<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Akhir Semester Ganjil Bisnis Internasional Kamis 1 by Sufiana Noor</title>
      <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-12-04 01:16:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-12-04 12:44:37 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Ekspor Vanili </title>
         <author>da_fiana</author>
         <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812193763</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://ekonomi.republika.co.id/berita/rw5bap502/amerika-serikat-minta-vanili-organik-kering-sebanyak-23-ton-dari-ntb">https://ekonomi.republika.co.id/berita/rw5bap502/amerika-serikat-minta-vanili-organik-kering-sebanyak-23-ton-dari-ntb</a></p><p><br></p><p>analisis permasalahan dari kedua artikel tersebut dari fungsi manajemen dan strategi bisnis.</p><p><br></p><p>Contoh:</p><p>Kelompok 1 yang terdiri atas (sebutkan nama &amp; NIM seluruh anggota secara urut)</p><p>Masalah : Permintaan Vanili Cukup Tinggi (permasalahan sesuai dengan kesimpulan masing-masing kelompok dan dilarang menggunakan statement yang identik)</p><p>Analisis manajerial :</p><p>Analisis strategi: Bagaimana strategi yang diterapkan UD Rempah Organik Lombok mengatasi masalah tersebut?</p><p><br></p><p>Diwajibkan dan diperbolehkan menambah referensi yang relevan?</p><p><br></p><p>Kelompok 5 bertugas mengomentari pemaparan kelompok 1-4.</p><p>Diskusi di ketik pada wall</p><p>Terima kasih.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://jatiminstitute.com/menjaga-kualitas-vanili-agar-berjaya-di-pasar-global/" />
         <pubDate>2023-12-04 02:15:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812193763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3, yang beranggotakan:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812248323</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-04 03:03:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812248323</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3, yang beranggotakan:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812250199</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Muhammad Ahmad Miqdad Hakim (2150210107)</p><p>2. Inez Rahmatika Hanaan (2150210117)</p><p>3. Yanti (2150210119)</p><p>4. Awwaliyatu Shabrina (2150210124)</p><p>5. Muhammad Mukhlas Rahmad P. (2150210131)</p><p>6. Muhammad Rifky Prasetyo (2150210134)</p><p><br/></p><p><strong>Artikel 1</strong></p><p>Masalah : Petani vanili di indonesia belum memeperhatikan pemanenan vanili secara teiliti, ini bisa menyebabkan berkurangnya permintaan vanili dari indonesia.</p><p><br/></p><p>Analisis:</p><p>Analisis manajemen strategi dari permasalahan tersebut yaitu petani vanili perlu adanya ahli spesialisasi pertanian terutama ahli tanaman vanili dalam pengambilan keputusan dan kesadaran petani yaitu dengan menggunakan kemajuan teknologi terbaru, hal tersebut merupakan hal yang langka, karena ketersediaan pakar atau ahli manusia sangat mahal. Adanya sistem pakar tersebut memungkinkan petani untuk mengambil keputusan yang tepat waktu dengan cara yang efisien, membantu dalam mengurangi biaya dan meningkatkan hasil pertanian.</p><p><br/></p><p><strong>Artilel 2</strong></p><p>Masalah : Permintaan vanili organik mulai tinggi, namun persediaan vanili organik untuk saat ini sangat terbatas.</p><p><br/></p><p>Analisis:</p><p><br/></p><p>Analisis Strategi dari permasalahan tersebut adalah untuk memenuhi permintaan dari para buyer, para petani vanili harus memenuhi semua kriteria yang ada supaya hasil panenya memiliki kualitas yang diinginkan oleh para buyer. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemilik usaha adalah bekerjasama dengan bank indonesia untuk memberikan pelatihan mengenai budidaya vanili organik kepada semua kelompok petani organik yang sudah bekerja sama dengan pemilik usaha, hal ini diharapkan supaya hasil panenya bisa memenuhi permintaan dari para buyer.