<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SISTEM KESEHATAN NASIONAL by Nuraeny Guntur</title>
      <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga</link>
      <description>Tugas Kelompok</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-03-09 03:25:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-25 00:41:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Petunjuk Kerja</title>
         <author>aeny01</author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/52539009</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)</p><p>2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.</p><p>3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat</p><p>4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet</p><p>NB. <br></p><p>a. Menulis nama anggota kelompok</p><p>b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-09 03:29:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/52539009</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53132007</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 8
</p><p>-Cicci Chairunisa Mas’um<br>-LIsya Hanifa<br>-Muh. Fadly</p><p>-Nur Rahma Amalia S.<br>-Sri Andi Nirwana Hasan<br>-Sunardin</p><p>1.<span>  </span>Seperti yang kita ketahui,&nbsp; salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?</p><u>Jawab:</u> <br>
<p>Upaya&nbsp;
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;</p><p><span></span>-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)</p><p><span></span>-Posyandu yang telah berjumlah 269.202</p><p><span></span>-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)
</p>
<p>2.<span> </span>Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?
</p><p>Jawab : 

</p><p>Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.</p>
<p>3.<span>  </span>Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?
</p><p>Jawab: </p>
<p>Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-12 06:27:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53132007</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53164069</link>
         <description><![CDATA[<p>KELOMPOK 3</p><p>1. Nurul Muttahidah</p><p>2. Hilda hatami</p><p>3. Mirna</p><p>4. Muzakkir</p><p>5. Hamsatun </p><p>&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?</p><p>jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).</p><p>&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :</p><p>kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan </p><p>&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?</p><p>jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)
</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-12 12:03:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53164069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53174266</link>
         <description><![CDATA[<p>* Rahmat Hidayah</p><p>* Alief Saputra</p><p>* Ulfa Dwiyanti</p><p>* Nur Azizah Fausiah</p><p>* Nur Fitriana</p><p>Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?</p><p>Jawab :</p><p>&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.</p><p>Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?</p><p>Jawab :</p><p> 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.</p><p>2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.</p><p>3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.</p><p>4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.</p><p>Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?</p><p>Jawab : </p><p>&gt; Masyarakat, termasuk swasta</p><p>&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten</p><p>&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)</p><p>&gt; Badan Yudikatif.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-12 13:03:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53174266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53832917</link>
         <description><![CDATA[<p><b>1.</b><b>LIA RESKI ANALIA</b>
</p><p><b>2.</b><b>HASTINA MELINDA</b>
</p><p><b>3.</b><b>NURMIA P</b> </p><p><b>4.</b><b>MUH.IRFAN</b>
</p><p><b>5.</b><b>SITTI FADLIYAH</b></p><p><b><b>1.<span> </span></b>Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?</b>
</p><b><p><b>Jawab :</b></p>
<p>Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.<span>&nbsp; </span>Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.<span>&nbsp; </span>Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.
</p></b><b><p>c.<span>&nbsp; </span>Kebijakan pembangunan
kesehatan dan</p><p>d.<span>&nbsp; </span>Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.

</p></b><b><p>2.<span>&nbsp; </span>Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !</p>
<p>jawab :</p>
<p>pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.</p>

<p>3.<span>&nbsp; </span>Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?</p>
<p>Jawab : </p>
<p>Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.
</p></b><b></b>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-03-17 23:59:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/53832917</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/150743457</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=49&amp;ved=0ahUKEwipwO6vnO7RAhVHXbwKHVhxDJQ4KBAWCF4wCA&amp;url=https%3A%2F%2Fpadlet.com%2Faeny01%2Fyhcmnwsmz1ga&amp;usg=AFQjCNF623eWhPv19cw9MNIUZb2n9wO64g" />
         <pubDate>2017-02-01 06:03:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/150743457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>H</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/169835408</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-05-04 03:01:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/169835408</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/249764242</link>
         <description><![CDATA[
Petunjuk Kerja
P]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-04-09 12:53:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/249764242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas ibu nirma</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/257470838</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-02 23:19:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/257470838</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/261116614</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-16 07:38:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/261116614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>, </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/317560054</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-01-05 04:47:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/317560054</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/355329991</link>
         <description><![CDATA[,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-04-30 07:59:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/355329991</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/355330842</link>
         <description><![CDATA[, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-04-30 08:03:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/355330842</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/374553348</link>
         <description><![CDATA[
&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
D]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-14 15:21:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/374553348</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/461461628</link>
         <description><![CDATA[Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-03-16 05:34:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/461461628</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/461461927</link>
         <description><![CDATA[Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-03-16 05:35:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/461461927</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/616059961</link>
         <description><![CDATA[Permisi buk , permisi teman , saya mau menjawab pertanyaan dari]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-08 04:41:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/616059961</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/664852657</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-29 08:29:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/664852657</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK </title>
         <author>hermansyahkempo2</author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/719763252</link>
         <description><![CDATA[<p><b>1.</b><b>LIA RESKI ANALIA</b>
</p><p><b>2.</b><b>HASTINA MELINDA</b>
</p><p><b>3.</b><b>NURMIA P</b> </p><p><b>4.</b><b>MUH.IRFAN</b>
</p><p><b>5.</b><b>SITTI FADLIYAH</b></p><p><b><b>1.<span> </span></b>Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?</b>
</p><b></b><p><b>Jawab :</b></p>
<p>Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.<span>&nbsp; </span>Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.<span>&nbsp; </span>Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.
</p><b></b><p>c.<span>&nbsp; </span>Kebijakan pembangunan
kesehatan dan</p><p>d.<span>&nbsp; </span>Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.

