<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Ruang diskusi 1 9C 9E by Norma Yuni Riantika</title>
      <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia</link>
      <description>Tempat menuangkan gagasan dan uneg uneg yang masuk akal.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-01-03 21:49:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-05 05:56:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/23f3.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Norma Yuni Riantika</title>
         <author>norma93</author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2432915290</link>
         <description><![CDATA[<div>Hai anak anak..apa kabar? sudahkah kalian menyimak video di atas? jika belum, simak dulu ya sebelum memberikan argumen!</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=hCH4U5aig-U" />
         <pubDate>2023-01-03 22:03:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2432915290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reva Yunisha V./29/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433211571</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut&nbsp;pendapat saya, saya setuju dengan kekurangan minat baca di Indonesia karena anak anak, orang dewasa jaman sekarang lebih sibuk ke bermain hp timbang membaca dan orang dewasa juga kebanyakan menonton televisi. Menurut saya perpustakaan di Indonesia itu juga sedikit dan tidak semua daerah atau sekolah memiliki perpustakaan sendiri </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 06:48:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433211571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadine Cahya Khoiron/25/9c</title>
         <author>nadinecahya130807</author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433287832</link>
         <description><![CDATA[<div>Berita tersebut menjelaskan tentang seberapa kurang minat nya orang orang Indonesia terhadap membaca.<br><br>Menurut saya pribadi, masyarakat Indonesia terlalu terjerumus oleh teknologi terkini seperti hp. Karena hp sekarang sudah banyak sekali aplikasi membaca buku novel atau dongeng, dan berita berita media online.<br>Karena terlalu terjerumus oleh hp, warga Indonesia sering tidak membaca dan memahami materi yang di sampaikan, lalu mereka langsung berkomentar yang terkadang komentar mereka negatif bukan karena salah artikel nya tapi mereka sendiri yang kurang membaca teliti materi yang di bahas artikel tersebut.<br><br>Sekian pendapat saya tentang berita tersebut, kurang lebih nya mohon maaf🙏<br><br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 08:30:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433287832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadya Naila M./27/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433335073</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari yang disampaikan pada berita tersebut saya menyadari akan beberapa hal.<br><br>Semakin berjalannya waktu semakin canggih perkembangan teknologi di dunia yang membuat aktivitas manusia termudah kan. Namun hal ini juga dapat membuat dampak negatif yang membuat masyarakat semakin kurang dalam melakukan literasi seperti membaca buku.<br><br>Masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan teknologi yang canggih daripada buku karena dapat mendapatkan suatu informasi dengan mudah dan cepat. Tanpa kita sadari semakin lama kebiasaan kita semakin merendahkan minat baca kita. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti faktor di lingkungan sekitar kita, kurangnya kesadaran kita akan pentingnya membaca, kurangnya motivasi yang kita dapatkan, dan kurangnya perpustakaan di wilayah daerah.<br><br>Salah satu contoh masyarakat Indonesia sudah kurang minat membaca buku yaitu seseorang yang lebih memilih mendapatkan informasi tentang materi dari internet daripada di buku materi itu sendiri dengan alasan agar lebih cepat karena rasa malas untuk membaca kalimat yang cukup panjang.&nbsp;<br><br>Kita sebagai masyarakat Indonesia harus menyadari betapa pentingnya membaca buku untuk membuat kita pandai dan menjadi pemuda Indonesia yang cerdas. Kita harus belajar membiasakan diri dalam membaca buku untuk menambah wawasan ilmu kita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 09:30:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433335073</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farrel Cipta A / 9C/ 14</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433416992</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut pendapat saya , Berita di video tersebut cukup benar tentang keadaan Indonesia yang krisis membaca.&nbsp;<br>Hal ini di pengaruhi oleh berberapa hal , seperti yang di sampaikan juga salah satu faktor yang membuat Indonesia krisis membaca adalah minimnya jumlah perpustakaan yang memadai dan perpustakaan yang ada pun bisa di bilang kurang menarik masyarakat Indonesia. Maka dari itu sedikit masyarakat yang tertarik untuk pergi ke perpustakaan di kota mereka masing masing.<br><br>Selain faktor di atas menurut saya ada juga faktor yang cukup berpengaruh , yaitu sedikitnya yang mengajak atau memotivasi anak anak dan orang dewasa di masa kini untuk membaca. Hal di atas dikarenakan Komunitas peminat baca yang masih tergolong kecil sehingga untuk mengadakan pameran baca atau pun kegiatan kegiatan yang lain hanya dapat terlaksana dalam skala kecil.