<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERLAWANAN KESULTANAN MATARAM by thea dini</title>
      <link>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-14 09:35:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-14 12:58:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang Kesultanan Mataram </title>
         <author>theadini945</author>
         <link>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296037393</link>
         <description><![CDATA[<div>Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan. Cita-cita Sultan Agung antara lain:<br>Mempersatukan seluruh tanah Jawa.<br>Mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara.<br>Terkait dengan cita-citanya ini maka Sultan Agung sangat menentang keberadaan kekuatan VOC di Jawa. Apalagi tindakan VOC yang terus memaksakan kehendak untuk melakukan monopoli perdagangan membuat para pedagang Pribumi mengalami kemunduran. Kebijakan monopoli itu juga dapat membawa penderitaan rakyat. Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://images.unsplash.com/photo-1623133533805-95c787e436b4?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fm=jpg&amp;ixid=Mnw3ODI2fDB8MXxzZWFyY2h8MTB8fFNla2lsYXMlMjBQYW5kYW5nJTIwS2VzdWx0YW5hbiUyME1hdGFyYW18ZW58MXx8fHwxNjYzMTQ4MjA4&amp;ixlib=rb-1.2.1&amp;q=80" />
         <pubDate>2022-09-14 09:38:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296037393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan Kesultanan Mataram</title>
         <author>theadini945</author>
         <link>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296043778</link>
         <description><![CDATA[<div>Ada beberapa alasan mengapa Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia, yakni:<br>Tindakan monopoli yang dilakukan VOC,<br>VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka,<br>VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram, dan<br>keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa.<br>Pada tahun 1628 telah dipersiapkan pasukan dengan segenap persenjataan dan perbekalan. Pada waktu itu yang menjadi gubernur jenderal VOC adalah J.P. Coen. Sebagai pimpinan pasukan Mataram adalah Tumenggung Baureksa. Tepat pada tanggal 22 Agustus 1628, pasukan Mataram di bawah pimpinan Tumenggung Baureksa menyerang Batavia. Pasukan Mataram berusaha membangun pos pertahanan, tetapi kompeni VOC berusaha menghalang-halangi, sehingga pertempuran antara kedua pihak tidak dapat dihindarkan.<br>Tokoh Perlawanan Mataram Terhadap Belanda (VOC)<br>Raja Mataram yang paling gigih menyerang VOC di Batavia adalah Sultan Agung Hanyakrakusuma. Perlawanan rakyat Mataram saat diperintah Sultan Agung Hanyakrakusuma untuk menyerang VOC di Batavia terjadi dua kali, meskipun kedua-duanya belum memperoleh keberhasilan.<br>Perlawanan rakyat Mataram terhadap VOC di Batavia dilakukan pada bulan Agustus 1628 yang dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso. Walaupun pasukan Mataram kelelahan akibat menempuh jarak yang sangat jauh dengan persediaan bahan makanan yang mulai menipis, pasukan Mataram mampu melakukan serangan terhadap VOC di Batavia sepanjang hari.Perlawanan rakyat Mataram kedua terhadap VOC di Batavia dilaksanakan tahun 1629 dan dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya. Meskipun persediaan bahan pangan sudah mulai menipis, pasukan Mataram tetap menyerbu Batavia dan berhasil menghancurkan benteng Hollandia. Penyerbuan berikutnya dilanjutkan ke benteng Bommel tetapi belum berhasil karena pasukan Mataram sudah mulai kelelahan dan kekurangan bahan makanan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://asset.kompas.com/crops/g1OO3b2677_BPZTilee5dClYRY0=/160x0:1002x561/750x500/data/photo/2020/10/19/5f8d8a6af14d6.png" />
         <pubDate>2022-09-14 09:43:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296043778</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalanya Perlawanan </title>
         <author>theadini945</author>
         <link>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296046525</link>
