<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL by ety nahdliyatin</title>
      <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p</link>
      <description>KELAS XII IPS 1</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2019-09-30 21:18:50 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-02 12:36:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806713</link>
         <description><![CDATA[<div>23 Miftahul (tata)</div><div><strong>Kaidah kebahasaan teks editorial</strong></div><div><br></div><ul><li><pre>1.kalimat retoris
  Tidak ada
<strong>2.Kata populer </strong></pre></li><li><pre>   Contoh:</pre></li><li><pre><strong><em>a).basic skill                                                             b).musykil dan
C). prestisius 
</em></strong><strong>3.konjungsi kausalitas</strong> </pre></li><li><pre>Contoh: </pre></li><li><pre><strong>a)."</strong><strong><em>sebab ,jatah untuk negara Asia hanya tiga."</em></strong></pre></li><li><pre><strong><em>b).</em></strong><em>"</em><strong>Ini pekerjaan yang sangat sulit</strong><strong><em>"karena"</em></strong><strong>dibutuhkan dana dan komitmen yang luar biasa
4.kata ganti petunjuk</strong> </pre></li><li><pre>Contoh:</pre></li><li><pre>  <strong><em>a)"penting sejagat raya" itu".</em></strong></pre></li><li><pre><strong><em>  b)"apa "untungnya menjadi tuan rumah piala dunia".</em></strong></pre></li><li><pre>  C<strong><em>)"untuk menuju "ke sana ,peta sudah digelar."
</em></strong><strong>5.kata kerja material</strong> </pre></li><li><pre>Contoh:</pre></li><li><pre><strong>a).Selain thailand,indonesia juga terus </strong><strong><em>"melemparkan"</em></strong><strong>wacana untuk mencalonkan diri. 
6.Adverbial frekuensi</strong></pre></li><li><pre>Contoh:</pre></li><li><pre><strong>a). Sekrtaris jenderal PSSI ratu thisa Destria</strong><strong><em> "berkali-kali menegaskan "</em></strong><strong>angan -angan tersebut. 7.kata kerja relasional</strong></pre></li><li><pre>Contoh:</pre></li><li><pre>Tidak ada
<strong>8.kata kerja mental </strong></pre></li><li><pre>a).kata kerja presepsi</pre></li><li><pre>Tidak ada</pre></li><li><pre>b).kata kerja afeksi</pre></li><li><pre>Tidak ada</pre></li><li><pre>c).kata kerja kognisi</pre></li><li><pre>Tidak ada</pre></li><li><pre><br></pre></li></ul><div><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:08:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806713</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806747</link>
         <description><![CDATA[<div>6.DindaOktavia</div><div><strong>Kaidah kebahasaan teks editorial:<br></strong><br></div><div><strong>1).Menggunakan kalimat retoris</strong></div><pre>    - Tidak ada</pre><div><strong>2). Menggunakan kata popular</strong></div><pre>    -  <strong>Diplomasi</strong> Jokowi kali ini memang bukan diplomasi penuh denting toas atau atraksi hiburan
    - India menjadi pasar <strong>ekspor</strong> Indonesia terbesar ketiga </pre><div><strong>3). Menggunakan kata kerja material </strong></div><pre>    - Kunjungan Jokowi mungkin tak bisa <strong>membalik keadaan</strong>     
    - Blusukan Jokowi <strong>blusukan</strong> ke bang lades menengoi pengungsi Rohingya</pre><div><strong>4). Menggunakan kata kerja adverbal frekuensi</strong></div><pre>     - Presiden Afghanistan <strong>kerap</strong> melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta</pre><div><br><strong>5). Menggunakan kata ganti petunjuk</strong></div><pre>      - Keinginan presiden Afghanistan <strong>itu</strong> bukan basa-basi karena sejak pendirian republik 1973 Afghanistan selalu bergolak.</pre><div><strong>6). Kata kerja mental</strong></div><pre>      - Kata kerja persepsi        Diplomasi tersebut juga menengok pengungsi Rohingnya</pre><div><strong>7).  Kata kerja Relasional</strong></div><pre>       - Tidak ada</pre><div><strong>8). Konjungsi kausalitas</strong></div><pre>     - Harus terus terang dikatakan ,jarang yang melirik afghanistan. Tetapi karena presiden Afghanistan ,Ashraf Ghani pernah berkunjung ke Jakarta selayaknya kunjungan itu dibalas. Jokowi beberapa kali menceritakan bahwa betapa Afghanistan ingin belajar bagaimana menjaga keragaman dalam bingkai persatuan</pre>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:08:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806747</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>vintanirmalaputri</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806782</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>29. Nurul Aini<br></em></strong><br>Analisi Kaidah kebahasaan Tesk editorial;<br>1. <em>Kalimat retoris</em><br>kutipan (tidak ada)<br>2. <em>Menggunakan kata-kata populer</em><br>contoh : kontroversial, kolonial, klausul,dsb.<br>3. <em>Menggunakan kata ganti petunjuk</em> yang menunjuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan.<br>kutipan (Pasal-pasal yang mengekang kebebasan di era kolonial dibuat untuk meredam perlawanan penduduk lokal. <strong> Hal semacam itu </strong>mestinya sudah tidak ada lagi pada KUHP baru yang merupakan produk dari pergulatan bangsa yang menjalankan demokrasi.)<br>4. <em>Penggunaan konjungsi kausalitas</em><br>kutipan " Sebab, untuk kali pertama aparat penegaj hukum bisa menerapkan pasal-pasal pidana yang bukan warisan penjajah." <br>5. <em>Adverbal Frekuensi</em> (tidak ada)<br>6. <em>Kata kerja material <br></em>kutipan: <br>•Aparat penegak hukum bisa <strong>menerapkan</strong> pasal-pasal pidana yang bukan warisan penjajah.<br>•Pasal -pasal yang <strong>mengekang</strong> kebebasan di era kolonial.<br>•Ada pula pasal yang tidak begitu jelas tapi bisa <strong>mengancam</strong> kebebasan pers<br>•Kita berharap DPR bisa <strong>merampungkan</strong> pembahasan RUU KUHP tersebut dengan mengedepankan prinsip untuk tidak melawan kebebasan.<br>7. <em>Kata kerja relasional</em><br>kutipan " Merupakan produk usang yang semestinya tidak diduplikasi."<br>8. <em>Kata kerja mental </em><br>👉kata kerja presepsi (tidak ada)<br>👉kata kerja afeksi (tidak ada)<br>👉kata kerja kognisi (tidak ada)<br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806782</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>heiidevv122</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806793</link>
         <description><![CDATA[<div>05 Deva<br>Kaidah kebahasaan teks editorial <br>1.kalimat retoris<br>   tidak ada<br>2.kata populer<br>   ~Navigator<br>   ~Ekspansif<br>   ~Efektif<br>3.kata ganti penunjuk<br>    ~Namun itu merupakan konsekuensi kebijakan<br>4.kata kerja material<br>   ~Belanja negara juga harus di kelolah secara efektif<br>    dan dijauhkan dari peluang korupsi<br>5.menggunakan konjungsi kausalitas<br>    ~Negara bisa mendapatkan penerimaan pajak yang lebih besar karena laju ekonomi lebih kencang<br>6.adverbia frekuensi<br>   Tidak ada<br>7.verbal relasional<br>    Tidak ada<br>8.kata kerja mental<br>  a).    Presepsi<br>        Tidak ada <br>  B).    Afeksi <br>         Tidak ada <br>  C). Kognisi <br>         Tidak ada <br>    <br>   <br>                <br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806793</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ssaufania</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806799</link>