</p><b></b><p>2.<span>&nbsp; </span>Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !</p>
<p>jawab :</p>
<p>pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.</p>

<p>3.<span>&nbsp; </span>Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?</p>
<p>Jawab : </p>
<p>Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.
</p><b></b>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-04 00:25:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/719763252</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/779195322</link>
         <description><![CDATA[Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.



Permisi buk , permisi tem
Permisi buk , permisi teman , saya mau menjawab pertanyaan dari
Jelaskan mengapa pemberda
Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !
Seperti yang kita ketahui
Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?
&gt; pertanyaan 1 : Dala

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
D
, , Kosong Tugas ibu nir
, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.


more_vert
, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Empty
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma
Petunjuk Kerja P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Empty
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-25 13:44:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/779195322</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/868332591</link>
         <description><![CDATA[agaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-28 04:22:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/868332591</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/896665641</link>
         <description><![CDATA[<div> apa yang bisa dilakukan agar SKN(sistem kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-06 03:52:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/896665641</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/993011102</link>
         <description><![CDATA[Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-12-07 06:29:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/993011102</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/1304876667</link>
         <description><![CDATA[Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

Dalam Sistem Kesehatan Na
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?
 apa yang bisa dilak
 apa yang bisa dilakukan agar SKN(sistem kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik?
agaimana kedudukan SKN te
agaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?
Petunjuk Kerja Petunjuk K
Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.



Permisi buk , permisi tem
Permisi buk , permisi teman , saya mau menjawab pertanyaan dari
Jelaskan mengapa pemberda
Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !
Seperti yang kita ketahui
Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?
&gt; pertanyaan 1 : Dala

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
D
, , Kosong Tugas ibu nir
, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.


more_vert
, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Empty
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma
Petunjuk Kerja P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Empty
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.



Permisi buk , permisi tem
Permisi buk , permisi teman , saya mau menjawab pertanyaan dari
Jelaskan mengapa pemberda
Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !
Seperti yang kita ketahui
Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?
&gt; pertanyaan 1 : Dala

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
D
, , Kosong Tugas ibu nir
, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

, , Kosong Tugas ibu nir
,
, 
Kosong
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma

 Petunjuk Kerja
 P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Kosong
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Petunjuk Kerja
Petunjuk Kerja
1. Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 5 orang (Daftar nama kelompok dapat diambil pada ketua kelas)

2. Membuat 3 pertanyaan terbuka (essai) dengan tema sistem kesehatan nasional.

3. Mendiskusikan dengan kelompok mengenai jawaban dari pertanyaan yang dibuat

4. menympulkan hasil jawaban dan menuliskannya dalam padlet

NB. 

a. Menulis nama anggota kelompok

b. web padlet ini akan dilock pada tanggal 31 Maret 2015 pukul 08.00 WITA., dan tidak dapat diedit lagi.

,
, 
Empty
Tugas ibu nirma
Tugas ibu nirma
Petunjuk Kerja P

Petunjuk Kerja
P
H
H
Empty
KELOMPOK
KELOMPOK 
1.LIA RESKI ANALIA

2.HASTINA MELINDA

3.NURMIA P 

4.MUH.IRFAN

5.SITTI FADLIYAH

1. Sebutkan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dalam menyusun sistem kesehatan nasional?

Jawab :


Sistem kesehatan nasional disusun dengan memperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasaryang meliputi:
a.  Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata.b.  Pemberian pelayanan
kesehatanyang berpihak kepada rakyat.

c.  Kebijakan pembangunan
kesehatan dan

d.  Kepemimpinan SKN juga
disusun dengan memperhatikan inovasi/trobosan dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan secara luas, termasuk penguatan sistem rujukan.


2.  Jelaskan mengapa pemberdayaan masyarakat mempengaruhi pencapaian dan kinerja sistem kesehatan nasional di indonesia !


jawab :


pemberdayaan masyarakat : Sistem kesehatan nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Ini penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Keberhasilan
pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini agar tercapainya Indonesia sehat 2010 juga
dibutuhkan. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.



