<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Berlatih Menulis by Rizqy Amelia Zein</title>
      <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt</link>
      <description>Padlet ini dibuat untuk mengumpulkan Tugas 1 dan Tugas 2 Workshop Publikasi Ilmiah</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2026-04-17 08:15:29 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-05-24 05:50:21 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/svg/1f4dd.svg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Petunjuk penggunaan</title>
         <author>ameliazein</author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3872149072</link>
         <description><![CDATA[<p>Silakan klik tombol <em>Post</em> (di pojok kanan bawah), kemudian ketik jawaban Anda di bagian <em>body</em>. Jangan lupa beri nama dan keterangan (Tugas 1/2) di <em>field</em> yang tersedia. Apabila sudah selesai, klik <em>Publish</em> di pojok kanan atas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-04-17 08:20:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3872149072</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926702539</link>
         <description><![CDATA[<p>Perilaku berbagi misinformasi kesehatan di media sosial terus terjadi, meskipun edukasi literasi digital telah dilakukan. Belum ada penjelasan mekanisme psikologis bagaimana pengaruh paparan misinformasi kesehatan memberikan pengaruh pada belief default. Penelitian eksperimen ini bertujuan mengidentifikasi bagaimana paparan hoaks memengaruhi belief default sebagai mediator yang menggerakkan individu untuk berbagi misinformasi kesehatan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 02:48:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926702539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maria Nona Nancy</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926727594</link>
         <description><![CDATA[<p>Kalimat 1: Sikap permisif terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja tetap berkembang meskipun norma religius dan budaya di masyarakat cenderung restriktif terhadap seksualitas pranikah. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkaitan dengan permisivitas seksual, penelitian sebelumnya masih belum mampu menjelaskan mekanisme psikososial yang mendasari terbentuknya sikap tersebut secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan model &nbsp;pembentukan <em>premarital sexual permissiveness</em> pada remaja di Sikka.</p><p>Kalimat 2: Penelitian mengenai <em>premarital sexual permissiveness</em> masih cenderung menguji pengaruh media, teman sebaya, keluarga, dan &nbsp;factor lainnya secara &nbsp;secara parsial sehingga interaksi antar faktor tersebut belum dijelaskan secara komprehensif. Selain itu, sebagian besar studi masih menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan model analisis sederhana, sehingga belum mampu menjelaskan hubungan mediasi, moderasi, maupun interaksi antar faktor sosial secara simultan. Penelitian yang ada juga masih didominasi konteks urban dan negara Barat, sementara kajian pada remaja di wilayah rural Indonesia dengan norma religius dan budaya yang kuat seperti Sikka masih terbatas.</p><p>&nbsp;</p><p>Kalimat 3:</p><p>1. Apakah model pembentukan <em>premarital sexual permissiveness pada remaja yang melibatkan media exposure, perceived peer sexual norms, komunikasi seksual orang tua- remaja dan religiusitas terkonfirmasi secara empiris?</em></p><p><em>2. Apakah perceived peer sexual norms memediasi hubungan antara media exposure dan premarital sexual permissiveness pada remaja?</em></p><p>3. Apakah komunikasi seksual orang tua–remaja memoderasi hubungan antara <em>perceived peer sexual norms</em> dan <em>premarital sexual permissiveness</em> pada remaja?</p><p>4. Apakah religiusitas memoderasi hubungan antara <em>media exposure</em> dan <em>premarital sexual permissiveness</em> pada remaja?</p><p>Kalimat 4: pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain longitudinal dan analisis multilevel modelling</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 03:39:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926727594</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926752469</link>
