<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Peran Wirausaha dalam Perekonomian Indonesia by Siswi Mardiastuti</title>
      <link>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795</link>
      <description>Kelas 7 Semester 2</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-28 22:26:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-03 17:40:35 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KEWIRAUSAHAAN</title>
         <author>siswimardiastuti</author>
         <link>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362127147</link>
         <description><![CDATA[<div>Pernah beli es kepal <em>nggak </em>? Itu <em>lho</em> es yang lagi <em>booming</em> akhir-akhir ini. Sudah menjamur banget '<em>kan</em> di pinggiran jalan? Padahal, cuma es batu yang diserut dan dikepal ke dalam mangkok, lalu ditambahkan <em>topping</em>. Tapi kalau dipikir-pikir kenapa bisa laris di pasaran?<br><br></div><div><br></div><div>Es kepal tersebut merupakan salah satu bentuk wirausaha. Apa itu wirausaha? Ada tiga ahli yang merumuskan pengertiannya. Pertama, menurut Peter Drucker, wirausaha merupakan penciptaan hal baru dan berbeda. Kemudian, Zimmere menyatakan bahwa wirausaha adalah bentuk kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan masalah. Sementara, Kasmir menyatakan dengan lebih rinci lagi kalau wirausaha merupakan jiwa pemberani yang mau mengambil risiko di berbagai kesempatan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://img.jakpost.net/c/2018/05/09/2018_05_09_45599_1525836260._large.jpg" />
         <pubDate>2021-03-28 22:28:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362127147</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>siswimardiastuti</author>
         <link>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362130802</link>
         <description><![CDATA[<div>Jadi, <strong>wirausaha</strong> <strong>ialah</strong> <strong>seseorang yang berani melakukan suatu tindakan tertentu dan siap dengan segala risikonya dalam mencapai tujuan</strong>.<br><br>Lalu, bagaimana peran wirausaha bagi perekonomian Indonesia?<br><br></div><div>Setidaknya,<strong> wirausaha memiliki tiga peranan dalam ekonomi Indonesia</strong>. Pertama, bisa <strong>membuka lapangan pekerjaan</strong>. Coba kamu bayangkan kalau setiap tahun ada 10.000 wirausaha baru dan tiap wirausaha itu punya 10 karyawan, maka berapa lapangan kerja baru yang tercipta? Kalikan saja jadinya 100.000 lapangan pekerjaan baru, <em>lho</em>!<br><br></div><div>Kedua, bisa <strong>meningkatkan pendapatan nasional</strong>. Masih dengan perumpamaan 10.000 wirausaha baru tadi ya. Kalau tiap wirausaha membayar pajak usaha, berapa pendapatan yang diterima negara? <em>Wah</em>, pasti banyak <em>dong</em>.<br><br></div><div>Ketiga, <strong>mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial</strong>. Mudahnya begini, kalau semakin banyak lapangan pekerjaan, maka jarak kesenjangan antara masyarakat akan semakin sempit.<br><br><strong>Kamu tertarik </strong><strong><em>nggak</em></strong><strong>&nbsp; ketika besar nanti ingin menjadi seorang wirausaha? </strong><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-28 22:32:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362130802</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>siswimardiastuti</author>
