<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perkembangan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin by ahmad haifa</title>
      <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-25 02:10:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-11-01 02:31:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Resume: </title>
         <author>ahmadhaifa851</author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354663671</link>
         <description><![CDATA[<div>Tujuan:<br><strong>Tujuan</strong>-1 : Mewujudkan perencanaan pembangunan yang berorientasi hasil dan mempercepat kemajuan Indonesia. <strong>Tujuan</strong>-2 : Mewujudkan daya tanggap dan inovasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. <strong>Tujuan</strong>-3 : Mewujudkan tata kelola pelayanan perencanaan yang berkualitas, akuntabel, efektif dan efisien.<br><br>Tahapan:<br><strong>Perencanaan pembangunan</strong> terdiri dari empat (4) <strong>tahapan</strong> yakni: (1) penyusunan rencana; (2) penetapan rencana; (3) pengendalian pelaksanaan rencana; dan (4) evaluasi pelaksanaan rencana.<br><br>Tugas:<br>Bappenas mempunyai <strong>tugas</strong> membantu Presiden dalam menetapkan kebijaksanaan di bidang perencanaan <strong>Pembangunan Nasional</strong>, serta penilaian atas pelaksanaannya.<br><br>Sistem yang dilakukan(contoh):<br><strong>Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional</strong> adalah satu kesatuan tata cara <strong>perencanaan pembangunan</strong> untuk menghasilkan rencana-rencana <strong>pembangunan</strong> dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan <strong>yang</strong> dilaksanakan oleh penyelenggara <strong>negara</strong> dan masyarakat di tingkat Pusat dan <strong>Daerah</strong>.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 02:22:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354663671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354666100</link>
         <description><![CDATA[<div>Latar belakang:<br>Kekacauan ekonomi yang terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin membuat pemerintah pada saat itu menerapkan beberapa kebijakan devaluasi atau penurunan nilai mata uang. Untuk <strong>membendung inflasi dan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat</strong>, pada tanggal 25 Agustus 1950 pemerintah mengumumkan penurunan nilai uang.<br><br>Tujuan:<br>Untuk mengatasi permasalahan ekonomi <strong>pada masa Demokrasi Terpimpin</strong>, pemerintah juga menerapkan devaluasi atau <strong>penurunan nilai uang</strong>. <strong>Tujuan</strong> adanya devaluasi adalah: Membendung inflasi yang tinggi. Mengurangi jumlah <strong>uang</strong> yang beredar di masyarakat.<br><br><br></div><div><br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 02:24:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354666100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354678836</link>
         <description><![CDATA[<div>Latar belakang:<br>Saat awal merdeka, Indonesia mengalami inflasi (kenaikan harga barang) yang sangat tinggi karena kondisi<a href="https://blog.ruangguru.com/tujuan-dikeluarkan-uang-rupiah-cetakan-baru?referralCookiesId=d9386712-4af3-4538-b927-f66d284f1085"> <strong>mata uang</strong></a>tidak terkendali. Salah satu faktor penyebabnya yaitu belum adanya mata uang tunggal yang berlaku. Saat itu, terdapat tiga mata uang yang dipakai, sehingga menyebabkan jumlah uang beredar menjadi banyak dan akhirnya terjadi inflasi.<br><br></div><div>Beberapa kebijakan moneter diterapkan untuk menanggulangi krisis ini, di antaranya dengan melakukan kegiatan diplomasi beras ke India dan membentuk <em>planning board </em>untuk penanggulangan inflasi. Selain itu, diterbitkan pula ORI (Oeang Republik Indonesia) agar hanya ada satu mata uang resmi, dan penetapan Kasimo Plan sebagai upaya swasembada pangan.</div><div><br><br><br><br>Dampak:&nbsp;<br>Kegagalan Demokrasi Terpimpin salah satunya adalah adanya kondisi perekonomian yang buruk, salah satu penyebabnya adalah inflasi yang mencapai ratusan persen. Hal tersebut terjadi karena banyaknya pemberontakan yang dilakukan oleh daerah-daerah, banyaknya anggaran yang digunakan untuk proyek politik Sukarno, dan banyaknya kebijakan ekonomi yang gagal ditetapkan. Dengan demikian, dampak inflasi bagi masyarakat adalah melabungnya harga-harga di masyarakat, membuat ketimpangan antara si kaya dan si miskin semakin jauh, biaya ekspor menjadi semakin mahal sehingga ekspor mengalami penurunan<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 02:33:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354678836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354686428</link>
