<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet CL 6_HG 4_PIKKG 5 by Cantika putri Nasabila</title>
      <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis</link>
      <description>Ahmad Mursyid Azhari, Cantika Putri Nasabila</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-05-09 06:07:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-05-11 16:34:50 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Nama Anggota Kelompok</title>
         <author>cantikaputrinasabila</author>
         <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583265514</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Ahmad Mursyid Azhari 2206048436<br>2. Cantika Putri Nasabila 2206820270</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-09 06:09:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583265514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CL 6</title>
         <author>cantikaputrinasabila</author>
         <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583268222</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1976679874/923b8e94db173d522a712259b7975f4a/cl_6.jpg" />
         <pubDate>2023-05-09 06:11:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583268222</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1C. Apa saja contoh masalah kesehatab yang termasuk dalam global health issue? Berikan juga contoh di bidang kedokteran gigi. (Cantika)</title>
         <author>cantikaputrinasabila</author>
         <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583285168</link>
         <description><![CDATA[<div>GENERAL HEALTH<br>Tidak ada daftar tunggal mengenai masalah kesehatan global. WHO mencantumkan 13 masalah kesehatan global, dan 6 diantaranya mencakup tren utama, yaitu:</div><div>1. Non-Communicable Disease</div><div>Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian mengingat jumlah kematian akibat penyakit menular terus menurun. Menurut WHO, penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya (PTM) menyumbang 70% dari semua kematian di seluruh dunia.&nbsp;<br>2. Infectious Disease and Pandemics</div><div>Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam buletin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemi didefinisikan sebagai wabah penyakit global. Penyakit menular tidak mengenal batas, seperti yang ditunjukkan oleh pandemi COVID 19.&nbsp; Pandemi juga dapat memiliki celah dalam persiapan dan penahanan persebaran penyakit. Banyak penyakit menular lainnya, seperti HIV/AIDS, malaria, Ebola, dan influenza yang telah berakibat fatal selama beberapa dekade.&nbsp;<br>3. Food Supplies</div><div>Meskipun terdapat perbaikan yang signifikan dalam ketahanan pangan selama beberapa dekade terakhir, kelaparan tetap menjadi masalah kesehatan global. Bahkan di negara-negara kaya, bencana alam dapat mengekspos ketidaksetaraan politik dan ekonomi, serta infrastruktur yang terhambat oleh pertumbuhan dan perubahan lingkungan.<br>4. Environmental Factors</div><div>Lingkungan mempengaruhi kesehatan global dalam banyak cara. Beberapa ilmuwan percaya bahwa virus penyebab COVID-19 pada awalnya di hibridisasi dari hewan liar. Inilah salah satu penyebab invasi manusia terhadap hewan liar yang sebelumnya juga terjadi pada Ebola dan HIV disebabkan oleh infeksi silang pada hewan.<br>5. Inequality</div><div>Di beberapa negara, terdapat sistem perawatan kesehatan canggih yang tersedia untuk semua pasien dengan harga terjangkau. Di belahan dunia yang lain, terutama di negara-negara yang memiliki pendapatan yang rendah dan menengah, sistem kesehatan kurang berkembang dan jutaan orang berjuang untuk dapat mengakses perawatan kesehatan.<br>6. Political Factors</div><div>Ketika politik internasional ikut bermain, akses yang tidak memadai pada perawatan kesehatan akan diperburuk. Ketika konflik di dalam atau antar negara menghancurkan infrastruktur penting, masyarakat umum menjadi lebih rentan terhadap penyakit.