<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Kelompok Filum B by Martina Prativi</title>
      <link>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-01-17 07:41:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-12-15 10:44:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pragmatisme (Fatma dan sesilia)</title>
         <author>martinaprativi</author>
         <link>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj/wish/2826183451</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa yang dimaksud dengan Pragmatis dalam filsafat?</p></li><li><p>Sejauh mana relevansi teori dengan konteks praktis menjadi pertimbangan utama dalam pemikiran pragmatis?</p></li><li><p>Contoh pragmatis dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang pendidikan!</p></li><li><p>Siapa saja tokoh pragmatis?</p></li><li><p>Bagaimana ciri-ciri manusia yang pragmatis?</p></li></ol><p><br></p><p>Jawaban:</p><ol><li><p><strong>Pragmatisme</strong> berasal dari kata bahasa yunani yaitu pragma yang berarti tindakan, perbuatan. <strong>Pragmatisme</strong> adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa kebenaran dari segala sesuatu berdasarkan kepada manfaat yang diberikannya.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pragmatisme#cite_note-1"><sup> </sup></a>Sesuatu hal ini dinilai dari kebergunaannya bagi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tindakan_sosial">tindakan</a> manusia untuk kehidupannya. Pernyataannya dapat berbentuk ucapan, dalil atau teori. Pragmatisme muncul sebagai tradisi pemikiran yang berasal dari <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dunia_Barat">dunia Barat</a> dan berkembang khususnya di benua Amerika. Kehadirannya sebagai suatu pemikiran yang berusaha menjawab persoalan kehidupan manusia.</p></li><li><p><strong>Relevansi teori pragmatisme dengan konteks praktis adalah sebagai berikut : </strong></p><p><strong>a. Pendidikan kejuruan</strong></p><p>Pragmatisme merupakan pemikiran yang penting bagi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_kejuruan">pendidikan kejuruan</a>. Dalam pragmatisme, sesuatu dianggap penting berdasarkan tingkat kegunaannya. Pertanyaan utama di dalam pragmatisme adalah mengenai "untuk apa" dan bukan mengenai "apa". Pragmatisme memperhatikan konsekuensi praktis dari suatu tindakan. Dalam pendidikan kejuruan, pragmatisme membagi antara teori dan praktik. Di dalam pengembangan teori, pragmatisme memberikan landasan terhadap etika normatif. Sementara di dalam pengembangan praktis, pragmatisme memenuhi kebutuhan manusia melalui pendidikan kejuruan yang menghasilkan tenaga kerja profesional. Adanya keseimbangan antara teori dan praktis membuat pragmatisme mencegah pendidikan dari tujuan praktis yang hanya bersifat <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Materialisme">materialisme</a>. Pragmatisme juga mencegah pendidikan dari kehilangan fungsinya sebagai alat pemenuhan kebutuhan masyarakat.</p><p><strong>b. Pendidikan progresif</strong></p><p>Pragmatisme merupakan aliran <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_pendidikan">filsafat pendidikan</a> yang mendasari pengembangan aliran filsafat pendidikan lainnya, yaitu <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Progresivisme">progresivisme</a>. Pragmatisme yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce (1839-1914), William James (1842-1910), dan John Dewey (1859-1952) digunakan dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_progresif">pendidikan progresif</a> yang mengutamakan adanya proses, pengalaman dan kegunaan pendidikan secara praktis dalam kehidupan manusia. Progresivisme diterima oleh para praktisi pendidikan yang mengutamakan proses pendidikan melalui tindakan yang bersifat praktis dan mengandalkan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Percobaan">percobaan</a>.