         <description><![CDATA[<div>Seftysaufania(33)<br>Analisis kaidah kebahasaan teks editorial<br>1) penggunaan kalimat retoris<br>        Ada "perlukah sistem zonasi diprotes? Bukankah visi besar sistem ini sangat kuat dan jelas? "<br>2) menggunakan kata kata popular<br>         Ada "diskresi, diskusi, negoisasi, konsensus, dikotomi, eksklusivisme, inklusivisme"<br>3) menggunakan kata ganti petunjuk<br>         Ada "seharusnya tidak perlu ada sanksi untuk diskresi ini"<br>"sistem zonasi diharap mampu membongkar eksklusivisme seperti itu"<br>4) penggunaan konjungsi kausalitas<br>       Ada "setiap daerah memang menghadapi problem yang berbeda dalam memberikan layanan pendidikan. Karena itulah, tidak ada satu aturan yang bisa mutlak berlaku seragam"<br>5) adverbal frekuensi<br>        Tidak ada<br>6) kata kerja material<br>         Ada "mereka menuntut perubahan sistem zonasi yang diatur dalam Permendikbud No 51/2018"<br>7) kata kerja relasional<br>       Tidak ada<br>8) kata kerja mental <br>    a) kata kerja persepsi<br>           Tidak ada<br>    b) kata kerja afeksi<br>           Ada "orang tua tidak perlu khawatir berlebihan"<br>    c) kata kerja kognisi<br>            Tidak ada<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806799</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>winggaajie</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806810</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>20.Lifviii claudyyy<br></strong><br>Kaidah kebahasaan teks editorial :<br>1.<strong> Kalimat retoris</strong> : tidak ada<br>2. <strong>kata populer.</strong>    : online, fan page, mainstream, screenshot<br>3. <strong>konjungsi kausalitas </strong>: "menggunakan label fan page itu menyisipkan berita - berita palsu yang berpotensi memicu konflik SARA"<br>4. <strong>kata kerja material</strong> : berburu klik dengan menyebar berita - berita palsu yang menghebohkan.<br>5. <strong>kata ganti petunjuk </strong>: -kecenderungan seperti itu sudah tampak seiring makin menggiurkannya penghasilan yang bisa dikeruk dari media sosial  -penjelasan itu sia sia<br>6. <strong>Kata kerja mental</strong> :  menyebarkan, menyeret.<br>7. <strong>kata kerja relasional</strong> : tidak ada<br>8. <strong>Adverbal fiekuensi</strong> : tidak ada<br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806810</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fnengseh39</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806817</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>11. Fitria nengseh</strong><br><br>Analisis kaidah kebahasaan teks editorial<br><strong>1. Penggunaan kalimat retoris</strong><br>     Tidak ada<br><strong>2. Menggunakan kata-kata populer</strong><br>      * Muaranya<br>      * Ekstradisi<br>      * Pesanan Beijing<br><strong>3. Menggunakan kata ganti yang merujuk</strong><br>      * "RUU itu sejatinya membuka peluang.                 sejumlah negara untuk bekerja"<br>      * "Demonstrasi itu juga wujud.                                kesenjangan komunikasi"<br><strong>4. Penggunaan konjungsi kausalitas</strong><br>       "Muaranya adalah demo besar-besaran .             Nyaris berjilid-jilid. Karena itu, kemarin               pimpinan hongkong Carrie Lam.                         berbicara langsung kepada warganya"<br><strong>5. Adverbal frekuensi</strong><br>  Tidak ada<br><strong>6. Kata-kata material</strong><br>    - Muaranya adalah demo besar-besaran.<br>    - Pelaku kriminal tidak lagi bisa.                             bersembunyi. <br><strong>7. Kata kerja relasinlonal</strong><br>     Tidak ada<br><strong>8. Kata kerja mental</strong> <br>   a. Kata kerja presepsi<br>         - Carrie Lam berbicara langsung. <br>   b. Kata kerja afeksi<br>         - Warga khawatir,  tiongkok bisa dengan.              semena - mena.<br>   c.  Kata kerja kognisi<br>        Tidak ada. <br>    <br>     </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806817</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>laillatulsholikhah69</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806822</link>
         <description><![CDATA[<div> 19. Laillatul s<br>Analisis kaidah kebahasan teks editorial<br><strong>1.kalimat retoris</strong></div><pre>   Tidak ada   </pre><div><strong>2.kata populer</strong></div><pre>    a.Tapping   
    b.Diforsir   
    c.Stimulan   
    d.Depresan</pre><div><strong>3.kata ganti penunjuk</strong></div><blockquote> Fakta di balik kasus Nunung <strong>ini</strong> sungguh memprihatinkan.</blockquote><div><strong>4.adverbia frekuensi</strong></div><pre>     Tidak ada </pre><div><strong>5.konjungsi kausalitas</strong></div><pre>     Tidak ada</pre><div><strong>6.verba material</strong></div><blockquote>Saat penggeledahan,polisi <strong><em>menemukan</em></strong> barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,36 gram.</blockquote><div><strong>7.verba relasional</strong></div><blockquote> a. Nunung <strong>dan</strong> Iyan saat diperiksa mengakui telah lama mengonsumsi narkoba.   b.Stimulan(peningkatan energi) <strong><em>dan</em></strong>  depresan(penurun energi).</blockquote><div><strong>8.verba mental</strong></div><blockquote>Diperlukan terobosan pola pikir di masyarakat <strong><em>bahwa</em></strong> dunia artis tak selamanya gemerlap.</blockquote>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806822</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806851</link>
         <description><![CDATA[<div>   4. Ayunn fatihatul kamalia<br> Kaidah kebahasaan teks editorial  : <br>    1. Penggunaan kalimat retoris<br>        Masihkah kita rela dibodohi semacam               itu? <br>   2. Menggunakan kata populer<br>       • Hoax <br>       • Mainstream <br>       • Facebook<br>   3. Kata ganti petunjuk <br>        Kondisi itulah yang kini dialami negeri <em>ini.</em><br>   4. Konjungsi kausalitas <br>      • <em>Sebab,dengan cara itu , </em>kita tidak akan                mudah termakan provokasi yang                        memicu disintegrasi .<br>      • <em>Karena tanpa sadar,</em>perbuatan semacam            itu hanya memperkaya para produsen                hoax.<br>    5. Adverbal frekuensi (tidak ada)<br>    6. Kata kerja material <br>       • <em>kondisi itulah </em>yang kini dialami negeri ini.<br>       • <em>karena penyebaran kabar palsu itu</em> telah            menjadi ladang bisnis yang cukup                      menjanjikan.<br>       • <em>dengan cara itu,</em>kita tidak akan mudah               termakan provokasi yang memicu                       disintegrasi.<br>       • <em>Imbasnya,kini sudah mulai muncul  </em>                    anggapan bahwa agama tertentu                        menjadi sumber penyebaran hoax.<br>   7. Kata kerja relasional(tidak ada)<br>   8. Kata kerja mental <br>       Kata kerja kondisi : <em>kondisi</em> itulah yang               kini dialami negeri ini.<br><br>      <br>        <br>      <br>      <br> </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806851</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>afridowahyu</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806862</link>
         <description><![CDATA[<div>Vintaputri</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 02:09:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806862</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806868</link>
