<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>FOOD LOSS &amp; FOOD WASTE by Kayla Nadindra</title>
      <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp</link>
      <description>Kayla - Prakarya</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-14 01:45:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-09-04 05:47:21 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>FOOD LOSS</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1414632535</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>Food loss </em></strong>adalah sampah makanan yang berasal dari bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan atau makanan yang masih mentah namun sudah tidak bisa diolah menjadi makanan dan akhirnya dibuang begitu saja.<br>Hal tersebut menyebabkan masyarakat menjadi kesusahan atau kesulitan ketika memasak sebab kehilangan bahan-bahan makanan. <br><strong>Penyebab Food Loss:</strong></div><ul><li>Proses pra-panen tidak menghasilkan mutu yang diinginkan pasar.</li><li>Permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, pengemasan sehingga produsen memutuskan untuk membuang bahan pangan tersebut.</li><li>Kurangnya permintaan konsumen di pasar.</li><li>Permainan harga pasar antara agen dan distributor yang menyebabkan harga melonjak tajam, dan ujung-ujungnya tidak terjual.</li><li>Terlalu lama di gudang dan lama kelamaan menjadi basi,berjamur, dan berbau busuk.</li><li>Tidak disimpan secara sempurna sehingga umurnya menjadi pendek.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 01:48:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1414632535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOOD LOSS</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1414671201</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1112956101/4e755fde59006fc287671387eeaac2e2/food_loss.jpg" />
         <pubDate>2021-04-14 02:03:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1414671201</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOOD WASTE</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1425711471</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>Food Waste</em></strong> adalah makanan yang siap dikonsumsi oleh manusia namun dibuang begitu saja dan akhirnya menumpuk di TPA, yang dapat menimbulkan gas metana dan karbondioksida yang tidak baik bagi bumi. <br><strong>Penyebab Food Waste:</strong></div><ul><li>Tidak menghabiskan makanan.</li><li>Makan tidak sesuai dengan porsi makananmu.</li><li>Membeli atau memasak makanan yang tidak kalian sukai.</li><li>Gaya hidup (gengsi) menghabiskan makanan di depan orang ramai.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-16 14:49:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1425711471</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FOOD WASTE</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1425736443</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1112956101/ca157c35cf437bdb4b1e3be675c3463b/food_waste_2.png" />
         <pubDate>2021-04-16 14:54:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1425736443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fakta Sampah Makanan yang Terjadi Di Indonesia</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1425762271</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Indonesia menghasilkan sampah makanan hingga 13 juta ton per tahun</strong></div><div>Menurut Kepala Perwakilan Badan Pangan PBB (FAO), sampah makanan di Indonesia mencapai 13 juta ton setiap tahun. Sampah ini paling banyak berasal dari <em>retail, </em>katering, dan restoran akibat penyediaan makanan yang berlebihan.</div><div><strong>2. Jumlah sampah makanan dalam satu tahun setara dengan makanan yang bisa dikonsumsi 28 juta orang</strong></div><div>Jika dikelola dengan baik, 13 juta ton sampah makanan bisa setara dengan makanan yang bisa dinikmati oleh lebih dari 28 juta orang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ini hampir sama dengan populasi penduduk miskin di Indonesia.</div><div><strong>3. Indonesia jadi negara penghasil sampah makanan terbanyak kedua dunia</strong><br>Mengutip dari <em>Foodsustainability.eiu.com</em>, Indonesia menduduki posisi ke-2 dalam menghasilkan sampah makanan terbanyak di dunia setelah Saudi Arabia. Hal ini terjadi akibat pola konsumsi masyarakat yang buruk sehingga setiap tahun, sampah makanan semakin meningkat.