</p><p><strong>c. Politik</strong></p><p>Pragmatisme telah mengubah tujuan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Politik">politik</a> dari bersifat <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi_politik">ideologis</a> menjadi bersifat praktis. Pengaruh pragmatisme di dalam politik terbagi menjadi dua, yaitu pada kaum <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Elite">elite</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a>. Pragmatisme di tingkat masyarakat digunakan sebagai bentuk pemanfaatan situasi atau momen politik untuk perbaikan kondisi kehidupan masyarakat.</p></li><li><p>Contoh pragmatis dalam kehidupan sehari-hari, di dunia pendidikan adalah sebagai berikut : </p><p>Seorang guru yang <strong>pragmatisme</strong> hanya memikirkan bagaimana caranya mengajarkan siswanya sesuai dengan kurikulum, tanpa memikirkan apakah siswanya menangkap pelajaran yang diberikan atau tidak yang penting guru tersebut mendapat gaji.</p></li><li><p>Tokoh-tokoh pragmatis : </p><p>a. John Dewey</p><p>John Dewey adalah salah satu tokoh yang berpengaruh besar dalam pemikiran pragmatisme.Pemikiran pragmatisme yang dikembangkan oleh Dewey dikenal juga sebagai eksperientalism.</p><p>b. William James</p><p>William James merupakan salah satu tokoh yang mengkaji mengenai cara manusia dalam mengatasi permasalahan kehidupan berupa <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Industrialisasi">industrialisasi</a> dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi">pertumbuhan ekonomi.</a></p><p>c. Charles Sandre Pierce</p><p>Dalam konsepnya Pierce mengatakan bahwa, sesuatu di katakan berpengaruh apabila sesuatu tersebut memuat hasil yang praktis.</p></li></ol><ol start="5"><li><p>Ciri-ciri manusia pragmatis : </p><p>a. Tidak Mempertanyakan Hal yang Normatif</p><p>b. Anti Absolutisme</p><p>c. Anti Dualisme</p><p>d. Menggebu-gebu Menggapai Sesuatu</p><p>e. Menghalalkan Segala Cara</p><p>f. Lupa Kapasitas Diri</p><p>g. Suka Membanding-bandingkan</p><p>h. Merasa Paling Sibuk</p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-15 08:43:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj/wish/2826183451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eksistensialis (Novi dan Aliska)</title>
         <author>martinaprativi</author>
         <link>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj/wish/2826183611</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pertanyaan :</p><p>1.Apa yang di maksud dengan Eksistensialisme?</p><p>Jawaban : Sebuah pemikiran yang berusaha sadar pada diri manusia itu sendiri.Aliran ini mencoba menyampaikan bahwa dalam diri manusia ada sesuatu yang sangat hebat.Dalam artian bahwa manusia hanya perlu percaya pada dirinya sendiri.Eksistensialisme memusatkan perhatiannya pada otonomi dan kebebasan manusia.Kehidupan manusia menurut Eksistensialisme (filosof) bahwa <strong>eksistensi manusia terdapat pada kebebasan, sehingga demikian maka akan diketemukan eksistensi dirinya</strong>. Padahal karena gilirannya manusia bebas pada akhirnya timbul kegagalan dan rasa takut yang tidak beralasan.</p></li></ol><p>2.Siapa saja tokoh penting dalam gerakan eksistensialisme?</p><p>Jawaban : <strong>Kierkegaard, Heidegger, Nietzsche, Jaspers, Sartre, Gabriel Marcel.</strong></p><ol start="3"><li><p>Jelaskan bagaimana sejarah lahirnya filsafat eksistensialisme?</p><p>Jawaban : Eksistensialisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir karena latar belakang ketidakpuasan beberapa filusuf yang memandang bahwa filsafat pada masa Yunani ketika itu seperti protes terhadap rasionalisme Yunani, khususnya pandangan tentang spekulatif tentang manusia. Intinya adalah Penolakan untuk mengikuti suatu aliran, penolakan terhadap kemampuan suatu kumpulan keyakinan, khususnya kemampuan sistem, rasa tidak puas terhadap filsafat tradisional yang bersifat dangkal dan primitif yang sangat dari akademik. Salah satu latar belakang dan alasan lahirnya aliran ini juga karena sadarnya beberapa golongan filusuf yang menyadari bahwa manusia mulai terbelenggu dengan aktifitas teknologi yang membuat mereka kehilangan hakekat hidupnya sebagai manusia atau mahluk yang bereksistensi dengan alam dan lingkungan sekitar bukan hanya dengan semua serba instant.</p><p><br/></p></li><li><p>Berikan contoh eksistensialisme dalam keseharian!