         <description><![CDATA[<div>31.Saammssiiaahhh<br>Kaidah Kebahasaan Teks Editorial<br>   1. Kalimat Retoris<br>            Tidak ada<br>   2. Kata populer<br>            -Seyogianya<br>            -Pengayom<br>            -Dualisme<br>            -Legalitas<br>   3. Kata ganti petunjuk yang merujuk<br>            * Itu  (" kita bersyukur Bahwa dualisme<br>                          PSSI yang memalukan Itu <br>                           sudah berakhir")<br>4. Penggunaan konjungsi kausalitas<br>          *Sehingga ("sehingga lahir bintang-                                        bintang lapangan hijau yang                                mampu mengharumkan <br>                           nama bangsa di pentas dunia")<br>5.Adverbal frekuensi<br>        Tidak ada<br>6. Kata kerja material<br>       Kutipan : " PSSI hanya memutuskan 22                              klub yang boleh ikut."<br>7.Kata kerja relasional<br>      Tidak ada<br>8. Kata kerja material<br>       a. Kata kerja presepsi<br>               <br>       </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806868</guid>
      </item>
      <item>
         <title>   ANALISIS KEBAHASAN TEKS EDITORIAL </title>
         <author>aprilliadind</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806883</link>
         <description><![CDATA[<div>(02. Aprillia dinda n.)<br><br></div><div>1. Kalimat Retoris<br>     ~ mengapa kejadian seperti itu terus berulang?<br><br>2. Kalimat Populer <br>     ~ skimming <br>     ~ vendor<br>     ~ maintenance <br>     ~ intermediaries <br>     ~ radikal<br>     ~ institusi<br>     ~ chip<br>     ~ modus <br>     ~ ATM<br><br>3. Kata ganti penunjuk <br>     ~ beberapa pekan<em> terakhir ini </em><br>     ~ para nasabah bank <em>itu</em> menjadi korban pencurian.<br><br>4. Adverbia Frekuensi <br>    Tidak ada <br><br>5. Penggunaan konjungsi kausalitas <br>    ~ <em>karena itu</em>, perbankan perlu melakukan langkah radikal untuk memberikan rasa aman kepada nasabahnya.<br>    ~ <em>karena itu, </em>perbankan tak cukup hanya melakukan langkah standar seperti mengganti kartu magnetik dengan chip.<br><br> 6. Verba material <br>    ~ beberapa pekan terakhir ini saldo tabungan yang hilang misterius meneror nasabah bank.<br>    ~ belakangan diketahui, <em>para para nasabah bank itu </em>menjadi korban pencurian data alias skimming.<br><br> 7. Verba relasional<br>   ~ pengamanan  ATM tetap memiliki celah. <em>Yaitu</em> pada pihak ketiga atau vendor yang di kontrak untuk operasi dan perawatan ATM, mulai mengisi ulang uang, melakukan maintenance, hingga menjaga kebersihan.<br><br>8. Kata kerja mental <br>  * kata kerja kondisi <br>  ~ karena modus itu cukup lama, <em>semua bank sejatinya sudah sangat paham</em> bagaimana kejahatan tersebut dilakukan.<br>   * kata kerja afeksi <br> Tidak ada<br>   * kata kerja persepsi <br> Tidak ada </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806883</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806890</link>
         <description><![CDATA[<div>7. Fajar<br>Analisis kebahasaan teks editorial</div><pre><strong>1. Kalimat Retoris</strong></pre><div>     Kalau membaca tantangan zaman, lembaga.               seperti LIPI sangat ditunggu kontribusi ilmiahnya.       Bagaimana tidak?</div><pre><strong>2. Kata-kata Populer</strong></pre><div>    a. Mosi<br>    b. Kompleksitas<br>    c. Perhelatan<br>    d. Reorganisasi<br>    e. Redistribusi<br>    f. Riset<br>    g. Eselon <br>    h. Partisipatif<br>    i. Inklusif<br>    j. Humanis</div><pre><strong>3. Menggunakan kata ganti Penunjuk</strong></pre><div>    1. Ilmuwan politik LIPI perlu memusatkan.                        perhatian untuk mengikuti perehelatan nasional          yang mendebarkan <strong>ini</strong>.<br>    2. Kebijakan <strong>tersebut</strong>, menyusul unjuk rasa.                     ratusan profesor riset dan pegawai,                              diputuskan dikaji ulang.<br>    3. Pemerintah merespons <strong>ini</strong> dengan membentuk          Tim Penyelaras.<br>    4. Dari perjalanan <strong>sebelumnya</strong>, kita mengamati              LIPI relatif tenang di bawah sosok                                 kepemimpinan yang kebapakan dan lembut.</div><pre><strong>4. Penggunaan konjungsi kausalitas</strong></pre><div>     a. Misalnya, ada pemilu dan pilpres yang.                         kompleksitasnya amat menantang karena                   belum ada presedennya.</div><div>  </div><div>     b Kebijakan tersebut, menyusul unjuk rasa.                       ratusan profesor riset dan pegawai,                              diputuskan. dikaji ulang. Unjuk rasa.                              muncul. karena pengambilan.                                           kebijakan dinilai tudak partisipatif, inklusif, dan.           humanis. </div><pre><strong>5. Adverbial Frekuensi</strong></pre><div>     1. Dari perjalanan sebelumnya, kita mengamati.              LIPI <strong>relatif tenang </strong>di bawah sosok.                                kepemimpinan yang kebapakan dan lembut.</div><pre><strong>6. Kata kerja Material</strong></pre><div>     a. Ilmuwan politik LIPI perlu memusatkan.                       perhatian untuk <strong>mengikuti</strong> perhelatan nasional.           yang mendebarkan ini.<br>     b. Riak muncul ketika belum lama menjabat ia.               <strong>mengeluarkan</strong> kebijakan reorganisasi LIPI.<br>     c. Kebijakan tersebut, menyusul <strong>unjuk rasa</strong>                       ratusan profesor riset dan pegawai, diputuskan           dikaji ulang.<br>     d. Peneliti senior LIPI, Dewi Fortuna Anwar,                        <strong>mengatakan</strong> aksi muncul karena komunikasi.              dalam merumuskan kebijakan tidak lancar.</div><pre><strong>7. Kata kerja Relasional</strong></pre><div>    <strong> Tidak Ada</strong></div><pre><strong>8. Kata kerja Mental</strong></pre><div>    A). Kata kerja Persepsi<br>          - Kalau <strong>membaca</strong> tantangan zaman, lembaga                seperti LIPI sangat ditunggu kontribusi.                        ilmiahnya.<br>         - Sejauh ini, kita belum pernah <strong>mendengar</strong>                     adanya masalah serius di lingkungan LIPI.<br>   B). Kata kerja Afeksi<br>         - Dari perjalan sebelumnya,kita mengamati                     LIPI relatif <strong>tenang</strong> di bawah sosok yang                         kebapakan dan <strong>lembut</strong>.<br>    C). Kata kerja Kognisi<br>         - Dari perjalanan sebelumnya, kita <strong>mengamati</strong>               LIPI relatif tenang di bawah sosok                                 kepemimpinan yang kebapakan dan lembut.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:09:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806890</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806901</link>
