<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bhinneka Tunggal Ika by Wanda Cahya</title>
      <link>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-12-04 04:00:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-12-04 04:12:32 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>wandacahya21</author>
         <link>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407794681</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em><br>Bhinneka Tunggal Ika</em></strong> adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Moto">moto</a> atau semboyan bangsa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> yang tertulis pada <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara">lambang negara</a> Indonesia, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara_Indonesia">Garuda Pancasila</a>. Frasa ini berasal dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Kuno">bahasa Jawa Kuno</a> yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.<br><br></div><div><br>Kata <strong><em>bhinnêka</em></strong> berasal dari dua kata yang mengalami <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sandi_(fonologi)">sandi</a>, yaitu <strong><em>bhinna</em></strong> 'terpisah, berbeda' dan <strong><em>ika</em></strong> 'itu'. Kata <strong><em>tunggal</em></strong> berarti 'satu'. Secara harfiah, <em>Bhinneka Tunggal Ika</em> dapat diartikan "Itu berbeda, itu satu", yang bermakna meskipun beranekaragam, pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap merupakan satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Adat">adat</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya">budaya</a>, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-04 04:02:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407794681</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>wandacahya21</author>
         <link>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407795708</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada awalnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan yang menunjukan semangat toleransi keagamaan, khususnya<br>antara agama Hindu dan Buddha.<br><br>Istilah <strong>“Bhinneka Tunggal Ika”</strong> dipetik dari <strong>Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular</strong> semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Istilah tersebut ter- cantum dalam bait 5 pupuh 139. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:<br><br></div><div><em>Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,</em><br><em>Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,</em><br><em>Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,</em><br><em>Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.<br><br></em><strong><em>Terjemahan:<br></em></strong><br></div><div>Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang<br>berbeda.<br>Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah<br>bisa dikenali?<br>Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah<br>tunggal<br><br></div><div><em><br></em><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-04 04:06:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407795708</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>wandacahya21</author>
         <link>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407796636</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada dasarnya semboyan <strong>Bhinneka Tunggal Ika</strong> sangat penting sebab melambangkan toleransi dan kesatuan.<br><br></div><div>Mengapa toleransi? Karena toleransi dapat mencairkan perbedaan sehingga tidak ada lagi perpecahan atau konflik. Karenanya keBhinnekaan harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme yang berlandaskan kepada kekuatan spiritualitas. Perbedaan etnis, religi maupun ideologi.<br><br></div><div>Berikut ini<strong> prinsip-prinsip Bhinneka Tunggal Ika</strong> yang perlu kamu ketahui:<br>1. Common Denominator<br>2. Tidak Sektarian dan Enklusif<br>3. Tidak Formalistis<br>4. Bersifat Konvergen<br>5. Prinsip Pluralistik dan Multikultural<br>6. Semangat Gotong-Royong<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-04 04:09:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407796636</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>wandacahya21</author>
         <link>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407797635</link>
         <description><![CDATA[<div>Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66/1951. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri, Sukiman Wirjosandjojo. Bhinneka Tunggal Ika Tertuang dalam Pasal 5 yang berbunyi,<br><br></div><div>“Di bawah lambang tertulis dengan huruf latin sebuah semboyan dalam bahasa Jawa-Kuno berbunyi:<strong> Bhinneka Tunggal Ika.<br></strong><br></div><div>Penjelasan dari Pasal 5 tersebut adalah perkataan Bhinneka sebagai gabungan dua perkataan: bhinna dan ika. Kalimat seluruhnya tersebut kemudian dapat disalin menjadi ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’.<br><br></div><div>Berikut ini penerapan Bhinneka Tungga Ika dalam Kehidupan berbangsa dan bernegara kita:<br><br><strong>1. Perilaku Inklusif</strong></div><div>Implementasi pertama adalah bahwa seseorang diharuskan tidak melihat dirinya lebih diutamakan dari kepentingan yang lain. Sama halnya dengan kelompok, dimana kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi atau golongan.<br><br><strong>2. Mengakomodasi Sifat Pluralistik</strong></div><div>Ditinjau dari pada keanekaragamannya, maka sudah sepatutnya jika Indonesia menjadi bangsa dengan tingkat pluralistik terbesar di dunia. Hal ini pulalah yang menjadikan bangsa Indonesia disegani oleh bangsa lain. <br><br><strong>3. Tidak Menang Sendiri</strong></div><div>Perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan hal yang lumrah, apalagi pada sistem demokrasi. Sistem tersebut kemudian menuntut rakyat bebas mengungkapkan pendapat masing-masing.</div><div>Dengan begitu implementasi dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika maka seseorang diharuskan untuk saling menghormati satu pendapat dan pendapat lainnya.<br><br><strong>4. Musyawarah untuk Mufakat</strong></div><div>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dengan adanya semboyan <strong>Bhinneka Tunggal Ika</strong>, maka jika terdapat perbedaan yang ada pada antar kelompok maupun pribadi wajib dicari solusinya secara bersama-sama dengan musyawarah.<br><br></div><div>Seperti halnya dengan prinsip <em>common denominator</em> atau yang dikenal dengan mencari inti kesamaan. Hal ini kemudian juga sebaiknya diterapkan dalam melakukan musyawarah untuk mufakat. Dengan adanya beragam gagasan yang semuanya kemudian dirangkum menjadi satu kesepakatan. Dengan begitu kesepakatan disini bertujuan untuk mencapai mufakat pada pribadi maupun kelompok.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-04 04:12:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wandacahya21/xtsxu9vpen5lcvmm/wish/2407797635</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
