<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Rippy&#39;s Individual Padlet by Rifda Rahima</title>
      <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal</link>
      <description>Kumpulan Tugas Osjur</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-10-18 02:27:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-06-14 08:56:26 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f352.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>QnA</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838155377</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Question for Azka Athaya hardjanto</strong><br> Me :  haai Azkaa mau nanya doong, Azka suka genre film apa aja? <br><strong>The</strong> <strong>Answer </strong><br>Azka :  Hai Rifda~Gua suka hampir semua genre film, kecuali horror. Tapi gua lebih suka kalau filmnya punya source material, seperti novel atau serial tambahan yang bisa dibaca sebagai lanjutan atau support dari filmnya~ </div>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/LvaswPm6IHn44/giphy.gif" />
         <pubDate>2020-10-18 02:38:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838155377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>QnA</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838157319</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Question for Muhammad Ghoribi Zaman</strong><br>Me :  yoooo Babaaa, gw mau nanyaa dong, sifat orang yang paling lu gasuka apa? <br><strong>The</strong> <strong>Answer <br></strong>Ghorobi :  gw jujur gak peduli si orang punya sifat kayak gmn. cuma satu sifat si yang gw gak suka itu orang yang mikir dia lebih tinggi atau bisa dibilang orang yang merasa sangat lebih supperior dengan orang lain. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://media1.giphy.com/media/6jdyyvsWbCUus/giphy.gif" />
         <pubDate>2020-10-18 02:42:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838157319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>QnA</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838159121</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Question for Minofa Aziza</strong><br>Me :  Haaai ziza gw mau nanya dong suka dengerin musik ga? kalo suka, genre musik apa yg lu suka dan artis siapa? <br><strong>The</strong> <strong>Answer</strong><br>Ziza :  Rifda, i actually confused kalo ditanya selera lagu gue apa karna ya hampir semua suka bahkan dangdut aja gue suka HAHA. but most of the genre belongs to Lo-Fi hiphop, and pop-indie! </div>]]></description>
         <enclosure url="https://media3.giphy.com/media/Ll1rEkDebTIdO/giphy.gif" />
         <pubDate>2020-10-18 02:46:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838159121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>QnA</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838161297</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Question for Intan Eliyun Nikmah</strong><br>Me :  olaa Ell! gw mau nanya doong, kalo lu lg bad mood biasanya ngapain? <br><strong>The</strong> <strong>Answer</strong><br>El :  ollaa Rif!! gue tuh kalo lagi badmood itu seringnya nonton film sambil minum kopi, because coffee makes everything much BETTER! atau ngga ya cuma dengerin musik tapi harus sama kopii jugaa </div>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/dJGYFScvBjfRabiH7m/giphy.gif" />
         <pubDate>2020-10-18 02:50:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838161297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>QnA</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838163077</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Question for Karmelita Nur Andini</strong><br>Me :  Haai Karmel,gw bolehkan manggil lu karmel?hehe gw mau nanya dooong, suka nonton film ga? kalo suka, genre film apa yg disuka? <br><strong>The Answer</strong><br>Karmel :   bolehh kok panggil apa ajaa, bukan yang suka banget nonton sih, aku cuman ngikut aja kalo kakakku lagi nonton film. Jadi gaada genre film favorit, pokoknya asalkan jangan horror atau film yang mikir banget, karena aku ga beranian orangnya dan otakku gasampe :" </div>]]></description>
         <enclosure url="https://media0.giphy.com/media/3o7rc0qU6m5hneMsuc/giphy.gif" />