         <description><![CDATA[<div>34.Saya uyun<br>▪<strong>Penggunaan kalimat retoris</strong><br>》Kutipan : Bisakah kita melambungkan harapan tersebut?<br>▪<strong>penggunaan kalimat popular</strong><br>》Kutipan : Koalisi masyarakat antikorupsi tidak boleh kendur.<br>▪<strong>kata ganti petunjuk merujuk pada waktu</strong><br>》Kutipan : Kemarin presiden resmi mengirim nama-nama kandidat ke DPR.<br>▪<strong>konjungsi kausalitas </strong><br>》Kutipan : Harapan agar Presiden Joko Widodo mengutak-atik sepuluh nama hasil penjaringan.<br>▪<strong>Adverbal frekuensi </strong><br>》Kutipan : -<br>▪<strong>Kata kerja Material </strong><br>》Kutipan : Belum lagi pasal lain seperti penghinaan terhadap presiden dan hukuman bagi koruptor yang diturunkan menjadi minimal dua tahun penjara.<br>▪<strong>Kata kerja Rasional </strong><br>》Kutipan : Yang cukup mencemaskan adalah pasal-pasal yang bisa membuat kebebasan terkekang.<br>▪<strong>Kata kerja Mental </strong><br>》Kutipan : Buktikan bahwa DPR punya kepedulian yang sama,punya iktikad yang baik,demi masa depan pemberantasan korupsi.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 02:09:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806901</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>afridowahyu</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806993</link>
         <description><![CDATA[<div>22. Merlianda <br>Analisis kebahasaan teks editorial <br>1. Kalimat retoris <br>    Bukankah kejaksaan dan kepolisian berwenang           memberantas korupsi? <br>2. Menggunakan kata-kata populer <br>    a. Reputasi <br>    b. Check and balance <br>    c.  Reformasi <br>    d. Job<br>    e. Merevitalisasi <br>    f. Bonsai <br>3. Menggunakan kata ganti penunjuk <br>     a. Itu patut ditangisi <br>     b. Semoga masih ada kesempatan untuk             meluruskan hasil pansel KPK ini. <br>     c. Itu resiko perjuangan <br>4. Penggunaan konjungsi kausalitas <br>    a. Ingat, bangsa ini pernah tersaruk - struk gara - gara KKN dan pemerintahan jatuh karenanya. Karena itulah dilahirkan KPK. <br>5. Adverbia frekuensi <br>     a.  Pansel, yang <strong>kerap</strong> membalas sengit ketika dikritik, sudah memilih nama.<br>6. Kata kerja material <br>    a. Sepuluh nama calon pimpinan KPK yang disetorkan panitia seleksi ke presiden Jokowi. <br>    b. Korupsi yang perlu lebih dulu diberantas adalah korupsi dikalangan aparat hukum. <br>    c. Penindakan oleh KPK cukup berhasil menimbulkan semangat bahwa tak ada yang kebal hukum. <br>7. Tidak ada <br>8. Kata kerja Mental<br>    a. Kata kerja persepsi <br>        - Tetapi, juga <strong>tidak terlihat</strong> ada nama yang      punya reputasi kuat. <br>        -  Akan sulit <strong>melihat</strong> proses yang lebih baik ketimbang yang dilakukan Pansel.<br>     b. Kata kerja Afeksi <br>         -  Sulit menyatakan <strong>lega</strong> melihat sepuluh nama capi. <br>         -  Itu patut <strong>ditangisi</strong> <br>         -  Cukup berhasil menimbulkan <strong>semangat</strong> bahwa tak ada yang kebal hukum. <br>         - Karena <strong>takut</strong> memberantasnya<br>      c. Kata kerja kognisi <br>          - <strong>Rasa-rasanya</strong>, akan sulit melihat proses yang lebih baik<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:10:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392806993</guid>
      </item>
      <item>
         <title>13. Idaayuuuu</title>
         <author>idaa4734</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807444</link>
         <description><![CDATA[<div>Kaidah kebahasaan teks editorial:<br>1.kalimat retoris<br>   •Apakah memang karena faktor eksternal?<br>2.kata populer<br>   •inflasi<br>   •domestik<br>3.kata ganti petunjuk yang merujuk pada <br>    waktu,tempat,peristiwa.<br>    •sejak awal tahun ini.<br>4.kata kerja material<br>    •perekonomian Indonesia sejauh ini sudah <br>      menunjukkan perbaikan.<br>5.kata kerja mental<br>    •inflas sepanjang 2017 yang 3,4 persen <br>      menunjukkan penurunan.<br> 6.penggunaan konjungsi kausalitas<br>    •Sebab,tak sedikit yang resah jangan-jangan<br>      hal ini merupakan siklus sepuluh tahunan<br>      krisis ekonomi.<br>  7.Adverbial frekuensi<br>      •tidak ada<br>  8.kata kerja relasional<br>      • tidak ada</div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:12:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>30. Rofiatun Nazilah</title>
         <author>rofiatunnazilah</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807446</link>
         <description><![CDATA[<div>Kaidah Kebahasaan teks Editorial :<br>1. Penggunaan Kalimat Retoris<br>Contoh : Secara logika,apa sih motif seseorang menyerang sebuah kantor anggota kepolisian secara acak?<br>2. Menggunakan kata-kata popular<br>Contoh : radikalisasi,represif,parafigma<br>3. Menggunakan kata ganti penunjuk pada waktu,tempat,peristiwa<br>Contoh : hampir semua mengetahui bahwa <strong>hal itu,<br></strong>~ Eropa sudah berkali-kali mengalami serangan seperti <strong>itu</strong>,<br>~ pandangan <strong>itu</strong> bisa membahayakan,<br>4. Penggunaan konjungsi kausalitas<br>Contoh : pandangan itu bisa membahayakan <strong>karena</strong> akan membuat masyarakat terlena dan abai terhadap lingkungan sekitar.<br>5. Adverbial <br>Contoh : tidak ada<br>6. Kata kerja Material <br>Contoh : pandangan itu bisa membahayakan karena akan membuat masyarakat terlena dan abai terhadap lingkungan sekitar.<br>~ Dua hal itu seharusnya dikolaborasikan sehingga gerakan melawan terorisme juga menjadi gerakan masyarakat.<br>7. Kata kerja Relasional <br>Contoh : kita harus mengakui bahwa Indonesia <strong>adalah</strong> salah satu negara di dunia yang paling menderita aksi terorisme.<br>8. Kata kerja Mental (kognisi)<br>Contoh: hampir semua mengetahui bahwa hal itu sangat mungkin terkait dengan terorisme.</div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:12:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807446</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>pradanahendradwi</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807486</link>
         <description><![CDATA[<div>12.H€πD®∆<br>Kaidah kebahasaan teks editorial<br>1.]Kalimat retoris<br>    Tidak ada<br>2.Kata popular<br> -dalih<br> -mengakomodasi<br> -oposisi<br> -Gelagat<br>3.Menggunakan kata kerja material<br> -semangat penambah kursi itu ternyata hanyalah bagi-bagi jabatan<br>4.kata kerja kognisi<br> -komposisi MPR telah berkali-kali mengalami perubahan setelah runtuhnya orde baru<br>5.kata ganti penunjuk<br> -kini gelagat bagi-bagi kursi itu semakin vulgar<br>-setelah periode itu,kerja MPR nyaris tak terdengar<br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:12:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807486</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>pradanahendradwi</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807941</link>
         <description><![CDATA[<div>Kaidah kebahasaan  teks editorial<br>1.kalimat Retoris</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 02:15:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807941</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807953</link>
