<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Remake of Remake of TUGAS BIOLOGI by Amani abdullah</title>
      <link>https://padlet.com/amaniibrgi13/wrbfuzuxmoge</link>
      <description>DIKERJAKAN BERKELOMPOK 2 SISWA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-03-23 12:42:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2018-03-23 12:43:03 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SISTEM HORMON</title>
         <author>amaniibrgi13</author>
         <link>https://padlet.com/amaniibrgi13/wrbfuzuxmoge/wish/245422375</link>
         <description><![CDATA[<div><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:314,&quot;url&quot;:&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KVNW8QZaXA4/WHhAX7oRaPI/AAAAAAAACKc/W2m_-S5-Y54WH4iDqpbcnINkBdSFHgPegCLcB/s1600/sistem%2Bhormon.jpg&quot;,&quot;width&quot;:315}" data-trix-content-type="image"><img src="https://1.bp.blogspot.com/-KVNW8QZaXA4/WHhAX7oRaPI/AAAAAAAACKc/W2m_-S5-Y54WH4iDqpbcnINkBdSFHgPegCLcB/s1600/sistem%2Bhormon.jpg" width="315" height="314"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>1. JELASKAN FUNGSI KELENJAR HORMON PADA&nbsp; GAMBAR</div><div><br>2. TULISKAN GANGGUAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM HORMON<br><br>JAWABAN:<br>Nama : Amani Abdullah dan Rizka aprillia</div><div>Kelas : XI IPS 3</div><div>Pelajaran : Biologi</div><div><br></div><pre><strong><em>No.1 :</em></strong></pre><div>-Fungsi Hypotalamus :</div><div>•Mengontrol pelepasan 8 hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis</div><div>•Mengontrol suhu tubuh</div><div>•Mengontrol makanan dan asupan air, seperti lapar dan haus</div><div>•Mengontrol perilaku seksual dan reproduksi</div><div>•Mengontrol siklus harian dan perilaku fisiologis juga dikenal sebagai ritme sirkadian</div><div>mediasi respon emosional</div><div><br></div><div>-Fungsi dari kelenjar pineal :&nbsp;</div><div>Untuk mengeluarkan hormon melatonin, yang mengirimkan sinyal ke berbagai organ tubuh tentang kondisi pencahayaan lingkungan.</div><div><br></div><div>-Fungsi kelenjar Pituitari :</div><div>•Memproduksi hormon pertumbuhan</div><div>•Mengatur sistem endokrin</div><div>•Memproduksi hormon yang mempengaruhi fungsi otot dan ginjal</div><div>•Memproduksi hormon yang mengontrol kelenjar endokrin lain</div><div>•Penyimpanan hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus</div><div><br></div><div>-Fungsi Kelenjar Tiroid :</div><div>Memproduksi hormon tiroid. Hormon ini memiliki efek terhadap hampir semua jaringan tubuh guna meningkatkan aktivitas selular. Fungsi tiroid yang utama adalah untuk mengatur metabolisme tubuh.</div><div>Hormon tiroid mengatur fungsi tubuh yang vital, yaitu:</div><div>•Pernafasan</div><div>•Denyut jantung</div><div>•Sistem saraf pusat dan perifer</div><div>•Berat badan</div><div>•Kekuatan otot</div><div>•Siklus menstruasi</div><div>•Suhu tubuh</div><div>•Kadar kolesterol</div><div><br></div><div>-Fungsi Kelenjar Timus :</div><div>•Mengatur sistem kekebalan tubuh melalui pengembangan sel kekebalan yang berperan untuk imunitas sel.</div><div>•Menghasilkan hormon yang mendorong pertumbuhan.</div><div>•Mempengaruhi struktur dari sistem endokrin, termasuk kelenjar hipofisis dan kelenjar adrenal, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan seksual.</div><div>•Mempengaruhi organ lain dan sistem organ termasuk ginjal, limpa, sistem reproduksi, dan sistem saraf pusat.</div><div><br></div><div>-Fungsi Liver</div><div>•Filter darah Anda</div><div>•Membuat protein, termasuk faktor-faktor pembekuan darah (diperlukan untuk membantu Anda menyembuhkan)</div><div>•Penyimpan vitamin, gula, lemak dan nutrisi lainnya</div><div>•Membantu mengatur hormon-hormon</div><div>•Melepaskan bahan kimia dan nutrisi ke dalam tubuh bila diperlukan</div><div>•Membuat empedu yang diperlukan untuk mencerna</div><div><br></div><div>-Fungsi Stomach (lambung)</div><div>Berfungsi untuk mencerna makanan, lambung merupakan organ terpenting pada sistem pencernaan. Untuk menguraikan dan mencerna makanan, otot lambung terus berkontraksi serta menghasilkan enzim pencernaan dan asam lambung. Makanan yang telah dicerna oleh lambung akan dikirimkan ke usus kecil.