<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Indonesian A Learner&#39;s Portofolio by Teresa Azarel</title>
      <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-18 09:34:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-17 01:20:09 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Introduction</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3056570832</link>
         <description><![CDATA[<p>Selamat datang di Indonesian A Learner's Portofolio saya. Perkenalkan, saya Teresa Azarel Gayatri Lamiang. Saat ini, saya sedang bersekolah di SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah. Disini saya akan endokumentasikan semua pelajaran yang ilmu yang saya dapatkan terkait pelajaran Indonesian A yang sangat erat dengan sastra dan kehidupan masyarakat Indonesia.</p><p><br/></p><p>Sejak kecil, saya suka membaca buku fiksi maupun non-fiksi karena membuat saya senang dan mempelajari hal baru. Saya juga sangat tertarik dengan buku-buku sastra Indonesia, nilai dan cerita masyarakat Indonesia yang ingin disampaikan. Hal tersebut akan saya pelajari di kelas Indonesian A. </p><p><br/></p><p>Terima kasih &amp; Selamat membaca 🙏🙏🙏</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-18 09:48:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3056570832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Semua Untuk Hindia oleh Iksaka Banu</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3056620553</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Cerita Pertama: Selamat Tinggal Hindia</strong></p><p>Mengisahkan tentang seorang wanita berdarah Belanda bernama Geertje. Ia lahir dan dibesarkan di Hindia Belanda. Ia juga sempat menjadi guru bumiputra. Hal tersebut membuat Geertje memiliki rasa cinta dan berani berjuang bagi Hindia Belanda. Ia pun memberanikan diri untuk memihak kepada kemerdekaan Hindia Belanda dan rela dicap menjadi seorang pengkhianat oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). </p><p><br/></p><p>Cerita ini sangat membuat saya terkesan, karena keberanian seorang Geertje untuk menyerukan kebenaran dan kemanusiaan. Salah satu kutipan favorit saya dari cerita ini adalah, "Dan apapun yang ada di ujung nasib, aku akan tetap tinggal di sini," yang memperlihatkan semangat cinta dan rela berkorban bagi tanah air. </p><p><br/></p><p><strong>Cerita Kedua: Stambul Dua Pedang</strong></p><p>Mengisahkan seorang nyai istri orang Belanda yang memiliki hubungan gelap dengan seorang pemain opera. Hubungan mereka terus menjadi semakin dekat hingga akhirnya sang nyai memutuskan untuk kabur bersama kekasih gelapnya. Hubungan mereka akhirnya diketahui oleh sang suami. Sang kekasih gelap dan sang suami pun hendak melakukan tanding anggar, dan sang nyai ingin melindungi kekasihnya. </p><p><br/></p><p>Cerita ini menyimbolkan rasa akan ingin kebebasan yang diceritakan melalui sang nyai. Meskipun hidup bersama sang pemain opera tentunya akan menjadi lebih tidak menentu dibandingkan dengan suami Belanda-nya, ia tetap memperjuangkan kehendaknya.</p><p><br/></p><p><strong>Cerita Ketiga: Keringat dan Susu</strong></p><p>Mengisahkan seorang laki-laki Belanda yang dibesarkan di Hindia Belanda dan memiliki seorang ibu susu bumiputra. Ia melihat betapa orang bumiputra disiksa yang mengingatkannya akan ibu susunya.</p><p><br/></p><p>Cerita ini juga menunjukan bahwa kemanusiaan, keadilan dan rasa cinta tidak dibatasi dengan kebangsaan ataupun propaganda.</p><p><br/></p><p><strong>Cerita Keempat: Racun untuk Tuan</strong></p><p>Mengisahkan seorang wanita bernama Imah yang menjadi seorang nyai bagi seorang pria Belanda. Suatu hari, pria Belanda tersebut bertemu dengan teman masa kecilnya yang membuatnya jatuh cinta dan melamarnya. Sang perempuan pun menerima lamarannya. Mereka pun merencanakan untuk menikah. Sebelum pernikahan, pria Belanda tersebut mengusir Imah. Sebelum pergi, Imah memasak bagi pria Belanda tersebut. Sang pria Belanda mengetahui bahwa ada racun di dalam makanan tersebut, ia pun tetap memakannya.</p><p><br/></p><p><strong>Cerita Kelima: Gudang Nomor 012B</strong></p><p>Mengisahkan tentang suatu gudang yang dianggap angker karena kuli-kuli yang ke sana bertemu dengan sosok wanita berambut panjang disertai dengan bau wangi-wangian kemenyan. Ternyata wanita tersebut merupakan penderita lepra akut yang dimanfaatkan untuk mencuri beras.</p><p><br/></p><p><strong>Cerita Keenam: Semua untuk Hindia</strong></p><p>Mengisahkan tentang seorang lelaki Belanda yang memiliki pujaan hati yaitu seorang perempuan Bali. Pihak keluarga sang perempuan menunjukan pemberontakan pada pemerintah Hindia Belanda, sehingga keluarganya dan ia sendiri dibinasakan.</p><p><br/></p><p><strong>Cerita Ketujuh: Tangan Ratu Adil</strong></p><p>Mengisahkan tentang pemberontakan kepada pemerintah Hindia Belanda yang termasuk pembunuhan dan penyiksaan terhadap orangtua maupun anak kecil. </p><p><br/></p><p><strong>Cerita Kedelapan: Pollux</strong></p><p>Mengisahkan tentang seorang Belgia yang terpaksa untuk menuruti pemerintah Belanda karena penjajahan. Ia memperjuangkan kemerdekaan Belgia hingga akhirnya ditangkap. Saat ditangkap, ia dibawa ke suatu tempat dimana ia bertemu dengan Pangeran Diponegoro yang memiliki semangat yang sama dengannya, yaitu kemerdekaan bagi bangsanya.</p><p><br/></p><p><strong>Cerita Kesembilan: Di Ujung Belati</strong></p><p>Mengisahkan tentang Letnan Fabian Grijs yang bertugas di suatu pos militer. Ia menyadari bahwa akan ada pasukan Inggris yang akan menyerang pos-nya. Saat sudah berada dalam posisi terpojok, ternyata yang memojokan diri-nya adalah Sabeni yang mengampuni-nya dengan tidak membunuh-nya.</p><p><br/></p><p>Realita sosial: </p><ol><li><p>perempuan dipandang sebelah mata. lagi lagi membahas tentang pergundikan pada masa penjajahan Belanda. Meskipun bukan merupakan isu utama, tetapi tetap disinggung dan dikritik oleh Iksaka Banu. Perempuan dianggap rendah, dipandang rendah. Karena dijadikan gundik.</p></li><li><p>Kuli-kuli dipaksa bekerja dengan dicambuk, menunjukkan bahwa penjajah melakukan kerja paksa dan kekerasan untuk mengontrol pribumi dan menunjukkan kekuasaan mereka. Menggunakan cara-cara kejam yang digambarkan dengan cambuk. </p></li><li><p>Menunjukkan bagaimana para penjajah merasa lebih superior melalui perspektif budaya. Orang-orang yang bukan dari bangsa Eropa dipandang rendah karena mereka tidak mau turun. </p></li><li><p>Ada perbedaan negara jajahan Inggris dan negara jajahan Belanda. Belanda kalau dibandingkan dengan Inggris lebih kejam dan hbi mengeksploitasi masyarakatnya tanpa membangun peradaban dan masyarakatnya.</p></li><li><p>Dapat disimpulkan kalau orang Inggris memandang orang orang India sebagai kaum yang lebih rendah</p></li><li><p>ada konflik antara Inggris dan Belanda, mereka sama sama memperebutkan kekuasaan di Indonesia</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Cerita Kesepuluh: Bintang Jatuh</strong></p><p>Mengisahkan Letnan Goedaerd, seorang tentara Belanda yang memiliki kemampuan yang mencolok di antara rekan-rekannya. Hal tersebut membuat-nya mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan tugas 'terhormat' dalam pembunuhan Von Imhoff. Seorang tokoh politik yang merupakan oposisi seorang tokoh politik berkuasa bernama Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier. Saat sudah berada di titik aksi, Goedaerd dihadapkan dengan pembunuhan masyarakat Tionghoa secara massal dan pembatalan pembunuhan Von Imhoff. </p><p><br/></p><p>Cerita ini sebagai epitaf untuk kejadian Mei 1998. Tapi sebenernya ini lebih tentang Geger Pecinan. Pembunuhan &amp; pembantaian orang-orang Cina pada tahun 1740an. Kenapa dikorelasikan ke Mei 1998? Karena kejadiannya mirip deh, diskriminatif gitu.</p><p><br/></p><p>Realita sosial:</p><ol><li><p>Menunjukkan bahwa anggota militer yang memiliki jabatan kurang tinggi pun bisa dimanfaatkan dan dieksploitasi oleh mereka yang memiliki jabatan tinggi, dalam hal ini yang sedang berkonflik politik Valckenier sama Imhoff. Mereka yang punya konflik politik tapi banyak yang terdampak, bawahan bawahan mereka.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Cerita Kesebelas: Penunjuk Jalan</strong></p><p>menceritakan tentang seorang Belanda yang diselamatkan pribumi.</p><p><br/></p><p>Realita sosial:</p><ol><li><p>kebiasaan buruk, minum arak, dll</p></li><li><p>Pangeran kebatinan tuh Untung Soropati yang terkenal memiliki kesaktian2, yang kearah mistis seenernya. dianggap orang pintar alias sakti. jadi praktek yang ditunjukkan dengan mengobati dari dalam adalah hal2 seperti itu</p></li><li><p>jukstaposisi pandangan modern dan tradisional. </p></li><li><p>ketimpangan orang2 Belanda dan pribumi</p></li><li><p>orang orang pribuminya jadi kayak budak gitu. ya bukan kayak si, emang budak. menunjukkan bahwa mereka adalah seorang perampok atau penyamun. </p></li><li><p>Untung Suropati itu budak. tapi pernah kabur kemudian pernah memberontak sehingga pernah ditahan oleh VOC. ketika ditahan, dia melarikan diri membawa tahanan tahanan yang ada di situ. Jadi hidupnya sebagai buronan, makanya dia pindah pindah.