<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TEKS ANEKDOT by Nurhasanah</title>
      <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-18 23:30:28 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-10-19 00:56:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pengertian Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346011321</link>
         <description><![CDATA[<div>Anekdot adalah cerita lucu, menjengkelkan, atau konyol yang berdasarkan kejadian sebenarnya. Anekdot merupakan cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Namun, teks anekdot dapat merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat atau bisa juga terinspirasi dari kejadian nyata yang kemudian dijadikan dasar cerita lucu dengan menambahkan unsur rekaan.</div><div><br></div><div>Anekdot dibuat sebagai salah satu bentuk penyadaran sosial, yang menyampaikan realitas sosial dengan cara yang unik, seperti humor. Anekdot merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kepeduliannya pada persoalan di sekitar dan mengingatkan orang lain akan kebenaran yang harus dilakukannya. Anekdot dapat menyadarkan kekeliruan orang lain, tanpa harus merasa tersinggung.</div><div><br></div><div>Menurut Keraf (1991: 142) anekdot adalah semacam cerita pendek yang bertujuan menyampaikan karakteristik yang menarik atau aneh mengenai seseorang atau atau suatu hal lain. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa anekdot adalah teks yang lucu, berkarakter, dan mengandung kritikan yang membangun.</div><div><br></div><div>Anekdot digunakan sebagai kritik, tetapi tidak secara langsung ataupun kasar. Saat masyarakat hanya menggunakan media massa cetak, teks anekdot menjadi salah satu bagian rubrik hiburan pembaca. Teks anekdot ini berisikan kritik sosial mengenai kehidupan sehari-hari. Kini, teks anekdot tidak hanya ada di media massa cetak tetapi juga media sosial. Umumnya, teks anekdot ini berbentuk meme atau cuplikan dialog lucu dalam sebuah postingan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-18 23:37:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346011321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri-ciri Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346012349</link>
         <description><![CDATA[<div>Teks anekdot memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan karya sastra lainnya. Berikut merupakan ciri-ciri teks anekdot.</div><div>1. Terilhami dari kejadian nyata yang diubah menjadi kelakar dalam bentuk cerita atau dialog.</div><div>2. Awalnya hanya melibatkan tokoh-tokoh terkenal, tetapi seiring waktu penyajiannya mengalami perubahan ke arah fiktif dan menampilkan tokoh-tokoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.</div><div>3. Bersifat menghibur, tetapi tujuan utamanya untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum.</div><div>4. Terkadang bersifat sindiran alami.</div><div>5. Anekdot dekat dengan tradisi tamsil atau perumpamaan.</div><div>6. Sebagai media untuk menyampaikan kritik, pandangan, dan aspirasi yang bernilai positif ke publik atau masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-18 23:38:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346012349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis-Jenis Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346013774</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Luxemburg dkk. (1984:160), teks anekdot terdiri atas tiga jenis, yaitu dalam bentuk artikel, cerpen, dan dialog.</div><div><strong>1. Artikel</strong></div><div>Anekdot dalam bentuk atikel dapat berbentuk format naratif. Teks anekdot menceritakan suatu hal atau tokoh faktual/terkenal sehingga dalam ceritanya memiliki kejelasan tokoh, alur, peristiwa, dan latar.<br><strong>2. Cerpen</strong></div><div>Anekdot berupa cerpen menceritakan suatu hal yang lugas atau tidak berbelit-belit agar pendengar atau pembaca lebih cepat mengerti isi lelucon cerita tersebut. Oleh sebab itu, cerpen anekdot lebih singkat daripada cerpen pada umumnya.</div><div><strong>3. Teks dialog&nbsp; &nbsp;</strong></div><div>Teks anekdot dalam bentuk dialog menggunakan format drama yang mempunyai petunjuk lakon. Teks anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog dominan menggunakan kalimat langsung.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-18 23:40:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346013774</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Struktur Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346016433</link>