         <description><![CDATA[<div>17. Istiiii<br>Analisis kebahasaan teks editorial<br>1.Kalimat retoris<br>    Tidak ada<br>2.Kalimat poluler<br>    a.Napiter<br>    b.Fanatik<br>3.Menggunakan kata ganti yang merujuk<br>    Kabarnya, muncul desakan agar mengerahkan.  Kopasus atau pasukan antiteror TNI untuk mengambil alih Blok C Rutan Cabang Salemba itu dari penguasaan napiter<br>4.Penggunaan konjungsi kausalitas<br>   Tidak ada<br>5.Adverbia/Frekuensi<br>   Tidak ada<br>6.Kata kerja material<br>    Krisis penyanderaan itu bisa diselesaikan tanpa menambah korban jiwa lebih banyak<br>7.Kata kerja relasional<br>    Yakni,menggunakan jaringan napiter yang sudah mulai sadar<br>8.Kata kerja mental<br>   a.kata kerja persepsi<br>Seandainya polisi gelap mata dan menggempur secara membabi buta, rutan mungkin bisa dikuasai dengan cepat<br>    b.kata kerja afeksi<br>-Korps bhayangkara tak turut bernafsu membalas dendam<br>-padahal, suasana sudah mulai tegang<br>     c.kata kerja kognisis<br>Tidak ada<br><br>   <br><br>   </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:15:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392807953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>36.Waizzzzzz</title>
         <author>Silviamalia</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808005</link>
         <description><![CDATA[<div>Analisis teks editorial<br>1.kalimat retoris<br>   -Akan diapakan bangsa ini? <br>2.kalimat populer<br>  -bully<br>  -follower<br>  -elite<br>3.kata ganti petunjuk<br>  -caleg, capres, cawapres semestinya sudah mengeluarkan jawaban serius atas pertanyaan ini.<br>4.Konjungsi kausalitas<br>  -sebab, semua taktik komunikasi itu mesti bisa mudah dicerna<br>5.Adverbal frekuensi<br>  -tidak ada<br>6.Kata kerja material<br>  -Jelas itu suasana tidak bermutu. pertengkaran, cekcok, bully memang tak terhindarkan di dunia yang kian tanpa aurat ini. <br>7.Kata kerja relasional<br>  -tidak ada<br>8.Kata kerja mental<br>  -persepsi<br>    Tidak ada<br>  -afeksi<br>    Tidak ada<br>  -kognisi<br>    Tidak ada</div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:15:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808005</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sadammsg28</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808024</link>
         <description><![CDATA[<div>26. <strong>Ghozi</strong><br><strong>Analisis Teks Editorial</strong><br>1).<strong>Kalimat Retoris</strong> :<br>   * Tidak ada<br>2).<strong>Kata Populer </strong>:<br>   * Stop rasisme<br>   * Kita bersaudara<br>   * Persatuan<br>   * Bhinneka Tunggal Ika<br>3).<strong>Kalimat Ganti Penunjuk</strong> :<br>   * Kertas bertulisan ajakan melawan rasisme "itu "dibentangkan pemain Persebaya Surabaya setelah mencetak gol di gawang Perseru Badak Lampung FC Selasa 20/8<br>4).<strong>Konjungsi Kausalitas</strong> :<br>   * "Karena" itu, layak ditunggu bagaimana ketegasan pemerintah dalam menyikapi kejadian tersebut<br>5).<strong>Verba relasional</strong><br>    * Stop rasisme<br>    * Kita bersaudara<br>6).<strong>Verba material</strong><br>   a).  Sebuah kesebalasan di liga 1 yang hendak "bertanding".<br>   b)."menebarkan benih"kerukunan hidup bangsa <br><br>7).<strong>Adverbia Fekuensi </strong><br>    Tidak ada<br>8).<strong>Kata Kerja Mental</strong><br>   1.Presepsi<br>    Menggaungkan semangat untuk menjaga persatuan<br>   2.Afeksi <br>     Tidak ada <br>    3.Kognisi <br>      Tidak ada <br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:16:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808024</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>indriexxa</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808199</link>
         <description><![CDATA[<div>16. Indriiie<br>Analisis kebahasaan teks editorial<br><strong>1. Kalimat retoris</strong><br> - lalu bagaimana kalau penyebar hoaks itu berasal dari lingkar pemegang kuasa?<br><strong>2. Menggunakan kata kata populer</strong><br>          - <em>fair play</em><br>          - <em>konstituen</em><br><strong>3. Menggunakan kata ganti petunjuk</strong><br>- Dulu pernah dilakukan rezim Orde Baru, juga Orde Lama, dan kita tahu kesudahan rezim otoriter itu seperti apa<br><strong>4. Menggunakan konjungsi kausalitas</strong><br>- kita belum punya alasan terharu <em>karena</em> ada contoh adegan fairplay<br><strong>5. Adverbal Frekuensi</strong><br>-  mosok kita akan meniru keruwetan PSSI yang kerap <em>abai</em> disiplin dan kejujuran dilapangan<br><strong>6. Kata kerja material</strong><br>- Bersaing merebut kekuasaan dalam politik semestinya mirip olahraga.<br><strong>7. Kata kerja relasional</strong><br>- <em>TIDAK ADA<br></em><strong>8. Kata kerja mental</strong><br> <strong>a</strong>. Kata kerja persepsi<br>~sangat tidak fair bila pihak yang <em>memergoki</em><strong> </strong>gelagat curang malah dikejar kejar<br><strong>b. </strong>Kata kerja afeksi<br>~ pada hari hari klimaks kampanye pemilu terutama pilpres,kita makin <em>merindukan</em> sikap fairplay.<br><strong>c. </strong>kata kerja kondisi<br>~ dominan mengunggulkan diri dan mengejek lawan itu boleh boleh saja namun kita mesti ingat jangan menceploskan hal hal yang kelak kita sesali</div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:17:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808199</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>snovapita</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808640</link>
         <description><![CDATA[<div>28.Nova Pita Sari<br>Menganalisis kaidah kebahasaan teks editorial<br>1.Kalimat Retoris <br>    Tidak ada <br>2.Kata Populer <br>   - transparansi <br>   - diaudit <br>   - institusi <br>3.kata ganti material <br>   -  Perlu ada penjelasan yang gamblang mengenai          hal<em> itu .</em><br>   -  Dana-dana seperti<em> itu</em> selaiknya ditampung                  dalam rekening.<br>   - Seperti sekarang<em> ini,</em> pada era keterbukaan.<br>4.kata konjungsi <br>   -  Jangan sampai segala tujuan baik bisa                         berantakan hanya <em>karena</em> sistem keuangan.<br> 5. Kata ganti petunjuk yang merujuk <br>   - Seperti sekarang ini <br>   -  hal itu <br>   - profil itu <br>6. Kata kerja mental <br> - tidak ada <br>7. Kata kerja adverbia <br>- tidak ada <br>8. Kata kerja relasional <br>- tidak ada <br> <br> </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:19:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392808640</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ilyasbagas0102</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392811157</link>
         <description><![CDATA[<div>ILYAS BAGAS ANSORRUDIN<br>NOMOR ABSEN 15<br><br>Kaidah kebahasaan teks editorial <br>1.Kakimat retoris<br>    Tidak ada<br>2.kata populer<br>    &gt; Seagresif<br>    &gt; concren<br>    &gt; makro <br>3.ganti pejununjuk[<br>    &gt; Bank <strong>sentral AS</strong> mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Negeri <strong>paman sam<br></strong>4.konjungsi kausalitas<br>    &gt; <strong>sebab</strong>, ekonomi negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti Tiongkok dan Jepang dioerkirakan tak tumbuh seagresif tahun ini</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 02:33:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392811157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Apriliana Tinalia</title>
         <author>aprilianatyty</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392812002</link>
