<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PTS SKI by Dinda Miftahul Jannah</title>
      <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-26 06:56:50 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-09-26 12:01:10 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://www.worldatlas.com/r/w1200-h701-c1200x701/upload/2c/48/4c/shutterstock-78923167.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>1) Kondisi Masyarakat Indonesia Sebelum Islam</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768182387</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>a.</strong> <strong>Kondisi Sosial Budaya </strong><br>&nbsp; &nbsp; Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang masing-masing daerahnya mempunyai corak seni, budaya, dan bahasa beragam. Berbagai perbedaan itulah yang membentuk keanekaragaman suku bangsa di Indonesia. <br><br><strong>b. Kondisi Agama atau Kepercayaan</strong><br>&nbsp; &nbsp;Sebelum datangnya Islam masyarakat Indonesia sudah mengenal agama atau kepercayaan. Mereka sudah memeluk agama Hindu, Buddha, dan sebagian menganut kepercayaan Kapitaya. <br><br><strong>c. Kondisi Perekonomian </strong><br>&nbsp; &nbsp; Penduduk Indonesia sebelum Islam memiliki berbagai mata pencaharian. Di antara mereka ada yang berdagang, bercocok tanam, beternak, serta berlayar atau menjadi nelayan. <br><br><strong>d. Kondisi Sosial Politik </strong><br>&nbsp; &nbsp; Sebelum Islam datang ke Indonesia pada abad ke-7 hingga ke-12, Sriwijaya mengalami masa kejayaan, baik dalam bidang politik, sosial, maupun ekonomi. Kejayaan yang dialami Sriwijaya sangat ditentukan oleh letak wilayahnya sebagai kerajaan maritim. Dalam hal ini, Sriwijaya merupakan bagian dari jalur perdagangan internasional. <br><br><strong>e. Kondisi Suku Bangsa </strong><br>&nbsp; &nbsp; Masyarakat Indonesia memiliki suku bangsa yang beragam.&nbsp; Setiap suku bangsa mempunyai corak seni, budaya, dan bahasa masing-masing. Berbagai perbedaan itulah yang membentuk keanekaragaman suku bangsa di Indonesia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 06:57:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768182387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2) Jalur Masuknya Islam di Indonesia</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768195829</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>a. Perdagangan</strong><br>&nbsp; &nbsp; Saluran Penyebaran Islam melalui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut terlibat dalam kegiatan perdagangan.&nbsp; Kaum pedagang memegang peranan sangat penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan munculnya tempat perdagangan yang membantu mempercepat penyebaran tersebut. <br><br><strong>b. Perkawinan </strong><br>&nbsp; &nbsp; Dari sudut pandang ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih tinggi dan unggul daripada kebanyakan masyarakat pribumi. Dan penduduk pribumi menjadi pasangan saudagar-saudagar tersebut. Jalur perkawinan lebih menguntungkan dalam penyebaran agama Islam. Sebab,&nbsp; jika terjadi perkawinan antara anak bangsawan&nbsp; karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai kekuasaan kuat,&nbsp; maka keislaman mereka akan diikuti oleh masyarakat/pengikutnya sehingga turut mempercepat proses islamisasi.<br><br><strong>c. Pendidikan </strong><br>&nbsp; &nbsp; Pembelajaran halaqah merupakan cikal bakal pendidikan pesantren yang di kemudian hari berkembang menjadi pondok pesantren.&nbsp; Model pendidikan ini memiliki ciri khas santri/peserta didik menginap di asrama dengan dibimbing oleh guru agama, kiai, ataupun ulama.&nbsp; Setelah keluar dari pesantren, mereka pulang ke kampung masing-masing atau berdakwah ke tempat tertentu untuk mengajarkan agama Islam. <br><br><strong>d. Seni Budaya </strong><br>&nbsp; &nbsp; Saluran penyebaran Islam melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang.&nbsp; Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, tetapi di dalam cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam, pendidikan, dan unsur-unsur filsafat .<br><br><strong>e. Tasawuf </strong><br>&nbsp; &nbsp; Tasawuf adalah ajaran untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan-Nya.&nbsp; Orang yang ahli di bidang ilmu tasawuf disebut sufi.