<br><br>Ref: Global health issues, challenges, and trends. American University of the Caribbean School of Medicine [internet]. [cited 2023 May 9]. Available from: https://www.aucmed.edu/about/blog/global-health-issues<br><br>ORAL HEALTH<br>Penyakit mulut adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling umum di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar dapat dicegah, diperkirakan ada lebih dari 3,5 miliar kasus penyakit mulut dan kondisi mulut lainnya secara global pada tahun 2019. Kesehatan mulut bervariasi sepanjang perjalanan hidup dari kehidupan awal hingga usia lanjut, merupakan bagian integral dari kesehatan umum dan mendukung individu untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan mencapai potensinya. Strategi global ini menetapkan visi yang berani dari cakupan kesehatan universal (UHC) untuk kesehatan mulut, menjangkau semua individu dan komunitas pada tahun 2030. Strategi global adalah langkah konkrit pertama menuju implementasi penuh resolusi WHA74.5 tahun lalu tentang kesehatan mulut. Dengan tindakan untuk Negara Anggota WHO, mitra internasional, masyarakat sipil dan sektor swasta, strategi menetapkan empat tujuan menyeluruh untuk memandu Negara Anggota, untuk mengembangkan tanggapan nasional yang ambisius untuk mempromosikan kesehatan mulut mengurangi penyakit mulut, kondisi mulut lainnya dan ketidaksetaraan kesehatan mulut. strategi tersebut mencakup enam tujuan strategis, yaitu tata kelola kesehatan gigi dan mulut, promosi kesehatan gigi dan mulut, dan pencegahan penyakit mulut, tenaga kesehatan, perawatan kesehatan mulut, sistem informasi kesehatan mulut, dan agenda penelitian kesehatan gigi dan mulut.<br><br>- <strong>Penyakit mulut yang paling umum termasuk karies gigi (kerusakan gigi), penyakit periodontal (gusi), kehilangan gigi, dan kanker bibir dan rongga mulut</strong>. Meskipun sebagian besar dapat dicegah, penyakit ini termasuk penyakit tidak menular yang paling umum secara global, dengan dampak kesehatan, sosial dan ekonomi yang signifikan.</div><div><br>- Kanker bibir dan rongga mulut termasuk di antara 15 kanker paling umum di dunia, dengan lebih dari 500.000 kasus dan hampir 180.000 kematian setiap tahun. Di beberapa bagian Asia Tenggara dan Barat<br>Wilayah Pasifik<br><br></div><div>Penyakit mulut disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi, termasuk konsumsi gula,<br>penggunaan tembakau, penggunaan alkohol dan kebersihan yang buruk, dan faktor penentu sosial dan komersial yang mendasarinya. Faktor penentu ini, bersama dengan faktor risiko umum yang dimiliki oleh penyakit tidak menular, sehingga menjadi dasar strategi terpadu untuk pencegahan dan pengendalian.<br><br></div><div>Ref:&nbsp;<br>1. Landmark global strategy on oral health adopted at World Health Assembly 75 [internet]. World Health Organization. 2022 May 28 [cited 2023 May 9]. Available from: https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/landmark-global-strategy-on-oral-health-adopted-at-world-health-assembly-75<br><br>2. Oral health: Achieving better oral health as part of the universal health coverage and noncommunicable disease agendas towards 2030 [internet]. World Health Organization. 2020 Dec 23 [cited 2023 May 9]. Available from: https://apps.who.int/gb/ebwha/pdf_files/EB148/B148_8-en.pdf</div><div><br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.aucmed.edu/about/blog/global-health-issues" />
         <pubDate>2023-05-09 06:23:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583285168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1D. Apa yang dimaksud debgan konsep Kurva Prestob? Informasi apa yang diberikan kurva ini pada pembuat kebijakan global health? (Cantika)</title>
         <author>cantikaputrinasabila</author>
         <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583285581</link>