</p><p>Jawaban :Contoh eksistensialisme adalah percaya pada pilihan individu, percaya bahwa Anda dapat memilih makna hidup Anda sendiri, mempertanyakan keberadaan Tuhan, dan jatuh dalam keputusasaan karena kewalahan menentukan hidup Anda sendiri.</p></li><li><p>Apa yang membedakan eksistensialisme dengan aliran yang lainnya?</p><p>Jawaban : 1. Existence precedes essence, yaitu manusia tercipta di dunia tanpa ada tujuan hidup. Manusia berada di dunia terlebih dahulu kemudian ia mencari makna dalam hidupnya. Ia mencari dengan berpetualang ke berbagai tempat untuk menjumpai peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. </p><p>2. Berada dalam diri, yaitu filsafat berpangkal dari realitas yang ada. Sesuatu dilihat dari fakta ada atau tidak di depan mata. Seperti benda yang tercipta di bumi. </p><p>3. Berada untuk diri, maksudnya bahwa manusia mempunyai hubungan dengan keberadaannya, ia bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada. Manusia berbeda dengan benda. Manusia sadar bahwa ia ada di dunia. Oleh sebab itu ia bertanggung jawab atas keberadaannya di dunia. </p><p>4. Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Apa pun yang dilakukan manusia menjadi tanggung jawabnya sendiri. Apapun akibat yang ditimbulkannya.</p><p>5. Manusia sebagai subjek yang merencanakan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Manusia sebagai individu yang membuat peraturan atau nilai bagi dirinya sendiri bukan orang lain.</p><p>Filsafat eksistensialisme itu unik yakni memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu.Secara umum, eksistensialisme menekankan pilihan kreatif, subyektivitas&nbsp;pengalaman manusia, dan tindakan kongkret dari keberadaan manusia atas setiap skemarasional untuk hakikat manusia atau realitas.beberapa perbedaan signifikan antara filsafat eksistensialisme dengan filsafat humanistic lainnya seperti pragmantisme, karena adanya perbedaan pada fakta bahwa manusia merupakan sentral dari kenyataan baik pada subyeknya maupun individunya. Ada yang mengatakan bahwa filsafat eksistensialisme sangat menekankan rasa kemerdekaan yang tinggi kodratnya untukmenjadi “ada”. Lain halnya dengan pragmatism terkadang kita masih dapat menerima suatu perlakuan otoriter atau memperlakukan orang lain secara otoriter jika hal tersebut bernilai manfaat bagi kehidupan praktikal individu itu. Dan menurut Christian O. Weber memang dalam pragmatism tidak ditemukan adanya kesepahaman tentang kebebasan manusia (man’s freedom) walaupun ada kebebasan namun kebebasan tersebut bagaimanapun juga dibatasi oleh keadaan di sekitar termasuk factor alam ataupun kehidupan sosial. Lain halnya dengan eksistensialisme yang tidak memberikan ruang dan waktu bagi orang lain untuk otoritatif yang sifatnya sangat membelenggu kebebasan orang lain (contoh dalam pendidikan/persekolahan antara guru dengan urid).</p></li></ol><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-15 08:43:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj/wish/2826183611</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fenomenologi (AL)</title>
         <author>martinaprativi</author>
         <link>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj/wish/2826183733</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Apa yang dimaksud dengan pendekatan fenomenologis dan berikan contoh penerapannya?</p></li><li><p>Apa yang menjadi fokus utama dalam penelitian fenomenologi?</p></li><li><p>apa hubungan fenomenologi dengan filsafat?</p></li><li><p> Sebutkan 6 konsep kunci teori fenomenologi menurut Husserl</p></li><li><p>Siapa yang memperkenalkan fenomenologi?</p></li></ol><p><br/></p><p>jawaban:</p><p><br/></p><ol><li><p>Pendekatan  Fenomologis adalah Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif menyelarik pengalaman hidup manusia terhadap diri dan hidupnya </p><p>Pemahaman Gejala: Fenomenologi melakukan pemahaman gejala, dimana gejala tersebut dapat dipahami dan diterapkan dalam kontextu yang lebih lanjut </p><p>Pemahaman Individu: Metode ini menyoroti kekhususan dan mengidentifikasi suatu fenomena yang terjadi pada individu </p><p>Pemahaman Kekhususan: Fenomenologi menyelarik kekhususan dalam gejala, sehingga gejala tersebut dapat dipahami dan diterapkan dalam kontextu yang lebih lanjut .