&nbsp; Mereka mahir dalam hal-hal magis dan mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan. Di antara mereka ada yang mengawini putri-putri bangsawan setempat. <br><br><strong>f. Politik </strong><br>&nbsp; &nbsp; Di beberapa daerah di Indonesia, kebanyakan rakyatnya masuk Islam setelah penguasa atau rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik para raja dan penguasa tersebut sangat membantu tersebarnya Islam di Indonesia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 07:14:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768195829</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3) Teori Masuknya Islam ke Indonesia</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768200899</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>a. Teori Mekah</strong><br>&nbsp; &nbsp; Teori Mekah mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi. Adapun orang-orang yang membawa Islam ke Indonesia berasal dari bangsa Arab, terutama Mesir. <br><br><strong>b. Teori Persia </strong><br>&nbsp; &nbsp; Teori Persia berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-15 dengan dibawa oleh bangsa Persia (sekarang menjadi negara Iran). <br><br><strong>c. Teori Gujarat </strong><br>&nbsp; &nbsp; Teori ini mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi. Bangsa Gujarat (Cambay) dari India diyakini sebagai pihak yang membawa Islam ke Indonesia. <br><br><strong>d. Teori Cina </strong><br>&nbsp; &nbsp; Teori cina ini di dasarkan pada asumsi adanya unsur kebudayaan Cina dalam sejumlah unsur kebudayaan Islam di Indonesia, berdasarkan sumber klonik dari klenteng Sampokong di Semarang yang memperlihatkan pengaruh orangorang Cina dalam penyebaran Islam di Indonesia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 07:20:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768200899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4) Corak Keislaman di Indonesia</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768222185</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>a. Politik </strong><br>&nbsp; &nbsp; Ajaran Islam ikut mewarnai corak politik di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kerajaan Islam di Indonesia, seperti Kerajaan Samudera Pasai, Malaka, Aceh Darussalam, Demak, Pajang, Banten, Cirebon, Mataram, Ternate, Tidore, Gowa-Tallo, dan lain-lain. <br><br><strong>b. Seni dan Budaya</strong><br>&nbsp; &nbsp; Kata “budaya” berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddayah sebagai bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi, atau akal. Maka, kata kebudayaan dapat diartikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran.&nbsp; Banyak seni dan budaya Indonesia yang bernuansa Islam seperti, hadrah, rebana, kasidah, kaligrafi, seni lukis, seni pahat, tari zapin, pakarena burakne, sandur, tari pergaulan, barzanji, khitan, sekaten, rajaban, mauludan, nyadran, kenduri, menata konde, dan masih banyak lagi. <br><br><strong>c. Pendidikan </strong><br>&nbsp; &nbsp; Indonesia memiliki letak yang strategis dalam rangka pelayaran dan perdagangan sehingga menjadi salah satu sarana masuknya ajaran Islam. Para saudagar, ulama, termasuk wali, berperan besar terhadap penyebaran Islam. Mereka pada mulanya mendirikan pesantren-pesantren di sekitar kota pelabuhan guna menyebarkan dakwah Islam. Istilah “pesantren” sendiri berasal dari ucapan “pesantrian”, yakni tempat para santri menimba ilmu agama.&nbsp;<br><br>d. Perekonomian&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Sejarah mencatat banyak tokoh muslim Indonesia yang sukses dalam bidang perekonomian. Mohammad Hatta adalah salah contoh tokoh muslim yang ikut mewarnai perekonomian Indonesia dengan nilai-nilai keislaman, Ia dikenal sebagai bapak koperasi, di mana badan usaha berbentuk koperasi merupakan saka guru Kegiatan&nbsp; perekonomian Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 07:44:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768222185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5) Dua Penguasa Samudera Pasai</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768436375</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>a. Dinasti Meurah Khair</strong><br>&nbsp; &nbsp; Pendiri dan raja pertama Kerajaan Samudera Pasai adalah Meurah Khair yang bergelar Maharaja Mahmud Syah (1042–1078 Masehi), kemudian&nbsp; disusul para penggantinya, yaitu Maharaja Mansyur Syah (1078–1133 Masehi), Maharaja Giyasuddin Syah (1133–1155 Masehi),&nbsp; Sultan Nazimuddin al-Kamil. Ia berasal dari Mesir dan tidak mempunyai keturunan (1155–1210 Masehi). <br><br><strong>b. Dinasti Meurah Silu</strong><br>&nbsp; &nbsp; Meurah Silu bergelar Sultan Malik al-Saleh (1285–1297 Masehi). Ia adalah keturunan Raja Perlak (Malaysia) sekaligus merupakan pendiri kedua Dinasti Kerajaan Samudera Pasai.&nbsp; Selanjutnya, para penerus Meurah Silu atau Sultan Malik al-Saleh adalah Sultan Muhammad Malik Zahir (1297–1326 Masehi), Sultan Mahmud Malik Zahir (1326–1345 Masehi), Sultan Mansur Malik Zahir (1345–1346 Masehi),&nbsp; Sultan Ahmad Malik Zahir (1346–1383 Masehi), Sultan Zainal Abidin (1383– 1403 Masehi).