</p></li><li><p>Iksaka Banu menyoroti akses kesehatan yang sangat minim pada saat itu, karena banyak yang sakit pencernaan. di 012B juga menyoroti isu kesehatan. Penabur Benih jugaa.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Cerita Keduabelas: Mawar di Kanal Macan</strong></p><p>Intinya dia orang Belanda di Indonesia, pacaran sama perempuan Belanda juga. Tapi perempuannya udah bersuami tapi kayak ga pernah balik gitu.</p><p><br/></p><p>Realita Sosial:</p><ol><li><p>Ketidaksetaraan gender dan etnis.</p></li><li><p>Penyalahgunaan kekuasaan untuk mengatur hidup orang lain. Kekuasaan digunakan secara otoriter dan secara semau-maunya oleh pemegang kuasa tersebut. Sehingga ranah-ranah privasi seperti agama, cinta dan norma sosial direnggut kebebasannya oleh para penguasa. Jadinya penyelewengan kekuasaan.</p></li><li><p>Adelaide protes di Hindia ini merugikan perempuan.</p></li><li><p>Isu yang disampaikan sangat erat dengan Racun untuk Tuan. Secara plot itu mirip mirip. PoV nya pribumi tapi kalo Racun untuk Tuan. Kalau Mawar di Kanal Macan itu PoV istri sah nya.</p></li><li><p>Kalau suami yang selingkuh gapapa dan malah difasilitasi sebenarnya, kalau istri yang selingkuh dianggap immoral dan perzinaan.</p></li><li><p>Mawar juga bisa diasosiasikan dengan perempuan. Kalau Kanal Macan itu sebenarnya arti dari Tijgersgracht. Jadi bisa disimpulkan kalau cerpen ini mengisahkan tentang nasib perempuan di Hindia Belanda.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Fsemua-untuk-hindia&amp;psig=AOvVaw1qUy8iPs-_R5cR3f55A3Kc&amp;ust=1723074595906000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBEQjRxqFwoTCKCjyJvH4YcDFQAAAAAdAAAAABAE" />
         <pubDate>2024-07-18 11:46:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3056620553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kajian Semiotika (Tanda &amp; Penanda)</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063866976</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/e2da4e74b62a7850122b5fb9ce6c84fd/Photo_on_30_07_24_at_19_27.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:40:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063866976</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Ekstrinsik &amp; Intrinsik 1</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063867517</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/6fc51c0392feb487fc3754e7b61f15ad/Photo_on_30_07_24_at_19_27__2.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:41:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063867517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Ekstrinsik &amp; Intrinsik 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063867615</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/f8052aeed5ebe792cc61e4170fc2d58e/Photo_on_30_07_24_at_19_28.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:41:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063867615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Dalam Sastra</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063868150</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/dc01d421c5bf4113a5377d7c2488d113/Photo_on_30_07_24_at_19_28__2.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:42:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063868150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Sastra 1</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063868264</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/01c72a3e5da5ae1eb98376680674a988/Photo_on_30_07_24_at_19_28__3.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:42:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063868264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Sastra 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063868518</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/bf892a4912b9f5895ecef731c9f0452e/Photo_on_30_07_24_at_19_28__4.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:42:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063868518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliran Sastra 1</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869281</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/37e55f704e9d0fcf87496a0f614196cf/Photo_on_30_07_24_at_19_29.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:43:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliran Sastra 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869317</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/c95bddcdf5569bffc278656b123c8cc5/Photo_on_30_07_24_at_19_29__2.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:43:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869317</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliran Sastra 3</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869335</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/d91969d8785a0e45a359508d34d81edf/Photo_on_30_07_24_at_19_29__3.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:43:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869335</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliran Sastra 4</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869376</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/a5cfbac9265543acfce9b6faecb70b1b/Photo_on_30_07_24_at_19_29__4.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Isu-isu Global 1</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869387</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/addae1576961ff31810dc909f02de1e6/Photo_on_30_07_24_at_19_38.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 12:43:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063869387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Isu-isu Global 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063897102</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/025ed38d9eac06e2c66cf006205fc51f/Photo_on_30_07_24_at_20_26.jpg" />
         <pubDate>2024-07-30 13:27:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3063897102</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wide Shot</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064413888</link>
         <description><![CDATA[<p>Diambil dari jauh, memperlihatkan karakter dan latar belakang</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/7be90417809a2885d509ddda23f00038/image.png" />
         <pubDate>2024-07-31 06:21:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064413888</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Medium Shot</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064415283</link>
         <description><![CDATA[<p>Menunjukan rangka tubuh, wajah &amp; latar belakang (hanya beberapa)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/ae00169b2c39e2e4d3dd7698cace914c/image.png" />
         <pubDate>2024-07-31 06:23:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064415283</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Close-up Shot</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064415865</link>
         <description><![CDATA[<p>Menunjukan kepala dan juga bahu, menekankan raut wajah dan ekspresi karakter.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/af3b7e9b9f0c02be724d86a27158028a/image.png" />
         <pubDate>2024-07-31 06:24:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064415865</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Point of View Shot</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064416541</link>
         <description><![CDATA[<p>Menunjukan apa yang dilihat oleh karakter sehingga dapat menggambarkan kejadian yang terjadi terhadap karakter.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/065d7f5e55870da0c246a31398cc8d91/image.png" />
         <pubDate>2024-07-31 06:25:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3064416541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3069164546</link>