         <description><![CDATA[<div>Analisis Kaidah Kebahasaan Teks Editorial :<br><strong><em>1. Penggunaan Kalimat Retoris</em></strong><br>  -Contoh: Tidak ada.<br><br><strong><em>2. Menggunakan kata-kata popular</em></strong><br>  -Contoh: Sporadis,Infrastruktur,Komprehensif.<br><br><strong><em>3. Menggunakan kata ganti penunjuk pada waktu,tempat,peristiwa</em></strong><br>-Contoh: Jum'at malam pekan lalu,gelombang tsunami menyapu pesisir Pandeglang,Serang,hingga Lampung Selatan.Hingga malam itu,pernyataan resmi BMKG dan BNPB masih menyebut kejadian tersebut sebagai air pasang yang dipicu bulan purnama.<br><strong><br></strong><strong><em>4. Penggunaan Konjungsi Kausalitas</em></strong><br>-Contoh: a.)Karena itu,pemerintah harus segera menyusun mitigasi risiko yang komprehensif.<br>b.)Karena itu,mesti ada kesadaran bersama akan pentingnya mitigasi risiko yang komprehensif.<br>c.)Rentetan duka karena bencana alam menguji ketangguhan bangsa kita tahun ini.<br><br><strong><em>5. Adverbial Fiekuensi</em></strong><em><br>-C</em>ontoh: Tidak ada.<br><br><strong><em>6. Kata Kerja Material</em></strong><br>-Contoh: Yang terbaru,dalam kasus gempa lombok tahun ini,pemerintah mengeluarkan dana Rp 985,8 miliar untuk penanganan kedaruratan dan kemanusiaan.<br><br><strong><em>7. Kata Kerja Relasional</em></strong><br>-Contoh: Catatan penting dari kejadian tsunami tersebut adalah kurang siapnya perangkat yang terlibat.<br><strong><br></strong><strong><em>8. Kata Kerja Mental (Persepsi)</em></strong><br>-Contoh: Barulah semua terhenyak melihat dasyatnya dampak tsunami yang menerjang.</div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:38:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392812002</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>amalia140196</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392812026</link>
         <description><![CDATA[<div> 09.Firdaaaaaa<br>KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL<br><strong>1. Pengunaan kalimat retoris</strong><br>   *Selebihnya bersifat sukarelawan.cukup? Tentu              tidak<br><strong>2. Menggunakan kata kata populer</strong><br>   *<em>Fraud</em><br>   *<em>koordinasi benefit </em><br>3.<strong>mengunakan kata ganti petunjuk yang merujuk</strong><br>  a.<strong>Itu</strong> ( pajak supertinggi yang memastikan                             jaminan sosial negara negara                                           skandinavia  menerapkan hal <strong>itu.</strong>        <strong>4.pengunaan konjungsi kausalitas.  </strong>                       *<strong>karena</strong> basisnya kepesertaan sama dengan               asuransi.bedanya,premi buat yang miskin di                 tanggung  negara.<br>*<strong>karena</strong> BPJS kesehatan mengembang amanat jaminan sosil, pemerintah wajib menutup tekor tersebut.         <br><strong>5.adverbal frekuensi</strong><br>       "ada pula modus pesien di suruh datang berkali-    kali"<br><strong>6.kata kerja material</strong><br>  *konstitusi kita mengamanatkan bahwa negara wajib memberikan jaminan sosial<br><strong>7.kata kerja relasional</strong><br>   *tidak ada <br><strong>8.kata kerja mental</strong><br>a. Kata kerja persepsi<br>      *Tidak ada<br> b.kata kerja efeksi<br>       *Tidak ada<br>c. Kata kerja kondisi<br>      *Tidak ada<br>        <br>        <br>         <br>        <br>       <br>     <br>    </div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 02:38:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392812026</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ilmiawanhakim085</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392812284</link>
         <description><![CDATA[<div>ILMIAWAN HAKIM</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 02:39:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/392812284</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395924657</link>
         <description><![CDATA[<div>03. Arifatul Nur Syaadah</div><ul><li>1). Penggunaan kal. Retoris</li></ul><pre>     - Tidak ada</pre><ul><li>2). Menggunakan kata popular</li></ul><pre>     - Kita menyayangkan kasus pelecehan <strong>rasial</strong> yang terjadi itu.
     - <strong>Selebrasi</strong> tersebut adalah bentuk perlawanannya terhadap pelecehan....
     - Olahraga memang bisa jadi sarana untuk mengampanyekan perlawanan terhadap <strong>Rasisme</strong>, dan perilaku <strong>Diskriminasi</strong></pre><ul><li>3). Menggunakan kata ganti petunjuk</li></ul><pre>     - Negara yang telah menetapkan semboyan bhineka tunggal Ika. tentu ada dasar sejarah yang kuat dengan semboyan <strong>tersebut</strong>.
     - Patut disesalkan kasus pelecehan rasial yang terjadi di negeri <strong>ini</strong>.</pre><ul><li>4). Penggunaan konjungsi kausalitas</li></ul><pre>     - Kita menyayangkan kasus pelecehan rasial yang terjadi itu. Apapun alasannya,jelas tidak dapat dibenarkan. Dampaknya bisa mengancam stabilitas dan persatuan. Karena itu layak ditunggu bagaimana ketegasan pemerintah dalam menyikapi kejadian tersebut.</pre><ul><li>5). Adverbal frekuensi</li></ul><pre>     - Tidak ada</pre><ul><li>6). Kata kerja material</li></ul><pre>     - Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang akan <strong>mengusut</strong> kasus dugaan rasisme diasramakan mahasiswa Papua di Surabaya itu juga dinantikan realisasinya.</pre><ul><li>7). Kata kerja Relasional</li></ul><pre>    - Tidak ada</pre><ul><li>8). Kata kerja mental</li></ul><pre>    -<strong>(kata kerja kondisi)  </strong>    Kita sadar memiliki beragam suku ,adat ,dan juga kebudayaan. Juga latar belakang agama yang tidak sama. Tetapi kita tetap satu.</pre><div><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-10 01:27:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395924657</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>pradanahendradwi</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395925806</link>
         <description><![CDATA[<div>Firman Mujahinun (10)<br>1.kata ganti penunjuk <br>  Petisi tersebut menggambarkan betapa peliknya  <br> problematika di lembaga antirasuah  itu<br>Bahwa tak satu pun kepentingan pimpinan atau siapa pun yang menyusup di lembaga itu <br>2.konjungsi kausalitas<br>Karena itu,publik berharap kepada pimpinan KPK <br>3.kata populer<br>Big fish, "Omelan"<br>4 .Kata retoris<br>   Siapa mau hidup tanpa kepastian hukum begitu?<br>   Publik berharap kepada pimpinan KPK untuk             bertindak sesuai sumpah jabatan mereka <br>5.Verba material<br>Aku perlu lama menunggu petisi yang dilayangkan para pegawai kedeputian KPK<br>Sekali lagi, jangan menunda<br>6.Verba mental<br>Jangan sampai pimpinan KPK hanya menganggap Omelan para pegawai <br>7.kata kerja relasional<br>Tidak ada <br>8.adverbia frekuensi<br>Tidak ada<br><br><br><br> <br> <br><br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-10 01:31:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395925806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395929052</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>08. Farikhatur Rizkillah  :</strong><br><strong> - Retoris : </strong></div><blockquote>Bagaimana pasangan prabowo<br>subianto - sandiaga uno memperlakukan papua<br>kelas jika mereka menang.