<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Seni Budaya by Idad Karuhun GMH</title>
      <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke</link>
      <description>Tari Tradisional dan Kreasi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-31 03:23:08 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-01-28 00:01:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f642.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Tari Tradisional</title>
         <author>idadkaruhungmh</author>
         <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/1706137883</link>
         <description><![CDATA[<div>Petunjuk :<br>1. Amati video berikut!<br>2. Apa yang anda ketahui tentang tari berikut ini?<br>3. Silahkan tuliskan pendapatmu dikolom komentar!<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/STzO1UXHlcU" />
         <pubDate>2021-08-31 03:48:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/1706137883</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tari umbul adalah salah satu tari tradisional yang berasal dari Desa Situraja, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Kesenian ini mulai ada di Parugpug sekitar tahun 1940-an, muncul dari wilayah Indramayu ke Sumedang.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2004222389</link>
         <description><![CDATA[<div>Gerakan asli tari umbul adalah oyag pare yaitu pinggul dan pantat yang bergoyang memutar sambil posisi kedua kaki menekuk sedikit, nah inilah yang disebut erotis karena memang goyangannya itu yang terlihat vulgar," kata Ambu Karina.<br>Tari umbul adalah dogdog ukuran besar, ketuk, kecrek, terompet dan gong bambu. Penari tari umbul menggunakan kelengkapan kacamata hitam, kebaya, kain samping dan selendang. Selain itu, ada juga ciri khas dalam gerakan tari, yaitu menggunakan salah satu gerakan pencak silat.<br>Komentar tentang Vidio tersebut yaitu sangat menarik untuk kita ketahui dan liat serta bermanfaat agar kita tau budaya budaya baik tarian,bahasa,rumah adat di Indonesia.<br>Nama:Fitri Shafa Octaviani<br>Kelas:X IPS 1<br>Absen:11</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-21 03:05:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2004222389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tari Umbul mulai masuk pertama kali ke Sumedang pada sekitar 1940-an di Dusun Parugpug, Desa Cijambe, Kecamatan Paseh.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2004409780</link>
         <description><![CDATA[<div>Tari umbul mempunyai ciri khas pada pakaian penarinya dan gerakan pinggulnya, yang sedikit mengandung unsur erotis, sehingga beberapa orang sempat menentang. "Selain pakaian penarinya yang khas, alat musik pengiringnya pun terbilang khusus yaitu berupa kendang, dogdog, tarompet, ketuk, goong dan kecrek, ditambah dengan alunan vokal seorang juru sinden," ucap Tatang.<br>Kelengkapan alat pertunjukan tari umbul adalah dogdog ukuran besar, ketuk, kecrek, terompet dan gong bambu. Penari tari umbul menggunakan kelengkapan kacamata hitam, kebaya, kain samping dan selendang. Selain itu, ada juga ciri khas dalam gerakan tari, yaitu menggunakan salah satu gerakan pencak silat.<br>Nama: Azzahra Safina Putri Wahyudi<br>Kelas: X IPS4<br>No.Absen:10</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-21 05:54:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2004409780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Generasi masa kini mungkin belum begitu mengenal seni Umbul. Jenis kesenian ini termasuk seni yang sempat lama tenggelam dan baru dihidupkan kembali sekira tahun 1990-an. Seni Umbul termasuk jenis kesenian khas Sumedang yang awal kelahirannya ada yang menyebut di Parugpug, Kecamatan Paseh dan ada juga versi lain yang menyebut asal muasal berkembangnya di Situraja. Berdasarkan cerita yang dituturkan oleh tokoh Seni Umbul, yaitu Darmansyah, kesenian ini mulai ada di Parugpug sekitar tahun 1940-an yang dibawa oleh Bapak Kalsip dari wilayah Indramayu ke Sumedang. Sedangkan yang pertama kali mengembangkan Seni Umbul di Parugpug Kabupaten Sumedang ialah Ma Jaer. Beliau terjun ke Seni Umbul sejak berusia 9 tahun. Dalam pergelarannya, para penari selain membawakan lagu-lagu �umbul atau adem ayem� juga menari secara bergantian. Sementara para penonton sambil menyaksikan keindahan tarian serta kemerduan suara penari, sekaligus mengincar si penari untuk diberi tanda karembong (selendang), kopeah dan sarung. Kemudian si penari yang sudah diberi tanda tersebut oleh penonton pria dibawa ke suatu tempat yang sepi dan kemudian diberi uang. Setelah itu si penari kembali lagi ke panggung untuk menari. Seni Umbul sempat mengalami kemunduran yang luar biasa, seakan tenggelam ditelan zaman, kalau pun masih ada tapi tidak eksis, sehingga dapat dikatakan hirup teu neut paeh teu hos. Terjadinya kondisi Seni Umbul seperti itu disebabkan oleh tiga hal, yaitu (1) karena seniman umbul sudah berkurang, (2) materi seni yang sudah tidak sesuai dengan kondisi atau perubahan zaman, (3) masyarakat kurang dapat menerima Seni Umbul sebagai seni hiburan yang dianggap mengandung unsur negatif. Melihat kondisi seperti itu, maka pada tahun 1994 timbul pemikiran dari Bapak Darmansyah (menantu Ma Jaer) dan tokoh Desa Cijambe untuk mulai menghidupkan kembali kesenian tersebut melalui anak-anak Sekolah Dasar (SD)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2006202237</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:salmah nur Afifah<br>X ips 4<br>Absen 30</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-22 09:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2006202237</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2016019099</link>
         <description><![CDATA[<div>Tari umbul&nbsp;<br>&nbsp;•adalah tari yang berasal dari Kabupaten Sumedang, Desa Situraja&nbsp;<br>&nbsp;•tari ini adalah jenis kesenian khas Sumedang yang awal kelahirannya ada yang menyebut di Parugpug, Kecamatan Paseh dan ada juga versi lain yang menyebut asal muasal berkembangnya di Situraja&nbsp;<br>&nbsp;• Persiapan atau Dari Pergelarannya<br>&nbsp;penari selain membawakan lagu-lagu umbul atau adem ayem juga menari secara bergantian.<br>&nbsp;• dan sementara itu dari penonton juga<br>&nbsp;sambil menyaksikan keindahan tarian serta kemerduan suara penari, sekaligus mengincar si penari untuk diberi tanda karembong (selendang), kopeah dan sarung. Kemudian si penari yang sudah diberi tanda tersebut oleh penonton pria dibawa ke suatu tempat yang sepi dan kemudian diberi uang Setelah itu si penari kembali lagi ke panggung untuk menari.</div><div>• Seni Umbul sempat mengalami kemunduran yang luar biasa, seakan tenggelam ditelan zaman, kalau pun masih ada tapi tidak eksis, sehingga dapat dikatakan hirup teu neut paeh teu hos. Terjadinya kondisi Seni Umbul seperti itu disebabkan oleh tiga hal, yaitu&nbsp;<br>&nbsp;(1) karena seniman umbul sudah berkurang,&nbsp;<br>&nbsp;(2) materi seni yang sudah tidak sesuai dengan kondisi atau perubahan zaman, (3) masyarakat kurang dapat menerima Seni Umbul sebagai seni hiburan yang dianggap mengandung unsur negatif.&nbsp;<br>&nbsp;M. Iman Arief<br>&nbsp;X IPS 4<br>&nbsp;ABSEN 26&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-27 14:49:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2016019099</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tari umbul adalah salah satu tari tradisional yang berasal dari Desa Situraja, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.[1] Kesenian ini mulai ada di Parugpug sekitar tahun 1940-an, muncul dari wilayah Indramayu ke Sumedang.[2] Dalam pagelarannya, para penari membawakan lagu yang berjudul umbul atau adem ayem sambil menari secara bergiliran.[2] Sementara para penonton sambil menyaksikan keindahan tarian serta kemerduan suara penari, juga mengincar si penari untuk diberi tanda karembong (selendang), kopiah, dan sarung.[2] Pada awalnya, tari ini hanya sebagai tarian pembuka pertunjukan reog.[3]Dahulu, ciri khas tari umbul adalah gerakan pinggulnya yang erotis, hal tersebut mendapat dukungan dan perlawanan dari masyarakat setempat.[3] Hal tersebut berdampak pada seni tari umbul yang dicekal mulai tahun 1994. [3] Setelah kejadian tersebut tidak lama tari umbul kembali bahkan berkembang dengan baik, dikarenakan adanya pengurangan unsur erotis dan hilangnya fungsi sebagai sarana ritual.[1] Kini tarian ini sering disajikan pada acara pernikahan, khitanan, 17 Agustus maupun dalam kegiatan besar keparawisataan lainnya.[1]Nama: Sandi MaulanaKelas: X IPS 2Absen: 31</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2016963902</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-01-28 00:01:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/idadkaruhungmh/senbudoke/wish/2016963902</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
