<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Mengidentifikasi permasalahan lingkungan by hana rahmawati</title>
      <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-01 07:57:47 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-15 08:41:19 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Identifikasi permasalahan lingkungan yang terjadi di sekolah/kabupaten Belitung disertai bukti ilmiahnya</title>
         <author>rhana5399</author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065241425</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-01 07:59:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065241425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Permasalahan pertambangan timah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065270788</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menimbulkan beberapa permasalahan, antara lain:</p><p>Penambangan tanpa izin (PETI): Praktik penambangan timah menjadi liar dan tak terkendali, dengan lebih dari 50% penduduk desa-desa menggantungkan hidupnya pada penambangan inkonvensional (T.I).</p><p>Sumber=Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Dalam laporan Majalah Tempo juga disebut dampak tambang ilegal itu juga berdampak ke kerugian ekologis lain. Misalnya, hutan tropis seluas 460 ribu hektare hilang karena pertambangan dan perkebunan di Bangka Belitung periode 2018-2023. Hingga 2018, total lubang yang terbentuk akibat tambang sebanyak 12.607 dengan luas dengan luas 15.579.747 hektare.</p><p>Kemudian, pada 2021-2023 tercatat sebanyak 27 orang meninggal dunia dan 20 lainnya terluka akibat kecelakaan tambang. Tak hanya itu, lubas bekas tambang yang belum direklamasi pun menyebabkan korban jiwa pada periode 2021-2023. Tercatat ada 21 kasus tenggelam dan 15 meninggal, 12 di antaranya anak-anak berusia 7-20 tahun. </p><p>Sumber=https :/metro-tempo-co</p><p><br/></p><p>Menurut Amir ada beberapa hal yang menjadi problematika industri pertambangan timah di Babel, antara lain daya dukung lingkungan, tumpang tindih pemanfaatan ruang, penambangan tanpa izin (PETI), dan tata niaga serta adanya wacana larangan ekspor logam timah pada tahun 2023.</p><p>Sumber= https:/esdm.babelprov.go.id</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2615509902/b139e943a51b5bced2f1f8e4f0f8b5ba/17225015764889002519156445988418.jpg" />
         <pubDate>2024-08-01 08:40:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065270788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Permasalahan sunting di Indonesia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065281974</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok: Toleransi </p><p>Anggota: 1. Risma Bella Noviani </p><p>                 2. SUSLIYANA </p><p>                 4. Nathalia </p><p>                 5. Tasya Luviana </p><p>                 6. Aura</p><p><br/></p><p>Apa Itu Stunting?</p><p>Menurut WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak yang disebabkan gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi sosial yang tidak memadai. Anak dapat dikatakan stunting jika tinggi badannya lebih rendah dari rata-rata tinggi di usia mereka. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis dan berkepanjangan. </p><p><br/></p><p>Masalah gizi dan kekurangan nutrisi ini menghambat pertumbuhan si kecil. Seorang anak masuk kategori stunting jika tinggi badannya berada di bawah -2 standar deviasi (SD). Hal ini harus ditangani dengan cepat apalagi jika dialami anak di bawah usia 2 tahun.</p><p><br/></p><p>Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6% berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 24,4% tahun 2021, namun masih perlu upaya besar untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Ada beberapa faktor penyebab stunting yang sering terjadi, berikut ini beberapa faktor umumnya, yaitu:</p><p><br/></p><p>1. Kurangnya makanan bergizi selama hamil</p><p>Penyebab stunting dapat terjadi sejak anak masih ada dalam kandungan oleh karena asupan gizi sang ibu yang kurang. Saat hamil, ibu membutuhkan makanan sehat bergizi agar buah hatinya mendapat gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. </p><p><br/></p><p>Asupan vitamin dan mineral yang rendah dapat memicu malnutrisi pada janin. Ibu hamil yang kurang asupan gizi dapat menjadi penyebab stunting terbesar. Bahkan dalam situs WHO disebutkan, bahwa 20% kasus stunting sudah terjadi sejak bayi masih di kandungan.