         <description><![CDATA[<p>Bab 1: Ada seseorang bernama Kabul, dia berasal dari keluarga yang miskin tapi berhasil meraih gelar sarjana dan menjadi ketua proyek negara. Di dalam proyek tersebut, Kabul yang memiliki idealisme yang tinggi harus berhadapan dengan korupsi dan tindak ketidakjujuran dan ketidakadilan lainnya. Kabul bertemu dengan Pak Tarya, seorang pensiunanan yang berakhir menjadi teman berbagi cerita dan kritik untuk pemerintah. Kabul juga mulai menyadari keberadaan Wati, bawahannya dan mulai menaruh ketertarikan kepada Wati.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Bab 2: Kabul melakukan percakapan dengan Pak Tarya tentang perilaku edan masyarakat, dan hal tersebut menyebabkan mereka yang tidak edan tidak mendapat bagian. Sehingga perilaku edan sudah dinormalisasi dalam masyarakat. Disebutkan di halaman 80 bahwa cerita ini terjadi di tahun 1991, tepatnya dalam dialog ini adalah 13 Juni 1991.&nbsp;</p><p>Kabul memiliki seorang teman, bernama Basar, dari kuliah yang menjadi sesama aktivis dalam mengkritik pemerintah. Ia kemudian menjadi kepala desa. Basar ditekan oleh pihak partai untuk memaksa massa desa untuk memihak Golongan Lestari Menang (GLM) atau Orde Baru yang tidak sesuai dengan idealisme-nya. Terdapat tindakan gratifikasi juga dalam hal relasi partai dengan pihak yang ingin menjadi dewan rakyat.&nbsp;</p><p><br/></p><p>Bab 3: Hingga suatu ketika Kabul mendapat kunjungan dari Kepala Desa, Basar temannya, dan pihak GLM yang meminta nya sebagai ketua pelaksana proyek untuk menggunakan uang proyek untuk kepentingan GLM. Kabul menolak tindakan korup tersebut, namun hal tersebut cukup mengancam repoutasi dan keselamatan nyawa-nya. Kabul dihadapi berbagai tantangan dalam pekerjaannya dimana ia harus memilih idealisme atau menyelamatkan hidup &amp; karirnya. Sehingga ia mulai menghadapi dilema apakah akan melanjutkan pekerjaannya atau keluar.</p><p><br/></p><p>Bab 4: Kabul dipenuhi dengan gejolak batin terkait hubungannya dengan Wati. Di saat itu pula, proyek yang ia garap mengalami tantangan yang lebih berat hingga ia memiliki keinginan yang besar untuk keluar dari proyek karena tidak ingin menyalahi keinsiyurannya dimana bangunan yang ia buat harus bermutu tanpa dikorup oleh siapapun.</p><p><br/></p><p>Bab 5: Kabul memutuskan untuk mempertahankan idealisme-nya dengan berhenti bekerja di proyek. Kisah ini berakhir dengan hancurnya jembatan dalam waktu yang singkat dan menikah-nya Kabul dan Wati.</p><p><br/></p><p>Kisah ini menggaris-bawahi pemerintahan Orde Baru yang memanipulasi dan memanfaatkan rakyat, sehingga menyebabkan kehancuran pola pikir dalam masyarakat.</p><p><br/></p><p>Analisis:</p><p><strong>UNSUR INTRINSIK</strong></p><p>A. Alur</p><p>Pengenalan:</p><ul><li><p>Kabul merupakan seorang pekerja proyek pemerintah dimana ia memimpin konstruksi jembatan.</p></li><li><p>Kabul bertemu dengan Pak Tarya, yang merupakan seorang penduduk sekitar proyek yang memberikan berbagai pandangan mengenai pemerintah dan hidup itu sendiri.</p></li><li><p>Kabul harus berhadapan dengan korupsi dan hal-hal lain yang menyeleweng dari idealisme yang dimiliki-nya.</p></li><li><p>Kabul menyadari keberadaan Wati, teman kerja-nya sebagai seorang wanita.</p></li></ul><p><br/></p><p>Rangkaian Konflik:</p><ul><li><p>Kabul menghadapi berbagai kebocoran dana, gratifikasi dan korupsi yang terjadi di proyek. Beserta jajaran atasan yang korup dan tidak memiliki idealisme.</p></li><li><p>Kabul dipojokkan oleh pihak GLM (Golongan Lestari Menang) yang memaksa-nya untuk menggelontorkan dana untuk pembangunan demi kebutuhan GLM.</p></li><li><p>Kabul diancam oleh pihak GLM, jika tidak sejalan dengan mereka maka akan menerima berbagai konsekuensi.</p></li><li><p>Kabul mengalami dilema (konflik internal) akan meninggalkan proyek atau tidak, karena proyek tidak sejalan dengan idealisme-nya sebagai insiyur yang mengedepankan kualitas bangunan yang dapat didapat jika korupsi tidak terjadi. </p></li><li><p>Kabul menghadapi pergejolakan di dalam hubungannya dengan Wati yang tidak memiliki unsur kejelasan. Di saat yang sama, Wati sudah memiliki hubungan dengan laki-laki lain meskipun ia menaruh hati kepada Kabul.</p></li></ul><p><br/></p><p>Klimaks</p><ul><li><p>Kabul memutuskan untuk keluar dari proyek, namun ia masih harus menghadapi berbagai tekanan dan ancaman sebelum keluar.</p></li><li><p>Hubungan Wati dan pacar-nya (Yos) kandas.</p></li></ul><p><br/></p><p>Anti-Klimaks</p><ul><li><p>Kabul berhasil keluar dari proyek setelah menyelesaikan fondasi bangunan jembatan.</p></li></ul><p><br/></p><p>Resolusi</p><ul><li><p>Kabul berhasil menjadi karyawan swasta.</p></li><li><p>Kabul menikah dengan Wati.</p></li></ul><p><br/></p><p>Amanat &amp; Nilai Moral:</p><ul><li><p>Korupsi merupakan akar kemiskinan dan kemelaratan suatu negara. Korupsi merusak pikiran dan mental masyarakat yang mengakibatkan korupsi sulit untuk dihentikan karena diterapkan terus-menerus. Korupsi juga telah menjadi suatu sistem, kesan yang diberikan adalah jika tidak ikut di dalam sistem akan kandas dan tidak bisa bertahan.</p></li></ul><p><br/></p><p>Latar:</p><ol><li><p>Tempat : Proyek, rumah Biyung (Ibu Kabul), warung Mak Sonah, rumah Wati, jembatan dan sungai.</p></li><li><p>Waktu : Pagi, siang, sore dan malam</p></li><li><p>Suasana : Menegangkan (saat Kabul berhadapan dengan GLM dan Dalkijo), romantis (momen Kabul dan Wati), sedih (saat Kabul berhenti bekerja di proyek), bingung (Kabul kebingungan harus melanjutkan hidup seperti apa), takut (ketakutan Wati saat mengakhiri hubungan dengan Yos), melankolis (saat Kabul mengingat kembali perjuangan biyung-nya untuk memperjuangkan hidup ia dan saudara-nya).</p></li></ol><p><br/></p><p>Gaya penulisan:</p><ol><li><p>Sarkasme: "Maka banyak orang bilang di sini hukum dibuat hanya untuk dilanggar. Iya kan?" hal. 209</p></li><li><p>Hiperbola: "Dan Biyung yang dimaksud Kabul sekarang masih hidup dan tetap perkasa dalam keluguannya jauh di desa-desa." hal. 128</p></li><li><p>Alusio: "Lha iya. Memang zaman sudah benar-benar edan. Zaman yang kedatangannya sudah diramal oleh Ki Ronggowarsito lebih seabad yang lalu kini nyata hadir." hal. 79</p></li><li><p>Antiklimaks: "Dengan kata lain, ribuan bintang yang tampak itu sebagian adalah bintang masa lalu dan kini sudah tidak ada lagi." hal. 77</p></li><li><p>Retoris: "Ingatannya terbang ke belakang, ke suatu saat dia bersama para aktivis kampus mengkritik perilaku kekuasaan. Eh, mengapa aku sekarang jadi kades?" hal. 92</p></li><li><p>Asosiasi atau Perumpamaan: " Ibarat kita sebuah rumah kayu, rayap sudah makan tiang sampai bubungan. Semua kayu telah keroposa. Kalau hal itu dibiarkan, hanya satu hal yang akan kita temui di dpan; rumah kayu itu akan ambruk." &amp; " Andaikan proyek-proyek yang saya tangani dikerjakan tanpa penyelewengan dan kecurangan apa pun." hal. 81</p></li><li><p>Humor: "Suatu saat di akhirat , penghuni nerakan dan penghuni surga ingin saling kunjung. Maka penghuni kedua tempat itu sepakat membuat jembatan yang akan menghubungkan wilayah neraka dan wilayah surga. Bagian jembatan di wilayah neraka akan dibangun oleh orang neraka dan sebaliknya. Ternyata penghuni neraka lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya daripakada para penghuni surga. Dan ketika dicari sebabnya, ditemukan kenyataan di antara para penghuni neraka banyak mantan orang proyek." hal. 251</p></li><li><p>Alegori: "Rayap baru berhenti makan bila kayu yang digerogotinya usdah habis. Atau bila mereka disiram racun antiserangga." hal. 253</p></li></ol><p><br/></p><p>Tokoh dan Watak:</p><ol><li><p>Kabul (protagonis): Jujur (menolak korupsi dan menerima gratifikasi), idealis (mempertahankan prinsip-nya), keras kepala (mempertahankan prinsip-prinsip hidup-nya), pekerja keras (memperjuangkan keberhasilan proyek, pendidikan diri-nya &amp; pendidikan keluarga-nya) &amp; tekun (konsisten dalam hal yang ia lakukan).</p></li><li><p>Pak Tarya (tritagonis):</p></li></ol><p><br/></p><p>ISU ISU GLOBAL DI DALAM KISAH ORANG-ORANG PROYEK</p><ol><li><p>inflasi</p></li><li><p>keterpurukan &amp; kesenjangan ekonomi</p></li><li><p>korupsi</p></li><li><p>penyelewengan kinerja pemerintah</p></li><li><p>kurangnya pemerataan distribusi kekayaan</p></li><li><p>kemiskinan</p></li><li><p>hilangnya nilai-nilai budaya dan agama di masyarakat</p></li></ol><p><br/></p><p>Orang-orang proyek mengandung kisah yang berlatar belakang zaman Orde Baru, beserta kondisi sosial dan ekonomi saat itu. Sehingga pembaca hanya dapat memahami-nya jika sudah memiliki pengetahuan tentang apa yang terjadi dalam pemerintahan Orde Baru dan dampaknya terhadap masyarakat. Hal tersebut diperkuat dengan tahun penerbitan buku ini yaitu 2002, yang masih cukup dekat dengan tahun 1998. Dimana terdapat gejolak-gejolak di Indonesia yang berkaitan erat dengan Orde Baru. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>UNSUR EKSTRINSIK</strong></p><p><strong>Ahmad Tohari</strong></p><p>Lahir: 13 Juni 1948, Banyumas, Jawa Tengah</p><p>Berasal dari pasangan Muhammad Diryat dan Saliyem yang merupakan pasangan sederhana. Ahmad Tohari merupakan salah satu anak dari 12 bersaudara. Hal tersebut mengakibatkan kondisi ekonomi keluarga mereka yang tidak mencukup seluruh anak pasangan Diryat untuk menamatkan kuliah. Ahmad Tohari sendiri sempat berkuliah di fakultas ekonomi dan sosial &amp; politik UNSOED juga fakultas kedokteran namun tidak dapat menamatkannya karena kekurangan biaya. Hal tersebut berkaitan erat dengan kemiskinan yang digaris-bawahi di buku Orang-Orang Proyek dan dampat negatif kemiskinan terhadap masyarakat (hal. 68). </p><p>Latar belakang kisah ini diambil saat masa Orde Baru berkorelasi dengan hidup Ahmad Tohari yang mengalami tahun-tahun pemerintahan Orde Baru yang disertai dengan inflasi yang menjulang, dapat menjadi latar belakang kisah OOP. Dalam kisah OOP pula, terdapat partai GLM (Golongan Lestari Menang) berkuasa atas segala keputusan dan peraturan di Indonesia, yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Orde Baru. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Forang-orang-proyek-cover-baru&amp;psig=AOvVaw3hu2A2tK8RY2RhVczbraPn&amp;ust=1723074555439000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBEQjRxqFwoTCLjJvIzH4YcDFQAAAAAdAAAAABAJ" />
