<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Webinar 19/8/2021 by SMA Putra Nirmala</title>
      <link>https://padlet.com/putnirsmacrb/refleksiwebinar</link>
      <description>Guru SMA Putra Nirmala</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-20 00:04:47 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-22 21:47:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f510.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Membangun Pribadi Berkarakter Pancasila Melalui Pendidikan di Sekolah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/putnirsmacrb/refleksiwebinar/wish/1701044600</link>
         <description><![CDATA[<div>Webinar dengan penyelenggara Yayasan Kanisius Semarang.<br><br>Berwawanhati bersama Bapak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).<br><br>Bpk. Ganjar Pranowo tidak dapat hadir tepat waktu sehubungan perubahan agenda kerja yang mendadak, maka acara diisi oleh beberapa nara sumber berikut ini.<br><br>1. Rm. Mintara, S.J.<br>Membentuk karakter berlandaskan Pancasila<br><br>Menurut beliau, perlu kiranya membentuk pribadi yang berkarakter berdasarkan Pancasila.<br><br>Bagaimana sila pertama sebagai dasar mendidik/membangun kerohanian pribadi siswa, terutama social justice.<br><br>Sila kedua, mendidik siswa utk menghargai sesamanya.<br>Sila ketiga, mendidik/membangun empati siswa, membangun nasionalisme, menanamkan persatuan.... dst.<br><br>Sekolah perlu menanamkan pembiasaan-pembiasaan kecil, sederhana, namun bermakna, cth. buang sampah pada tempatnya, dll<br><br>2. Ibu Anastasia<br><br>Menurut beliau guru harus menghilangkan rasa takut bhw akan gagal mendidik anak, apa lagi di masa pandemi.<br><br>Bagaimana guru mendidik siswa berani jujur, belajar utk menjadi&nbsp; paham, bukan sekedar utk mendapatkan nilai.<br>Bagamana siswa menjadi berani berpendapat.<br><br>Proses perubahan budaya diperlukan utk memulai perubahan mindset bhw belajar bukan utk sekedar memperoleh nilai, tp utk menjadi memahami.<br>Orang tua hrs diedukasi...<br>Pendidikan anak jg merupakan tgg jwb orang tua.<br>Anak hrs dibantu menumbuhkan kesadaran bhw mereka butuh belajar.<br>Guru harus punya hati.... Sehingga mau memberi lebih, mau mendengarkan siswanya.<br><br>Menarik penjelasan Bu Anas tentang hidup itu diisi dengan perubahan. Bagaimana menyiapkan anak-anak untuk kuat dan mampu menghadapi perubahan itu sendiri dan tidak kehilangan jati dirinya.<br><br>Perbedaan setiap pribadi&nbsp; yang unik membuat kita makin kreatif dalam pendampingan dan pembelajaran.&nbsp;<br><br>Sepandangan dengan Ibu Annas. Diperlukan personalisasi belajar (bukan penyeragaman peta potensi/minat, gaya belajar dll), dimulai dari asesmen nonkognitif terhadap siswa.<br><br>Anak diberi kesempatan yg luas utk membangun otonomi... Bebas mempunyai keinginan...<br><br><br><br><br>Romo Joseph ( Peserta )<br>Tiga Tungku Utama Pendidikan Katolik: IMAN, MORALITAS, INTELEKTUALITAS -- membentuk karakter pribadi anak sebagai pribadi maupun sebagai warganegara Indonesia.<br><br>3. Bpk Ganjar Pranowo<br><br>Ajarkan pada siswa bagaimana saling membantu, saling memberi perhatian, saling peduli, gotong royong, sebagai contoh program yang dicanangkan beliau di masa pandemi, yaitu JOGO TONGGO.<br>Bagaimana orang saling memberi perhatian , memberi pertolongan pada tetangganya, terutama bagi yang sakit atau yang kesulitan.<br><br>Ajarkan pada siswa untuk menumbuhkan toleransi, menjunjung kebhinekaan., sehingga tercipta situasi saling menghormati, saling menghargai dalam masyarakat. Nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam hidup sehari-hari.<br><br>Y. Eka Siwi S.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-27 15:43:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/putnirsmacrb/refleksiwebinar/wish/1701044600</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