</blockquote><div><strong>- Populer:</strong></div><blockquote>Krusial<br>Minoritas<br>Terorisme <br>Komperhensif</blockquote><div><strong>- Penggunakan kata ganti  petunjuk: </strong></div><blockquote>Padahal, persoalan kesejahteraan, ketidakmerataan pembangunan, dan keamanan di provinsi paling timur Indonesia <strong><em>itu</em></strong>.</blockquote><div><strong>- Konjungsi Kausalitas</strong></div><blockquote> Sebab,bagaimana bisa lebih mengenalkan lagi kedua pasangan calon (paslon), sebagaimana jadi salah satu tujuan debat, kalau orang sudah malas menonton karena membosankan ?</blockquote><div><br></div><blockquote>Karena itu, kita sebenarnya ingin mendengar : adakah metode penyelesaian baru yang fisiapkan sang petahanan Joko Widodo dan pasangannya , Ma'ruf Amin ?</blockquote><div><strong>- Adverbial Frekuensi</strong></div><blockquote> Bahwa debat tersebut lebih terlihat seperti adu   hafalan.</blockquote><div><strong>- Kata Kerja Material</strong></div><blockquote>Lebih mengenalkan lagi kedua pasangan calon (paslon).<br>Kalau orang sudah malas menonton karena membosankan.</blockquote><div><strong>- Kata Kerja Ralasional</strong> <br>  Tidak ada<br><strong>- Kata Kerja Mental</strong><br> <strong>a) Kata kerja Persepsi</strong></div><blockquote>- Kita sebenarnya ingin mendengar.</blockquote><div> <strong>b) Kata Kerja Afeksi</strong><br>     - Tidak ada<br><strong> c) Kata Kerja Kognisi</strong></div><blockquote>- Masih segar dalam ingatan.</blockquote><div><br>                                             </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-10 01:43:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395929052</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395933081</link>
         <description><![CDATA[<div>21.Marsa Utari PS<br>KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL <br><br>1). Kalimat Retoris </div><blockquote>    Terlebih, pertanyaan dalam debat tersebut          diserahkan seminggu sebelumnya. </blockquote><div>2). Kata Popular </div><blockquote>    -Track Record <br>     - aktivis<br>     - Orba<br>     - Toleransi<br>     - literasi    <br>     - Sweeping<br>     - Respons<br>     - Elektabilitas<br>     - Polarisasi </blockquote><div>3). Kata Ganti Petunjuk </div><blockquote>     - Tema yang menarik mengingat track record dua pasangan calon <strong>itu</strong> lemah di bidang HAM.</blockquote><div>4). Konjungsi Kausalitas </div><blockquote>     - Para penggiat literasi tersebut <strong>karena</strong> banyak buku yang di sweeping ternyata justru buku kajian sejarah.</blockquote><div>5). Adverbal Frekuensi<br>     - Tidak ada </div><div>6).Kata Kerja Material </div><blockquote>     - Jokowi tidak mampu <strong>menyelesaikan</strong> sejumlah kasus pelanggaran HAM berat.</blockquote><div>7). Kata Kerja Relasional<br>     - Tidak ada<br>8). Kata Kerja Mental<br>      a). Kata Kerja Persepsi </div><blockquote>           - Salah <strong>berucap</strong> bisa menjadi gorengan pihak lawan dan berpotensi menghancurkan tingkat keterpilihan</blockquote><div>      b). Kata Kerja Afeksi <br>           - Tidak ada<br>      c). Kata Kerja Kognisi<br>           - Tidak ada <br>  </div><div><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-10 02:01:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395933081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kaidah kebahasaan </title>
         <author>maulanafirmansyah1234</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395933645</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad maulana firmansyah<br>No: 25<br>Kalimar populer<br>1. Ironi<br>2. Grand master<br>3. Arif<br>4. Hidayat<br>5. Monster<br>6. Lebay<br>Kata ganti petunjuk<br><strong>1</strong>. Wajar saja banyak yang meradang ketika pemerintah dan legislatif bilang " kalau tak puas gugat saja ke mk.<strong>" sikap tersebut<br>2. </strong>Tentu timbul waswas dan keraguan. Apalagi, sanksi <strong>itu<br>3. </strong>Jangan lupa juga, <strong>nantik </strong>di mk wakil pemerintah dan legislator<br>Kata kerja mental<br>1. Menyisakan kepahitan bagi rakyat<br>2. Melaporkan siapapun yang di anggap menghina<br>Kata adverbia<br>1. UUD <strong>itu</strong> akan makin cepat terlaksana<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-10 02:03:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395933645</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>afridowahyu</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395935289</link>
         <description><![CDATA[<div>35.Vintaputri<br>~ <strong>Kalimat retoris</strong><br>Pertanyaan lain yang muncul,bagaimana mungkin tembok beton yang baru berusia 34 hari itu bisa robogh ? Apakah ada kesalahan konstruksi,pengurangan standar spesifikasi bangunan, atau sebab lain ?<br>~ <strong>Menggunakan kata-kata populer</strong><br><em> • underpass<br> • leadership<br> • happy ending<br> • crane<br> • doubletrack<br> • deadline</em><br>~ <strong>Menggunakan kata ganti petunjuk </strong><br>Tempat    : Bandara Soekarno-Hatta.<br>Waktu      : Senin (5/2).<br>Peristiwa : Robohnya tembok jalan primer selatan.<br>- Basarnas dan petugas gabungan berhasil mengevakuasi dua korban tersebut setelah tertimbun sejak pukul 17.00. Proses evakuasi mulai dilakukan dua jam setelah kecelakaan.<br>- Memang dibutuhkan leadrship yang kuat untuk misi penyelamatan yang dramatis <strong><em>seperti itu</em></strong><br>~ <strong>Menggunakan konjungsi kausalitas</strong><br>Seandainya kita punya tokoh seperti pinera,bukan tidak mungkin dua nyawa yang terjebak di dalam mobil yang penyet <strong><em>karena </em></strong>tertimbun beton itu bisa di selamatkan.<br>~ <strong>Adverbal frekuensi</strong><br>Sekali lagi,tulisan ini tampa mengurangi respek dan apresiasi terhadap kerja keras tim penyelamatan<br>~ <strong>Kata kerja Material</strong><br>Diresmikan pada 2 januari lalu tiba-tiba runtuh,kemudian diikuti longsornya tanah di sekitarnya. Beton dan tanah tersebut menimbun sebuah mobil yang ditumpang i dua perempuan, Dianti Dyah Ayu Putri dan Mukhamainnah<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-10 02:12:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395935289</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sefanaernastiti</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395935666</link>
