, atau menyusun puzzle pembelajaran. Setelah itu, guru dapat membimbing jalannya diskusi dengan memberikan pertanyaan atau Quis untuk dijawab.</li><li><strong>Pembelajaran berbasis permainan</strong> - Pembelajaran ini adalah cara untuk membuat koneksi melalui budaya peserta didik dan dikaitkan dengan konten/materi yang sedang dipelajari.</li><li><strong>Menunjuk peserta didik</strong> - Mendorong peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya melalui tanya jawab dan untuk mempertahankan perhatian&nbsp; atau motivasi belajar di kelas.</li><li><strong>Menggunakan media yang memuat berbagai budaya secara gantian</strong> - Memasukkan budaya dan kearifan lokal yang beragam melalui materi pembelajaran yang sedang dipelajari, seperti memasukkannya pada film, atau lain sebagainya.</li><li><strong>Memfasilitasi berbagai macam kesempatan belajar</strong> - Membagi kelas menjadi kelompok yang memiliki kesamaan gaya belajar, minat, dll.</li><li><strong>Mendorong peserta didik untuk menyampaikan gagasannya pada kegiatan pembelajaran berbasis proyek</strong> - Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan gagasannya mengenai konsep proyek dan cara menyelesaikannya serta mengizinkan mereka untuk menunjukkan kelebihan yang mereka miliki.</li><li><strong>Pengajaran teman sebaya</strong> - Menerapkan pembelajaran jigsaw, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjelaskannya kepada teman sebaya.</li><li><strong>Bekerja kelompok</strong> - Menyediakan waktu kepada peserta didik untuk bekerjasama dengan peserta didik lainnya guna me-review matei atau tugas yang sedang mereka kerjakan.&nbsp;</li><li><strong>Menyelenggarakan pembelajaran berbasis masalah.</strong></li><li><strong>Melibatkan orang tua dalam pembelajaran - </strong>dengan memberikan buku penghubung anatar guru dan wali murid.</li></ol><div>(Guido, 2021)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:31:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408585814</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408591349</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:38:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408591349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408595329</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:42:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408595329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408595900</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:42:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408595900</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daftar Pustaka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408597290</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-05 04:44:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ariyad/ylo03nbd1dfeugjw/wish/2408597290</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