         <pubDate>2024-08-06 23:49:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3069164546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tartuffe karya Molière</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3278008930</link>
         <description><![CDATA[<p>A. Karakter:</p><ol><li><p>Tartuffe (UTAMA): munafik, manipulatif, pembohong, licik</p><p>Seorang munafik yang memanipulasi Orgon dan ibunya untuk mengikutinya dan menuruti segala perilakunya. Ia sok religius dan taat kepada Tuhan, namun sebenarnya ia hanya memanfaatkan Orgon untuk meraih kekuasaan dan merebut istrinya.</p></li><li><p>Orgon (UTAMA): bodoh</p><p>Seorang borjuis kelas atas yang buta dengan tindakan manipulatif Tartuffe</p></li><li><p>Elmire (UTAMA): cerdas dan bijaksana</p><p>Istri dari Orgon yang disukai oleh Tartuffe. Berkat Elmire, Orgon dapat membuka matanya terhadap perilaku Tartuffe yang sebenarnya.</p></li><li><p>Cléante (PENDUKUNG): rasional dan bijaksana</p><p>Saudara ipar Orgon dan juga saudara Elmire. Ia memberikan nasihat kepada Orgon, namun Orgon sering tidak mendengarkan.</p></li><li><p>Dorine (PENDUKUNG): cerdik dan blak-blakan</p><p>Pelayan Mariane (putri Orgon) yang suka memberi kritik akan segala seusatu yang terjadi secara blak-blakan. Ia juga yang membantu Mariane dan Valère untuk menyatukan cinta mereka kembali.</p></li><li><p>Mariane (PENDUKUNG): lembut dan patuh</p><p>Putri Orgon yang sempat dipaksa untuk menikahi Tartuffe dan meninggalkan cintanya yaitu Valère, namun akhirnya ia dapat bersatu dengan Valère.</p></li><li><p>Valère (PENDUKUNG): pekerja keras</p><p>Tunangan Mariane dan berusaha keras untuk menyatukan cintanya dengan Mariane setelah Mariane dipaksa untuk menikahi Orgon.</p></li><li><p>Damis (PENDUKUNG): gegabah, kritis dan keras kepala</p><p>Putra Orgon yang sangat bertentangan dengan Tartuffe dan melakukannya secara terang-terangan.</p></li><li><p>Madame Pernelle (PENDUKUNG): keras kepala dan kritis</p><p>Ibu Orgon yang sempat sangat percaya dengan segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan oleh Tartuffe, namun ketika bukti bahwa Tartuffe bersalah sudah sangat nyata di hadapannya baru ia menyadari kesalahannya yaitu percaya kepada Tartuffe.</p></li><li><p>Raja (PENDUKUNG): bijaksana</p><p>Ia mengetahui apa yang terjadi kepada Orgon dan mengembalikan semua harta kekayaan Orgon kepadanya.</p></li></ol><p>B. Alur Cerita:</p><p>Pengantar konflik:</p><ol><li><p>Seorang kepala keluarga dari kaum borjuis bernama Orgon terpesona oleh kemunafikan Tartuffe yang terlihat taat beragama dan religius. Orgon memberikan semua yang diminta oleh Tartuffe. Termasuk dokumen-dokumen dan berkas-berkas penting dialihkan menjadi miliki Tartuffe.</p></li><li><p>Madame Pernelle, ibu Orgon, juga sangat percaya dan mendukung Tartuffe.</p></li></ol><p>Rangkaian konflik:</p><ol><li><p>Elmire dan keluarga Orgon yang lain melihat bahwa Tartuffe memanfaatkan Orgon untuk mendapat kekayaan dan kenyamanan yang tidak berdasar.</p></li><li><p>Orgon menjodohkan Mariane, putrinya, untuk menikah dengan Tartuffe.</p></li><li><p>Mariane yang sudah bertunangan dengan Valère sedih mendengar keputusan itu tapi tetap menurut kepada ayahnya. Ia pun mengakhiri pertunangannya dengan Valère.</p></li><li><p>Dorine, pelayan Mariane, yang melihat bahwa Mariane dan Valère saling mencintai terus mempersuasi keduanay untuk kembali bersama.</p></li><li><p>Elmire membongkar tabiat Tartuffe yang sebenarnya kepada Orgon dengan menjebak Tartuffe untuk mengakui perasaan dan hasratnya terhadap Elmire.</p></li></ol><p>Klimaks:</p><ol><li><p>Orgon menyadari tabiat asli Tartuffe yang sangat bertolak belakang dengan religiusitas dan ketaatan beragama.</p></li><li><p>Tartuffe membalas dendam dengan mengambil harta kekayaan Orgon dengan kuasa hukum. Ia juga mengancam Orgon dengan dokumen-dokumen penting keluarganya yang sudah diganti kepemilikannya menjadi miliknya. </p></li><li><p>Madam Pernelle yang mengetahui apa yang terjadi kepada keluarga putranya juga akhirnya membuka matay aatas sifat asli Tartuffe.</p></li></ol><p>Resolusi:</p><ol><li><p>Raja yang bijaksana mengetahui apa yang terjadi kepada keluarga Orgon. Ia menangkap Tartuffe dan mengembalikan semua harta kekayaan Orgon kepadanya.</p></li></ol><p>C. Gaya Bahasa: </p><ol><li><p>Penulis menggunakan humor dan sarkasme untuk menggambarkan tabiat asli Tartuffe dan juga cara Elmire membongkar tabiat asli Tartuffe melalui dialog mereka berdua.  </p></li><li><p>Penulis menggunakan IRONI DRAMATIS dimana pembaca mengetahui kelakuan dan tabiat asli Tartuffe melalui deskripsi Elmire dan keluarganya, namun Orgon tetap dibodohi dan tidak percaya bahwa Tartuffe seperti itu.</p></li><li><p>Molière menggunakan Tartuffe untuk MENGKRITIK DUNIA SOSIAL dimana terdapat pihak-pihak yang menggunakan agama untuk egoisme mereka sendiri.</p></li><li><p>Terdapat SATIR dalam cerita, dimana penulis menggunakan ejekan, humor dan sarkasme untuk menyampaikan kritik sosial akan mereka yang mengguankan agama untuk egoisme mereka tersendiri. </p></li></ol><p>D. Latar</p><ol><li><p>Latar cerita bertema pada abad ke 17, hal tersebut dibuktikan dengan penyebutan Raja Louis XIV yang berkuasa pada abad ke 17. </p></li><li><p>Tartuffe karya Molière banyak menyebut gereja, yang memiliki peran yang penting dan kuat pada abad ke 17.</p></li><li><p>Terdapat kaum borjuis yang memiliki kekuasaan tanpa memiliki darah bangsawan. Hal tersebut sedang terjadi pula di abad ke 17 dimana terdapat kaum borjuis dan kaum aristrokat.</p></li><li><p>Pada abad ke 17 pula, terjadi banyak penyalahgunaan agama yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk meraih kepentingannya sendiri.</p></li></ol><p>E. Kesimpulan</p><p>Molière menggunakan kritik sosial, satir, humor, sarkasme dan ironi dramatis untuk menggambarkan ketegangan sosial dan penyalahgunaan agama yang terjadi dalam masa pemerintahan Raja Louis XIV yang terjadi pada abad ke 17.</p><p>F. Pesan Moral</p><ol><li><p>Memiliki pikiran yang kritis dan terbuka agar tidak mudah terperdaya dan dimanipulasi.</p></li><li><p>Tidak menyalahgunakan agama sebagai alat untuk mencapai keinginan sendiri. </p><p><br/></p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/4ffc41cd69f0299350bd7fa05bb2a3ae/image.png" />
         <pubDate>2025-01-01 06:57:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3278008930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kronik Betawi karya Ratih Kumala</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3278145041</link>
         <description><![CDATA[<p>A. Karakter</p><ol><li><p>Haji Jaelani: keras kepala, konservatif, kolot dan memegang teguh adat istiadat Betawi dan menolak modernisasi.</p><p>H. Jaelani sangat memegang teguh adat istiadat Betawi dan menolak modernisasi. Hal tersebut menimbulkan konflik dalam cerita, namun pada akhirnya H. Jaelani mampu untuk beradaptasi dengan kehidupan yang semakin modern dan memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan budaya Betawi.</p></li><li><p>Haji Jarkasi: memegang teguh prinsip agama, keras kepala dan konservatif</p><p>H. Jarkasi awalnya sangat keras memegang teguh budaya Betawi dan juga mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan modern yang dianggapnya cukup bertolak belakang dengan nilai-nilai agama dan kebudayaan, namun akhirnya ia berhasil memahami bahwa perubahan zaman dan nilai moral yang dimiliki oleh masyarakat bisa berubah seiring waktu. Ia pun dapat menerima modernitas dengan tetap mempertahankan jati dirinya yang teguh memegang budaya Betawi dan nilai-nilai keagamaan. H. Jarkasi menggambarkan masyarakat Betawi konservatif di masa kini yang menolak adanya perubahan budaya. Ia juga menggambarkan penerimaan akan perubahan yang tidak bisa dikendalikan. </p></li><li><p>Juleha: berani, tegas, mandiri dan berpikiran cukup terbuka</p><p>Juleha merupakan seorang perempuan yang memperjuangkan kesetaraan dalam tradisi Betawi yang partriarkis. Ia berusaha untuk menyeimbangkan nilai-nilai modernitas dan nilai-nilai tradisional Betawi yang ia miliki. Tokoh Juleha menggarisbawahi adanya perjuangan kaum perempuan Betawi untuk mencapai kesetaraan. Ia mengalami berbagai konflik yaitu keterbatasan peran perempuan, konflik antar generasi dan identitasnya sebagai manusia modern atau penganut tradisi Betawi yang taat.