<br><br>Maka dari itu semoga dengan di sampaikan nya permasalahan ini di berita , dapat menggerakkan hati masyarakat sehingga dapat memperbesar komunitas peminat baca di Indonesia sehingga dapat memotivasi masyarakat lain untuk mulai membaca.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 11:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433416992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adline Najwa Noviana/01/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433499309</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut pendapat saya, dari berita di atas..<br><br>minat baca di Indonesia tergolong rendah disebabkan oleh beberapa hal salah satunya masyarakat Indonesia kebanyakan terpengaruh oleh teknologi canggih seperti ponsel yang dimana membuat masyarakat Indonesia lebih memilih ponsel karena mereka berpikir banyak hal yang bisa dilakukan melalui media sosial, terutama dalam hal mencari hiburan. Setiap harinya, masyarakat sibuk berselancar di dunia maya hingga menyentuh buku untuk membaca pun kurang terminati.<br><br>Mereka lebih memilih membaca melalui internet yang memberikan lebih banyak referensi, instan, praktis, murah, dan cepat dibandingkan membaca buku, dimana harga buku yang ada di pasaran relatif mahal dan jumlah perpustakaan umum di Indonesia masih tergolong sedikit dan koleksi buku-buku di perpustakaan cenderung terbatas.<br><br>Rendahnya minat baca di Indonesia juga bisa dikarenakan faktor determinisme genetic atau warisan orangtua, dimana seseorang tidak suka membaca karena memang sejak kecil dibesarkan oleh orangtua yang tidak pernah mendekatkan dirinya pada bacaan, sedangkan Seseorang yang gemar membaca dibesarkan dari lingkungan yang cinta membaca, contohnya seperti negara Jepang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 13:17:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433499309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Auriel Cahya Septia Arini / 06 / 9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433537448</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menyimak berita dalam video tersebut, saya setuju jika Indonesia berada di posisi peringkat kedua dari bawah atau peringkat ke-60 di dunia jika dilihat dari minat baca masyarakat Indonesia.&nbsp;<br><br>Kurangnya minat baca di Indonesia ini karena banyak wilayah Indonesia yang minat literasinya rendah seperti dalam surat kabar, buku pelajaran, dan artikel elektronik. Namun di Indonesia ada daerah yang memiliki minat baca yang cukup tinggi yaitu wilayah DIY Yogyakarta, lalu bagaimana dengan wilayah lainnya?&nbsp;<br><br>menurut saya yang menjadi masalah minat literasi di Indonesia rendah ada beberapa hal yaitu&nbsp;<br>• Banyak perpustakaan di Indonesia kurang memadahi untuk masyarakat Indonesia apalagi untuk generasi muda pelajar Indonesia.<br>• Kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri untuk sadar akan pentingnya membaca. &nbsp;<br><br>Dapat disimpulkan untuk mengatasi permasalahan minat baca masyarakat Indonesia yang rendah, kita sebagai generasi muda dan bersama masyarakat Indonesia untuk memperbaiki konsep literasi di Indonesia baik perpustakaan ataupun artikel elektronik agar menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan minat baca sehingga Indonesia lebih maju dan mengalami peningkatan dalam peringkat minat baca di dunia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 13:51:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433537448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irsyad Athfal Setyawan/16/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433562319</link>
         <description><![CDATA[<div>Video di atas tersebut menyampaikan tentang rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia. Rendahnya minat membaca tersebut disebabkan karena masyarakat Indonesia umumnya malas untuk membaca.<br><br>Berdasarkan pada video di atas tersebut saya berpendapat setuju. Mengapa saya berpendapat seperti ini? Karena masyarakat Indonesia kebanyakan sering bermain handphone. Itu merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Ini menjadikan masyarakat Indonesia malas untuk membaca<br><br>Game online seperti mobile legends,free fire,dan valorant ataupun aplikasi di dalam gadget sekarang ini seperti Instagram, facebook, Twitter, tiktok dan YouTube menjadi penyebab kenapa masyarakat Indonesia sering bermain handphone. Hampir semua masyarakat Indonesia sering menghabiskan waktu luangnya dengan bermain handphone. Apalagi kalau sudah kecanduan bermain handphone, hal ini dapat menghilangkan minat membaca masyarakat Indonesia karena mereka sibuk terhadap handphonenya sendiri dan lupa untuk membaca buku, bersosialisasi terhadap orang lain, dan melakukan kegiatan atau aktivitas lainnya.<br><br>Oleh karena itu Mari tingkatkan minat membaca kita. Dengan demikian persentase rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia akan berkurang. Hal ini dapat dilakukan dengan menghilangkan kebiasaan kita terhadap bermain handphone dan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti membaca buku. Membaca buku dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun seperti di sekolah,di rumah, maupun di perpustakaan. Mulailah dengan membiasakan membaca buku,majalah atau,koran di pagi hari.Dengan demikian masyarakat Indonesia dapat meningkatkan minat membacanya dan tidak cenderung bermain handphone secara terus-menerus.