         <description><![CDATA[<div>Sultan Agung mengadakan serangan ke Batavia sebanyak dua kali, yaitu tahun 1628 dan 1629. Serangan pertama pada tahun 1628 terbagi dua gelombang. Gelombang pertama dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso dengan membangun kubu-kubu pertahanan di dekat rumah-rumah penduduk di sekitar Batavia. Namun tindakan tersebut diketahui oleh VOC, sehingga VOC kemudian menyerang dan membakar kampung-kampung yang terdapat pasukan Mataram dan banyak jatuh korban di pihak Mataram, termasuk Tumenggung Bahurekso.<br>Gelombang kedua di pimpin oleh Adipati Uposonto, Suro Agul-Agul, dan Mandurejo. Stategi yang di gunakan adalah membenung aliran sungai Ciliwung dengan harapan agar Batavia kekurangan air dan terjangkit wabah penyakit menular. Secara umum, serangan Sultan Agung yang pertama ini mengalami kegagalan.<br>Pada tahun 1629, Mataram melakukan serangan untuk kedua kalinya di bawah pimpinan Dipati Puger dan Dipati Purabaya. Belajar dari serangan pertama yang gagal, maka di adakan persiapan yang lebih matang sebelum melakukan serangan, didirikan lumbung-lumbung padi di daerah Cirebon dengan tujuan memblokade bahan makanan ke Batavia. Lumbung-lumbung padi tersebut akhirnya diketahui oleh VOC dan dibakar, akibatnya serangan Mataram kedua juga mengalami kegagalan.<br>Berikutnya pasukan Mataram mengepung Benteng Bommel, tetapi gagal menghancurkan benteng tersebut. Pada saat pengepungan Benteng Bommel, terpetik berita bahwa J.P. Coen meninggal. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 September 1629. Dengan semangat juang yang tinggi pasukan Mataram terus melakukan penyerangan. Dalam situasi yang kritis ini pasukan Belanda semakin marah dan meningkatkan kekuatannya untuk mengusir pasukan Mataram. Dengan mengandalkan persenjataan yang lebih baik dan lengkap, akhirnya dapat menghentikan serangan-serangan pasukan Mataram. Pasukan Mataram semakin melemah dan akhirnya ditarik mundur kembali ke Mataram. Dengan demikian serangan Sultan Agung yang kedua ini juga mengalami kegagalan.<br>Perlawanan pasukan Sultan Agung terhadap VOC memang mengalami kegagalan. Tetapi semangat dan cita-cita untuk melawan dominasi asing di Nusantara terus tertanam pada jiwa Sultan Agung dan para pengikutnya. Sayangnya semangat ini tidak diwarisi oleh raja-raja pengganti Sultan Agung. Setelah Sultan Agung meninggal tahun 1645, Mataram menjadi semakin lemah sehingga akhirnya berhasil dikendalikan oleh VOC.<br>Sebagai pengganti Sultan Agung adalah Sunan Amangkurat I. Ia memerintah pada tahun 1646 -1677. Ternyata Raja Amangkurat I merupakan raja yang lemah dan bahkan bersahabat dengan VOC. Raja ini juga bersifat reaksioner dengan bersikap sewenang-wenang kepada rakyat dan kejam terhadap para ulama. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan Amangkurat I itu timbul berbagai perlawanan rakyat. Salah satu perlawanan itu dipimpin oleh Trunajaya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.synaoo.com/wp-content/uploads/2018/06/perang-2Bmelawan-2Bpenjajah.jpg" />
         <pubDate>2022-09-14 09:45:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296046525</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan</title>
         <author>theadini945</author>
         <link>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296048246</link>
         <description><![CDATA[<div>Keberhasilan Mataram dapat dibalas oleh VOC. VOC mengalahkan Mataram dengan menghancurkan lumbung-lumbung padi di Cirebon dan Tegal dengan cara dibakar. Akibatnya, pasukan Mataram yang menyerang VOC kesulitan pangan. Selain itu jarak antara Yogyakarta dengan Batavia, kalahnya persenjataan, dan penyakit malaria menjadi alasan kekalahan Mataram dalam menghadapi VOC. Kegagalan yang kedua kalinya ini tidak membuat Sultan Agung, malah membuat Sultan Agung memunyai keinginan membuat penyerangan yang ketiga. Namun, hal tersebut tidak terwujud karena tahun 1645 Sultan Agung meninggal dunia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://kelasips.com/wp-content/uploads/2019/11/Tokoh-Tokoh-Perang-Mataram-Terhadap-VOC.jpg" />
         <pubDate>2022-09-14 09:46:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/theadini945/xwsleyxfcwc5dzat/wish/2296048246</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