</p></li><li><p>Sule: memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (terutama tentang budaya Betawi), kurang memiliki pendirian </p><p>Sule menerima perubahan yang terjadi dalam masyarakat, namun mengalami dilema karena tetap menghormati tradisi Betawi. Ia berkonflik dengan Haji Jarkasi dan tokoh lain dari generasi tua yang menganggap bahwa modernisasi mengancam tradisi Betawi, mereka berdebat tentang adat pernikahan, tata krama dalam keluarga dan juga agama yang berbeda karena adanya modernisasi. Akhirnya ia bertemu dengan resolusi dimana ia tetap menjaga tradisi Betawi namun dengan cara yang lebih sesuai dengan perubahan zaman. </p></li><li><p>Tio: cerdas, ambisius, kritis, berani, vokal dan memiliki pikiran yang terbuka</p><p>Tio merupakan anak muda yang seumuran dengan Sule. Ia berkesempatan untuk mengalami pendidikan yang maju, sehingga ia terpapar dengan nilai-nilai modern. Hal tersebut menyebabkannya untuk menerima hal-hal yang cukup bertentangan dengan tradisi Betawi dengan lebih terbuka. Tio yang berasal dari keluarga tradisional pun mengalami konflik karena menerima hal-hal modern. Ia sering berkonflik dengan generasi tua (Haji Jarkasi dan Pak Anwar) karena pandangannya yang berbeda dengannya dalam menjalani hidup. Ia merasa bahwa tradisi Betawi merupakan hal yang cukup kaku dan tidak relevan dengan perkembangan zaman. Tio sangat menerima modernitas dengan terbuka namun pada akhirnya ia juga merasa harus menghormati nilai-nilkai tradisional Betawi yang membawanya pada konflik internal. Melalui Tio, penulis menyampaikan pentingnya pendidikan karena dapat membuat seseorang memiliki pikiran yang lebih terbuka dan berwawasan. Penggambaran pengaruh modernisasi dan globalisasi juga tergambar jelas dalam diri Tio beserta kritik terhadap tradisi Betawi yang terkadang kurang sesuai dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>Pak Anwar: partriarkis, kaku, konservatif, keras kepala dan tegas</p><p>Pak Anwar berasal dari generasi tua yang mengkritik Juleha, Sule dan Tio yang menerima modernisasi, sehingga menimbulkan pertentangan diantara mereka. Pada akhirnya, ia pun sadar bahwa beberapa tradisi Betawi sudah tidak sesuai denagn perkembangan zaman. Ia juga menyadari bahwa zaman telah berubah begitu juga dengan kebutuhannya. </p></li><li><p>Mbak Siti: konservatif, keras kepala dan partriarkis</p><p>Mbak Siti menggambarkan peran tradisional perempuan dalam tradisi Betawi yang mengalami ketidakadilan karena tradisi Betawi yang menganut paham partriarkis. Kehidupan dan kegiatannya menggambarkan perempuan dalam masyarakat Betawi yang mengalami batasan norma sosial. Ia mengalami dilema antara mempertahankan nilai-nilai tradisional yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman atau mengikuti perubahan masyarakat karena adanya modernisasi. Pada akhirnya, Mbak Siti berubah dari pribadi yang sangat taat dan memegang teguh adat Betawi hingga menjadi perempuan yang menerima bahwa budaya dan tradisi dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman dengan tetap memegang nilai-nilai yang diyakini.</p></li><li><p>Enoh: ambisius, sederhana dan taat kepada norma</p><p>Enoh merupakan anak Haji Jaelani yang taat dengan nilai-nilai tradisional Betawi. Ia mengalami berbagai konflik karena adanya batasan nilai-nilai masyarakat dan partriarkis. Pada akhirnya, ia berhasil untuk semakin memahami adanya perubahan masyarakat akan modernisasi dan menyesuaikan diri dengan tetap memegang nilai-nilai yang ia yakini.</p></li><li><p>Salempang: konservatif dan menghormati nilai adat Betawi</p><p>Salempang sangat taat dengan tradisi Betawi, namun di akhir cerita ia menerima dan memahami bahwa perubahan selalu terjadi.</p></li><li><p>Juned: santai, realistis dan memiliki pikiran yang cukup terbuka</p><p>Juned merupakan seoarang generasi muda yang memiliki pikiran yang cukup terbuka akan modernisasi dan perubahan. Ia berkonflik dengan generasi tua akan perbedaan pandangan terkait modernisasi. Pada akhirnya, ia mampu menyeimbangkan antara kehidupan tradisional dan modern.</p></li></ol><p><br/></p><p>B. Alur</p><p>Pengenalan:</p><ol><li><p>Menggambarkan kehidupan di Jakarta yang erat dengan tradisi Betawi melalui pemunculan adat dan bahasa. </p></li></ol><p>Rangkaian konflik: </p><ol><li><p>Juned mulai mengikuti perubahan zaman yang ada di sekitarnya, namun masih dipengaruhi oleh keluarganya yang menganut nilai-nilai tradisional Betawi.</p></li><li><p>Salempang menunjukkan keprihatinannya terhadap masyarakat Betawi yang meninggalkan adat istiadat.</p></li><li><p>Mbak Siti menghadapi dilema antara mengikuti cita-cita dan keinginannya yang cukup bertentangan dengan norma dan harapan yang dimiliki oleh keluarganya.</p></li><li><p>Pak Anwar, ayah Mbak Siti, menahan Mbak Siti untuk mengejar keinginannya sendiri.</p></li><li><p>Mbak Siti dan Sule saling mencintai, namun Sule yang setuju terhadap perubahan tidak diteriman oleh Pak Anwar yang menganggap bahwa penerimaan akan modernisasi yang dimiliki oleh Sule bertentangan dengan nilai-nilai tradisional. </p></li><li><p>Keinginan Mbak Siti yang lain juga sulit untuk dicapai karena keluarganya yang menganut tradisi Betawi tradisional yang sangat taat dan partriarkis.</p></li><li><p>Juleha mengalami konflik internal dimana ia bingung antara memilih kebebasan atau mempertahankan nilai-nilai tradisional. </p></li></ol><p>Resolusi:</p><ol><li><p>Mbak Siti dan Juned mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional Betawi yang diyakini.</p></li><li><p>Mbak Siti dan Sule berhasil menemukan titik temu antara adat istiadat tradisional masyarakat Betawi dan modernisasi.</p></li></ol><p>Latar: </p><ol><li><p>Terjadi di Jakarta yang berfokus pada Kampung Betawi --&gt; tradisional, Pusat Kota Jakarta --&gt; modernisasi, Kedai &amp; Pasar Tradisional --&gt; interaksi sosial antar lapisan masyarakat, Rumah Tradisional Betawi --&gt; kehidupan, keluarga, sistem dan nilai-nilai tradisional Betawi (gender, hubungan antar generasi)</p></li><li><p>Terjadi pada sekitar abad ke-20, dimana modernisasi gencar terjadi di Jakarta dan menghasilkan perubahan hidup sosial, ekonomi dan budaya.</p></li><li><p>Ketegangan generasi tua dan muda akan respon terhadap modernisasi dan globalisasi</p></li></ol><p><br/></p><p>C. Pesan Moral</p><ol><li><p>Menjadi pribadi yang berpendidikan agar mampu memiliki pikiran yang terbuka, berwawasan, toleran dan maju.</p></li><li><p>Menjaga nilai-nilai tradisional yang masih relevan dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>Menerima perkembangan zaman dengan bijaksana, serta tetap menjaga nilai-nilai tradisional yang relevan.</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><ol><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.goodreads.com%2Fbook%2Fshow%2F6555866-kronik-betawi&amp;psig=AOvVaw0Ck__8PdNaYO5vJ6_FwY3U&amp;ust=1735801512044000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjRxqFwoTCKi40NX604oDFQAAAAAdAAAAABAE" />
         <pubDate>2025-01-01 16:39:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3278145041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pesan moral OOP</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3278145826</link>
         <description><![CDATA[<p>Pesan moral:</p><ol><li><p>Menjadi pribadi yang jujur dan berani dalam kebenaran.</p></li><li><p>Bekerja keras</p></li><li><p>Menjalin persahabatan dan solidaritas</p></li><li><p>Lingkungan dapat mempengaruhi pola pikir dan pertumbuhan dari seorang individu.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 16:43:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3278145826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Karakter</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3284875663</link>
         <description><![CDATA[<p>kalau menganalisis karakter, lebih baik kalau dari identitas + sifat dan wataknya</p><p>identitas:</p><p>1. status pendidikan</p><p>2. jabatan</p><p>3. nilai &amp; norma</p><p>4. peran keluarga</p><p>5. peran masyarakat</p><p>6. agama kepercayaan</p><p>7. gender</p><p>8. suku/ras</p><p>9. status ekonomi</p><p>10. kasta</p><p>11. status sosial</p><p>12. generasi</p><ol start="13"><li><p>ideologi</p></li><li><p>agama</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-09 06:33:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3284875663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Paper 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3291659600</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 1: Fattan, Devon, Teresa </p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Tartuffe</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1dZ7z5Qd-NI_MSKJfHDSjA-G9b65acgBj5iuYKTHgGjM/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1dZ7z5Qd-NI_MSKJfHDSjA-G9b65acgBj5iuYKTHgGjM/edit?usp=sharing</a></p><p>Bisa lebih dieksplor untuk unsur kebudayaannya. Untuk bahasa lebih baik untuk tidak menganalisis jenis bahasa yang digunakan karena Tartuffe bahasa terjemahan. Tapi kalau untuk penggunaan bahasanya bisa, contohnya sarkasme. </p><p>Bahasa technically merepresentasikan identitas tokoh dalam cerita juga.</p><p>Untuk yang lembaga sosial bisa lebih diperdalam ke contoh sistem partriarkis dalam keluarga.