</div><div><strong>4. Jakarta sumbang sampah makanan terbesar</strong><br>Dikutip dari <em>Brilio.net</em>, jumlah sampah keseluruhan di ibukota mencapai 7.500 ton per hari. Lebih dari setengahnya merupakan sampah organik seperti sisa makanan. Dari data tersebut juga diprediksi sampah di Jakarta akan meningkat hingga 9.000 ton per hari pada 2025.</div><div><strong>5. Sampah makanan yang terbuang setara dengan 27 triliun rupiah</strong><br>Data dari BPS pada 2017 menunjukkan bahwa sampah makanan yang terbuang setara dengan 27 triliun rupiah. Indonesia masih mengimpor sampah organik dari luar negeri untuk penggunaan beternak. Padahal jika sampah di dalam negeri bisa dilakukan dengan baik yaitu dengan memaksimalkan sampah dari restoran atau produsen, kita bisa menghemat sekitar 27 triliun rupiah.-</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1112956101/faeb0629b6b01ef2cf0f50918f16d763/sampah_makanan.jpg" />
         <pubDate>2021-04-16 14:59:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1425762271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENCEGAHAN FOOD WASTE</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1429156006</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagi saya, mencegah sampah makanan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana namun berguna, yaitu:<br><strong>Memasak bahan pangan secukupnya.</strong> Masaklah bahan-bahan sesuai jumlah orang atau kebutuhan orangnya, dan dikira-kira untuk jumlah bahan yang akan dimasak supaya tidak berlebihan porsi pangannya. <br><strong>Makan secukupnya atau sesuai proporsi tubuh.</strong> Apabila tubuh tidak merasa sangat kelaparan, ambillah makanan dengan porsi yang sesuai agar nantinya tidak menimbulkan sisa makanan.<br>Jika makanan tidak dihabiskan, sisa makanan tersebut bisa digunakan pula untuk <strong>pakan ternak</strong>. Menurut referensi yang saya tonton, sisa makanan juga dapat <strong>diolah menjadi karak</strong> dengan cara menjemur atau mengeringkan sisa makanan tersebut. Jadi, perlu adanya usaha untuk meminimalisir suatu sampah pangan untuk dijadikan hal bermanfaat lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 05:06:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1429156006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENCEGAHAN FOOD LOSS</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1429161780</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, <em>food loss</em> dapat dicegah dengan cara:<br>Bagi penjual bahan-bahan pangan, buatlah bahan tersebut menjadi bisa tahan lama dan memiliki standar dapat dijual dengan waktu lama, bisa dari budidayanya, ataupun tempat penjualannya. <strong>Budidayakanlah bahan pangan di waktu dan tempat yang tepat</strong> untuk diproduksi, yaitu dari cuaca, lahan tanam, serta cara merawatnya.<br>Kedua, apabila bahan tersebut sudah busuk, alangkah baiknya bahan itu digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat lainnya, misalnya untuk <strong>pakan ternak</strong> atau dijual untuk peternak. Sisa bahan pangan tersebut bahkan juga bisa diolah menjadi <strong>pupuk kompos</strong> sehingga menghasilkan manfaat lainnya.<br>Ketiga, untuk pengonsumsi, <strong>belanjalah bahan sesuai kebutuhan</strong> dan bisa <strong>merencanakan pembelian sesuai kecukupan</strong>. Jika kita membeli bahan terlalu banyak dan tidak digunakan atau dikonsumsi, perlahan-lahan bahan itu akan membusuk, dan ujung-ujungnya dibuang. Jadi, belilah bahan sesuai kebutuhan kita. Apabila bahan tersebut juga sudah busuk, bahan pangan tersebut bisa dijual juga untuk peternak atau orang lainnya yang membutuhkan bahan pangan yang sudah busuk itu. <br>Keempat, <strong>kemaslah bahan pangan itu di tempat yang sesuai</strong>. Kemasan bahan pangan yang baik dan benar dapat meminimalisir terjadinya kebusukan bahan pangan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 05:11:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1429161780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESIMPULAN</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1429180129</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari