<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Domba kala itu by dayniii.frog</title>
      <link>https://padlet.com/dayynif/w8vj9tndh3ym9upw</link>
      <description>daynii.frog</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-05-04 14:38:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-04-04 05:56:10 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f411.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Di tengah Padang yang luas—</title>
         <author>dayynif</author>
         <link>https://padlet.com/dayynif/w8vj9tndh3ym9upw/wish/3551002639</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku adalah seekor <em>hybrid</em> domba.</p><p>rupa ku jelas sangat indah, kulit putih ku, binar mata yang mencolok, juga bulu-bulu halus yang menyelimuti ku.</p><p><br></p><p>Banyak yang ingin mengadopsi, namun hati ku tak bisa dipaksa—</p><p>aku tak akan menunduk kepada yang tak pantas.</p><p>Aku jelas sangat mewah, tak ada yang berani membeli ku.</p><p><br></p><p>Hingga suatu hari, pandangan pertama itu datang menyapa ku, hati ku bergetar, dunia berhenti seketika.</p><p>"inikah <em>Tuan ku</em>" berdegup jantung ku menaruh harap.</p><p><br></p><p>Kami bermain bersama, bertukar tawa,</p><p>Dia menggendongku, mengelus lembut rambut ku—membuat rasa aman dan nyaman hidup di tubuhku,</p><p>Saat itu, aku berubah, menjadi manusia,</p><p>" Apakah kamu ingin membeli ku? Jadilah <em>Tuanku</em>,</p><p>Manjakan aku,</p><p>Cintai aku,<br></p><p>—Ku mohon... "</p><p>Ku berikan penuh harap pada nya.</p><p>Memohon pengabdian untuknya, agar sejahtera domba mungil ini hidup.</p><p><br></p><p>Tawa nya berhasil membuat ku semakin jatuh dalam kharisma nya... <em>Renyah</em> <br>" Kau yakin? aku tak seperti para pria yang mengantri ingin membeli mu, aku tak sekaya mereka "</p><p><br></p><p>" <em>Karena kau..." </em>jawab ku, sambil menangkup pipinya,</p><p>Tatapan kami bertaut, mengikis rasa dalam sunyi dangkal.</p><p><br></p><p>" Jika kau ingin bersamaku, ikuti dan menangkan lomba itu,</p><p><br></p><p><em>i will be waiting for you.</em></p><p><br></p><p>jika kamu menang, maka kau juga memenangkan hatiku, my heart will be <em>yours</em>. "</p><p>Oh, betapa sulit nya, namun aku tak menyerah.</p><p><br></p><p>—</p><p><br></p><p>Waktu mulai gesit berjalan, harapan ku pun mulai memudar,</p><p>H-5, H-4, H-3, H-2, H-1 berlalu, dimana dia?</p><p>Latihan ku lalui dengan gusar, pikir ku melayang bertanya tentang kemana dia pergi.</p><p><br></p><p>Hari-hari ku lalui dengan latihan penuh, hanya demi dia.</p><p>Dan disini, sampailah aku pada podium—</p><p>Ya, aku meraih juara 2,</p><p>dengan penuh harap, ku dedikasikan ini untuk nya, aku melangkah riang menuju rumah nya.</p><p><br></p><p>Namun, sebelum aku berlari, tukang pos memberi isyarat berhenti <em>" Ini surat untukmu, dari Tuan"</em></p><p><em>" Terima kasih pak"</em></p><p>Bingung ku menerima, untuk apa dia mengerimi ku surat? mengapa tidak datang saja langsung kesini?</p><p><br></p><p>Ku buka surat itu, ku baca dengan teliti, manis senyum terukir di wajah ku, hingga aku membaca beberapa bait terakhir...</p><p>' <em>Hiduplah dengan baik, semoga kita bertemu lagi pada amorfati berikutnya.</em></p><p><em>Jangan pernah menunggu ku lagi,</em></p><p><em>bumantara telah membawa ku pergi jauh pada nabastala, kita aksa jika memaksa bhama untuk kembali.</em></p><p><em>biarkan anila menyembuhkan mu, biarkan nirwana mengirimkan belahan jiwa amerta untuk mu.</em></p><p><em>Sebab kau lebih dari layak.</em></p><p><em>Kau layak semi—setidaknya untuk ku.'</em></p><p><br></p><p><em>With love— T. Elio</em></p><p><br>Isak ku tak dapat lagi di tahan, aku sungguh sakit membacanya.</p><p>Bagaimana bisa dia sekejam itu meninggalkan ku?</p><p>"<em>Dia telah pergi," </em>hancur hati ku termangu pada tanah sendu.</p><p><br></p><p>Air mata ku mengalir, kenangan indah berputar, di taman tempat kami bermain, ku kidungkan nyanyian untuk hati ku</p><p>" <em>Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa..."</em></p><p><br></p><p>Hari-hari berlalu, aku duduk di sana,</p><p>bernyanyi mengisi ruang hampa,</p><p>tak ada lagi</p><p>tak ada lagi yang mau mengadopsi, semua menjauh,</p><p>hanya kesedihan yang menemani, dalam sunyi yang kelam.</p><p><br>Dalam bising ku, aku bersyair, berharap syair itu bisa menemani sepi ku.</p><p><br></p><p>"Wise men say...</p><p>Only fools rush in,</p><p>But i can't help, "</p><p><br></p><p>Aku berhenti sejenak, sampai dia tiba menembus syair ku.</p><p><br></p><p>"Falling in love with—</p><p><br></p><p>you..."</p><p><br>Dia, memberikan aliran cinta untuk menghangatkan ku melalui tangan nya.</p><p>Menggenggam tangan ku penuh rasa aman, berusaha menghalau segala rasa sakit yang ku raungkan selama ini.</p><p>Seperti bisikan, aku terpanggil untuk membuka hatiku, menuntun ku untuk lebih dekat padanya.</p><p><br></p><p>Dalam pelukan lagu, aku menemukan kembali,</p><p>Cinta yang hilang, namun takkan pernah mati.</p><p>Kisah ini berlanjut,</p><p>Sebuah perjalanan, penuh rasa, namun tak pernah surut.</p><p><br></p><p><strong>— 22 Agustus 2025</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 01:25:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dayynif/w8vj9tndh3ym9upw/wish/3551002639</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