         <description><![CDATA[<div>Kurva Preston diperkenalkan pada tahun 1975 oleh Samuel Preston, kurva ini menunjukan hubungan antara pendapatan per kapita suatu negara dengan angka harapan hidup negara tersebut. Kurva tersebut merepresentasikan negara-negara dengan lingkaran-lingkaran yang sesuai dengan populasi negara tersebut. Sumbu vertikal dari grafik menunjukan angka harapan hidup negara, sedangkan sumbu horizontal menunjukan <em>Gross Domestic Product </em>(GDP) per kapita negara. <em>Gross Domestic product</em> (GDP) adalah indikasi untuk menilai apakah keuangan suatu negara baik atau buruk melalui pendapatan penduduk negara tersebut. Preston menyimpulkan bahwa pendapatan seseorang dapat mempengaruhi kesehatan dan mengindikasikan bahwa seseorang yang lahir di negara yang lebih kaya pada umumnya memiliki harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lahir di negara dengan pendapatan rendah.</div><div><br>Kurva Preston pada <strong>gambar di atas </strong>menunjukan 53 negara dari tahun 1930-2000, dengan sumbu vertikal menunjukan harapan hidup dan sumbu horizontal menunjukan pendapatan perkapita. Kurva tersebut menunjukan diantara negara-negara termiskin pada sisi kiri, perubahan kecil dalam pendapatan bisa berhubungan dengan peningkatan besar dalam harapan hidup (digambarkan dengan kurva yang naik dan landai). Diantara negara-negara kaya pada sisi kanan peningkatan pendapatan berhubungan dengan kenaikan harapan hidup, tetapi tidak signifikan (kurva tidak terlalu landai). Pergerakan kurva ke atas berarti negara-negara tersebut mampu mencapai peningkatan harapan hidup tanpa peningkatan PDB per kapita. Pergeseran ke kanan di sisi lain akan menyiratkan bahwa negara-negara tidak dapat meningkatkan harapan hidup mereka meskipun ada peningkatan PDB per kapita.&nbsp;<br><br>Ref: Husain M. Revisiting the Preston Curve: An Analysis of the Joint Evolution of Income and Life Expectancy in the 20th Century. Keele University, United Kingdom. 2011 [cited 2023 May 9]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/268408473_Revisiting_the_Preston_Curve_An_Analysis_of_the_Joint_Evolution_of_Income_and_Life_Expectancy_in_the_20_th_Century_Revisiting_the_Preston_Curve_An_Analysis_of_the_Joint_Evolution_of_Income_and_Life_Ex</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1976679874/a651ef280f914d31bcac32739453e98e/kurva_preston.jpeg" />
         <pubDate>2023-05-09 06:23:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583285581</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1A. Perbedaan Definisi Individual Health, Public Health, International Health, dan Global Health (Azhari)</title>
         <author>ahmadmursyidazhari2</author>
         <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583304014</link>
         <description><![CDATA[<div>Definisi kesehatan terbagi menjadi individual health, public health, global health, dan International Health.	<br><br>1. Individual Health		<br>				<br>Individual health atau kesehatan individu adalah promosi kesehatan individu yang berfokus pada kesehatan satu individu pada satu waktu. Alma Ata mendefinisikan individual health secara luas sebagai suatu keadaan sejahtera dalam fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau infeksi. Kualitas dari kesehatan individu dapat diukur dalam kaitannya dengan keparahan suatu penyakit yang baru diderita oleh individu tersebut 	<br><br>2. Public Health<br>Menurut WHO, public health atau kesehatan publik adalah senin dan sains dari pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, dan mempromosikan kesehatan melalui upaya masyarakat yang terorganisir. Upaya dalam mempromosikan kesehatan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan edukasi individu mengenai kebersihan, vaksinasi, konseling, dan sebagainya&nbsp;<br><br>3. International Health<br>&nbsp;International health atau kesehatan internasional, berfokus pada batas regional dan nasional serta pada penyediaan bantuan kesehatan yang dilakukan oleh organisasi kesehatan dari daerah atau negara ke negara lainnya yang lebih membutuhkan. Fokus isu kesehatannya khususnya meliputi penyakit infeksius, dan maternal dan kesehatan anak di negara yang berpenghasilan rendah. 		