<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Kelompok by Kurotul Azizah</title>
      <link>https://padlet.com/azizahkurotul4/y6w31saoobpimaeb</link>
      <description>Track task progress</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-05-13 21:09:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-21 05:27:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4c8.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Bagaimana peran sarekat dagang Islam dan sarekat Islam dalam pergerakan nasional Indonesia ?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azizahkurotul4/y6w31saoobpimaeb/wish/3460653519</link>
         <description><![CDATA[<p>Mempersatukan pedagang pribumi dan menjadi pusat perlawanan ekonomi terhadap dominasi pedagang asing. Khususnya Tionghoa </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 05:26:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azizahkurotul4/y6w31saoobpimaeb/wish/3460653519</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/azizahkurotul4/y6w31saoobpimaeb/wish/3460654136</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>1. Faktor Sosial</strong></p><ul><li><p><strong>Diskriminasi Sosial:</strong> Pribumi, terutama yang beragama Islam, mengalami diskriminasi sosial oleh pemerintah kolonial dan etnis asing (terutama Tionghoa dan Belanda).</p></li><li><p><strong>Rasa Solidaritas Sesama Muslim:</strong> Umat Islam merasa terpinggirkan dan membutuhkan wadah untuk menyatukan kekuatan dan membela hak-hak sosial mereka.</p></li><li><p><strong>Kebangkitan Kesadaran Nasional:</strong> Munculnya kesadaran akan pentingnya persatuan untuk memperbaiki nasib sebagai bangsa yang tertindas.</p></li></ul><p><strong>2. Faktor Ekonomi</strong></p><ul><li><p><strong>Persaingan Tidak Sehat dengan Pedagang Tionghoa:</strong> Pedagang pribumi sering kalah bersaing karena monopoli dan jaringan dagang pedagang Tionghoa yang lebih kuat dan dilindungi Belanda.</p></li><li><p><strong>Kondisi Ekonomi Pribumi yang Terpuruk:</strong> Pribumi sulit berkembang karena keterbatasan modal, akses pasar, dan intervensi kolonial dalam perdagangan.</p></li><li><p><strong>Tujuan Awal SDI sebagai Organisasi Dagang:</strong> SDI didirikan oleh Haji Samanhudi untuk melindungi kepentingan ekonomi pedagang-pedagang batik pribumi di Surakarta.</p></li></ul><p><strong>3. Faktor Politik</strong></p><ul><li><p><strong>Penjajahan Belanda:</strong> Penindasan dan eksploitasi oleh pemerintah kolonial menumbuhkan semangat perlawanan secara terorganisasi.</p></li><li><p><strong>Pembatasan Hak Politik Pribumi:</strong> Kaum pribumi tidak memiliki akses pada kekuasaan dan hak politik sehingga perlu organisasi untuk memperjuangkan kepentingan mereka.</p></li><li><p><strong>Pengaruh Pergerakan Nasional dan Global:</strong> Munculnya gerakan nasional di berbagai negara jajahan turut menginspirasi pembentukan organisasi serupa di Indonesia.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-21 05:27:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azizahkurotul4/y6w31saoobpimaeb/wish/3460654136</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
