<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Teruntuk Sahabatku:) by Maisya Rahma Alya</title>
      <link>https://padlet.com/maisyarahmaalya/xeaznkiamf4o567t</link>
      <description>~Hai Sahabatku♡
To:Riana Saputri 💛
By: Maisyarhmaalya
Jangan lupa Bacanya Sambil dengerin lagu ya hehehehe, scroll aja di bawah langsung klik👍</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-10-25 09:07:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-04-30 02:58:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f49b.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Aku memiliki seorang sahabat sangat baik,Namun aku pernah dibuat kecewa padanya  dan sebaliknya, pernah di buat marah olehnya, pernah di buat badmood olehnya, Namun kini ku berfikir lagi setiap orang wajar dalam kondisi berbeda-beda, selagi persahabatan kita lillah semua masalah diselesaikan bukan dengan amarah, saling introspeksi diri dan saling memaafkan,semoga kita tetap menjadi sahabat baik</title>
         <author>maisyarahmaalya</author>
         <link>https://padlet.com/maisyarahmaalya/xeaznkiamf4o567t/wish/859098293</link>
         <description><![CDATA[<div>https://youtu.be/_OO3V2pLMhE<strong><br>Hatiku Sangat Sunyi kini,tak pernah terdengar suara tertawa mu sahabat, Setiap melihat wajahmu aku ingin sekali menyapa mu, bercanda,dan membicarakan hal yang tidak penting bagi orang-orang, ingin sekali aku mengulang waktu bersamamu,tapi hatiku benar-benar ragu untuk menghubungimu, menanyakan kabarmu, Karena sungguh itu sangat berat,aku bukan marah padamu sahabat akan tetapi aku marah pada diriku sendiri,kenapa aku menjauh darimu.<br><br><br>             Pertama kali aku menjauh darimu hanya karena hal sepele,Aku saat itu sangat marah,dan ingin menjauh darimu untuk introspeksi diri,maaf aku tidak bisa menjadi sahabat yang kau inginkan,aku berbeda dari sahabat mu yang lain,dan kini aku sadar aku tidak pantas lagi jadi sahabatmu, meski saat itu aku sangat marah tapi sekarang aku sudah memaafkan dan melupakan hal itu,dan kini keadaan sudah menjadi normal,namun musibah kembali datang ke hidupan ku,yang membuat hidup ku 50% berubah drastis,saat itu aku sangat stress dan otak ku kosong, sehingga aku lupa bahwa aku telah menjauhimu.<br><br><br><br>    Aku sempat Ingin mendekati mu kembali,tapi hatiku selalu berkata untuk menjauh dari mu karena aku sudah banyak salah terhadap mu,aku tahu marah dengan mu dengan cara menjauh sangat salah tapi itulah jalan yang ku pilih,kini hari-hari ku sangat sepi tanpamu sahabat,tidak ada kata {("Acha")nama panggilan} dari mulut mu yang ku dengar, tidak ada kata {("kakya")nama panggilan)} yang keluar lagi di mulut ku, sungguh miris,hanya karena jalan pilihan ku semua hilang seketika, maaf kan aku kakya aku telah membuat hati mu sedih,aku telah menjauhimu,maaf kan aku, hari-hari yg ku lalui berusaha tersenyum kembali tapi alhasil kurasa tawa ku kosong.<br><br> <br><br><br>    Saat itu aku sangat Rindu tempat makan mie ayam favorit,dan kebetulan kita hanya berdua,dan itu kesempatan ku untuk memperbaiki hubungan persahabatan kita,aku sangat bahagia saat itu,aku berusaha melupakan apa yang terjadi di kehidupan ku,dan keesokan harinya entah kenapa diriku seakan menjauhi dirimu lagi, padahal aku sangat ingin menyapa mu dan berbincang,sejak saat itu aku mulai pasrah dengan diriku,aku tidak tahu apa jalan pikiran ku,dan sekarang aku mulai sadar bahwa memang kita mungkin tidak akan bersama seperti dulu lagi,aku tahu kau sudah bahagia dengan orang sekeliling mu,🙂✨,Aku melihat tawa mu saja sudah cukup,semoga engkau bahagia selalu dan di beri kesehatan oleh Allah,(Aamiin).