</p><p><br/></p><p>Sumber:</p><p><br/></p><p>https://insidelombok.id/ekonomi/236-ton-vanili-organik-ntb-kembali-diekspor-ke-amerika/, diakses pada 4 Desember 2023</p><p>-Sutisna, F., &amp; Hendy, H., "Analisis Perbandingan Tingkat Kesalahan Metode Peramalan sebagai Upaya Perencanaan Pengelolaan Persediaan yang Optimal pada PT Duta Indah Sejahtera," _Jurnal Bina Manajemen 8_ , no. 1 (2019)</p><p>-Nanda, Nanda, Bambang Hermanto, and Albertus Sudirman. “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Tanaman Vanili Menggunakan Metode Dempster-Shafer Berbasis Web.” Jurnal Komputasi 8, no. 1 (2020): 91–102.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-04 03:05:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812250199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil diskusi kelompok 2 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812299294</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 2 yang terdiri atas : </p><p>Titis Sa'da Fatimah (2150210111)</p><p>Ulfa Syahidah (2150210126)</p><p>Dea Cahya Ramadhani (2150210127)</p><p>Windy Astuti (2150210129)</p><p>Yusril Anam (2150210130)</p><p>Hasil: </p><p>Fokus masalah artikel 1 </p><p>Kendala kualitas ekspor vanili Indonesia karena banyak petani memanen vanili terlalu dini akibat tingginya tingkat ekspor dan tergiur harga, masalah penanaman kembali vanili usia dini di negara tujuan untuk mengurangi nilai harga.</p><p>Akibatnya : </p><p>Citra vanili Indonesia memburuk dimata dunia</p><p>Fokus masalah artikel 2 : </p><p>Permintaan vanili organik meningkat sedangkan stok terbatas </p><p>Akibatnya: </p><p>Indonesia tidak dapat memenuhi permintaan pasar secara efisien.</p><p>Analisis manajerial : </p><p>Pada artikel 1, permintaan pasar akan vanili cukup tinggi, dalam wilayah tersebut juga rentan menghadapi pencurian vanili, untuk mengatasi masalah tersebut mereka memberlakukan panen vanili pada usia dini. Memang permintaan pasar dapat terpenuhi, namun sayangnya kualitas vanili Indonesia juga akan menurun. Ini berimbas pada pandangan pasar ekspor terhadap nilai vanili Indonesia. Perusahaan kurang memperhatikan kualitas vanili yang sudah dipanen dan hanya berfokus pada pemenuhan permintaan pasar dan pencegahan kerugian yang lebih mendalam. Untuk itu diperlukan management yang lebih baik lagi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Seperti pembinaan petani dan menjalin bentuk kerjasama dengan pemerintah. </p><p>Sedangkan permasalahan pada artikel 2 lebih menyoroti pada permintaan vanili varian organik yang terus meningkat namun petani Indonesia kuwalahan dalam mengimbangi pasar. Tingginya permintaan bisa menjadi peluang, untuk itu perusahaan mengusahakan pengembangan penanaman budidaya organik dengan didampingi oleh ahLi Budi daya tanaman vanili.</p><p>Analisis strategi : </p><p>Adapun strategi yang sudah dilakukan perusahaan yaitu pembinaan terhadap para petani dan permohonan kerja sama terhadap instansi pemerintahan. </p><p>Untuk permintaan yang berlebih, perusahaan melakukan pembatasan permintaan agar kualitas vanili tetap terjaga. </p><p>Strategi lain yang disarankan sebagai berikut : </p><p>-Pengembangan vanili berbasis cluster. Tujuannya agar penanaman vanili dikelola memenuhi skala ekonomi dan terkoneksi dengan industri pengolahan. Sehingga ke depan ekspor vanili dari Indonesia sudah dalam bentuk produk setengah jadi atau produk akhir yang dapat mencegah resiko fluktuasi harga yang biasa terjadi pada pasar komoditas.</p><p>- Pengembangan infrastruktur berupa kebun sumber benih, penyiapan GAP (Good Agricultural Practices) vanili dan tenaga penyuluh terkait vanili. Tanpa adanya fasilitas tersebut maka pengembangan vanili di tingkat on farm menjadi tidak terarah, diakibatkan langkanya benih, informasi tentang budidaya dan penyuluhan. Selain itu, pemberian insentif seperti pupuk, bibit unggul, dan faktor produksi lainnya akan mendorong upaya peningkatan dan perbaikan kualitas produksi vanili Indonesia.