<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas Studi Kasus  by LSP Bantaeng</title>
      <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks</link>
      <description>LSP Bantaeng Tahun 01</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-04-05 23:57:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-04-07 01:47:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>lspbantaeng</author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/493828875</link>
         <description><![CDATA[<div>Ada dua orang guru baru, mereka baru saja mulai bekerja di sebuah sekolah negeri yang memiliki jumlah siswa  1200 orang, dengan total jumlah guru 45 orang.  Guru tersebut bernama Mita, mengajar bahasa Indonesia dan Teddy mengajar IPS. Kedua guru tersebut di hari pertama mengajar diberikan jadwal mengajar oleh wakasek kurikulum, dan dipersilakan mengajar sesuai dengan lokasi kelas yang tercantum dalam jadwal mengajar yang sudah diberikan<br><br>Guru Mita mendapatkan  jam mengajar 30 jam dalam seminggu, sedangkan Guru Teddy mendapatkan jam mengajar 24 jam dalam seminggu. Satu minggu setelah  sekolah berjalan, kepala sekolah dan tim management sekolah mulai menerima issue-issue tentang kedua guru baru tersebut, berikut issue-issue yang berkembang:<br><br>A. <strong>Tentang Guru Mita</strong>: Guru ini di hari pertama masuk kelas datang terlambat hampir 30 menit dengan alasan bingung mencari ruang kelas, apalagi dengan adanya pergantian ruang yang tidak diketahui oleh semua guru. Keterlambatan berikutnya kembali berulang dengan alasan pelajaran di kelas sebelumnya belum selesai. Guru ini cenderung menyendiri dan jarang berkomunikasi dengan guru-guru lainnya. <br><br>B.<strong>Tentang Guru Teddy</strong>: Kelas-kelas yang diajar oleh guru Teddy selalu menimbulkan kebisingan bagi kelas lain. Seringkali guru-guru lain mengecek apakah ada guru ketika kelas yang diajar pak Teddy sedang berlangsung. Guru Teddy membiarkan saja anak-anak bermain ketika sedang mengerjakan tugas, anak-anak berbicara keras dan menggunakan handphone ketika belajar, bahkan tertidur di dalam kelas, padahal gurunya ada di dalam.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-06 00:05:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/493828875</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS UNTUK ANDA</title>
         <author>lspbantaeng</author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/493830758</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikan ulasan mengenai kinerja kedua guru tadi (pak Teddy dan Bu Mita) dari sisi <br>1. Kedisiplinan<br>2. Bagaimana cara membimbing mereka agar menjadi guru profesional.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-06 00:09:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/493830758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Silakan dibaca artikel mengenai Membuat Program Sekolah </title>
         <author>lspbantaeng</author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/493838701</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://gurukreatif.id/2019/03/22/resep-sukses-wujudkan-program-prestasi-di-sekolah/" />
         <pubDate>2020-04-06 00:23:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/493838701</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/494540660</link>
         <description><![CDATA[<div>Tanggapan Kasus<br>1. Kedisiplinan<br>Kalau kita lihat kasus ini maka dapat disimpulkan kedua guru ini masing - masing memiliki kekurangan. Untuk ibu Mita, kurang disiplin dalam mengatur waktu dan kurang membangun komunikasi dengan teman sejawat sehingga kadang ketinggalan informasi. Sementara pak Teddy sudah  cukup disiplin untuk masuk di kelas cuma kemampuan untuk menguasai kelas yang masih perlu ditingkatkan<br>2. Solusi : Untuk ibu Mita, sebaiknya perlu dilakukan pendekatan dan komunikasi yang lebih baik oleh Wakasek Kurikulum termasuk melibatkan guru rumpun mata pelajaran untuk membantu ibu Mita dalam mengatur waktu sebaik mungkin sehingga tidak terjadi keterlambatan lagi untuk keluar dari kelas sebelumnya.<br>Sementara untuk pak Teddy, disarankan agar kiranya meningkatkan kemampuan/ kompetensi dalam mengelola kelas misalnya dengan berkomunikasi dengan guru rumpun mata pelajaran, mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi dan/atau membaca buku/ referensi terkait dengan pengelolaan kelas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-06 11:19:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/494540660</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/494801134</link>
