<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>(ANGELINE WIJAYA - FIKOM - 210110200081) Pemetaan Sosial by ANGELINE WIJAYA</title>
      <link>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu</link>
      <description>Pemetaan dan Identifikasi Potensi Masyarakat Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-10-09 06:30:53 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-19 04:51:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>ASAL USUL</title>
         <author>angeline20002</author>
         <link>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816061305</link>
         <description><![CDATA[<div>Teluknaga adalah nama desa sekaligus kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Teluknaga berasal dari kata Teluk dan Naga (yang merupakan kependekan dari perahu naga). Desa ini terbentuk karena wilayah pesisir pantai laut utara di Kabupaten Tangerang ini merupakan pintu masuk para pendatang asal Tiongkok Cina. Para pendatang tersebut pada awalnya datang untuk berdagang, tetapi kemudian ada yang menetap.</div><div> </div><div>Konon, masyarakat terdahulu berasumsi bahwa ada bayangan naga yang melintas di daerah tersebut. Hingga saat ini, kepercayaan warga terhadap melintasnya sosok bayangan yang menghilang di Sungai Cisadane pun masih dipegang. Selain itu, sungai ini juga dipercaya sebagai tempat peristirahatan para naga setelah lelah berkeliling melintasi desa. </div><div> </div><div>Dengan demikian, para sesepuh dan penduduk Tionghoa yang sudah lama menetap di daerah itu akhirnya sepakat menambahkan kata teluk di depan kata naga. Teluk dalam pengertian sehari-hari adalah tempat merapatnya kapal kapal besar setelah berlayar, padahal pengertian sesungguhnya adalah daratan yang menjorong ke laut, tetapi hal itu menjadi pengecualian dalam konteks ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/720928167/6a7339caf8e54f9c7902b7402fadc48c/image001__1_.png" />
         <pubDate>2020-10-09 06:32:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816061305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MASYARAKAT BUDAYA TELUK NAGA</title>
         <author>angeline20002</author>
         <link>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816086685</link>
         <description><![CDATA[<div>Keunikan Teluknaga dengan pencampuran masyarakat dan budayanya menjadi ciri khas daerah ini. Pada awalnya pencampuran masyarakat diawali oleh perkawinan campur antara sembilan putri Tionghoa dan patih dari Kerajaan Sunda yang berkuasa kala itu. Walaupun beragam, tetapi masyarakat hidup berdampingan.<br><br>Sebagai contoh, pembangunan Masjid Kalipasir yang tertua di Tangerang melibatkan masyarakat Tionghoa. Begitu juga dengan arsitektur masjid yang menaranya berbentuk seperti pagoda dengan delapan sudut, kuburan dengan nisan bergaya Tionghoa, dan letaknya pun berdampingan dengan  Klenteng Boen Tek Bio. Bahkan, jemaah masjid kerap mengambil air wudhu di sumur klenteng.<br><br>Membaurnya masyarakat pendatang dengan penduduk lokal, khususnya orang Betawi, memperkaya variasi perkembangan budaya Betawi itu sendiri. Orang Betawi disebut sebagai keturunan Kerajaan Tarumanegara. Suku Betawi sendiri muncul akibat pembauran penduduk asli di wilayah barat Pulau Jawa dengan berbagai suku bangsa pendatang, termasuk Arab. Orang Betawi di Teluk Naga digolongkan sebagai Betawi Pesisir untuk menyebut masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, mereka juga disebut Betawi Udik karena dipengaruhi budaya Cina Benteng yang banyak menetap di Teluk Naga. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/720928167/99bd470e4e4cf500bccb2fe288f534fc/6207664472_7f87f2b330_o.jpg" />
         <pubDate>2020-10-09 06:57:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816086685</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PRASASTI TANGGA DJAMBAN</title>
         <author>angeline20002</author>
         <link>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816108804</link>
         <description><![CDATA[<div>Prasasti ini berada tepat di sisi sungai dan disebut tangga djamban karena dulunya berada di lokasi masyarakat setempat buang hajat. Untungnya, prasasti serupa batu nisan ini dapat diselamatkan dan sekarang disimpan di Museum Benteng Heritage.<br> <br>Prasasti Tangga Djamban dibuat tahun 1873. Di dalamnya memuat nama 81 orang Tionghoa yang bekerja sama dan mengumpulkan uang untuk membangun Tangerang. Mereka menyisihkan uang Belanda kala itu untuk membangun jalan, perahu, dan lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/720928167/633fd493ef81bf9b900ed1a97d4a0a56/b147f64a_1379_41ac_9c53_60b878391568.jpeg" />
         <pubDate>2020-10-09 07:20:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816108804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FESTIVAL PEH CUN</title>
         <author>angeline20002</author>
         <link>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816112859</link>
         <description><![CDATA[<div>Perayaan Peh Cun menjadi festival penting dalam sejarah dan kebudayaan Tionghoa. Perayaan yang selalu diperingati setiap tanggal lima bulan lima dalam penanggalan Khongcu Lek tersebut selalu dirayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, perayaan Peh Cun rutin dilaksanakan di berbagai daerah, seperti Semarang, Yogyakarta, hingga Tangerang.</div><div><br></div><div>Perayaan Peh Cun di Sungai Cisadane, Tangerang, merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Sudah ada sejak tahun 1910, perayaan yang digelar rutin oleh perkumpulan Boen Tek Bio ini selalu diisi oleh berbagai ritual dan tradisi unik. Sebelum diadakan di Sungai Cisadane, perayaan ini diadakan di kawasan Kota, Jakarta. Tapi karena sungai di sana mengalami pendangkalan, perayaan pehcun dipindahkan ke Sungai Cisadane.<br><br></div><div>Dalam perayaan ini, diadakan berbagai tradisi yang tidak lepas dari kebudayaan sungai, seperti lomba perahu naga, lomba menangkap bebek, lempar bacang, hingga mendirikan telur di waktu Twan Ngo. Seiring perjalanan waktu, perayaan pehcun yang semakin mengakar di masyarakat Tangerang membuat perayaan ini menjadi festival yang menarik.  Penyelenggaraannya pun menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke kota ini. Tapi yang terpenting, perayaan pehcun merupakan sikap menghayati kembali nilai-nilai patriotisme Qu Yuan sambil terus melestarikan Sungai Cisadane agar tetap asri dan bersih.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/720928167/818db607e55228e29dc5b9b90c9a41f3/Sejarah_Peh_Cun.jpg" />
         <pubDate>2020-10-09 07:23:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816112859</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LETAK GEOGRAFIS</title>
         <author>angeline20002</author>
         <link>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816117242</link>
         <description><![CDATA[<div>Desa atau Kecamatan Teluknaga terletak di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pada masa ini, Teluknaga berada di sisi timur Sungai Cisadane yang lokasinya jauh dari lautan. Kecamatan ini memiliki akses terdekat ke Bandara Soekarno Hatta. Teluknaga juga merupakan kecamatan yang cukup mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang berada di sekitar Kabupaten Tangerang, apabila dilihat dari infrastruktur jalan yang baik dan transportasi yang tersedia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://maps.googleapis.com/maps/api/staticmap?center=teluknaga%20tangerang&amp;key=AIzaSyD3kjetwpeAYF-eXThlRhc1F1EYwsQvHcY&amp;scale=2&amp;size=640x480&amp;maptype=hybrid&amp;language=en" />
         <pubDate>2020-10-09 07:28:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/angeline20002/xqv2rz82x9aihnuu/wish/816117242</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