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 14:13:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433562319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dini Annisa&#39; Salsabiila/11/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433576350</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, kritis minat membaca penduduk Indonesia merupakan masalah yang cukup besar. Seperti yang kita ketahui, saat kita membaca buku/koran maka disaat itu diri kita menyerap informasi-informasi baru, dengan informasi-informasi baru itu membuat pengetahuan kita semakin luas.&nbsp;<br><br>Namun, terdapat hambatan dalam proses tersebut. Semakin perkembangan zaman, terdapat trend baru yang membuat kita menjadi kurang tertarik dalam membaca. Contohnya saja, kini game online sudah mewabah ke seluruh kalangan, game online yang kini sering digemari biasanya ialah game mobile. Dengan adanya bermacam macam game online itu, membuat ketertarikan kita untuk membaca teralihkan kepada game online. Sering kita jumpai pula anak-anak, remaja ataupun orang dewasa yang sudah kecanduan bermain game, terkadang mereka juga melewatkan waktu untuk makan, beribadah ataupun kegiatan lainnya demi dapat bermain game.<br><br>Selain itu banyak sekali orang orang yang menganggap membaca buku/koran itu membosankan dan membuang buang waktu terutama jika tulisan tersebut panjang sekali.&nbsp;<br><br>Apabila kita melakukan hal tersebut secara terus menerus akan memberikan banyak potensi dampak negatif yang nantinya dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari.<br><br>Maka dari itu, sebagai generasi penerus yang bijak, ada baiknya kita untuk berinvestasi demi masa depan dengan mengontrol diri, melakukan kegiatan positif, mengatur waktu dengan baik.<br><br>Terutama kita sebagai pelajar agar memberikan perubahan mengenai krisis minat membaca dengan cara membaca buku sesuai selera pribadi, meningkatkan daya ingin tahu serta membiasakan diri dengan membaca buku. Dengan hal itu, kita dapat memberikan perubahan yang cukup besar untuk diri kita pribadi dan untuk Indonesia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 14:24:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433576350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lintang Arsy Haryaningtyas 20/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433650192</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari apa yang disampaikan pada berita tersebut saya setuju apabila Indonesia berada di peringkat yang termasuk bawah dalam minat membaca.<br><br>Mengapa? Karena dari yang saya ketahui memang pada dasarnya masyarakat Indonesia rata-rata malas untuk membaca buku, banyak orang tua yang tidak membiasakan anaknya dari kecil untuk senang membaca, apalagi pada era modern ini hampir seluruh masyarakat menggunakan gadget hanya untuk mencari hiburan, tidak hanya buku cetak atau koran yang bisa kita baca padahal gadget juga bisa kita gunakan sebagai sarana membaca. Kurangnya akan kesadaran diri juga sangat berpengaruh, bahwasanya membaca sangat penting bagi masa depan.&nbsp;<br><br>Itulah mengapa Indonesia bukan termasuk golongan negara-negara maju, karena kurangnya ilmu dan pengalaman yang memenuhi kapasitas.&nbsp;<br><br>Banyak masyarakat yang mengeluh, membaca itu membosankan, melelahkan dan lain sebagainya, karena mereka tidak memahami apa yang mereka baca. Padahal jika kita menjadikan membaca seperti hiburan dan bukan menjadikannya sebagai beban, tidak akan terasa bosan bahkan bisa saja meningkatkan kecanduan dalam membaca. <br><br>Kita sebagai bangsa Indonesia tentunya sadar dan malu terhadap diri sendiri, mengapa negara kita bisa berada di urutan terbawah dalam hal literasi. Semoga masyarakat di luar sana yang mendengarkan berita tersebut tergerak untuk lebih kritis dan disiplin terhadap diri sendiri.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 15:17:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433650192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khansa Najwa Syakirah (18/9C)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433718262</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari berita tersebut menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia kurang minat untuk membaca buku atupun berita-berita yang ada di surat kabar/koran.<br><br>Menurut pendapat saya, saya setuju dengan tanggapan yang disampaikan oleh penyiar berita tersebut. Masyarakat Indonesia lebih banyak tertarik dengan media secara visual, membaca buku secara online melalui handphone atupun berita-berita yang disiarkan secara langsung di televisi. Karena&nbsp; kebanyakan masyarakat Indonesia sering menggunakan handphone di kehidupan sehari-hari, bahkan ada sebagian orang yang hanya menghabiskan waktu luangnya hanya untuk bermain game saja.