<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP XII IPS 2 by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb</link>
      <description>POLA KERUANGAN KOTA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-01-09 01:46:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-18 16:54:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>ST hardianti Rahman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb/wish/46608117</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Interaksi yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      
2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :

Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
•Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
•Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
•Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya

3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                

4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. 
•Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain.
-Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
•Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. 
-Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu untuk memberikan atau menyampaikan ajaran keagamaan yang dianutnya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang kepala desa yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam halini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso,2004).
          
5. Manfaat interaksi:1. Menambah Pengetahuan Kebhinnekaan SosialSeperti: keragaman ras, suku dan agama
2. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
3. Menghindari Konflik Sosial
4. Menghindari Dominasi Sosial
5. Meningkatkan Integritas Nasional

6. Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah :
Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi)
Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang )

7. Hal yang mempengaruhi adanya kemudahan pemindahan dalam ruang:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity)
Adanya hubungan wilayah yang saling melengkapi dimungkinkan karena adanya perbedaan wilayah dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya seperti hasil tambang, hutan, pertanian, barang industri, dan sebagainya. Keadaan ini mendorong terjadinya interaksi yang didasarkan saling membutuhkan.

2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing opportunity)
Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah atau dapat menimbulkan suatu persaingan antarwilayah.

3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Faktor lainnya yang mempengaruhi pola interaksi antarwilayah ialah adanya kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, barang, maupun informasi. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang sangat bergantung pada hal-hal berikut:

a. jarak mutlak dan relatif antarwilayah;
b. biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain;
c. kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antarwilayah, seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi, dan sebagainya

8. Zona interaksi
     °Inti kota (city)
terletak di pusat atau tengah-tengah. Kota dikelilingi oleh :

•zona suburban (faubourgh),  
yaitu daerah yang berlokasi di dekat pusat atau inti kota dan merupakan daerah penglaju atau subdaerah perkotaan (commuters).

•Zona urban fringe  
adalah daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota. Zona ini merupakan jalur tepi daerah perkotaan paling luar.

•Zona rural-urban fringe  
adalah zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota.

Zona interaksi yang digambarkan sebagai daerah yang membentuk jalur-jalur linier yang teratur di atas merupakan gambaran yang ideal. Pada kenyataannya, zona tersebut tidak lagi bersifat konsentris meskipun unsur-unsurnya masih dapat diamati. Interaksi antarzona dapat terjadi, baik dari zona-zona yang berdekatan maupun yang berjauhan. Zona suburban, suburban fringe, urban fringe, dan rural urban fringe merupakan daerah yang memiliki suasana kehidupan kota sehingga dapat disebut daerah perkotaan.

9. Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan, sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut:
_Perumahan dan permukiman
_Perdagangan dan jasa
-Industri
-Pendidikan
-Perkantoran dan jasa
-Terminal
-Wisata dan taman rekreasi
-Pertanian dan perkebunan
-Tempat pemakaman umum
-Tempat pembuangan sampah
Dampak dari rencana tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti adalah kesemrawutan kawasan mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, sulitnya mengatasi dampak lingkungan yang berimplifikasi kepada kesehatan, sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

10. Contoh wujud interaksi yang bersifat sosial:

a. Kedudukan (Status)
Status (kedudukan) adalah posisi sosial yang merupakan tempat di mana seseorang menjalankan kewajiban-kewajiban dan berbagai aktivitas lain sekaligus merupakan tempat bagi seseorang untuk menanamkan harapan-harapan.

b. Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hal dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

Widya Nursahri
Rinaldi Zulkifli Ilham
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

DIAN PERMATASARI DEN KA
1. Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. 
A.aditya ramadhana
1. Interaksi, yaitu hubungan saling mempengaruhi. Hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang dapat menimbulkan pengaruh satu sama lain.                                                                      2. interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut :
Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih
Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu :
Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
Pergerakan informasi atau gagasan, misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
Pergerakan materi / benda, misalnya distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh :
kota menjadi sasaran urbanisasi
terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda                4. aspek-aspek sebagai berikut:
Adanya hubungan, Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. Hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. 
Ada individu, Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok. 
Ada tujuan, Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedangberbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di pasar dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut. 
Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok, Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Misalkan, seorangpenceramah agama sebagai seorang individu Ia memiliki fungsi dalam kelompoknya yaitu u</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:46:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb/wish/46608117</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natalia Utami P Wardhani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb/wish/46608214</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-01-20 01:48:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb/wish/46608214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kentir</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb/wish/271778896</link>
         <description><![CDATA[<div>Asu rebutan balung</div>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/yoJC2Hp3HOyBqgjdXq/giphy.gif?cid=e1bb72ff5b6305875758735a4dc1659c" />
         <pubDate>2018-08-02 13:21:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/xcefbpcdxinb/wish/271778896</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