</p><p><br/></p><p>2. Kebutuhan gizi dan nutrisi anak tidak terpenuhi</p><p>Di sisi lain, stunting dapat terjadi karena makanan yang dikonsumsi saat anak di bawah usia 2 tahun tidak memenuhi porsi yang cukup. Penyebabnya dapat terjadi karena posisi ibu saat menyusui kurang tepat, tidak memberikan ASI eksklusif, MPASI yang kurang sesuai dan tidak berkualitas.</p><p><br/></p><p>Penting untuk diketahui, masa kehamilan, pasca melahirkan, dan periode emas (golden age) merupakan masa ketika anak membutuhkan gizi seimbang dan nutrisi lengkap agar tumbuh kembangnya optimal. Segera ambil tindakan jika anak sulit makan di masa-masa ini, karena dapat memicu malnutrisi. Jika berlangsung lama hingga kurang gizi kronis, anak dapat berisiko stunting.</p><p><br/></p><p>3. Sanitasi buruk dan tidak ada akses air bersih</p><p>Sanitasi dan tingkat kebersihan air yang buruk dapat memperparah risiko kesehatan dan menyebabkan stunting pada anak. Anak yang tumbuh di lingkungan dengan kondisi air dan sanitasinya tidak memadai, bahkan tidak layak, maka pertumbuhannya cenderung akan terganggu. Terlebih jika akses pelayanan kesehatan di lingkungan tersebut masih rendah.</p><p><br/></p><p>4. Mengalami infeksi penyakit menular</p><p>Sistem imunitas tubuh bayi masih rawan terpapar berbagai penyakit menular. Hal ini dapat berpengaruh pada gangguan kesehatan dan risiko stunting yang lebih tinggi. Penyakit menular, infeksi karena mikroorganisme hingga kerusakan usus dapat menghambat pertumbuhan tanpa gejala di usia 3-5 bulan hingga muncul gejala di usia 6-18 bulan.</p><p><br/></p><p>5. Perawatan kesehatan ibu dan anak tidak memadai</p><p>Pasca melahirkan, ibu dan bayi memerlukan perawatan intensif dan bayi sangat dianjurkan untuk menerima ASI untuk meningkatkan sistem imunitas tubuhnya. Perawatan setelah melahirkan juga dapat mendeteksi adanya gangguan yang mungkin tengah dialami bayi maupun ibu. Akses pelayanan kesehatan yang terbatas dan perawatan yang kurang memadai dapat berpengaruh pada stimulasi kesehatan keduanya.</p><p><br/></p><p>6. Pola asuh anak yang kurang tepat</p><p>Kesadaran yang kurang akan pentingnya gizi untuk anak dan pola pengasuhan yang kurang baik juga dapat berpengaruh pada perawatan kesehatan anak. Anak tidak diberi makanan sehat dan bergizi yang baik, hal ini memicu timbulnya kekurangan asupan nutrisi hingga mengalami gangguan pertumbuhan dan otak anak.</p><p><br/></p><p>Ciri-ciri stunting pada anak tidak hanya tubuh yang pendek, berikut ini ciri-ciri lainnya:</p><p><br/></p><p>– Tingkat pertumbuhan tubuhnya lambat</p><p><br/></p><p>– Terlambat tumbuh gigi</p><p><br/></p><p>– Kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk</p><p><br/></p><p>– Wajah terlihat lebih muda dari anak seumurannya</p><p><br/></p><p>– Di usia 8-10 tahun, anak sedikit melakukan kontak mata dengan orang sekitar dan lebih pendiam</p><p><br/></p><p>– Mudah terinfeksi dan terserah berbagai penyakit</p><p><br/></p><p>– Saat balita, berat badan justru menurun dan sulit naik</p><p><br/></p><p>– Perkembangan tubuh anak terhambat, misalnya telat menarche atau menstruasi pertama pada anak perempuan.</p><p><br/></p><p>Yang lebih menakutkan, stunting juga membawa dampak jangka panjang, di antaranya:</p><p><br/></p><p>– Perkembangan kemampuan kognitif otak anak akan menurun</p><p><br/></p><p>– Mudah sakit karena kekebalan tubuh melemah</p><p><br/></p><p>– Ada risiko penyakit metabolik misalnya kegemukan</p><p><br/></p><p>– Penyakit jantung hingga pembuluh darah</p><p><br/></p><p>– Sulit untuk belajar</p><p><br/></p><p>Cara Mencegah Stunting pada Anak sebelum Terlambat</p><p>Stunting membawa dampak yang buruk pada perkembangan anak ke depannya. Karena itu, sudah selayaknya kita wajib untuk waspada. Pada dasarnya, stunting bisa dicegah, di antaranya dengan cara-cara seperti berikut ini.</p><p><br/></p><p>1. Penuhi nutrisi selama masa kehamilan</p><p>Stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan, peran ibu di sini sangat penting bagi janin. Ibu hamil membutuhkan makanan sehat dan gizi seimbang untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Pastikan janin mendapatkan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan dalam rahim, sehingga lahir dalam keadaan sehat dengan bekal nutrisi yang baik.</p><p><br/></p><p>2. Pahami kebutuhan gizi anak</p><p>Pahami konsep gizi seimbang untuk pencegahan stunting. Berikan anak nutrisi lengkap yang esensial seperti vitamin (A,B kompleks, C,D,E, dan K), mineral (kalsium, fosfor, magnesium, dan lainnya), protein, lemak, karbohidrat, dan nutrisi lainnya yang diperlukan.