<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLP KLS XII IPS 2 by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g</link>
      <description>P E T A</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-01-10 07:09:07 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-03-24 20:24:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Basketball.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>KELOMPOK UNIVERSE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220050783</link>
         <description><![CDATA[<div>1. STEVANNY AUDRY<br>2. RESKI ANDINI<br>3. ADNAN RAHMAN<br>4. MELINIA AMBARWATI<br>5. selfiana<br>&nbsp;6. INDAH FITRI<br>7. KIKI kislawati<br><br>KOMPONEN PETA:<br>1. Judul : BANTAENG Lembar 2010-32<br><br>2. Legenda : Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta. pada peta ini legenda berada di sebelah kanan peta<br><br>3. Orientasi : Orientasi peta merupakan suatu teknik untuk menyamakan arah kedudukan utara peta atau utara grid ke arah medan sebenarnya atau ke arah utara kompas. pada peta ini, orientasi erada di sebelah kiri bagian bawah peta<br><br>4. Skala : Skala pada peta Bantaeng adalah 1:50.000 atau skala besar dan termasuk skala numerik<br>terdapat juga skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta. skala ini terletak pada bagian bawah peta<br><br>5. Simbol :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;-Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;-Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.<br><br>6. Warna Peta :<br>Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. <br>Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200–400 m di atas permukaan laut.<br>Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. <br><br>7. Tipe Huruf : <br>Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: kecamatan binamu<br><br>8. Garis astronomis : <br>Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan<br>untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara<br>berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak<br>astronomis. Garis astronomis pada peta ini <br>terletak pada sebelah kanan bagian bawah<br>119o45’ BT — 120o00’ BT<br>5o30’ LS — 5o45’ LS<br><br>9. Inset :<br>Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. inset pada peta bantaeng terletak pada bagian smping kann a<br><br>10. Garis tepi peta :<br>Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan benar pada peta. pada peta bantaeng kita dapat melihat garis tepi yang terdapat pada peta<br><br>11. Sumber dan Tahun Pembuatan : Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh. sumber peta ini dari badan koordinasi survei dan pemetaan nasionl tahun 1999<br><br>12. Garis Lintang dan garis bujur :<br>119o45’ BT — 120o00’ BT<br>5o30’ LS — 5o45’ LS<br><br><br>KLASIFIKASI PETA<br><br>• berdasarkan skala, peta bantaeng ini termasuk Peta<strong> </strong>Topografi<strong> </strong>Atau Peta detail dengan skala lebih kecil, diantaranya 1:10.000 sampai dengan 1:100.000</div><div>peta bantaeng ini berskala 1:50.000 <br>atau merupakan <strong>Peta skala Besar</strong>, yaitu peta yang menggunakan skala antara 1:500 - 1:250.000.biasanya peta skala besar ini meliputi peta kelurahan, kecamatan, kabupaten</div><div>• berdasarkan isi peta, peta bantaeng ini merupakan peta topografi, yaitu Peta yang menyajikan informasi dari semua unsur yang terdapat dipermukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia.&nbsp;<br>• Berdasarkan objek yang dipetakan, peta ini merupakan Peta statis, yaitu peta yang menggambarkan keadaan yang relatif tetap, jarang berubah, ---contoh, peta administerasi, peta geologie, peta jenis tanah, peta desa, peta kota, peta negara</div><div>• berdasarkan bentuknya, peta bantaeng ini merupakan Peta datar<a href="http://harunarcom.blogspot.com/2011/03/materi-ips-smp-terpadu-kelas-7-lengkap.html">,</a> yaitu peta yang dibuat pada suatu bidang datar</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/43898477/048f532a4f542397943f83c5768c7b15/2010_34_Bantaeng.jpg" />
         <pubDate>2018-01-10 07:12:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220050783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK WELLY (83/82)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220050837</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA KELOMPOK:<br>-DEVRYZHA DANISWARA<br>-JANTEROBI<br>-ANDI DHIYA SALSABILA<br>-NURWANDA YASIR<br>-ADINDA RAISYA PUTRU<br>-NURUL IZZAH FAJRIANTI<br>-MUH. ZULFIKAR<br><br>1. judul : Malino lembar 2010-64<br>2. legenda : terdapat di sebelah kanan dan memanjang kebawah <br>3. orientasi/tanda arah : ditunjukkan oleh adanya tanda panah ke arah atas peta, biasanya di gunakan jika ada garis lintang dan bujur, koordinat dan sebagai petunjuk arah <br>4. skala : 1 : 50.000<br>5. simbol : tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada di permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain:<br>Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional<br>Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak<br>Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu<br>Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.<br>Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya.<br>Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk persentase.<br>Simbol bola, digunakan untuk menyatakan volume, makin besar simbol bola menunjukkan volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil.nda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada di permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain:<br>Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional<br>Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak<br>Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu<br>Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.