         <description><![CDATA[<div>Sefana Ernastiti Triana (32)<br>1. Penggunaan kalimat retoris (tidak ada)<br>2. Menggunakan kata-kata populer. <br>Contoh : Difabel, persekusi, antitesis, reformasi, rezim-rezim, otoriter, afirmasi<br>3. Menggunakan kata ganti petunjuk yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan.<br>Contoh 1 : Belum lagu kasus-kasus seperti perdagangan manusia terutama perempuan), pelanggaran kebebasan beragama, hak-hak difabel, persekusi, utang pelanggaran HAM berat di masa lalu, serta masih tingginya kelompok rentan yang tercecer dalam pembangunan.<br>Contoh 2 : Seberat apa pun , Ham adalah agenda utama bernegara. Ini seiring ditempatkannya HAM sebagai napas dalam kehidupan insan bernegara.<br>Contoh 3 : Karena itulah , begitu ada guncangan, sekalipun itu jauh dari pusat kekuasaan, nyerinya terasa di mana-mana. Seperti kasus pembantaian pekerja di Nduga menumbulkan kesakitan di tubuh bangsa ini.<br>4. Penggunaan konjungsi kausalitas<br>Contoh 1 : UU 39/1999 merupakan anak kandung reformasi, sebagai antitesis dari peminggiran isu HAM di rezim-rezim otoriter sebelumnya. Karena itu, pemerintah, sebagai aktor utama yang ditugasi menegakkan HAM, tidak boleh gagap dan wajib menyelesaikan satu demi satu.<br>Contoh 2 : Kehidupan sehari-hari yang damai sejahtera , yang kita rasakan sehari-hari, merupakan wujud nyata terlaksana HAM. Karena itu, begitu ada guncangan, sekalipun itu jauh dari pusat kekuasaan, nyerinya ada di mana-mana; seperti kasus pembantaian pekerja di Nduga menimbulkan "kesakitan" di tubuh bangsa ini.<br>Contoh 3 : Namun, jelas caranya membantai para pekerja pembuatan jalan ini merupakan pelanggaran HAM berat, karena hak hidup adalah hak yang tak bisa dipulihkan begitu terampas.<br>5.  Adverbal Frekuensi (tidak ada)<br>6. Kata kerja material<br>Contoh 1 : Namun, jelas caranya <strong>membantai</strong> para pekerja pembuatan jalan ini merupakan pelanggaran HAM berat, karena hak hidup adalah hak yang tak bisa dipulihkan begitu terampas.<br>7. Kata Kerja Relasional (tidak ada)<br>8. Kata kerja mental<br><em> K kerja persepsi : Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 10 Desember kemarin diwarnai suasana muram.<br>K kerja afeksi : Ada baiknya kita juga tidak gugup dengan banyaknya jenis HAM yang harus di terapkan.<br>K kerja kognisi: tidak ada</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-10 02:14:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395935666</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ilyasbagas0102</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395935806</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad syaviq afnan 27<br>1.Kalimat retoris<br>  Tidak ada<br>2.kata populer<br>   -six-pack<br>   -Konsisten<br>3.kata ganti penunjuk<br>   -kalau tidak ada langkah yang lebih nyata         dari kabidbinpres PP pbsi susy susanti,         harapan indonesia untuk mengirim pebulu        tangkis ke tokyo 2020akan sirna. <br>4.konjungsi kausalitas<br>   -tidak ada<br>5.Adverbal frekuensi<br>   -lagi-lagi kita harus mengelus dada melihat <br>      Pebulu tangkis kita<br>6.kata kerja material<br>   -Dengan menambah porsi latihan dan <br>     disiplin yang tinggi<br>    -26 april 2020,untuk mengumpulkan poin<br>      agar lolos olimpiade<br>7.kata kerja relasional<br>  -mereka masih muda dan bisa bersaing <br>     dengan pemain pemain top dunia <br>      hanya belum konsisten<br>8.kata kerja mental<br>  -lihat saja foto Tai Tzu ying<br>  -mengelus dada<br>  -tak punya lagi pemain putri yang bisa <br>     diharapkan<br><br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-10 02:15:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395935806</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>saputrojoko304</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395937294</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>JOKO SAPUTRO 18<br></strong><br><strong><em>1</em></strong>. <strong><em>Kalimat Retoris</em></strong><br>     - apakah sudah benar-benar serius?memang, beberapa inisiatif perbaikan pengamanan sudah dilakukan.<br><strong><em>2. Kata-kata Popular</em></strong><br>     - SKIMMING<br>     - EAST<br>     - TERORGANISASI<br>     - MAGNETIC STRIPE<br>     - CHIP<br>     - EXTRAORDINARY<br>     - AKSELERASI<br><strong><em>3. Kata ganti Petunjuk</em></strong><br>     - itu <br>      Laporan EAST yang banyak jadi acuan perbankan global <strong><em>itu</em></strong> pasti sudah sampai ditangan regulator maupun operator perbankan di Indonesia.<br><strong><em>4</em></strong>. <strong><em>Konjungsi Kausalitas</em></strong><br>     - karena sistem keamanannya lebih lemah<br><strong><em>5</em></strong>. <strong><em>Adverbial Frikuensi</em></strong><br>     - tidak ada<br><strong><em>6. Kata kerja Material<br>    </em></strong> - tidak ada<br><strong><em>7. Kata kerja Rasional<br></em></strong>     - tidak ada<br><strong><em>8. Kata kerja Mental<br>     •&gt; Presepsi<br>       </em></strong>- Tapi, <strong>melihat</strong> intensitas kasus skimming yang kian tinggi akhir-akhir ini, prosedur-prosedur biasa saja terbukti tak cukup.<br>      <strong><em>•&gt; Afeksi<br></em></strong>        - tidak ada<br>      <strong><em>•&gt; kognisi<br>    </em></strong>    - tidak ada</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-10 02:23:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395937294</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ilmiawanhakim085</author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395937666</link>
         <description><![CDATA[<div>ilmiawan hakim 14<br>1.kata popular<br>1.simultan<br>2.afirmatif<br>3.kontraproduktif<br>4.otsus<br>5.premis<br>2.kalimat retroris<br>1.tidak ada<br>3.konjungsi kausalitas<br>1.tidak bisa hanya ditentukan dengan memberikan sejumlah kebijakan afirmatif ataupun kebijakan ekonomi yang berpengaruh langsung pada urusan perut.<br>2. bukan hanya dibidang ekonomi dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga dibidang lain seperti pendidikan dan kesehatan<br>4. Kata kerja Mental<br>    - tidak ada<br>5. Kata kerja Matetial<br>    - kebijaka BBM satu harga yang diharapkan membuat bahan bakar minyak disana tidak jauh lebih mahal jika dibanding ditana jawa<br>     - kebijakan anggaran telah lama dilakukan dengan menggelontorkan dana otonomi kusus(otsus).<br>6.kata ganti petunjuk<br> - kebijakan bbm satu harga yang di harapkan membuat bahan bakar minyak disana tidak jauh lebih mahal jika di bandingkan di tanah jawa<br>-selain itu,masih banyak problem sosial yang ketika terletup sedikit saja bisa menjadi masalah yang demikian besar<br>7.kata kerja rasional<br>-tidak ada<br>8.adverbial frikuensi<br>- kebijakan anggaran telah lama di lakukan dengan mengelontorkan dana otonomi khusus<br>- pemerintah silih berganti. namun hingga kini belom ada jua resep yang pas untuk menangani problem tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-10 02:26:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/395937666</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad khafiv s (24)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/397971500</link>
         <description><![CDATA[<div>Kaidah kebahaan teks editorial<br>1.kalimat retoris<br>   -tidak ada<br>2.menggunakan kata ganti yang merujuk pada waktu,tempat,peristiwa<br>  - pertengahan pekan lalu dunia maya yang sudah hiruk pikuk makin gaduh dengan terungkapnya penggunaan data facebook<br>3.menggunakan konjungsi kausalitas<br>  -kasus ini menjadi trending karena melibatkan tiga pihak<br>4.menggunakan kata popular<br>  -sayang,gerakan #deletemedsos hanya disuarakan di twitter<br>5.adverbial frekuensi<br>  -pertengahan pekan lalu dunia maya yang sudah hiruk pikuk makin gaduh dengan terungkapnya penggunaan data facebook<br>6.kata kerja material<br>  -Facebook selalu berjanji memperbaiki,tetapi selalu pula dilanggar<br>7.kata kerja relasional<br>  -tidak ada<br>8.kata kerja mental<br>  -afeksi: tidak ada<br>  -kognisi: perlu diingatkan ke publik,selama memiliki akun medsos tidak akan pernah ada yang namanya privasi<br>  -persepsi: tidak ada</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-15 15:18:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/etynahdliyatin6/ws49sm0rvg9p/wish/397971500</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