</p><p><br/></p><p>3. Pentingnya kebutuhan ASI bagi bayi</p><p>Peran ASI eksklusif sangat penting setidaknya hingga usia 6 bulan dan pemberian ASI dengan MPASI hingga anak usia 2 tahun. Hal ini merujuk pada anjuran WHO dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) agar bayi usia 6-23 bulan mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) secara optimal.</p><p><br/></p><p>4. Rutin periksa kesehatan</p><p>Saat hamil, ibu dianjurkan untuk rutin check up guna memastikan berat badan sesuai, kontrol tekanan darah, dan mengecek hal-hal lain yang mempengaruhi janin. Pada anak usia balita, konsultasi kesehatan anak juga perlu dilakukan rutin agar mendapat saran terbaik untuk tumbuh kembang si kecil.</p><p><br/></p><p>5. Meningkatkan kebersihan lingkungan</p><p>Ingat, faktor lingkungan juga memicu masalah stunting lho. Maka, untuk mencegah, orang tua dan keluarga dianjurkan memperhatikan kebersihan sekitar tempat tinggal, termasuk menjaga kebersihan agar bakteri, jamur, kuman, atau virus diminimalisir peluangnya untuk mengganggu kesehatan si kecil. Pilihlah produk kebersihan yang efektif melindungi anak dari kuman.</p><p><br/></p><p>6. Rutin berolahraga</p><p>Untuk mendorong kebugaran tubuh ibu hamil, maka disarankan melakukan olahraga rutin sehingga stamina tubuh terjaga. Olahraga di masa kehamilan dapat membantu pertumbuhan janin dan mencegah stunting.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2615509456/54af375b5c1f19c04c507d1ff300c3be/1722502370856729944609174608514.jpg" />
         <pubDate>2024-08-01 08:57:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065281974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama kelompok:sigma 1.Arief adnanta 2.ahmad baihaqi 3.arjuandri 4.daffa 5.edi 6.gilang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065288160</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagian besar di kabupaten belitung pasti ada korban pembullyan, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing" Dan juga memiliki hal yang tidak mau kadang" Manusia tidak pernah memahami perasaan seseorang yang dia bully dan se enaknya membully seseorang </p><p>-dampak yang terjadi di bullying dalam ipa dan ips yaitu:</p><p>1.memicu depresi, setres gangguan kesehatan mental, sampah memicu kemarahan</p><p>2.berdampak pada menurunkan tingkat kecerdasan dan kemampuan analisis anak</p><p>3.remaja dan anak anak yang mendapat perilaku bullying akan menurun secara akademik dan memilih mengasingkan diri</p><p><br></p><p>Jadi jangan lah kita pernah sesekali membully seseorang karena seseorang akan jatuh mental atau mentalnya down berteman lah saling menghargai sesamama karena kita masih membutuhkan seseorang/teman </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2627303024/d6873f51c9834af5fcee864405e73f1d/IMG_20240801_151438.jpg" />
         <pubDate>2024-08-01 09:08:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065288160</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MARAKNYA JUDI ONLINE </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065983751</link>
         <description><![CDATA[<p> Nama kelompok : RRQ </p><p>Anggota: -Galang Julyan Saputra </p><p>              : -Aziz Sunandra </p><p>              : -Reno Aristyadi </p><p> </p><p>    Dengan hanya bermodalkan telepon pintar dan uang puluhan ribu rupiah mereka menjajal peruntungan. Namun dalam jangka panjang, mereka kecanduan dan berpotensi melakukan tindakan kriminal, kata pengamat sosial.</p><p><br></p><p>       harapan keuntungan yang besar dengan usaha yang kecil begitu menggiurkan, walau sebenarnya lebih banyak kerugian yang dialami oleh para pemain judi online. Faktor kejenuhan dan kurangnya pemahaman agama menjadi salah satu faktor penyebab pecandu judi. Perlu adanya sosialisasi hukum dan siraman rohani untuk menangkalnya, khususnya para generasi muda.</p><p><br></p><p>       Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut sejak 2018 hingga 10 Mei 2022 pihaknya telah memutus akses 499.645 konten perjudian di berbagai platform digital.</p><p><br></p><p>      Tapi pemberantasan judi online di Indonesia berat lantaran situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya telah diputus.</p><p>      </p><p>       Menurutnya, fenomena judi online cukup memprihatinkan. Sayoga mehgatakan, berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sejak awal 2023 hingga saat ini total angka transaksi masyarakat Indonesia dalam judi online sudah mencapai angka Rp 200 triliun.</p><p><br></p><p>      Angka ini cukup fantastis mengingat dari periode 2017 hingga 2022, total transaksi judi online Rp 190 triliun. Itu artinya ada lonjakan luar biasa tinggi sejak memasuki 2023 ini," ujar Sayoga.</p><p><br></p><p>      Oleh karena itu, kami dari kelompok RRQ menyarankan agar kamu tidak coba-coba untuk bermain judi online.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2622428234/2310e960ed7da4c7b1dfd737ab9e9c0c/IMG_20240801_WA0027.jpg" />