<br>Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya.<br>Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk persentase.<br>Simbol bola, digunakan untuk menyatakan volume, makin besar simbol bola menunjukkan volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil.<br>6. warna peta : warna hijau muda<br>7. tipe huruf : tipe romawi, menuliskan ibukota,kota pelabuhan dan kotakota lainnya contohnya tertulis di peta kabupaten gowa, bone, sinjai dan maros<br>8. garis astronomis : terletak di bagian bawah kiri pada peta <br>9. inset : terletak di bagian kanan atas pada peta<br>10. garis tepi peta : ada<br>11. sumber dan tahun pembuatan : hasil revisi digital dengan menggunakan sumber data citra landsal TM tahun 1997<br>12. garis lintang dan garis bujur <br> Lintang : 5°00'BS-5°15'BS<br> Bujur : 119°45'BT-120°00'BT <br><br>Klasifikasi peta <br><br>Peta dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu peta dasar dan peta tematik.<br>a. Peta dasar<br>Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta berikutnya. Peta dasar yang digunakan ialah peta topografi yang menggambarkan keadaan bentuk muka bumi (bentang alam). Peta ini disebut juga peta umum, yaitu peta yang menggambarkan seluruh kenampakan yang ada di suatu daerah, misalnya sungai, sawah, pemukiman, jalan raya, dan jalan kereta api.<br><br>b. Peta tematik atau peta khusus<br>Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik.<br>1) Peta kepadatan penduduk: peta yang memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah.<br>2) Peta lokasi: peta yang menggambarkan letak suatu tempat.<br>3) Peta tanah: peta yang menggambarkan jenis tanah pada daerah tertentu.<br>4) Peta irigasi: peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, saluran irigasi, bendungan, dan sebagainya.<br>5) Peta arkeologi: peta yang menggambarkan persebaran benda-benda purbakala.<br>6) Peta kriminalitas: peta yang menggambarkan persebaran tingkat maupun jenis kejahatan di suatu daerah.<br>7) Peta geologi: peta yang menggambarkan struktur dan jenis batuan pada suatu wilayah.<br>8) Peta transportasi: peta yang menggambarkan jalur-jalur lalu lintas, baik di darat, di air, maupun di udara.<br>9) Peta air tanah: peta yang menggambarkan lokasi sebaran air tanah di suatu daerah.<br>10) Peta isohiet: peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan di suatu daerah<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/43898477/e7c421b863b9b1c2d88075a2e6408c99/2010_64_Malino.jpg" />
         <pubDate>2018-01-10 07:13:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220050837</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok flashlight 80</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220050979</link>
         <description><![CDATA[<div>1 MUHAMMAD FADEL AMRAN<br>2. FITRI RAMADANY<br>3. A. ADHELIA<br>4 ADRINI<br>5. A. ROFIFAH<br>6. INADELA</div><div>7. A. FARHAN</div><div><br></div><div>Komponen peta : <br>1.judul : LAMPA, Lembar 2012 - 33<br>2.Legenda berisi keterangan simbol, terdapat di sebelah kanan memanjang ke bawah<br>3.orientasi/tanda arah: <br>Berada di bawah sebelah kiri pada peta.<br><br>4.skala : ditulis dengan skala angka yaitu 1:50.000<br>5.simbol :Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional<br>Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak<br>Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu<br>Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.<br>Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya.<br>Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk persentase.<br>Simbol bola, digunakan untuk menyatakan volume, makin besar simbol bola menunjukkan volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil<br>6.warna peta :<br>Warna hijau: menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. Biasanya bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian &lt; 200 m didominasi olah dataran rendah. Dataran rendah di Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan pantai selatan.<br> Warna biru muda: <br>Warna biru muda menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara 200–2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng yang relatif terjal. Wilayah ini merupakan kelanjutan dari zona neritik. Namun wilayah ini tidak tergambar dalam peta umum.<br>Warna hijau muda:<br> menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200–400 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang landai dengan disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. Penyebaran bentuk muka ini hampir menyeluruh di atas dataran rendah.<br><br>7.tipe huruf <br>Objek Hipsografi : Barombong,jampu, bamba, belajeng, Padang Lolo<br>Objek Hidrografi: Salo tacipi, Salo Kapa, Sungai Saddang, salu Pao, salu Bone, salu masila. <br><br>8.garis astronomi:<br>199°3D' T<br>9.inset: terletak di bagian kanan atas peta<br><br> <br>10.garis tepi peta : <br>lintang : <br>Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomi,secara beraturan dan benar pada peta<br>11. Sumber dan tahun pembuatan:<br>Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKSOSURTANAL)<br>2012 - 33 LAMPA 1999<br>12 .garis lintang dan garis bujur :</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/43898477/37166088244816705a7f66ea2d0245b8/2012_33_Lampa.jpg" />
         <pubDate>2018-01-10 07:14:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220050979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama kelompok : Kelompok penerbang layang layang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220445648</link>
         <description><![CDATA[<div>1 .andi muh reza <br>2. Rivaldi<br><br>1. Judul peta:<br>2. Garis astronomis :<br>3. Inset :<br>4. Garis tepi peta :<br>5. Sumber peta :<br>6. Tahun pembuatan peta :<br>7. Mata angin:<br>8. Simbol peta :<br>9. Warna peta :<br>10. Legenda peta :<br>11. Lettering :<br>12. Skala peta:</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/43898477/ac9c97454c85ec1c125a02ce4e8d40ee/2011_63_Parepare.jpg" />