3.  Apa keterkaitan antara
pembangunan nasional dengan sistem kesehatan nasional ?


Jawab : 


Tujuan dari
pembangunan nasional itu sendiri sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan keerdasan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah pembangunan
nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, Salah satunya adalah sistem
kesehatan nasional (SKN). SKN adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud . Derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya. Jadi keterkaitan antara pembangunan nasional dengan SKN sangat erat karena pembangunan nasional
tidak akan tercapai secara menyeluruh jika sistem kesehatan nasional tidak
berjalan dengan semestinya.

Kelompok 5
Kelompok 5
* Rahmat Hidayah

* Alief Saputra

* Ulfa Dwiyanti

* Nur Azizah Fausiah

* Nur Fitriana

Pertanyaan : 1. Untuk mencapai suatu tujuan dalam penyelenggaraan SKN hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ?

Jawab :

&gt; SKN dapat mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta subsistem lain di luar SKN, maka sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan nasional. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pertanyaan : 2. sebutkan dan jelaskan apa-apa saja yang menjadi pokok utama dari SKN ?

Jawab :

 1. sistem upaya kesehatan yaitu tatanan yg menghimpun berbagai upaya kesehatan berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan  upaya kesehatan perorangan (UKP)  secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggiyg setinggi-tingginya.

2 . sistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan  sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

3. sistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat di bidang kes secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya.

4. Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di daerah yang secara terpadu dan saling mendukung,guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pada hakekatnya SKD juga merupakan wujud dan sekaligus dan sekaligus metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah.

Pertanyaan : 3. siapa- siapa saja yang menjadi pelaku dalam peranan SKN ?

Jawab : 

&gt; Masyarakat, termasuk swasta

&gt; Pemerintah(Eksekutif) :Pem.Pusat, propinsi, Kabupaten

&gt; Badan legislatif (DPR, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten)

&gt; Badan Yudikatif.  

KELOMPOK 31. Nu
KELOMPOK 3

1. Nurul Muttahidah

2. Hilda hatami

3. Mirna

4. Muzakkir

5. Hamsatun 

&gt; pertanyaan 1 :
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, apakah sudah dilakukan pembangunan kesehatan secara berkesinambungan ? atau telah berhasilkah SKN meningkatkan  status kesehatan masyarakat ? jika iya apa saja yang berhasil ditingkatkan ?

jawab :
ya, pembangunan kesehatan sudah dilakukan dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat, Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka
Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi
34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu
(AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH)
meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007.
Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita
dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007
(Riskesdas, 2007).

&gt; pertanyaan 2 :
apakah penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut sudah seperti yang diharapkan karna seperti yang kita ketahui bahwa kinerja kesehatan telah menunjukkan peningkatan status kesehatan masyarakat 
jawab :

kinerja kesehatan sudah menunjukkan peningkatannya, namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut belum seperti yang diharapkan, tapi upaya pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru harus terus diupayakan dengan perbaikan sistem kesehatan agar hasil yang tercapai sesuai dengan yang diharapkan 

&gt;pertanyaan  3 :
apa yang bisa dilakukan agar SKN (Sistem Kesehatan Nasional) berfungsi dengan baik ?

jawab :
: diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para pelaku untuk menghasilkan
tata penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum,
terbuka (transparan), rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel)

Kelompok 8 -Cic
Kelompok 8

-Cicci Chairunisa Mas’um
-LIsya Hanifa
-Muh. Fadly

-Nur Rahma Amalia S.
-Sri Andi Nirwana Hasan
-Sunardin

1.  Seperti yang kita ketahui,  salah satu tujuan SKN adalah tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Lalu, apa upaya tenaga
kesehatan Indonesia dalam mencapai tujuan tersebut?

Jawab: 

Upaya 
yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari
partisipasi aktif masyarakat. Contohnya adalah pada bentuk upaya kesehatan
berbasis masyarakat banyak didirikan. Seperti;

-33.910 desa siaga dimana terdapat 20.986 pos
kesehatan desa (POSKESDES)

-Posyandu yang telah berjumlah 269.202

-Dan ada 600 pos kesehatan pesantren (POSKESTREN)


2. Bagaimana kedudukan SKN terhadap berbagai sistem
terhadap kemasyarakatan, salah satunya pada swasta?

Jawab : 


Kedudukan SKN terhadap system
kemasyarakatan salah satunya pada swasta adalah ikut serta berperan aktif
sebagai mitra dalam pembangunan kesehatan yang dilaksanakan sesuai SKN. Dalam
hal ini SKN dipergunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam berbagai upaya
kesehatan.


3.  Apa perbedaan subsistem pembiayaan kesehatan
terhadap masyarakat dan perorangan ?

Jawab: 


Pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah,
sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private,
kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi
tanggung-jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangna diselenggarakan
melalui jaminan pemeliharaan kesehatan dengan mekanisme asuransi social yang
pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan UU
No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-13 05:02:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/1304876667</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/1530127323</link>
         <description><![CDATA[Upaya ]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-17 06:37:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aeny01/yhcmnwsmz1ga/wish/1530127323</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