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 11:28:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768436375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6) Perekonomian Kerajaan Malaka</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768439632</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; Kehidupan perekonomian masyarakat Malaka bertumpu pada perdagangan dan pelayaran. Masyarakat Malaka dapat disebut sebagai masyarakat maritim. Masyarakatnya banyak yang berprofesi sebagai pedagang dan nelayan. Sebagai masyarakat yang hidup dalam dunia maritim. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 11:32:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768439632</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7) Struktur Kerajaan Aceh Darussalam</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768445930</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp;Struktur pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam dibentuk oleh Sultan Iskandar Muda. Pada dasarnya, struktur kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam terbagi menjadi dua wilayah, yaitu kekuasaan oleh kaum bangsawan dan alim ulama. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 11:38:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768445930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>8) Raja yang Memerintah di Kerajaan Demak</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768451048</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Fatah yang memerintah pada tahun 1500‒1518.&nbsp; Raden Fatah meninggal pada tahun 1518. Selanjutnya pemerintahan kerajaan Demak dilanjutkan oleh Pati Unus selama empat tahun. Ia meninggal pada tahun 1522 dalam usahanya mengusir Portugis dari Malaka.&nbsp; Pemerintahan dilanjutkan oleh adiknya, yakni Sultan Trenggono.&nbsp; Demak mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono.&nbsp; Pada tahun 1546, Sultan Trenggono wafat.&nbsp; Sejak saat itu, Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran akibat terjadinya perebutan tahta kerajaan. Kemudian Joko Tingkir menjadi raja selanjutnya yang&nbsp; bergelar Sultan Hadiwijaya. Pada saat itu Kerajaan Demak sudah mengganti nama menjadi Kerajaan Pajang. Kemudian, Aria Pangiri menjadi raja selanjutnya pada tahun 1583-1586. Dan raja terakhir dari Kerajaan Pajang adalah Pangeran Benawa yang memimpin dari tahun 1586 sampai tahun 1587. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 11:43:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768451048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>9) Kerajaan Islam di Sulawesi</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768461118</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; Kerajaan Islam yang terdapat di Sulawesi, di antaranya Gowa Tallo/Makassar, Bone, Wajo dan Soppeng, serta Buton. Dari sekian banyak kerajaan itu, yang paling terkenal adalah Gowa-Tallo. Pada awalnya, di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yaitu Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero, dan Kalili, yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 11:53:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768461118</guid>
      </item>
      <item>
         <title>10) Tuan dari Tujuh Puluh Dua Pulau</title>
         <author>dindajannah4545</author>
         <link>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768465521</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp;Sultan Baabullah (10 Februari 1528 – Juli 1583) atau Babullah, juga dikenali sebagai Baab atau Babu dalam sumber Eropa, merupakan sultan ke-7 dan penguasa ke-24 Kesultanan Ternate di maluku utara yang memerintah antara tahun 1570 dan 1583. Ia dianggap sebagai Sultan teragung dalam sejarah Ternate dan Maluku karena keberhasilannya mengusir penjajah Portugis dari Ternate dan membawa kesultanan tersebut kepada puncak kejayaannya di akhir abad ke-16. Sultan Baabullah juga dikenali dengan gelar "Penguasa 72 Pulau", berdasarkan wilayah kekuasaannya di Indonesia timur, yang mencakup sebagian besar Kepulauan Maluku, Sangihe dan sebagian dari Sulawesi. Pengaruh Ternate pada masa kepemimpinannya bahkan mampu menjangkau Solor (Lamaholot), Bima (Sumbawa bagian timur), Mindanao, dan Raja Ampat. Peran Maluku dalam jaringan niaga Asia meningkat secara signifikan karena perdagangan bebas hasil rempah dan hutan Maluku pada masa pemerintahannya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-26 11:58:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dindajannah4545/ylbh3nd7zd9steo1/wish/1768465521</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
