<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perkembangan Transaksi Ekonomi di Era Digital by DESI ANGRAYNI</title>
      <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb</link>
      <description>Posting respons Anda ke topik diskusi dengan mengklik tombol plus di bawah ini.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-29 04:17:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-05 00:35:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f60a.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>desiangrayni52</author>
         <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191800597</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Dampak Pembelian Daring (Online) terhadap Omzet Penjualan Busana Wanita</strong></p><p><strong>di Blok B Lantai LG Los Ad, Pasar Tanah Abang</strong></p><p><br></p><p>Pada era digital saat ini, seluruh lapisan masyarakat sudah menggunakan</p><p>aplikasi daring, baik itu dalam hal bisnis maupun jasa. Karena maraknya bisnis</p><p>melalui jaringan daring, para pengusaha mulai mengeluh bahwa omzet penjualan</p><p>ritel menurun yang salah satunya terdapat di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.</p><p>Padahal, pada era 80-90an, Pasar Tanah Abang Jakarta menjadi idola masyarakat di</p><p>seluruh Indonesia. Namun, kini zaman makin berubah dan tergerus oleh era digital</p><p>sehingga geliat Pasar Tanah Abang sudah tidak menggairahkan seperti dahulu kala.</p><p>Sektor ritel di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat sehingga Pasar</p><p>Tanah Abang belum mampu keluar dari persaingan yang masih berlangsung. Hal itu</p><p>ditambah dengan keadaan ekonomi yang masih penuh dengan ketidakpastian. Pasar</p><p>Tanah Abang telah dihadapkan pada berbagai situasi yang terkadang tidak</p><p>menyenangkan dan dituntut untuk dapat mengikuti perubahan zaman. Misalnya,</p><p>modernisasi pasar dan konsep pasar di era digital. Perlu upaya besar untuk dapat</p><p>mewujudkannya, bahkan hal itu bisa masuk pada kategori sulit, mengingat para</p><p>pedagang pasar Tanah Abang mayoritas berpendidikan rendah.</p><p>Saat memasuki dekade ketiga milenium, Pasar Tanah Abang dihadapkan</p><p>pada perubahan sosial dan teknologi yang makin pesat dan sektor ritel yang terus</p><p>berkembang dengan cara-cara yang tidak terduga. Dua puluh tahun lalu, siapa yang</p><p>akan menduga bahwa maraknya minimarket di tanah air akan sangat menguras</p><p>bisnis supermarket dan pasar tradisional? Maraknya fasilitas kredit murah yang</p><p>ditawarkan juga memberikan dampak yang tidak diinginkan bagi para pelaku ritel di</p><p>Indonesia. Lebih lanjut, sengitnya persaingan di era digital telah banyak menggulungtikarkan bisnis konvensional, sebagaimana Amazon dan Alibaba.</p><p>Bahkan, di Indonesia sendiri, keberadaan perusahaan rintisan seperti OLX, Lazada,</p><p>Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee telah menggerus pasar tradisional. Sekarang para</p><p>konsumen telah dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan keuntungan. Salah</p><p>satu keuntungan digitalisasi bisnis bagi konsumen adalah harga murah, pilihan</p><p>variatif, dan pelayanan lebih suportif. Perjalanan usaha bisnis daring di Indonesia</p><p>terbilang singkat. Pertumbuhan bisnis daring yang sangat pesat merupakan</p><p>pertanda dan peringatan bagi Pasar Tanah Abang.</p><p>Pasar Tanah Abang memiliki banyak cerita, bahkan sejak awal didirikan, Pasar</p><p>Tanah Abang telah menjadi ikon Indonesia dalam hal pakaian. Berbagai dinamika</p><p>yang terjadi selama lebih dari 30 tahun Pasar Tanah Abang terus memberikan</p><p>kontribusi yang besar terhadap negara. Namun, beberapa tahun terakhir ini,</p><p>pesatnya teknologi dan informasi telah memberikan wajah baru terhadap model</p><p>pasar yang secara langsung memberikan dampak signifikan terhadap Pasar Tanah</p><p>Abang. Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), sejak tahun 2012,</p><p>volume penjualan di Pasar Tanah Abang mengalami tren penurunan dan yang</p><p>terparah terjadi pada tahun 2018, yaitu kurang lebih sebesar 30% pedagang</p><p>kehilangan pelanggan tetap. Aprindo juga mencatat bahwa yang mengalami dampak</p><p>terparah adalah industri pakaian.</p><p>Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui</p><p>Dinas Perdagangan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait serta mengajak semua</p><p>elemen pedagang untuk dapat terlibat di dalam upaya digitalisasi Pasar Tanah</p><p>Abang. Hal tersebut dilakukan dengan dibangunnya suatu sistem pasar daring Pasar</p><p>Tanah Abang. Dalam hal ini, para pedagang yang sudah terdaftar diberi ruang pada</p><p>suatu laman dan diberikan pembekalan berdagang secara daring. Dengan adanya</p><p>modernisasi pasar Tanah Abang, hal itu diharapkan dapat mempertahankan</p><p>eksistensi pasar tanah Abang dan sekaligus memberikan jawaban atas tantangan</p><p>persaingan di era digital.</p><p>Sumber: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://media.neliti.com/media/publications/296663-dampak-pembelianonline-">https://media.neliti.com/media/publications/296663-dampak-pembelianonline-</a></p><p>terhadap-omzet-p-1e4db2fd.pdf</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:23:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191800597</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>desiangrayni52</author>
         <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191802050</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa para pengusaha ritel di Pasar Tanah Abang Jakarta mengalami penurunan omzet di era digital?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:24:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191802050</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>desiangrayni52</author>
         <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191804047</link>
         <description><![CDATA[<p>Kendala apa saja yang menyebabkan para pengusaha ritel di pasar tanah Abang belum bisa menghadapi tantangan di era digital?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:25:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191804047</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>desiangrayni52</author>
         <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191807227</link>
         <description><![CDATA[<p>Apa yang telah dan sedang dilakukan oleh pihak pemerintah dalam mengatasi permasalahan semakin melemahnya kegiatan ekonomi di pasar tradisional pada era ekonomi digital saat ini?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:28:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191807227</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>desiangrayni52</author>
         <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191807765</link>
         <description><![CDATA[<p>Apa kesimpulan dari artikel tersebut?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:28:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191807765</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>desiangrayni52</author>
         <link>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191809365</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagaimana menurutmu, apa yang harus dilakukan oleh para pengusaha ritel di Pasar Tanah Abang untuk dapat terus bertahan dan meningkatkan omzet penjualannya?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 04:29:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/desiangrayni52/xt6my66m0e2njcvb/wish/3191809365</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