</p><p><br/></p><p>Kelompok 2: Joy, Hannan, Tarangga</p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Tartuffe</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1zq6hieFydpgIdlVfQD-bddgA8_rl4CC5ok3ezEzbdPw/edit?tab=t.0">https://docs.google.com/document/d/1zq6hieFydpgIdlVfQD-bddgA8_rl4CC5ok3ezEzbdPw/edit?tab=t.0</a></p><p><br/></p><p>Kelompok 3: Made Sadhu S., Nabila Kayana Q., Yazeira Andini M. </p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Penunjuk Jalan (SUH)</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1vQRwYBECVTFBLA-FTMKgN7YY6RWyC7sFiewn6PDQHlI/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1vQRwYBECVTFBLA-FTMKgN7YY6RWyC7sFiewn6PDQHlI/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p><p>Kelompok 4: Askana, Gheysar, Kenzie</p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Tartuffe</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1GIcdVZyULB9T_gcs-uxLY2f43I1TQCyK63VgeD5v53c/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1GIcdVZyULB9T_gcs-uxLY2f43I1TQCyK63VgeD5v53c/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p><p>Kelompok 5: Nara, Benaya, Vincent</p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Semua Untuk Hindia</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1Ou0FRHfzoR5pt-sXkrWIdBvzLxkoz5ZwGkVG4zR7w9w/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1Ou0FRHfzoR5pt-sXkrWIdBvzLxkoz5ZwGkVG4zR7w9w/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p><p>Kelompok 6: Aqsa, Nabiha, Raditya</p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Orang-Orang Proyek</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1b56aUQmXE7Jz5gu03wEvNrcHCNcyhWtTS_EIioM-0Cg/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1b56aUQmXE7Jz5gu03wEvNrcHCNcyhWtTS_EIioM-0Cg/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p><p>A. Sistem bahasa: sama sama merepresentasikan latar tempat dari masing-masing cerita. </p><p>Kronik Betawi: </p><ol><li><p>blak-blakan/ humor/ringan</p></li><li><p>percakapan sehari hari, memperkuat penggambaran interaksi antar keluarga</p></li></ol><p>Orang-orang Proyek:</p><ol><li><p>istilah2 khusus</p></li><li><p>konteks atau lingkup masyarakat</p></li></ol><p><br/></p><p>B. Sistem Kesenian: --&gt; sama sama merepresentasikan </p><p>kebudayaan dan berfungsi untuk pelestarian di Kronik Betawi, kalau di OOP bisa untuk manipulasi kepentingan sosial politik</p><p><br/></p><p>C. Sistem Mata Pencaharian --&gt; sama sama terdampak oleh perubahan, sama sama merefleksikan kesejahteraan individu</p><p>Kronik Betawi:</p><ol><li><p>terjadi di lingkungan keluarga, stigma masyarakat / tokoh yang berubah akibat modernisasi</p></li><li><p>menunjukkan pekerjaan tradisional &amp; modern yang dianggap oleh masyarakat</p></li></ol><p>OOP:</p><ol><li><p>terjadi di lingkup masyarakat, tokoh tidak bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan  </p></li><li><p>menunjukkan hierarki dan jabatan dalam perusahaan</p></li></ol><p><br/></p><p>Kelompok 7: Reynald, Gopi, Nizam</p><p>--&gt; Kronik Betawi &amp; Orang-Orang Proyek</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1b56aUQmXE7Jz5gu03wEvNrcHCNcyhWtTS_EIioM-0Cg/edit?usp=sharing">https://docs.google.com/document/d/1b56aUQmXE7Jz5gu03wEvNrcHCNcyhWtTS_EIioM-0Cg/edit?usp=sharing</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1vQRwYBECVTFBLA-FTMKgN7YY6RWyC7sFiewn6PDQHlI/edit?usp=sharing" />
         <pubDate>2025-01-15 07:57:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3291659600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penulisan</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3291661824</link>
         <description><![CDATA[<p>Miring:</p><ol><li><p>Bahasa asing</p></li><li><p>Latin</p></li><li><p>Karya besar: novel, buku biografi, kumpulan cerpen</p></li><li><p>Naskah drama</p></li><li><p>kumpulan cerpen</p></li><li><p>naskah drama</p></li><li><p>kumpulan puisi</p></li></ol><p><br/></p><p>Petik dua:</p><ol><li><p>Karya kecil: puisi, cerpen "pollux"</p></li><li><p>artikel berita</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-15 07:59:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3291661824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sistem Kebudayaan dalam Cerita Kronik Betawi, Orang-Orang Proyek, Tartuffe dan Kumpulan Cerpen Semua Untuk Hindia</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3293082717</link>
         <description><![CDATA[<p>Sistem pengetahuan:</p><ol><li><p>Pengetahuan lingkungan</p></li><li><p>Pengetahuan spiritual</p></li><li><p>Pengetahuan praktis</p></li><li><p>Pengetahuan budaya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-16 06:23:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3293082717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Paper 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3296734428</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pembukaan</strong>:</p><ol><li><p>Konteks / batasan elem-elemen kebudayaan</p></li><li><p>Pengenalan kedua karya (nama pengarang, tahun terbit &amp; sedikit konteks yang sesuai dengan pertanyaan pemantik</p></li><li><p>Thesis statement</p></li></ol><p><strong>Paragraf 2 &amp; seterusnya:</strong></p><ol><li><p>fokus kepada persamaan elemen budaya antar karya --&gt; evidence &amp; explanation</p></li><li><p>pakai teknik PEEL --&gt; point, evidence, explanation sama link</p></li></ol><p><strong>Conclusion:</strong></p><ol><li><p>basically merangkum itu semua</p></li><li><p>menjawab thesis statement</p></li></ol><p><strong>Biar lebih menarik:</strong></p><ol><li><p>bisa kasih pertanyaan retoris, anekfot, argumen yang berani, anekdot (crita dari pengalaman), lelucon, basically it's a hook.</p></li><li><p>biar pembaca meliriks.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-20 02:36:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3296734428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesalahan Paper 2</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3352022825</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>"Di sisi lain" tidak menunjukkan adanya perbedaan atau kontras, melainkan TAMBAHAN INFORMASI.</p></li><li><p>Namun TIDAK berada di TENGAH kalimat melainkan DI AWAL</p></li><li><p>Tetapi TIDAK berada di AWAL kalimat melainkan DI TENGAH</p></li><li><p>Sedangkan TIDAK bisa di AWAL melainkan DI TENGAH</p></li><li><p>Sementara itu TIDAK berada di TENGAH, melainkan DI AWAL</p></li><li><p>Kontras bisa ditunjukkan dengan: sedangkan, berbanding terbalik, kontras dengan, dll</p></li><li><p>Karena TIDAK BOLEH DI AWAL kalimat tapi DI TENGAH, boleh si di awal kalau ada ANAK KALIMAT-nya</p><p>"karena alasan tersebut, ..."</p></li><li><p>Pengaruh kata di- itu sebenarnya dari bahasa Inggris yang menggunakan whom, which is, where is gituuu. Jadi kalau di translate memang menjadi seperti itu.</p></li><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-05 06:42:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3352022825</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teks Opini</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3353559165</link>
         <description><![CDATA[<p>Referensi: </p><ol><li><p>Ms Alvit</p></li><li><p>Ppt Ms Alvit: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.canva.com/design/DAGguK28VD0/0-UnKCaolrsrIfk3SFez7g/edit?utm_content=DAGguK28VD0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton">https://www.canva.com/design/DAGguK28VD0/0-UnKCaolrsrIfk3SFez7g/edit?utm_content=DAGguK28VD0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton</a></p><p><br/></p><p>Artikel opini adalah tulisan yang berisi pandangan, pendapat, atau analisis subjektif penulis terhadap suatu isu atau peristiwa.</p></li></ol><ol><li><p>penulis menggunakan judul-judul sedemikian rupa dan kita sebagai pembaca harus menempatkan diri sebagai penulis. kenapa memilih untuk menggunakan diksi, judul, gaya bahasa, dll seperti ini?</p></li><li><p>menyertakan alasan, data-data dan fakta agar lebih kredibel dan lebih bisa dipercaya</p></li><li><p>subjektif, argumentatif, memuat fakta mendukung, mengajak atau mempengaruhi</p></li><li><p>argumentatif itu artinya memiiki alasan</p></li></ol><p><br/></p><p>ARTIKEL OPINI</p><ol><li><p>Teks opini yang dikirim per orangan<br>yang bukan bagian dari<br>organisasi/perusahaan penerbit.<br>Penulis biasanya pakar, akademisi,<br>praktisi, atau pembaca yang kredibel.</p></li></ol><p>EDITORIAL / TAJUK RENCANA</p><ol><li><p>Teks opini yang ditulis oleh tim redaksi<br>suatu surat kabar/media. Teks ini tidak<br>ditulis secara perorangan.</p></li></ol><p>KOLOM</p><ol><li><p>Teks opini yang ditulis oleh kolumnis<br>(penulis tetap) pada surat kabar/media<br>tertentu. Biasanya memiliki ciri khas<br>yang dapat dikenali oleh pembaca.</p></li></ol><p>ANALISIS</p><ol><li><p>Teks opini yang membedah suatu isu<br>secara mendalam, biasanya ditulis<br>oleh ahli, pengamat, atau jurnalis<br>senior yang menguasai isu</p></li></ol><p><br/></p><p>TUJUAN PENULIS</p><ol><li><p>memengaruhi &amp; mempersuasi pembaca untuk menerima sudut pandang nya. </p></li><li><p>mengajak pembaca untuk bertindak, bisa dari seruan langsung, diksi interaktif, penekanan pada urgensi</p></li><li><p>menyampaikan kritik atau evaluasi. </p></li></ol><p><br/></p><p>Harus bisa membedakan teks opini dengan berita dan juga kritik.