         <pubDate>2018-01-11 03:33:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/220445648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kolompok : pengusaha muda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/221958592</link>
         <description><![CDATA[<div>A.Muh Ashabul Kahfi<br>Muh.haedir k.m<br>A.Muh Reza.w<br>Erico Putra Nandito<br>A.Naufal.Muh Ramadhan<br>Muh.alif izha<br>Muh Aidil Rezky<br>Muh.ishak<br>&nbsp;<br>1.judul peta : LALEBATA 2011-34<br>2.Garis astronomis : Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan<br>untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara<br>berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak<br>astronomis. Garis astronomis pada peta ini&nbsp;<br>terletak pada sebelah kanan bagian bawah<br><br>3. Legenda : Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta. pada peta ini legenda berada di sebelah kanan peta<br><br>4. Orientasi : Orientasi peta merupakan suatu teknik untuk menyamakan arah kedudukan utara peta atau utara grid ke arah medan sebenarnya atau ke arah utara kompas. pada peta ini, orientasi erada di sebelah kiri bagian bawah peta<br><br>5. Skala : Skala pada peta Bantaeng adalah 1:50.000 atau skala besar dan termasuk skala numerik<br>terdapat juga skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta. skala ini terletak pada bagian bawah peta<br><br>6. Simbol :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;-Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;-Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.<br><br>7. Warna Peta :<br>Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m.&nbsp;<br>Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200–400 m di atas permukaan laut.<br>Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m.&nbsp;<br><br>8. Tipe Huruf :&nbsp;<br>Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: kecamatan binamu<br><br>9. Inset :<br>Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. inset pada peta bantaeng terletak pada bagian smping kann a<br><br>10. Garis tepi peta :<br>Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan benar pada peta. pada peta bantaeng kita dapat melihat garis tepi yang terdapat pada peta<br><br>11. Sumber dan Tahun Pembuatan : Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh. sumber peta ini dari badan koordinasi survei dan pemetaan nasionl tahun 1999<br><br>12. Garis Lintang dan garis bujur :<br>119o45’ BT — 120o00’ BT</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/43898477/dbb7a89b459eb0b8d37b543008352ac1/2011_34_Lalebata.jpg" />
         <pubDate>2018-01-17 06:40:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/221958592</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/225641518</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-01-29 14:39:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/225641518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok DIEMDIEMBAE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/225662112</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Muh Rivaldi<br>2.Ismail Rafli<br>3.Muh.Rio Gunawan<br>4.Adam Muharram<br>5.Nurul Tasya Talitha putri<br>6.Nurul izzah<br><br>KOMPONEN PETA:<br>1. Judul : Pare-Pare Lembar 2011-63<br><br>2. Legenda : Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta. pada peta ini legenda berada di sebelah kanan peta<br><br>3. Orientasi : Orientasi peta merupakan suatu teknik untuk menyamakan arah kedudukan utara peta atau utara grid ke arah medan sebenarnya atau ke arah utara kompas. pada peta ini, orientasi erada di sebelah kiri bagian bawah peta<br><br>4. Skala : Skala pada peta Pare-Pare adalah 1: 30.000 atau skala besar dan termasuk skala numerik<br>terdapat juga skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta. skala ini terletak pada bagian bawah peta<br><br>5. Simbol :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; -Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;-Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;-Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.<br><br>6. Warna Peta :<br>Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m.&nbsp;<br>Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200–400 m di atas permukaan laut.<br>Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m.&nbsp;<br><br>7. Tipe Huruf :&nbsp;<br>Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: kecamatan soreang<br><br>8. Garis astronomis :&nbsp;<br>Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan<br>untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara<br>berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak<br>astronomis. Garis astronomis pada peta ini&nbsp;<br>terletak pada sebelah kanan bagian bawah<br>4°01′0″LU 119°37′25″BT / 4,01667°LS 119,62361°BT<br><br>9. Inset :<br>Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. inset pada peta bantaeng terletak pada bagian samping kanan<br><br>10. Garis tepi peta :<br>Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan benar pada peta. pada peta Pare-Pare kita dapat melihat garis tepi yang terdapat pada peta<br><br>11. Sumber dan Tahun Pembuatan : Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh. sumber peta ini dari badan koordinasi survei dan pemetaan nasional tahun 1999<br><br>12. Garis Lintang dan garis bujur :<br>4°01′0″LU 119°37′25″BT / 4,01667°LS 119,62361°BT</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/254124780/8c2ccd117bb998691258057206b98106/20180129_223832.png" />
         <pubDate>2018-01-29 15:09:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/wijfwcwqih5g/wish/225662112</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