         <pubDate>2024-08-02 04:43:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3065983751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggota:Melati,Dinara,Fergiean,Rido,Revano</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3070381260</link>
         <description><![CDATA[<p>Manggar, Babel, (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat terjadi sembilan kali kebakaran hutan di wilayah kerjanya sepanjang 2018.</p><p>"Rata-rata kebakaran terjadi akibat ulah manusia yang sengaja membakar hutan untuk lahan perkebunan namun menjalar ke kawasan hutan," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Belitung Timur, Adryanto Putra di Manggar, Senin.</p><p>Ia menjelaskan, Manggar adalah kecamatan yang hutannya rawan terbakar terutama di Desa Padang karena banyak para peladang di desa tersebut.</p><p>"Kendati kebakaran hutan belum menimbulkan dampak besar, namun harus ada upaya antisipasi dini sehingga bisa meminimalkan kasus kebakaran hutan," ujarnya.</p><p>Ia menjelaskan, di antara upaya meminimalkan kebakaran hutan adalah menggencarkan sosialisasi kepada warga dan memasang papan larangan membakar hutan di beberapa titik yang dianggap rawan terbakar.</p><p>"Kami melakukan pencegahan secara masif dengan melibatkan pihak kecamatan hingga kelurahan dan desa di daerah ini dengan melarang warga membakar lahan," ujarnya.</p><p>Ia mengatakan, kebakaran hutan tidak hanya berdampak terjadinya kerusakan lingkungan tetapi juga polusi udara karena terjadi kabut asap yang sangat tebal.</p><p>"Justru itu harus diantisipasi dari sekarang sehingga saat musim kemarau tidak lagi terjadi kebakaran hutan dapam skala luas</p><p><br/></p><p>SOLUSI MENCEGAH KEBARAKAN</p><p>1.Jangan membakar hutan untuk membuka lahan atau kebun.</p><p>2.Hindari membuat api unggun di area lahan yang rawan terjadi kebakaran.</p><p>3.Tidak membakar sampah di lahan atau hutan, terlebih pada saat angin kencang. Hal ini dikarenakan angin yang bertiup kencang dapat berisiko menyebarkan kobaran api dengan cepat dan memicu kebakaran.</p><p>4.Perhatikan jarak tempat pembakaran sampah dengan objek, usahakan jarak antara tempat pembakaran sampah dengan objek berada di sekitar minimal 50 kaki dari pemukiman dan sejauh 500 kaki dari hutan.</p><p>5.Jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan, terlebih jika puntung tersebut dalam keadaan masih menyala.</p><p>6.Setelah melakukan aktivitas pembakaran, pastikan bahwa api tersebut sudah benar-benar padam. Serta pastikan pula bahwa tidak ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan kebakaran di sekitarnya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2622388971/ab146cc01021ff21b48c1990752c2d1c/c60ccfb6_6c20_4a7c_8d15_ee788870fe6d.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-08 04:22:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3070381260</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERMASALAHAN SAMPAH DI BELITUNG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3076423625</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tahun 2015, Indonesia pernah dilaporkan sebagai negara kedua terbesar di dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan dengan perkiraan sebesar 3,22 Ton/Tahun berdasarkan hasil  studi yang dilakukan oleh Jambeck, dkk. </p><p> </p><p>Lebih jauh menurut KLHK, permasalahan sampah plastik di Indonesia tidak terbatas di lautan, namun juga sudah mempengaruhi kualitas air hingga ke sungai-sungainya.  Data dari jurnal Nature Communication yang dimuat oleh The ASEAN Post pada Juli 2017 mengungkapkan bahwa empat sungai besar di Indonesia yaitu Brantas, Solo, Serayu, dan Progo termasuk dalam 20 sungai terpolusi di dunia.</p><p> </p><p>Penelitian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh Riskiana, dkk pada tahun 2020 dengan mengambil sampel air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baturusa meliputi Sungai Mabet, Sungai Limbung, Sungai Baturusa, Muara Sungai Selindung, Sungai Pangkalbalam, Muara Sungai Rangkui, serta Sungai Selindung menunjukkan kepadatan sampah plastik rata-rata sebesar 0,022 g/m³.