<br><br>4. Global Health</div><div><em>Global health </em>atau kesehatan global memiliki definisi yang mirip dengan <em>public health </em>dan <em>international health. Global Health </em>adalah ilmu, penelitian, dan praktik untuk mencegah penyakit, memperpanjang kehidupan, dan mempromosikan kesehatan fisik dan mental melalui upaya global yang terorganisir untuk pemeliharaan lingkungan yang aman, mengontrol penyakit menular, edukasi individu dan seluruh populasi dalam prinsip personal hygiene dan kebiasaan hidup yang aman untuk semua orang di seluruh dunia. <em>Global health </em>menekankan pada masalah-masalah kesehatan antar bangsa, dan merupakan sintesis dari pencehagan populasi dengan perawatan klinis tingkat individu. Tetapi tidak hanya itu, <em>global health </em>juga memperhatihan masalah kesehatan yang menjadi perhatian banyak negara atau yang dipengaruhi faktor transisional. Terdapat 3 komponen utama dalam global health, yaitu adanya permasalahan kesehatan yang melewati batas negara, ketika negara tidak dapat mengatasi masalah kesehatannya sendiri dan membutuhkan upaya global, dan kesehatan global yang bertujuan untuk membentuk keadilan bagi tiap negara terhadap akses kesehatan.&nbsp;</div><div><br>referensi :<br>1. Beaglehole R, Bonita R. What is Global Health? [Internet]. U.S. National Library of Medicine; 2010 . Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2852240/&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-09 06:36:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583304014</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1B. Bagaimanakah target Kesehatan yang tertuang di dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang kemudian Berkembang Menjadi Sustainable Development Goals (SDGs) (Azhari)</title>
         <author>ahmadmursyidazhari2</author>
         <link>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583305507</link>
         <description><![CDATA[<div>Delapan tujuan yang telah disepakati oleh 191 negara termasuk Indonesia memiliki target dan indikator yang spesifik. Ke delapan MDGs tersebut sebagai berikut:<br><br>1. To eradicate extreme poverty and hunger<br><br></div><div>Diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan dan kelaparan<br><br>2. To achieve universal primary education</div><div><br>Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar yaitu sekolah. Angka partisipasi sekolah dasar di daerah berkembang telah mencapai sekitar 91% pada tahun 2015, naik dari 83% pada tahun 2000. Kemudian jumlah anak yang putus sekolah dari usia sekolah dasar di seluruh dunia telah turun hampir setengahnya, menjadi sekitar 57 juta pada tahun 2015, dari 100 juta pada tahun 2000.<br><br></div><div>3. To promote gender equality and empower women</div><div><br>Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender antara pria dan wanita dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.<br><br></div><div>4. To reduce child mortality</div><div><br>Mengurangi angka kematian anak. Seperti diberlakukannya pemberian vaksin campak yang membantu mencegah kematian anak hampir 15.6 juta kematian antara tahun 2000 dan 2013. Akan tetapi pada tahun 2015 setiap hari 16,000 anak dibawah 5 tahun terus meninggal, sebagian besar karena penyebab yang dapat dicegah. Sehingga kelangsungan hidup anak harus tetap menjadi fokus dari agenda pembangunan selanjutnya.<br><br></div><div>5. To improve maternal health</div><div><br>Mengurangi angka kematian ibu dalam proses melahirkan. Lebih dari 71% kelahiran dibantu oleh tenaga medis yang terlatih pada tahun 2014 dan ini merupakan peningkatan sebanyak 59% dari tahun 1990.<br><br></div><div>6. To combat HIV/AIDS, malaria, and other diseases</div><div><br>Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.<br><br></div><div>7. To ensure environmental sustainability (memastikan kelestarian lingkungan hidup)</div><div><br>Pada tujuan ini fokus pada lingkungan hidup. Seperti halnya masalah mengenai gas karbon dioksida, efek rumah kaca, sanitasi dan juga ketersediaan air bersih untuk minum.<br><br></div><div>8. To develop a global partnership for development</div><div><br>Mengembangkan kerjasama dengan negara-negara lain untuk saling membantu memenuhi kebutuhan masing-masing negara. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusu negara-negara yang kurang berkembang. Seperti pembebasan tarif dan kuota untuk ekspor mereka.