informasi serta penjelasan di atas, dapat diberi kesimpulan, bahwa sebagai manusia yang bijak dan benar, kita harus bisa menjaga pola perihal makanan-makanan kita. Bijaklah dalam berbelanja bahan pangan serta mengonsumsi makanan kita. Sebab lain halnya dari kita ini, banyak orang yang kelaparan dan menanti datangnya pangan yang berharga bagi mereka. Jadi, kita harus bersyukur dan bisa untuk terus menjaga pola hidup dengan pengingat "<strong>secukupnya</strong>", sehingga kitapun juga dapat mengatur pola diri dan tidak menyisakan pangan sedikitpun. Apabila kita kelebihan bahan pangan, ada baiknya kita untuk memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan, dan kitapun dibalas dengan berkat-Nya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1112956101/c940ec763dccb7f19a86ac3c15735c8c/anak_kelaparan.jpg" />
         <pubDate>2021-04-18 05:27:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1429180129</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KETAHANAN PANGAN</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437384125</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan data <em>Global Food Security Index</em> (GFSI) secara keseluruhan status ketahanan pangan Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan. Pada 2016 Indonesia&nbsp; berada di peringkat 71, dan 2019 meningkat di peringkat 62.&nbsp;<br>“Kami memantau secara konsisten index (GFSI) tersebut. Angka ini naik karena dipengaruhi tiga aspek ketahanan pangan sebagai indikatornya,” ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri.</div><div>Menurutnya Nilai Indeks Keseluruhan pada data tersebut ditentukan dari tiga aspek, yaitu <mark>Keterjangkauan, Ketersediaan, Kualitas dan Keamanan</mark>. Aspek Keterjangkauan dan Ketersediaan untuk Indonesia meningkat cukup drastis sehingga menjadi aspek yang dominan mempengaruhi kenaikan nilai indeks secara keseluruhan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1112956101/ce636b89f968cf3774e6d71c8779b43c/ketahanan_pangan.jpg" />
         <pubDate>2021-04-20 11:46:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437384125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketahanan Pangan</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437434514</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak asasi individu. Pembangunan ketahanan pangan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara adil merata baik jumlah maupun mutu gizinya. Dimensi pembangunan ketahanan pangan sangat luas dan bersifat lintas sektor dengan pendekatan lintas disiplin. Ketahanan pangan merupakan prasyarat dasar yang harus dimiliki oleh suatu daerah termasuk desa yang sekarang kewenangannya sudah diperluas dengan adanya UU Desa.</li><li>Ketahanan pangan terwujud apabila secara umum telah terpenuhi dua aspek sekaligus. Pertama adalah tersedianya pangan yang cukup dan merata untuk seluruh penduduk. Kedua, setiap penduduk mempunyai akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk memenuhi kecukupan gizi guna menjalani kehidupan yang sehat dan produktif dari hari ke hari.</li><li>Kaitannya dengan ketahanan pangan secara keseluruhan, ketahanan pangan rumah tangga sangat penting. Hal tersebut dikarenakan ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga merupakan landasan bagi ketahanan pangan masyarakat, yang selanjutnya menjadi pilar bagi ketahanan pangan daerah dan nasional. Berdasarkan pemahaman tersebut maka salah satu prioritas utama pembangunan ketahanan pangan adalah memberdayakan masyarakat agar mereka mampu menanggulangi masalah pangannya secara mandiri serta mewujudkan ketahanan pangan rumah tangganya secara berkelanjutan.</li><li>Melalui proses pemberdayaan, masyarakat ditingkatkan kapasitasnya agar semakin mampu meningkatkan produktivitas, produksi dan pendapatannya, baik melalui usaha tani maupun usaha lainnya. Peningkatan pendapatan akan menambah kemampuan daya beli, sehingga menambah keleluasaan masyarakat untuk memilih pangan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan gizinya.</li><li>Hukum Working (1943) dalam Dirhamsyah <em>et al </em>(2016), menyatakan bahwa proporsi pengeluaran pangan dapat digunakan sebagai indikator ketahanan pangan rumah tangga. Hukum tersebut menyebutkan bahwa proporsi pengeluaran pangan berhubungan negatif dengan pendapatan rumah tangga, dan ketahanan pangan mempunyai hubungan negatif dengan proporsi pengeluaran pangan. Semakin besar proporsi pengeluaran pangan suatu rumah tangga maka semakin rendah ketahan pangannya.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:00:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437434514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESIMPULAN</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437454359</link>