         <description><![CDATA[<div>Tujuan:<br>Deklarasi Ekonomi Pemerintah menyatakan bahwa Indonesia adalah Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Tujuan dicetuskannya Dekon yakni untuk menciptakan ekonomi yang bersifat nasional, demokratis, dan bebas dari sisa-sisa imperialisme. Dengan adanya Dekon, tidak lagi diperkenankan untuk melakukan penyelewengan di bidang ekonomi. <br><br>Dampak:<br>Deklarasi Ekonomi Deklarasi Ekonomi tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi. Dekon justru mengakibatkan perekonomian Indonesia stagnan. Meski masalah perekonomian dipegang oleh pemerintah, prinsip-prinsip dasar ekonomi banyak diabaikan. Selain itu, kehidupan ekonomi saat itu justru semakin memburuk karena anggaran belanja negara setiap tahunnya terus meningkat tanpa diimbangi dengan peningkatan pendapatan negara. <br><br>Artikel ini telah tayang di <a href="https://www.kompas.com/">Kompas.com</a> dengan judul "Deklarasi Ekonomi: Pencetus, Tujuan, Penyebab Kegagalan, dan Dampak", Klik untuk baca: <a href="https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/14/120000379/deklarasi-ekonomi--pencetus-tujuan-penyebab-kegagalan-dan-dampak?page=all">https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/14/120000379/deklarasi-ekonomi--pencetus-tujuan-penyebab-kegagalan-dan-dampak?page=all</a>. <br>Penulis : Verelladevanka Adryamarthanino <br>Editor : Widya Lestari Ningsih<br><br>Download aplikasi <a href="https://www.kompas.com/">Kompas.com</a> untuk akses berita lebih mudah dan cepat:<br>Android: <a href="https://bit.ly/3g85pkA">https://bit.ly/3g85pkA</a><br>iOS: <a href="https://apple.co/3hXWJ0L">https://apple.co/3hXWJ0L</a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 02:40:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354686428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354690094</link>
         <description><![CDATA[<div>Latar belakang:<br>Proyek Mercusuar merupakan <strong>sejumlah pembangunan gedung dan infrastruktur yang digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno</strong>. Pembangunannya berfokus di Ibu Kota, DKI Jakarta. Dalam perjalanannya, berbagai proyek yang digarap ini bahkan menyita perhatian dunia.<br><br>Tujuan:<br><strong>Tujuan</strong> dari <strong>dilakukannya Proyek Mercusuar</strong> ini adalah untuk menunjukkan kemajuan Indonesia ke dunia. Namun <strong>pembangunan</strong> ini hanya mengejar gengsi saja dan tidak efektif sebagai kebijakan diplomasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-25 02:43:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2354690094</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ahmadhaifa851</author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364227797</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1861810076/e4f8023ea452d2ba8db59c94f8d3299a/95888C73_4F32_4211_B781_20593D1AA0CD.jpeg" />
         <pubDate>2022-11-01 02:16:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364227797</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:</title>
         <author>ahmadhaifa851</author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364229030</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Kemas Muhammad A<br>2. Ahmad Haifa M<br>3. Fauzan Putra<br>4. Raffi Syafiq M</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-01 02:17:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364229030</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh:</title>
         <author>ahmadhaifa851</author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364241280</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp;<strong>Stadion Gelora Bung Karno<br>2. Jembatan Semanggi<br>3. Hotel Indonesia<br>4. Monas<br>5. Gedung DPR<br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-01 02:27:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364241280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh inflasi adalah misalkan pemerintah mengumumkan akan menaikkan harga bahan bakar, sebelum kebijakan tersebut dilaksanakan, para produsen sudah menimbun bahan bakar. Hal itu lah, yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat yang disertai dengan kenaikan harga dan kepanikan di masyarakat.</title>
         <author>ahmadhaifa851</author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364245224</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-01 02:30:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364245224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh</title>
         <author>ahmadhaifa851</author>
         <link>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364246722</link>
         <description><![CDATA[<div>kebijakan moneter yang menetapkan suatu patokan <strong>kurs</strong> terhadap <strong>mata uang</strong> asing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-01 02:31:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ahmadhaifa851/xb82b2dmrkyrdac0/wish/2364246722</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