</p><p>Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengumpulkan makna dari suatu gejala sehingga gejala tersebut dapat dipahami dan diterapkan dalam kontextu yang lebih lanjut. Ini dapat dijalankan melalui beberapa langkah:</p><p>●Mencari Gejala: Pilih gejala yang akan diperiksa secara khusus .</p><p>●Pemahaman Gejala: Mengelakkan keadaan biasanya terjadi dalam proses pemahaman, dan menyelarik kekhususan dalam gejala .</p><p>●Mengumpulkan Informasi: Memahami keadaan dan faktor-faktor yang terjadi dalam gejala.</p><p>●Mengungkapkan Makna: Menyelarik dan mengungkapkan makna dari gejala, sehingga gejala dapat dipahami dan diterapkan dalam kontextu yang lebih lanjut </p><p>●Mengambil Perlunyaan: Untuk gejala yang sedang berlanjut, seperti keadaan saat melakukan solat, mengambil nota terhadap gejala itu .</p><p>Dengan menggunakan metode fenomenologi, kita dapat mengerti keadaan hidup manusia lebih lanjut dan menekankan pengalaman hidup manusia dalam sekutasaran kita sendiri</p><p> Ini dapat dijalankan melalui metode yang mencakup : </p><p>Penerapan fenomenologis dalam lingkungan studi Islam merupakan prinsip yang penting untuk mengungkapkan makna dari suatu gejala, fenomena, atau keadaan. Kedua, metode ini dapat digunakan untuk mengamati subjek atau mengakses catatan tertulis seperti teks, jurnal, puisi, ataupun buku harian 3.</p><p>Pada konteksnya, beberapa contoh penerapan fenomenologis dalam lingkungan studi Islam:</p><p>Pendekatan Fenomenologi dalam Kajian Islam 28: Dalam Kajian Islam, fenomenologi digunakan untuk mengamati acara tahlilan yang diadakan di rumah keluarga orang yang meninggal.</p><p>Pengertian Fenomenologi 6: Dalam kehidupan masyarakat, fenomenologi mengakui pentingnya subjekif, sehingga kita dapat mengamati keadaan sehari-hari.</p><p>Pendekatan Fenomenologi dalam Psikologi 7: Dalam bidang psikologi, fenomenologi digunakan untuk mempelajari pengalaman manusia dan keadaan mental seperti demotia, histeria, dan paranoia.</p><p>Pendekatan Fenomenologi dalam Studi Psikologi : Dalam studi psikologi, fenomenologi digunakan untuk mengamati keadaan psikologis yang terjadi pada individu ketika mereka melakukan suatu tindakan.</p><p>Pendekatan Fenomenologi dalam Studi Komunikasi : Dalam studi komunikasi, fenomenologi digunakan untuk mengamati interaksi manusia, termasuk interaksi yang terjadi antara pemilik smartphone dan penjualannya.</p></li><li><p>Fokus utama dalam penelitian Fenomologis adalah : </p><p>Penelitian fenomenologi merupakan salah satu metodologi penelitian yang berfokus pada textural description dan structural description 1. Kedua fokus ini memiliki dua fokus utama, yakni textural description dan structural description. Dalam penelitian ini, para ahli akan mengenalir, memahami, dan mengambil kira-kira untuk mengembangkan pengetahuan mereka.</p><p>Textural Description: Studi fenomenologi ini menyajikan pendekatan visual yang terdiri dari beberapa aspek. Para ahli akan mengenalir dan memahami keadaan visual seperti warna, ukuran, dan struktur. Para ahli akan menyusun konsep terkait dengan visualitas 1.</p><p>Structural Description: Studi fenomenologi ini menyajikan pendekatan matematik yang terdiri dari beberapa aspek. Para ahli akan mengenalir dan memahami struktur data, struktur analisis, dan struktur model 1.</p><p>Dengan mengetahui fokus dan fokus utama dari penelitian fenomenologi, para pengamat dapat melakukan pengetahuan lebih mendalam mengenai metode penelitian yang digunakan. Mereka juga dapat mengambil kira-kira untuk mengembangkan pengetahuan mereka sendiri.</p></li><li><p>Apa hubungan fenomenologi dengan filsafat?</p><p>Jawab Fenomenologi adalah salah satu tradisi besar dalam sejarah filsafat abad ke-20, yang memang terhubung dengan filsafat. Fenomenologi merupakan salah satu tradisi khususnya di Prancis dan di Amerika Serikat, yang diiringi dengan kritik yang menjauhkannya dari ide awal Husserlian tanpa menghilangkan ide fondasi yang melandasinya 1.