         <link>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362135886</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebelum meyakinkan diri, ada beberapa informasi yang bisa dijadikan acuan, “Kira-kira pantas <em>nggak</em> ya merintis sebuah usaha?” Beberapa poin di bawah ini, dapat menjadi pertimbangan :<br><br><strong>A. Penyebab Keberhasilan dalam Berwirausaha<br></strong>Setiap orang pasti ingin berhasil dalam berwirausaha. Nah, berikut penyebab keberhasilan seseorang dalam melakukan wirausahanya.<br><br></div><div><strong>1. Visi, misi, dan strategi yang jelas<br></strong><br></div><div>Sebagai orang yang ingin berwirausaha harus memiliki tujuan dan strategi yang jelas dalam melakukan usahanya. Contohnya, aplikasi ojek <em>online</em> yang bermula dari keinginan pemilik usahanya untuk membuat transportasi yang bisa menembus kemacetan Ibukota. Tercetuslah ide mengembangkan aplikasi ini.<br><br></div><div><strong>2. Melihat atau menciptakan peluang usaha<br></strong><br></div><div>Masih ingat dengan minuman es cappuccino cincau? Dulu sangat <em>booming</em> '<em>kan</em>? Pencetus usaha tersebut sangat pintar melihat peluang usaha dengan mengombinasikan antara cappuccino dengan cincau. Jadilah minuman baru yang belum pernah ada sebelumnya.<br><br></div><div><strong>3. Pantang menyerah<br></strong><br></div><div>Jangan pernah langsung mengharapkan untuk memperoleh keuntungan saat pertama kali mulai berwirausaha. Tentu saja yanh namanya usaha pasti mengalami untung dan rugi. Oleh karena itu, pantang menyerah merupakan sikap yang wajib dimiliki oleh calon wirausahawan.<br><br></div><div><strong>4. Mampu mengelola keuangan<br></strong><br></div><div>Pisahkan antara pendapatan dari hasil berwirausaha dengan keuangan pribadi. Saat memilih untuk berwirausaha, kamu harus mampu mengelola keuangan. Harus ada pembagiannya <em>nih</em>, mana yang digunakan untuk membeli bahan baku, promosi, dan gaji karyawan. Sulit ya kelihatannya? Namanya juga wirausaha.<br><br><strong>B. Penyebab Kegagalan dalam Berwirausaha</strong></div><div>Hati-hati, tidak semua wirausaha dapat berhasil. Ada juga kegagalan yang dapat dialami. Walau pasti, tentu saja kita tidak mau hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, harus menghindari hal-hal berikut ini.<br><br></div><div><strong>1. Tidak fokus dan tergesa-gesa<br></strong><br></div><div>Akan sangat bahaya jika kamu tipe orang yang tergesa-gesa saat berwirausaha. Kenapa? Alasannya, wirausaha membutuhkan proses dan harus fokus dengan visi, misi, serta strategi awal kamu. Kalau kamu melakukannya dengan buru-buru dan ingin cepat mendapatkan hasil, justru nanti malah merugi.<br><br></div><div><strong>2. Pengelolaan keuangan yang buruk<br></strong><br></div><div>Usaha yang bangkrut pasti memiliki sistem pengelolaan keuangan yang buruk. Mungkin karena korupsi atau dibelanjakan tanpa perhitungan yang matang. Keuangan dalam berwirausaha wajib dicatat ya, baik pemasukan ataupun pengeluarannya.<br><br></div><div><strong>3. Putus asa saat mengalami kerugian<br></strong><br></div><div>Baru menjalankan wirausaha dan mengalami rugi? Lalu, setelah itu tidak mau melanjutkan lagi usahanya. <em>Nah</em>, itu yang namanya berputus asa. Mudah menyerah dengan situasi dan tidak mau belajar dari kesalahan justru dapat menyebabkan kerugian.<br><br></div><div><strong>4. Tidak memahami mengenai usaha yang dijalankan<br></strong><br></div><div>Kembali lagi ke tujuan awal. Sebelum melakukan usaha, kamu harus sudah tahu nantinya bagaimana usaha ini akan berkembang? Apakah punya manfaat untuk orang banyak atau hanya menghasilkan keuntungan untuk diri sendiri? &nbsp;<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-28 22:37:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362135886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi</title>
         <author>siswimardiastuti</author>
         <link>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362140153</link>
         <description><![CDATA[<div>https://www.ruangguru.com/blog/ips-kelas-7-peran-wirausaha-dalam-perekonomian-indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-28 22:42:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362140153</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KREATIVITAS</title>
         <author>siswimardiastuti</author>
