<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Narasi by British School Jakarta</title>
      <link>https://padlet.com/bsjakarta/y6fpu9m602km1kcc</link>
      <description>Buatlah Cerita Narasi Kalian</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-30 05:58:07 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-26 21:40:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pak K</title>
         <author>bsjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/bsjakarta/y6fpu9m602km1kcc/wish/1919662920</link>
         <description><![CDATA[<div>Buatlah cerita narasi sekitar 100 kata. Tema mengenai Fabel (hewan)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-30 06:01:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bsjakarta/y6fpu9m602km1kcc/wish/1919662920</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pak K</title>
         <author>bsjakarta</author>
         <link>https://padlet.com/bsjakarta/y6fpu9m602km1kcc/wish/1919666606</link>
         <description><![CDATA[<div>Di sebuah gurun pasir yang panas, hiduplah ibu ular dengan seekor anaknya. Ibu ular hanya memiliki seekor anak karena anak-anaknya yang lain telah berkelana mencari makan sendiri.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada suatu hari, anak ular pulang dengan wajah murung. "Ada apa, Nak? Kenapa wajahmu murung?" tanya ibu ular.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;"Sepi sekali di sini, Bu. Tidak ada seorang pun yang bisa aku ajak bermain," katanya sedih. Sang ibu hanya bisa mendengarkannya saja. Sekarang sedang puncaknya musim kemarau, jarang ada hewan yang mau hidup di gurun pasir sepanas ini.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;"Sabar, Nak. Bila hujan telah tiba, pasti saudara-saudaramu akan kembali dan kamu akan bermain bersama mereka."<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Setiap hari anak ular berjalan mengelilingi gurun pasir, berharap menemui hewan lainnya yang dapat ia ajak bermain. Hingga akhirnya ia melihat dua ekor anak tikus yang sedang bermain.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;"Hai! Hai! Bolehkah aku ikut bermain?" teriaknya sangat senang. Tetapi kedua anak tikus itu ketakutan dan lari menuju sarangnya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-30 06:04:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bsjakarta/y6fpu9m602km1kcc/wish/1919666606</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