</p><p>kalau ada pro dan kontra, penulis menggunakan kalimat-kalimat reflektif yang mengarahkan pembaca untuk pro dan untuk kontra. sehingga pembaca dibebaskan untuk memilih stancenya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAGguK28VD0/0-UnKCaolrsrIfk3SFez7g/edit?utm_content=DAGguK28VD0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2025-03-06 03:44:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3353559165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartun Politik</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3408212811</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Komposisi</p><p>melibatkan elemn-elemen, adegan adegannya. kayak hal-hal yang ada di dalamnya, kalo misalnya ada vas di adegan 1, di adegan 2 juga ada vas yang sama. berarti komposisinya sama. tapi ukurannya bisa berbeda. jadi bisa tuh analisis adegan komposisi</p></li><li><p>karikatur &amp; label</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.canva.com/design/DAGkkg-BQ_0/GUaqHZ6-0vgexBc-WGDT9w/edit?utm_content=DAGkkg-BQ_0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton">https://www.canva.com/design/DAGkkg-BQ_0/GUaqHZ6-0vgexBc-WGDT9w/edit?utm_content=DAGkkg-BQ_0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAGkkg-BQ_0/GUaqHZ6-0vgexBc-WGDT9w/edit?utm_content=DAGkkg-BQ_0&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=sharebutton" />
         <pubDate>2025-04-14 02:02:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3408212811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Artikel Opini &quot;Jakarta Kota Cuek&quot; - Paper 1</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3441099461</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengkritik tergerusnya budaya Indonesia yang "gotong royong" menjadi lebih individualis dan tidak saling peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Didorong dengan adanya faktor modernisasi dari perkembangan teknologi hiburan (terutama), kesibukan, keserakahan (ada ga ya? lupa hehe), dan berkurangnya ruang publik.</p><p><br/></p><p>Pertanyaan pemantik: Bagaimana penulis menyampaikan pendapat atau keyakinannya dalam teks ini? Analisislah bagaimana <strong>bahasa dan struktur</strong> digunakan untuk memengaruhi pembaca.</p><p><br/></p><p>Karena ini membahas struktur, jangan hanya membahas 1 paragraf atau beberapa doang, harus semuanya. Karena yang disoroti itu kamu paham semuanya.</p><p><br/></p><p>Secara keseluruhan, struktur <strong>sebab &amp; akibat atau kausalitas</strong> merupakan yang paling signifikan. </p><p>Bisa juga menggunakan struktur <strong>kontras</strong> atau <strong>perbandingan</strong>, struktur <strong>argumen</strong> <strong>+</strong> <strong>contoh</strong> juga dapat digunakan. </p><p>Kalau kronologis tidak tepat yahh, karena harusnya ada rangkaian peristiwanya. Di sini kan tidak ada. </p><p><br/></p><p>Penggunaan <strong>personifikasi, nada konotasi negatif, simile, metafora, hiperbola, dan jukstaposisi</strong> untuk menyampaikan pesan.</p><p><br/></p><p>Nada negatif itu untuk mengkritik sesuatu biasanya.</p><p><br/></p><p>Untuk analisisnya pastikan analisis teknik, apa yang diteknikan dan dampaknya terhadap pembaca.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2599292782/28ed182d329c592900a8199e37d3daea/Bedah_artikel_opini_topic_test.pdf" />
         <pubDate>2025-05-08 03:55:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3441099461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7/7/2025 - Refleksi Indonesian A</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3512990968</link>
         <description><![CDATA[<p>Apa saja yang sudah kumengerti (3-5 hal):</p><ol><li><p>memahami konteks dari ekstrak yang ada</p></li><li><p>mengetahui teknik2 yang digunakan dalam ekstrak</p></li><li><p>memahami struktur yang perlu digunakan dalam tulisan</p></li></ol><p><br>Apa saja yang belum kumengerti (3-5 hal):</p><ol><li><p>kurang dalam ketika menganalisis</p></li><li><p>belum bisa menulis dengan struktur dan penataan yang jelas</p></li><li><p>belum memahami lebih elemen apa saja yang ada di dalam teks sastra maupun non sostra, sehingga kesulitan untuk menganalisis</p></li><li><p>kurang bisa memberi hubungan antara teknik dan dampak yang ada dalam ekstrak</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-08 01:44:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3512990968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ringkasan Tartuffe 30.9.2025</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3610412820</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Simbol apa saja yang muncul dalam cerita? Simbol-simbol tersebut merepresentasikan apa?</p><p>a. Rumah Orgon: merepresentasikan pihak berkuasa di Perancis pada abad ke-17 dan menggambarkan ketidaksetaraan sosial dan sistem feodal yang ada.</p><p>b. Tartuffe: menggambarkan kemunafikan dan pihak yang menyalahgunakan kekuasaan dan fanatisme agama ; Orgon: merepresentasikan masyarakat fanatik agama yang menjadi tidak rasional. Simbolisasi pengorbanan keluarga yang salah dalam cerita. Selain itu, Orgon juga menekankan peran gender laki-laki yang patriarkis. ; Dorine: suara rasional dalam cerita, selain itu Dorine juga merupakan masyarakat kelas bawah. Oleh karena itu, suaranya yang rasional menimbulkan kesan ironi pada pembaca. ; Elmire: merepresentasikan gender perempuan yang dipandang rendah pada masa tersebut. </p><p>c. Meja lipat: kemunafikan dan topeng religius yang digunakan oleh Tartuffe, alias kesalehan palsu. Hal tersebut juga menunjukkan fleksibilitas identitas karena meja lipat dapat membuka tutup. Meja lipat juga mengimplikasikan privasi dan kepalsuan. Meja lipat sebagai ruang intim yang kemudian disalahgunakan oleh Tartuffe sebagai alat untuk menipu publik.</p><p>d. Merpati: merpati merupakan lambang kepercayaan agama Nasrani sebagai sesuatu yang suci. Hal tersebut seharusnya menunjukkan kesucian dan kepolosan. Hal tersebut menunjukkan polosnya Orgon dan Ny. Pernelle dalam cerita. Hal tersebut juga menghadirkan ironi dan kontras terhadap Tartuffe yang dilambangkan sebagai ular yang licik.  </p><p>e. Kotak/peti rahasia: Kotak tersebut berisi dokumen dan dana yang merupakan harta rahasia Orgon. Orgon menyerahkannya kepada Tartuffe yang ditunjukkan sebagai tokoh munafik, licik, dan serakah melalui dialog tokoh dan ironi dramatis. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan buta akan adanya fanatisme. Hal tersebut juga menekankan ketundukan total Orgon kepada Tartuffe.</p><p>e. Objek-objek yang berkaitan dengan agama: Salib dan Alkitab digunakan oleh Tartuffe untuk menumbuhkan kesan alim, polos, dan suci dalam diri Tartuffe. Namun, hal tersebut menunjukkan kontras dari jati diri Tartuffe sebenarnya.</p></li><li><p>Bagaimana konsep agama digambarkan dalam cerita?</p><p>a. Agama digunakan seabgai alat untuk meraih keuntungan pribadi yang dapat dilihat melalui tokoh Tartuffe. Tartuffe berpura-pura saleh, rajin berdoa, dan menggunakan bahasa religius. Kontras dengan jati dirinya, Tartuffe mengerjar harta, status, kekuasaan, dan istri Orgon. Hal tersebut menunjukkan kritik Molière terhadap masyarakat yang menggunakan agama untuk mendapat kepentingan material dan sensual.</p><p>b. Agama digunakan sebagai alat mobilitas sosial. Agama dipercaya dan dituruti oleh banyak orang dan bisa sangat buta jika tidak menggunakan pikiran rasional. Dengan tampil sebagai orang alim, ia berhasil masuk ke rumah Orgon dan memperoleh pengaruh politik dan sosial. Hal tersebut menunjukkan bagaimana Molière menggunakan satir untuk mengritik kebutaan terhadap agama atau fanatisme agama.</p><p>c. Agama yang dimaknai secara fanatis hingga menghilangkan rasionalitas juga dikritik oleh Molière. Orgon adalah representasi kaum fanatik yang melakukan hal yang dimanipulasi tanpa menggunakan akal sehat, emnolak keluarganya, dan hampir menghancurkan dirinya sendiri. Fanatisme ditunjukkan dapat menyebabkan buta logika, pengorbanan keluarga, dan kebutaan realita. Molière mengritik agama yang dijalani secara fanatik dan yang dapat menyebabkan kerusakan kehidupan sosial. </p></li><li><p>Bagaimana format dialog dalam naskah drama memengaruhi pemahaman pembaca terhadap alur cerita dan karakterisasi?</p><p>a. Pembaca mengetahui persepsi berbagai perspektif tokoh terhadap Tartuffe melalui dialog Elmire, Mariane, Dorine, Cleante, Damis, Orgon, juga Nyonya Pernelle. Elmire, Mariane, Dorine, Cleante, Damis, dan Valere menunjukkan sisi buruk dan asli Tartuffe. Sedangkan Orgon dan Ny. Pernelle menunjukkan sisi munafik dari Tartuffe. Hal tersebut mendorong pembaca untuk melihat dilema yang dialami oleh para tokoh, parahnya fanatisme agama dalam diri tokoh, juga bahayanya manipulasi agama.