         <link>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362147464</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. &nbsp; Pengertian </strong><strong><em>kreativitas</em></strong></div><div>Kreativitas adalah sebuah proses pemikiran (mental) yang memunculkan suatu gagasan, konsep ataupun ide baru dalam suatu bidang ataupun persoalan. Menurut John Kao, setiap manusia memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan dan kreativitas dapat diajarkan serta dipelajari (Jamming : The Art and Discipline in Bussines Creativity). Jadi kreatif adalah milik semua orang yang berniat dan berminat untuk kreatif.</div><div><br></div><div>Sedangkan kreativitas ekonomi dapat dipahami sebagai kemampuan untuk mengkombinasikan faktor-faktor produksi sehingga menghasilkan barang atau jasa yang bernilai baru baik dari segi sifat, bentuk, fungsi dan hal lainnya yang dapat diterima masyarakat sehingga bisa menjadi keuntungan ekonomis.</div><div><br></div><div><strong>2. &nbsp; Parameter kreativitas</strong></div><div>Kreativitas dapat terwujud dalam segala bidang kehidupan, dan kreativitas dapat diukur berdasarkan hasil yang terwujud dari proses kreatif tersebut. Karena itu kreativitas harus menghasilkan sesuatu, baik itu merupakan suatu pemecahan masalah maupun terwujud dalam suatu produk atau jasa.</div><div>Dari hal di atas maka suatu produk yang dianggap merupakan hasil dari proses kreatif harus memenuhi “syarat” produk kreatif. Beberapa kata kunci yang dapat digunakan sebagai parameter suatu produk bernilai kreatif adalah</div><div><br></div><div>a. &nbsp; Baru, yang dimaksudkan “baru” di sini tidak harus berwujud baru secara harfiah, tetapi bisa juga dianggap baru karena belum atau tidak terpikirkan oleh orang-orang di lingkungan tersebut. Contoh: penjual ayam goreng yang menambah menu ayam tulang lunak kriuk pedas sehingga berhasil melipatgandakan omzet usahanya. Menu tersebut dianggap baru di daerah tersebut padahal barangkali sudah ada di daerah lain.</div><div>b. &nbsp; Bermanfaat, suatu hasil dari proses kreatif dianggap kreatif jika mempunyai manfaat lebih dibandingkan produk sebelumnya.</div><div>c. &nbsp; Diterima publik, sebuah produk atau pemecahan masalah dianggap kreatif jika dapat diterima orang banyak.</div><div>d. &nbsp; Kombinasi, dapat mengkombinasikan faktor-faktor yang sudah ada menjadi suatu produk yang baru.</div><div>e. &nbsp; Pengembangan, produk kreatif tidak harus baru dari segi wujudnya, tetapi dapat juga berupa pengembangan dari produk yang sudah ada sehingga menjadi lebih bermanfaat bahkan bisa jadi mempunyai fungsi yang sama sekali baru.<br><br></div><div><strong>3. &nbsp; Ciri-ciri orang kreatif</strong></div><div>a. &nbsp; Mempunyai rasa ingin tahu yang besar.</div><div>b. &nbsp; Tidak malu bertanya hal yang tidak diketahuinya.</div><div>c. &nbsp; Selalu berusaha mencari ide dan jalan keluar terhadap suatu permasalahan.</div><div>d. &nbsp; Tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.</div><div>e. &nbsp; Berani menyatakan gagasannya walaupun berbeda dengan kebanyakan orang.</div><div>f.&nbsp; &nbsp; Tidak pernah puas dengan prestasi yang sudah diperolehnya.</div><div>g. &nbsp; Mempunyai visi (pandangan) ke depan.</div><div>h. &nbsp; Mempunyai kebiasaan otodidak (belajar mandiri).</div><div>i.&nbsp; &nbsp; Mau belajar dari kegagalan.</div><div>j.&nbsp; &nbsp; Mau belajar dari pengalaman orang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://4.bp.blogspot.com/-F4d7blh5EUM/XeodZtpb6_I/AAAAAAAAS90/CjmCBSnMMJ0zJH2S483_IQpFDgruJ6WdgCLcBGAsYHQ/s1600/Pengertian_kreativitas_dan_contohnya.png" />
         <pubDate>2021-03-28 22:48:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siswimardiastuti/wxez946cildx9795/wish/1362147464</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