</p><p>- Penerapan wajib SNI vanili kering untuk ekspor. Ini adalah cara efektif untuk mencegah pembelian vanili muda. Dimana eksportir yang tidak memenuhi ukuran vanili dan kadar vanillin otomatis tidak bisa diekspor atau yang menjual vanili kering tidak sesuai SNI dapat dikenakan tindak pidana. Perlu adanya perbaikan kualitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dibutuhkan untuk ekspor agar produksi vanili Indonesia dapat diterima. Dengan hal itu pemerintah melalui instansi terkait, harus mensosialisasikan standar mutu dan tindakan-tindakan teknis yang dibutuhkan kepada para petani vanili, agar produksi vanili di dalam negeri dapat meningkat dan memiliki kualitas yang baik, atau sesuai dengan standar mutu yang dibutuhkan dinegara tujuan. </p><p>- Penerapan dokumen asal usul. Dimana pedagang yang menjualbelikan vanili tanpa dokumen asal usul dapat dikenakan pidana. Strategi ini efektif untuk mencegah kasus pencurian vanili yang saat ini marak terjadi.</p><p>Sumber referensi : </p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://lib.unnes.ac.id/17574/1/7111409080.pdf">https://lib.unnes.ac.id/17574/1/7111409080.pdf</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-04 03:55:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812299294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Diskusi kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812317769</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok 4</p><p>Dewi Mardliyah (2150210025)</p><p>Heny Widya Kusuma Dewi (2150210033)</p><p>Sania Uswah Hasaningrum (2150210133)</p><p>Muhammad Hilmi Fuadi (2150210137)</p><p><br/></p><p>Masalah:</p><p>Permintaan vanili yang sangat tinggi, namun belum dapat dipenuhi sesuai dengan standar panen yang diharapkan, yaitu  Kualitas vanili Indonesia menurun akibat panen dini dan kurangnya pengetahuan petani tentang proses pengeringan dan fermentasi yang tepat, diperkirakan akan menyebabkan penurunan signifikan dalam kualitas vanili yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan harga vanili Indonesia rendah di pasar global dan kalah bersaing dengan negara-negara produsen vanili lainnya seperti Madagaskar, Uganda, dan Papua Nugini. Tentu saja dalam hal tersebut menunjukkan bahwa adanya kesenjangan antara permintaan pasar yang tinggi dan ketersediaan vanili yang memenuhi standar panen dapat memberikan dampak negatif terhadap mutu produk.</p><p><br/></p><p>Analisis Manjerial 4P</p><p>Perencanaan </p><p>Petani vanili perlu membuat rencana yang jelas tentang kapan waktu yang tepat untuk memanen vanili, bagaimana cara mengeringkan dan memfermentasi vanili dengan benar, dan berapa target produksi dan pendapatan yang ingin dicapai.</p><p><br/></p><p>Pengorganisasian</p><p>Petani vanili perlu mengorganisir sumber daya yang mereka miliki, seperti lahan, bibit, pupuk, alat, tenaga kerja, dan modal. Mereka juga perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pemasok, pembeli, pemerintah, dan lembaga pendamping.</p><p><br/></p><p>Pengarahan</p><p>Petani vanili perlu memberikan arahan dan komunikasi yang jelas kepada bawahan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan mengapa melakukannya. Mereka juga perlu memberikan umpan balik dan saran yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja bawahan.</p><p><br/></p><p>Pengawasan/Pengendalian </p><p>Petani vanili perlu mematuhi standar panen yang telah ditetapkan, pemerintah dapat membantu dengan membuat aturan seperti  Standar Nasional Indonesia (SNI). Mereka juga harus memonitor perkembangan vanili dan melakukan evaluasi kinerja. Para petani juga perlu mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan serta memulai menggunakan tekhnologi seperti sensor tanah, pemantauan cuaca, dll.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Analisis strategi:</p><p><br/></p><p>Strength (Kekuatan) </p><p>UD Rempah Organik Lombok menjadi satu-satunya perusahaan yang secara aktif mengekspor vanili organik dari Pulau Lombok. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada pencapaian ekspor, melainkan juga terbentuknya kemitraan bisnis yang kokoh dengan pembeli dari Amerika Serikat dalam jangka panjang. Selain itu, perusahaan ini berkomitmen untuk memberdayakan para petani vanili organik di wilayah Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dan Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan kerangka kerja yang mempermudah dalam pemasaran produk mereka.