<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet funky saya by YUNANTO DWI NUGROHO</title>
      <link>https://padlet.com/ppgyunantonugroho96230/yfd3xfsq39cuccm7</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-01-25 22:22:47 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-01-25 22:38:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>ppgyunantonugroho96230</author>
         <link>https://padlet.com/ppgyunantonugroho96230/yfd3xfsq39cuccm7/wish/2862273208</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Menurut Kemdikbud (2013), peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.&nbsp;<br><br>Menurut Bransfor dan Stein dalam Warsono &amp; Harianto (1993), dikatakan bahwa “Pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pengajaran yang komprehensif yang melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan yang kooperatif dan berkelanjutan”.<br><br>Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan investigasi dan memahaminya. Mengingat bahwa masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggali materi dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Pembelajaran berbasis proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha siswa.&nbsp;<br><br>Menurut Bransfor &amp; Stein, sebagaimana dikutip oleh Warsono (2012: 153) mendefinisikan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pengajaran yang komprehensif yang melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan yang kooperatif dan berkelanjutan. Menurut Grant (2002), Pembelajaran berbasis proyek ini tidak hanya mengkaji hubungan antara informasi teoritis dan praktik, tetapi juga memotivasi siswa untuk merefleksi apa yang siswa pelajari dalam pembelajaran ke dalam sebuah proyek nyata serta dapat meningkatkan kinerja ilmiah siswa.<br><br>Adanya keuntungan atau kebaikan dan kelemahan pada pembelajaran projek based learning diharapkan tidak menjadi kendala bagi peserta didik yang melaksanakannya,&nbsp; karena ini semua tergantung kepada peran dari guru yang akan membantu untuk memfasilitasi pembelajaran tersebut. Adapun peran guru dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek antara lain:<br><br>-Merencanakan dan mendesain pembelajaran.<br>-Membuat strategi pembelajaran.<br>-Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa.<br>-Mencari keunikan siswa.<br>-Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian.<br>-Membuat portofolio pekerjaan siswa.<br><br>Adapun sintak terdiri dari:<br><br>1. Bermula dari pertanyaan (start with the essential question)<br>Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi&nbsp; penugasan&nbsp; kepada&nbsp; siswa&nbsp; dalam&nbsp; melakukan&nbsp; suatu aktivitas.<br><br>2. Merancang kegiatan proyek (design a plan for the project)<br>Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial serta mengetahui alat dan bahan yang dapat digunakan untuk membantu penyelesaian kegiatan proyek.<br><br>3. Membuat jadwal aktivitas (create a schedule)<br>Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, membuat deadline penyelesaian proyek, membimbing siswa membuat cara yang sesuai dan berhubungan dengan proyek dan meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.<br><br>4. Membuat jadwal aktivitas (create a schedule)<br>Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, membuat deadline penyelesaian proyek, membimbing siswa membuat cara yang sesuai dan berhubungan dengan proyek dan meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara. Memonitor perkembangan kegiatan proyek (monitor the students and the progress of the project)<br><br>Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktvitas siswa selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan oleh guru sebagai mentor. Agar mempermudah proses monitoring dibuat sebuah rubrik yang berupa kartu kendali.<br><br>5.Melakukan penilaian (asses the outcome)<br>Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa.<br><br>6. Refleksi pengalaman yang didapat (evaluate the experience)<br>Pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dilakukan. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. Guru dan siswa mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran.<br><br>Sumber: http://lpmpaceh.kemdikbud.go.id/?p=2027<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-01-25 22:37:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ppgyunantonugroho96230/yfd3xfsq39cuccm7/wish/2862273208</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