<br><br><br><br>      Aku meluapkan perasaan ku Disini dan mudah-mudahan engkau juga tahu apa yang ku rasakan selama ini,Kau mengajar kan ku apa artinya itu sahabat,kau mengajarkan ku apa artinya lika-liku perjalanan, terimakasih selama ini telah mendengar kan ocehan ku, terimakasih atas pengertian mu, terimakasih,aku tidak akan pernah menemukan orang seperti mu, terimakasih telah menjadi pendengar yang terbaik, terimakasih telah berkorban untukku, terimakasih kau telah menjemput ku ketika aku tidak ada kendaraan yang rumah mu berlawanan arah dengan rumah ku, terimakasih banyak kakya aku sangat menyayangimu:).<br><br><br>       <br>       Aku sempat Ingin mendekati mu lagi dan lagi tapi setelah keesokan harinya entah mengapa diriku menjauhi mu lagi, intinya sekarang aku sangat rindu dengan masa-masa kita susah dan senang,dan mungkin hanya bisa di kenang,aku sudah tidak mau menyakiti hatimu lagi,sudah cukup, terimakasih mudah-mudahan kakya bisa memaafkan aku dan mudah-mudahan bahagia,aku ingin sekali memperbaiki hubungan persahabatan kita tapi mungkin ini jalan nya kita sudah tidak ada masa untuk mengulang,Tapi kita masih ada kesempatan untuk melanjutkan cerita ini,tapi aku sudah tidak mau membuat hatimu kecewa,kau sudah sangat bahagia dengan orang sekeliling mu saat ini, Jangan lupa Tetap Tersenyum kakya;).<br><br><br><br>Acha ada puisi buat kakya jangan lupa di baca ya,:<br>          <br><br><br>          <br><br>Teruntuk Sahabat<br><br>Layaknya lilin di tengah gulita<br>menyiramkan cahaya dalam kegelapan<br>Seperti mentari di pagi buta<br>menghantarkan sinar kehangatan, mengusir kebekuan<br>Bagaikan bintang yang mewarnai malam<br>yang tak membiarkan rembulan mengangkasa tanpa teman<br>membawa keceriaan dan kesetiaan<br><br>Bersamamu…<br>Melalui hari-hari yang penuh liku<br>Bergenggaman erat menepis gundah dan nestapa<br>Berbagi kisah…<br>Tentang cita-cita namun bukanlah angan belaka<br>Tentang cinta yang membuncah namun tertahan di dalam jiwa<br>Tentang harapan yang hendak digapai di masa datang<br>Tentang kegagalan yang hampir meremukkan keyakinan<br><br>Sahabat…<br>Kita bersama dalam suka maupun duka<br>Saling mengingatkan di tengah canda<br>Aku berharap dan berdoa…<br>Kita kan terus melangkah bersama<br>Menggapai ridho dan cinta-Nya<br>Meski jarak membentang di antara kita<br>Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta<br><br>Sahabat…<br>Terima kasih untuk segalanya<br>Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai<br>Kini, esok, hingga masa depan<br>Aku bangga dapati Dirimu seadanya<br>Kupikir, pantaslah dirimu kutemani<br>Aku bahagia, Sungguh ingin terurai Kata<br><br>Kaulah sahabatku…<br>Bila hari-harimu tertimpa Bahaya,<br>Kudoakan Kasih Bagimu<br>Bila hari-harimu dilanda duka,<br>Kudoakan Harapan Bagimu<br>Bila Hari-harimu Barlarut ceria,<br>Kudoakan Damai bagimu<br>Selama matahari masih terbit dan terbenam,<br>Selama panas dan hujan masih silih Berganti,<br>Selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya,<br><br>Akulah sahabatmu…<br>Biarpun kita tak mungkin bersama<br>Sendiri kan kurangkai karsa<br>Sendiri kan kususun cerita<br>Berjalan terus menggapai cita<br>Dalam satu asa dan doa<br>Bahagia menyertaimu selamanya.<br><br><br></strong>Thank you, this story is for my friend: ~ Riana Saputri✨♡<br><br>Terimakasih Kakya Sudah menyempatkan untuk membaca semua ini,💛<br> Untuk Sahabatku♡:Riana Saputri<br>By: Maisya Rahma Alya<br><strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/_OO3V2pLMhE" />
         <pubDate>2020-10-25 09:17:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maisyarahmaalya/xeaznkiamf4o567t/wish/859098293</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