         <description><![CDATA[<div>Struktur cerita anekdot sama halnya dengan karangan prosa lainnya, yaitu terdiri atas tokoh, alur, dan latar.</div><div>* Tokoh bersifat faktual, biasanya orang-orang terkenal</div><div>* Alur berupa rangkaian peristiwa yang benar-benar terjadi atau sudah mendapat polesan maupun tambahan dari pengarang.</div><div>* Latar berupa waktu, tempat, ataupun suasana dalam anekdot yang diharapkan bersifat faktual.</div><div>* Sudut pandang, yaitu teknik yang dipilih pencerita untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Susut pandang dalam cerita yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.</div><div>* Gaya bahasa dan nada, gaya bahasa berfungsi sebagai penyapa gagasan. Nada merupakan ekspresi pencerita.</div><div><br></div><div><strong>Menurut Gerot dan Wignell (2004) struktur anekdot adalah sebagai berikut.</strong></div><div>1. Abstraksi, bagian awal (paragraf) berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Umumnya akan menunjukkan hal unik yang akan terjadi dalam teks. Abstrak disebut juga sebagai tahap pembukaan.</div><div>2. Orientasi, bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang peristiwa tersebut. Umumnya penulis bercerita dengan detail pada bagian ini. Orientasi juga berfungsi untuk membangun teks.</div><div>3. Krisis, terjadinya hal atau masalah yang unik atau tidak biasa. Krisis dimaknai sebagai saat terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan.</div><div>4. Reaksi, cara penulis atau orang yang diceritakan dalam menyelesaikan masalah yang timbul pada bagian krisis. Reaksi berkaitan dengan tanggapan dari kejadian sebelumnya.</div><div>5. Koda, bagian akhir cerita. Terdapat kesimpulan tentang kejadian yang diceritakan oleh penulis. Koda juga merupakan penutup.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-18 23:43:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346016433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346018591</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Pardiyono (2007), teks anekdot umumnya menggunakan kalimat deklaratif dan pernyataan kausal pada bagian abstrak. Penulisan anekdot haruslah memperhatikan kaidah penulisannya. Berikut merupakan kaidah penulisan anekdot.</div><div>1. Menggunakan pertanyaan retorika atau kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, seperti “apakah kamu tahu?”</div><div>2. Menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, berjalan, dan sebagainya.</div><div>3. Disajikan dalam bahasa yang lucu.</div><div>4. Berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel.</div><div>5. Terdapat sindiran.</div><div>6. Menggunakan konjungsi waktu, seperti kemudian, setelah itu, dan lalu.</div><div>7. Menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.</div><div>8. Mengandung kebenaran tertentu</div><div>9. Menggunakan kalimat perintah dan menggunakan kalimat seru.</div><div><br></div><div>Kemudian, kaidah penulisan teks anekdot menurut Tim Kemendikbud (2013: 111) yaitu disajikan dalam Bahasa yang lucu dan berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel atau konyol bagi partisipan yang mengalaminya. Perasaan jengkel tersebut merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi dari pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, tercapai dan gagal, serta puas dan frustasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-18 23:46:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346018591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346022484</link>
         <description><![CDATA[<div>Disuatu pagi yang cerah, Bintan, Dinda, dan Nurhasanah sedang melakukan diskusi melalui zoom meeting perihal kenaikan harga BBM<br><br><br>Nurhasanah berkata : “Wah makin hari makin ada ada aja pemerintah kita ini menaikan Bbm seenak perut saja, mereka”&nbsp;<br><br>Bintan berkata. “Yah mungkin mereka pikir ada alasan tertentu kali”&nbsp;<br><br>Dinda menimpal. “Alasan saja! Pasti ini keinginan mereka agar uang untuk perut mereka semakin banyak!Apa mereka tak pernah kenyang?!Lagipula apa mereka tidak memikirkan rakyat kecil apa?”<br><br>Nurhasanah pun semakin Emosi “ Entahlah, tapi mereka bilang bahwa kenaikan ini kan agar dapat mengurangi kemisikinan rakyat Indonesia”&nbsp;<br><br>seru Dinda. “Apanya yang mengurangi ini semua semakin membuat rakyat Indonesia menderita dengan keserakahan mereka!”&nbsp;<br><br>seru Bintan yang tidak bisa menerima begitu saja. “Ah mungkin saja ini memang akan mengurangi jumlah rakyat miskin karena naiknya Bbm mebuat rakyat miskin tidak menjadi naik bus!”&nbsp;<br><br>Seru Nurhasanah Bercanda. “Lalu apa hubunganya?”&nbsp;<br><br>Seru Bintan “iya karena mereka Tidak bisa naik bus akhirnya mereka pun jalan kaki dan ketika di tengah jalan rakyat misikin pun tertabrak metro mini yang kejar setoran akibat bbm naik jadi setorannya juga naik, dan akhirnya rakyat miskin itu pun meninggal dan jumlah rakyat miskin pun berkurang”&nbsp;<br><br>Seru Dinda “Dengan begitu BBM bukan Bahan Bakar Minyak, tetapi Bahan Bakar Manusia karena Manusia yang semakin hari dibuat emosi oleh pemerintah dengan adanya kenaikan harga BBM”&nbsp;<br><br>Nurhasanah, Dinda, dan Bintan pun saling mengangguk setuju!</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-18 23:49:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346022484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Video Teks Anekdot</title>
         <author>nrhsnh281</author>
         <link>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346023975</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=r_FWtph0Rpg" />
         <pubDate>2022-10-18 23:51:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nrhsnh281/xlamxo8sm8wnrrn3/wish/2346023975</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