</div><div><br><br><br>Hampir 15 tahun yang lalu, Millenium Development Goals (MDGs) telah disepakati. MDGs merupakan kerangka kerja penting untuk pembangunan dan kemajuan signifikan yang telah dibuat di sejumlah area. Tetapi setelah tahun 2015 masih dilihat kemajuan yang tidak merata, terutama di Afrika, negara yang paling tidak berkembang. Kemudian negara yang terkurung daratan dan negara dengan pulau kecil. Beberapa MDGs berjalan di luar jalur. Seperti angka kematian ibu dan bayi, kesehatan anak. Maka dari itu, PBB berkomitmen ulang sepenuhnya untuk merealisasikan semua tujuan MDGs termasuk MDGs yang keluar jalur tersebut. Tujuan pembangunan khususnya dengan memberikan bantuan yang terfokus dan ditingkatkan untuk negara yang paling tidak maju dan negara lain dalam situasi khusus. Agenda baru dibangun berdasarkan MDGs dan akan menyelesaikan apa yang tidak tercapai ( UN Document).</div><div><br>Dibentuklah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dan telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk permasalahan manusia dan planet bumi. Tujuan ini direncanakan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari MDGs (WHO).</div><div><br>Ketujuh belas SDGs tersebut ialah (ICPH).</div><ol><li>No poverty -&nbsp; Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di setiap tempat</li><li>Zero hunger - Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan meningkatkan pertanian yang berkelanjutan</li><li>Good health and well-being - Menjamin hidup yang sehat dan meningkatkan kesehatan / kesejahteraan bagi semua pada semua usia</li><li>Quality education - menjamin pendidikan yang berkualitas, inklusif dan adil, meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua</li><li>Gender equality - Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua wanita dan gadis</li><li>Clean water and sanitation - Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan bagi semua</li><li>Affordable and clean energy - Menjamin akses terhadap energi yang terjangkau (terbeli), andal, berkelanjutan, dan modern, bagi semua</li><li>Decent work and economic growth - Meningkat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif; partisipasi penuh dalam pekerjaan yang produktif, jenis pekerjaan yang layak bagi semua</li><li>Industry innovation and infrastructure - Membangun infrastruktur (prasarana) yang awet/ kuat, meningkatkan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, mendukung inovasi</li><li>Reduced inequalities - Mengurangi ketidaksetaraan (inequality) dalam dan antar negara</li><li>Sustainable cities and communities - Membangun kota dan pemukiman manusia yang inklusif, aman, awet/ kuat, dan berkelanjutan</li><li>Responsible consumption and production - Menjamin pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan</li><li>Climate action - Mengambil langkah-langkah tindakan yang segera untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya</li><li>Life below water - Melindungi dan menggunakan lautan, laut, dan sumberdaya kelautan secara berkelanjutan untuk pembangunan yang berkelanjutan</li><li>Life on land - Melindungi, memulihkan, dan meningkatkan penggunaan ekosistem bumi secara berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, menghentikan dan membalik degradasi (kerusakan) tanah, dan kehilangan biodiversitas (keragaman hayati)</li><li>Peace, justice, and strong institution -&nbsp; Menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan yang berkelanjutan, memberikan akses terhadap keadilan bagi semua, membangun lembaga yang efektif, akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan), dan inklusif, pada semua level</li><li>Partnerships for the goals -&nbsp; Memperkuat cara implementasi dan revitalisasi (menghidupkan kembali) kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.</li></ol><div><br>referensi :<br>1. Max. MDGs [Internet]. 2017. Available from: https://www.mdgmonitor.org/millennium-development-goals/&nbsp;<br>2. The 17 goals | sustainable development [Internet]. United Nations; . Available from: https://sdgs.un.org/goals&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-09 06:37:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cantikaputrinasabila/yh4nocw6ji2vvfis/wish/2583305507</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