         <description><![CDATA[<p>1. community resilien pada pencegahan bunuh diri di pedesaan</p><ol start="2"><li><p>meskipun penelitian menjelaskan mekanisme risiliensi komunitas pada namun masih terbatas menjelaskan mekanisme resiliensi komunitas bekerja untuk pencegahan bunuh diri pada komunitas desa</p></li><li><p>bagaimana komunitas komunits desa menemukan dan menggunakan resiliensi komunitas untuk pencegahan bunuh diri</p></li><li><p>saya berencana menggunakan metode kualitatif etnografi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 04:50:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926752469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Subjective Career Lock</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926772849</link>
         <description><![CDATA[<p>Banyak pekerja di Indonesia bertahan di pekerjaan yang tidak mereka sukai bukan karena puas, tapi karena merasa tidak ada pilihan lain. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang merasa kualifikasinya terlalu tinggi untuk posisi yang mereka jalani. Anehnya, mekanisme terjadinya fenomena ini belum diteliti: literatur selama ini hanya fokus pada <em>dampak</em> keterjebakan, bukan pada <em>mengapa</em> orang sampai merasa terjebak dan apa yang bisa melindungi mereka. Penelitian ini mencoba mengisi celah itu, dengan menggunakan data dari pekerja lintas sektor di Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 05:21:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926772849</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926775474</link>
         <description><![CDATA[<p>Mahasiswa dengan keterbatasan sosial ekonomi rentan menghadapi berbagai permasalahan, seperti kesulitan finansial, perasaan berbeda karena minoritas, dan stigma lingkungan yang menyebabkan ketidakmampuan beradaptasi, sehingga memengaruhi kesejahteraan psikologis. Beberapa penelitian sebelumnya lebih berfokus pada mahasiswa yang orang tuanya tidak berkuliah, belum banyak yang mempertimbangkan konteks keterbatasan ekonomi secara menyeluruh. Berdasarkan evaluasi tersebut, diperlukan pengembangan model yang relevan untuk mahasiswa dengan keterbatasan sosial ekonomi di Indonesia. Penelitian ini dibangun dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan variabel psikologis, sosial, dan kultural.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 05:32:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926775474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Psychological empowerment</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926781495</link>
         <description><![CDATA[<p>Fenomena tentang psychological empowerment pada penyandang disabilitas di wilayah tertinggal, yang di tengah tantangan berlapis seperti keterbatasan infrastruktur, stigma sosial, dan lemahnya implementasi kebijakan, sebagian dari mereka justru menunjukkan keberdayaan yang tinggi sebagai fenomena yang menarik untuk dikaji secara mendalam. Meskipun penelitian terdahulu telah mengidentifikasi proses PE namun pemahaman tentang bagaimana dinamika psikologis dalam pemberdayaan berproses secara dinamis dan berkelanjutan dalam konteks wilayah tertinggal, masih menjadi pengetahuan yang belum terjawab dalam literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 05:45:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926781495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marital Satisfaction</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926782965</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kalimat 1</strong><br>Minat penelitian saya berfokus pada dinamika kepuasan pernikahan pada pasangan <em>commuter marriage</em>, khususnya bagaimana keterpisahan geografis memengaruhi keterikatan relasional dan kualitas hubungan pasangan.</p><p><strong>Kalimat 2</strong><br>Topik ini penting diteliti karena penelitian sebelumnya cenderung mengkaji <em>marital commitment</em> dan <em>attachment security</em>secara terpisah, sehingga masih terdapat kesenjangan konseptual dalam memahami keterikatan relasional secara lebih integratif.</p><p><strong>Kalimat 3</strong><br>Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan mengenai bagaimana <em>Relational Bond Strength</em> (RBS), yang direfleksikan melalui <em>marital commitment</em> dan <em>attachment security</em>, memengaruhi kepuasan pernikahan melalui <em>trust</em> dan <em>communication skills</em> pada pasangan <em>commuter marriage</em>.</p><p><strong>Kalimat 4</strong><br>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain diadik melalui <em>Actor–Partner Interdependence Mediation Model</em> (APIMeM) untuk menguji pengaruh intrapersonal dan interpersonal secara simultan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 05:49:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926782965</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meta-Synthesis: Marital Conflict Adaptation </title>