</div><div><br></div><div>-Fungsi Duodenum</div><div>Untuk memulai proses memecah makanan menjadi komponen-komponen tubuh yang dapat digunakan. Struktur duodenum terletak di bagian atas dari usus kecil, di tempat di mana perut membuang isinya, atau chyme.&nbsp;</div><div><br></div><div>-Fungsi Pankreas</div><div>Pankreas berada di belakang perut dengan panjang 18-25 cm dan memiliki bentuk menyerupai ikan yang panjang. Pankreas memiliki fungsi endokrin dan eksokrin.</div><div><br></div><div>-Fungsi Eksorin&nbsp;</div><div>Kelenjar yang mengeluarkan cairan berupa enzim melalui salurannya sendiri menuju dunia luar baik di dalam maupun di permukaan tubuh. Contohnya seperti kelenjar air liur, kelenjar keringat, kelenjar air susu ibu, kelenjar lendir, kelenjar sebasea (minyak), dan kelenjar air mata. Pankreas menghasilkan enzim yang berguna untuk memecah makanan sehingga dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Enzim tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya lipase untuk menguraikan lemak menjadi kolesterol dan asam lemak. Kemotripsin dan tripsin untuk mencerna protein, selain itu ada pula amilase yang berfungsi untuk menguraikan karbohidrat.Sedangkan fungsi kelenjar endokrin adalah mengeluarkan hormon. Hormon ini tidak dialirkan melalui saluran pankreas, melainkan langsung ke aliran darah. Hormon tersebut adalah insulin. Insulin akan mengikat glukosa dari darah untuk dibawa ke beberapa jaringan di dalam tubuh agar bisa digunakan sebagai energi. Hormon insulin ini juga penting bagi hati, karena membantu hati menyerap glukosa dan menyimpannya sebagai glikogen. Glikogen berguna untuk tubuh saat membutuhkan energi ekstra. Saat glukosa dalam darah terlalu rendah, hormon glukagon yang akan memecah kembali glikogen menjadi glukosa di hati. Glukagon juga dihasilkan oleh pankreas.</div><div><br></div><div>-Fungsi Pankreas</div><div>Pankreas berada di belakang perut dengan panjang 18-25 cm dan memiliki bentuk menyerupai ikan yang panjang. Pankreas memiliki fungsi endokrin dan eksokrin.</div><div><br></div><div>Eksorin adalah kelenjar yang mengeluarkan cairan berupa enzim melalui salurannya sendiri menuju dunia luar baik di dalam maupun di permukaan tubuh. Contohnya seperti kelenjar air liur, kelenjar keringat, kelenjar air susu ibu, kelenjar lendir, kelenjar sebasea (minyak), dan kelenjar air mata. Pankreas menghasilkan enzim yang berguna untuk memecah makanan sehingga dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Enzim tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya lipase untuk menguraikan lemak menjadi kolesterol dan asam lemak. Kemotripsin dan tripsin untuk mencerna protein, selain itu ada pula amilase yang berfungsi untuk menguraikan karbohidrat.</div><div><br></div><div>Sedangkan fungsi kelenjar endokrin adalah mengeluarkan hormon. Hormon ini tidak dialirkan melalui saluran pankreas, melainkan langsung ke aliran darah. Hormon tersebut adalah insulin. Insulin akan mengikat glukosa dari darah untuk dibawa ke beberapa jaringan di dalam tubuh agar bisa digunakan sebagai energi. Hormon insulin ini juga penting bagi hati, karena membantu hati menyerap glukosa dan menyimpannya sebagai glikogen. Glikogen berguna untuk tubuh saat membutuhkan energi ekstra. Saat glukosa dalam darah terlalu rendah, hormon glukagon yang akan memecah kembali glikogen menjadi glukosa di hati. Glukagon juga dihasilkan oleh pankreas.</div><div><br></div><div>-Fungsi Kelenjar Adrenal</div><div>Kelenjar adrenal berfungsi melepaskan berbagai hormon ke dalam tubuh. Dua hormon penting yang dilepaskan kelenjar adrenal adalah kortisol dan adrenalin.</div><div>Kelenjar adrenal juga berperan memengaruhi organ reproduksi, berperan dalam metabolisme, dan memproduksi respon sistem saraf simpatik.</div><div>Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal yang terdiri atas dua bagian yaitu medula dalam (inner medulla) dan korteks luar (outer cortex).</div><div>Medula dalam menghasilkan epinefrin (adrenalin) sementara korteks luar menghasilkan kortisol.</div><div><br></div><div>-Fungsi Kidney (Ginjal)</div><div>•Sebagai sistem filter dan membuang sampah dari tubuh</div><div>•Menjaga keseimbangan cairan tubuh</div><div>•Memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah</div><div>•Memproduksi hormon yang Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah</div><div>•Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang</div><div><br></div><div><br></div><div>-Fungsi Ovaries</div><div>Menghasilkan ovum ( sel telur ) dan hormon progesteron dan hormon esterogen&nbsp;</div><div><br></div><div>-Fungsi Placenta</div><div>Plasenta memiliki&nbsp; empat fungsi :</div><div>•Berfungsi mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.