</p><p>b. Orgon menggunakan berbagai diksi otoriter yang menunjukkan dirinya yang patriarkis, keras kepala, dan tidak bisa dinegosiasi. Tartuffe juga menggunakan bahasa religius dan penuh kepura-puraan yang disertai dengan majas hiperbola, metafora, dan simile. Hal tersebut menekankan kepribadiannya yang munafik. Dorine menggunakan dialog cerdas dan sarkastik yang menunjukkan kepribadiannya yang memiliki akal sehat. Cleante memaparkan argumen logisnya yang juga mewakili suara rasionalitas dna kebijaksanaan.</p></li><li><p>Analisislah bagian-bagian alur dalam Tartuffe (orientasi, konflik, komplikasi, klimaks, resolusi)! Apa fungsi alur progresif (alur maju yang mengikuti struktur orientasi, konflik, komplikasi, klimaks, resolusi) dalam Tartuffe? Bagaimana dampaknya pada pembaca?</p><p>a. Orientasi: Molière memperkenalkan sitausi rumah Orgon yang resah dan tidak nyaman karena Orgon terlalu memercayai Tartuffe dengan segala permintaan dan perilakunya yang tidak masuk akal yang menyebakan keluarganya mengalami dampak negatif. Hal tersebut menanamkan konflik utama sejak awal, yaitu bahaya fanatisme agama.</p><p>b. Konflik 1: Orgon ingin menikahkan Mariane dengan Tartuffe yang ditentang oleh keluarganya. Namun, Orgon masih keras kepala. Hal tersebut menunjukkan benturan logika keluarga Orgon dengan fanatisme Orgon. </p><p>c. Konflik 2: Damis mengungkap kecurangan Tartuffe tetapi malah diusir oleh Orgon. Orgon juga menyerahkan hak waris dan kotak rahasi kepada Tartuffe. Ketegangan ini menunjukkan dampak besar yang dihasilkan oleh fanatisme yang bahkan bisa berpengaruh kepada keluarga.</p><p>d. Klimaks: Elmirie memperlihatkan kemesuman Tartuffe di depan Orgon dan Orgon tersadar bahwa ia tertipu. Namun, Tartuffe sudah memiliki surat kepemilikan rumah Orgon dan mengancam akan mengusir keluarga Orgon. Klimaks ini menunjukkan ketegangan dan akibat yang terjadi akibat fanatisme yang juga menekankan kritik Molière kepada masyarakat.</p><p>e. Resolusi: Tartuffe dilaporkan ke Raja. Berkat kebijaksanaan Raja, Tartuffe ditangkap dan Orgon beserta keluarganya kembali aman. Hal tersebut menunjukkan kekuatan logika setelah menunjukkan bahaya yang ada oleh penulis.</p><p>Alur progresif yang ada menignkatkan ketegangan cerita secara bertahap beserta memberikan cerita detail terhadap setiap langkah buta akan agama yang ada dalam cerita. Hal tersebut memberikan manifestasi kritik dan masalah yang diusung dalam kisah. Konflik yang semakin rumit juga menghadirkan efek komedi melalui diksi satir yang membuat cerita dan kritik Molière disampaikan secara lugas kepada pembaca.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 02:23:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3610412820</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Progress Test Trakhir</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3685210595</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>panel 1-3 itu sebagai pengenalan konteks atau hook dari cerita yang showing what’s the issue here</p></li><li><p>masalah —&gt; ketidaksadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan. jadi dia mengkritik masyarakat yang belum sadar dan mengedukasi masyarakat. &nbsp;</p></li><li><p>evidence: penokohan. tokoh kota digambarkan; menggunakan botol plastik (tindakan)&nbsp;</p></li><li><p>dialog tokoh: dia melihat bahwa ada pemandangan standar —&gt; tidak menyadari bahwa keadaan yang asri dari orang2 yang peduli lingkungan.&nbsp;</p></li><li><p>kata “viral” banyak yang aware tentang permasalahan ini bahkan sampai scope global. makanya ketika ada yang peduli dianggap sebagai hal yang krusial.&nbsp;</p></li><li><p>tokoh dari desa ditunjukkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang dapat dilihat melalui dialog + tindakan.&nbsp;</p></li><li><p>penggambaran kontras kota dan desa, yang kota gedung gedung, yang desa masih banyak pohon.&nbsp;</p></li><li><p>JUDUL: “BISA MENEGELOLA SAMPAH PLASTIK ITU HEBAT” mengarahkan pembaca untuk memiliki perspektif positif terhadap pengelolaan sampah plastik dari kata persuasif “juga” dan “hebat”</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2599292782/5110b7a9dfb2a47d18640b48497fe98e/1.png" />
         <pubDate>2025-11-17 00:51:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3685210595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Progress test trakhir</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3685210734</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>di panel 4: tokoh dari desa memberikan edukasi kepada pembaca terkait aktivitas pengelolaan sampah. menekankan mudah dilakukan, berdampak positif.&nbsp;</p></li><li><p>pengelolaan plastik disampaikan dengan eskalasi skala kecil hingga besar atau inovatif yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah plastik.</p></li><li><p>secara ironis, komikus mempertajam kritik disampaikan oleh tokoh anak kecil yang menyadarkan tokoh lain bahwa sampah merupakan hal berbahaya yang ditekankan melalui kata “racun”. penyebutan tahun secara spesifik “seribu tahun” juga menekankan bahaya sampah plastik.&nbsp;</p></li><li><p>ada onomatope: “jleb” menunjukkan keterkejutan tokoh bahwa sampah plastik memiliki bahaya. jadi awalnya tidak paham tpi setelah diedukasi jadi paham dan sadar.&nbsp;</p></li><li><p>kalimat “mari merdeka dari sampah plastik” menekankan persuasi untuk mengelola sampah plastik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2599292782/20052b1f2f6212dd6b01d45e43f9e661/2.png" />
         <pubDate>2025-11-17 00:51:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3685210734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Progress test trakhir</title>
         <author>teresaazarel</author>
         <link>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3685259964</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>sejarah: tempe sudah menjadi identitas / bagian dari budaya masyarakat.&nbsp;</p></li><li><p>awali dari di bagian pembukaan ada apa? di bagian isi ada apa? dan ga harus saklek.&nbsp;</p></li><li><p>dari judul dulu: “mengyunyah (cerita) tempe” menggunakan imagery atau perumpamaan. jadi judulnya ambigu / multitafsir. kalau dia konotatif bukan ambigu ya, soalnya ya tersembunyi maknanya.&nbsp;</p></li><li><p>makna ganda yang ditampilkan dalam judul menumbuhkan rasa penasaran dalam diri pembaca untuk mengetahui lebih dalam terkait kolom opini tersebut.</p></li><li><p>kemudian pada bagian pembukaan, artikel diawali dengan latar belakang yang ingin dibangun oleh penulis melalui permasalahan konkret. hal tersebut dibuktikan melalui metonomia “KR (Kedaulatan Rakyat” yang menekankan bahwa isu ini reallll dan meningkatkan kesadaran pembaca terhadap isu yang ada.&nbsp;</p></li><li><p>diksi hiperbole “kelimpungan” “melangit” “melejit” memperkuat bahwa isu yang diusung merupakan sebuah masalah.&nbsp;</p></li><li><p>penggunaan angka juga menekankan kesulitan masyarakat mengonsumsi tempe akibat peningkatan harga kedelai “Rp6.700/kg” “Rp9.200/kg”</p></li><li><p>pada bagian selanjutnya, penulis memberikan kesan bahwa tempe merupakan makanan yang dekat dengan masyarakat lokal melalui bahasa daerah “burjo” dan “sakdulit” oleh karena itu penggunaan kata-kata tersebut menekankan bahwa tempe sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat.</p></li><li><p>memberikan contoh konkret “burjo” “sakdulit” mempermudah pembaca untuk memahami argumen penulis</p></li><li><p>pada bagian yang memiliki subjudul “Protein Nabati”, penulis menyajikan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan tempe yang berperan penting dalam hidup masyarakat secara turun temurun. hal tersebut ditekankan melalui penyebutan tragedi besar “Sistem Tanam Paksa” dan babad legendaris “Serat Centhini” sebagai studi literatur. Oleh karena itu, penyampaian kisah kronologis tempe memperkuat pentingnya tempe dalam masyarakat.</p></li><li><p>pendapat ahil “Onghokham” juga mendukung penyajian sejarah tempe. hal tersebut meperlihatkan kredibilitas opini penulis kepada pembaca.&nbsp;</p></li><li><p>diksi diksi indah dan puitis, yang penuh dengan majas majas. majas personifikasi dan hiperbola. “dimanjakan” “Dinahkodai” “menggelinding” dll untuk mempermudah pembaca memahami isi teks dan isu yang diusung.&nbsp;</p></li><li><p>di bagian subjudul “Identitas Kolektif” / kesimpulan.</p></li><li><p>pada bagian ini, penulis menggunakan nada reflektif untuk menyadarkna pembaca bahwa tempe merupakan bagian dari bangsa lokal yang juga bergizi. hal tersebut disertai dengan humor kritis untuk mengkritik pemerintah “mestinya” “seharusnya” yang memberikan perspektif penulis bahwa permasalahan yang disebutkan dalam paragraf-paragraf sebelumnya harus diselesaikan terutama oleh pemerintah.&nbsp;</p></li><li><p>ILUSTRASI TIDAK PERLU DIANALISIS kecuali waktunya masih cukup&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/2599292782/0a0bc8f9104fc8b5d6af20a2ce98c045/Mengunyah__Cerita__Tempe.pdf" />
         <pubDate>2025-11-17 01:20:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/teresaazarel/yhybiq5hh3nb9zlc/wish/3685259964</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