         <description><![CDATA[<div>Pangan di Indonesia ini perlu untuk dijaga, dipertahankan, serta ditingkatkan yang juga untuk kebutuhan para masyarakat. Dikarenakan di Indonesia ini semakin banyak penduduknya, maka dibutuhkan ketersediaan pangan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakatnya. Negara harus menjamin dan mampu untuk bisa membudidayakan pangan agar kebutuhan warga-warganyapun dapat terpenuhi. Budidaya pangan di Indonesia juga butuh perawatan yang baik dan benar, baik dari lahan tanamnya, iklim atau cuacanya, benih yang tepat, tempat yang cocok, serta cara menjaganya. Hasil pangannyapun juga memerlukan tingkat gizi yang cukup bagi para masyarakat, guna menaikkan kesehatan dan gizi mereka.<br>Akan tetapi, ketahanan pangan ini juga diganggu oleh adanya pandemi virus yang melanda di Indonesia ini. Seluruh masyarakat harus bisa mempertahankan keadaan pangan di Indonesia agar mereka dapat menjamin kebutuhan dan kecukupan perihal konsumsi pangannya.&nbsp;<br>Maka dari itu, janganlah menyisakan ataupun membuang makanan yang kita miliki, karena hal tersebut berpengaruh pada ketahanan pangan kita. Apabila stok pangan kita habis, maka kita juga yang menyesal. Jadi biasakanlah untuk mengonsumsi pangan dengan secukupnya dan mulai bersyukur.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:07:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437454359</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumber Referensi:</title>
         <author>nadindrakayla</author>
         <link>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437544320</link>
         <description><![CDATA[<div><a href="https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/">https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/<br>https://yoursay.suara.com/health/2020/07/03/122436/mengenal-food-waste-dan-food-loss-apa-bedanya<br>http://www.fao.org/platform-food-loss-waste/flw-data/en/<br></a><a href="https://www.unep.org/news-and-stories/press-release/food-loss-and-waste-must-be-reduced-greater-food-security-and">https://www.unep.org/news-and-stories/press-release/food-loss-and-waste-must-be-reduced-greater-food-security-and<br>https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/articles/livemorekind/2020-fakta-sampah-makanan-setara-dengan-27-triliun-rupiah.html<br></a><strong>Youtube:</strong><br><a href="https://youtu.be/H7K-Q0ulkXg">https://youtu.be/H7K-Q0ulkXg</a> <br><a href="https://youtu.be/k6D3uwSP-Ok">https://youtu.be/k6D3uwSP-Ok</a><br><a href="https://www.unep.org/news-and-stories/press-release/food-loss-and-waste-must-be-reduced-greater-food-security-and"><br></a><a href="https://www.kajianpustaka.com/2020/09/ketahanan-pangan.html">https://www.kajianpustaka.com/2020/09/ketahanan-pangan.html</a><br><a href="https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/">https://chub.fisipol.ugm.ac.id/2020/05/14/mempertahankan-ketahanan-pangan/</a><br><a href="https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/">http://www.bulog.co.id/beraspangan/ketahanan-pangan/</a><a href="https://www.unep.org/news-and-stories/press-release/food-loss-and-waste-must-be-reduced-greater-food-security-and"><br></a><a href="https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/">https://nasional.tempo.co/read/1434199/kementan-status-ketahanan-pangan-indonesia-semakin-baik/full&amp;view=ok</a><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-20 12:33:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nadindrakayla/wn6qqw101sbazrgp/wish/1437544320</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
