<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>KELAS 7 by FIKRI LUQMAN</title>
      <link>https://padlet.com/fikriluqman1902116/x9g3gmplvf73usld</link>
      <description>Teks Narasi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-08-21 13:38:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-26 12:37:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Bacalah teks cerita fantasi berikut !</title>
         <author>fikriluqman1902116</author>
         <link>https://padlet.com/fikriluqman1902116/x9g3gmplvf73usld/wish/2266537024</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Keledai dan Penjual Garam</strong></div><div>&nbsp;</div><div>Cerita ini mengisahkan seorang penjual garam yang tinggal di suatu desa di tepi pantai dengan keledai kesayangannya yang menemaninya setiap waktu untuk menjual garam di kota. Si penjual garam merupakan seseorang yang dikenal baik dan dermawan. Setiap hari dia membagikan hasil penjualannya kepada tetangga dan fakir miskin walaupun hidupnya juga tidak bergelimang harta. Setiap kali berhasil menjual garam, dia akan belikan pakaian dan makanan untuk disedekahkan.</div><div>&nbsp;</div><div>Pedagang garam tersebut memiliki seekor keledai yang digunakan untuk mengangkut garam ke kota terdekat. Ia sangat menyayangi keledai tersebut sampai makanan dan tempat tinggal keledai selalu disediakan. Keledai tersebut sudah dianggap keluarga dan menjadi teman hidup satu-satunya pedagang garam tersebut. Akan tetapi, keledai tersebut tampaknya tidak puas dengan perlakuan pedagang garam.</div><div>&nbsp;</div><div>Si keledai beranggapan bahwa mengapa tuannya tidak membelikan gerobak untuk mengangkut barang dagangannya menuju ke kota daripada harus ditaruh di atas punggungnya setiap hari. Alhasil, keledai tersebut selalu mencari cara agar ia dapat terbebas untuk tidak membawa beban berat saat pergi ke pasar. Akhirnya, dia menyusun rencana untuk berpura-pura terjatuh ke dalam sungai dan merendam garam tersebut. Ia berpikir dengan cara tersebut beban yang dibawanya akan semakin ringan setiap harinya. Namun, lama-kelamaan tuannya juga mengetahui bahwa keledainya hanya berpura-pura agar tidak membawa beban yang berat</div><div>&nbsp;</div><div>Suatu hari, dinaikkanlah kapas pada punggung keledai. Petani tidak memberitahukan bahwa yang dibawa bukanlah garam melainkan kapas. Hal ini untuk memberikan pelajaran kepada keledai yang suka mengeluh padahal sudah sangat dikasihi. Setiba di jembatan, keledai tersebut tanpa menunda waktu langsung menjatuhkan diri ke dalam sungai dan kapas kemudian menyerap air sungai. Keledai tersebut sangat malu, karena tidak tahu terima kasih kepada di&nbsp; si pedagang garam.</div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-21 13:48:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/fikriluqman1902116/x9g3gmplvf73usld/wish/2266537024</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