</p><p><br/></p><p>Weakness (Kelemahan) </p><p>Banyaknya permintaan yang haris dipenuhi menjadikan UD Rempah Organik Lombok tidak bisa menerima semuanya, dikarenakan vanili yang diminta adalah vanili organik. Sedangkan vanili organik masih sangat terbatas produksinya dikarenakan kurangnya lahan untuk ditanami dan minimnya pendampingan kepada petani vanili</p><p><br/></p><p>Opportunity (Peluang) </p><p>Tingginya permintaan menciptakan peluang pertumbuhan, namun sekaligus menjadi tantangan karena keterbatasan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. UD Rempah Organik Lombok berupaya untuk mengatasinya dengan menanam vanili organik. Namun harus dalam pendampingan ahli budi daya tanaman tersebut  strategi yang efektif guna memastikan keberlanjutan dan kepuasan pelanggan dalam menghadapi dinamika pasar yang dinamis.</p><p><br/></p><p>Threat (ancaman):</p><p>Panen yang terlalu dini menyebabkan kualitas vanila yang lebih rendah berdampak negatif terhadap reputasi Indonesia di pasar vanila global. tidak hanya itu, pemanenan terlalu dini juga berdampak pada kualitas tetapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi petani dan negara secara keseluruhan. Kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan seperti petani, eksportir, dan otoritas juga menjadi ancaman ekspor.</p><p><br/></p><p>Adapun contoh strategi bisnis yang diterapkan oleh UD Rempah Organik Lombok untuk mengatasi masalah kualitas vanili adalah sebagai berikut:</p><p>- Strategi diferensiasi: UD Rempah Organik Lombok menawarkan produk vanili organik kering yang memiliki kualitas tinggi, aroma kuat, dan rasa manis. Produk ini berbeda dari produk vanili lainnya yang banyak dijual di pasar, yang biasanya basah, berbau asam, dan berwarna hitam. Dengan strategi ini, UD Rempah Organik Lombok dapat menarik perhatian dan minat pembeli, khususnya dari Amerika Serikat, yang membutuhkan vanili organik kering sebanyak 23 ton.</p><p>- Strategi aliansi: UD Rempah Organik Lombok bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) untuk mendapatkan bimbingan dan pelatihan tentang cara menanam, memanen, mengeringkan, dan memfermentasi vanili dengan baik. Dengan strategi ini, UD Rempah Organik Lombok dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, serta memperbaiki proses produksi vanili.</p><p>- Strategi penetrasi pasar: UD Rempah Organik Lombok memanfaatkan media sosial, website, dan marketplace untuk mempromosikan produk vanili organik keringnya kepada pasar domestik dan internasional. Dengan strategi ini, UD Rempah Organik Lombok dapat meningkatkan kesadaran dan permintaan pasar terhadap produknya, serta memperluas jangkauan dan pangsa pasar.</p><p><br/></p><p>Referensi</p><p>Abdat, H., Santoso, S., &amp; Nurfadillah, S. (2022). Daya Saing Komoditas Vanili Indonesia di Pasar Internasional. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 6(3), 1084-1097. doi:<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://dx.doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.03.28">http://dx.doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.03.28</a> </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-04 04:19:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812317769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil Diskusi Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812337495</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 1</p><p>1. Defania Asmara Putri (2150210106) </p><p>2. Monika Ayu Larasati (2150210108) </p><p>3. Fitria Imada Fakhrina (2150210113) </p><p>4. Anggoro Mukti (2150210116) </p><p>5. Intan Isnaini Az-Zahro (2150210123)</p><p><br></p><p>Kesimpulan masalah:</p><p>Dari kedua artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa keduanya sama-sama membahas isu mengenai potensi ekspor vanili (khususnya dari provinsi NTB) yang diminati oleh pasar global (terutama Amerika Serikat).</p><p>• Pada artikel pertama, mengungkapkan adanya permasalahan terhadap standar panen vanili, hal ini mengakibatkan kualitas vanili ekspor dari Indonesia dianggap kurang baik.