</div><div>•Membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.</div><div>•Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat-obatan tertentu. Tapi virus rubella dan aspirin dosis tinggi&nbsp; dapat menembus pertahanan plasenta. Antibodi dari darah ibu juga dapat menembus plasenta dan memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu sesaat&nbsp; setelah persalinan.</div><div>•Mengeluarkan hormon, terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen</div><div><br></div><div>-Fungsi Uterus</div><div>•Fungsi uterus atau rahim untuk menerima sel telur yang dibuahi yang akan berubah menjadi janin dan menahannya selama perkembangan Uterus juga membantu mendukung janin selama masa kehamilan.</div><div>Fungsi utama dari rahim adalah untuk memelihara dan memberikan tempat yang aman untuk janin sebelum lahir.</div><div><br></div><div>-Fungsi Testis</div><div>•Menghasilkan sperma (spermatozoa)</div><div>•Mengeluarkan testosteron</div><div><br></div><div><br><strong><em>No. 2 :</em></strong></div><div>1. Penyakit Addison</div><div>Penyakit ini terjadi karena sekresi yang berkurang dari glukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau disebabkan oleh autoimun.</div><div><br></div><div>Gejala-gejalanya :</div><div>a. Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na+ dan volume air dari cairan tubuh.</div><div>b. Hipoglikaemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stres, sehingga mudah terjadi shock.</div><div>c. Lesu mental dan fisik.</div><div><br></div><div>2. Sindrom Cushing</div><div>Kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis. Dapat juga disebabkan oleh obat-obatan kortikosteroid yang berlebihan.</div><div>Gejala-gejalanya :</div><div>a. Otot-otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme protein.</div><div>b. Osteoporosis</div><div>c. Luka yang sulit sembuh.</div><div>d. Gangguan mental.</div><div><br></div><div>3. Sindrom Adrenogenital</div><div>Kelainan ini terjadi karena kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya akibat kekurangan enzim pembentuk glukokortikoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya kadar ACTH meningkat dan zona retikularis dirangsang untuk mensekresi androgen yang menyebabkan timbulnya kelainan-kelainan sekunder pria pada seorang wanita disebut virilisme.</div><div><br></div><div>4. Peokromositoma</div><div>Tumor adrenal medula yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan noradrenalin dengan akibat sebagai berikut :</div><div>a. Basal metabolisme meningkat.</div><div>b. Glukosa darah meningkat.</div><div>c. Jantung berdebar.</div><div>d. Tekanan darah meninggi.</div><div>e. Berkurangnya fungsi saluran pencernaan.</div><div>f. Keringat pada telapak tangan.</div><div><br></div><div>5. Struma</div><div>Pembengkakan dari kelenjar tiroid yang menimbulkan pembenjolan pada leher bagian depan. Penyebabnya antaralain peredangan, tumor ataupun defisiensi yodium.</div><div><br></div><div><br></div><div>6. Hipotiroidea</div><div>Keadaan ini terjadi karena kekurangan hormon tiroid. Bila terjadi pada masa bayi dan anak, hipotiroidea menimbulkan kretinisme yaitu tumbuh menjadi pendek karena pertumbuhan pada tulang dan otot terhambat, disertai kemunduran mental karena sel-sel otak kurang berkembang. Ciri-cirinya : muka bulat, perut buncit, leher pendek, dan lidah yang besar.</div><div><br></div><div>7. Hipertiroidea</div><div>Keadaan ini terjadi karena hormon tiroid disekresikan melebihi kadar normal. Gejalanya seperti : berat badan menurun, gemeteran, berkeringat, nafsu makan besar, jantung berdebar dan BMR meningkat melebihi 20 sampai 100.</div><div><br></div><div>8. Diabetes Melitus (DM)</div><div>Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormon yang mengakibatkan sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah. Gejalanya : meras</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-03-23 12:42:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amaniibrgi13/wrbfuzuxmoge/wish/245422375</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