         <pubDate>2020-10-18 02:54:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/838163077</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Summary Webinar KF Day 1</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/860622927</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari, Tanggal: Rabu, 14 Oktober 2020<br>Waktu: 16.00 - 18.00 WIB<br>Melalui platform Zoom dan Youtube Streaming <br><br>Tema :<br>Perencanaan Karir Dalam New Normal<br><br>Pembicara : <br>1. Dr.rer.pol. Ied Veda Rimrosa Sitepu, SS., MA. (Staf Ahli Rektor Universitas Kristen Indonesia)</div><div>2. Kevin Jasutyn, B.Sc. (Mahasiswa Master Universitas Stuttgart)<br><br></div><div>Moderator:</div><div>Kak Yohana Toruan (<em>Junior Analyst</em> di <em>Wonderman Thompson</em> Indonesia)<br><br>Dalam webinar hari pertama, dua pembicara memiliki latar belakang yang berbeda, Ied Veda Sitepu dan Kevin Jayustian. Namun mereka tetap memiliki beberapa gagasan yang senada. Hal itu terlihat dari pandangan bahwa sebagai lulusan universitas kita harus memiliki fleksibilitas yang tinggi agar mampu beradaptasi di masa depan.<br>Ibu Ied, Universitas Kristen Indonesia, menjelaskan bahwa terdapat beberapa poin penting yang akan dijelaskannya ; Dampak Pandemik COVID-19, Seperti Apa Pekerjaan Masa Depan, Masa Depan Lulusan Prodi-prodi Humaniora (Studi Jerman), Peluang dan Tantangan di Dunia Kerja, Mempersiapkan Diri untuk Memasuki Dunia Kerja yang Dinamis di kemudian hari.<br>Sebelum masuk ke dalam materi, Ibu Ied menerangkan bahwa perubahwan masif karena revolusi industri telah membuat setiap orang haruslah fleksibel menghadapi dunia kerja. Namun, berhubung dengan keadaan COVID-19 menyebabkan berbagai macam isu yang tidak bisa diprediksi serta melibatkan 1,6 miliar pekerja berada dalam bahaya untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Sedangkan di dunia, lebih dari 436 juta perusahaan berada dalam resiko yang tinggi.<br>Untuk mengatasi masalah tersebut, setiap orang harus mampu beradaptasi dengan bekerja di rumah. Hanya saja, tak sedikit yang haruk dipecat karena ketidakmampuan perusahaan menanggung beban dan kerugian yang dialami sehingga harus gulung tikar. Akibatnya, orang-orang perlu memutar otak agar mampu bertahan hidup sesuai dengan kemampuan yang dimiliki atau mempelajari ilmu-ilmu baru untuk memenuhi kriteria pekerjaan yang diinginkan ke depannya.<br>Pengaruh pandemik juga berakibat pada trend pilihan kuliah yang bergeser, orang-orang cenderung ingin menguasai ilmu-ilmu tertentu tanpa mempertimbangkan minat dan bakatnya. Sedangkan, pelajaran jarak jauh membuat keefektifan pembelajaran sangatlah menurun. Itu juga menjadi alasan, beberapa industri memberikan komplain terhadap perguruan tinggi karena tidak menyiapkan lulusannya untuk bekerja walaupun memiliki pengetahuan (gelar).<br>Walaupun sisi positifnya, mahasiswa mulai berpikir tentang apakah program studinya baik-baik saja, dunia kerja akan berubah,  dan keterampilan tambahan diperlukan untuk mempersiapkan diri memasuk dunia kerja di kemudian hari. Intinya, siapkan diri bukan untuk pekerjaan tertentu namun siapkan diri untuk dapat beradaptasi dan fleksibel menghadapi dunia kerja yang dinamis.<br>Menurut Kak Kevin, sebelum melakukan perencanaan karir sangatlah penting untuk mengarakterisasi passion, bakat, dan memastikan bahwa passion dan bakat itu akan berbuah reward pada diri kita. Pengalamannya yang cukup lama di Jerman memberikan sebuah insight tentang syarat yang harus dipenuhi apabila ingin mencari kerja di sana. Hal tersebut dilingkupi oleh Visa dan Ijin Kerja, Motivation Letter, CV, dan Ijasah. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa setiap ingin bekerja di negara orang lain kita perlu menguasai bahasa negara setempat agar dapat meyesuaikan dengan budaya serta tidak adanya kesalahpahaman dalam berbagai macam hal.<br>Dua tokoh tersebut memiliki pandangan yang sangat luas terkait dunia pekerjaan. Namun dengan satu sudut pandang yang tak hampir berbeda bahwa setiap orang perlu menyesuaikan diri dengan kondisi apapun karena masa depan tidak mampu diprediksi. Semua orang harus menguasai kompetensi tambahan agar dapat berdaya saing tinggi karena kesempatan untuk berinovasi akan terbuka lebar bagi mereka yang ingin berjuang dengan baik. Terutama untuk program studi sastra jerman yang memiliki peluang kerja yang sangat besar karena ilmunya akan digunakan oleh banyak industri agar terjalinnya komunikasi yang baik antar negara. Selain itu hubungan antara Indonesia dan Jerman berjalan dengan baik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-26 06:27:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/860622927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Summary Webinar KF Day 2</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/860738758</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari, Tanggal: Kamis, 15 Oktober 2020<br>Waktu: 15.00 - 17.00 WIB <br>Melalui platform Zoom dan Youtube Streaming <br><br>Tema : <br>Menjadi Lebih Produktif Sebagai Dewasa Muda Di Era Pandemi <br><br>Pembicara:</div><div>1. Fareza Aditya Hasan (Ketua PPI Berlin-Brandenburg)</div><div>2. Dendi Gumiwang Wirahadikusuma (Pengurus PPI Frankfurt dan Sekitarnya)</div><div> </div><div>Moderator:</div><div>Annisa Aviciena Mareizky (Finalis Abnon Jakarta Barat 2019)<br><br>Webinar hari kedua membahas tentang perencanaan karir dalam New Normal. Materi pertama diawali oleh pemaparan kak Reza sebagai ketua PPI Berlin Brandenburg mengenai bagaimana keadaan Jerman selama pandemi ini berlangsung. Berdasarkan grafik kasus, awal mula terjadinya pandemi ini pada 28 Januari di dekat kota Munchen. Dalam waktu satu sampai dua minggu, virus ini menyebar ke daerah lainnya. Saat itu grafik naik begitu drastis (bulan Maret pertengahan sampai April) yang membuat masyarakat di Jerman mulai panik. Pada tanggal 27 Juni, peraturan yang ketat mulai diberlakukan, hingga dapat menekan angka kasus dan grafik menjadi landai. Peraturan yang diberlakukan di Jerman adalah wajib menggunakan masker, lockdown semua jenis institusi (sekolah, rumah makan, dll), serta himbauan menjaga kesehatan.  