</p><p>Fenomenologi merupakan metode yang terlibat dengan pengalaman terbuka yang terus-menerus diperbaharui. Dalam prinsipnya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman subjektif dan intensionalitasnya. Studi ini kemudian mengarahkan pada analisis kondisi kemungkinan intensionalitas, latar belakang praktik sosial, dan analisis bahasa 1.</p><p>Fenomenologi juga merupakan salah satu tradisi dalam perkembangan lebih lanjut, dimana fenomenologi tidak dilihat seperti doktrin unitaris atau mazhab filsafat, melainkan lebih pantas dilihat sebagai gaya berpikir atau sebuah metode yang melibatkan pengalaman terbuka yang terus-menerus diperbaharui 1.</p><p>Apakah hubungannya? Fenomenologi dan filsafat memiliki hubungan khusus, karena fenomenologi merupakan metode yang sangat berguna untuk mengumpulkan dan memahami ideologi dan praktik sosial. Prinsipnya dalam fenomenologi adalah refleksi sistematis dan studi struktur kesadaran dan fenomena, yang tampak pada pikiran. Fenomenologi juga merupakan salah satu tradisi dalam perkembangan lebih lanjut, dimana fenomenologi tidak dilihat seperti doktrin unitaris atau mazhab filsafat, melainkan lebih pantas dilihat sebagai metode yang melibatkan pengalaman terbuka yang terus-menerus diperbaharui 12.</p><p>Apakah fenomenologi merupakan bagian dari filsafat? Fenomenologi merupakan bagian dari filsafat karena ia merupakan metode yang sangat berguna untuk mengumpulkan dan memahami ideologi dan praktik sosial. Prinsipnya dalam fenomenologi adalah refleksi sistematis dan studi struktur kesadaran dan fenomena, yang tampak pada pikiran. Fenomenologi juga merupakan salah satu tradisi dalam perkembangan lebih lanjut, dimana fenomenolog</p></li><li><p>Sebutkan 6 konsep kunci teori fenomenologi menurut Husserl</p><p>Husserl menyebutkan 6 konsep kunci teori fenomenologi, yaitu:</p><p>Intensionalitas: Konsep ini mengenai kemahuan atau pengetahuan dari sebuah fenomena, dimana fenomena tidak hanya sebenarnya tapi juga mengandungi noema, noesis, dan epoche 1.</p><p>Noema: Konsep ini menjelaskan bahwa objek yang diperiksa adalah noema, yang merupakan nilai asal dari fenomena 1.</p><p>Noesis: Konsep ini menjelaskan bahwa penulis dari sebuah noema, sebagai penulis yang memiliki kemahuan atau pengetahuan yang dapat memberitahukan kepada kita 1.</p><p>Epoche: Konsep ini menjelaskan bahwa keterangan tentang fenomena harus dihadapkan kepada prinsip-prinsipnya dari filosofi positif, sehingga kita dapat menyimak keadaan yang khusus dan terbatas 1.</p><p>Verstehen: Husserl menyebutkan verstehen sebagai panduan untuk mengenal fenomena secara mendengarkan, memahami, dan menyimaknya 2.</p><p>Transcendental Phenomenology (TP): Husserl menyebutkan TP sebagai metode yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang fenomena secara indrawi, tanpa adanya prasangka atau prakonsepsi dari pengamat atau peneliti sehingga bisa mengganggu keaslian makna yang hendak dipancarkan oleh fenomena tersebut</p></li><li><p>Fenomenologi adalah metode studi mengenai pengalaman dan bagaimana mereka tersebut. Ini dimaksudkan pada pengalaman subjektif dan intensionalitasnya. Fenomenologi merupakan salah satu tradisi besar dalam sejarah filsafat abad ke-20. Ini telah dikembangkan oleh Edmund Husserl dan telah diperbaikkan oleh sebagai salah satu pengarang terbaik di Prancis, Charles Peirce.</p><p>Husserl telah menyelarakan ideia awal Husserlian tanpa menghilangkan ide fondasi yang melandasinya. Dalam konseps Husserl, fenomenologi berpusat pada refleksi sistematis dan studi struktur kesadaran dan fenomena. Husserl telah menyelarakan ideia fenomenologi sebagai metode studi yang terbuka kepada pengalaman tersebut.</p><p>Fenomenologi juga telah diperbaikkan oleh Wilhelm Wundt, yang menyelenggarakan pendidikan fenomenologi di universitas. Wundt menyelenggarakan bahwa realitas terdiri atas objek dan penampakan kejadian yang dicerap atau dimengerti oleh kesadaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-12-15 08:43:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/martinaprativi/xpyi4ow3tsg3dcmj/wish/2826183733</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