</p><p>• Pada artikel kedua, mengungkapkan adanya permasalahan mengenai keterbatasan produksi vanili organik dan ketidakmampuannya memenuhi permintaan pasar ekspor yang tinggi, hal ini dapat mengakibatkan peluang ekspor yang terbuang sia-sia.</p><p><br></p><p>Solusi:</p><p>Untuk mengatasi masalah tersebut, pada artikel pertama mengungkapkan bahwa pemerintah dapat menerapkan SNI (Standar Nasional Indonesia) dalam pemanenan vanili, serta memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani mengenai standar panen yang baik dan benar, sehingga mampu meningkatkan kualitas vanili yang dihasilkan. Sedangkan pada artikel kedua mengungkapkan diperlukannya sinergi antara pemangku kepentingan untuk melakukan perluasan areal tanam vanili organik, pendampingan ahli budidaya tanaman, penerapan teknologi budidaya yang tepat serta strategi pemasaran yang baik. Sehingga diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar ekspor dan mampu meningkatkan daya saing vanili Indonesia di pasar global.</p><p><br></p><p>Analisis:</p><p>Jelas dari dua artikel tersebut bahwa ada pasar besar untuk vanili di seluruh dunia, khususnya di AS. Ada beberapa alasan untuk ini, seperti:</p><ol><li><p>Meningkatnya minat konsumen terhadap makanan dan minuman organik</p></li><li><p>Persyaratan vanili untuk sektor farmasi</p></li><li><p>Meningkatnya permintaan dari negara-negara berkembang untuk vanili</p></li></ol><p><br></p><p>Bagi UD Rempah Organik Lombok, meningkatnya permintaan vanili menghadirkan kesulitan sekaligus peluang. Di satu sisi, pendapatan perusahaan bisa naik karena meningkatnya permintaan. Namun, bisnis harus dapat memenuhi permintaan ini dengan biaya yang wajar dan dengan produk berkualitas tinggi.</p><p><br></p><p>Analisis Manajerial:</p><p>A. Perencanaan</p><p>Untuk memenuhi permintaan vanili yang terus meningkat, diperlukan perencanaan yang matang dari pihak UD Rempah Organik Lombok. Elemen-elemen berikut harus dimasukkan dalam perencanaan:</p><p>1. analisis pasar</p><p>2. perencanaan produksi</p><p>3. perencanaan keuangan</p><p><br></p><p>B. Pengorganisasian (persiapan)</p><p>UD Rempah Organik Lombok harus mengatur asetnya untuk memenuhi permintaan vanili yang terus meningkat. Ini dapat dicapai dengan mempekerjakan lebih banyak orang, memperluas proses produksi, dan meningkatkan kapasitas produksi.</p><p><br></p><p>C. Pergerakan (actuating) </p><p>Untuk memenuhi permintaan vanili yang terus meningkat, UD Rempah Organik Lombok harus memobilisasi sumber dayanya. Ini dapat dicapai dengan memberikan pelatihan dan motivasi kepada personel, serta dengan memantau proses produksi secara ketat.</p><p><br></p><p>D. Pengendalian (controlling) UD Rempah Organik Lombok harus menerapkan pengendalian untuk menjamin bahwa permintaan vanili dapat dipenuhi dengan harga yang wajar dan berkualitas tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan rutin menilai kinerja bisnis dan kualitas produk.</p><p><br></p><p>Analisis Strategi:</p><p>UD Rempah Organik Lombok mungkin menggunakan taktik berikut untuk mengatasi masalah tingginya permintaan vanili:</p><p>A. Pendekatan diferensiasi</p><p>Strategi diferensiasi dapat diterapkan oleh UD Rempah Organik Lombok dengan menyediakan produk vanili organik premium. Pedoman produksi yang ketat dan bahan baku berkualitas tinggi dapat membantu mencapai hal ini.</p><p>B. Taktik koalisi</p><p>UD Rempah Organik Lombok dapat menerapkan strategi aliansi dengan bekerja sama dengan bisnis lain, seperti yang terlibat dalam pemasaran atau logistik. Dengan melakukan hal ini, UD Rempah Organik Lombok dapat memperluas pasarnya dan memenuhi permintaan vanili yang terus meningkat.</p><p><br></p><p>Referensi:</p><p>Status dan Strategi Pengembangan Panili di Indonesia - Neliti https://media.neliti.com/media/publications/158320-ID-status-dan-strategi-pengembangan-panili.pdf?shem=ssc</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-04 04:44:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/da_fiana/ydox4k7bpig77o2q/wish/2812337495</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