</p><p> </p><p>Data terbaru dari situs KLHK, komposisi sampah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2021 menunjukkan bahwa sampah plastik menempati posisi ketiga sebesar 20,16% setelah sisa makanan (30,83%) dan kayu/ranting (22,52%). Data persampahan tahun 2019 yang dirangkum dalam Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD), hanya sebesar 66,26% sampah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil diolah baik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) maupun di Tempat Pengelolaan Sampah-Reduce Reuse Recycle (TPS-3R), sehingga masih tersisa 33,74% sampah yang tidak terolah dan terbuang di sembarang tempat seperti di tanah, sungai, atau kolong. </p><p> </p><p>Wilayah yang dikelilingi lautan, tingginya aktivitas wilayah perairan serta terbatasnya sarana pengolahan sampah dapat memicu buruknya kondisi persampahan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sampah plastik berdampak negatif terhadap lingkungan karena tidak dapat segera terurai dan dapat menurunkan kesuburan tanah. Sampah plastik yang tidak dibuang pada tempatnya dapat menyumbat selokan, saluran drainase, dan sungai sehingga menjadi salah satu penyebab banjir. Hasil dari beberapa penelitian bahwa asap hasil pembakaran sampah plastik meningkatkan risiko penyakit jantung, memperburuk penyakit pernapasan seperti asma, menyebabkan ruam, sakit kepala, serta merusak sistem saraf. Uap yang dihasilkan juga dapat merusak mata dan membran mukosa</p><p><br></p><p>(Solusi mengurangi smpah) </p><p>-Membuat pupuk</p><p>-3R</p><p>-membuat alat/kerajinan </p><p>-Mengganti kantong belanja berbahan kain</p><p>-Hindari botol Plastik sekali pakai</p><p>-Kurangi penggunaan sedotan</p><p>-Pakai perlengkapan makan sendiri</p><p>Dll</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2622428410/8558d0a605036e3de0b6f69a0527ed01/1723710730592.jpg" />
         <pubDate>2024-08-15 08:35:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3076423625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masalah Merokok di Belitung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3076426362</link>
         <description><![CDATA[<p>Konsumsi Rokok di Bangka Belitung Masih Tertinggi Kedua se-Indonesia, Konsumsi 131 Batang/Minggu</p><p>Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Maret tahun 2020, Babel menduduki posisi nomor dua konsumsi rokok terbanyak se-Indonesia dengan rata-rata 131,31 batang per minggu</p><p>Setelah posisi pertama diisi oleh Provinsi Riau dengan rata-rata konsumsi rokok 132,10 batang per minggu.</p><p>Di lain sisi pemerintah akan melarang warga membeli rokok batangan. Rencana tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023</p><p>Statistisi Ahli Muda, Fungsi Statistik Kesejahteraan Rakyat, Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung (Babel) Rojani menyebut, berdasarkan kelompok umur persentase merokok tertinggi didominasi oleh generasi X atau dengan rentang umur 40-55 tahun yakni 32,22 persen.</p><p>Kemudian diurutan kedua diduduki generasi milenial atau rentang umur 24-39 sebesar 31,74 persen.</p><p>Usia paling banyak perokok yaitu generasi X dan generasi millenial dengan proporsi 1 dari 3 orang generasi tersebut adalah perokok. Kemudian untuk generasi Z dengan usia 8-23 tahun sebesar 8,66 persen. Untuk umur 56-74 tahun sebesar 23,58 persen, 75 tahun keatas sebesar 4,05 persen," ujar rojani</p><p>Rojani ditambahkan, konsumsi rokok di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan.</p><p>"Dengan rata-rata daerah pedesaan menghabiskan 131 batang rokok per minggu, dan di perkotaan 121 batang per minggu. Konsumsi rokok di daerah perdesaan memang lebih tinggi dibandingkan di daerah perkotaan, baik secara nominal maupun persentase," tuturnya</p><p>Menurutnya, berdasarkan hasil Susenas Maret 2022, garis kemiskinan (GK) Babel merupakan GK tertinggi se Indonesia yaitu sebesar Rp801,437,- per kapita per bulan.</p><p><br/></p><p>Sumber materi kompas.com</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2615509204/e1fbe26705e64d3be58a298c6de978e9/17237109841833158080337480309490.jpg" />
         <pubDate>2024-08-15 08:39:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rhana5399/xtlmh0rvh2cuv2uf/wish/3076426362</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