         <description><![CDATA[<div>Tugas Study Kasus (Nurjannah)<br>1.Guru Mita kurang disiplin dalam mengatur waktu, memiliki keterbatasan membangun kominikasi dengan teman sejawat.<br>2. Guru Tedy sdh cukup disiplin untuk masuk kelas, hanya saja kemampuan mengelola kelas masih perlu di tingkatkan.<br>Solusinya : <br>Guru Mita ; dilakukan pendekatan dan komunikasi yang lebih baik oleh wakasek kurikulum dengan melibatkan teman sejawat dalam rumpun mata pelajaran untuk membantu guru Mita dalam mengelola waktu sebaik mungkin sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan masuk kelas.<br>Melakukan konseling pribadi oleh wakasek humas untuk mengetahui alasan pribadi guru Mita sehingga sering terlambat dan membantu mencari solusinya.<br>Guru Tedy.  Untuk.meningkatkan kompetensi dalam.mengelola kelas diarahkan untuk membangun komunikasi dengan teman sejawat khususnya dalam satu rumpun mapel, megikuti kegiatan pengembangan kompetensi, membaca buku referensi dan mencari literatur mengenai pengelolaan kelas</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-06 13:39:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/494801134</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/495548556</link>
         <description><![CDATA[<div>Studi kasus :<br>(Syamsir, S.Pd)<br>1. Bu Mita kurang disiplin perlu dibina oleh teman sejawat.<br>2. Pak Tedi perlu bimbingan pengelolaan kelas dan sikap tegas.<br><strong>Solusi :</strong><br>1. Ibu Mita semestinya pada awal mengajar harusnya lebih fokus pada jadwal pembelajaran sehingga ibu Mita betul betul mengetahui dengan baik jadwal yang telah di berikan dan apabila belum terlalu paham bisa menanyakan langsung ke Wakasek kerikulum sedangkan<br>2. Pak Tedi sudah mengerjakan tugas namun masih perlu memahami pengelolaan kelas dengan baik supaya lebih bisa menguasai keadaan para peserta didiknya dan dperlukan juga sikap tegas.</div>]]></description>
         <pubDate>2020-04-06 18:57:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/495548556</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>jusmiati7892</author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/495916211</link>
         <description><![CDATA[<div>Tugas study kasus :<br>(Jusmiati)<br>1. Ibu Mita : kurang disiplin dan kurang bersosialisasi dengan teman-teman guru.<br><br>=&gt; Solusi : Ibu Mita seharusnya lebih d berikan pengarahan dan bimbingan oleh Wakasek kurikulum tentang masalah seringnya terlambat masuk kelas dan ibu Mita harus lebih sering d ikutkan dalam kegiatan sekolah yang bisa membuat dia terbiasa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan temannya.<br><br>2. Pak Tedy : kurangnya pengetahuan tentang metode pengelolaan kelas.<br><br>=&gt; Solusi : pak Tedy yg sudah cukup disiplin dalam mengatur waktunya ini masih harus diberi pemahaman tentang metode pengelolaan kelas yang mungkin bisa diikutkan dalam kegiatan pengembangan kompetensi atau diberi arahan agar dapat mencari metode yg tepat, baik melalui buku-buku referensi maupun melalui media online yang saat sekarang semua serba mudah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-07 01:14:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/495916211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas H.Karsono tentang studi kasus.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/495937677</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Bu Mita sebagi guru baru sering terlambat hal ini contoh tidak baik dengan alasan tidak tahu kelasnya.sebaiknya sebelum mengajar harus melihat denah dan jadwal.Demikian juga kalau jam pelajaran sudah habis harus keluar.Sebaiknya Kasek atau wakasek kurikulum harus memberi penjelasan tentang denah jadwal dan sistem pembelajaran apakah klas permanen atau moving class.<br>2.Pak Tedy kalau mengajar klasnya ribut.mungkin pak Tedy menggunakan metode baru yg memberi kebebasan pada peserta didik.hanya saja peserta didik harus diarahkan untuk beraktifitas.bukan membiarkan siswa tidur.Kepala sekolah hrs memberi tahu agar klasnya tidak ribut shg mengganggu klas lain shg tidak salah paham dengan guru lain</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-04-07 01:47:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lspbantaeng/Bookmarks/wish/495937677</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