<br><br>Selain itu, handphone juga banyak menyediakan fitur - fitur canggih yang dapat dengan mudah didapatkan dengan cara yang sangat praktis dan gratis. Yaitu&nbsp; dengan mendownload aplikasi yang menyediakan berbagai macam buku-buku yang ingin dibaca, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya dan hanya menggerakkan jari yang membuat orang menjadi malas.<br><br>Tetapi ada beberapa masyarakat yang memang tidak suka membaca karena menurut mereka mungkin membaca terlihat melelahkan, membosankan, dan bahkan bikin ngantuk&nbsp;.<br><br>Oleh karena kebiasaan tersebutlah yang menjadi faktor menurunnya minat membaca. Benar apa yang dikatakan oleh penyiar berita tersebut, bahwasannya perpustakaan yang ada diberbagai daerah di Indonesia harus dibuat lebih menarik lagi agar masyarakat lebih tertarik untuk membaca secara langsung daripada membaca melalui handphone. Dengan begitu, masyarakat di Indonesia akan lebih sering membaca dan tidak lagi kecanduan atau terlalu sering menggunakan handphone, serta dapat menambah informasi atau wawasan baru.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 16:06:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2433718262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEISYA PUTRI OKTAVIA/17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2434113967</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya dengan membaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan, karena membaca adalah jendela dunia.Masyarakat Indonesia lebih suka melihat (menonton) dari pada membaca.Minimnya minat baca tersebut, tidak lain dipengaruhi oleh budaya teknologi yang saat ini kian pesat.Lewat gadget memang banyak informasi fakta yang beredar. Sayangnya informasi yang mereka dapatkan juga bukan berasal dari media yang bisa dipercaya, melainkan dari media sosial yang lebih banyak dipenuhi oleh opini, bukan fakta. Bahkan sebaliknya, mereka malah percaya dengan portal-portal fake news dan akun-akun penyebar hoax itu.Memang kini banyak situs opini yang bias, menyerang, dan tendensius pada satu kelompok, mereka bisa mengambil hati dan perasaan pembaca dengan story-telling yang mereka buat. Kebenaran menjadi tidak penting.Kredibilitas nama medianya apalagi, sudah tidak dilihat oleh masyarakat kita yang malas baca dan cerewet tadi. Ketika media mainstream justru berseberangan faktanya dengan media opini tersebut, masyarakat justru malah berbalik menjadi tidak percaya terhadap media-media bernama besar itu. Jadi yang mengganggu bukan hanya media sosial berisi hoax tapi juga media fake news yang menyebarkan opini yang terpolarisasi.<br>Ada cara yang efektif, yaitu dengan membangun literasi media dan menjembatani polarisasi itu. Kominfo harus tegas untuk membuat pelabelan situs/artikel sebagai hoax dengan kriteria dan prosedur yang jelas. Selain itu kita juga harus melakukan kontra narasi yang kredibel terhadap hoax/opini yang menyesatkan.<br>Ada beberapa faktor penyebab kurangnya minat baca di Indonesia yakni pengaruh lingkungan, membaca sejak dini tidak dianggap penting, generasi serba instan, dipengaruhi teknologi, buku yang tersedia kurang menarik, hingga tidak adanya kesadaran dalam diri akan membaca.&nbsp;<br>Beberapa cara meningkatkan minat baca siswa:<br>1. Menyediakan berbagai buku yang tepat<br>2. Bangun suasana yang menarik dan menyenangkan<br>3. Sharing dengan siswa<br>4. Memanfaatkan koneksi alumni untuk menyediakan bacaan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-04 23:59:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2434113967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHYUNI WIDYA RESMI/03/9C</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2434117449</link>
         <description><![CDATA[<div>menurut saya membaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Kenyataan itu, menunjukkan Indonesia masih sangat minim memanfaatkan infrastruktur. Jadi, menurut dia, indikator sukses tumbuhnya minat membaca tak selalu dilihat dari berapa banyak perpustakaan, buku dan mobil perpustakaan keliling.<br><br>Lebih lanjut, penggagas gerakan 'Indonesia Mengajar' itu menilai agar membaca bisa menjadi budaya perlu beberapa tahapan. Pertama mengajarkan anak membaca, lalu membiasakan anak membaca hingga menjadi karakter, setelah itu barulah menjadi budaya. Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-05 00:06:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2434117449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Wulansari. H. / 30 / 9c</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2434317387</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari berita yang disampaikan. Kita harus mempelajari, mencari tau, mengapa warga Indonesia sangat kurang minat bacanya, kita perlu melakukan study banding terhadap negara negara yang mempunyai minat bacanya lebih tinggi, mencari tau letak perbedaannya dimana<br><br>Menurut pendapat saya, cara untuk meningkatkan minat baca adalah :&nbsp;<br>&nbsp;1. memperbanyak lagi koleksi buku buku baik buku pengetahuan maupun buku cerita di perpustakaan<br>2. diadakan lomba lomba seperti lomba pidato, menulis literasi, menulis cerpen, dll</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-01-05 05:56:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/norma93/bahasakubahasaindonesia/wish/2434317387</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