         <author>mirnawahyuagustina</author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926785613</link>
         <description><![CDATA[<p>Artikel penelitian yang ingin saya submit berfokus pada bagaimana pasangan pekerja migran mempertahankan pernikahan mereka ketika harus hidup terpisah karena tuntutan pekerjaan. Meskipun banyak penelitian membahas dampak ekonomi migrasi, masih sedikit yang menjelaskan bagaimana pasangan menghadapi konflik, menegosiasikan peran, dan mempertahankan hubungan mereka selama perpisahan jarak jauh. Karena itu, penelitian saya menanyakan apa saja penyebab konflik dalam pernikahan pekerja migran dan bagaimana pasangan menyelesaikan konflik tersebut. Untuk menjawabnya, saya menggunakan pendekatan meta-sintesis kualitatif terhadap berbagai studi tentang pasangan pekerja migran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 05:55:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926785613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elevator Pitch_Rudi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926788142</link>
         <description><![CDATA[<p>Halo! Nama saya Rudi Cahyono. Saya adalah seorang peneliti transmisi nilai relasional antar generasi dalam keluarga yang mengalami perceraian. Topik ini penting, karena keluarga merupakan medium untuk penanaman nilai antar generasi, termasuk nilai-nilai relasional, yang mempunyai potensi berdampak pada perceraian pada generasi berikutnya. Karena itu, saya tertarik menjawab pertanyaan, bagaimana proses transmisi nilai-nilai relasional orang tua-anak dengan ayah dan ibu yang bercerai. Pendekatan yang saya gunakan adalah studi kualitatif dengan tujuan untuk mengonstruksi/merekonstruksi teori transmisi antar generasi, teruamta yang berkaitan dengan nilai-nilai relasional dalam keluarga yang bercerai.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 06:02:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926788142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konseling Kelompok Cermin dan Personal Growth Initiative </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926812907</link>
         <description><![CDATA[<p>Belum ada intervensi Personal Growth Initiative (PGI), yang memuat dimensi-dimensi PGI dan mempertimbangkan faktor-faktor yang memprediksi PGI. Dalam penelitian saya intervensi PGI ini dibuat berdasarkan dimensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi PGI, sehingga dapat melengkapi gap populasi, gap intervensi dan gap metodologi yang masih belum banyak pada penelitian sebelumnya. Konseling dipilih karena, konseling tidak hanya untuk kurasi tetapi juga untuk prevensi dan pengembangan diri. pertanyaan penelitian "apakah konseling kelompok cermin efektif untuk meningkatkan PGI pada guru sekolah islam?". Pendekatan yang digunakan dalam riset ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain RCT</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 07:11:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926812907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konstruksi Pengetahuan Psikologi di Indonesia Pascakolonial (1950-1965)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926849292</link>
         <description><![CDATA[<p>Topik penelitian ini adalah konstruksi pengetahuan psikologi di Indonesia Pascakolonial, pada periode 1950-1965. Topik ini menarik untuk diteliti, karena berdasarkan literatur review yang telah dilakukan, historiografi sejarah psikologi di Indonesia masih terbatas pada pembentukan disiplin akademik dan profesi psikologi yang identik dengan reproduksi dan/atau kontekstualisasi pengetahuan psikologi barat, dan masih kurang memberi ruang pada penelusuran genealogi pengetahuan psikologi serta proses konstruksinya yang melibatkan negosiasi antara psikologi barat, ilmu jiwa yang bersifat lokal serta ilmu jiwa non-barat lainnya. Berdasarkan kesenjangan tersebut, pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana psikologi dikonstruksikan sebagai pengetahuan ilmiah dalam konteks Indonesia Pascakolonial, serta bagaimana interaksinya dengan pengetahuan mengenai jiwa yang ada. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini akan menggunakan alur Historical Research dari Gottschalk, serta Critical Discourse Analysis model Foucauldian untuk analisis datanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2026-05-23 08:02:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliazein/xcpa9ybswkvfuvlt/wish/3926849292</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