Setelah peraturan ketat mulai dilonggarkan, kasus mulai kembali naik dan menciptakan gelombang kedua, hingga peraturan ketat mulai diberlakukan lagi. New normal bagi pelajar yaitu dengan wajib menggunakan masker, sanitasi, penjagaan jarak (social distancing), pembelajaran jarak jauh (pjj), pembayaran secara daring, serta sosialiasi berbasis daring. Kita harus bergerak bersama untuk melawan virus ini. Di supermarket Jerman banyak disediakan sanitizer serta tanda untuk dapat menjaga jarak.<br>​Peran yang dapat kita lakukan untuk menghadapi pandemi ini yang pertama adalah mencari tahu apa yang harus kita lakukan dalam menghadapinya. Selanjutnya tidak lupa untuk selalu mengingatkan orang lain untuk tetap menjaga protokol, karantina mandiri di rumah, serta mengikuti peraturan yang berlaku. Menurut kak Reza, produktif itu saat kita melakukan sesuatu yang bermanfaat buat diri kita. Dengan adanya pandemic ini, kita harus berfikir lebih, kita dapat memaksimalkan teknologi (internet) untuk menambah pengetahuan dan menggali potensi diri. Agar produktif, kita juga dapat mencari hobi baru atau hobi lama yang selama ini sudah mulai terlupakan. Karantina ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang merefleksikan diri tentang apa tujuan hidup kita.<br>​Selanjutnya webinar dilanjutkan oleh pemaparan kak Dendi sebagai pengurus PPI Frankfurt tentang menjadi produktif dengan perspektif seorang mahasiswa. Menurut kak Dendi, karantina dirumah memberikan dampak negatif seperti membuat rasa malas, kurangnya motivasi untuk mengikuti kelas daring, serta rasa rindu dengan kawan seperjuangan dan seperjurusan di kampus. Selain dampak negatif, tentunya ada dampak positifnya. Dampak positif dari karantina mandiri ini adalah dapat belajar dan mendengar materi yang disampaikan dosen, dengan merekamnya. Pada awal pandemi, kita mungkin merasa bosan dan bingung ingin melakukan apa, hingga akhirnya kita melakukan hal-hal tidak produktif seperti bermain games, menonton film, dan lainnya. Setelah berlangsung lama, akan mengalami titik jenuh bermain-main dan tidak produktif tersebut, yang membuat keinginan belajar kita meningkat. Dampak terbesar pandemi dari pandangan seorang mahasiswa dan dewasa muda adalah menurunnya produktivitas. Produktivitas yang dilakukan seorang mahasiswa akan menghasilkan produk, jasa, dan gagasan yang berguna dan bermanfaat bagi manusia, alam. Proses dalam menghasilkan produk tersebutlah yang disebut sebagai produktif. Dalam kata lain, produktif merupakan pelaksanaan kegiatan yang hasilnya dapat berguna dan bermanfaat bagi manusia serta alam. Kegiatan dalam proses tersebut antara lain kegiatan yang membantu kita untuk mencapai tujuan besar atau impian besar, serta kegiatan penunjang seperti istirahat, refreshing, olahraga, bermain games, atau hal lain yang dapat menaikkan suasana hati.<br>​ Dalam berproduktif, mahasiswa harus menentukan tujuan yang jelas, agar motivasi kuat dan membuat kita konsisten. Selanjutnya, membuat daftar kegiatan apa yang harus dilakukan dalam sehari. Ketiga, mencari cara efektif untuk bangun dari tempat tidur secara cepat. Terakhir, membuat situasi kamar senyaman mungkin sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Tantangan yang berat didepan nanti membuat mahasiswa harus merencanakan masa depan yang matang. Mahasiswa dapat membuat visi dan misi pribadi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-26 07:19:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/860738758</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Impression of painting</title>
         <author>rifdafarizal</author>
         <link>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/884849880</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Portrait of a Lady</strong> adalah lukisan ciptaan dari <strong>Diego Velázquez </strong>yang dibuat sekitar tahun 1630, dalam lukisan tersebut terdapat seorang wanita yang duduk dengan anggun, dari lukisan tersebut saya mendapatkan kesan seorang wanita yang anggun dan tangguh karna itu saya melukis seorang wanita dengan gaun untuk menggambarkan wanita yang sempurna.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/784957417/9ea9064ed2ad51314b84f8951e7ff2bb/WhatsApp_Image_2020_11_02_at_17_52_10.jpeg" />
         <pubDate>2020-11-03 03:47:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rifdafarizal/Rifda_Rahima_Farizal/wish/884849880</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
